Chapter 2
Tittle: Ghost!
Genre: School life, romance, horror
Main Cast: Kim Hanbin, Kim Jinhwan, Kim Jiwon, Kim Donghyuk, Yang Hongseok
Other Cast: iKON member dan YG Family
Disclaimer: Semua cast milik keluarga dan YG Ent. Saya hanya memimjam
Warning: Yaoi, Typo bertebaran
.
.
.
Seorang namja berpipi gempal serta tubuhnya yang semok terlihar mondar mandir tidak sabaran sembari melihat ponselnya sesekali. Dihadapannya terlihat namja lain yang manatap kelakuannya jengah. Kim Jiwon, namja yang menatap namja berpipi gembal itu mendengus kesal. Dia melipat tangannya didada, dia bosan ditambah pula kesal karena melihat kekasihnya terus mondar mandir seperti itu dari 30 menit yang lalu, dan selama 30 menit itu pula dia diacuhkan. Dia heran sebenarnya apa yang kekasih lakukan?
Kim Jiwon POV
Beginilah aku sekarang, diacuhkan oleh kekasih ku sendiri. Aku mendengus sebal tentu saja, sedari tadi kekasih ku itu hanya berjalan mondar mandir dihadapan ku dengan tidak santai. Ini memang bukan pertama kalinya dia mengacuhkan atau mengabaikan ku seperti ini, tapi kelakuannya kali ini benar – benar diluar batas, coklat panas dan cake coklat yang aku siapkan dengan sengaja bahkan tak disentuhnya. Aku bingung harus melakukan apa agar dia berhenti melakukan hal bodoh seperti itu.
"Dongie berhentilah mondar mandir seperti itu, hyung pusing melihat mu." Ucap ku yang sudah benar – benar bosan.
Akhirnya setelah aku berkata demikian Dongie mendengarkan ku dan langsung duduk dihadapan ku, dia menatap ku kemudian tersenyum dengan lebar.
"Maafkan Dongie hyung, Dongie hanya menunggu Jinan hyung menjemput Dongie." Ucapnya merajuk.
"Iya hyung mengerti chagi, tapi tolonglah bersabar. Mungkin Jinan hyung masih ada pekerjaan pasti sebentar lagi dia sampai disini." Aku mengusap surai hitamnya dengan sayang, dia sangat lucu jika sedang merajuk seperti ini.
"iya hyung, Dongie mengerti! Tapi apa Jinan hyung tahu Dongie disini?" dia tersenyum sangat lebar, kemudian meraih cake coklat yang ada dihadapannya. Dongie terlihat sangat bersemangat saat memakan cake itu, terlihat persis dia sangat sangat menyukainya. Itu berarti aku tidak salah memilih haha.
Aku hanya tersenyum simpul, karena aku tahu Hanbin pasti menjemput Jinhwan Hyung sesuai perintah ku. Dongie terlihat kkebingung tapi dia tidak ambil pusing dengan kembali memakan cakenya.
Kim Jiwon POV End
Jiwon tersenyum saat melihat kekasihnya, tak bisa dipungkiri memang bahwa Donghyuk seperti anak kecil umur 5 tahun. Tapi itu tidak membuat Jiwon jengkel dengan sikapnya, justru sikapnya itu yang membuat Jiwon jatuh cinta padanya. Donghyuk begitu polos, manis, menggemaskan diusia yang sudah menginjak 18 tahun, kecintaannya pada Donghyuk sangat besar sehingga dia rela melakukan apa pun agar Donghyuk bahagia. Tak sedikit namja yang menginginkan Donghyuk, maka dari itu dia merasa sangat bangga saat dia tahu ternyata Donghyuk juga menyukainya. Senyum bangga selalu ia pamerkan saat sedang bersama Donghyuk, hanya untuk membuat namja lain iri karena dia telah berhasil membuat donghyuk menjadi kekasih hatinya. Dan tak sedikit pula yang iri, para yeoja dikampus bahkan iri dengan Donghyuk karena dengan mudahnya Donghyuk bisa memikat dan memiliki Jiwon.
Tapi tak jauh dari itu pasti selalu ada orang tidak senang melihat kebahagiaan mereka, seperti halnya anak pemilik dari pemilik kampus yang mereka tempati, Yang Hongseok. Yang Hongseok atau yang sering disapa Hongseok ini merupaka anak angkat satu – satunya Mr. Yang, dia juga merupakan pewaris sah dari seluruh kekayaan yang dimiliki Mr. Yang.
Awalnya Hongseok merasa sangat – sangat bahagia karena bisa satu kampus dengan Jiwon, mengapa? Karena Jiwon merupakan teman kecilnya, teman yang selalu Hongseok rindukan sejak dulu. Teman yang dulu selalu mengisi hari – harinya dengan tawa, tapi kini itu menghilang karena beberapa tahun yang lalu saat mereka akan menginjak Senior High School Jiwon menghilang begitu saja tampa memberi kabar. Maka dari itu dia sangat senang karena dia bisa bertemu dengan Jiwon kembali, namun pertemuan yang dia harapkan tak semulus jalan tol (?).
Pagi itu saat Hongseok berencana menemui Jiwon dan akan meminta penjelasan padanya, dia dikagetkan dengan pemandangan yang membuatnya sakit hati, sakit yang benar – benar menusuk hatinya. Sakit yang membuat dia menjatuhkan air matanya, sakit yang dia rasakan tak kentara saat dia mendengar kata – kata Jiwon 'Hyung tidak mempunyai teman atau pun sahabat saat masih kecil Dongie, jadi kau satu dan segala – galanya untuk Hyung.' Kata – kata itu yang sangat menohok hatinya, bagaimana bisa Jiwon berkata begitu padahal dia dan Hongseok selalu bersama saat mereka masih kecil. Itu kenapa Hongseok sangat tidak suka dengan kedekatan Jiwon dengan Donghyuk, dia cemburu karena Donghyuk selalu disamping Jiwon menggantikan posisinya saat ini. (Bagian ini akan diceritakan di chapter selanjutnya.)
"Dongie lihat siapa yang datang kk" ucap Jiwon tersenyum sembari menunjuk kearah belakang Donghyuk. Donghyuk berbalik dan memutar badannya, ketika itu senyumnya mengembang saat melihat hyung kesayangannya dan Hanbin hyungnya sampai di Mansion Keluarga Jiwon.
"Jinan hyung!" Teriak Donghyuk dan langsung berhampuran kepelukan Jinhwan. Jinhwan membalas pelukkan dongsaengnya dengan hangat dan membeli surai hitamya sayang. "Chagi maafkan hyung ne? Maaf hyung tidak bisa menjemput Dongie tepat waktu." Ucapnya pelan.
Donghyuk mengangguk polos, dia tahu bahwa hyung-nya sibuk kuliah sama dengan Donghyuk, hanya saja mereka berbeda unniversitas. Donghyuk di Yang Unniversity sedangkan Jinhwan dia unnversitas yang lain. "Dongie tidak apa – apa, Dongie tidak marah pada hyung. Tapi hyung harus menganggati dengan jalan – jalan ke taman hiburan!" "Taman hiburan? Baiklah, besokan hari sabtu kalau begitu besok kita berangkat bersama – sama dengan Jiwon hyung." Ucap Jinhwan lembut, mengecup pipi Donghyuk. "Hanbin hyung tidak diajak Jinan hyung?" Donghyuk mempoutkan bibirnya.
Jinhwan membuat tampang bingung, dia membuat perempatan didahinya. Jiwon yang mengerti bahwa Hanbin ternyata tidak memperkenalkan dirinya terlebih dahulu langsung angkat bicara.
"Oh Jinan hyung, perkenalkan ini adik ku Hanbin, Kim Hanbin." Jinhwan mengagguk, oh.. jadi orang yang membawa ku kemari adiknya Jiwon. Batin Jinhwan.
"Maafkan aku karena tidak memperkenalkan diri terleih dahulu hehe" Hanbin tersenyum lebar, yang hanya dibalas senyum simpul dari Jinhwan. "Yasudah kalian berdua cepat tidur ini sudah sangat malam, Dongie nakal sekali jam segini belum tidur." Jiwon menyipitkan matanya, yang membuat Donghyuk bersembunyi dibalik punggung hyung-nya yang lebih kecil.
"Sudah Dongie ayo kita kekamr Dongie, kita tidur bersama." Ucap Jinhwan, kemudian keduanya memasuk Mansion Jiwon. Sekarang hanya tinggal tersisa Hanbin dan Jiwon. Mereka saling bertatapan seolah mereka berbicara dengan mata mereka.
Hanbin dengan cepat merogoh sakunya, memberikan secarik kertas kepada Jiwon. Yang langsung dia baca saat itu juga, dahinya berkerut melihat kata demi kata yang tertera dikertas itu.
"Kau yakin itu dia hyung?" tanya Hanbin.
"Aku sangat yakin itu dia Hanbin. Jadi bersiaplah." Jaabnya dingin.
Hanbin membuat seringai dibibirnya, memasuki mansion dan diikuti oleh Jiwon dibelakangnya.
.
.
.
.
Ditengah malam yang dingin, terlihat seorang wanita berjalan tersega – gesa dikomplek pertokoan yang sepi. Sesekali matanya melirik kearah belakang, kemudia langkah menjadi dipercepat. Keringat dingin membasahi tubuhnya, raut wajahnya berbubah menjai raut kecemasan dan ketakutkan. Dia berlari dengan cepat meninggalkan tempat itu.
Namun tak jauh dibelakangnya sesosok mahkluk berlumuran darah mengikutinya dengan membawa sebuah sabit, jalannya sedikit pincang namun masih bisa mengejar langkah wanita itu. Wanita itu panik setengah mati saat dia menemukan jalan buntu sedangkan dibelakangnya mahkluk itu sudah menghalangi.
"Ku mohon jangan.. ku mohon.." Wanita itu meminta pengampunan, kaki bergetarnya melangkah mundur. Matanya sudah basah karena air mata. Bibir tebal yang dilapisis lipstik takhenti – hentinya menggumamkan kata – kata ampun, ku mohon jangan, menjauhlah. Namun seperti tuli, mahkluk itu mengangkat sabitnya keudara dan diarahkannya sabit itu kepada wanita tersebut yang menyebabkan teriakkan pilu yang terdengar dikomplek pertokoan yang sepi. Darah mengalir deras dari mayat wanita tersebut.
Seseorang dibelakang mahkluk itu berkata dengan bangg sambil menampakkan seringainya. "Anak pintar."
.
.
.
.
Hallo semua hehe, ini merupaka chapter kedua dari ff Ghost ku.
Semoga kalian suka sama ceritanya ya, yang udah amu baca terima kasih walau pun ga kasih kritik atau pun saran tapi ga apa – apa. Insyallah chapter ketiganya minggu depan ya.
Gomawo semua ^^
