You or Him chap 3

.

.

Junmyeon sedang memanggang roti saat jam menunjukkan pukul enam lebih lima belas menit. Ia memasukkan dua potong roti kedalam toaster. Sambil menunggu rotinya menyembul keluar,ia menuangkan susu putih ke dalam tiga buah gelas. Kini rutinitasnya setiap pagi adalah menyiapkan sarapan. Terkadang bergantian dengan Chanyeol. Lalu, bagaimana dengan Yifan? Kalian tak perlu bertanya. Ia tak bisa memasak._.

Junmyeon menyiapkan tiga buah piring dan meletakkan dua tangkup roti yang baru keluar tadi ke salah satu piring. Ia kembali memasukkan dua roti ke dalam toaster itu. Tak lama kemudian, terdengar suara langkah yang diseret mendekati dapur. Junmyeon tidak terusik dengan itu, ia bisa menebak, kalau itu adalah Yifan atau Chanyeol.

Junmyeon pun menolehkan kepalanya kebelakang. Benar saja, Chanyeol dengan tampang mengantuknya berjalan menuju meja makan. Dan kembali tidur disitu tanpa menyadari adanya makhluk lain selain dirinya di dapur ini. Junmyeon menatapnya geram.

Kebetulan ia sedang memegang sendok yang tadinya hendak ia gunakan untuk memberi madu pada rotinya. Ia mendekat kearah Chanyeol dan memukul kepalanya pelan dengan sendok tersebut.

Tuk!

"Yak! Aish, siapa yang- eh? Ada Junmyeon ya disini?"

Ya, pertanyaan yang bodoh, Park Chanyeol.

Junmyeon menatapnya datar, "Jangan tidur lagi, lihat ini sudah jam berapa!" tunjuk Junmyeon kearah jam kecil yang diletakkan diatas kulkas.

"Iya,aku bangun. Sana, kau mandi saja. Biar aku yang meneruskan kegiatanmu."

Chanyeol berdiri dan mendorong Junmyeon kearah kamar mandi.

"Oh iya,sana bangunkan si tukang tidur itu." Pesan Chanyeol.

Junmyeon mendengus pelan,"Memangnya, kau bukan tukang tidur?"

Chanyeol memasang cengiran tak berdosanya. Dan Junmyeon hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan. Ia harus membangunkan tukang tidur lainnya disini.

.

.

Seperti yang sudah dibicarakan sebelumnya, hari ini Junmyeon ada ulangan Fisika. Ia membaca bukunya lagi, sepuluh menit sebelum bel masuk berbunyi. Ia melirik Baekhyun yang sangat-sangat serius untuk memahami rumus yang sebenarnya ia tak mengerti sama sekali.

"Baek, bagaimana?"

Baekhyun menoleh kearah Junmyeon,"Hn?"

"Tadi malam, kau belajar tidak?"

"Sebenarnya, aku hanya membaca setengah bab nya saja tadi malam." Ujar Baekhyun sambil membolak-balik bukunya.

"Lalu? Kau mengerti tidak?"

"Tidak. Aku kan bisa minta bantuanmu~"

"Enak saja. Aku tidak mau!"

Junmyeon kembali menyibukkan dirinya dengan mengerjakan sebuah soal. Baekhyun merengut kesal.

"Terserahlah.."

.

Sementara itu..

Drap! Drap!

Derap langkah dari sepatu hak tinggi yang dikenakan Kim saem terdengar menggema di lorong koridor. Bel masuk baru saja berbunyi. Sehingga lorong ini sepi.

Kaki jenjangnya melangkah kearah kelas 11-2, kelasnya Junmyeon.

Setelah guru itu memasuki kelas, kelas yang tadinya rebut langsung hening. Bunyi jangkrik pun tidak ada.

"Selamat pagi semuanya."

"Pagi!"

"Ya. Sesuai janji, kita akan mengadakan ulangan. Sudah belajar?"

"Sudaah~"

"Baiklah. Jangan ada yang menyontek! Atau kalian akan diberi sanksi. Kerjakan sampai bel istirahat berbunyi."

.

.

Karena Junmyeon yang paling cepat menyelesaikan soal-soal itu, dan jawabannya 100% benar, ia pun keluar paling awal. Junmyeon berjalan tak tentu arah. Ia malas ke kantin. Belum lapar, pikirnya.

Pikirannya pun tertuju pada atap sekolah. Tempat yang jarang dikunjungi para murid. Iapun berjalan menuju ujung lorong, letak tangga menuju atap yang terletak di lantai 3. Kelasnya ada dilantai 2.

Satu per satu anak tangga dipijaknya. Dan, tada! Ini adalah lorong kelas 12. Ia berjalan keujung lorong, letak atap sekolah.

Krieet..

Whussh~

Baru membuka setengah pintu tersebut, angin sepoi-sepoi langsung menyambutnya.

"Woah…ternyata disini sangat nyaman!" serunya sambil memejamkan mata.

Ia berjalan ke pagar pembatas. Bibirnya membentuk seulas senyum. Ia jarang menikmati suasana seperti ini. Kecuali saat berkunjung ke tempat neneknya.

"Ehm!"

Junmyeon terperanjat. Ia langsung berbalik. Dan menemukan sesosok pemuda jangkung berjalan kearahnya.

"Sedang apa disini? Membolos?"

"Untuk apa aku membolos? Kim saem menyuruhku keluar.."

"Kau dihukum?" tanyanya heran.

"Tidak. Aku menyelesaikan ulangan paling awal. Jadi, Kim saem mempersilahkanku untuk keluar lebih dulu." Jelas Junmyeon.

"Oh."

Sosok tinggi itu berdiri disamping Junmyeon. Ikut menikmati pemandangan sekitar dan lagi, cuaca sekarang sangat bersahabat. Tidak panas, juga tidak mendung.

"Kau sendiri,apa yang kau lakukan disini, Yifan? Membolos?"

"Mungkin." Jawabnya santai.

"Aku pikir, kau itu murid teladan." Timpal Junmyeon dengan kekehan pelan diakhir kalimatnya.

"Memang begitu. Entahlah, aku sedang malas untuk mengikuti pelajaran Kang saem."

"Dasar kau ini."

Hening beberapa saat. Junmyeon terlihat terkantuk – kantuk. Ia mendudukkan dirinya di pinggir pagar sambil memeluk lututnya. Yifan meliriknya melalui ekor matanya. Ia terkekeh pelan. Kemudian ia berjongkok disamping Junmyeon, berbisik pelan ke telinga Junmyeon.

"Mengantuk?"

"Uhhm.." junmyeon hanya menggumam tidak jelas sambil mengangguk lemas.

Seulas senyum tipis menghampiri bibir Yifan. Ia pun duduk disamping Junmyeon, dan mengarahkan kepala Junmyeon ke bahunya.

"Tidurlah. Jam istirahat masih setengah jam lagi."

Junmyeon hanya menurut. Entah kenapa, ia sangat mengantuk sekarang. Ia menyamankan kepalanya di bahu tegap Yifan. Dan tak lama kemudian, iris matanya bersembunyi di balik kelopak matanya. Yifan mengusak helaian lembut surai Junmyeon gemas.

"Jalja."

.

.

Junmyeon mengerutkan dahinya. Kemudian ia mengucek matanya pelan. Dengan mata yang masih menyipit, ia melihat keadaan disekitarnya.

'Aku tertidur?'

"Sudah bangun?"

Ia kenal suara ini. Ini suara Yifan kan? Ia mengingat kejadian sebelumnya. Ia keluar kelas lebih dulu, lalu pergi ke atap sekolah, dan Yifan muncul dan menemaninya disini. Lalu ia mengantuk, duduk dan tidur.

Tidur? Dengan Yifan ya?

Ia menegakkan tubuhnya dan melirik ke samping kanannya, "Eh? Aku tidur denganmu tadi?"

Yifan menyentil dahi Junmyeon pelan,"Secepat itu dan kau lupa akan kejadian sebelumnya?"

"Aniya, hanya memastikan saja." Kilah Junmyeon.

"Oh iya, ngomong – ngomong, bel istirahat sudah berbunyi belum?"

"Sudah. 5 menit lagi bel masuk berbunyi." Jawab Yifan dengan santai.

"Mwoo?! 5 menit lagi bel berbunyi dan kau tidak membangunkanku?! Aku belum mengerjakan pr ku! Jung saem bisa saja menjemurku di lapangan dan –"

"Hahahhaha!"

Yifan tertawa sambil memegangi perutnya. Perempatan imaginer muncul di pelipis Junmyeon. Apa yang lucu sih? 5 menit lagi bel masuk berbunyi, dan ia tidak membangunkannya. Seandainya ia tak bangun sendiri bagaimana?

"Yak! Apanya yang lucu? Ayo kembali ke kelas!" seru Junmyeon panic. Ia berdiri dan menyeret Yifan.

"Kkkk..mau saja ku bohongi. Bel istirahat baru saja berbunyi."

"Baru berbunyi? MWOYAA?! JADI KAU MENGERJAIKUU?!"

Junmyeon memukuli lengan Yifan dengan kekuatan penuh.

"Kau menyebalkaaan!"

"Ya! Ya! Hentikan! Ini sakit, sungguh."

Junmyeon memberikan death glare mematikannya. Tapi, tidak terlihat menakutkan di mata Yifan, dia malah terlihat lucu.

"Kau ini, aku lupa mengerjakan pr dari Jung saem tadi malam. Dan kau malah mengerjaiku!"

Yifan lagi – lagi tertawa, "Oke aku minta maaf. Seandainya aku sempat memotret-mu, kau pasti akan melihat, betapa jeleknya wajahmu saat panic."

"Yak! Jangan mengungkit hal itu lagi!"

Junmyeon kembali memukuli lengan Yifan. Namun lebih pelan dari sebelumnya.

"Baiklah, baiklah, jangan memukuliku lagi! Sebagai permintaan maaf, adakah sesuatu yang kau mau?"

"Belikan aku minum! Aku haus~"

Junmyeon menatapnya dengan tatapan anak kucingnya. Yifan membeku beberapa saat.

.

Kawaii~

.

"Yifan?"

"A-arra! Ayo ke kantin."

.

.

"Jun, kemana kau tadi? Aku melihat kau bersama Yifan tadi."

Baekhyun bertanya sembari menulis sesuatu di bukunya.

"Jinjja? Aku pergi ke atap sekolah setelah keluar tadi. Lalu bertemu Yifan. Dia mentraktirku."Jawab Junmyeon dengan senyum yang masih terpatri di wajahnya. Dia juga menulis sesuatu dibukunya.

"Kedengarannya, kau senang sekali."

"Eng, tidak kok. Biasa saja."

"Ah, masa? Kau serius?"

Baekhyun sedang dalam mode jahil rupanya.

"Tau."

Namun Junmyeon sedang malas meladeni orang macam Baekhyun. Dan melanjutkan kegiatan menulisnya. Sehingga Baekhyun memonyongkan bibirnya.

"Kacang deh.."

"Paan sih, lebay tau."

Junmyeon bingung. Apa itu lebay? Entahlah, ia tak mau ambil pusing.

"Eh, aku mau tanya deh. Seandainya ada dua orang yang menyukaimu, dan kau menyayangi kedua orang itu, mana yang kau pilih?" Tanya Baekhyun. Agak nyeleneh memang.

Junmyeon meletakkan punggung tangannya di kening Baekhyun.

"Tidak panas kok. Kau salah makan ya?"

"Tidak. Aku masih memakan makanan manusia. Jadi, jawab pertanyaanku."

"Entahlah, aku tak tau. Lalu, kalau kau yang ada disituasi seperti itu, apa yang kau lakukan?"

"Tentu saja yang ku pilih orang yang paling bagus."

Junmyeon menoyor pelan kepala Baekhyun,"Huuu...dasar kau ini. Pemilih."

"Hehe, selain itu, aku memilih yang paling membuatku kata hatiku sendiri, jangan dengarkan orang lain."

"Tapi, seandainya mereka sama - sama membuatmu nyaman dan sebagainya, bagaimana?"

Baekhyun menggeleng,"Entahlah."

Tuk!

Dua buah spidol melayang dan mengenai kepala mereka.

"Aduh!" Rintih mereka bersamaan.

"Kim Junmyeon, Byun Baekhyun tolong jelaskan pembicaraan kalian di depan kelas."

"Ehm..tidak ada kok saem." Sahut Baekhyun.

"Kalau begitu, bersihkan halaman belakang dan depan sekolah! Sebagai hukuman karena telah berbicara di dalam kelasku!"

"Arraseo..."

.

.

Srek..srek..

Junmyeon menyapu halaman depan. Sedangkan Baekhyun halaman belakang.

"Seandainya Baekhyun tidak bertanya aneh - aneh begitu, aku pasti masih duduk manis dikelas mendengarkan pidato dari Jung saem." Keluh Junmyeon. Sesekali ia menyekabulir - bulir keringat yang mengalir di pelipisnya.

Sementara itu..

Junmyeon yang memang pada dasarnya anak rajin dan taat pada peraturan, berbeda dengan Baekhyun. Bukannya membersihkan halaman, ia malah santai tiduran di rerumputan. Dengan sapu lidi yang menemani di sampingnya. Jangan dicontoh ya teman – teman.

Bibirnya mengalunkan senandung manis. Matanya terpejam menikmati betapa damainya tempat ini. Hampir saja ia tertidur kalau saja tak ada tendangan maut yang mengenai bokong seksinya.

"Yak!"

"Kau kesini untuk membersihkan halaman. Bukan untuk tidur."

"Apa urusanmu? Kalau kau mau, kau saja yang bersihkan tempat ini."

Sret!

"Hey!"

Orang itu menarik tangan kurus Baekhyun. Lalu dengan cekatan mengambil sapu yang ada di rerumputan tadi.

"Cepat bersihkan. Atau kau akan mendapat hukuman yang lebih dari ini." Bisiknya ditelinga Baekhyun. Dengan cepat Baekhyun mendorongnya, menatapnya sengit.

"Memangnya kau akan apa?"

"Entahlah. Kerjakan saja hukumanmu. Aku ditugasi untuk mengawasi kalian. Kulihat, Junmyeon baik - baik saja dengan sapunya. Ternyata saat kesini, aku menemukan seseorang tidur ditemani dengan sapu lidi di sampingnya."

Orang itu-Chanyeol-merebahkan dirinya ditempat Baekhyun tadi tiduran.

"Awas saja kau."

Baekhyun menyapu dengan setengah hati. Debunya bertebaran tak beraturan.

"Hey, menyapu yang betul dong!"

Baekhyun mengindahkan seruan itu. Ia masih menyapu, mengumpulkan beberapa sampah dan daun kering dengan sapunya.

"Hatchii!"

Chanyeol bersin dengan keras. Setelahnya mengusap hidungnya yang terasa gatal.

"Sialan kau, aku alergi dengan debu." Gerutu Chanyeol.

Baekhyun nyengir, "Ehehe..maaf kan aku."

.

.

"Akhirnya selesai jugaaa!"

Junmyeon mendudukkan dirinya di pinggir halaman yang baru saja dibersihkannya. Tak diperdulikannya celananya yang dipastikan kotor karena menduduki tanah.

Cesss(?)

Junmyeon mengerjap kaget saat ada benda dingin menyentuh permukaan pipinya. Ia mendongak demi melihat siapa sang pelaku yang menempelkan sesuatu ke pipinya.

"Hadiah untuk kerja kerasmu membersihkan halaman ini."

Junmyeon terkekeh lalu tersenyum manis, "Gomawo."

Pemuda lainnya yang bertugas menjadi pengawas dadakan baginya dan Baekhyun itu, duduk disanpingnya. Ya, dia Chanyeol.

"Apa Baekhyun sudah selesai?"

"Belum. Aku menambah hukumannya untuk membantu Paman Kang di kebun. Saat aku menjenguk ke halaman belakang tadi, ia malah bersantai."

Junmyeon tertawa pelan, "Dia memang begitu, bukan?"

Chanyeol mendengus geli, "Yeah, semuanya tahu sifat ByunBaek itu."

Hening beberapa saat. Junmyeon masih menikmati minuman pemberian Chanyeol tadi. Hingga bel tanda jam pelajaran ke-7 berakhir.

Junmyeon berdiri dan membersihkan bagian belakang celananya yang berdebu. Ia berniat mengembalikan sapu yang digunakannya tadi ke ruang kebersihan.

"Chan, aku mau mengembalikan ini dulu!" Ujarnya sambil mengangkat sapu tadi. Chanyeol hanya mengangguk.

"Sekalian lihat si Baekhyun ya!"

"Hm!"

.

.

Sore telah tiba. Langit yang tadinya berwarna biru cerah, kini menjadi warna merah ke oren - orenan/?.Hari ini cukup menyenangkan, sekaligus melelahkan - tentu saja.

Junmyeon sedang tengkurap di lantai kamar sambil mengerjakan tugasnya. Ditemani segelas air putih di bekerja membolak - balik buku sekaligus bergerak ke kanan dan ke kiri untuk memindai bacaan di bukunya.

Brak!

Tiba - tiba beberapa buku terhempas di dekatnya. Jelas saja ia terkejut. Ia mendongak dan menatap kesal sang pelaku. Sedangkan yang ditatap hanya memberinya wajah tak berdosa.

"Haha...maaf aku mengejutkanmu. Aku juga mau mengerjakan pr ku. "

"Dasar. Jangan membanting - banting buku sembarangan, nanti kualat." Ceramah Junmyeon sambil melanjutkan kegiatannya yang tertunda.

Sang pelaku hanya terkekeh pelan. Lalu mengikuti jejak Junmyeon - mengerjakan tugas.

"Hey, Junmyeon, aku mau bercerita."

Chanyeol memulai pembicaraann. Ia masih fokus mengerjakan tugasnya.

"Ya, cerita saja. Aku akan mendengarkan." Sahut Junmyeon.

Chanyeol tersenyum,"Aku menyukai tepatnya, aku mencintai orang itu"

"Hmm..lalu?"

Terdengar embusan napas dari Chanyeolsebelum kembali bercerita, "Dia cukup dekat denganku. Dia senang memasak, kadang ceroboh sekali. Dia putih, kecil, sangat menyukainya."

Junmyeon terdiam, mencoba mengingat - ingat orang yang mungkin saja disukai Chanyeol. Apa Baekhyun? Tapi Baekhyun tidak suka memasak. Tapi dia itu ceroboh juga. Dia juga kecil, putih, manis. Baekhyun itu cerewet. Apa itu masuk kriteria Chanyeol?

"Tapi, banyak yang bilang, dia menyukai orang lain."

Junmyeon mulai berbicara,"Emm..kalau aku boleh tahu, siapa dia?"

Chanyeol menatapnya tepat di mata. Membuat Junmyeon resah sendiri.

"C-Chanyeol?"

Junmyeon tidak tahu, apa hal yang membuatnya segugup ini. Chanyeol memegang kedua bahunya dan menatapnya tepat dimata, dengan intens.

"Orang itu-"

.

.

.

.

.

.

"-Kau."

TBC

Aku tau ini update yang sangat sangat sangat sangat telat*timpukinauthornya*

Mianhae, im sorry, dui bu qi, gomen, maaf*bow*

Saya minta maaf atas keterlambatan meng-update fanfic ini, dan membiarkan fanfic ini membusuk(?)disini T.T

Soalnya, suer deh, selain ga ada waktu buat bikin, aku gak ada ide sama sekali buat lanjutin, jadi maaf kalau makin jelek, makin ancur, makin gaje, makin gak karuan bentuknya apa. Ditambah lagi, tugas yang kian hari makin menggunung T.T

Kalian tau? Aku nge-gantungin ini fanfic kurang lebih sebulanan. *ditendang*

Tapi, insya Allah, buat chap depan udah ada gambarannya. Mungkin, updatenya telat lagi, hehe*dibakarmassa*

Jadi, saya mohon dengan sangat kritik dan saran dari kalian. Mungkin, cuap - cuapnya lebih panjang, sekalian balas review. Gak aku sebut nama ne, cuma kek gini :3 Aku cuma ngambil intisari reviewnya;)

Q :Lanjut ya / next thor

A : udah di lanjut :)

Q : Junmyeon suka CY atau Yifan?

A :Nanti kalian akan mengetahuinya *sok misterius* *digeplak*

Q : Ada other pairing? Chanbaek misalnya?

A : Mungkin ;) nanti akan terungkap di chap selanjutnya. Makanya baca terus yaa*promo*

Q : Yifan suka sama Junma? Terus si Chanyeol nya suka atau nggak sama Junma?

A : Yifannya suka. Chanyeol nya? Pasti udah tau setelah baca chap ini ;D

Q : Suhonya suka sama siapa sebenarnya?

A : Ada deh.. yang pasti, Yifannya suka sama Junma *wink*

Oke, sekian balasan question dari para pereview(?)fanfic ini, dan itu pun hanya bagian intisari nya yang diambil. Maaf ya, ada yg gak dibales PM, lagi males soalnya*dilemparinblackcardnyaSuho*

Terimakasih kepada :

Pepibabykyu || BabyWolf Jonginnie'Kim || Seungrin || Vioolyt || Mamah Syuho || Emma Suho || Peblish || Jimae407203 || dumbaekchan || nonagrice(pereview terpanjang, terharu :'*) || JunmaWu || whirlwind27 || wumy || yongchan || Kin Ocean || Kiriya Diciannove || || dn

Maaf kalau ada kesalahan penulisan penname reviewer sekalian *bow*

Terimakasih buat para yg memfav dan mem-follow fangic gaje ini *deepbow* dan jangan kapok buat ngereview fanfic ini dan nungguin updatenya yang bahkan lebih lambat dari seekor kura-kura yamg berjalan/?

Laf yaaa :*

Last word,

.

.

Gimme a review? :*