Chapter 2: WHAT?!
Semua orang membencinya. Itulah yang doipikirkan oleh Fang saat berlari pulang kerumahnya, dengan elang bayang sebagai pemandunya. Tubuh pemuda cantik itu di penuhi luka. Bajunya robek disana-sini. Sesampainya dirumah, ia segera kekamarnya untuk berganti baju, dan segera ke halaman rumahnya. Rumahnya merupakan Mansion tua yang dihiasi oleh berbagai macam tumbuhan. Meski, hampir semua bunga tersebut di pagari. Sesampainya di halaman, Fang segera memakai kuasanya untuk sampai di suatu dahan. Lalu, ia membentuk 10 elang bayang, dan menyuruh 9 diantaranya untuk mengawasi warga pulau rintis. Sementara sisanya ada di sisi Fang. "Sekarang. Waktunya mencari jarum."
Boboiboy melangkahkan kakinya menuju sebuah Mansion tua. Ia dengar, bangunan tersebut adalah rumah Fang. Sebelum di tempati oleh pemuda manis itu, ada desas-desus bahwa rumah tersebut berhantu. Boboiboy nyaris tertawa mendengarnya. Ia tidak percaya hantu. "Jadi disini." Gumam Boboiboy sambil memperhatikan bunga-bunga indah yang bertebaran di halaman. Saat Boboiboy ingin menyentuh salah satu bunga berwarna kuning, sebuah suara merdu bak malaikat terdengar. "Jangan sentuh. Buttercup itu beracun."
Spontan, ia menoleh, dan mendapati sesosok Fang yang mengenakan sweater ungu yang nampak kebesaran, dan celana jeans ketat, tengah duduk di salah satu dahan pohon. Tampak seekor elang bayang dengan setia bertengger di bahunya. Boboiboy mengira dirinya melihat Malaikat kegelapan. Fang melompat turun dari pohon, dan berjalan kearahnya. "Jika kau menyentuh Buttercup, kau akan merasa sangat perih, dan bekas-bekas kemerahan akan muncul." Ujar Fang. Mata gelap itu menatap mata Almond.
Angin entah mengapa berhembus. Membuat rambut mereka tertiup oleh angin. "Aku minta maaf." Ujar Boboiboy. Fang masih terdiam. "Entah mengapa teman-teman bersikap buruk padamu." Tambah pemuda yang bisa membelah diri menjadi 5 itu. Bibir merah muda milik Fang membentuk senyuman manis. "Tak apa." Ujar Fang. Tanpa sadar, Boboiboy mengangkat tangan kanannya, dan memegang pipi Fang, lalu mengelusnya. Fang tak bergeming, hanya elang bayangnya yang sedari tadi memperhatikan setiap tingkah lakunya. Perlahan, Boboiboy mendekatkan wajahnya. Dan, saat jarak mereka hanya 2 cm...
BUMMM!
Elang bayang, dan Boboiboy menoleh. Tampak disana, sesosok Adu du, dengan robotnya, PROBE, tengah bersiap untuk menyerang mereka. "Hahahaha! Bersiaplah untuk kalah Boboiboy!" Seru Adu du. "Betul tuh! Kau pasti modar di tangan Incik Bos!" Krikk..krikk..krikk. "Modar itu, artinya apa?" Tanya Boboiboy polos. "Sudahlah! Rasakan ini!" Seru Adu du sambil menyuruh Probe untuk menyerang. Tiba-tiba, bayangan muncul di sekitar Probe, dan menahannya. "Kalau kau menghancurkan taman ini, Kakak akan marah." Ujar Fang sambil tersenyum. "Terbaiklah Fang!" Kata Boboiboy. Pemuda bertopi tersebut segera berpecah menjadi 5, dan menyerang Probe. "Kena kau!" Seru Adu du sambil menembakkan sebuah pistol kearah Boboiboy, dan kabur.
"Hah? Dia nembakin apa sih? Kok nggak kerasa?" Tanya Gempa. "Entahlah." Jawab Halilintar. "Oke, ayo kita bergabung sekarang!" Kata Taufan. "Eh? Harus sekarang?" Tanya Api. "Iya. Nanti kita semua menjadi pelupa." Jawab Gempa. Air diam saja. Tapi, yang menjadi masalah, mereka tidak bisa bergabung. "Mungkin, Makhluk itu menembakkan sesuatu yang membuat kalian tidak bisa bergabung." Ujar Fang berhipotesis. Dengan wajah pucat, Kelima Boboiboy segera bersiap kedai kakek mereka untuk menemui Ochobot. "Kau tidak ikut?" Tanya Halilintar. Fang diam saja. Lalu, tanpa diduga, Air menggendong Fang dengan gaya pengantin, dan berkata, "Tenang, mereka takkan melukaimu."
Fang hanya mengangguk, dan kelima Boboiboy tersenyum, dan mulai berlari.
[Mereka takkan melukaimu, karena, Kami ada disini]
Kuro: Ini Update-annya! Kami akhiri dulu disini, karena kami mengerjakannya di warnet!
Yami: Pair cerita ini adalah Harem!Fang, dan Ochobot X OC, dan ? X OC. Fang kuasanya mirip pengendalian tanahnya si Toph di The Legend of Aang. Profil si kembar akan ada di Chap berikutnya! Jaa ne! Please review!
