"Sampai kapan kau akan menahannya?" tanya salah seorang berjubah hitam pada lawan bicaranya yang tengah menatap benda yang berada di genggamannya.
"Diam!" desis namja itu tajam, tatapannya berubah mengerikan ketika kesunyian yang tercipta seketika terusik oleh kedatangan seseorang yang sangat amat tidak ia kehendaki datang saat ini.
"Cih.. hanya membuang waktu berdiam diri di ruangan mengerikan ini apa bagusnya? mau berapa lama lagi?" tanya sosok itu berjubah itu.
Namja yang tengah terduduk itu tiba-tiba mengeluarkan kepulan asap dari balik punggungnnya membuat suasana ruangan yang didominasi warna hitam itu tambah mengerikan dengan kepulan asap yang perlahan memenuhi setiap sudut ruangan. Namun sosok berjubah itu nampak tidak takut sama sekali, bahkan ia mersepon dengan seringaian khasnya. "Baiklah, aku keluar" ia pun keluar ruangan meninggalkan sosok itu sendiri.
"Aku akan menahannya sampai dia menyadari kehadiran ku," bisik namja itu kemudian dengan sekejap mata menghilang dengan masih meninggalkan kepulan asap putih yang lambat laun berubah menghitam seiring kepergiannya.
.
.
Vampir Halskette (Chapter 2)
.
.
"Ahh kalian sudah sampai rupanya.." seru wanita itu dengan senyuman tulusnya menyambut Kyuhyun dan Sungmin yang baru saja tiba di rumah mereka. Tepatnya rumah dari kedua keluarga mereka masing-masing.
"Hmm.. mana Sunghyun?" Kyuhyun bertanya terlebih dahulu sambil memasuki ruang depan rumahnya.
Wanita yang diketahui bernama Cho Heechul atau lebih tepatnya nyonya Cho bersungut ketika Kyuhyun sang putra melewati dirinya. "Kau tidak merindukan eomma mu ini?"
Kyuhyun yang tersadar lalu membalikan tubuhnya lalu memeluk tubuh sang ibu dan kemudian melepasnya, "Kenapa tidak memberitahu ku bahwa Sungmin akan masuk sekolah juga?" nada bicara Kyuhyun terdengar mengintrogasi.
"Sungmin yang meminta agar tidak memberitahu mu, jadi apa yang bisa eomma lakukan selain menurutinya?" Heechul berjalan beriringan dengan langkah Sungmin.
"Tapi resikonya sangat besar, eomma. Bagaimana jika sewaktu-waktu aku tidak berada di sekitar Sungmin karena urusan sekolah? Aku tidak mau membayangkan hal buruk itu terjadi,"
Sungmin mempercepat langkahnya demi menyusul sang suami yang berjarak tak jauh darinya, "Kita sudah membicarakan ini di mobil tadi, Kyu. Aku tidak ingin membahasnya lagi,"
Kyuhyun hanya bisa menghela nafasnya, menyadari sikap Sungmin yang sedikit keras kepala membuat Kyuhyun mau tidak mau menganggukan kepalanya dengan terpaksa, "Tapi kau harus janji hanya bersikap manis di depanku atau di depan keluarga kita dan tidak dengan manusia-manusia di sekolah itu,"
Heechul dan Sungmin tertawa mendengar kalimat Kyuhyun, "Kenapa?" tanya Heechul sambil mendudukan dirinya di sofa rumahnya dan diikuti dengan Kyuhyun dan Sungmin.
"Aku tidak ingin istri ku ini didekati oleh wanita-wanita kecentilan dan pria berstatus seme, kalian tidak menyadari begitu Sungmin memasuki ruang kelas tatapan lapar para pria dan wanita itu menghujam kearah mu, Ming" tukas Kyuhyun sambil melepas jas sekolahnya.
"Tenang saja, aku akan bersikap sesuai dengan yang kau inginkan di depan mereka nanti," ujar Sungmin dan disambut kecupan hangat oleh Kyuhyun.
Sedangkan Heechul hanya tersenyum geli melihat keromantisan putra dan menantunya itu, "Eomma ke kamar Sunghyun untuk menemaninya tidur"
"Sunghyun tertidur?" tanya Kyuhyun.
Heechul mengangguk, "Dia kelelahan setelah bermain seharian dengan eomma.."
"Eomma dan appa kemana?" tanya Sungmin.
"Jungsoo dan Kangin tiba-tiba menghilang, sepertinya mereka mendapat petunjuk baru tentang keberadaan kalung mu itu, Sungmin-ah"
Sungmin dan Kyuhyun mengangguk bersamaan, setelahnya mereka berdua beranjak menuju kamar dan mengistirahatkan tubuhnya.
Walaupun jam menunjukan jam 2 siang, mengingat keuarga Lee dan Cho adalah keluarga dari bangsa Vampire, mereka pasti akan merasa sangat mudah kelelahan di siang hari, mengingat bukan waktunya untuk bangsa Vamipire beraktivitas.
Tetapi, kenapa Kyuhyun dan Sungmin bisa melakukan aktivitas seperti layaknya manusia? Masih ingatkah kalian benda apa yang tengah dicari oleh Sungmin dan Kyuhyun beserta keluarganya?
Benda itulah yang menjadi kunci kehidupan bangsa Vampire, mereka bisa hidup dan beraktivitas layaknya manusia pada umumnya tak lepas dari peran benda yang mempunyai kekuatan magis itu. Jika benda itu terlepas dan hilang dari genggaman sang pemilik, maka kesempatan hidup di kehidupan manusia akan semakin menipis, setelah waktu yang ditentukan tiba maka Vampire yang tidak mempunyai benda itu akan lenyap dan terpisah dari keluarganya dan dikirim di dunia keabadian. Dunia yang setiap penghuninya tidak hidup secara berkelompok, mereka akan terpisah dan menjalani hidupnya sendiri-sendiri dan melupakan kebahagiaan mereka bersama keluarganya.
Sungmin tidak ingin itu terjadi, ia tidak ingin terpisah dari keluarganya kecil nya, kedua orangtuanya juga Kyuhyun. Dirinya sangat bahagia ketika mendapati tubuhnya bisa berfungsi layaknya manusia berkat kalung itu dan hidup bahagia bersama Kyuhyun. Meskipun Sungmin dan Kyuhyun sama-sama namja, namun berkat benda itu, ia dikaruniai seorang putra yang begitu tampan yang diberi nama Cho Sunghyun, walau masih kecil sangat terlihat jelas dari rupanya mewarisi paras Kyuhyun dan sifatnya lembut serta penurutnya mewarisi sifat Sungmin.
Bisa dilihat peranan benda itu sangat penting bagi kelangsungan hidup bangsa Vampire di bumi. Dan benda itu adalah..
Sebuah kalung berbandul biru sapphire yang menyala..
Dan kalung milik Sungmin hilang dari genggamanya sejak 6 bulan yang lalu..
.
.
~000oo000~
.
.
"Cepat berikan hadiah ini untuk Kyuhyun oppa"
"Isshh aku malu.."
"Lihat mobilnya tiba, cepat berikan"
Grasak grusuk para yeoja yang mengidolakan ketampanan Kyuhyun sangat tampak jelas di gerbang Saegang high school. Demi menunggu kehadiran sang pangeran idaman, yeoja-yeoja itu rela menunggu dari beberapa jam yang lalu demi melihat Kyuhyun yang mungkin hanya sekedar lewat di hadapan mereka.
"Ming.. kau turun di parkiran dan aku di sini"
Sungmin mengangguk dan membiarkan Kyuhyun turun terlebih dahulu di depan gerbang. Yesung yang kebetulan membawa mobil itu hanya menyaksikan raut wajah tidak rela Sungmin dari kaca pengawasnya.
Sungmin menyadari para yeoja itu menunggu kedatangan suaminya. Dan benar saja, ketika Kyuhyun turun segerombolan siswi Saegang high school megerubuni tubuh suaminya. Tampak jelas aura kecemburuan yang sangat kental dari wajah pucat Sungmin.
Mata tajamnya menangkap gelagat salah satu siswi yang sengaja memegang pergelangan tangan Kyuhyun dan seketika itu juga bola mata nya yang semula berwarna hitam berubah dengan cepat menjadi kemerahan dan memancarkan sedikit cahaya kemerahan yang menyala. Yesung pun panik melihat aura kemarahan dari tubuh Sungmin yang mulai keluar, "Sungmin-ah jangan lakukan itu, sinar mata mu akan menembus kaca mobil dan akan membahayakan dirimu juga" tegurnya.
Sungmin pun tersadar dan segera memejamkan matanya sebentar kemudian kedua bola matanya kembali seperti semula.
"Hahhhh apa selalu seperti ini?"
Yesung mengangguk kaku.
"Dasar vampire sok tampan" ujar Sungmin sambil mengarahkan pandangannya ke arah Kyuhyun yang nampak kesulitan untuk masuk karena banyaknya siswi yang mengerubuninya.
"Kau juga vampire Sungmin-ah" sahut Yesung.
"Janga menyahut!" desis Sungmin, sepertinya kemarahan Sungmin masih belum hilang sepenuhnya. Dengan sigap Yesung kembali menjalankan mobilnya untuk menuju parkiran sekolah tentu saja tidak mengeluarkan kalimat apapun karena tak ingin Sungmin tambah marah.
'Sepertinya aura Kyuhyun sudah sangat melekat dengan diri Sungmin' batin Yesung
"Aku mendengar suara hatimu Yesung-ah" Yesung hampir lupa jika Sungmin bisa mendengar suara sekecil apapun, termasuk suara hati seseorang.
.
.
~000oo000~
.
.
"Ada yang mau bertanya?" suara guru mengintrogasi kegiatan para murid yang sedang mencatat.
"Saya" seorang siswa mengacungkan tangannya, "Jadi apa mungkin vampire itu ada?" tanya sang murid.
Guru Shi nampak berfikir sejenak, memang pertanyaan itu ada kaitannya dengan materi yang sedang ia terangkan hari ini, "Begini.. semua kemungkinan pasti ada, tapi kembali lagi pada diri masing-masing mau mempercayainya atau tidak," terang sang guru.
Sedangkan Sungmin nampak berdecih kecil melihat wajah guru Shi yang nampak bingung harus menjawab apa, "Lalu aku ini apa? Bahkan di sekolah ini ada beberapa vampire yang bahkan bisa berbaur dengan manusia" sungut Sungmin dalam hatinya.
Tak jauh dari tempat duduk Sungmin, Kyuhyun terlihat menahan tawanya karena mendengar suara hati sang istri. 'Kau hanya perlu diam sayang.. aku mendengar mu' balas Kyuhyun yang tentu saja menggunakan suara hatinya.
Sungmin terkejut dan menolehkan kepalanya ke arah Kyuhyun. Sungmin berdecak kesal ketika mendapati Kyuhyun yang tengah tersenyum menggoda.
Ketika bel istirahat berbunyi Sungmin terlihat enggan untuk beranjak dari bangkunya, raut wajah nya yang memang pucat tampak sangat kelelahan. Ia sandarkan kepalanya pada penyangga bangku untuk mengurangi rasa letihnya. Sungmin memang masih bisa keluar dan beraktifitas selama dirinya tidak menjauh dari Kyuhyun dan Yesung. Tapi tetap saja kekuatannya tidak semampu pada saat ia masih mempunyai kalung itu.
Kyuhyun terus saja memperhatikan gerak-gerik Sungmin. Karena tidak tahan melihat kondisi sang istri yang mulai lemah, Kyuhyun pun berdiri dari posisi duduknya. Tapi, belum sempat Kyuhyun melangkah, seseorang tengah menghampiri tubuh Sungmin yang tertidur dan dengan reflek Kyuhyun mendiamkan dirinya.
"Hai.."
Sungmin membuka matanya ketika mendengar sebuah suara mengusik tidurnya. "Hm?" gumam Sungmin menyahut panggilan salah satu siswa yang menghampirinya.
"Aku Lee Taemin," ujar siswa yang bernama Taemin itu sambil menarik salah satu kursi untuk lebih mendekat ke arah Sungmin dan mendudukan dirinya, "Aku duduk di sini, boleh ya?" sambungnya lagi.
Sungmin sangat enggan untuk berbicara banyak mengingat kondisi nya yang tidak baik-baik saja ia pun memilih hanya mengangguk sebentar lalu melanjutkan tidurnya tanpa menghiraukan Taemin yang menatapnya aneh.
"Tidak mau ke kantin?" tanya Taemin.
"Tidak, terimakasih" jawab Sungmin dengan matanya yang masih terpejam.
Taemin terus saja memperhatikan wajah Sungmin. Tatapannya itu lebih condong pada tatapan penuh rasa penasaran.
Jangan kira Kyuhyun tidak curiga dengan teman sekelasnya yang bernama Taemin itu. Tidak bisakah bocah itu menjauh dari istrinya?
"Kau nampak pucat Sungmin-ssi, aku antar ke ruang kesehatan ya" tawar Taemin sambil memegang pergelangan tangan Sungmin.
Sungmin yang terkejut sontak bangun dan menegakan posisi duduknya. Tanpa sadar kilatan merah memancar dari kedua matanya. Sedangkan Taemin menatap setengah terkejut dan setengah bingung, apa yang ia lihat tadi dari mata Sungmin? "Sungmin-ssi… kau tidak apa.. apa?" tanya Taemin sedikit gugup.
Kyuhyun juga terkejut ketika menyadari Sungmin yang hampir saja lepas kendali. Dengan sigap ia menuju bangku Sungmin dan menarik lengan Sungmin untuk keluar dari kelas meninggalkan Taemin yang masih dengan ekspresi terkejutnya.
"Sejak kapan Kyuhyun akrab dengan Sungmin? dan tadi… aishh" gumam Taemin.
.
.
"Kau hampir saja mencelakai Taemin dengan cahaya merah dari mata mu itu" tegur Kyuhyun ketika berhasil membawa Sungmin menjauh dari tempat ramai.
"Maaf… dia mengagetkan ku dengan tiba-tiba" sesal Sungmin sambil merunduk.
"Kyuhyun-ah Sungmin-ah" panggil Yesung dari kejauhan, namja berjulukan big head itu berlari dengan menenteng makanan dari kantin ke arah mereka berdua.
Perlu diketahui, Yesung dan Kyuhyun sudah sepakat untuk bergantian menjaga Sungmin. Ketika akan ke kantin mereka akan membagi tugas, jika Yesung ke kantin maka Kyuhyun yang akan berjaga di dekat Sungmin begitupun sebaliknya karena Sungmin tidak boleh jauh dari mereka berdua di sekolah ini, apalagi alasannya selain hanya Kyuhyun dan Yesung yang mengenakan kalung blue sapphire yang sama dengan milik nya di sekolah ini.
"Aku merasa ada yang aneh, apa yang terjadi?" tanya Yesung.
"Tidak.. bukan masalah besar" sanggah Kyuhyun.
"Kita harus cepat menemukan kalung Sungmin, ini sudah 6 bulan aku khawatir jika Sungmin akan_"
"Tidak akan" ujar Kyuhyun sambil mengenggam tangan Sungmin dengat erat, "Tidak ada yang boleh mengambil Sungmin dari ku"
Yesung mengangguk paham, "Aku mendapat informasi jika dia memang benar dari bangsa vampire yang menyamar di sekolah ini tapi dia bukan dari bangsa vampire sembarangan, perlu kekuatan yang benar-benar besar untuk mencari siapa dia"
"Lantas, apa yang harus kita lakukan sekarang" lirih Sungmin, ia sangat takut jika dirinya harus ditarik ke dunia keabadian dan terpisah dari keluarganya, terutama Kyuhyun dan Sunghyun. "Maka dari itu kita harus bergerak cepat, setelah itu kita cari tahu kelemahannya" lanjut Yesung.
Kyuhyun mengepalkan tangannya erat. Kebencian sangat ia tunjukan pada siapapun itu yang berani-beraninya membuat keselamatan Sungmin terancam dengan mencuri kalung itu.
.
.
~000oo000
.
.
"Siwon-ah" namja yang terpanggil namanya itu segera menoleh ke sumber suara.
"Ada apa Kibum-ssi?"
Kibum.. namja yang memanggil nama Siwon itu mengerutkan dahinya, ekspresi tidak suka tersirat di wajah dinginnya mendengar Siwon memanggil namanya dengan embel-embel yang sangat ia benci, terkesan begitu kaku menurutnya.
"Jangan pernah memanggil ku seperti itu"
Siwon tidak menjawab, ia hanya meluruskan pandangannya. Tak dapat diketahui dengan jelas apa yang tengah ia pandangi sampai mengacuhkan Kibum yang terus berusaha mengajaknya berbicara.
"Hei" karena kesal omongannya tidak direspon oleh Siwon, Kibum memaggilnya sembari memukul pelan bahu namja yang berstatus ketua kelas XII-1 itu.
"Jangan menggangguku" desis Siwon sambil menatap tajam pada Kibum.
Sedikit terkejut, namun ekspresi keterkejutan itu tak berlangsung lama. Bagi Kibum, inilah yang ia sukai dari sikap Siwon. Namja dengan postur tubuh yang nyaris mendekati sempurna dengan sikap angkuh dan acuh tak acuh. Tapi siapa sangka jika telah mengenalnya lebih dekat, maka kalian akan tahu bagaimana latar belakangnya.
Kibum terkikik kecil, ia pun merogoh saku baju seragamnya mengeluarkan sebungkus kecil permen pada Siwon. "Ini, ambilah"
Siwon menatap sebentar pemberian dari Kibum lalu menerimanya. Tetapi tidak dimakan, melainkan dimasukkan kembali ke dalam saku baju seragam Kibum, "Tidak, terimakasih" lalu sosok itupun pergi meninggalkan Kibum yang masih terpaku sambil memandang sendu punggung Siwon yang semakin menjauh dari pandangannya.
"Tidak maukah kau melupakannya?"
.
.
~000oo000~
.
.
'Waktumu sebentar lagi Sungmin-ah~'
Sungmin menggeleng sesaat, tubuhnya terasa kian melemas ketika bisikan itu kembali terdengar. Terakhir kali ia mendapat bisikan tersebut ketika sedang bermain bersama Sunghyun dan seketika itu juga Sungmin berteriak dan menjerit histeris, tapi sekarang situasi nya berbeda ia sedang berada di dalam kelas dan semua teman sekelasnya sedang serius dengan catatan mereka, sangat tidak lucu jika Sungmin harus menjerit sekarang tetapi sungguh.. bisikan itu membuat Sungmin risih dan gelisah.
'Tidak.. jangan.. berikan aku waktu untuk mencari kalung ku..' batin Sungmin terus meronta mencoba mengusir bisikan itu. Bulir-bulir keringat mulai mengucur membasahi dahinya. Beberapa teman sekelasnya menyadari gelagat aneh Sungmin, dipikiran mereka mungkin Sungmin sedang sakit.
"Sungmin-ssi, kau baik-baik saja?" suara Taemin terdengar dari dua bangku di depan Sungmin. tetapi Sungmin tidak menghiraukannya ia terus memejamkan matanya sambil menggigit kecil bibirnya.
Kyuhyun mengepalkan tanganya erat, sebagai seorang suami ia pasti memilki kontak batin dengan sang istri. Walau dirinya tampak serius menulis tetapi namja jangkung itu tidak konsentrasi dengan tulisannya. 'Ming bertahalah..' batin Kyuhyun memberi kode untuk Sungmin.
'Sakit Kyu.. ini sangat sakit' rintihan itu terdengar jelas di indra pendengaran Kyuhyun. Ia tidak bisa berdiam diri terus seperti ini. Dengan gerakan cepat ia berdiri dan berjalan menuju bangku Sungmin.
"Sungmin-ssi sebaiknya ku antar kau ke ruang kesehatan," nada bicara Kyuhyun terdengar sedikit bergetar, bukan tanpa alasan, di saat seperti ini biasanya Kyuhyun akan mengeluarkan kata-kata selembut mungkin pada Sungmin, tapi mengingat posisi Sungmin sebagai siswa baru dengan terpaksa ia harus bersikap seformal mungkin agar teman-temannya tidak curiga.
Guru Park memperhatikan gelagat Sungmin yang tampak menahan sakit, "Kau sakit Sungmin-ssi? Baiklah ku izinkan untuk ke ruang kesehatan," Sungmin menatap Kyuhyun sebentar lalu mengangguk, ia biarkan lengannya ditarik lembut untuk melingkar di leher Kyuhyun dan mereka berduapun pergi meninggalkan kelas tanpa menghiraukan tatapan tidak rela dari teman sekelasnya, terutama penggemar Kyuhyun.
Yesung menatap kepergian mereka berdua dengan tatapan cemas, ia tidak bisa bergerak lambat kali ini, setidaknya dirinya harus menyelidiki satu persatu siswa Saegang High School untuk menemukan vampire dari keluarga lain yang ia curigai. Tapi cara itu terlalu kaku dan pasti akan memakan waktu yang lama, perempuan ataupun laki-laki saja Yesung tidak tahu menahu soal itu.
Sementara di ruang kesehatan Kyuhyun terus mengusap pelan kening Sungmin yang terus meracau tidak jelas. Hatinya bagai teriris mendengar rintihan itu.
Satu orang guru yang kebetulan bertugas menjaga ruang kesehatan tampak menatap heran pada Kyuhyun dan juga Sungmin. Setahu dirinya Kyuhyun memang anak yang sangat populer, ia mendapat kabar dari beberapa muridnya bahwa Kyuhyun hanya mau berteman dengan Yesung, tapi sekarang sang guru mendapat fakta lain bahwa Kyuhyun juga ternyata jauh lebih dekat dengan Sungmin yang notabane nya sebagai murid baru di sekolah ini.
'Sebenarnya hubungan seperti apa yang terjalin di antara mereka berdua?'
Mata sang guru kembali terbelalak ketika melihat Kyuhyun dengan spontan mencium bibir Sungmin, cukup lama durasi ciuman tersebut. Ia tutup mulutnya menggunakan telapak tangan sebagai tanda sang guru sangat terkejut melihat itu.
"Kyu…Kyuhyun..ssi?" sang guru itupun mengeluarkan suaranya meski terdengar gugup.
Kyuhyun terkejut melihat sang guru penjaga memergoki aksinya barusan, tapi ia tidak mau bersikap gegabah dan kembali menenangkan dirinya. Mungkin sedikit memberi peringatan pada guru itu tidak masalah bukan.
"Guru Shi.." panggil Kyuhyun. Suara itu terdengar mendesis bukan panggilan selayaknya siswa memanggil guru dan itu membuat sang guru terkesiap dan dengan reflek memundurkan langkahnya.
"Nde?"
Kyuhyun bangkit dari duduknya tetapi sebelum itu ia memandang wajah Sungmin yang kini tengah terpejam, tidak ada lagi rintihan seperti tadi sedikit senyum tulus tercipta dari kedua sudut bibir tebal itu.
Dengan perlahan Kyuhyun memajukan langkahnya mendekati guru Shi yang semakin takut dengan tatapan Kyuhyun yang dilayangkan padanya. Dan langkah Kyuhyun terhenti tidak jauh dari posisi berdiri guru Shi.
"Kejadian yang tadi jangan beritahu siapapun atau_" Kyuhyun sengaja menggantungkan kalimatnya.
Guru Shi semakin takut, kakinya bergetar hebat.
"Kau akan mati.." Kyuhyun melanjutkan kata-katanya.
Guru Shi kembali shock ketika yang baru saja ia saksikan adalah bagaimana Kyuhyun menyeringai dan menampakan deretan gigi nya, tetapi bukan itu yang menjadi perhatiannya melainkan.. taring yang muncul dari gigi Kyuhyun.
Ia bersumpah atas apa yang di saksikan itu benar benar nyata. Taring yang sangat tajam itu membuat tubuh guru Shi melemas.
Kyuhyun membalikan badannya menuju ranjang Sungmin dan kembali duduk tenang sambil mentap lembut ke arah namja manis itu.
Guru Shi tercengang ketika tidak ada lagi tatapan tajam itu, taring yang semula muncul kembali seperti semula saat Kyuhyun menatap Sungmin.
Karena tidak kuat menghadapi situasi seperti ini sekaligus ketakutan yang kian memuncak, guru Shi mencoba melangkah meski kedua kakiinya benar-benar lemas setelah menyaksikan apa yang terjadi. Ancaman Kyuhyun terdengar begitu jelas sampai terngiang-ngiang di kepalanya.
Tiba-tiba pikiran guru Shi terutuju pada salah satu pertanyaan muridnya mengenai keberadaan vampire..
'Apakah Kyuhyun..' gumaman itu tak ia lanjutkan, biarkanlah semunya mengalir apa adanya meski rasa penasaran masih menggerayangi dirinya tentang siapa Kyuhyun sebenarnya. Dan ditambah lagi bayang-bayang ancaman Kyuhyun entah mengapa serasa tidak main-main.
.
.
~000oo000~
.
.
"Kyu.." Sungmin telah bangun dari tidurnya dan menyadari sang suami tengah menatap lembut ke arahnya.
"Sudah baikan?"
Sungmin mengangguk, "Sunghyun.." lanjutnya lagi.
Kyuhyun paham dengan kemauan Sungmin, di saat seperti ini maka peran Sunghyun sangat dibutuhkan. "Baiklah aku minta izin pada pihak sekolah," Kyuhyun berdiri dari duduknya namun ditahan oleh genggaman tangan Sungmin.
"Tidak.. kita bisa menghilang sebentar saja tanpa harus minta izin pada pihak sekolah,"
Kyuhyun nampak berfikir sejenak, tidak salah kan ia menggunakan sedikit kekuatannya siang ini, lagipula sekitar ruang kesehatan sangat sepi dan proses belajar mengajar akan selesai 2 jam lagi. Dan akhirnya Kyuhyun menyetujuinya. Ia pun membawa tubuh Sungmin yang masih melemah untuk duduk di tepi ranjang, Kyuhyun sedikit berkonsentrasi dengan tubuh nya, dengan sekejap dibalik punggungnya terjuntai jubah panjang berwarna hitam. Kyuhyun menuntun tubuh Sungmin untuk bersembunyi dibalik jubahnya dan kemudian mereka berdua menghilang dengan hitungan detik, kepergian mereka diiringi dengan kepulan asap keabuan.
Sepasang mata itu menyaksikan kejadian di ruang kesehatan tempat di mana Kyuhyun dan Sungmin berada. Tangannya terkepal erat, mata tajamnya memancarkan sinar kemerahan yang menyala, tampak sangat jelas aura kemarahan dari wajah pucatnya. Kecerobohan yang dilakukan Kyuhyun adalah pintu ruang kesehatan tidak tertutup sehingga memungkinkan seseorang bisa leluasa mengintip ke dalam ruangan.
"Sudah kuduga kau datang, Sungmin-ah" ucap sosok itu lalu pergi menjauh.
.
.
"Siwon-ah, kau darimana saja?" tanya Kibum begitu melihat Siwon baru saja sampai ke kelasnya.
Siwon menoleh sebentar dan menatap Kibum masih dengan tatapan datar khas seorang Choi Siwon, "Aku memenuhi panggilan dari guru Im" ucapnya singkat, sedangkan Kibum ber oh ria.
.
.
Plak!
"Appo" ringis salah satu siswa yang kepergok telat memasuki ruang kelasnya, siswa itu meringis kesakitan ketika merasakan kepalanya sedikit berdenyut akibat pukulan sang guru.
"Dasar bocah nakal, darimana saja kau?" omel sang guru.
"Aku.. baru saja dari ruang guru" jawab siswa tersebut.
"Tidak peduli apapun alasan mu, sekarang cepat bersihkan ruang kelas, Kim Jungmo!" titah sang guru.
Siswa bernama Kim Jungmo tampak gelagapan dan segera melesat ke pojok ruang kelas untuk mengambil sapu dan mulai membersihkan ruang kelas di tengah proses belajar mengajar, beberapa tawa mengejek begitu jelas terdengar dari telinga Jungmo namun tidak dihiraukannya.
Pluk!
Satu sampah kertas yang telah diremas jatuh dengan di sengaja tepat di depan mata Jungmo. Namja itupun menatap sinis ke arah sang pelaku.
"Makanya jangan keluyuran" ejek siswi itu sambil menjulurkan lidahnya pada Jungmo.
'Awas kau Luna..' batin Jungmo menggeram.
.
.
-TBC-
Chapter 2 dataaaanngggg…. *tebar nasi bungkus* masih penasaran kah sama siapa pelakunya? Tuhhh ada beberapa tokoh baru muncul. Moment Kyumin nya kurang ya? Heheh pisss… chapter depan diusahakan ada moment Kyumin nya ^^
Special thanks to:
Ami Yuzu, may moon 581, Zen Liu, adhe kyumin 137, kyumin joyer ChoLee, ayyu annisa 1, TiffyTiffanyLee, UnKnow joyer, abilhikmah, zagiya joyers, kyumin pu, KYUMINforeva1, kiran theacyankEsa, reaRelf, park heeni, gyumin4ever, fitriKyuMin, Kim Yong Neul, Finda Elf 137, Phia89, para guest ^^ *hugkissbow makasi banget review nya…
Dan makasi juga bagi yang udah mau fav, follow ff absurd saya ini..
Minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin bagi Joyersdeul muslim yang merayakan idul Fitri, jangan lupa kirimin saya makanan nya ya.. ehh jangan lupa krupuk udangnya juga -_-
Sorry for typo(s)
Saya gak janji bakal update cepet TT_TT
SEE YOU AT NEXT CHAP~~
