"Hanya karena cinta lama yang tak terbalaskan, kau berani berbuat seperti ini? Hal konyol macam apa yang ada di pikiran mu"

Sosok itu berdecih, berbagai macam protesan ia terima sejak beberapa bulan yang lalu, tapi ia sama sekali tidak goyah dan tidak melupakan rencana awalnya. "Ini rencana ku, dan kau tidak berhak untuk ikut campur sedikit pun"

Sinar mata sosok yang satu meredup, ia sudah kehabisan akal untuk menghentikan perbuatan nekat sosok yang bisa dibilang sebagai, tunangannya. "Aku berhak ikut campur karena aku adalah calon istrimu!" gertak sosok itu.

"Jika Sungmin tidak bisa menjadi miliku, maka tidak ada seorangpun yang boleh menjadi miliknya!"

.

.


Vampir Halskette (chapter 3)


.

.

Jemari kecil nan lentik itu perlahan menelusuri wajah pucat Sungmin yang kini tengah terbaring di ranjang tempat tidurnya. "Daddy.. mommy kenapa?" tanya anak kecil itu pada Kyuhyun yang dipanggilnya dengan sebutan daddy.

Kyuhyun hanya tersenyum kecil, ia tidak ingin membuat sang putra khawatir dengan kondisi Sungmin yang tampak lebih lemah dari biasanya, "Mommy mu hanya kelelahan, sekarang pangeran kecil ini harus menemani mommy nya di sini," pintanya.

Bocah kecil bernama Cho Sunghyun itu mengangguk kecil menuruti perintah sang ayah, ia geser tubuhnya untuk semakin mendekat pada Sungmin. Perlahan ia usap kecil pipi chubby itu dengan sebelah tangan kecilnya, sementara tangannya yang satu lagi ia gunakan untuk memeluk tubuh Sungmin, sangat lucu ketika melihat interaksi antara Sunghyun dan juga Sungmin.

"Mommy~" panggil Sunghyun lembut.

Sungmin yang memang tidak tertidur sepenuhnya kini membuka matanya perlahan. Tubuhnya yang semula terasa lemah dan tidak mampu berdiri itu kian membaik kala melihat sepasang mata teduh milik anak kandungnya. "Hmm?" gumam Sungmin menjawab panggilan Sunghyun.

Cup!

Dengan lembut bibir mungil Sunghyun menyentuh permukaan bibir Sungmin. "Cepat cembuh, momm." Meski umurnya yang terbilag kecil, Cho Sunghyun terlahir sebagai keturunan vampire yang cukup bijaksana membuat ia tumbuh menjadi vampire kecil yang disegani oleh bangsa vampire lainnya. Tidak hanya dari kalangan sesama keturunan vampire. Sunghyun juga mempunyai teman anak-anak manusia, bahkan tidak sedikit dari mereka yang sangat mengagumi sosooknya yang terlihat lebih bersinar daripada anak-anak lainnya. Tentu saja dalam pergaulannya bersama anak-anak manusia, Sunghyun tidak pernah membongkar identitas aslinya sebagai keturunan vampire.

"Kyu.." panggil Sungmin.

"Ada apa?"

Sungmin terdiam sejenak sebelum melanjutkan kata-katanya, "Aku takut jika saatnya akan tiba,"

Kyhuhyun sangat mengerti kondisi sang istri, ia sudah mengerahkan seluruh kekuatan yang dikuasai untuk mencari pelakunya. Tapi seakan semuanya sia-sia, perjuangannya tidak membuahkan hasil sama sekali, bahkan hanya melacak satu sekolah saja. Yaitu sekolahnya sendiri sangat susah, entah kekuatan seperti apa yang memagari pelaku misterius itu sehingga Kyuhyun dan keluarganya sangat sulit untuk melacak keberadaannya.

"Itu tidak akan pernah terjadi," Hanya itu yang sanggup Kyuhyun katakan, jujur.. dirinya sendiri juga takut akan kehilangan sosok Sungmin.

Mengingat mereka berdua kabur pada jam sekolah, Kyuhyun memutuskan untuk mengajak Sungmin kembali ke sekolah mereka.

"Kami pergi dulu, baby" pamit Kyuhyun pada Sunghyun yang menatap kepergian orangtuanya dengan tatapan tidak ikhlas.

"Pai.. pai…" meskipun begitu, ia tetap menjadi Sunghyun kecil yang kuat.

.

.

~000oo0000~

.

.

"Aku harus memohon pada petinggi keluarga Park untuk membantu masalah ku" putus Kyuhyun.

Yesung sontak terkejut, petinggi keluarga Park termasuk petinggi bangsa vampire yang memiliki andil cukup kuat dalam berdirinya bangsa vampire di tengah-tengah kehidupan manusia. Tetapi alurnya akan menjadi lain ketika Kyuhyun memutuskan untuk meminta pertolongan pada mereka, "Kau tahu pasti apa yang akan terjadi"

Kyuhyun mengangguk, "Kita terlalu lambat untuk mencari pelaku bajingan itu, sedangkan waktu terus berjalan, aku tidak mau sampai harus melepas Sungmin untuk pergi ke dunia keabadian selamanya"

"Jika mereka menolak?" tanya Yesung.

"Jangan menanyakan yang tidak-tidak, hyung. Yang perlu kita lakukan adalah pergi ke istana para petinggi bangsa vampire itu dan memohon pada mereka."

Yesung menghela nafasnya, dan akhirnya menyetujui usulan Kyuhyun.

"Kalian sedang bicara tentang apa?"

Kyuhyun, Yesung, dan Sungmin terkejut dengan kehadiran seseorang di tengah obrolan mereka. Kyuhyun menatap penuh selidik pada sosok Taemin yang menatap mereka bertiga dengan tatapan penuh rasa ingin tahu.

"Dasar bocah untuk apa kau kemari?" bentak Yesung kesal, pasalnya akhir-akhir ini teman sekelas mereka yang bernama Taemin itu selalu membututi mereka, terutama Sungmin.

"Aku hanya ingin memberikan ini untuk Sungmin, hyung." Ujarnya sambil memberikan kantung berisi buah-buahan.

"Hyung?" ulang Sungmin menatap pada Taemin, mereka sekelas, tapi mengapa Taemin memanggilnya hyung.

Taemin mengangguk.

"Bocah ini dua tahun lebih muda dari kita, ia juga anak paling kecil di kelas ini. Entah bagaimana bisa bocah ajaib ini meloncat kelas sangat jauh" jelas Yesung.

"Aku ini jenius" balas Taemin tidak terima akan tatapan meledek yang diarahkan Yesung padanya.

.

.

Sesuai dengan rencana awalnya, Kyuhyun dan Yesung pergi menemui petinggi vampire di castle mereka. Gugup itu sudah pasti mereka rasakan, mengingat salah satu diantara Kyuhyun ataupun Yesung belum pernah menghadap pada petinggi vampire yang sangat tegas itu.

"Ada masalah apa yang membuat kalian menghadapku?" tanya petinggi vampire itu.

"Begini tuan, kalung istriku dicuri oleh seseorang" ucap Kyuhyun.

Petinggi vampire itu menaikan alisnya, "Lalu?"

"Kejadian itu sudah berlangsung sejak enam bulan lalu, kami sekeluarga sudah berupaya untuk mengerahkan seluruh kekuatan yang kami punya, tapi tidak mendapat hasil."

"Apa kau kemari untuk meminta ku mengadakan ritual agar memperpanjang waktu istri mu?"

Kyuhyun terkejut karena petinggi vampire itu rupanya telah menebak terlebih dahulu maksud dari kedatangannya. Ia mengangguk perlahan mengiyakan pendapat petinggi vampire.

"Kau tahu itu sudah kodrat dari seorang vampire yang memutuskan hidup di tengah-tengah kehidupan manusia di bumi. Dan kau meminta ku untuk menyalahi kodrat yang telah ditentukan? Apakah pantas aku menyetujui keinginan mu?"

Kyuhyun bisa merasakan kemarahan dari petinggi vampire itu. Tapi tidak ada cara lain, selagi ia terus berusaha paling tidak hatinya bisa sedikit tenang dengan mengetahui bahwa waktu penarikan istrinya diperpanjang sampai ia menemukan kalung itu.

"Tolong keluarga ku wahai petinggi vampire Park," Kyuhyun memohon untuk kesekian kalinya, membuat Yesung menatap iba pada sahabat nya. Sangat tidak pantas dilihat seorang Cho Kyuhyun harus memohon dengan nada semenyedihkan itu karena Cho Kyuhyun terlahir dengan wibawanya yang tinggi.

"Sebaiknya kau pulang, Cho. Aku butuh waktu untuk memikirkan itu, ritual yang kau inginkan sangat tidak mudah untuk dijalani oleh petinggi vampire seperti ku" ujarnya.

Kyuhyun mau tidak mau harus melangkah pergi meninggalkan castle. Walau belum mendapatkan jawaban pasti, ia berharap bahwa petinggi vampire itu mengabulkan permintaannya.

"Appa" ujar sosok yang muncul dari sebuah ruangan castle tepat setelah Kyuhyun dan Yesung keluar.

Petinggi vampire itu menoleh dan tersenyum mendapati sosok itu. "Anak ku.. ada apa?"

Sosok itu adalah keturunan petinggi vampire yang merupakan keturunan paling kecil keluarga vampire bermarga Park.

"Kabulkan permintaan Cho Kyuhyun" pinta sang anak.

"Atas dasar apa kau meminta itu pada ayah mu?" tanya petinggi vampire itu heran.

"Tidak perlu appa tahu apapun alasannya. Jika appa ingin melihat ku terus di sisi appa, maka kabulkan lah permintaannya untuk memperpanjang waktu Cho Sungmin"

Dengan atas permintaan anak kandungnya, petinggi vampire itu pun menyetujui permintaan Kyuhyun untuk mengadakan ritual perpanjangan hidup di bumi untuk Sungmin.

.

.

~000oo000~

.

.

Ketika waktu semakin cepat bergulir hari ini digantikan oleh hari yang baru, minggu berganti pada minggu selanjutnya.

Kabar keberhasilan ritual petinggi bangsa vampire untuk perpanjangan waktu Sungmin menjadikan kabar membahagiakan bagi keluarganya. Di hari itu juga Kyuhyun kembali ke castle untuk mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

"Aku juga berhasil mendeteksi keberadaan vampire bajingan itu," desis Kyuhyun saat semua keluarganya tengah berkumpul.

"Benarkah?" tanya Sungmin.

Kyuhyun mengangguk dan mengecup sekilas kening istrinya dan mengecup pipi Sunghyun putranya.

"Momm.. kalung nya cudah ketemu?" tanya Sunghyun sambil mengerjapkan matanya lucu.

"Belum sayang…"

"Uhhh.. kalau ketemu, Cungie pukul vampil yang udah culi kalung nya mommy Cungie" ujar nya dengan bahasanya yang masih cadel.

"Memangnya dia ada di mana?" tanya Kangin

"Dia salah satu siswa kelas XII-1, dia licik dan pandai memasang muka untuk meyembunyikan identitas aslinya, kekuatannya bisa dibilang melebihi dari kekuatan kita." Yesung memilih untuk menjelaskan.

"Tampaknya dia memang terlahir sebagai orang yang sangat jahat," ujar Jungsoo.

Yesung mengangguk.

"Lalu bagaimana caranya kau bisa mengetahui letak pencuri itu?" tanya Hankyung.

Kyuhyun menyeringai menampakan gigi-giginya yang mulai menajam membentuk taring. "Kekuatan ku bisa menembus salah satu kelemahannya. Iner ku membawa ruh dari tubuh ku untuk memasuki pikiran alam bawah sadar seseorang, tapi hingga kini aku hanya bisa mengetahui ia berasal dari kelas XII-1"

"Akhirnya kau bisa memanfaatkan kekuatan mu juga, Kyu" ujar Yesung sambil menepuk pundak Kyuhyun.

.

.

"Sialan.. aku harus bagaimana," sosok itu terus mondar-mandir sejak lima belas menit yang lalu.

Sedangkan sosok lain yang tak lain adalah tunangannya itu hanya melihat tingkah aneh sang kekasih. "Sudah kubilang, lambat laun kau pasti akan kalah"

"Diam kau! Keberadaan mu di sini sangat tidak membantu ku"

"Kehadiran ku di sini memang tidak untuk membantu mu dalam aksi kejam itu!"

"Ohh kau sudah berani membentak tunangan mu sendiri?"

Sosok itu menggeram, perlahan kuku-kuku jari tangannya meruncing membuat tunangannya berjalan mundur dan mendadak takut. Ia arahkan tangan nya untuk memegang leher sang kekasih berniat untuk mencekiknya.

Tetapi sang kekasih tidak kehabisan akal, ia juga mengerahkan kekuatannya untuk melawan sosok berjubah itu.

"Akkhhh" jerit sosok berjubah itu ketika sang kekasih berhasil menggigit tangannya menggunakan giginya yang telah terbentuk sempurna menjadi taring-taring tajam yang siap untuk menerkam siapapun.

Darah segar merembes dari permukaan tangan sosok itu. Setiap tetes darah yang jatuh ke lantai akan menguap dan menghasilkan asap hitam pekat.

"Aku ingin kau berubah dan menjalani hidup dengan ku tanpa bayang-bayang Sungmin." lirihnya menatap sosok berjubah yang telah terkapar di lantai.

.

.

~000oo000~

.

.

Suasana belajar di ruang kelas XII-4 tampak begitu damai. Murid-murid tampak begitu serius mencatat apa yang telah dituliskan sang guru di papan. Sedangkan guru Im mengawasi gerak-gerik anak muridnya.

Cklek!

Suara engsel pintu ruang kelas terbuka. Sontak semua pandangan tertuju pada pintu yang perlahan terbuka itu.

"Annyeong~"

Sungmin membelalakan matanya menatap terkejut pada sosok yang membuka pintu ruang kelas itu. Ekspresi yang sama juga ditunjukan Kyuhyun, Yesung serta seluruh murid dan jangan lupakan guru Im.

"Sunghyun" gumam Sungmin kecil. Bagaimana bisa anak nya berdiri dengan tatapan tanpa dosanya itu.

"Kyaaa adik manis ini mau mencari siapa?" tanya salah satu siswi yang kebetulan duduk di dekat pintu.

Guru Im berjalan perlahan menghampiri Sunghyun, "Adik ini siapa dan ingin mencari siapa?"

"Hyung manic yang di cana" telunjuk kecil nya mengarah pada bangku Sungmin.

Sungmin yang menyadari dirinya segera menatap Sunghyun dengan tatapan penuh harap agar anaknya itu tidak berbicara apapun mengenai dirinya pada sang guru.

Guru Im menoleh sebentar pada Sungmin lalu kembali menatap Sunghyun, "Lalu kau ini siapa?"

"Aku?" ujar Sunghyun sambil mengerjapkan matanya.

"Wajahnya mirip Kyuhyun ya?"

"Tapi bibir itu mirip sekali dengan Sungmin oppa" bisik-bisik para siswa yang tengah membicarakan sosok Sunghyun yang tiba-tiba muncul di ruang kelas mereka.

"Aku cucu dali donatul telbalu cekolah ini. Lee Kangin aboeji dan Lee Jungcoo halmoeni."

"Jinjja?" tanya Guru Im dan dibalas anggukan kecil oleh Sunghyun.

"Concaeng, hyung yang itu cantik ya" ujar Sunghyun sambil kembali menoleh ke arah Sungmin yang terlihat membuang pandanganya ke arah lain.

"Milip cepelti mommy nya Cungie" lanjut bocah cadel itu.

Sedangkan Kyuhyun yang mulanya terkejut kini dibuat menahan tawanya melihat tingkah putranya yang menggoda Sungmin. Hey.. jangan lupakan Cho Sunghyun itu anak dari siapa? Siapa lagi keturunan keluarga Cho yang pintar merayu selain Cho Kyuhyun dan sifat itu sekarang diwarisi oleh putra tunggalnya.

"Dan hyung yang ituuuuu" Sunghyun lagi-lagi menunjuk ke arah yang berbeda dan kini menunjuk Kyuhyun yang sedang menutup mulutnya menahan tawa, tetapi ketika telunjuk kecil Sunghyun mengarah padanya, sontak Kyuhyun terdiam dan menatap tajam ke arah putranya itu.

"Tampan milip cepelti daddy nya Cungie" lanjutnya.

Semua siswa kelas itu cukup dibuat terkejut dengan penuturan polos Sunghyun. Guru Im juga dibuat terheran. Beberapa kali ia mengganti pandangannya pada Sunghyun, Kyuhyun dan Sungmin.

'Wajahnya memang mirip Kyuhyun dan Sungmin' gumam guru Im dalam hati.

"Ahh maafkan cucu saya yang telah menganggu waktu belajar mengajar di sini" ujar seseorang sambil menggendong Sunghyun.

Guru Im langsung tersadar dari lamunannya segera tersenyum. "Apakah anda donatur yang dimaksud adik kecil ini?"

"Iya.. saya Lee Kangin donatur baru sekolah ini dan ini cucu saya Cho Sunghyun,"

"Hey Kyuhyun-ah marga anak itu sama dengan mu"

Kyuhyun mendelik ke arah salah satu siswa yang menegurnya, 'Tentu saja itu adalah putra kandung ku,' batin Kyuhyun menggerutu.

"Ada banyak marga Cho yang dipakai semua orang dipenjuru Korea, sok tahu sekali" Kyuhyun menatap dingin dan membuat siswa yang tadi menegurnya merasakan aura mencekam yang dilemparkan Kyuhyun padanya.

'Appa.. kau belum menjelaskan padaku' kira-kira itulah yang ingin Sungmin sampaikan pada sosok Kangin yang tengah menggendong Sunghyun.

'Nanti akan appa jelaskan' balas Kangin dengan tatapan matanya sambil tersenyum.

"Boeji boeji.." panggil Sunghyun. "Hyung yang ituuuu" lagi dan lagi telunjuk kecilnya mengarah pada Yesung.

Terkejut? Tentu saja Yesung sangat terkejut, ia pikir hanya Kyuhyun dan Sungmin yang digoda oleh Sunghyun ternyata dirinya juga.

"Hyung yang itu aneh, kepalanya besal" ledek Sunghyun.

"Bwahaha" tawa Kyuhyun sempat meledak ketika mendengar ledekan anaknya terhadap Yesung, dengan cepat Kyuhyun kembali menutup mulutnya.

'Awas kau vampire kecil' gerutu Yesung. Ia sangat kesal ketika seisi kelas menertawakan dirinya.

"Lihatlah.. bahkan anak kecil saja tahu apa keistimewaan mu" sahut salah satu siswi sambil tertawa dan menambah tingkat kekesalan Yesung hari itu.

"Hyung.. Sungmin hyung…" panggil Taemin pada sosok Sungmin yang sedari tadi hanya asik menulis sambil sesekali tertawa ketika mendengar Sunghyun mengatai Yesung.

Tetapi Sungmin tidak menanggapi sama sekali panggilan Taemin, "Sungmin hyuungg.."

Karena merasa terganggu Sungmin menyentak pulpennya dan menoleh, "Apa?" jawab Sungmin

Taemin tersenyum ketika mengetahui panggilannya direspon oleh Sungmin. "Bocah kecil tadi itu mirip dengan mu dan Kyuhyun hyung ya" ujarnya.

Sungmin sempat terkejut, tetapi ia berusaha untuk bersikap setenang mungkin, "Jangan sok tahu"

"Tapi aku benar… melihat wajah anak kecil tadi seperti melihat gabungan wajah antara kau dan Kyuhyun hyung" tutur Taemin.

Sungmin tidak ingin terlalu menanggapi pendapat Taemin, karena semakin banyak ia menyangkal maka semakin banyak pertanyaan yang akan dilontarkan Taemin padanya.

.

.

~000oo000~

.

.

"Cho Siwon" panggil guru Oh.

Sang ketua kelas itupun beranjak dari duduknya dan mendekati meja guru. "Serahkan ini pada ketua kelas XII-4" ujar guru Oh sambil menyerahkan kalender dinding pada Siwon.

"Saya akan menemani Choi Siwon" salah satu murid XII-1 ikut berdiri dan berjalan menuju tempat Siwon berdiri.

Siwon menatap sengit pada siswa yang semakin mendekati dirinya. Dalam hitungan detik pandangan mereka bertemu, saling melempar tatapan sengit yang sarat akan kebencian diantara mereka berdua.

"Kim Jungmo! Kembali ke tempat duduk mu dan biarkan Siwon melakukannya sendiri"

Dengan terpaksa Jungmo kembali ke tempat duduknya.

.

.

Cklek!

Pintu ruang kelas XII-4 kembali terbuka. Setelah tatapan kagum yang diarahkan para siswa pada Sunghyun beberapa saat yang lalu, kini tatapan kagum itu mereka berikan pada sosok Choi Siwon yang memasuki kelas mereka.

Pesona Choi Siwon bisa dibilang sebanding dengan Kyuhyun meskipun posisi Kyuhyun tetap nomor satu bagi penggemarnya, tetapi mereka tidak memungkiri bahwa Siwon juga punya sinar yang berbeda dalam dirinya.

"Permisi.. saya ingin menyerahkan ini, titipan dari guru Oh" Siwon menyerahkan kalender dinding itu pada guru Im.

Tidak biasanya pandangan Sungmin dibuat fokus oleh salah satu objek, pengecualian ketika ia melihat sosok Siwon memasuki kelasnya.

"Seperti pernah melihatnya" gumam Sungmin sangat kecil.

Kyuhyun menoleh menatap Sungmin dengan pandangan penuh tanya.

"Jinjja?! Sungmin hyung pernah melihatnya di mana?"

Sungmin terkejut mendapati Taemin menyahuti gumamannya, Sungmin merasa dirinya telah bergumam cukup kecil tapi kenapa Taemin bisa mendengarnya dengan baik.

"Ada apa?" bisikan itu terdengar jelas oleh Sungmin. Ya.. itu berasal dari Kyuhyun yang menatapnya.

"Aku merasa pernah melihatnya, Kyu.."

Sungmin kembali menatap lurus, "Dan merasa pernah mengenalnya" lanjutnya lagi.

.

.


-TBC-


Jadi… jadi.. point penting apa yang kalian temukan di chap ini? Jangan geplak saya kalau ff ini penuh misteri xD

Yang minta baby Sunghyun muncul.. udah tuh.. baby Sunghyun nya kemarin lagi tidul jadi gak bisa muncul di chap kemalin *ketularan cadel*

Saya belum kepikiran untuk ngungkapin lebih detail siapa pencurinya.. kita main kode2an aja yukk.. kan otp kita sering main kode2an -_-

Saya bakal usahain update 1 chap lagi sebelum tanggal 4, karena setelah tanggal itu saya gak bisa janji bisa update chap berikutnya.. maklum kesibukan anak sekolah

Sorry for typo.. dan bagi yg masih bingung silahkan tanya aja nanti saya jawab oke.. ;)

Segitu dulu cuap2 saya…

Special thanks to: (Chapter 2)
xelo, Zen Liu, zagiya joyers, Kim Yong Neul, kiran theacyankEsa, Aegyeo789, kyumin joyer ChoLee, fitriKyuMin, kyumin pu, TiffyTiffanyLee, sissy, allea1186, gyumin4ever, mandakyumin, Phia89, minnievil9ny tha, leedidah

And special thanks to: (chapter 1) *ini yang belum saya sebut kemarin ^^
Kyumin Joy, Aegyeo789, sissy, minnievil9ny tha, leedidah

SEE YOU AT NEXT CHAP~~