"Kim Kibum?"
Sosok yang dipanggil itu tersenyum ketika seseorang yang telah lama ia tunggu kini hadir di hadapannya. "Maaf mengganggu waktu mu,"
"Jangan berbasa basi, cepatlah katakan, kau memang mengganggu banyak waktu ku"
Kibum hanya tersenyum miris, sudah biasa ia menerima balasan seperti ini, meski Kibum terus memperlakukan orang itu dengan selembut mungkin, "Siwon… aku hanya ingin memberitahu sesuatu tentang hubungan kita selanjutnya"
Siwon memutar kedua matanya malas, "Bukankah sudah kubilang lakukan semau mu. Kau yang menginginkan nya dan silahkan saja. Jangan pernah kau panggil aku untuk menemui kau kecuali kau mendapatkan kabar mengenai kalun Sungmin"
Brak!
Habis sudah kesabaran Kibum selama ini, ia terus berjuang demi mendapatkan cinta dari bangsa vampire bermarga Choi itu, bahkan dirinya rela menjelma menjadi manusia pada umumnya hanya untuk Siwon, tapi apa yang ia dapatkan hanya penolakan pahit dari tunangannya itu.
"Berhenti menyebut nama itu di hadapanku"
"Kenapa? Sebelum kau mencintai ku, aku lebih dulu mencintai Sungmin" dan Siwon pun pergi meninggalkan Kibum yang menangis dalam diam. Ia benci ketika air mata it uterus membasahi pipi lembut nya.
Beberapa pengunjung di café tempatnya berdiri sekarang hanya melirik kecil lalu kembali melanjutkan aktifitas mereka masing-masing.
"Aku yang lebih dulu menyukai mu, sebelum kau menyukai Lee Sungmin" lirih Kibum. Setelahnya Kibum meraih ponsel di saku celananya dan menempelkan benda persegi pajang nan tipi situ pada telinganya.
"Aku ingin bertemu dengan mu sekarang"
Vampir Halskette (Chapter 5)
.
.
.
Kyuhyun mengusap wajah nya gusar, Sunghyun menghilag ditambah Sungmin yang kembali pingsan membuat kepalanya pening. Panik sangat panik itulah yang Kyuhyun rasakan. Bagaimana bisa anaknya yang sejauh ini terpantau sangat ketat dalam penjagaan bersama kedua orang tuanya dan juga sang mertua bisa hilang dalam sekejap mata.
"Ini sudah direncanakan jauh hari ternyata, brengsek" Kyuhyun menggeram sambil mengepalkan tangannya erat.
Yesung sudah menjelma menjadi vampire kembali dan pergi untuk mencari Sunghyun. Sementara Kyuhyun harus tinggal di rumah demi menjaga dan mengontrol kondisi Sungmin.
"Bangun sayang… jangan membuatku semakin takut" Kyuhyun terus menciumi telapak tangan namja cantik yang berstatus sebagai istrinya itu dengan lembut.
"Kyu.."
Kyuhyun tersenyum melihat kelopak mata itu terbuka kembali, walaupun sangat jelas terlihat pancaran kesedihan dari sana.
"Iya sayang.. aku di sini"
"Sunghyun" lirih Sungmin
"Eomma, appa dan Yesung sedang mencarinya."
Sungmin menggeleng panik, "Bagaimana jika mereka terlalu lama mencari Sunghyun, bagaimana jika Sunghyun kelaparan, bagaimana jika_
Grep!
Kyuhyun memeluk Sungmin dengan sangat erat, bohong jika ia tidak panik dan takut dengan semua kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi pada putranya itu. Tapi ia sekuat tenaga untuk tetap tenang demi Sungmin. "Jangan berfikir seperti itu" Kyuhyun terus menepuk punggung Sungmin yang masih terisak ketakutan, Kyuhyun mengerti bahwa Sungmin adalah orang yang melahirkan putranya dan sudah pasti rasa ketakutan itu lebih besar dirasakan oleh Sungmin dibanding olehnya.
"Ergghhh" Kyuhyun sontak melepas pelukannya ketika mendengar geraman Sungmin.
"Ming.. kau kenapa?"
"S..sakit.. ssakit, Kyuhhhh"
Sungmin terus mencengkram lehernya demi menekan rasa sakit yang seperti tertusuk itu.
Kyuhyun semakin panik melihat leher Sungmin yang perlahan membiru seperti luka memar, dan terpaksa Kyuhyun merubah wujud nya menjadi vampire kembali untuk membawa istrinya ke kuil petinggi vampire demi mendapat obat.
"Bertahanlah" kyuhyun menyibak jubahnya sembari menggendong Sungmin dengan susah payah. Asap hitam pun mengepul memenuhi isi kamar Sungmin seiring dengan kepergian sepasang suami istri itu.
.
.
~000oo000~
.
.
"Cungie lapal ugghhh" di tempat lain, seorang bocah yang menyebut dirinya Cungie atau lebih tepat nya Cho Sunghyun kini tengah meringukuk di pojok ruangan yang sangat asing baginya. Perutnya kosong karena tidak ada asupan energy apapun yang masuk ke perutnya.
Bocah itu ketakutan ketika ruangan gelap itu serasa menyergap dirinya, "Mommy.. Daddy"
"Memanggil orang tuamu, hm?"
Sunghyun berjengit dan menekuk kedua lututnya hingga menyentuh dada, "Ciapa itu?"
"Bocah manis.. kau tidak perlu takut, aku bawakan kau ini" ujar sosok itu sambil menyerahkan mangkuk kaca berisi darah segar untuk Sunghyun.
Sementara Sunghyun mendelik kecil mangkuk itu, tampak menggoda tetapi ia teringat pesan Sungmin bahwa ia harus berhati hati untuk menerima pemberian orang lain yang tidak dikenalnya. Tetapi rasa lapar yang menyergap perutnya saat ini seketika meruntuhkan nasihat Sungmin saat itu juga.
"Cungie tidal lapal, jumma" bocah kecil itu mengalihkan pandangannya dari mangkuk yang menggoda dirinya.
"Kau tidak mungkin tidak lapar, lihat darah segar ini begitu merah menggoda dan pasti rasanya enak sekali" ujar wanita itu mencoba membujuk keuturunan keluarga Cho itu.
Sunghyun melirik sebentar wajah wanita yang sama sekali tidak dikenalnya itu. Wanita misterius itu muncul tiba-tiba di kamarnya dan membawa nya ke tempat asing ini. Ia menatap lekat wajah itu wanita yang telah menculiknya, mencoba belajar menggunakan kekuatan sang eomma yang bisa mengetahui sifat seseorang lewat tatapan matanya.
Tetap Sunghyun tampaknya menyerah karena nyatanya umur yang baru menginjak satuan dari angka membuatnya kesusahan untuk menyamai sang ibu.
"Cungie tidak jadi lapal, ini untuk jumma caja" Sunghyun menggeser mangukuk kaca tersebut, walau berat tapi Sunghyun adalah anak yang patuh akan nasihat yang telah diberikan oleh kedua orang tuanya.
"Baiklah kalau begitu, tidurlah kembali"
Sunghyun menggeleng kecil, "Cungie ingin cama mommy, cungie mau pulaaanngg" rengek bocah itu.
"Jangan menarik bajuku seperti itu"
"Jumma ini ciapa? Cungie tidak pelnah liat jumma, jumma ciapa?"
Wanita itu menyeringai tipis lalu ia membungkukan agar Sunghyun melihat wajahnya dengan jelas, "Aku Song Qian" setelah itu, wanita bernama Song Qian pun menghilang dari hadapan Sunghyun.
.
.
.
~000oo000~
.
.
"Choi!"
Bentak Kyuhyun ketika melihat Siwon sedang bercengkrama dengan teman satu kelasnya.
Belum sempat Siwon membuka mulutnya, Kyuhyun telah menarik kerah baju seragam siswa yang terkenal dengan ketampanannya itu dan membuat satu kelas riuh. "Katakan dimana Sunghyun"
Kyuhyun telah lepas kendali, semua usaha nya untuk mencari anak semata wayangnya sama sekali tidak membuahkan hasil. Satu-satunya orang yang ia curigai hanyalah Choi Siwon.
Siwon menyentak lengan Kyuhyun, "Jaga sopan santun mu tuan Cho." seakan mengerti situasi Siwon berlari keluar ruangan diikuti Kyuhyun yang masih dengan amarahnya yang membara.
"Kau gila! Kalau sampai satu kelas menanyakan Sunghyun itu siapa, kau mau ku jawab apa?"
"Tidak peduli apapun itu, aku yakin kau mengetahui dimana anak ku berada"
"Sunghyun menghilang?"
Kyuhyun tersenyum mengejek. Baginya, raut wajah kaget Siwon hanya topeng palsu yang dipasang namja tinggi itu untuk kembali membohongi dirinya. "Jangan memasang wajah khawatir mu itu, Siwonn-ssi. Menjijikan"
"Apa yang kau tuduhkan pada ku sekarang coba berikan aku bukti yang kuat untuk menuduhku sebagai penculik anak mu. Bukankah masalah kita sudah selesai, lalu kenapa kau kembali seperti ini?"
Kyuhyun menarik nafasnya dalam, "Kau masih mencintai Sungmin ku"
Siwon tertawa pelan, lalu kembali menatap Kyuhyun yang tepat berada di depannya. "Bukankah sudah kukatakan dari sejak kau resmi menikah dengan teman kecilku itu? biarkan aku menyimpan perasaan ku seorang diri aku berjanji hanya aku yang merasakannya. Jangan membahas soal itu lagi, cepat cari anak mu, aku akan membantu sebisaku"
Kyuhyun mulai kembali ke dirinya semula. Tidak tampak sinar kemarahan lagi di sorot mata tajamnya. Siwon benar, masalah itu hanya sebuah masa lalu yang tidak perlu dibahas, lagipula selama ini Siwon tidak pernah mengganggu hubungannya lagi. Siwon telah membuktikannya semenjak Kyuhyun hadir dalam kehidupan Sungmin kecil dulu. Bahkan sampai sekarang, Sungmin tidak mengingat bahwa Choi Siwon adalah teman masa kecilnya.
"Maaf telah menuduh mu"
"Tidak apa, aku akan membantu mu mencari Sunghyun."
"Terima kasih."
"Hey kalian berdua!"
Sontak Kyuhyun dan Siwon menoleh ke sumber suara. Terlihat Taemin yang sedang tersenyum manis kearah dua namja populer itu. "Ternyata kau disini, hyung. Sungmin hyung mencari mu" sambungya lagi.
Menyadari bahwa keadaan Sungmin masih lemah, Kyuhyun segera melesat dengan cepat meninggalkan Siwon dan Taemin.
"Siwon hyung?"
"Hm?"
Taemin mendekati Siwon yang masih berdiam diri ditempat. "Tidak bersama Kibum hyung?"
Siwon kaget mendengar penuturan namja yang lebih pendek darinya itu. Melihat Taemin saja tidak pernah, darimana bocah ini tau jika Siwon berhubungan dengan Kibum. Bukankah hubungan dua bangsa vampire berbeda marga itu sangat dirahasiakan sekali dari warga sekolah.
"Untuk apa bersamanya?"
Taemin ikut terdiam. Perlahan tangannya bergerak untuk membuka tutup botol minuman yang sedari tadi dibawanya lalu meminum sisa dari air tersebut yang tinggal sedikit.
"Hyung harus melihat nya sebagai orang yang benar-benar mencintai mu dengan tulus"
Siwon masih terdiam.
"Lupakan seluruh memori tentang Sungmin hyung. Meskipun hyung masih mencintainya, jangan biarkan perasaan it uterus hinggap. Lepaskan semuanya dan gapai Kibum hyung untuk mendampingi hidup mu, hyung"
Sungguh rasa penasaran itu kembali memuncak ketika Taemin bebricara selantang itu padanya. Tau apa Taemin tentang lika liku hidupnya?
"Siapa kau yang berani ikut campur dalam hidup ku?"
"Aku? Aku memang bukan siapa-siapa" jawab Taemin sambil tersenyum misterius. "Sudahlah, sebentar lagi bel masuk berbunyi" Taemin perlahan melangkah meninggalkan Siwon, namun baru hanya beberapa langkah, Taemin berhenti dan berbalik badan kembali menatap Siwon.
"Untuk mencari Sunghyun, pergilah ke pinggiran sungai Cheongdu tepat malam nanti saat purnama tiba. Temani Kyuhyun untuk saat itu" Taemin pun benar-benar menghilang dari pandangannya. meninggalkan Siwon yang tidak ada habisnya terkejut akan setiap penuturan yang keluar dari mulut bocah itu.
Di dalam kelas Kyuhyun dan Sungmin nampak sangat gelisah. Berulang kali mereka berdua kepergok menidurkan kepalanya ke meja dan tak ayal membuat beberapa siswa penasaran akan apa yang tengah terjadi pada dua orang teman kelasnya itu. Keculai dua orang yang menatap Kyuhyun dan Sungmin dengn pandangan berbeda. Yesung menatap dua dongsaeng nya itu dengan penuh iba, tidak ada habisnya masalah terus mendatangi pasangan bahagia itu. Sedangkan Taemin sibuk memainkan pulpennya sembari sesekali melirk Sungmin dan Kyuhyun secara bergantian. Dan jika diperhatikan kembali, setelah melirik kecil Kyuhyun maupun Sungmin, Taemin akan menghela nafasnya yang terdengar cukup berat.
'Cheongdu tepat saat malam purnama tiba. Datanglah kemari, Kyuhyun-ah~' bisikan itu tiba-tiba mengganggu konsentrasi Kyuhyun. tangannya yang semula menulis terhenti mendengar bisikan seorang perempuan dari telinga kanannya. Ia mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kelas memaksa kekuatannya untuk mendeteksi siapa gerangan yang membiskan kata aneh itu padanya.
'Sunghyun mu di sini, cheongdu datanglah kemari~'
SRAK!
Kyuhyun melempar bukunya sembarang hingga mengagetkan siswa dan guru yang sedang mengajar.
"Kau baik-baik saja?" tanya Guru tersebut.
Kyuhyun tidak menjawab apapun. Tubuhnya bergetar hebat penuh ketakutan ketika bisikan misterius itu menyebut nama anaknya. Jiwa nya kalut seketika, karena takut sang anak akan terancam jika orang yang sedang bersamanya adalah bangsa vampire yang menjadi musuhnya.
"Sungmin-ah ikut aku sekarang juga!" Kyuhyun menarik paksa lengan Sungmin. tidak ia hiraukan teriakan guru yang melarangnya serta tatapan terkejut dari beberapa siswa.
Sedangkan Yesung hanya terdiam menatap kepergian kedua dongsaengnya itu dari kelas.
.
.
.
~0000oo0000~
.
.
.
"Ada apa, Kyu?" tanya Sungmin ketika Kyuhyun memberhentikannya di dalam ruang kesehatan yang tampak sepi.
Kyuhyun meremas lembut kedua bahu Sungmin sambil menatap sepasang mata foxy cantik itu dalam. "Aku akan ke cheongdu malam nanti"
Sungmin mengerut bingung dengan perkataan suaminya, "Untuk apa malam-malam kesana?"
"Sunghyun bersama seseorang yang bahkan akupun tidak tau. Tetapi sepertinya salah satu bangsa vampire lain tengah bersama Sunghyun saat ini dan mereka meminta ku untuk menyusul nya ke sana nanti malam tepat di malam purnama tiba"
Sungmin menggeleng takut, "Jangan Kyuhyun-ah, saat malam purnama tiba kekuatan vampire dengan marga Cho akan mencapai titik paling lemah. Bagaimana jika itu jebakan?"
Kyuhyun tersenyum lembut mencoba menghilangkan kegelisahan yang mendera Sungmin, "Dengar dear, aku akan melakukan apapun untuk keutuhan keluarga kita. Sunghyun akan kembali, kalungmu juga akan secepatnya kembali ke tangan mu kemudian kita akan bahagia"
Sungmin masih tidak ingin melepas genggaman tangan Kyuhyun. Bagaimanapun juga, ia dikaruniai perasaan berlebih akan sesuatu yang membuat dirinya sangat gelisah ketika sesuatu itu bahkan belum terjadi.
"Aku ikut!"
Kyuhyun terbelalak, namun sebelum ia mengeluarkan kalimat protesannya Sungmin membekap mulut Kyuhyun, "Kali ini jangan menghalangi ku"
Dan akhirnya Kyuhyun hanya bisa pasrah ketika mata itu menatapnya dengan lembut dan penuh permohonan.
.
.
.
"Kau tidak melupakan tugas mu nyonya Song?"
Wanita bermarga Song itu berdecih mendengar suara yang baru saja memasuki ruangannya.
"Aku hampir saja melenyapkan anak itu jika saja aku tidak teringat akan Kyuhyun"
Laki-laki yang menjadi tamu itu tertawa ringan. Ia melangkah tanpa beban mendekati wanita yang bernama lengkap Song Qian itu.
"Kau itu adalah bagian dari keluargaku, sudah sepatutnya kan saling membantu. Lagipula sudah sejak lama kau tergila-gila dengan pria Cho itu?"
Qian terdiam. Ajakan saudara tirinya itu cukup menggiurkan, perasaan cinta yang terpendam cukup lama untuk seorang laki-laki yang telah menikah rasanya sakit sekali. Tetapi kali ini ia mendapat peluang untuk mendapatkan pria pujaan nya itu.
"Dia benar-benar mirip dengan Kyuhyun" tatapan mata Qian tertuju pada sosok kecil yang tengah meringkuk terlelap di ranjang tidurnya. "Tetapi ada perpaduan wajah Sungmin di dalamnya dan aku benci itu!" lanjutnya.
"Jangan mengatakannya di depanku! Kau lupa pria di depan mu ini menargetkan siapa untuk rencananya?"
Qian memuta bola matanya jengah. "Terserah mu saja,Kim. Aku mau bersiap untuk tengah malam nanti dimana seluruh hidupku akan berubah drastis"
.
.
.
~000oo000~
.
.
.
"Kau membolos untuk 3 jam pelajaran" tegur sebuah suara yang sangat Kibum kenal.
"Maaf, tadi aku mendapat panggilan dari dewan guru"
Lalu keduanya terdiam. Terlalu larut dengan pikiran mereka masing-masing. Siwon yang masih berfantasi dengan fikirannya sedangkan Kibum yang sesekali mencuri pandang terhadap pria yang telah berstatus sebagai tunangannya walaupun hubungan itu dirahasiakan oleh keduanya.
"Masuklah ke kelas"
Kibum tercengang. Siwon mengajaknya. Demi Tuha Siwon mengajaknya untuk masuk kelas? Katakanlah Kibum adalah orang yang berlebihan, tapi percayalah baru kali ini seorang Choi Siwon mau mengajaknya walaupun sekedar mengajak masuk kelas.
'Untuk apa aku harus ke Cheongdu tengah malam nanti? Ahh sial bocah itu' Siwon menggerutu dalam hati. Alih-alih untuk melupakan pertemuannya dengan Taemin justru ia makin mengingat kata-kata bocah yang satu tingkat dengannya.
Tapi anehnya. Jiwa pria dengan tubuh ideal itu seakan menuntunnya untuk menuruti permintaan Taemin. Siwon adalah tipe orang yang tidak mudah untuk mempercayai seseorang apalagi yang baru saja dikenalnya. Karena bangsa vampire marga Choi terkenal dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi.
'Tapi tidak ada ruginya juga aku untuk pergi ke sana'
Tanpa Siwo ketahui sosok Kibum terus memandang kearahnya dengan tatapan yang penuh rasa ingin tahu.
Di lain tempat. Siswa yang juga sekelas dengan Siwon malah duduk merenung ditengah proses belajar mengajar berlangsung. Dalam artian lain ia membolos.
"Kim Jungmo"
Siswa bernama Jungmo itu mendesah berat ketikan tau siapa gerangan yang menganggu jam membolosnya.
"Membolos untuk kesekian kalinya?"
Jungmo tidak menjawab pertanyaan siswi dengan rambut lurusnya yang mencapai bahu. Siswi itu tampak manis dengan tambahan aksesoris jepitan bermotif bunga yang tersemat di kepalanya. Tapi nampaknya Jungmo sama sekali tidak terpesona dengan siswi manis itu.
"Aku hanya minta satu hal. Datanglah ke pinggir sungai Cheongdu, kita berkencan di sana nanti malam. Aku tunggu"
Chup!
Jungmo nampak kaget dengan ajakan siswi tersebut. ditambah dengan ciuman lembut yang mendarat di bibir tebalnya
"Luna." Gumam Jungmo menatap kepergian siswi yang ternyata adalah pemilik nama yang baru saja ia ucapkan.
.
.
.
~000ooo000~
.
.
.
Malam yang begitu mencekam sangat dirasakan oleh Kyuhyun saat ini. Bagaimana tidak, tepat saat itu juga semua kekuatannya hilang, ia tidak akan bisa melawan jika ada bahaya yang akan menerpanya. Tepat disampingnya, Sungmin dengan setia menedekap lengan Kyuhyun erat. Walaupun telah berganti marga menjadi Cho, Sungmin masih tetap bagian dari marga Lee maka dari itu ia berinsiatif untuk menjaga Kyuhyun jika saja bahaya yang ia khawatirkan benar-benar terjadi.
"Apa benar di tempat ini?" bisik Sungmin. ia edarkan pandangannya. Gelap. Adalah satu kata yang mewakili pinggiran sungai Cheongdu itu.
"Menepati permintaan ku, Tuan Cho."
Suara wanita itu mendadak membuat sepasang suami istri itu mempererat pegangannya satu sama lain. Wanita misterius yang berdiri membelakangi mereka. Dengan jubah hitam yang menjuntai hingga menyentuh tanah, serta rambut coklatnya yag yang bergelombang menjuntai cukup panjang.
Baik Kyuhyun maupun Sungmin sama sekali tidak mengenali wanita itu.
"Aku tidak ingin menghabiskan waktu banyak untukmu. Cepat kembalikan anak ku!" gertak Kyuhyun.
Gertakan tersebut membuat wanita itu berbalik menghadap tepat dimana Kyuhyun dan Sungmin berdiri. Tatapan dingin serta kulit pucatnya membuat Kyuhyun yakin bahwa wanita itu juga bangsa vampire dari salah satu musuhnya. Jangan lupakan wanita itu menggendong bocah kecil yang tampaknya sangat lelap tertidur.
"Sunghyun!"
"Tentu kau akan menghabiskan banyak waktu untu ku"
Sungmin memberontak dalam dekapan Kyuhyun. Ia ingin segera putranya kembali. Ia yakin bahwa wanita itu akan mencelakai keluarganya. Namun tenaga Kyuhyun lebih kuat sehingga Sungmin hanya pasrah sambil menatap nanar putra yang sangat ia rindukan.
"Kau benar-benar tidak mengingat ku, Cho?"
Kyuhyun memicingkan matanya, menatap dengan jelas wanita yang kini tepat dihadapannya dengan Sunghyun yang masih setia terlelap dalam gendongan wanita misterius itu.
"Jika aku menyebut nama ku, apa kau akan mengingatnya?" tanya wanita itu lagi.
"Kembalikan anak ku, berengsek!" teriak Sungmin.
"Hai tuan yang manis, senang bertemu dengan mu"
"Sial! Katakan apa yang kau mau!" Kyuhyun mendesis. Jubah hitamnya perlahan mengeluarkan asap kemerahan yang menyala di tengah malam yang mencekam.
"Song Qian"
Deg!
"Kyu, kau mengenalnya?"
Kyuhyun menatap Sungmin, Sunghyun yang tertidur, serta wanita yang ternyata Song Qian itu secara bergantian.
"Sebuah syarat yang kurasa sulit, tapi aku yakin kau mau menurutinya demi putra kesayangan mu ini"
"Katakana pa yang kau mau wanita gila!" Sungmin nampak tidak bisa mengendalikan dirinya. Berteriak dan meracau dalam dekapan Kyuhyun.
"Oww.. menyumpahi ku ternyata, lihat setelah ini apa kau masih bisa menyumpahi ku, tuan Lee"
"Jangan mengancam apapun pada istriku, Noona Song. Dan satu hal lagi, dia Cho" jawab Kyuhyun.
"Baiklah.. karena tidak ingin membuat mu berputar-putar, maka aku akan langsung pada inti. Jika kau menyetujuinya maka dengan mudah Sunghyun akan kembali ke pelukan mu"
Diam untuk sejenak. Sungmin menatap waspada Song qian yang masih setia menggendong putranya. Demi apapun, Sungmin ingin segera memeluk putra kecilnya itu.
"Nikahi aku tepat pada penyempurnaan bulan purnama tengah malam ini. Maka Sunghyun akan kembali pada mu"
.
.
.
-TBC-
Celingak celinguk*
ada yang nungguin nggak?
Masih percaya kyumin?
masih cinta sama kyumin?
Sini kita pelukan bareng *deephug
sorry for typo(s) nya yaaaaa
Okeh.. ini ff vampirnya ^^
Thanks to:
.581 , fitriKyuMin, kyumin pu , adhe kyumin 137 , zagiya joyjins, TiffyTiffanyLee, kim minli 5, abilhikmah , Lilin Sarang Kyumin , gyumin4ever, Aegyeo789, ShinJiWoo920202, sissy , fitri , melsparkyu, KyuMin ELF, , Adekyumin joyer, Finda Elf 137, miu sara, kiran theacyankEsa, ChoLee, AiKyuMin137, Cho MeiHwa. *ada yang belum disebut? Gak apa2 ya.. namanya juga manusia yang tidak luput dari kesalahan, yang jelas review kalian selalu menjadi penyemangat saya *kisshug
Do'a in juga saya mau UAS 1 desember nanti ^^
SEE YOU AT NEXT CHAP~~
