Siwon nampak gelisah di kamarnya. Omongan Taemin beberapa saat lalu sangat mengganggu dirinya, ia tidak tahu siapa Taemin tetapi nalurinya mengatakan ada hal yang disembunyikan dari bocah itu, hal besar yang mungkin sangat penting, entah apa itu.

Siwon beranjak dari posisi duduknya hendak keluar rumah, ia terus gelisah memikirkan apa yang harus ia lakukan. Ia sibak jubahnya dan bersamaan dengan itu dirinya menghilang secepat kedipan mata.

Ia menelusuri kawasan Cheongdu yang cukup luas, pria dengan badan atletis itu bingung entah kemana ia harus berjalan, Taemin tidak memberinya petunjuk lain selain daerah Cheongdu ini.

"Siwon-ah?" seseorang menepuk pundak Siwon.

Pria itu membalikan badannya, betapa terkejutnya dia ketika melihat sosok tersebut, "Kibum?"

"Kau sedang apa?"

"Aku yang seharusnya bertanya pada mu, sedang apa kau di sini?"

Kibum terdiam sejenak, "Hanya menenangkan pikiran. Aku sering bermain di sini ketika malam hari"

"Itu tidak penting"

Kibum menunduk dan menatap miris tanah tempat ia berpijak saat ini. Hatinya begitu sakit mengingat perlakuan Siwon yang tak kunjung berubah padanya. Sampai kapan ia harus menanggung semua beban ini sendiri?

.

.

.


Vampir Halsektte (chapter 6)

.

.

.

'Kau gila Qian-ssi!'

Sayup-sayup Siwon mendengar teriakan yang terdengar tak jauh dari posisinya saat ini. Ia pun berlari semampunya untuk mencari arah suara teriakan itu.

Begitupun Kibum yang juga nampak terkejut dan memutuskan untuk ikut berlari walaupun jauh di belakang Siwon.

.

.

.

"Apa permintaanku kurang jelas? Baiklah aku ulangi. Nikahi aku malam ini juga dan Sunghyun akan segera berada di tangan mu"

Kyuhyun mengerang frustasi, terjebak dalam permainan licik Song qian membuatnya ingin mengirim wanita itu di dunia keabadian yang mengerikan. Ia pun maju selangkah namun tangan Sungmin menghadang langkahnya.

"Kita harus bagaimana sekarang?"

Kyuhyun menatap lembut Sungmin dan mengelus pelan kedua tangannya, "Serahkan semua padaku, ini akan baik-baik saja"

"Cepat Kyuhyun-ah, jika bulan purnama penuh sudah terlewati maka jangan pernah mengharapkan anak mu ini kembali"

Kyuhyun mencoba untuk tenang, "Sebenarnya apa motif mu melakukan semua ini?"

"Kau tidak ingat bahwa dulu aku begitu tergila-gila pada mu? aku menyatakan perasaan ku lebih dulu tapi dengan kejam nya kau malah memberiku kabar bahwa kau akan menikahi pria menjijikan itu" tunjuk Qian.

"Jangan pernah menunjuk isrtiku dengan tangan kotor mu itu!" sentak Kyuhyun.

"Jadi bagaimana?"

Kyuhyun menatap lekat putranya yang masih setia memejamkan matanya. Entah sihir apa yang digunakan Qian saat ini yang jelas putranya begitu terlelap dalam tidurnya sampai-sampai ia tidak terbangun sedikitpun ketika Kyuhyun berteriak beberapa saat yang lalu.

Sungmin yang tak jauh dari Kyuhyun itu terus menatap nanar ke arah Kyuhyun dan Sunghyun. Merelakan Kyuhyun untuk mengembalikan Sunghyun, atau merelakan Sunghyun demi Kyuhyun. Ia seorang ibu dan juga seorang pendamping Kyuhyun, mana mungkin ia bisa memilih kedua pilihan sulit itu.

Kini Kyuhyun bergantian menatap lekat Sungmin. Tatapan itu selalu lembut seperti biasa, namun ada sedikit tersirat rasa takut dalam tatapan itu, Sungmin tahu itu. Dengan pemikiran yang singkat Sungmin mengangguk pelan sambil menahan tangis ke arah Kyuhyun.

Kyuhyun sempat terkejut, namun ia juga paham dengan kondis sulit seperti ini. Seorang vampire sejati adalah vampire yang berani mengambil resiko demi mempertahankan keluarganya. Perlahan langkah Kyuhyun mendekat ke arah Qian yang masih menggendong putranya. Ia mengangkat kedua tangannya dan bersamaan dengan itu kelur cahaya yang menyilaukan dari setiap ujung jari tangannya.

Kyuhyun menyemat cahaya tersebut pada dahi Song Qian, dan dengan itu wanita licik tersebut resmi menjadi istri Kyuhyun.

Bibir Song Qian membentuk seringaian mengerikan, ia tidak menyangka begitu mudahnya memperalat keluarga kecil Kyuhyun, "Kau memilih pilihan yang tepat, sayang. Sesuai dengan perjanjian, ku kembalikan anak mu" wanita itu menyerahkan Sunghyun dari gendongannya.

Ketika Sunghyun telah kembali pada dekapan Kyuhyun, tiba-tiba balita itu terbangun dan menatap bingung ke arah sang ayah. "Daddy?" panggil Sunghyun lembut.

"Iya, sayang.. ini daddy" Kyuhyun mengecup pipi lembut Sunghyun membiarkan airmatanya jatuh mengenai pipi itu.

Kyuhyun berbalik arah menuju tempat Sungmin berdiri, sementara Sungmin menangis dalam diam begitu sakitnya melihat dengan mata kepalanya sendiri Kyuhyun telah menikahi perempuan lain demi menyelamatkan putra mereka.

"Maafkan aku, Ming" Kyuhyun menyerahkan Sunghyun ke pelukan Sungmin lalu mengecup lama bibir itu. menggumamkan kata maaf berkali kali dalam kecupan itu.

Sungmin tidak bisa berkata apapun, pikirannya kosong. Ia menatap putranya yang masih bingung dengan apa yang terjadi.

"Ada apa ini?" Siwon yang baru saja tiba menatap curiga ke arah Qian yang tampak lebih bersinar dari sebelumnya.

Siwon membelalakan matanya menatap Kyuhyun yang tengah menangis begitu juga dengan Sungmin. Serta Sunghyun yang kini menatap Siwon dengan tatapan seolah bertanya-tanya.

"Jangan bilang kalau_

"Selamat datang Siwon-ssi, kau telah menghadiri prosesi pernikahan ku dengan Kyuhyun meskipun kau sangat terlambat"

Siwon menatap tidak percaya kearah Kyuhyun dan Sungmin. "Hal apa yang tidak ku ketahui di sini?"

"Kyuhyun sudah resmi menjadi suami ku mulai malam ini" jawab Song Qian enteng menunjukan rona bahagia di wajah liciknya.

"Tapi satu syarat yang kuajukan untukmu Qian-ssi, jangan pernah memaksa ku untuk melakukan hubungan apapun dengan mu" ujar Kyuhyun menatap dingin wanita di hadapannya.

"Tidak masalah, yang kuperlukan hanya status tidak lebih" jawabnya dengan diiringi dengan tawa yang terdengat sedikit meremehkan. Dan setelah itu Song Qian menghilang seperti ditelan kegelapan malam yang terasa mencekam.

"Maafkan aku, sayang.. aku benar-benar minta maaf"

"Kau sudah mengucapnya berkali-kali, Kyu"

Siwon mendekati keluarga kecil itu. Ia sedikit menepuk pundak Kyuhyun dan menatap Sungmin serta Sunghyun bergantian. Walaupun tidak dijelaskan instingnya begitu tajam untuk mencerna setiap situasi. Jika saja ia berada di posisi Kyuhyun, mungkin keputusan itulah yang akan diambilnya.

Sosok lain mengintai dari kejauhan, dari proses awal hingga akhir sosok itu menyaksikannya dengan tatapan penuh kemenangan. Ia menyeringai lebar layaknya binatang buas yang telah habis melalap mangsa yang telah lama meenjadi buruannya.

Tidak jauh dari tempat sosok itu berdiri ternyata juga ada sosok lain yang menyaksikan, sosok lain itu menatap tidak percaya seakan mengetahui bagaimana perasaan Sungmin dan Kyuhyun secara bersamaan.

Dan malam itu adalah malam yang begitu menyakitkan untuk Bangsa Vampire Cho dan juga Lee. Mereka tidak menyangka kelalaiannya menjaga Sunghyun akan berdampak buruk seperti ini. Maka dari itu para kepala dari kedua keluarga itu memutuskan untuk menambah kekuatan batin mereka guna untuk memperketat pengawasan terhadap keamanan keluarga mereka. Cho Hankyung dan Lee Kangin mengumpulkan seluruh kekuatan mereka di dalam sebuah bola Kristal yang indah, lalu menempatkannya di ruangan tersembunyi mansion mereka.

.

.

.

~000oo000~

.

.

.

Keeseokan harinya, Kyuhyun dan Sungmin masuk sekolah seperti biasa. Yesung yang baru saja kembali dari tugas piketnya langsung menghampiri mereka berdua.

"Aku sudah mendengar semuanya. Jika saja aku berada di sana, mungkin akan sedikit membantu" ujar Yesung penuh penyeselan.

"Sudahlah, hyung. Bagaimana adikmu apa dia baik-baik saja? Biar bagaimanapun juga kesehatan adikmu jauh lebih pentin dari kami berdua" balas Sungmin dengan raut wajah ceria yang dibuat-buat.

"Lalu apa rencana selanjutnya, kalian membiarkan begitu saja Song Qian itu?" Yesung menatap Kyuhyun yang masih terdiam. "Aku juga tidak mengerti kenapa tiba-tiba wanita itu muncul kembali"

"Aku berpikir bahwa sejak kejadian penolakan itu dia tidak pernah kembali lagi. Tapi nyatanya ini lebih buruk daripada yang kukira" sambung Kyuhyun

"Penolakan?" kini giliran Sungmin yang bertanya.

"Maafkan aku, sayang. Aku memang belum pernah menceritakannya padamu. Sebenarnya Son Qian itu adalah bangsa vampire marga Song yang sejak kecil selalu mengejarku, dia berusaha keras untuk mendapatkan hatiku. Tapi aku mengetahui bahwa bangsa vampire mereka adalah bangsa vampire terlicik, mereka menikah dengan alasan menambah kekuatan diri mereka, hanya itu" Kyuhyun mencoba menjelaskan.

"Jadi karena alasan itu kau menolaknya?"

"Tidak juga" jawab Kyuhyun santai sambil melipat keduatangannya dan menempelkannya di depan dada dan memasang tampang berpikir "Ada alasan lain yang membuatku menolaknya"

"Apa?"

"Sejak kapan kau ingin tahu seperti ini, Ming?" lirik Kyuhyun nakal mencoba menggoda Sungmin. "Yasudah jika kau tidak ingin memberitahunya" ujar Sungmin acuh

Kyuhyun tertawa kecil, sifat Sungmin memang seperti ini selalu ingin tahu akan hal yang belum ia ketahui, "Kau" Kyuhyun menatap Sungmin lembut.

"Aku?"

Kyuhyun mengangguk, "Hm.. kau adalah alasan lain untuk ku menolak Qian"

Semburat merah muda terpancar dari kedua pipi bulatnya. Sebenarnya ia sudah tahu apa yang akan dijawab Kyuhyun tapi dirinya hanya ingin suaminya itu mengatakan langsung dari bibirnya. "Ya! Kau ini membuat iri saja" gerutu Yesung.

"Kyuhyun-ah" Siwon memanggil Kyuhyun dari ambang pintu kelasnya. Kyuhyun segera menghampiri pria yang tak kalah populer darinya itu. "Ada apa?"

"Aku.. aku mencurigai seseorang, inner ku mengatakan bahwa dialah dalang dari kembalinya Songqian"

Kyuhyun terkejut dan memegang bahu Siwon erat dengan tatapan menuntut. Siwon paham, maka dari itu ia ingin cepat-cepat memberitahu siapa sosok vampire dari rentetan masalah yang telah terjadi di keluarga suami dari orang yang dulu pernah ia sukai itu.

"Dia_

"Siwon-ssi, ini sudah masuk jam pelajaran. Kembali ke kelasmu" belum sampai pria itu mengutarakan maksudnya. Guru Shi telah beridiri tepat di samping Siwon.

Siwon membungkuk sebagai permohonan maaf dan menatap Kyuhyun sebentar lalu pergi menuju kelasnya. "Kyuhyun-ssi" tegur Guru Shi.

Kyuhyun menatap guru tersebut dengan datar. Guru Shi adalah satu-satunya guru di sekolah ini yang pernah ia ancam. Dan Kyuhyun sangat tahu bahwa dibalik tatapan tegasnya itu tersimpan rasa ketakutan yang amat besar ketika berpapasan dengan Kyuhyun. "Baiklah aku akan kembali" Kyuhyun kembali duduk tenang di bangkunya.

Guru Shi bernafas lega ketika Kyuhyun tidak lagi tampak mengerikan seperti beberapa waktu yang lalu. Mungkin tidak ada yang tahu bahwa semenjak ancaman Kyuhyun, guru cantik itu terus berusaha mencari tahu keberadaan vampire di dunia manusia mulai dari fakta sampai opini dari sekian banyak orang yang telah ia dapatkan untuk menguatkan dugaannya. Dan sekarang Guru Shi benar-benar mantap dengan apa yang ia putuskan mengenai satu siswanya itu.

'Yah.. Kyuhyun memang benar-benar vampire yang hidup di tengah-tengah kehidupan manusia' batin guru Shi. Hanya Kyuhyun dan ia tidak mengetahui sama sekali jika selain Kyuhyun, ada banyak vampire di sekeliling sekolah yang menyamar menjadi muridnya.

"Hyung, ini" Taemin memberikan sebuah pulpen kepada Sungmin. Namja manis itu terkejut ketika Taemin mengetahui dirinya lupa membawa peralatan tulisnya, padahal sedari tadi Taemin sama sekali menghadap ke depan, posisi bangku Sungmin yang berada di belakang Taemin membuat dirinya semakin yakin kalau Taemin sama sekali tidak melihat kearahnya. "Apa kau seorang dukun atau sejenisnya?" tanya Sungmin penasaran.

Taemin tertawa mendengar pernyataan Sungmin, "Selera humor yang tinggi, hyung". Sungmin mengerecutkan bibirnya sembari menerima pulpen pemberian Taemin, bukannya mendapat jawaban malah ia menjadi bahan tertawaan bocah itu.

Setelah melalui 3 jam masa pembelajaran, murid pun memasuk waktu istirahat. Berbeda dari murid lainnya yang telah merapikan mejanya dari segala buku pelajaran yang memusingkan otak, meja Taemin malah bertumpuk banyak buku dan belum sama sekali dibereskan. Bukannya tidak ingin, Taemin malah tertidur ketika pelajaran guru Shi.

Sungmin yang hendak mengajak Kyuhyun untuk makan siang mendadak terhenti melihat Taemin yang sedang tertidur. Ada sedikit keinginan dari hatinya untuk mengajak Taemin sekaligus untuk menyantap makan siang sebagai rasa terimakasihnya atas segala kebaikan bocah itu padanya. Ia pun berjalan perlahan berusaha tidak menimbulkan suara, Kyuhyun yang tadinya ingin memanggil Sungmin juga ikut diam melihat isyarat dari Sungmin untuk tidak berusaha, yang Kyuhyun lakukan hanya mengawasi tingkah kelinci manis itu sembari meunggu apa yang akan terjadi.

"Ya bocah bangun ini sudah waktunya makan siang" sungmin mengguncang pelan tubuh itu. "Sebentar lagi, hyung" Taemin malah memalingkan kepalanya untuk mencari posisi lebih nyaman dan kembali tertidur. Sungmin akhirnya mengalah, dalam pikirannya mungkin Taemin sedang lelah.

"Buku setebal ini? Untuk apa bocah sepertinya membawa buku yang sangat tebal" Sungmin memperhatikan tumpukan buku yang berada diatas meja Taemin dan mengambil secarik kertas yang berada di tumpukan paling atas buku-buku aneh itu. "Tulisan ini? Tidak mungkin.."

.

.

.

"Kau kenapa, sayang. Semenjak dari menja Taemin kau seperti tidak fokus" tegur Kyuhyun melihat Sungmin yang terus mengaduk makanannya. "Kyuhyun" panggil Sungmin, ia menatap dengan tatapan sulit dibaca.

"Ada apa?"

"Aku tidak tahu bahwa Taemin"

Rasa penasaran Kyuhyun makin bertambah melihat Sungmin yang menggantungkan kalimatnya, "Bocah itu kenapa, apa dia membuat masalah padamu?"

Sungmin menggeleng, "Tidak, bukan itu.. Taemin.. Taemin.. bocah itu adalah keuturunan petinggi vampire"

"Apa? Jangan bercanda, Ming" Kyuhyun sontak berdiri dan menatap tidak percaya, "Aku juga tidak mau mempercayai itu, tapi aku melihat sebuah tulisan khas yang hanya bisa ditulis oleh keuturunan petinggi vampire, itu sudah cukup membuktikan bahwa Taemin sebenarnya adalah keterunan vampire terhormat"

Setelah berhasil menetralkan deru nafasnya, Kyuhyun kembali duduk, "Aku masih tidak percaya, bahkan keuturnan vampire kita tidak pernah memanggil namanya kan? Kita hanya memanggilnya dengan sebutan bocah? Oh.. semoga kita tidak mendapat hukuman" Kyuhyun mengerang frustasi. "Tapi… tampaknya Taemin sangat ingin dekat dengan mu, apa yang akan direncakan olehnya? Apa kita bisa meminta bantuannya untuk menyelesaikan masalah kalungmu yang hilang?"

Sungmin terdiam, dan mengangguk kecil setelahnya "Sedari tadi aku juga memikirkan hal itu, semoga saja Taemin bersedia membantu masalah kita. Oh ya Kyu, tadi itu murid yang memanggilmu ada apa?"

"Oh.. itu Siwon, apa kau tidak merasa pernah mengenalnya?" Kyuhyun mencoba memancing Sungmin dengan pertanyaannya. Sungmin menatap bingung dan sedikit berfikir, dari awal melihat wajahnya Sungmin memang sempat merasa tidak asing dari auranya tapi Sungmin mencoba tidak memusingkan hal itu, "Tida, memang penting?"

"Tidak juga, hanya saja yang kau perlu ketahui bahwa dia juga adalah bangsa vampire dari marga Choi"

"Seperti yang sudah kuduga" jawab Sungmin santai, "Dan nampaknya dia baik"

'Tapi tetap saja aku harus waspada dengannya' gumam Kyuhyun kecil.

"Kau mengatakan apa, Kyu?" tanya Sungmin. Kyuhyun yang tersadar segera memasang tampang baik-baik saja, ia hampir lupa bahwa istrinya itu peka sekali bahkan terhadap suara sekecil apapun.

Brak!

"Uhuk.." Kyuhyun tersedak ketika seseorang menggebrak meja tempat makannya. Ia pun segera mengambil minum dan meneguknya dengan cepat. "Aku tidak tidak ingin menunda lagi, dan sekarang waktu yang tepat untuk memberitahu semuanya" ujar sosok itu menatap intens pada Kyuhyun dan juga Sungmin.

"Ya Siwon-ah kau gila? Kau hampir saja membuat makanan ku ini keluar dan untuk saja tidak kusemburkan ke wajahmu" omel Kyuhyun.

"Baiklah aku minta maaf" Siwon sedikit menyesal atas perlakuannya tadi.

"Memangnya hal apa yang kau sampaikan untuk kami?" Sungmin ikut penasaran. Siwon terdiam sejenak, ini pertama kalinya sejak bertahun-tahun lamanya Sungmin berbicara lagi padanya, tapi sayangnya Sungmin tidak mengetahui siapa sebenarnya dirinya.

Dengan cepat Siwon menepis semua memorinya yang dulu dan kembali terfokus pada pembicaraan awal. Ia pun menatap tajam kearah Kyuhyun, "Aku mencurigai seseorang, dan mungkin orang ini juga terlibat dalam kembalinya Songqian"

"Siapa?" tanya Kyuhyun dan Sungmin bersamaan.

"Aku juga tidak yakin sebelumnya, tapi ini diperkuat sewaktu aku bertemu dengannya di lokasi yang sama kemarin malam, tepat saat Sonqian resmi menjadi istrimu." Sambungnya.

"Sebaiknya jangan bertele-tele dan cepat pada intinya!"

"Kim Kibum" Siwon berucap dengan mantap.

"Apa? Kau menuding tunangan mu sendiri sebagai pelakunya?" Kyuhyun masih tidak ingin mempercayai Siwon, karena bisa saja Siwon memanfaatkan situasi untuk kemudian menjalankan rencana tersembunyi yang patut ia waspadai.

"Kau menuduh tunangan mu sendiri?" kali ini Sungmin ikut bertanya.

"Aku bertemu dengannya kemarin malam di Cheongdu dengan tatapan yang sulit diartikan lalu berbicara tidak penting seakan mengalihkan perhatian ku, dan… dan banyak sekali bukti-bukti lainnya yang tidak bsia kubicarakan sekarang."

Sosok itu mengintip di tempat tak jauh dari Siwon, Kyuhyun dan Sungmin. Dengan mengepal tangannya cukup keras. "Dasar vampire bodoh! Target mu tidak tepat sasaran"

.

.

.


-TBC-


Hayoo… ini udah update chap baru… *kibarcangcutbiru xD

Maaf banget… ini update yang telat terkesan lemot dan membosankan. *bow

Saya harap readers bisa memakluminya.

Semoga kalian suka ya.. saya berusaha tetap update dan memberikan yang terbaik buat JOYers di sini karena saya tau banget rasanya jadi Joyers sekarang emang gk mudah.. karena itu saya pingin nunjukin bahwa JOYers itu masih bisa berjuang… meskipun hanya lewat ff saya harap kalian bisa sedikit terhibur.. dan maaf typo(s) nya…

Udah segitu dulu cuap cuap saya, makasih yang udah mau ninggalin jejak di ff abal saya ini… *deepbow

Thanks to:
may moon 581, ayu min 52, kiran theacyankEsa, Lilin Sarang Kyumin, Kim Yong Neul, kim minli 5, Cho MeiHwa, OvaLLea, melsparkyu, abilhikmah, Cywelf, SparklingWine, Guest, ChoLee, gyumin4ever, Aegyeo789, zagiya joyjins

SEE YOU AT NEXT CHAP~~