"Jungmo?"

Pria bernama Jungmo itu sedikit berjengit kaget ketika seseorang mengetahui keberadaannya. Ia memutar 360 derajat tubuhnya demi melihat siapa gerangan yang telah berani mengusik dirinya. Kepanikan itu seketika sirna dari tatapan tajam Kim Jungmo saat ia mengetahui siapa laki-laki yang kini tengah berhadapan dengannya.

"Kau? Dengan pakaian ini?" laki-laki itu memperhatikan pakaian yang dikenakan Jungmo di tengah malam seperti ini. Sebuah jubah hitam yang menyamarkan tubuhnya di gelapnya suasana malam.

"Kau terkejut Kibum-ssi?" tanya Jungmo tenang sembari mendekati laki-laki yang ternyata Kibum itu. sementara Kibum tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya atas apa yang tengah ia lihat. Tepatnya apa yang telah digenggam Jungmo di tangannya. Kalung berbandul biru yang menjuntai, dan ia sangat mengenali kalung itu.

"Kau yang mencuri kalung Sungmin? jadi selama ini kau adalah seorang vampire?"

"Kurasa pertanyaan konyolmu itu tidak perlu kujawab. Tapi yang jelas" Jungmo menghentikan omongannya dan menarik nafas dengan perlahan sambil memejamkan matanya.

Perlahan kelopak mata itu bergerak dan terbuka bersamaan dengan sinar merah yang memancar mengenai kedua mata Kibum. Membuat laki-laki yang berstatus sebagai tunangan Siwon itu menjerit tatkala sinar itu serasa menusuk kedua bolamatanya.

Jungmo pun menghentikannya dengan mengedipkan kembali kedua matanya. Kibum jatuh terduduk karena lemas. Seluruh persendiannya tidak mampu ia gerakan, seakan sinar dari mata Jungmo mematikan kinerja saraf serta persendian tubuhnya. Langkah pria berjubah itu semakin mendekat kearah Kibum yang masih belum sepenuhnya sadar.

"Kau telah mengetahui rahasia terbesarku. Jadi kuharap mulut manismu ini kau jaga dengan baik agar tidak ada seorang pun yang tahu. Jika omonganku ini kau langgar maka kau tinggal memilih Choi Siwon atau dirimu yang akan lenyap di tanganku" Jungmo menyeringai puas ketika melihat tubuh Kibum bergetar menahan ketakutan akan ancaman yang ia berikan.


Vampir Halsektte (chapter 7)


.

.

.

"Daddy… Cungie ngompol" rengek bocah itu ketika seluruh kesadarannya telah terkumpul sempurna dan berhasil melepaskan diri dari lingkaran mimpi indah yang baru saja dialaminya. Tangan Sunghyun menarik narik baju Kyuhyun agar ayah nya itu segera bangun.

Namun bukannya Kyuhyun yang membuka mata tetapi Sungmin yang duluan menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres di tempat tidurnya.

Basah? Itulah yang dirasakan, seketika Sungmin menyadari bahwa Sunghyun telah menatapnya dengan tatapan berkaca-kaca.

"Maafkan Cungie…" anak itu memeluk tubuh Sungmin dengan erat.

Sungmin tersenyum dan mengangkat tubuh Sunghyun perlahan. "Tidak apa, sekarang mommy bersihkan ya"

Sunghyun menggeleng cepat. "Tidak mau!"

"Eh? Kenapa?"

"Cungie mau daddy yang membeleckan cemua teluc mandiin Cungie" tuntut bocah itu sambil menunjuk Kyuhyun yang masih asik tertidur dan sama sekali tidak terganggu dengan bau aneh dari tempat tidurnya.

Sungmin terkikik geli ketika melihat Sunghyun merangkak perlahan mendekati ayahnya dan mengguncang tubuh Kyuhyun dengan keras. Tapi tampaknya usaha Sunghyun sia-sia karena sang daddy tidak membuka matanya sedikitpun. Entah mimpi apa sehingga Kyuhyun enggan untuk bangun.

"Cucah cekali banguninnya." Wajah kecil Sunghyun merengut lucu. Bibirnya mengerucut karena kesal pada Kyuhyun. Tapi salahkan sendiri ia adalah keturunan keluarga Cho yang memang mempunyai otak yang cerdas sehingga dengan cepat ia mendapat ide agar Kyuhyun bangun dengan cepat.

"DADDY… MOMMY MAU DICIUM CAMA JUCTIN BIBEL"

Kyuhyun pun segera bangun ketika teriakan Sunghyun seperti sengatan listrik ditubuhnya. Apalagi tadi ia mendengar Sunghyun menyebut nama mommy nya. "Sungmin-ah?"

"Bwahahahahhahaha" gelak tawa Sungmin dan Sunghyun seketika pecah dan menggema sangat keras melihat ekspresi Kyuhyun.

"Kalian berdua sekongkol untuk menipuku?"

"Kau terlalu bodoh membayangkan justin bieber menciumku" jelas Sungmin di sela tawanya.

"Dadd.. Cungie ngompol dan daddy haluc belciin cemuanya"

Walaupun masih sedikit kesal, toh Sunghyun adalah anaknya yang sangat ia sayangi tanpa menunggu waktu lama ia angkat tubuh jagoan kecilnya dan menggiringnya segera ke kamar mandi.

Kebahagiaan kecil yang selalu mewarnai keluarga itu setiap pagi hari.

.

.

.

.

~0000ooo0000~

.

.

.

.

"Siwon-ah aku ingin mengatakan sesuatu" Kibum menghampiri Siwon yang tengah berkumpul dengan teman-temannya.

"Lepaskan tanganmu" Kibum segera tersadar bahwa tangannya memegang pergelangan tangan Siwon, dengan cepat ia lepaskan sebelum Siwon benar-benar marah padanya.

"Aku mengatakan sesuatu padamu." Kibum menjeda kalimatnya, "Tentang kalung Sungmin.."

"Apa? Apa yang kau tau tentang kalung Sungmin? kau akan mengaku sebagai pelakunya?" Siwon menatap nyalang

"Apa? Apa yang kau bicarakan?"

"Jangan kau pikir aku ini bodoh, kau yang telah mencurinya selama ini untuk membalas dendamu karena aku masih mencintai Sungmin kan? Tidak kusangka kau selicik itu Kibum-ssi"

Kibum terperangah. Niat awalnya yang ingin memberitahukan keadaan sebenarnya tentang kalung Sungmin seketika sirna mendengar kalimat tuduhan itu Siwon lontarkan untuknya. Sesudah ancaman itu, Kibum berpikir keras karena posisinya saat ini serba salah namun mengingat dirinya yang masih punya hati nurani ditambah keberadaan Sunghyun yang membuatnya tidak tega untuk tidak memberitahukan semuanya, tidak mungkin ia biarkan Sunghyun kehilangan sosok berharga dalam hidupnya.

"Kau salah paham, dengarkan aku dulu" Kibum terus mengejar Siwon yang perlahan menjauh. Airmatanya perlahan jatuh, tidak menyangka bahwa niat baiknya ditanggapi buruk oleh tunangannya itu.

"Ikut aku" lengan Kibum tiba-tiba ditarik oleh Jungmo yang sudah berada di sampingnya, meski terkejut namun Kibum pasrah akan kemana ia dibawa.

"Kau mencoba membongkar semuanya?" tanya Jungmo.

Kibum terdiam, ia masih membiarkan airmata itu terus mengalir mengingat Siwon yang kini menuduhnya sebagai pencuri kalung Sungmin.

"Kau tidak menjawab?"

"Iya! Aku ingin memberitahunya." Suara Kibum terdengar bergetar.

Jungmo tertawa meremehkan. Ia menatap intens sosok yang menurutnya lemah itu, meskipun memiliki marga yang sama, Kibum memiliki klan vampire berbeda dengan Jungmo, maka dari itu ia harus berhati-hati.

"Apa tunangan mu itu percaya padamu? Sayangnya dia malah balik menuduhmu bukan? Sudahlah.. tidak perlu berbuat baik pada orang yang salah, lebih baik kau ikut bergabung dengan ku. kau bisa melihat Sungmin musnah dan dikirim ke alam keabadian dimana Siwon tidak bisa menemukannya lagi"

Kibum bimbang, ia dihadapi dengan dua pilihan yang sulit, hati nuraninya masih mengatakan bahwa ia tidak harus melakukan itu biar bagaimanapun juga Sungmin memliki suami dan anak serta keluarga yang pastinya sangat menyayanginya akan jadi seperti apa keluarga itu jika kehilangan Sungmin? tapi disatu sisi, perlakuan Siwon yang menganggapnya tidak ada dan ditambah dengan tuduhan itu membuat hatinya kembali berdenyut perih, semua telah ia lakukan tetapi Siwon hanya melihat Sungmin tanpa mau menoleh dan menatap kearahnya.

"Kau bisa berpikir dahulu, tapi ingat! Aku akan menemuimu dan meminta jawaban atas penawaran yang kuberikan"

.

.

.

.

"Kyuhyun! kau tidak mendengarkan penjelasan ku?" Kyuhyun yang tersadar karena ditegur oleh sang guru yang tengah mengajar. Ia menatap kesal ke arah guru teresebut dan menatapnya sebentar.

'Cih, guru baru ternyata' batinnya. "Aku akan keluar jika diperintah" tantang Kyuhyun.

Di sisi lain Sungmin menatap takut, meskipun telah berulang kali dikatakan bahwa Kyuhyun setidaknya harus bersikap layaknya siswa pada umumnya terutama dalam bersikap terhadap guru. Tapi nampaknya suaminya itu tidak terlalu peduli.

"Aku tidak akan menyuruh mu keluar tapi coba kau selesaikan soal ini" guru baru itu menuliskan soal fisika paling susah mengingat bab dari soal tersebut belum dijelaskan terlebih dahulu.

"Ahh soal macam itu, apa Kyuhyun bisa menyelesaikannya?"

"Tidak tahu. Tapi Kyuhyun itu anak jenius, mungkin dia mengerjakan dengan mata tertutup saja"

Bisik-bisik itu terdengar dari mulut siswa lain. Melihat Kyuhyun yang berjalan santai kearah papan tulis, raut wajahnya tampak meremehkan soal tersebut.

Dengan cekatan, ia bisa mengerjakan soal kurang dari 5 menit. Sang guru pun cukup terperangah melihat kepandaian Kyuhyun dalam mengerjakan soal sulit yang diberikan.

"Apa aku boleh duduk sekarang?"

Guru itupun segera tersadar dari keterkejutannya. "Ahh.. iya baiklah kau boleh duduk. Meskipun kau lebih pandai tetapi kau tetap harus menghargai gurumu yang berada di depan."

Kyuhyun tidak menanggapi dan kembali ke tempat duduknya dan melanjutkan kegiatan tidurnya.

"Permisi" tiba-tiba suara itu kembali membangunkan Kyuhyun.

"Ada yang bisa saya bantu?" tanya sang guru pada seseorang yang berdiri di ambang pintu sambil mengedarkan pandangannya.

"Aku mencari seorang siswa" jawab wanita itu, kemudian senyumnya mengembang ketika ia menatap salah seorang siswa yang duduk di bangku belakang. Siswa tersebut balik menatapnya dengan tatapan mengerikan. "Aku mencari Kyuhyun, ada keperluan penting yang harus kubicarakan dengannya. Bisa kupinjam murid mu sebentar"

"Silahkan, Kyuhyun kau boleh keluar kelas"

Sungmin menatap sengit kearah wanita itu. Tak pelak, pulpen yang ia genggam patah menjadi dua ketika wanita itu menatap kearahnya.

Sebelum Kyuhyun keluar ia menatap Sungmin sebentar. Karena mereka mempunyai ikatan batin yang sangat kuat, Sungmin segera tersadar dan menoleh kearah Kyuhyun. 'Kau tenang saja, aku akan menyelesaikan semua dengan cepat, aku mencintai mu' sorot mata itu berbicara pada Sungmin.

'Aku percaya padamu, Kyu. Aku juka mencintaimu' balas Sungmin dengan tatapan redup.

'Song qian sialan!' gerutu Kyuhyun dalam hati sembari berjalan mendekat kearah wanita yang ternyata Son Qian itu.

.

.

.

"Kau mau bicara apa?" tanya Kyuhyun ketus.

Qian mendekat dan sedikit mengusap seragam yang Kyuhyun kenakan. "Kau ini suamiku jangan bertindak seperti ini pada istrimu sendiri"

"Cih, berhenti mengucapkan status menjijikan itu di depanku" Kyuhyun menepis tangan Qian dan menatapnya datar. Sorot mata Kyuhyun memerah menandakan dirinya dalam keadaan emosi yang tak terkendali. "Atau jangan-jangan kau ada sangkut pautnya dengan hilangnya kalung Sungmin"

Qian sempat terkejut namun dengan cepat ia memperbaiki ekspresi agar terlihat tetap tenang, "Kau menuduhku?"

"Siapa lagi? Kau gunakan Sungmin dan anaku sebagai alat untuk mendapat kan ku bukan? Apa kau pikir aku lupa bagaimana dulu dirimu yang begitu ambisius untuk mendapatkan ku. Sekarang katakan dimana kalung Sungmin kau sembunyikan!" Kyuhyun mengguncang tubuh Qian hingga wanita itu terhuyung pelan.

"Aku mencintaimu, bukan mencintai Sungmin. Untuk apa aku mencuri kalung Sungmin hanya untuk menjadikan mu milik ku?"

"Karena Sungmin adalah istriku! kau membuatnya tidak berdaya kemudian musnah lalu kau bisa memiliki ku seutuhnya. Kau jangan meremehkan kepintaranku Qian-ssi" Kyuhyun menggenggam erat tangan Qian, sangat kuat genggaman itu sehingga Qian merintih kesakitan.

"Akhh lepaskan Kyuhyun. kau gila!" Qian terus berontak namun rupanya tenaga Kyuhyun lebih kuat darinya. Kyuhyun semakin mempererat genggaman itu lalu setelahnya genggaman itu terlepas begitu saja.

"Aku akan mengawasimu Qian-ssi. Dan aku jamin, kau akan menerima hukuman lebih sakit dari genggamanku tadi" ancam Kyuhyun. sementara Qian meringis ketika menyadari pergelangan tangannya memerah. Wanita itu kemudian memejamkan matanya, entah apa yang akan ia perbuat setelah ini.

.

.

.

"Shhh" Sungmin mendesah kedinginan karena merasakan tubuhnya dalam keadaan tidak baik.

Yesung langsung menyadari perubahan sikap yang Sungmin tunjukan.

"Hyung, kau tidak apa-apa?" sahut Taemin.

"Seosangnim, saya izin ke ruang kesehatan bersama Sungmin" teriak Yesung meminta izin.

"Baiklah bawa dia ke ruang kesehatan segera" jawab sang guru member izin pada Yesung. Dengan sigap Yesung membopong tubuh Sungmin yang menggigil kedinginan.

"Biar kubantu" Taemin ikut membantu Yesung membawa tubuh Sungmin yang lemas.

'Apa yang terjadi padamu, Min' batin Yesung.

'Wanita itu yang melakukannya' Yesung terkejut ketika suara entah darimana itu terdengar di telinganya. Pandanganya lalu berhenti ketika menatap Taemin yang juga sedang menatapnya.

Yesung sangat yakin jika suara itu milik Taemin. Namun Taemin hanya tersenyum lalu kembali fokus membopong Sungmin.

"Mustahil, suhu tubuhnya sangat rendah" ujar petugas yang bertugas di ruang kesehatan. Setelah mengecek keadaan Sungmin petugas itu dibuat terkejut ketika mengetahui suhu tubuh Sungmin dibatas wajar manusia yang mengalami kedinginan.

Yesung segera menahan tangan petugas itu yang hendak memberikan obat. "Biarkan dia istirahat dulu di sini"

Petugas itu nampak berfikir sebelum kemudian ia menyetujuinya.

"Sungmin kenapa?" suara Kyuhyun terdengar kelelahan setelah berlari. Laki-laki berambut brunette itu terkejut ketika gurunya mengatakan bahwa Sungmin dilarikan ke ruang kesehatan.

"Dia tiba-tiba menggigil di kelas" jawab Yesung. "Akhir-akhir ini ketahanan tubuh Sungmin semakin melemah, aku makin khawatir dengannya" sambungnya lagi.

Kyuhyun terus mengecupi dahi Sungmin yang sedang tertidur. Hatinya ikut merasakan apa yang Sungmin rasakan. 'Ini ulah wanita sialan itu'

"Jangan kemana-mana, hyung" sahut Taemin yang melihat Kyuhyun ingin meninggalkan ruangan hendak menemui Qian yang diyakininya sebagai tersangka utama.

"Kenapa?"

"Sungmin hyung ingin kau disisinya dulu" Taemin tersenyum sambil terus memijat lengan Sungmin. Kyuhyun dan Yesung terus memperhatikan geraki-gerik Taemin. Bocah itu memang misterius. "Aku akan kembali ke kelas, hyung. Jaga Sungmin hyung dengan baik"

"Aku pasti menjaganya, karena aku.." Kyuhyun segera tersadar, hampir saja ia membongkar rahasia statusnya sebagai suami Sungmin pada Taemin. Namun bocah itu nampaknya tidak ambil pusing dan tersenyum kembali sebelum ia kembali ke kelasnya.

"Yesung, hyung" panggil Kyuhyun. "Apa kau memikirkan apa yang kupikirkan?"

Yesung mencoba menelisik jauh di dalam pikiran Kyuhyun. Tapi kemampuan Yesung tidak sekuat yang Sungmin punya, alhasil Yesung hanya menggeleng pelan.

"Aku tidak tahu harus mempercayai omongan Siwon atau perasaanku sendiri. Coba dipikir saja, apa Kibum setega itu mencuri kalung Sungmin demi mendapatkan Siwon? Kurasa itu tidak mungkin"

Yesung hanya terdiam. Mengingat apa yang disampaikan Siwon beberapa waktu lalu di kantin, pemuda itu menuduh tunangannya sendiri yang melakukan semua itu. "Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa apa yang Siwon tuduhkan pada Kibum benar adanya"

Kyuhyun menggeleng pelan, "Aku lebih mencurigai seseorang selain Kibum"

"Siapa?"

"Song Qian"

Tetapi Taemin tidak bbenar-benar kembal ke kelasnya. Ia berhenti di balik pintu ruang kesehatan lalu mencoba menarik nafas panjangnya. "Mungkin sudah saatnya aku bertindak" gumamnya kecil.

.

.

.

~0000ooo0000~

.

.

.

"Jungmooooooo" teriak Luna di telinga Jungmo yang sedang santai dengan kegiatan membaca bukunya.

"Ya! Dasar tidak tahu sopan santun"

Bukannya takut, Luna malah tertawa melihat muka marah Jungmo. Karena kesal, Jungmo langsung meninggalkan perempuan itu yang masih tertawa, tidak dipungkiri dengan kejailan yang Luna perbuat terhadapnya membuat hari-hari Jungmo sedikit lebih berwarna.

Namun langkah Jungmo terhenti ketika Kibum berdiri dan menghadang langkahnya. "Sudah memutuskan?" tanya Jungmo dan dibalas anggukan pelan oleh Kibum.

"Sebaiknya kita bicara di tempat lain"

"Jadi apa keputusan mu?" tanya Jungmo ketika mereka berdua berhasil menemukan tempat yang cukup sepi untuk memulai perbincangan mereka.

"Aku.. aku…" Kibum sangat gugup. Keputusan ini telah ia pikirkan matang-matang, tapi tetap saja untuk mengucapkan jawabannya terlihat sangat susah.

Jungmo terlihat malas ketika Kibum belum juga menjawab "Aku tidak ingin membuang waktu untuk_

"Aku menyetujuinya!" sahut Kibum cepat.

Jungmo menaikan sebelah alisnya. Belum sepenuhnya ia percaya pada vampire berwajah manis itu. "Apa kau yakin? Beri satu alasan kenapa kau memilih menyetujuinya"

"Aku sudah muak dengan penderitaanku yang sepertinya tidak pernah berakhir. Aku ingin Siwon segera menjadi miliku tanpa ada bayang-bayang seorang Lee Sungmin"

Jungmo bertepuk tangan dan menepuk pundak Kibum pelan, "Bagus, keputusan yang sangat bagus."

.

.

.

.


-TBC-


Haiiiiii jumpa lagiiiiiii *hug satu satu*

Chapter 7 udah datang. Karena kebetulan libur jadi nyempetin buat ngetik nih. Maaf ya Cuma bisa ngasi segitu, ini otak udah mumet mikirin ujian tengah semester minggu depan xD *ditampol soal ujian* -_-

Lagi gak pingin banyak curhat ya. Oke deh… yang udah baca silahkan meninggalkan kesan dan pesan kalian di kotak reviews *ceilah bahasanya kesan dan pesan

Maaf typo(s) nya

Thanks to:
may moon 581, kiran theacyankEsa, Shywona489, kim minli 5, OvaLLea, Love Kyumin 137, Lilin Sarang Kyumin, Za KyuMin, abilhikmah, Rinda Cho Joyer, gyumin4ever, PumpkinEvil, KyuMin Heart, Lee mingma , Nuralrasyid, Kim Yong Neul, Cywelf, intan ps, melsparkyu , zagiya, GyuMin Cho, Aegyeo789

Makasi banget ya atas tanggapannya di ff abal nan absurd saya ini *hug satu satu*

Bye bye…

SEE YOU AT NEXT CHAP ^^