Title:Those Creepy Fangs special chapter – Saranghae!
Author:nanaspineapple
Pairing:Yewook
Genre:Supernatural, drama
Rating:T
Disclaimer:Kesamaan nama tokoh memang disengaja
Summary:Didatangi dan dicintai makhluk bertaring pengisap darah bukan salah satu dari cita-cita seorang Kim Ryeowook, tapi itu karena dia tidak tahu takdir macam apa yang sudah disusun untuknya.

A/n:Sebelum masuk chapter 9, sementara special chapter dulu ea, hahaha. Enjoy!


Special chapter :: Saranghae!

Sudah sekitar tiga minggu Jongwoon tinggal bersama Ryeowook. Belakangan, sikap Ryeowook pada vampirnya itu semakin lunak. Mereka terlihat seperti teman lama. Nonton tv, makan di luar, makan snack berdua. Ryeowook mengaku pada tetangganya bahwa Jongwoon adalah temannya dari Cheonan (karena Jongwoon pernah bilang kalau ia dari Cheonan sebelum jadi vampir) yang tinggal dengannya.

Tidak ada yang curiga pada pria itu, tapi yang sedikit membuat risih adalah ibu-ibu setengah baya yang langsung jatuh cinta pada tampilan fisik Jongwoon yang tampan, tinggi dan berkarisma. Berkali-kali, setiap bertemu Jongwoon, mereka menyuruh pria itu mengikuti audisi untuk menjadi idol.

Jongwoon selalu berusaha bersikap ramah pada tetangga-tetangga Ryeowook dengan meladeni, tersenyum dan menyapa mereka. Karena apartemen Ryeowook termasuk kecil, jadi hampir tidak ada keluarga yang tinggal di sana karena pasti tidak cukup. Kebanyakan wanita-wanita dan pria-pria usia 20-40 yang belum menikah dan sedang bekerja, juga remaja-remaja usia SMA dan kuliah. Kecuali tetangga sebelah Ryeowook, mungkin. Wanita itu single parent dan memiliki anak yang masih kecil. Yang merepotkan Jongwoon adalah para perempuan di sana. Mereka selalu menyapa dan menggoda Jongwoon. Pada awalnya Jongwoon tidak keberatan, tetapi lama-lama… kesal juga.

Ryeowook sendiri tidak masalah dengan semua perhatian tetangga-tetangganya pada Jongwoon karena Jongwoon tidak terlihat memusingkannya sama sekali. Jongwoon adalah seseorang yang sangat kalem sampai-sampai Ryeowook tidak pernah merasa terganggu sama sekali.

oooooooooooooo

Hari minggu pagi.

Ryeowook tidak pergi kuliah. Karena lelah dengan banyaknya laporan yang harus dibuatnya belakangan ini, ia berusaha tidak melakukan apapun dan tidak pergi kemanapun di hari libur. Hanya istirahat. Hari itu, Ryeowook menggelar bantal besarnya di lantai dan duduk di sana, menonton tv.

Sampai Jongwoon menghampirinya, memegang kedua bahunya dan menatapnya dengan sangat tajam.

"Bisa matikan tvnya?" tanya Jongwoon serius.

"Ngg… bisa. Tentu saja," jawab Ryeowook sambil menekan tombol paling atas di remotenya. "Ada apa?"

"Aku ingin bicara sesuatu denganmu."

"I…ya? Tentang apa?"

"Aku… selama ini telah menyembunyikan sesuatu darimu. Ini sedikit memalukan, tapi aku harus mengakuinya. Aku sedikit… tidak tahan karena tidak pernah mengatakan hal ini padamu. Tadinya kupikir tidak apa-apa kalau tetap jadi rahasia, tapi ternyata tidak bisa. Aku harus mengatakannya."

Saat itu, terjadi guncangan di kepala Ryeowook.

Dia merahasiakan sesuatu? Apa? Apakah dia sebenarnya salah orang? Sebenarnya yang harus dia temui di bumi ini bukan Kim Ryeowook? Apa dia sadar bahwa dia tidak mencintai Ryeowook? Selama ini dia mengambil roti milik Ryeowook tiap malam dari kulkasnya? Atau setelah Ryeowook tidur dan sebelum Ryeowook bangun, ia pergi ke klub untuk bermain dengan gadis-gadis di sana? Tapi kenapa dia malu untuk mengatakannya? Apakah Jongwoon mencium Ryeowook tiap malam? Jangan-jangan selama ini dia wanita? ….JANGAN-JANGAN DIA BUKAN VAMPIIIIIRRR?! SEMUANYA HANYA ILUSIIIII?!

Tentu saja Ryeowook tidak menanyakan semua itu. Pertanyaan-pertanyaan itu muncul begitu saja di kepalanya. Pada dasarnya Kim Ryeowook terlalu pandai membuat kemungkinan terburuk.

"Apa… itu?"

Sesaat Jongwoon terlihat ragu untuk mengatakannya. Ia menghela napas berat, matanya tak mau menatap Ryeowook. Berkali-kali ia menjilat dan menggigit bibirnya dengan gugup. Tapi pada akhirnya ia menarik napas panjang sebelum mulai bicara. "Sebenarnya… aku…"

Dua kata itu cukup membuat jantung Ryeowook berdegup semakin kencang, napasnya makin cepat, dan semakin banyak pertanyaan ngawur terbentuk di kepalanya.

Sebenarnya aku wanita? Lesbian? Botak? Memakai topeng silikon?

"Aku… aku tidak…"

Tidak suka pada Ryeowook? Tidak merasa nyaman dengan Ryeowook?

"Aku tidak… tidak bisa…"

Tidak bisa buang air? Tidak bisa menutup ritsleting celana? Oh, tapi tertutup, kok—kenapa juga Ryeowook harus melihat ke sana?!

"Aku tidak bisa baca-tulis hangul!"

Gumpalan pertanyaan di kepala Ryeowook meledak. Meledak dan bertebaran, lalu menempel di semua tempat dengan menjijikkan. Ryeowook langsung memalingkan wajah, merasa malu karena sudah berpikir yang tidak-tidak. Ia berusaha menyingkirkan gumpalan pertanyaan yang perlahan-lahan terbentuk lagi di kepalanya karena secara tidak sadar ia berusaha mengingatnya. Tapi kemudian ia membelalak kaget dan memutar kepalanya ke arah Jongwoon.

"Tunggu," katanya pendek. "Kau bilang kau tidak bisa baca-tulis hangul?"

"Iya," jawab Jongwoon mantap.

"Lalu apa yang lakukan pada bukuku?! Kau membaca novel yang sama selama tiga minggu, kupikir karena kau memang tertarik pada ceritanya?"

"Aku menganalisis bentuk, peletakkan dan kombinasinya. Tapi aku sama sekali tidak mengerti."

"Kalau tidak bisa hangul… huruf macam apa yang kau mengerti?"

"Latin. Di dunia vampir, karena vampir dari berbagai negara jadi satu, semuanya pakai bahasa inggris dan huruf latin. Saat dikirim ke sini, aku hanya diberi kemampuan untuk bicara dan mendengar saja. Tapi tidak baca-tulisnya."

Ryeowook menatap Jongwoon, lalu berdiri dan berjalan ke arah mejanya.

oooooooooooooo

Kim Jongwoon dan Kim Ryeowook, duduk di balik meja makan, bersebelahan.

Mata Jongwoon terus mengikuti goresan pulpen Ryeowook di atas kertas. Ryeowook menulis semua huruf-huruf dasar, dan semuanya sesuai dengan hasil analisis Jongwoon. Ryeowook juga menulis beberapa huruf yang bisa digabung, seperti kk, tt, pp, atau ks, nh, bs. Setelah menulis semuanya, Ryeowook memperlihatkannya pada Jongwoon.

"Ini. Ini bentuk-bentuk dasar yang perlu kau ketahui." Jongwoon melihat semuanya dan mengangguk-angguk. "Ada dua hal yang perlu diperhatikan: cara baca, kau harus perhatikan betul artikulasi, gerakan bibir dan lidahmu karena banyak kata yang pengucapannya hampir sama; dan cara menulis. Kau nggak bisa menulis hangul seenaknya, karena semuanya punya langkah masing-masing. Mengerti?"

Jongwoon mengangguk dengan kuat. "Mengerti, Kim Seonsaengnim!"

oooooooooooooo

"Kim Seonsaengnim… Kim Seonsaengnim…?"

Ryeowook membuka mata dan melihat wajah Jongwoon di depannya. Ia hanya berkedip, matanya sakit karena tiba-tiba terbuka. Ia memejamkan mata lagi, lalu menguap pelan. Jongwoon di sebelahnya, menatapnya sambil tersenyum. Tangan Jongwoon mengambil beberapa lembar kertas di atas meja dan menunjukkannya pada Ryeowook.

"Lihat, nih. Aku sudah bisa menulis semuanya. Kalau soal membaca, gampang deh. Pokoknya aku sudah menguasai tulisannya."

Ryeowook tersenyum, lalu mengangkat kepalanya. "Syukurlah, terimakasih Sejong Daewang*."

Jongwoon mengernyit. "Siapa itu?"

"Raja keempat Dinasti Joseon. Dia yang mengubah huruf hanja** jadi hangul, supaya rakyat juga bisa baca-tulis. Kalau sampai sekarang masih pakai hanja, tulisan nggak akan segampang ini. Bahkan untukmu. Tulisanmu bagus sekali, Jongwoon?"

"Masa? Aku terlalu banyak berlatih, kayaknya."

"Banyak apanya? Ini nggak sampai sepuluh lembar."

Jongwoon tersenyum sampai giginya kelihatan. "Maaf, ya. Kertasmu habis."

Dan Ryeowook melihat puluhan kertas di atas lantai berserakan. Ia menengok ke arah mejanya. 1 pak kertas 1 rim yang baru dibelinya di toko buku beberapa hari yang lalu sudah dirobek dan kosong. Ia menatap Jongwoon yang tersenyum lebar, seolah itu bukan apa-apa.

"Kamu ini apa-apaan, sih?!" teriak Ryeowook sambil berdiri dari kursinya. "Aku butuh kertas-kertas itu untuk—"

Ryeowook terdiam saat tersadar melihat kertas-kertas di lantai itu. Ternyata kertas-kertas itu disusun berdasarkan tulisan di atasnya, sa-rang-hae Kim-Ryeo-Wook. Jongwoon masih tersenyum lebar sementara Ryeowook bengong. Ryeowook menatap Jongwoon dengan tatapan bingung.

"Ini…?" tanya Ryeowook.

"Iya, aku cinta kamu, Kim Ryeowook! Tulisannya benar, kan?" Dengan wajah yang mulai merah, Ryeowook menggigit bibirnya dan memukuli lengan Jongwoon. Melihat itu, Jongwoon langsung berdiri dan tertawa. "Hahaha! Kenapa, sih? Malu, ya?"

"Jangan buang-buang kertas buat hal begini, dong! Dasar bodoh! Rapikan kertasnya!"

Tawa Jongwoon makin keras, dan selama dia merapikan kertas-kertas di lantai, berkali-kali ia terus melihat Ryeowook yang mengawasinya dengan wajah merah dan ekspresi salah tingkah.


A/n2:Iya tau ini aneh, hahaha saya juga bingung sendiri

Baru di sini Jongwoon ngaku kalo dia buta huruf hangul sama Ryeowook -_-
Cara setiap orang menyatakan cinta emang beda-beda kan ya :p
Yaa intinya, kalo Ryeowook sampe mau ngajarin Jongwoon baca-tulis kaya gini, itu artinya mereka makin akraaab, lebih akrab daripada chapter sebelumnya. Lah chapter setelah ini gimana? Yaa tunggu aja keles :pp

catatan:
*Daewang:Raja Agung
**hanja:hurup kanji yang dipake di Cina. Gamungkin gatau lahyaaw~

Oiya, pertanyaan di review chapter kemaren bales sini aja ya

Q:Author udah mulai suka EXO? Nanti berpaling gak? Soalnya banyak ELF yang berubah haluan ke EXO. (lho ini kan pertanyaan pribadi? Haha bodo xD)
A:Saya ini… pada dasarnya fans SM. Jadi cinta saya terbagi hampir ratalah sama idol group di agensi itu. Kalo disuruh jujur juga, sih… saya lebih suka TVXQ daripada Suju, tapi sekali lagi saya fans SM dan kebetulan waktu EXO baru debut saya gak ngikutin, sekarang aja baru mulai cari-cari tau. Karena EXO juga family di SM, kalo saya gak ngerti rasanya kurang aja. Emang sih Suju lagi agak down karena leader dan lead vocalnya lagi ga ada, tapi saya yakin sekembalinya mereka Suju akan jaya lagi, sebagaimana TVXQ dulu :) tapi yang jadi masalah sekarang kan Yewook lagi cuti nih karena abang Yesungnya lagi pergi, jadi sekarang saya nikung ke Kaisoo dulu hehe :p (kok jadi ke situ)

Q:Yesung kan lama gak minum darah, kok masih seger?
A:Wah, tolong baca ceritanya lebih teliti, ya. Saya sadar kok saya membuat segala yang mudah jadi ribet di cerita ini hahaha. Singkatnya gini, sumber kekuatan vampir itu ada dua, darah sama anggur hitam. Anggur hitam ini bahaya kalo dimakan langsung, jadi diproses jadi black wine biar lebih mudah dikonsumsi. Tapi tau sendiri kan yaaa kalo Yesung tu gabisa minum alkohol, dan dia gamau darah manusia selain Ryeowook, jadi kepaksa deh minum anggur hitam. Lengkapnya silakan lihat bagian akhir chapter 2… atau tunggu chapter depan :p

Q:Eunhyuk tu vampir bukan?
A:Bukan-_- pokoknya kalau ada yang emang vampir, itu pasti akan terbongkar, tapi kalo Hyuk dari awal udah saya tetapin bukan vampir. Saya kurang tau juga sih ini orang bakal muncul atau enggak di cerita hahaha

Q:Kibum di sini Kibum SJ atau SHINee?
A:Hayo, ini ada di A/n chapter 3, makanya A/n nya dibaca atuh si eneng… hahaha. Di sini saya pake Kibum SHINee :D

Yaudah gitu aja QA nya hahaha (padahal banyak banget)

Makasih buat yang udah nyempetin baca, terutama yang nyempetin review :B