"Red and White"

written by

mypreciousangel

.

Kuroko no Basuke

belongs to

Tadatoshi Fujimaki

.

Pair : Akashi Seijuurou x Mashiro Miharu (OC)

.

.

Happy Reading

.

.

Kagami Taiga berjalan dengan gusar. Berulang kali cowok berambut merah kehitaman itu masuk ke rental PS atau toko buku demi mencari sosok gadis berambut putih yang sering membuatnya kesal. Namun hasilnya nihil. Kagami mengerang kesal.

"Argh! Dimana sih gadis itu? Sudah tahu jam delapan malam dia sudah harus berada di Restoran Lumiere, sekarang dia malah menghilang entah kemana! Benar-benar!" gerutu Kagami geram.

Ah, ya, benar. Kagami saat ini sedang mencari Haru atas permintaan Mashiro Reishi karena wanita itu tak kunjung menemukan putrinya. Bukan rahasia lagi kalau Mashiro Miharu sering menghilang entah kemana, lalu muncul secara tiba-tiba tanpa tampang dosa. Dari dulu gadis itu memang sudah sering kabur dari rumah dan nampaknya kebiasaan itu terbawa hingga dewasa. Makanya, jika ada acara yang tidak disukainya atau dia sedang ngambek, maka jangan harap bisa menemukan Haru di rumahnya atau tempat yang gampang ditemukan. Gadis itu pasti pergi ke tempat-tempat yang agaknya tidak terpikirkan dan jauh. Haru malah pernah nekat pergi ke Hokkaido karena ngambek pada kakaknya.

Salah satu orang yang sering kena getah akibat perbuatan Haru adalah Kagami. Kagami dan Haru sudah berteman sejak kecil sehingga Kouichi dan Reishi memercayakan Haru pada Kagami. Jadi kalau Haru kabur, maka yang akan dicecar untuk mencari Haru ya, Kagami. Entah Kagami harus dibilang sial atau apa.

"Haru teme! Awas saja kalau ketemu!" geram Kagami.

"Kalau ketemu kenapa?"

"HU-HUWWAAAA! HARU!" Kagami terlonjak kaget dengan kemunculan Haru yang tiba-tiba. "BISAKAH KAU MUNCUL DENGAN SEDIKIT NORMAL?!"

"Aku tidak tuli, nggak usah berteriak, Kagamine," dengus Haru. "Aku sudah mencolek punggungmu sejak tadi, tapi kau tidak menoleh juga. Dasar kulit badak."

"Apa katamu- teme!"

"Sudahlah. Maaf kalau kau mencariku, aku habis dari Mayuyu. Jadi ada masalah apa kau mencariku?" tanya Haru.

"Ada masalah apa katamu?! Kau tahu kan kalau kau sudah harus ada di Restoran Lumiere pada jam delapan tepat untuk bertemu dengan tunanganmu itu?"

"Aku tahu."

"Lalu? Kau harus segera berangkat sekarang kalau tidak mau terlambat, Haru. Perjalanan dari Tokyo menuju Kyoto butuh waktu empat jam. Sekarang sudah jam- astaga! Jam enam sore! Mustahil kau bisa datang tepat waktu, Haru!" Kagami geleng-geleng kepala.

Haru memutar bola matanya jengah. "You don't have to worry, Kagamine. Aku kesana diantar Mayuyu. Kau tahu kan bagaimana Mayuyu kalau sudah mengendarai motor?"

"Kau mau ke Kyoto atau ke surga, Haru?" tanya Kagami sambil terperangah. Sungguh, gadis di hadapannya ini gila. Kagami dan dia tahu bagaimana cara seorang Mayuzumi Chihiro mengendarai motor. Benar-benar seperti setan.

"Ke Kyoto, tentu saja. Then, heaven? Oh, please, I don't want to die yet. Lagipula belum tentu kalau mati aku bakal masuk surga. Bisa saja saat mati aku bakal dikirim ke loker Davy Jones dan disiksa disana."

"Kalau kau belum mau mati lalu kenapa kau mau-maunya ke Kyoto bersama Mayuzumi, Haru?"

Haru mengendikkan bahu. "Entahlah. Supaya cepat sampai, mungkin? Aku tidak mau diceramahi oleh si tua itu."

"~"~ Red and White ~"~"

Yang barusan kuceritakan itu adalah apa yang terjadi sebelum Haru datang ke Restoran Lumiere untuk memperjelas saja. Sekarang, kita kembali ke Restoran Lumiere.

Saat itu, Seishirou sedang asyik berbincang dengan Kouichi dan Reishi mengenai pertunangan anak mereka. Sementara Seijuurou, ia sama sekali tidak ambil peran dalam pembicaraan, sama halnya dengan Haru. Cowok berambut merah itu malas mendengarkan pembicaraan kedua orang tua mereka. Paling isinya hanya mengenai bisnis dan keuntungan yang diraih dengan pertunangan kedua anak mereka. Kalau Haru, gadis itu malah asyik memainkan PSPnya tanpa peduli terhadap sekitarnya.

"Ah, Seijuurou, Miharu, kenapa kalian tidak mengobrol?" tegur Reishi yang menyadari kedua anak itu sama sekali tidak berkomunikasi.

"Saya bingung harus mengobrolkan apa, Reishi-san," jawab Seijuurou sopan sambil melirik Haru yang nampaknya tidak menyadari panggilan Reishi dan masih serius berkutat dengan PSPnya.

"Miharu!" panggil Reishi agak keras, nadanya terdengar kesal.

"Huh? Ada apa, Kaa-san?" tanya Haru, sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari layar PSP. "Sebentar," gumam Haru, lebih terkesan bergumam pada dirinya sendiri. "Bos level ini sulit sekali dikalahkan. Ah, sial. Amour-ku hampir habis."

"Mashiro Miharu!" Kali ini Reishi memanggil nama panjang Haru, menandakan kalau wanita berusia empat puluh tahun itu sedang kesal. "Kuperintahkan kau untuk mengalihkan pandanganmu dari PSP itu!"

"Hahh, baiklah," Haru mengalah. Ia mem-pause game-nya, lalu menatap Reishi. "Lalu?"

"Mengobrolah dengan Seijuurou, Miharu. Kalian adalah tunangan, jadi harus akrab, bukan?"

"I know, I know. I'll talk to him as you want, Mom," kata Haru mengalah dengan pelafalan Inggris yang sempurna tanpa terpengaruh aksen Jepang. Seijuurou agak terkejut untuk ini.

Reishi tersenyum atas tanggapan putrinya. Ia kembali melanjutkan perbincangannya dengan Seishirou dan Kouichi.

"Well..." Haru memulai pembicaraan, menatap Seijuurou dengan tatapan agak malas. "Kita mulai pembicaraan ini dari mana?"

"Entah. Kau mungkin punya gagasan. Wanita biasanya senang bergosip."

Mendapat respon yang dingin dari Seijuurou, Haru merengut. "Kita bukan mau bergosip disini, kita mau mengobrol. Oh, tapi terserah kalau kau mau bergosip. Mungkin kau tipe remaja yang senang menguping pembicaraan ibu-ibu tetangga mengenai suami si anu, selingkuhan si A, dan semacamnya."

Seijuurou melotot pada Haru. Sial! Apa barusan gadis ini mengejeknya? Kurang ajar sekali kalau begitu. Seijuurou harus memberinya pelajaran.

"Kurasa kau yang lebih cocok seperti itu," kata Seijuurou.

"Masa? Sayangnya aku tidak punya tetangga ibu-ibu yang senang menggosip," balas Haru, tidak terpengaruh dengan perkataan Seijuurou. "Mungkin kau yang punya? Biasanya yang menuduh sebenarnya yang melakukan."

"Jaga omonganmu, Mashiro Miharu," desis Seijuurou tajam.

"Terserah," jawab Haru santai, ia melirik Reishi, kemudian mengeluarkan PSP-nya dan menyalakannya. "Ah, sudahlah. Ngobrol denganmu tidak asyik. Lebih baik aku melanjutkan gameku yang sempat tertunda."

CTIK!

Seijuurou bagai disulut amarah mendengar perkataan Haru yang jelas-jelas meremehkannya.

"Apa katamu?" desis Seijuurou dengan nada berbahaya. "Kau meremehkanku?"

"Aku tidak bilang begitu. Aku cuma bilang kalau ngobrol denganmu itu tidak asyik. Dasar, kau itu terlalu percaya diri."

Mulai detik ini, Seijuurou tahu kalau ia sangat, sangat membenci gadis di hadapannya. Haru benar-benar berbeda jauh dari Tetsuya-nya yang sopan dan lembut juga perhatian meskipun wajahnya datar. Haru itu tipe gadis yang paling dibenci Seijuurou. Serampangan, cuek, tidak sopan, dan meremehkan dirinya. Sial sekali Seijuurou harus bertunangan dengan Haru dan kemungkinan besar mereka akan menikah. Seijuurou jijik membayangkan dia harus menikah dengan Haru. Seijuurou tidak terima, dan bukan Akashi Seijuurou namanya kalau tidak punya rencana untuk membatalkan pertunangan mereka.

"Oh, itu ide yang bagus, Reishi-san," ucap Seishirou sambil tersenyum. "Kurasa Seijuurou dan Miharu pun akan menyukainya."

"Menyukai apa?" tanya Seijuurou.

Reishi yang menjawab dengan nada riang.

"Jadi sudah kami putuskan, kalau mulai hari ini Miharu akan tinggal di kediaman Akashi!"

Haru menjatuhkan PSP-nya, dan Seijuurou nyaris tersedak saat mendengarnya.

Oh, ini mimpi buruk!

tsu-zu-ku


Hai, ketemu lagi dengan Angel.

Maaf kalau chapter dua-nya pendek. Sengaja Angel putus sampe disini aja biar... um, readers sekalian penasaran, mungkin? *nggak mungkin* Sekalian, kalau Angel panjangin lagi, Angel nggak akan bisa update hari ini atau besok, sementara Angel mau izin dari Senin sampai Jum'at, Angel nggak bisa update karena harus UTS. Mohon dimaklumi ya, minna-san.

Oh iya, Angel mau bales reviewnya.

Niechan Seicchi : Ah, terima kasih, Niechan. Angel senang. Ini sudah dilanjut ^^

Juvia Hanaka : Terima kasih, Juvia-san. Ah, kenapa nggak coba mengetik aja?

katty : Terima kasih, Katty-san. Ahaha, Akashi memang mempesona sih ^^

Lovely merz : Terima kasih, um, Merz-san? *bolehkah Angel panggil begitu?* Syukurlah kalau Merz-san suka dengan fict ini, Angel senang sekali. Usulannya bagus lho, Merz-san. Akan Angel pikirkan.

Well, akhir kata, terima kasih buat semuanya yang udah baca, review, fave ataupun follow. Angel mohon maaf kalau chapter dua ini banyak kekurangannya.

With love,

Angel