Main Cast :
Cho Kyuhyun (B)
Lee Sungmin (G)
Kim Ryeowook (G)
Genre :
Romance
...
Ryeowook menyukai Kyuhyun sang idola sekolah. Namun Kyuhyun menolaknya mentah-mentah. Sungmin sebagai sahabat Ryeowook tidak terima dan melabrak Kyu. Namun suatu kejadian membawa Sungmin dan Kyu tinggal dalam satu kamar sewa. Apa jadinya jika Sungmin perlahan jatuh cinta dengan Kyu? Bagaimana dengan sahabatnya Ryeowook?
...
Life Together
(Chap 2)
.
.
.
.
Hari itu juga Kyuhyun memutuskan untuk pindah ke kamar Sungmin. Walaupun gadis itu sudah merengek menolak, Kyuhyun tetap bersikeras ingin menumpang dikamar Sungmin. Dengan alasan keadaan ini terjadi karena semua kesalahan Sungmin, Kyuhyun tentu saja memenangkan pertarungannya dengan Sungmin yang menolak keras untuk menampungnya.
Srek..srekk..
Dengan langkah yang terseok-seok Sungmin perlahan mengangkat kardus dengan ukuran lumayan besar sekaligus menggendong tas ransel yang berisi pakaian Kyuhyun menuju kamar sewanya.
"Tak bisakah kau membantuku? Ini semua kan barang-barangmu!". Geram Sungmin.
Kyuhyun dengan wajah (pura-pura) memelas memegangi tangannya yang berbalut kain perban, mengisyaratkan kalau ia tak akan mungkin mampu mengangkat beban berat untuk sementara ini.
Sungmin mendengus jengkel melihat tatapan Kyuhyun yang pura-pura menderita. "Arraseo! Menyebalkan".
Cklek
Sungmin membuka pintu kamarnya dengan susah payah lalu melebarkan pintunya. "Silahkan ma..". Belum selesai Sungmin mempersilahkan Kyuhyun, lelaki itu sudah menerobos masuk tanpa tau sopan santun.
Mata Kyuhyun mengitari setiap sudut kamar Sungmin yang sangat rapih khas perempuan. Beda sekali dengan kamarnya yang berantakan walaupun wajar sih dia kan baru saja pindah. Wangi lavender juga menyeruak menggelitik hidung Kyuhyun entah sumber wanginya dari mana. Pintu balkon yang terbuka, sedikit membuat Kyuhyun penasaran. Perlahan Kyuhyun berjalan menuju balkon dan membuka pintunya lebar-lebar.
Sungmin yang sejak tadi masih sibuk menurunkan kardus dan beberapa barang Kyuhyun tiba-tiba saja berlarian menuju balkon mendahului Kyuhyun dan mencabut sesuatu dari jemuran yang tergantung diluar sana.
"Kau tak melihatnya kan?". Tanya Sungmin panik sembari menyembunyikan sesuatu yang tadi ia cabut di jemuran.
"Aku mau mandi". Jawab Kyuhyun tak peduli dengan pertanyaan Sungmin tadi.
Sungmin menghembuskan nafas lega lalu beranjak menuju lemari pakaiannya dan menaruh benda yang tadi disembunyikannya.
"Celana dalam merah berbintik-bintik". Ujar Kyuhyun lalu menepuk-nepuk pelan bahu Sungmin yang tengah menutup lemari pakaiannya.
Wajah gadis itu memerah menahan malu luar biasa. "Cho Kyuhyun sialan!".
oOoOo
Sekarang Sungmin tengah sibuk memasak untuk makan malamnya dengan Kyuhyun. Kali ini ia harus menambah porsi masakannya karena keberadaan tiba-tiba Kyuhyun di kamarnya. Persediaan bahan makanan untuk dua hari pun rela ia pakai untuk dimasak malam ini. Terpaksa, mau gimana lagi? Ia juga harus bertanggung jawab karena ulahnya lah kamar sewa Kyuhyun hampir dilalap api.
Sementara Sungmin memasak makan malam, Kyuhyun masih berada di kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya tentu saja. Beberapa kali Sungmin menoleh ke arah pintu kamar mandi dengan was-was. Entah apa yang ia khawatirkan dari tadi.
Cklek
Pintu kamar mandi terbuka perlahan pertanda Kyuhyun sudah selesai dengan ritual mandi nya. Sungmin buru-buru berpura-pura sedang sibuk memasak dan mengacuhkan Kyuhyun. Hampir saja gadis itu ketahuan sedang memperhatikan pintu kamar mandi. Bisa habis di cap mesum oleh Kyuhyun kalau sampai kepergok.
"Makan malam sudah si….YA!". Sungmin yang tengah memegang panci berisi sup miso hampir saja menumpahkannya karena terkejut melihat Kyuhyun yang lagi-lagi tak berpakaian dihadapannya.
"Kenapa kau senang sekali topless sih! Cepat pakai bajumu bodoh!". Refleks ia memejamkan matanya dan menunduk mengalihkan pandangan dari Kyuhyun.
"Tidak masalah kan tidak berpakaian di kamar sendiri". Ucap Kyuhyun cuek.
"Tentu saja masalah! Aku kan perempuan!". Bentak Sungmin garang.
"Kau saja yang berpikiran bukan-bukan". Jawab Kyuhyun santai lalu mengambil t-shirt dan memakainya dihadapan Sungmin yang tengah mengalihkan pandangannya.
"Ada aturannya untuk tinggal bersama bodoh! Dan penampilanmu yang seperti itu membuatku tidak nyaman! Lagi pu...".
"Enak".
Sungmin berhenti berbicara ketika Kyuhyun tiba-tiba memotong kalimatnya.
Mata kyuhyun terbuka lebar ketika ia mencicipi sedikit ayam asam manis yang sudah tersaji di atas meja makan kecil ditengah ruangan. Sungmin yang tengah mengomel itu pun terdiam menatap Kyuhyun yang dengan semangatnya menyantap hidangan sederhana yang dimasak olehnya. Baru kali ini sungmin melihat orang lain begitu semangat menyantap masakannya.
Sungmin pun mendekati meja makan kecil itu lalu menaruh panci berisi sup miso yang sedari tadi di pegangnya.
"Ini...makanlah sup nya juga agar kau cepat pulih dan tak menyusahkanku lagi".
Kyuhyun mengangguk cepat lalu menyendokkan sup nya ke mangkuk kecil di sebelahnya.
Kedua mata Kyuhyun kembali berbinar ketika ia menyendokkan kuah supnya dan merasakan hangatnya kuah itu meluncur ditenggorokannya .
"Woah! Kau benar-benar pandai memasak ya? Ini enak sekali!".
Sontak pipi Sungmin pun memerah karena pujian Kyuhyun. Maklumlah baru kali ini masakannya begitu di agung-agungkan sedemikian rupa.
oOoOo
Setelah menghabiskan seluruh makan malamnya dengan lahap, Kyuhyun dan Sungmin bersiap-siap untuk tidur untuk pertama kalinya dalam satu ruangan.
Sebelumnya Sungmin sudah memisahkan area tempat tidurnya dengan Kyuhyun. Walau keduanya terlihat saling membenci satu sama lain, tapi setan kan selalu berada disekeliling manusia, jadi tetap harus antisipasi kan?
"Kau tidur disana". Tunjuk Sungmin ke arah pojok kamar menghadap tembok. "...dan aku disini". Sungmin kali ini menunjuk area tempat tidurnya di dekat meja belajarnya.
Kyuhyun hanya mengangguk tanpa mengalihkan matanya dari PSP yang tengah di genggamnya.
"Dasar maniak! Apa bagusnya namja begitu, semua orang sudah tertipu oleh luarnya saja!". Protes Sungmin seraya bergegas menuju kamar mandi untuk mengganti pakaiannya menjadi piyama.
Begitu Sungmin selesai mengganti pakaiannya ia melotot marah ketika melihat Kyuhyun dengan enaknya tidur diatas kasurnya. Padahal Sungmin sudah menggelarkan kasur futon milik Kyuhyun.
"YA! Aissshhh, pindah dari kasurku!".
Sungmin menendang kaki Kyuhyun tak peduli kalau kakinya itu tengah terkilir. Namun lelaki itu tak bergeming sama sekali dan tetap meringkuk nyaman di atas kasurnya.
"Ku bilang pindah Cho Kyuhyun! Apa kau tuli?". Kali ini bokong Kyuhyun lah yang jadi sasaran Sungmin. Bertubi-tubi ia layangkan kakinya ke arah bokong Kyuhyun. Karena tak juga mempan, akhirnya Sungmin mencoba menarik kasurnya tapi ternyata percuma karena badan Kyuhyun berat sekali.
Dan akhirnya Sungmin menyerah dan membiarkan Kyuhyun tidur dikasurnya. "Hanya untuk malam ini saja Cho! Pabo!".
Kyuhyun hanya menahan tawa dibalik selimutnya.
oOoOo
Pagi menjelang mengganti malam yang gelap dan sunyi. Sungmin dan Kyuhyun masih terlelap dalam mimpi padahal matahari sudah menyala-nyala diluar sana. Mungkin terlalu lelah karena kejadian berat kemarin hingga suara alarm berbunyi sejak lima belas menit yang lalu pun tak terdengar oleh mereka.
"Eunggh..".
Suara alarm yang semakin keras dari ponsel Sungmin mengusik tidur nyenyak gadis itu.
Perlahan ia tersadar dan membuka matanya pelan karena hangatnya sinar matahari yang menyinari wajahnya.
"Emmhh...jam ber...KYAAA! APA YANG KAU LAKUKAN DISINI?!"
Suara keras Sungmin bergema di kamarnya. Suara kicauan burung diluar pun kalah keras dengan teriakan Sungmin barusan.
"KENAPA KAU TIDUR DI SAMPINGKU!".
Sungmin susah payah melepaskan pelukan Kyuhyun yang melingkar di atas tubuhnya. Mata gadis itu sudah hampir keluar karena kaget ketika bangun melihat Kyuhyun disampingnya tengah memeluk tubuhnya. Sedangkan Kyuhyun kembali tidur tak peduli walau tubuhnya digulingkan kasar oleh Sungmin.
Gadis itu memeriksa pakaian tidurnya dan ia bernafas lega karena pakaiannya masih utuh terkancing begitupun celananya.
"Omona! Sudah jam 7 lewat!".
Sungmin pun cepat meraih seragamnya yang tergantung di depan lemari pakaiannya dan berlarian ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya secepat kilat.
Tak kurang dari sepuluh menit ia telah siap dengan seragamnya. Namun ia terkejut ketika melihat Kyuhyun masih asik meringkuk dibawah selimutnya.
"YA! Kau akan terlambat! Cepat bangun!". Sungmin memukul bokong Kyuhyun keras-keras agar lelaki itu terbangun dari tidurnya.
Kyuhyun hanya menggumam dan merapatkan selimutnya erat. "YA! Aku tau kau itu murid pintar, tapi...engg...tapi...pokonya kau harus bangun sekarang!". Kali ini Sungmin menghujam tubuh Kyuhyun dengan bantal.
"YA! Aku akan melewatkan jam pelajaran pertama! Kalau kau mau pergi, pergi saja! Tak usah menggangguku!". Bentak Kyuhyun seraya membenamkan wajahnya kembali ke bantal empuk miliknya. Ia kembali tertidur dengan damai (?).
Sungmin mendengus kesal lalu pergi meninggalkan Kyuhyun. "Mentang-mentang ia murid terpintar, sikapnya jadi seenaknya begitu!".
oOoOo
Tepat setelah bel tanda masuk selesai berdering, Sungmin sampai di depan gerbang sekolah dengan peluh yang bercucuran dan nafas yang tersengal-sengal karena berlari. Di depan gerbang sekolah Shin songsaeng sudah menepuk-nepuk tongkat rotannya dengan wajah yang garang, Sungmin pun mengucap syukur beberapa kali karena ia terbebas dari hukuman kejam Shin songsaeng.
Sesampainya dikelas Sungmin mendapati kelasnya masih gaduh pertanda guru belum masuk.
"Minnie! Kenapa baru datang?". Ryeowook yang menyadari kehadiran Sungmin tampak heran ketika mendapati sahabatnya itu terlihat berkeringat di pagi hari yang cukup dingin ini.
"Hampir saja aku terlambat. Huh! Aku capek sekali berlari". Keluh Sungmin lalu mendudukan diri dengan lemah di kursinya.
"Tak biasanya kau terlambat separah ini. Apa terjadi sesuatu?". Tanya Ryeowook penasaran. Pasalnya, seterlambat-terlambatnya Sungmin datang ke sekolah, jarang sekali ia sampai melewati bel tanda masuk.
Mendengar pertanyaan Ryeowook barusan membuat Sungmin sedikit terlonjak kaget. Ia jadi mengingat keberadaan Kyuhyun di kamarnya. Ia tak mungkin menceritakan kalau Kyuhyun selama sebulan kedepan akan tinggal bersamanya kepada Ryeowook kan? Dirinya tak mau menyakiti hati Ryeowook yang bisa saja cemburu kalau tau Kyuhyun berada satu atap dengannya. Walau begitu, Sungmin juga tak tega membohongi Ryeowook, tapi...mau bagaimana lagi. Lagi pula, Sungmin dan Kyuhyun sudah saling berjanji akan merahasiakan kepada siapapun perihal tinggal bersama itu.
Ryeowook makin heran ketika melihat Sungmin malah melamun dan tidak menanggapi pertanyaannya.
"Hei, apa ada sesuatu yang serius di rumahmu tadi pagi?". Tanya Ryeowook lagi, kali ini ia mengguncangkan tubuh Sungmin pelan.
"Eh? A..anio...aku...aku lupa memasang alarm, ya...makannya jadi terlambat. Lalu aku juga harus menjemur pakaian sebelum berangkat. Ha ha kau tau lah sulitnya tinggal sendirian". Ucap Sungmin berbohong. Ia pun berkali-kali meminta maaf kepada Ryeowook didalam hatinya dan tentu saja percuma karena sahabatnya itu tak mungkin bisa mendengarnya.
Ryeowook mengangguk paham akan kesulitan Sungmin yang tinggal seorang diri. "Oh...ya ampun Min, mau ku bantu membereskan rumahmu atau melakukan sesuatu? Nanti sepulang se...".
"Ah...ti-tidak usah Wook, ha ha ha. Aku tidak mau merepotkan. Lagi pula, bukankah nanti sepulang sekolah kau harus mengajar?".
Walau Ryeowook masih di bangku SMA, berkat kepintarannya ia mencoba menjadi guru privat. Selain karena ia memilik otak yang lumayan cerdas, ia juga ingin belajar untuk menjadi guru, karena itu memang cita-citanya.
"Ah...kau benar, hari ini aku harus mengajar di dua tempat. Maafkan aku ya, jadi tak bisa membantumu". Ujar Ryeowook tak enak hati karena tidak bisa membantu Sungmin.
"Gwenchana~ tak perlu merasa bersalah begitu".
Ketika mereka tengah asik mengobrol tiba-tiba saja Han songsaengnim masuk kedalam kelas dan menghentikan segala kegaduhan yang terjadi. Seluruh murid berebut jalan menuju tempat duduknya.
"Maaf saya sedikit terlambat. Mari kita mulai pelajaran fisika untuk hari ini".
Dan sebagian murid pun tiba-tiba melemah karena pelajaran membosankan telah dimulai mengisi pagi yang dingin.
Tak terkecuali Sungmin yang notabene sangat membenci pelajaran eksak. Apalagi dengan pelajaran yang bernama fi-si-ka, musuh terbesarnya.
"Minggu lalu kita sudah membahas tentang bab induksi elektromagnetik. Kali ini saya akan memperkenalkan kalian tentang pemantulan, pembiasan dan interfensi yang menjadi bab akhir di semester ini".
Sungmin beberapa kali menguap dan melirik kearah jendela bosan. Beda sekali dengan Ryeowook yang ada di depannya. Ia tampak serius memperhatikan penjelasan Han songsaeng dan mengangguk-ngangguk kecil. Baginya, fisika adalah sebuah pelajaran yang membuatnya penasaran hingga tak mampu untuk tidur. Sungmin sampai heran ketika pernah suatu kali Ryeowook datang ke sekolah dengan mata bengkak kurang tidur karena mengerjakan tugas hingga subuh. Terlalu manik menurut Sungmin.
Tiga puluh menit pun berlalu begitu lama bagi Sungmin. Sudah beberapa kali ia terkantuk-kantuk diatas mejanya karena bosan dan tak berminat sama sekali memperhatikan pelajaran Han songsaeng.
Sungmin pun sedikit meregangkan otot tubuhnya untuk menghilangkan rasa kantuk. Lalu tak sengaja ia melirik kearah jendela yang tepat menghadap lapangan basket. Ia melihat murid-murid kelas Kyuhyun tengah berolah raga disana.
Sungmin pun mencari sosok Kyuhyun dan betapa terkejutnya ia ketika melihat Kyuhyun tengah berlarian mendribbel bola basket dengan cekatan.
"Sejak kapan dia sembuh? Sialan, aku ditipu olehnya!".
oOoOo
Dering bel jam istirahat berdering nyaring membuat semangat para murid berpacu. Koridor ditiap lantai gedung sekolah itu pun mendadak ramai karena seluruh murid berbondong-bondong menuju kantin untuk mengisi perutnya yang lapar.
"Aku mau makan bibimbap dua porsi kali ini! Aku lapar sekali".
"Hyukkie, kau ini seorang gadis atau pe-sumo sih? Makanmu banyak sekali".
Tawa Sungmin dan Ryeowook pun meledak ketika melihat percakapan antara Eunhyuk dan Donghae sang kekasih. Mereka bedua adalah sepasang kekasih yang terkenal sering sekali adu mulut tapi tetap keep romantic yang kadang tak mengenal tempat.
"Sungmin, Wookie mau ikut kami bergabung ke kantin?" Tawar Eunhyuk mengacuhkan Donghae.
Kompak keduanya mengangguk dan merangkul Eunhyuk bersamaan. Mereka bertiga pun jalan beriringan meninggalkan Donghae.
Walaupun bukan sahabat dekat, Eunhyuk dan Donghae sering sekali menghabiskan waktu bermain dengan Sungmin dan Ryeowook.
"Wookie, kau tampaknya sudah tidak sedih lagi karena Kyuhyun? Kau sudah tidak merasa sakit hati lagi?". Tanya Eunhyuk penasaran.
"Aku tidak sakit hati karena Kyuhyun menolakku. Tapi aku masih tetap menyukainya, he he he cinta pertama memang susah dilupakan kan?".
Eunhyuk dan Sungmin mengangguk setuju. Walaupun sebenarnya Sungmin sendiri belum menemukan cinta pertamanya sampai detik ini.
"Lebih baik kau cari lelaki lain saja Wook, jangan terus mengharapkan Kyuhyun". Kata Eunhyuk sang pakar cinta memberi nasihat.
"Setuju! Lagipula apa bagusnya sih Kyuhyun". Ucap Sungmin. "Kau itu terlalu baik untuk Kyuhyun". Tambah Sungmin.
Saat mereka tengah asik mengobrol sembari berjalan menuju kantin. Dari arah berlawanan muncul Kyuhyun yang tengah berjalan dengan santai.
"Woah! Ada Kyuhyun". Ryeowook pun tampak tersipu melihat Kyuhyun yang berjalan ke arah mereka bertiga.
Ragu-ragu Ryeowook untuk menyapa Kyuhyun. Walaupun sudah ditolak mentah-mentah tapi rasa kagumnya dengan Kyuhyun seakan tak pernah luntur sama sekali.
Ketika Kyuhyun semakin dekat kearah mereka bertiga, Sungmin pun menutupi wajahnya dengan tangan agar Kyuhyun tak melihat dirinya.
"Hai".
Ryeowook pun terkejut ketika Kyuhyun berhenti dihadapannya dan menyapanya duluan.
"A...annyeong Kyuhyun-ssi".
"Bukan kau. Tapi dia". Kyuhyun pun menunjuk kearah Sungmin yang berada di belakang Eunhyuk sembari menutupi wajahnya.
Merasa terpanggil, Sungmin pun menurunkan tangannya dan terkekeh kecil.
"Ini...kunci rumahmu. Kau lu...".
Sungmin terkejut melihat kunci rumahnya berada ditangan Kyuhyun. Ia pun buru-buru mendorong tubuh Kyuhyun menjauh dari kedua temannya itu.
"Bodoh! Kenapa kau terang-terangan begitu sih! Kau mau kita ketauan?". Bisik Sungmin jengkel.
Kyuhyun hanya mendelik tak peduli. Ia mau mengerjai Sungmin karena tadi pagi telah menendang bokong dan melemparkan bantal kearah tubuhnya.
"Kembalikan kuncinya!". Sungmin pun menggapai kunci yang berada ditangan Kyuhyun.
Namun dengan sigap Kyuhyun menjauhkan tangannya dari jangkauan Sungmin. "Ya! Jangan main-main!".
"Coba ambil kalau kau mampu." Kyuhyun sengaja mengangkat tangannya tinggi-tinggi agar Sungmin melompat-lompat dihadapannya. "Dasar pendek". Kyuhyun pun tertawa kecil dengan puas.
Tiba-tiba saja Kyuhyun menarik tubuh Sungmin menuju pojokkan koridor yang sepi dan tak terlihat oleh kedua teman Sungmin.
Kyuhyun menyudutkan tubuh Sungmin ke tembok dan merapatkan tubuhnya ke arah gadis itu.
Sungmin tampak gugup karena melihat Kyuhyun dari dekat untuk kedua kalinya. Jarak antara wajahnya dengan Kyuhyun pun sangat sempit, hembusan nafas Kyuhyun terasa menggelitik hidungnya.
"Ucapkan terima kasih, dan kau akan mendapat kuncinya".
Sungmin menatap Kyuhyun geram. "Kenapa aku harus melakukan itu. Cepat kembalikan atau ku tendang perutmu".
"Baiklah kalau begitu. Kau tidak akan mendapat kuncinya dan temanmu akan curiga".
Sungmin melotot kearah Kyuhyun. Dan dengan terpaksa menuruti kemauan lelaki angkuh didepannya itu.
"Gomawo". Ucap Sungmin cepat dan dengan suara kecil.
"Apa? Aku tak mendengarnya". Kyuhyun pura-pura tak mendengar ucapan terima kasih Sungmin barusan.
"Ck. Go-ma-wo! Puas?".
Kyuhyun hanya tertawa puas melihat wajah kesal Sungmin. Rasanya mengerjai Sungmin membuat Kyuhyun ketagihan.
"Sudah puas tertawanya? Dan oh ya, sejak kapan kakimu sembuh ha? Kau menipuku ya?".
Kyuhyun berhenti tertawa dan menjauhkan tubuhnya dari Sungmin.
"Aku sudah sembuh itu bukan urusanmu kan?".
"Tentu saja urusanku! Kau sudah menipuku dengan trik lukamu itu". Sungmin melihat dahi Kyuhyun yang masih di tempeli plaster "Dan kau tak usah berpura-pura masih memakai plaster!". Dengan kasar Sungmin mencabut plaster yang ada di dahi Kyuhyun.
"AW! Itu beneran masih belum sembuh bodoh!". Kyuhyun pun meringis perih ketika lukanya sedikit tertarik karena plasternya dicabut paksa.
"A...a...mianhae. Kau sih tukang tipu! Aku mana tau itu beneran masih luka". Jawab Sungmin membela diri.
"Dasar bodoh. Ini kuncimu!". Kyuhyun pun berlari menuju UKS untuk memplester kembali lukanya.
"Rasakan!".
Tak jauh dari tempat Kyuhyun dan Sungmin. Ryeowook dan Eunhyuk tampak sangat heran melihat keakraban Kyuhyun dan Sungmin yang tak disangka-sangka itu.
"Ayo kita susul Sungmin. Jangan-jangan Kyuhyun diapa-apakan olehnya". Eunhyuk pun mengangguk setuju dengan ucapan Ryeowook. Bukannya khawatir dengan keadaan temannya mereka malah lebih takut Kyuhyun yang diapa-apakan oleh Sungmin.
"Kau tidak menghajar Kyuhyun kan Min?". Tanya Eunhyuk khawatir ketika mendapati Sungmin sendirian di pojokkan tanpa Kyuhyun.
"Ya! Kalian malah mengkhawatirkan namja jelek itu?".
"A-anio...kami pikir kau balas dendam kepada Kyuhyun karena kejadian kemarin". Jawab Ryeowook. "Lagipula, kenapa kunci rumahmu bisa ada di tangan Kyuhyun, Min?"
Sungmin mendadak bingung menjawab pertanyaan Ryeowook. Dengan cepat Sungmin mencari alasan logis yang tidak mencurigakan.
"Engg...itu...ah! Aku tadi menjatuhkan kunci rumahku, dan..Kyuhyun mengembalikannya. Jelek-jelek begitu dia baik juga ya, ha ha ha". Sungmin pun tertawa terpaksa agar tidak mencurigakan kedua temannya itu.
"Wah, Kyuhyun selain tampan, pintar, baik juga ya dia". Puji Ryeowook dan dibalas anggukan oleh Eunhyuk.
oOoOo
Setelah pulang sekolah Sungmin berinisiatif memasang kain pemisah antara tempat ia dan Kyuhyun tidur di kamarnya. Selain memasang tirai pemisah ia juga menempelkan berbagai macam peringatan dengan note kecil di setiap sudut kamarnya agar Kyuhyun tak seenaknya melakukan apapun dikamarnya.
"Selesai~ haaa sekarang dia tak akan bisa memakai kasurku dan bertindak seenaknya di kamarku".
Dari arah luar kamarnya, sayup-sayup ia mendengar suara orang melangkah. "Itu pasti Kyuhyun. Ayo kita liat apa reaksinya melihat ini semua". Sungmin pun terkikik geli.
"Woah, benarkah kau bertetangga dengan seorang yeoja? Beruntung sekali!".
Sungmin terheran ketika mendengar ada suara yang tidak ia kenali dari arah luar.
"Tidak juga. Biasa saja".
Tapi kali ini suara Kyuhyun lah yang ia dengar.
"WA! Jangan-jangan dia membawa temannya kemari!
Cklek
Suara kunci diputar terdengar dari arah luar. Sungmin pun panik ketika ia yakin kalau Kyuhyun sekarang tengah membawa temannya ke kamarnya.
"Cho Kyuhyun sialan!".
Sungmin pun buru-buru menarik tirai pemisah antara tempat tidurnya dengan Kyuhyun agar tak mencurigakan. Lalu ia bersembunyi dibalik gulungan kasur futon milik Kyuhyun yang berada di pojokan, karena itu terlihat aman untuk bersembunyi.
Cklek...
Pintu pun terbuka dan tampaklah Kyuhyun dan satu teman dekatnya masuk.
"Woah kamarmu luar biasa rapih".
Kyuhyun tampak heran ketika ia tak melihat Sungmin di kamarnya. Padahal kunci rumah milik Sungmin sudah tergantung di samping pintu masuk.
Namun Kyuhyun hampir saja tertawa keras ketika melihat sebelah kaki Sungmin yang menyembul di antar gulungan kasur futon miliknya. Ide untuk mengerjai Sungmin pun muncul.
Kyuhyun dengan tak berperasaan menduduki tumpukan kasur itu dan berpura-pura tidak mengetahui kalau ada Sungmin di dalamnya.
Sedangkan Sungmin merasakan tulang ditubuhnya hampir remuk karena Kyuhyun mendudukinya dengan menekan sekali.
"Tetangga wanitamu itu dari sekolah mana Kyu?".
"Dia...dari sekolah yang sama dengan kita". Jawab Kyuhyun santai. Sungmin yang ada didalam gulungan kasur hanya bisa terkejut tidak bisa membalas.
"Benarkah? Beruntung sekali!".
Kyuhyun menoleh kearah ujung gulungan kasurnya dan mendapati kaki Sungmin masih tersembul disana. Dengan iseng Kyuhyun menggelitik kaki Sungmin.
"Ahk! Hentikan!". Sungmin yang tidak kuat menahan geli di telak kakinya pun tak kuat untuk tidak protes.
"Eh? Kau mendengar sesuatu Kyu? Seperti suara seorang perempuan".
Kyuhyun menghentikan aksinya lalu menatap temannya itu. "Mungkin tetangga perempuanku itu sedang mandi".
"Yang benar? Apa aku bisa mengintipnya dari samping?".
Teman Kyuhyun itu pun bergegas membuka pintu balkon dan mengintip dari arah samping.
"Hah!". Sungmin pun keluar dari persembunyiannya. "Kau sudah gila membawa tem...".
"Kyu aku tidak men..eh? Kau siapa?",
Belum selesai Sungmin mengomel, teman Kyuhyun itu kembali masuk dan mempergokinya.
"A..aku tetangganya Kyuhyun! Ha ha ha". Jawab Sungmin mencoba rileks.
"Lalu kau sedang apa disini?".
Sungmin menelan air liurnya mendapat pertanyaan itu. "Engg..itu..". Mata Sungmin mencari-cari sesuatu dikamarnya untuk menjadi bahan berbohongnya.
"Dia mau mengambil bajunya. Kemarin dia meminjam mesin cuci ku. Kebetulan dikamarnya sedang rusak". Ujar Kyuhyun membantu Sungmin. Dan Sungmin hanya mengangguk merasa terselamatkan.
"Oh begitu...eh iya, namamu siapa?".
"Aku Lee Sungmin, dari kelas 3B. Salam kenal".
"Namaku Yesung teman satu kelas dengan Kyuhyun. Oh iya, aku dan Kyuhyun mau pergi berkaraoke. Kau mau ikut?".
Kyuhyun menatap Yesung tak percaya dan mengisyaratkan matanya dengan'kenapa-kau-mengajaknya?'.
"Ah...tidak perlu...aku harus mengerjakan tugas".
"Yah sayang sekali. Lain kali kita pergi bersama ya".
Sungmin hanya tertawa untuk menjawab ajakan Yesung itu.
"Kalau begitu aku...kembali ke kamarku duluan ya. Sampai jumpa".
Sungmin pun mendengus kesal. 'Ini kan kamarku! Kenapa harus aku yang keluar sih?'. Batin Sungmin.
"Sampai jumpa lagi Sungmin-ah". Yesung pun melambai kearah Sungmin.
"Hei, kau melupakan bajumu".
Kyuhyun pun melemparkan sehelai baju Sungmin kearah gadis itu.
"Go-ma-wo Kyuhyun-ah!". Ujar Sungmin menekan kata-katanya. "Aku permisi".
Brak
Dengan kesal Sungmin membanting pintu kamarnya sendiri.
"Aku harus membalas dendam kepadanya lain kali! Lihat saja nanti. Huh!".
Terpaksa Sungmin sementara harus menjauh dari rumah sewanya itu. Sampai Kyuhyun dan Yesung pergi dari kamarnya.
"Aku ke cafe Jungmo oppa saja kalau begini".
Sungmin pun berjalan dengan dongkol menuju Blue cafe milik Jungmo yang berada diujung jalan. Namun tiba-tiba saja hujan turun dan orang-orang pun berlarian mencari tempat berteduh. Tak terkecuali Sungmin yang panik sendiri karena tak membawa payung. Tapi gadis itu tak berniat untuk berteduh karena jaraknya dengan Blue cafe sudah tidak jauh lagi.
"Hoah~ akhirnya sampai!".
Sungmin yang hanya memakai t-shir tipis dan celana seperempat pun kebasahan walau tak terlalu parah.
"Selamat datang".
Seorang pelayan perempuan menyapa Sungmin ketika ia baru memasuki café dengan dominan warna biru itu.
"Ne..". Balas Sungmin serang sedikit membungkuk.
Sungmin melangkah menuju pojokkan café. Tempatnya biasa duduk dan menghabiskan waktu untuk merenung. Tak lama berselang. Seorang pria dengan stelan kemeja berbalut sweater hitam dan celana jeans mendekati Sungmin yang tengah sibuk melihat-lihat menu.
"Mau mencoba menu baru café ini?".
Sungmin mengalihkan pandangannya dari buku menu dan ia tersenyum lebar ketika tau Jungmo berada di hadapannya sekarang. "Bolehkah? Aku mau mencobanya~".
"Tunggu sebentar, akan aku ambilkan cake terbaru blue café untukmu". Ujar Jungmo lalu bergegas kembali ke dapur untuk mengambil sebuah cake hasil karyanya sendiri memadupadankan berbagai bahan kue.
Tak lama Jungmo kembali ketempat Sungmin dan membawa satu piring kecil cake berwarna merah dengan topping marshmallow dan whipe cream yang menggoda.
"Tada, red velvet marshmallow cake telah datang".
Sungmin dibuat terpana dengan hasil kue yang sangat imut dan menggiurkan itu. "Aku yakin ini pasti akan sangat enak". Puji Sungmin.
Dengan semangat penuh Sungmin menyendokkan kue itu lalu memakannya dengan meresapi tiap potongan yang masuk ke mulutnya. "Emmm…ini benar-benar manis dan lembut. Enak sekali~".
"Benarkah? Pasti kue ini akan laris terjual. Senyummu memang dapat menyelesaikan masalah".
"Eung?". Sungmin mengerutkan dahinya bingung dengan ucapan Jungmo tadi. "Ah..ya, apa oppa masih pu…hatchim! Hah..hatchim!".
Tubuh Sungmin yang memiliki anemia memang mudah terserang flu ketika hujan mengguyur tubuhnya. Buktinya, sekarang ia mulai bersin-bersin karena tadi kehujanan dan lagi ia hanya memakai baju tipis tanpa jaket.
Dengan gentle Jungmo melepas sweater nya dan memakaikannya ditubuh Sungmin. "Kau tidak boleh demam".
"A…aku tidak apa-apa kok".
"Payungmu mana?".
Sungmin menggeleng tanpa menjawab. Ia hanya bisa meringis karena tak enak hati membuat Jungmo khawatir.
"Akan aku pinjamkan payungku". Dan tanpa mendengarkan protes Sungmin, lelaki itu pun pergi menuju dapur dan kembali dengan membawa payung ditangannya.
oOoOo
Sungmin kembali ke rumah sewanya ketika ia sudah merasa Kyuhyun dan Yesung pasti sudah pergi. Ia memelankan langkah kakinya menuju pintu kamarnya. Ketika ia mencoba membuka knop pintu kamarnya, ia heran pintu kamarnya ternyata tidak terkunci. Dan saat ia masuk, Sungmin mendapati Kyuhyun tengah merapikan baju yang dikenakannya di depan cermin.
"Kau belum pergi? Temanmu…?".
"Ia sudah pergi ketempat karaoke duluan, aku akan menyusulnya".
Sungmin mengangguk paham. "Hei, lain kali kau jangan sembarangan membawa temanmu ke sini. Kalau kita ketahuan akan sangat berbahaya kan?".
"Itu sweater siapa?". Bukannya menjawab kalimat Sungmin, Kyuhyun malah mengalihkan pembicaraan.
"Jungmo oppa meminjamkannya padaku".
Tiba-tiba tubuh Sungmin oleng karena ia merasa kepalanya berputar-putar. Efek kehujanan membuat tubuhnya lemas. Beruntung Kyuhyun dengan sigap menangkap tubuh Sungmin yang hampir jatuh. Lalu Kyuhyun menempelkan tangannya di dahi Sungmin. "Kau demam".
Sungmin tampak terkejut saat Kyuhyun memeriksa dahinya tiba-tiba. Ia jadi merasa gugup karena sebelah tangan Kyuhyun yang lain merangkul pinggangnya, menahan tubuhnya yang tadi sempat hampir terjatuh. Buru-buru Sungmin melepaskan tangan Kyuhyun di dahinya dan menjauh dari tubuh lelaki itu.
"Aku tau, kau tidak pernah disentuh oleh lelaki ya? Sepertinya berkencan pun kau tidak pernah melakukannya". Ujar Kyuhyun curiga karena sikap Sungmin yang tadi terlihat tegang ketika ia menyentuh dahinya.
"A-apa urusanmu ha? Aku tidak perlu dikasihani!". Bentak Sungmin membela diri."Lagi pula aku memiliki teman-teman yang bi…".
"Aku tak peduli". Ucap Kyuhyun memotong kalimat Sungmin. Dan gadis itu menggertakkan giginya kesal dan bersiap-siap akan mengelurkan makian untuk Kyuhyun.
Ting...nong..
Namun bunyi bel menghentikkan niat Sungmin itu. Ia bisa menebak siapa yang datang itu. Sungmin pun menghentikan langkah Kyuhyun yang hendak membukakan pintu. "Biar aku saja".
Seperti dugaan Sungmin, Jungmo lah yang datang dengan membawa selembar kertas ditangannya.
"Hai, ini…aku sudah tulis bahan dan resep kue red velvet nya untukmu". Jungmo menyodorkan kertas berwarna biru langit dengan tulisan tangan Jungmo diatasnya.
"Wah, terima kasih banyak oppa. Kau jadi kerepotan menulis resep ini dan mengantarkannya untukku". Ujar Sungmin sungkan. "Neomu gamsahamnida oppa~".
"Tidak masalah. Aku senang membantumu". Ujar Jungmo lalu mengacak-ngacak puncak kepala Sungmin lembut.
Dari arah dalam kamar Sungmin, Kyuhyun yang tengah penasaran dengan siapa Sungmin berbicara, meneriakkan namanya hendak mengganggu.
"Apa didalam kamarmu ada orang? Aku mendengar sesuatu".
"A..ah..tidak ada. Mungkin itu tetangga laki-laki ku. Ha ha ha, dia memang berisik".
"Laki-laki? Kalau begitu kau harus berhati-hati Minnie, kau kan perempuan, jadi..jaga diri baik-baik ya". Nasihat Jungmo seraya dibalas anggukan oleh Sungmin.
"Ah..Aku harus kembali ke café, sampai jumpa Minnie". Jungmo melambaikan tangannya dan tersenyum begitu manis kearah Sungmin.
Ketika merasa Jungmo sudah pergi menjauh dari kamarnya, Sungmin masuk kembali ke kamarnya dan melotot jengkel dengan teriakan Kyuhyun tadi yang hampir membuat Jungmo mencurigainya.
"Kau! Kalau sampai Jungmo oppa curiga, kita akan mati!".
"Neomu gamsahamnida oppa~ suara imut dari mana itu? Biasanya juga kau berteriak". Ledek Kyuhyun menirukan suara Sungmin yang dilebih-lebihkan.
"Tak usah meledekku!".
"Apa orang itu tinggal disini juga?".
"Dia pemilik café yang ada di ujung jalan. Dan ia tinggal di sekitar sini".
"Aku tidak peduli". Jawab Kyuhyun dingin. "Aku mau pergi. Bye". Kyuhyun menempelkan tangannya di dahi Sungmin hingga gadis itu hampir terjungkal saking Kyuhyun menekan dahinya keras.
"Apa-apaan sih…kau!". Sungmin hendak mengejar dan memukul punggung Kyuhyun namun urung dilakukan karena ia merasakan sesuatu tertempel didahinya. Ia pun meraba dahinya pelan sembari menghadap ke cermin yang ada di lemari pakaiannya.
Sungmin tertegun melihat pantulannya di cermin. Ternyata Kyuhyun menempelkan sebuah plester anti demam di dahinya tadi.
"K...Kyu..."
oOoOo
"Selamat pagi ahjumma!".
Dari arah lantai dua balkon, Sungmin menyapa dengan gembira ketika ia melihat Leeteuk tengah menyirami bunga ditaman.
"Pagi Sungminnie!". Jawab Leeteuk dengan senyuman keibuannya. "Bagaimana kesanmu tinggal bersama pria tampan? Pasti menyenangkan ya?". Goda Leeteuk.
"Pfftt…dia hanya bisa merepotkanku saja". Ujar Sungmin jengkel. Rasanya ia akan mendapat kesulitan bertubi-tubi selama sebulan kedepan karena keberadaan Kyuhyun dikamarnya.
"Kyuhyun mungkin sifatnya terlihat buruk. Tapi di sisi lain dia rela kerja paruh waktu untuk membayar uang sewa kamarnya". Ucap Leeteuk. "Jadi wajar saja kalau di usia nya sekarang ia sudah bisa hidup mandiri dan bertanggung jawab". Lanjut Leeteuk membuat pikiran Sungmin akan Kyuhyun menjadi sedikit kagum.
"Eomma~ eomma~".
Yoogeun berlarian kecil kearah Leeteuk dengan memakai pakaian seperti hendak berkebun. "Aku sudah siap untuk menanam~~".
"Hai Yoogeun, selamat pagi!". Sapa Sungmin kepada bocah kecil itu.
"Pagi Minnie noona~ apa noona mau ikut barbeque?". Tanya Yoogeun tiba-tiba. Sungmin mendengarnya jadi terheran-heran sendiri.
"Minggu depan kita akan mengadakan pesta penyambutan Kyuhyun di dekat danau". Ujar Leeteuk menjelaskan. "Kita akan mengadakan pesta barbeque".
"Kyuhyun hyung ikut juga kan?". Tanya Yoogeun ketika melihat Kyuhyun tiba-tiba muncul dari arah belakang Sungmin.
"Tentu!". Jawab Kyuhyun seraya menjulurkan ibu jarinya tanda setuju kearah Yoogeun.
"Baiklah…tidak ada salahnya aku ikut". Kata Sungmin menyanggupi.
Brakkkk
Suara sepeda terjatuh mengalihkan pandangan Sungmin dan Kyuhyun ke arah sumber suara. Betapa terkejutnya Sungmin ketika melihat Ryeowook tengah membeku menatap kecewa kearahnya dan Kyuhyun yang sedang berada di belakangnya.
"Wook..wookie…".
Dan Sungmin sangat panik karena sahabatnya itu memergokinya dengan Kyuhyun.
-T.B.C-
Apa ini terlalu panjang dan membosankan? Maafkan saya…saya hanya tidak mau kalau part ini harus dibagi dua. Bingung misahinnya.
Dalam FF ini ada beberapa adegan di film aslinya yang saya hilangkan dan juga saya ubah. Tapi secara garis besar tetap sama dengan film aslinya kok.
Semoga FF ini layak untuk diteruskan ya…he he he saya minta suntikan semangatnya biar saya cepat dan gesit buat ngelanjutin FF ini. Terima kasih untuk semua reader(s) dan sider(s).
