Main Cast :

Cho Kyuhyun (B)

Lee Sungmin (G)

Kim Ryeowook (G)

Genre :

Romance

...

Ryeowook menyukai Kyuhyun sang idola sekolah. Namun Kyuhyun menolaknya mentah-mentah. Sungmin sebagai sahabat Ryeowook tidak terima dan melabrak Kyu. Namun suatu kejadian membawa Sungmin dan Kyu tinggal dalam satu kamar sewa. Apa jadinya jika Sungmin perlahan jatuh cinta dengan Kyu? Bagaimana dengan sahabatnya Ryeowook?

Life Together

(Chap 3)

.

.

.

.

"Hari ini kau mau membuat apa?". Tanya Leeteuk kepada Jungmo yang tengah sibuk membuka kotak berisi bahan untuk membuat barbeque.

Siang menjelang sore ini pesta penyambutan Kyuhyun yang telah direncanakan oleh Leeteuk pun diadakan. Hanya pesta kecil yang berlokasi di samping danau dekat kompleks perumahan. Dalam pesta kecil nya itu Leeteuk mengundang Jungmo yang juga dikenalnya karena mereka bertetangga. Jungmo tinggal di apartemen yang tidak jauh dari rumah sewa milik Leeteuk. Karena Sungmin juga, Leeteuk jadi mengenal Jungmo. Pria itu sering berkunjung ke tempat Sungmin.

"Emm…aku akan membuat Coq Au Vin dengan oliver sebagai menu utama". Jawab Jungmo.

Selain Jungmo, Yesung dan Ryeowook pun di undang secara pribadi oleh Kyuhyun dan Sungmin. Tentu saja Leeteuk setuju dengan dua tamu yang di undang oleh Kyuhyun dan Sungmin. Pesta lebih baik kalau semakin banyak tamu yang datang kan?

Semua bekerja sama membuat hidangan untuk pesta itu. Sementara Jungmo dan Leeteuk memasak untuk menu utama. Yesung mencari ranting-ranting pohon untuk digunakan saat membakar daging nantinya. Lalu Kyuhyun diminta Leeteuk untuk menjaga Yoogeun dan mengajaknya bermain agar tidak menggangunya saat memasak. Sementara Sungmin dan Ryeowook membuat minuman dan dessert sederhana untuk makanan penutup.

"Aku sangat terkejut ketika kau berkata bahwa Kyuhyun adalah tetanggamu. Itu sangat kebetulan sekali kan?". Ujar Ryeowook yang tengah memotong buah-buahan untuk dibuat fruit punch.

Sungmin yang sedang memindahkan box berisi ice cube pun mengangguk menanggapi komentar Ryeowook. "Ya...benar-benar kebetulan sekali. Ha ha ha". Tawanya kaku.

Setelah kejadian yang hampir membuat Sungmin lemas beberapa minggu yang lalu, ia pun terpaksa berkata kepada Ryeowook kalau dia dan Kyuhyun adalah tetangga. Pada awalnya Ryeowook tak percaya, namun Kyuhyun membantunya untuk menjelaskan kepada Ryeowook sendiri walaupun mereka harus berbohong soal tinggal seatap yang tengah dijalani Kyuhyun dan Sungmin. Tentu saja Kyuhyun dan Sungmin tidak akan terus terang soal itu.

"Sejak aku patah hati dengan Kyuhyun dan tiba-tiba tau dia tinggal bersebelahan denganmu, aku benar-benar tak menyangka. Tapi setelah dia menceritakan semuanya aku jadi merasa ini seperti jodoh".

"Jodoh?"

"Iya jodoh. Tadinya aku mau perlahan tidak menyukainya lagi, tapi dia seperti terus mendekat. Walau dia tidak menyukaiku, tapi dia seperti selalu ada disekelilingku, ha ha ha konyol ya teoriku?".

Sungmin tertawa mendengar penuturan Ryeowook. Gadis itu memang polos dan lugu soal cinta. Khas remaja sekali. "Mungkin kau harus lebih berusaha sedikit untuk memikatnya. Siapa tau dia bisa melihatmu lebih".

"Hah~ seandainya itu bisa aku lakukan. Kadang aku sangat gugup hanya untuk melihat wajahnya saja". Ucap Ryeowook lalu mengalihkan pandangannya dari kiwi yang dipegangnya ke arah Kyuhyun yang sedang bermain lempar bola dengan Yoogeun. "Senang sekali bisa melihat senyum Kyuhyun sedekat ini. Biasanya dia selalu dingin".

Sungmin mengikuti arah pandang Ryeowook penasaran. Tak jauh dari tempat mereka sedang mempersiapkan minuman, Kyuhyun tengah asyik bermain dengan Yoogeun. Sesekali Kyuhyun tertawa ketika Yoogeun tak bisa menangkap bola yang dilemparnya. Wajahnya terus tersenyum gembira, beda dari biasanya yang selalu memasang wajah dingin. Kali ini Sungmin harus mengakui kalau Kyuhyun jauh terlihat tampan ketika tersenyum.

"Kau beruntung sekali Minnie, tempat tinggalmu dikelilingi oleh lelaki tampan". Ucap Ryeowook merasa iri. "Ada Kyuhyun dan Jungmo oppa...".

"Jungmo oppa?".

Ryeowook mengangguk dan mengalihkan pandangannya ke arah Jungmo yang sedang serius memasak. "Jungmo oppa, dia juga tampan, dewasa dan juga pintar memasak. Sempurna sekali kan?".

Sungmin hanya bisa tertawa kecil. Ia tak merasa seberuntung itu tinggal berdekatan dengan dua lelaki tampan yang membuat Ryeowook sampai iri. Justru ia harus kesusahan setengah mati karena harus menampung Kyuhyun yang sangat menyebalkan baginya.

"Tapi aku tetap memilih Kyuhyun sebagai yang tertampan. Ha ha ha. Dipikir-pikir kau cocok juga dengan Jungmo oppa". Ucap Ryeowook asal.

Sungmin menggeleng sembari tertawa. "Jungmo oppa sudah ku anggap sebagai kakak ku, begitupun sebaliknya. Ha ha ha mana mungkin kami seperti itu".

"Ah ya! Aku punya ide!". Kata Sungmin tiba-tiba. "Kau ikut bermain lempar bola saja sana dengan Kyuhyun dan Yoogeun. Biar kalian akrab".

Ide Sungmin membuat senyum Ryeowook berkembang luar biasa. Ia mengangguk cepat dan menyetujuinya.

"Yoogeun-a~ apa Ryeowook noona boleh ikut main?". Teriak Sungmin dari tempatnya berdiri.

"Emm! Tentu saja boleh". Jawab Yoogeun dengan menggemaskan.

Sungmin mengambil alih buah yang dipegang Ryeowook lalu mendorong pelan gadis itu agar menjauh dari tempatnya sekarang.

"Ayo sana ikut bermain. Semangat ya~".

Ryeowook mengangguk mantap dan mengepalkan tangannya tanda penyemangat lalu berlari mendekati Kyuhyun. Gadis itu merasakan jantungnya seperti akan meledak karena bisa sedekat itu dengan Kyuhyun.

"Boleh aku melempar bolanya?". Tanya Ryeowook kepada Kyuhyun yang sedang memegang bola plastik ditangannya.

"Ya...". Jawab Kyuhyun singkat lalu memberikan bolanya kepada Ryeowook. Dia pun mulai melempar perlahan kearah Yoogeun yang sudah siap memasang kuda-kuda untuk menangkap bolanya.

Dari tempat Sungmin berdiri ia tersenyum kecil melihat Ryeowook yang mulai terbiasa dan tak lagi kaku ketika berada disamping Kyuhyun. Mereka bermain dengan senang, walaupun Kyuhyun tak banyak bicara. Sungmin sedikit merasa iri dibuatnya, entah kenapa.

Tak lama berselang tiba-tiba seorang pria muda dengan pakaian casual mewah berteriak memanggil nama Kyuhyun sambil berlarian kecil kearahnya.

"Kyuhyun-ah~ aku merindukanmu!".

Grepp

Pria itu lalu memeluk Kyuhyun dari samping dan membuat Ryeowook heran setengah mati. Sedangkan Kyuhyun sama sekali tak membalas pelukan itu.

"Hyung~ tak boleh berpelukan sesama lelaki!". Teriak Yoogeun polos.

"Dia kakakku". Jawab Kyuhyun karena takut terjadi salah paham. Apalagi Yoogeun meneriakinya seperti itu.

"Annyeonghaseyo Siwon-ah, selamat datang". Sapa Leeteuk.

Tak perlu ditanya kenapa Leeteuk juga mengenal Siwon. Sebelum Kyuhyun memutuskan untuk menyewa kamar di rumah sewanya, Siwon mendatangi Leeteuk dan membayar setengah dari uang sewanya secara diam-diam tanpa sepengetahuan Kyuhyun. Tapi akhirnya Kyuhyun mengetahuinya juga dan sempat terjadi adu mulut diantara keduanya. Leeteuk menyaksikannya sendiri. Kyuhyun yang tidak mau dibantu apapun oleh kakaknya sementara kakaknya merasa bertanggung jawab membantu adiknya. Sungguh rumit.

"Hallo ahjumma. Lihat, aku membawa ikan segar untuk barbeque". Pamer Siwon seraya menunjukkan box berisi banyak ikan beku.

"Siwon hyung! Woah, apa kabarmu?". Sapa Yesung yang baru saja kembali dari mencari ranting pohon untuk kayu bakar.

"Yesung-ah! Kabarku tentu saja sehat. Ha ha ha". Jawab Siwon lalu menepuk-nepuk bahu Yesung yang sudah dikenalnya lama karena ia adalah sahabat Kyuhyun sedari SMP.

Sungmin dan Ryeowook menatap bingung dengan kedatangan Siwon yang tiba-tiba. Mereka tidak tau apa-apa soal Kyuhyun yang ternyata memiliki kakak laki-laki yang tak kalah tampan dari Kyuhyun.

"Lihat, kakak nya saja setampan itu. Sepertinya keluarga Cho memiliki gen yang sangat bagus". Ujar Ryeowook.

"Kau benar...mereka seperti memiliki gen unggulan". Timpal Sungmin merasa setuju.

"Kyuhyunnie~~".

Kali ini mereka berdua kembali dikejutkan dengan sesosok wanita dengan wajah oriental chinese dengan tubuh yang langsing sempurna memanggil-manggil nama Kyuhyun dan melambai kearahnya.

Ternyata tak hanya Sungmin dan Ryeowook yang terkejut dengan kedatangan wanita cantik itu. Kyuhyun sendiri pun menampakkan wajah yang kaget dengan datangnya sosok wanita tersebut.

"Kyuhyunnie~ lama tidak bertemu". Kata wanita itu lalu menggelayut manja di tangan Kyuhyun.

"Kenapa tiba-tiba kau kesini?". Tanya Kyuhyun heran.

"Ku pikir kau sudah rindu padaku, jadi aku menyetujui saja ajakan kakakmu untuk kesini". Jawab wanita itu.

Sungmin yang khawatir dengan perasaan Ryeowook melirik takut-takut kearah sahabatnya itu. Dari samping raut wajah Ryeowook sepertinya ia merasa down dan terancam.

"Dia siapa?". Kali ini Leeteuk penasaran dengan tiba-tiba datangnya seorang tamu wanita cantik.

"Dia teman masa kecilku dan Kyuhyun, namanya Victoria Song". Jawab Siwon.

"Teman masa kecil itu apa eomma?". Tanya Yoogeun polos kepada Leeteuk.

"Pertemanan yang sudah terjalin sejak kecil, kurang lebih seperti keluarga". Jelas Leeteuk mencoba menjawab pertanyaan ingin tau anak lelakinya.

Victoria pun menangguk dan tersenyum ke arah Yoogeun. "Iya...kita hanya teman masa kecil".

Ryeowook yang sempat merasa cemburu setelah mendengar penuturan Victoria sedikit bernafas lega. Walaupun ia masih merasa minder karena Victoria sangat cantik dan juga merupakan teman dekat Kyuhyun.

"Yang benar adalah teman masa kecil yang menjadi mantan kekasih". Ucap Yesung pelan hampir tak terdengar.

"Ayo kita memanggang ikan nya!". Ajak Siwon seraya menggandeng Yoogeun untuk mengikutinya.

Victoria yang menyadari kalau ia sedang ditatap oleh Sungmin dan Ryeowook pun mendekati kedua gadis itu yang sedari tadi memperhatikannya dari jauh.

"Aku mendengar kalau ada seorang perempuan di sekitar tempat tinggal Kyuhyun sekarang". Ujar Victoria dengan wajah yang angkuh.

"Ne, aku tetangganya. Lee Sungmin imnida". Dengan wajah yang ramah Sungmin membalas ucapan Victoria.

"Dan aku Kim Ryeowook teman dari Sungmin". Ujar Ryeowook ikut memperkenalkan diri.

oOoOo

"Oh begitu". Hanya jawaban singkat dengan wajah sombong yang dibalas oleh Victoria atas keramahan kedua gadis didepannya itu. Lalu ia beranjak meninggalkan mereka dan kembali bergelayut ditangan Kyuhyun.

"Ayo Kyuhyunnie kita pergi mengobrol". Ajaknya seraya menarik Kyuhyun posesif untuk menjauh.

"Sikapnya sombong sekali! ". Komentar Sungmin jengkel.

Ryeowook mengangguk setuju. "Ini akan sulit untuk bisa mendekati Kyuhyun". Ujarnya khawatir.

"Selamat makan~~",

Hidangan telah siap tersaji diatas meja panjang dengan berbagai varian masakan. Dengan semangat mereka semua melahap satu persatu masakan yang tampak menggoda mata.

"Tada! Hidangan utama sudah siap!".

Jungmo meletakkan sepanci besar Coq Au Vin di tengah-tengah meja. Masakan asal Perancis itu membuat perut terasa meronta-ronta. Coq Au Vin merupakan ayam jantan yang biasanya dimasak dengan wine, lardon, jamur dan kadang ditambahkan garlic didalamnya. Namun, karena ada Yoogeun yang masih tidak diperbolehkan mengkonsumsi wine, maka Jungmo menggantinya dengan oliver.

"Waaaa ini terlihat enak sekali!". Ucap Yesung girang. Ia pun buru-buru mencicipinya seperti orang kelaparan.

Setelah menyantap makanan dengan lahap, mereka pun berpencar melakukan kegiatannya masing-masing. Siwon, Leeteuk dan Yoogeun sedang berfoto-foto didekat pinggiran danau. Sedangkan Yesung dan Ryeowook bermain bola, mereka sedikit mencoba mengakrabkan diri.

Di meja makan masih ada Kyuhyun dan Victoria yang tak beranjak. Sebenarnya Kyuhyun ingin ikut bergabung bermain bola bersama Yesung dan Ryeowook, tapi Victoria menahannya untuk tetap di meja makan.

Victoria berinisiatif menyendokkan fruit punch untuk Kyuhyun yang nampak segar itu. "Ini, makanlah".

"Ah..gomawo". Dengan terpaksa Kyuhyun memakannya. Padahal ia merasa perutnya sudah full of capacity.

Tak jauh dari meja makan itu, Sungmin dan Jungmo tengah membuat sosis bakar sebagai cemilan selepas memakan hidangan utama tadi.

Sesekali Sungmin menengok ke arah belakang mengamati Kyuhyun dan Victoria yang tampak dekat dan akrab dimata Sungmin. Entah kenapa hatinya seperti tak rela jika Kyuhyun terlalu dekat dengan wanita sombong itu.

"Kau jatuh cinta dengannya ya?". Jungmo yang menyadari kalau Sungmin mencuri-curi pandang untuk memperhatikan Kyuhyun dan Victoria pun sedikit merasa jengah.

"Euh?".

"Kyuhyun-ssi. Kau terus memperhatikannya dari tadi". Tutur Jungmo. Ada sedikit rasa cemburu di kalimatnya barusan. Namun ia terlihat rapih untuk menutupinya

Sungmin menggeleng kuat. "Ha ha ha. Mana mungkin".

"Kau tidak tertarik dengannya?". Tanya Jungmo meyakinkan. "Dia kan tampan".

"Aku mana bisa tertarik dengan namja menyebalkan seperti itu. Itu tidak ada didalam kamusku". Jawab Sungmin. Dan Jungmo tersenyum kecil dengan jawaban itu.

"Wow, kau orang yang terbuka ternyata". Kyuhyun yang mendengar namanya disebut tadi mendekat kearah Sungmin dan Jungmo. "Aku juga tidak tertarik padamu". Balas Kyuhyun tak mau kalah.

Sungmin memutar bola matanya jengkel. "Telingamu ternyata kuat juga ya bisa mendengar percakapanku dari sana". Sindir Sungmin.

"Aku mau sosisnya". Ujar Kyuhyun mengalihkan pembicaraan.

"Ambil saja sendiri!".

"Tanganku kan sakit".

"Mau mencoba membohongiku lagi?".

Jungmo tersenyum ketir ketika melihat sendiri pertengkaran kecil Sungmin dan Kyuhyun. "Kalian terlihat sangat akrab".

"Anio". "Anio".

Tanpa sengaja mereka menjawab berbarengan.

Jungmo tertawa kecil dan mencoba tersenyum. "Indah sekali, seperti bukan hubungan sebatas tetangga. Aku iri".

"Lalu hyung mau bertaruh?". Tantang Kyuhyun kepada Jungmo.

Sungmin yang merasa suasana diantara kedua namja itu mulai tak enak pun memukul Kyuhyun keras. "Apa-apaan kau ini!".

Kyuhyun pun pergi menjauh dengan sikap tidak pedulinya. Sungguh tidak sopan.

"Maafkan Kyuhyun. Dia memang orang yang dingin dan aneh". Ujar Sungmin merasa tak enak karena sikap kurang sopan Kyuhyun barusan.

Lagi-lagi Jungmo hanya tersenyum manis seraya mengacak-ngacak puncak kepala Sungmin lembut. "Tak apa. Tak masalah".

oOoOo

Hari semakin sore, pesta penyambutan Kyuhyun pun telah selesai dilakukan. Semua orang sudah merasa kenyang dan puas bermain seharian. Saatnya membereskan semuanya dan pergi pulang.

Kyuhyun berinisiatif memasukkan semua barang-barang peralatan barbeque ke dalam mobil. Dan tentu ada Victoria di sampingnya yang sedari tadi seperti lintah yang selalu menempel kepada Kyuhyun.

Sebenarnya wanita itu sama sekali tidak membantu Kyuhyun, ia hanya berdiri disampinya dan terus berbicara berbagai macam hal.

"Kyuhyunnie...kau...masih ingat janji kita kan?".

Kyuhyun terdiam lalu beralih menatap Victoria. Beberapa detik ia terdiam sebelum akhirnya menjawab. "Bagaimana aku bisa lupa itu".

Mendapati jawaban Kyuhyun sesuai dengan yang ia harapkan, Victoria pun tersenyum. "Syukurlah kalau begitu".

Grepp

Kyuhyun memasangkan jaketnya ke tubuh Victoria tiba-tiba. Sontak saja wanita itu merasa senang luar biasa karena mendapat perhatian penuh dari Kyuhyun.

"Jika berpakaian terbuka seperti itu, kau akan demam".

"Akhir-akhir ini cuacanya bagus, aku tak akan mungkin demam". Jawab Victoria.

"Aku mau ke toilet dulu".

Sedari tadi tanpa Kyuhyun dan Victoria sadari, Sungmin memperhatikan mereka berdua dari jarak yang cukup dekat. Sebenearnya niat awal Sungmin adalah ingin membantu Kyuhyun memasukkan barang-barang ke dalam mobil, tapi ia urungkan niatnya karena ternyata ada Victoria disampingnya. Jadi, ia hanya berdiri ditempatnya, menunggu.

Setelah Kyuhyun pergi ke toilet, barulah Victoria sadar kalau ada Sungmin tak jauh dari tempatnya berdiri. Karena Sungmin sudah ketahuan oleh Victoria, ia pun mendekati wanita itu dan berinisiatif langsung memasukkan barang-barang sisa pesta barbeque tadi.

"Cuacanya dingin ya?". Ujar Victoria seraya merapatkan jaket yang tadi Kyuhyun pakaikan untuknya. Ia mencoba pamer kepada Sungmin.

Namun Sungmin hanya membalas dengan sekali anggukan, tak menanggapi lebih ajang pamer yang Victoria lakukan.

"Sejak dulu hubunganku dan Kyuhyunnie sangat dekat seperti saudara". Ucap Victoria tiba-tiba yang sukses membuat Sungmin terdima sejenak.

"Oh begitu?". Tanggap Sungmin sekedarnya.

Merasa tidak mendapat perhatian dari Sungmin, Victoria pun hendak mengutarakan fakta mengenai Kyuhyun agar Sungmin merasa panas. Bagi Victoria, Sungmin merupakan sebuah ancaman kecil yang akan menghalangi hubungannya dengan Kyuhyun yang sudah terjalin bertahun-tahun.

"Kyuhyunnie belum pernah berpacaran, jadi...sia-sia saja kalau kau menyukainya, apalagi sampai mencintainya". Wajahnya menatap Sungmin dengan remeh.

Sungmin terkejut dengan penuturan Victoria barusan yang secara tidak langsung mengatakan kalau dirinya itu menyukai Kyuhyun. "Ah, tidak! Aku tidak memiliki perasaan pada Kyuhyun kok, dan ju...".

Belum selesai Sungmin berbicara untuk membela diri, Victoria pergi meninggalkannya tanpa mau mendengar penjelasannya.

Di lain tempat, ketika Kyuhyun hendak pergi menuju toilet. Ia berpapasan dengan Jungmo yang berjalan melawan arah dengannya. Kyuhyun pun membungkuk kecil mencoba bersikap sopan ketika melewati Jungmo.

"Hei".

Panggilan Jungmo yang tertuju padanya memberhentikan langkah Kyuhyun tiba-tiba. Ia pun menoleh menatap Jungmo yang berada tak jauh dari hadapannya.

"Bisakah kau berhenti memainkan perasaan Sungmin?". Ujar Jungmo. "Setahun yang lalu. Aku datang kesini demi Sungmin. Jadi...jika terjadi sesuatu padanya aku takkan memaafkanmu". Tambah Jungmo memperingati.

Kyuhyun hanya mendengarkan kalimat yang keluar dari mulut Jungmo dengan sinis. Ia tau sekarang Jungmo tengah cemburu kepadanya dan takut kalau Sungmin akan menyukainya.

"Hyung?".

"Ya?"

"Kau sungguh berwibawa". Jawab Kyuhyun dengan seringaian disudut bibirnya lalu pergi begitu saja meninggalkan Jungmo.

oOoOo

Hujan yang sangat lebat tiba-tiba saja mengguyur kawasan Seoul di malam hari. Pantas saja sore tadi angin berhembus pelan membuat suasana menjadi sedikit lembab, beda ketika tengah hari tadi yang sangat cerah dengan matahri yang terik.

Sungmin dan Kyuhyun sudah bersiap untuk tidur. Mereka tidur lebih awal dari biasanya karena seharian tadi mengadakan pesta, dan sekarang tubuh mereka mulai terasa lelah.

Kyuhyun sudah tertidur dengan nyaman di kasurnya, berbeda dengan Sungmin yang masih terbangun karena memikirkan perkataan Victoria tadi sore mengenai Kyuhyun. Ia terus membolak-balikkan tubuhnya ke kanan dan kiri mencari posisi yang nyaman agar ia bisa tertidur. Namun sepertinya nihil karena kalimat Victoria terus mengelilingi otaknya sekarang.

Jlegerrrrr

"Ahk!".

Suara petir menyambar saling bersautan seperti membelah bumi. Sungmin yang takut dengan petir menutupi telinganya rapat-rapat ketika mendengar suara petir yang begitu menakutkan baginya.

"Tidak usah berlebihan. Itu hanya petir". Ujar Kyuhyun yang ternyata terbangun ketika Sungmin tadi berteriak kecil.

"Aku tau!".

Jlegerrrrrr Jlegerrrrrr

"Ahk!".

Sungmin mencoba meredam suaranya dengan menggigit bantal. Namun suara petir yang mengerikan tetap membuatnya tak tenang dan gusar.

"Tidak perlu takut".

"Aku tidak takut!".

JLEGGERRRRRR

"Haaaa!".

Kali ini suara petirnya semakin besar dan Sungmin tak kuasa untuk tidak berteriak. Padahal ia sudah menutup telinganya rapat-rapat tapi suara menggelegarnya masih terdengar dari sela-sela telinganya.

Srekk

Sungmin terkejut ketika melihat sebelah tangan Kyuhyun yang terjulur melewati tirai pemisah tempat tidurnya. Tangan itu bergerak seperti mengajak untuk menggenggamnya agar ia tak merasa takut ketika petir yang menakutkan itu bersuara menyambar keras.

Dengan ragu-ragu Sungmin mencoba perlahan menggapai tangan itu dan menggenggamnya kuat.

Jlegeeeeerrrr Jlegerrrrrr

Sungmin meremas keras genggaman tangan Kyuhyun ketika petir menyambar sangat kuat. Tapi kali ini Sungmin merasa tenang dan sedikit merasa aman karena tangan Kyuhyun yang ada di genggamannya, dapat meredam rasa takut gadis itu.

Di lain sisi, Kyuhyun menatap lurus ke arah tirai yang memisahkannya dengan Sungmin. Tangan kecil Sungmin yang hangat membuatnya merasa nyaman.

Dan hingga pagi menjelang...tautan tangan keduanya masih terkunci rapat seperti tak mau kehilangan satu sama lainnya.

-T.B.C-

Saya pesimis dengan chapter yang ini T.T entahlah…ada rasa kurang pas dan gak terpuaskan gitu. Mungkin hanya perasaan saya aja kali ya? Semoga iya…

Untuk feeling antara KyuMin memang disini saya buat slow but sure gitu. He he he abisnya Sungmin kan sahabatnya Ryeowook, dia mau suka sama Kyuhyun juga mikir-mikir. Semoga kalian masih mau nunggu sampai akhir ya walaupun pelan muncul feeling antara KyuMin nya.

Terima kasih banyak untuk review manis kalian untuk saya.

Semoga chapter ini bisa menghibur dan maaf apabila ada typo(s). Bye, see you next chap :*