Main Cast :

Cho Kyuhyun (B)

Lee Sungmin (G)

Kim Ryeowook (G)

Genre :

Romance

...

Ryeowook menyukai Kyuhyun sang idola sekolah. Namun Kyuhyun menolaknya mentah-mentah. Sungmin sebagai sahabat Ryeowook tidak terima dan melabrak Kyu. Namun suatu kejadian membawa Sungmin dan Kyu tinggal dalam satu kamar sewa. Apa jadinya jika Sungmin perlahan jatuh cinta dengan Kyu? Bagaimana dengan sahabatnya Ryeowook?

Life Together

(Chap 4)

.

.

.

.

Petir yang datang tadi malam ternyata memang sangat menakutkan. Selain petir dan hujan yang menghujam kota Seoul, angin kencang pun berhembus membuat sebagian ranting-ranting pohon didepan halaman rumah sewa Leeteuk berterbangan dan membuat kacau sebagian tanaman bunga.

"Selamat pagi ahjumma". Sapa Sungmin yang hendak pergi ke sekolah. Ia sedikit terkejut melihat halaman yang tampak berantakan.

"Pagi Sungminnie. Petir tadi malam menakutkan ya. Lihat lah halamanku hancur". Dengan tampang sedih Leeteuk menunjukkan bunga-bunga yang telah dirawatnya sudah rusak diterjang angin.

"Benar ahjumma, aku sampai ketakutan karena suaranya keras sekali".

"Tapi kau bisa lega karena bersama Kyuhyun-ssi kan?". Goda Leeteuk sukses membuat Sungmin gelagapan. Godaan Leeteuk tadi malah membuat Sungmin kembali teringat genggaman hangat Kyuhyun tadi malam. Leeteuk benar, ia merasa lega karena ada Kyuhyun disampingnya. Lega sekaligus nyaman.

"Ne? A...ha ha ha...tidak...". Elak Sungmin gagap.

"Oh ya, maukah kau ke taman hiburan?". Tanya Leeteuk lalu mengeluarkan dua lembar tiket dari saku celemeknya. "Temanku memberikan dua tiket padaku, jika tidak dipakai akan sia-sia. Ini". Leeteuk menyerahkan dua tiket taman hiburan Lotte World kepada Sungmin.

Sungmin pun dengan senang menerima tiket gratis itu. "Woah. Terima kasih ahjumma. Aku akan pergi dengan Wookie kalau begitu". Ujar Sungmin riang seraya menatap dua tiket itu dengan berbinar .

Srettt

"Aku akan ikut". Tiba-tiba Kyuhyun mengambil satu tiket di tangan Sungmin tanpa permisi. "Terima kasih ya ahjumma".

"YA! Aku tidak mengajakmu! Itu buat Wookie! Kembalikan!". Bentak Sungmin sembari menarik-narik lengan Kyuhyun.

Seperti biasa, Kyuhyun akan berbuat jail jika Sungmin sedang marah-marah seperti itu. Semakin Sungmin berteriak dan wajahnya berubah kesal, semakin Kyuhyun ingin terus mengerjai gadis itu.

Tanpa menanggapi teriakan Sungmin, Kyuhyun pergi begitu saja meninggalkan Sungmin yang tengah merajuk. "Dah, sampai ketemu jam 4 sore nanti".

Sungmin pun mengejar Kyuhyun yang sudah berjalan menjauhinya. "Ya! Aissh tunggu! Aku tidak mau pergi dengamu~ kembalikan Cho!".

oOoOo

Suara riuh dan bising sudah bisa Sungmin dengar dari luar pelataran Lotte World. Masih berbalut baju seragam, Sungmin sedang menunggu Kyuhyun di depan pintu masuk taman bermain tersebut.

"Lama sekali sih dia". Sungmin sudah berada di lokasi sejak lima belas menit yang lalu. Tapi sosok Kyuhyun sama sekali belum terlihat dari arah mana pun.

Ternyata semakin sore, Lotte World justru semakin padat pengunjung. Padahal hari itu bukanlah hari libur, tapi dari tadi orang-orang berseliweran tak habis-habis.

"Tadi jet coasternya benar-benar menegangkan ya?"

"Iya...aku merinding ha ha ha".

Dua wanita dengan kaki jenjang dan berwajah model melintas melewati Sungmin. Seketika Sungmin merasa iri karena kecantikan keduanya. Ia pun refleks mengambil kaca kecilnya di tas lalu memeriksa penampilan wajahnya, takut-takut berantakan. Ia pun menyisir poninya dengan tangan tanpa sadar.

"Omo...tidak, ini kan bukan kencan". Sungmin menggeleng seperti tersadar lalu memasukkan kembali kaca kecilnya. "Apa yang telah aku pikirkan".

Plak

Sebuah tangan dengan tidak sopannya memukul kepala Sungmin tiba-tiba. Baru saja Sungmin ingin mengeluarkan makian tapi ternyata itu adalah ulah Kyuhyun.

"YA! Kau ini bisa lembut sedi...".

"Mari kita anggap ini sebagai latihan".

Sungmin mengerutkan keningnya bingung. "Maksudmu?".

"Kau tidak pernah kencan dengan laki-laki kan?".

Di tanya seperti itu sontak membuat Sungmin jengkel dan mempoutkan bibirnya kesal.

Tanpa menunggu Sungmin menjawab pertanyaannya, Kyuhyun menggenggam sebelah tangan Sungmin lalu tersenyum manis. Hal yang tak pernah dilakukan lelaki itu selama ini.

"Siapa tau aku bisa jatuh cinta padamu". Lanjut Kyuhyun lalu menarik tangan gadis itu memasuki Lotte World.

Jantung Sungmin pun berdentum kencang ketika tangannya kembali berpegangan dengan Kyuhyun. Rasanya benar-benar sama seperti genggaman kemarin malam. Hangat dan nyaman.

Sungmin pun tersenyum dan mengikuti kemana pun Kyuhyun akan menariknya.

Wahana pertama yang mereka naiki adalah Bungee Drop yang memacu adrenalin. Permainan ini menyerupai seperti bungee jumping, dimana pengunjung duduk mengelilingi tiang lalu kemudian akan dihempaskan di ketinggian 38 meter dengan kecepatan tak kurang dari 90 km/jam.

Tak ayal wahana ini membuat para pengunjung yang menaikinya berteriak-teriak histeris. Tak terkecuali Kyuhyun dan Sungmin yang kompak menutup mata. Ketika wahana Bungee Drop ini perlahan naik dan berhenti beberapa saat di puncak, dalam hidungan mundur untuk dihempaskan ke bawah, tangan keduanya tertaut secara tak sadar. Saling menguatkan agar tak perlu takut dan merasa cemas.

"Ah~ kaki ku lemas, tapi ini benar-benar membuatku ketagihan!". Ujar Sungmin heboh ketika mereka keluar dari wahana Bungee Drop.

Kyuhyun yang berada disampingnya juga tak kalah lemas sehabis menaiki wahana itu. Ia sampai tak mampu menanggapi ocehan Sungmin barusan.

"Ayo ke wahana selanjutnya~". Sungmin menarik tangan Kyuhyun semangat. Padahal lelaki itu tengah menormalkan tubuhnya kembali sehabis jiwanya seperti melayang-layang tadi.

Sungmin berencana untuk menaiki wahana Gyro Swing yang tak kalah menegangkan. Namun Kyuhyun sudah mencium gelagat Sungmin yang akan menaiki wahana ekstrem lagi. Ia pun mencoba mengendalikan gadis itu agar mengikutinya menaiki wahana apa saja yang sesuai dengan keinginanya.

"Ayo kita naik komedi putar". Usul Kyuhyun lalu menarik tangan Sungmin agar mengikutinya.

Setelah mengantri beberapa menit mereka pun mencari kuda yang kosong untuk dinaiki.

"Ha ha ha ha itu cocok denganmu". Tawa Sungmin pun pecah karena geli melihat Kyuhyun yang sangat asik sendiri menaiki kuda yang sedang turun naik dan berputar-putar itu.

Kyuhyun melirik Sungmin yang tengah menertawainya dengan puas. Ia pun tersenyum kecil melihat gadis itu tampak bahagia disampingnya.

"Diam. Cerewet!". Bentak Kyuhyun lalu menikmati kembali putaran demi putaran dari komedi putar itu. Dan Sungmin tak bisa menghentikan tawanya melihat Kyuhyun yang sangat kekanak-kanakan.

oOoOo

"Hoah! Kau hampir menembak di tengah-tengah Kyu! Ayo konsentrasi!".

Kali ini mereka ada di tempat game zone dan mencoba peruntungan menembak tumpukan kaleng yang membentuk piramida itu. Jika berhasil menjatuhkan kaleng yang di tengah, mereka akan mendapat hadiah sesuai dengan yang tertulis di dalam kaleng tersebut.

Dugg

"Ah! Meleset! Sini sini biar aku yang menembak. Aku gemas sendiri melihatmu". Sungmin pun merampas pistol mainan yang ada di tangan Kyuhyun lalu mengambil ancang-ancang menembak secara teliti agar mengenai sasaran.

Dugg

Kyuhyun tertawa melihat tembakan yang Sungmin luncurkan meleset jauh sekali, tembakannya sama sekali tak mengenai satu kaleng pun. "Ha ha ha ha ha. Kau lebih payah dariku! Ha ha ha".

"Aku kan perempuan, wajar saja tak bisa menembak". Bela Sungmin lalu menjulurkan lidahnya ke arah Kyuhyun.

Kyuhyun mengambil kembali pistolnya dari tangan Sungmin. "Begitu saja ngambek. Sini perhatikan, kali ini aku pasti bisa tepat sasaran". Kyuhyun pun menarik Sungmin untuk mendekat kearahnya, di taruhnya pistol laras panjang itu ditangan Sungmin yang berada di depan tubuhnya. Lalu Kyuhyun menaruh kedua tangannya melewati bahu Sungmin untuk memegang pistol itu bersama-sama. Posisi mereka saat ini seperti Kyuhyun tengah memeluk Sungmin dari belakang.

Jari manis Sungmin ditaruh oleh Kyuhyun di pelatuk pistol itu bersamaan dengan jari manisnya juga. "Saat aku bilang 'tiga' kita tembak bersama-sama ya?". Perintah Kyuhyun.

Sungmin menahan nafasnya ketika Kyuhyun berada di belakang tubuhnya dengan begitu dekat. Dada Kyuhyun yang menempel dipunggungnya sangat terasa begitu membuatnya berdebar tak karuan. Belum lagi tangan mereka yang saling bertumpuk diatas pistol. Dan jari manis yang juga menempel di pelatuk pistol bersamaan.

"TIGA!".

Duggg

Prankk

"YEAH! Huuuu!". Kyuhyun menjauh dari tubuh Sungmin lalu melompat kegirangan ketika tembakan mereka berdua mengenai kaleng tepat di tengah-tengahnya.

"Sudah ku bilang akan berhasilkan? Yeah!".

Sungmin masih terpaku ditempatnya dengan posisi yang tak berubah. Kakinya terasa lemas entah mengapa. Dan dadanya bergemuruh tak mau berhenti.

"Selamat ya tuan, kau mendapat dua gantungan kunci sebagai hadiahnya". Ucap pramuniaga itu seraya menyerahkan dua kotak kecil kepada Kyuhyun.

"Terima kasih!". Jawab Kyuhyun lalu mengambil kedua kotak itu.

"Lihat apa yang aku dapat, Min!".

Sungmin pun tersadar ketika Kyuhyun menepuk bahunya dan menunjukkan dua kotak dengan warna merah dan biru yang ada di tangannya. "Tada! Kita mendapatkannya, ha ha ha".

Gadis itu pun tersenyum senang merasa ikut bahagia. "Aku mau yang biru". Ujar Sungmin lalu menengadahkan tangannya.

"Enak saja! Kau merah, aku biru".

"Tapi kan aku suka biru!".

Kyuhyun memasukkan kotak biru kedalam tasnya buru-buru lalu menyerahkan kotak merah kepada Sungmin. "Kalau kau tak mau menerima ini, aku akan ambil".

Sungmin pouting kearah Kyuhyun lalu terpaksa mengambil kotak merah itu dari Kyuhyun. "Dasar pelit!".

oOoOo

"Kyu, ayo naik Jet Coaster~~ dari tadi kau terus yang menentukan wahananya". Rengek Sungmin sambil menunjuk Jet Coaster yang ada dibelakang Kyuhyun.

"Tidak". Jawab Kyuhyun singkat lalu berjalan pergi meninggalkan Sungmin. "Em..ayo kesana saja". Kyuhyun menunjuk sembarangan ke wahana yang lain.

"Kau takut ya~". Goda Sungmin kepada Kyuhyun.

"Banyak yang berteriak-teriak saat naik. Berisik!". Elak Kyuhyun beralasan. Namun Sungmin tak percaya dengan alasan yang Kyuhyun utarakan itu.

"Kau memang takut, kan? Ha ha ha".

"Tidak!".

"Makannya ayo naik kalau kau tidak takut".

Kyuhyun yang merasa di remehkan dan harga dirinya sebagai lelaki terancam di injak, akhirnya menyanggupi tantangan Sungmin itu.

"A-ayo! Siapa takut!". Ujarnya mantap

Sungmin pun ber-yes ria, lalu menarik Kyuhyun menuju tempat antrian Jet Coaster yang lumayan panjang itu. Selama mengantri Kyuhyun memperhatikan lintasan Jet Coaster yang sangat panjang itu. Meliuk-liuk dan tinggi sekali lintasannya. Teriaka-teriakan yang lebih histeris dibanding dari wahana pertama yang mereka naiki tadi menggema dilangit. Kyuhyun menelan air liurnya susah payah ketika ia melihat kereta Jet Coaster menaiki lintasan yang sudutnya hampir 90 derajat itu.

"Kyu! Kita sebentar lagi naik!". Ujar Sungmin girang ketika antriannya mulai memendek.

Dan sekarang, tibalah saatnya Kyuhyun dan Sungmin yang meluncur mengarungi lintasan mencekam Jet Coaster ini. Sungmin memaksa Kyuhyun untuk duduk di ujung depan kereta Jet Coaster tersebut. Padahal Kyuhyun sudah memohon kepada Sungmin agar mereka duduk di tengah saja. Tapi gadis itu merajuk dan memasang aegyo kearah Kyuhyun. Terpaksalah Kyuhyun menuruti maunya Sungmin itu.

"Bagaimana? Kau merasa takut kan?". Tanya Sungmin di tengah-tengah kereta yang sedang berjalan lambat menaiki puncak lintasan bagian pertama.

"Sama sekali tidak". Lagi-lagi Kyuhyun mengelak. Padahal wajahnya sudah terlihat pucat.

"Benarkah?". Masih sempat-sempatnya saja Sungmin menggoda Kyuhyun yang berada disampingnya. "Kau sebenarnya takut~ aku tau~".

"Cerewet!".

Dregdeg...dreg...deg...

Wusssshhhhhh...

"HAAAAAAA WOAAAA!".

Dengan kecepatan kira-kira 110 km/jam, Jet Coaster itu pun meluncur cepat mengikuti lintasan yang ada. Meliuk-liuk naik turun dengan teriakan-teriakan ketakutan sekaligus senang dari para pengunjung yang menaiki Jet Coaster itu.

"WOAAAA!". Jantung Kyuhyun seakan terbang keudara ketika Jet Coaster itu terbalik di lintasan yang berbentuk lingkaran dan kembali meluncur kebawah menghempaskan tubuhnya yang sempat merasa 'terbang'.

oOoOo

"Hah, selesai juga". Kyuhyun mengelus dadanya mencoba menenangkan diri. Cepat-cepat ia mencari kursi kosong yang biasanya terdapat di sekitar wahana. Ia celingukan mencari Sungmin yang tiba-tiba menghilang.

Sungmin pun menyusul Kyuhyun yang tengah terduduk lemas di kursi dekat wahana Jet Coaster itu dengan dua bubble tea ditangannya. "Ha ha ha, rambutmu seperti jengger ayam". Ucap Sungmin seraya tertawa melihat rambut Kyuhyun yang berantakan seperti terkena angin topan.

"Cerewet!". Buru-buru Kyuhyun merapikan rambutnya dengan tangan.

"Oh kau mau naik Jet Coaster lagi?". Tawar Sungmin menggoda.

"Tidak mau!". Jawab Kyuhyun cepat. Ia merasa sedikit kapok menaiki wahana itu.

Sungmin pun tertawa mendengar penolakan Kyuhyun itu. "Ini, minumlah". Gadis itu menjulurkan satu bubble tea nya kepada Kyuhyun.

"Gomawo".

Sungmin mengangguk lalu ikut duduk disebelah Kyuhyun. Keduanya terdiam sembari menyeruput minuman yang ada ditangan keduanya masing-masing.

Lalu, tak sengaja Sungmin melihat sebuah poster yang tertempel di papan pengumuman yang tak jauh dari tempatnya duduk. Ia pun menghampiri papan pengumuman itu lalu melihat poster yang tertempel disana lekat-lekat.

"Apa sih yang kau lihat?". Tanya Kyuhyun penasaran.

"Kau tau mitos tentang ini kan?"

Kyuhyun menggeleng lalu membaca poster itu tidak berminat.

"Festival kembang api di pantai Gwangalli di Busan. Mitosnya, jika kau melihat kembang apinya, maka permohonanmu akan terkabulkan". Jelas Sungmin, matanya tak berpaling sama sekali dari poster itu. "Dalam acara ini akan ada setidaknya 7 kembang api berbentuk hati. Dan jika pasangan yang berciuman pada saat kembang api hati itu diledakkan, maka pasangan itu akan selalu bersama selamanya".

"Kau mempercayainya?". Tanya Kyuhyun.

"Kenapa tidak? Aku masih punya mimpi". Jawab Sungmin ketus.

Kyuhyun tertawa dengan jawaban polos Sungmin. "Mimpi?".

"Hah, kau memang tidak akan mengerti".

"Bagaimana kalau mencobanya?". Tawar Kyuhyun.

"Itu...mungkin suatu saat nanti aku akan mencobanya".

"Suatu saat nanti kapan?".

"Tidak tau. Belum ada waktu yang tepat bagiku. Aku belum mempunyai orang yang kusuka". Ujar Sungmin, walaupun sebenarnya ada nada ragu disana.

"Kalau bersamaku?".

Sungmin membulatkan matanya kaget dengan penawaran Kyuhyun. "Hah? Kenapa harus denganmu?".

"Karena kau tidak memiliki kekasih. Dan...sepertinya festival itu menarik". Jawab Kyuhyun lalu tersenyum kecil.

"Ta..tapi...aku serius...".

Dengan seenaknya Kyuhyun pun pergi meninggalkan Sungmin yang masih setengah terkejut dengan penawaran Kyuhyun mengenai pergi bersama ke acara festival kembang api itu. Bagi Sungmin, ia tidak main-main soal kepercayaannya mengenai mitos kembang api itu.

"...dan...tidak bercanda". Lirih Sungmin pelan sembari menatap punggung Kyuhyun yang berjalan menjauh.

oOoOo

Sungmin yang tadi ditinggal oleh Kyuhyun tiba-tiba, kelimpungan sendiri mencari lelaki itu yang pergi entah kemana. Selalu saja begitu, Kyuhyun akan pergi seenaknya jika ia tidak mau mendengar penolakan dari pembicaraan Sungmin.

"Kemana perginya dia?". Sungmin sudah keluar dari Lotte World dan mencari Kyuhyun di sekitar jalan menuju subway. Karena Sungmin memprediksi Kyuhyun pasti meninggalkannya lalu pulang.

"Iya...tadi aku melihat Kyuhyun oppa di kursi dekat Jet Coaster bersama seorang gadis".

"Kau mungkin salah lihat!".

Sayup-sayup Sungmin mendengar percakapan dua orang gadis yang menyebut-nyebut nama Kyuhyun. Sungmin mencari siapa yang sedang membicarakan Kyuhyun itu lalu ia terkejut melihat dua orang gadis yang berbalut seragam yang sama dengannya, tengah berjalan menuju kearahnya.

"Mana mungkin begitu! Mereka berdua memakai seragam sekolah kita! Jangan-jangan itu pacarnya Kyuhyun oppa?".

"Bisa juga ya? Apa dia kelas 3? Ayo kita selidiki!".

Sungmin terkejut bukan main ketika dua gadis yang sedang menggosip itu mempergokinya tadi bersama Kyuhyun di bangku dekat Jet Coaster. Buru-buru iya berjalan cepat dan menutupi wajahnya agar tak dikenali.

"Hei itu dia! Itu gadis yang tadi bersama Kyuhyun oppa!".

Sungmin pun lari ketika dua gadis itu mulai menyadari kehadirannya. Dan Sungmin pun dikejar oleh mereka yang penasaran akan sosok Sungmin yang dicurigai sebagai kekasih Kyuhyun.

"Ya! Kau melihat wajah gadis itu? Apa dia cantik?".

Sungmin mencibir jengah ketika mendengar kedua gadis yang tengah mengejarnya itu masih saja sempat bergosip penuh penasaran.

Sebenarnya Sungmin berlari tidak tentu arah. Ia berlari saja mengikuti naluri. Kalau sampai tersesat, itu urusan nanti, pikirnya.

Ketika ada empat belokkan yang dirasa mungkin dapat mengecohkan dua gadis itu, Sungmin pun memilih belok kearah kanan dengan kecepatan larinya yang ditambah.

Srekkkk

Sebuah tangan menarik Sungmin dan membawanya ke dalam gang sempit diantara dua gedung pertokoan. Tubuhnya tengah dipeluk mendepet kearah tembok.

"K-kyu-kyuhyun? Apa yang kau laku..".

"Shutttt". Kyuhyun mengisyaratkan agar Sungmin diam dan jangan berbicara.

"Kemana perginya gadis itu".

"Wah cepat sekali larinya. Ayo kita coba cari kesana saja".

Sungmin yang berada dipelukan Kyuhyun sekarang merasa kembali gugup dan sulit bernafas. Kali ini ia dapat merasakan debaran jantung Kyuhyun karena tangannya tengah berada diatas dada Kyuhyun.

Ketika suara kedua gadis itu sudah menghilang, Kyuhyun pun melepaskan pelukannya di tubuh Sungmin.

"Aku minta maaf".

Sungmin menatap Kyuhyun yang ada dihadapannya dengan tatapan bingung.

"Kau..jadi diburu oleh meraka". Lanjut Kyuhyun.

Sungmin pun terdiam tak bisa menjawab. Ia mendadak beku saat ini. Gadis itu hanya mampu menatap Kyuhyun lekat dan nafasnya juga tersengal-sengal. Entah karena lelah berlari atau karena debaran sialan yang tak mau berdetak normal.

Keduanya sama-sama terdiam dan hanya saling menatap mata dalam-dalam. Sebelah tangan Kyuhyun perlahan bertumpu pada bahu Sungmin. Lalu ia mendekat perlahan, pelan-pelan penuh kehati-hatian. Matanya tak putus menyelami kedua mata Sungmin yang ada dihadapannya.

Ketika jarak wajah mereka semakin dekat, Sungmin pun memejamkan matanya takut-takut dan hembusan nafas Kyuhyun kini terasa menyapu wajahnya.

Nyuttt

Satu tangan Kyuhyun menangkup kedua pipi Sungmin lalu memencetnya hingga bibir gadis itu manyun seperti ikan fugu.

Sungmin terkejut lalu membuka matanya dan ia mendapati Kyuhyun tertawa tanpa suara di depan wajahnya.

"Lain kali berhati-hatilah". Ujarnya lalu pergi begitu saja meninggalkannya.

"A...apa-apaan dia itu...".

oOoOo

"Pagi! Hai Sungmin!". Eunhyuk yang baru saja datang bersama Donghae menyapanya sembari melambai-lambai.

Sungmin kini sedang berada di gerbang pintu masuk sekolah dan tengah menunggu seseorang dari tadi.

"Kau sedang menunggu seseorang ya? Wah~ apa kau sudah punya pacar?". Tebak Eunhyuk asal.

"Aihh lihatlah pipinya merona!". Tambah Donghae menggoda Sungmin.

Sungmin menggeleng cepat. "Tentu saja tidak! Aisshh kalian cepat sana masuk kelas!". Sungmin pun mendorong dua sejoli itu agar pergi dan berhenti menggodanya.

"Pagi Sungmin!". Kali ini Ryeowook yang baru saja datang dengan mengendarai sepeda nya menyapa Sungmin.

"Wookie...aku...mau mengatakan sesuatu". Jawab Sungmin to the point dan dibalas tatapan heran oleh Ryeowook.

oOoOo

"APA? Jadi kau...sekarang...tinggal bersama dengan Kyuhyun?".

Ryeowook terkejut bukan main dengan apa yang tadi diceritakan Sungmin padanya. Ada rasa kecewa dan sedih ketika Sungmin mengatakan hal yang sebenarnya terjadi.

"I...iya...tapi...aku rasa dia tidak memandangku sebagai seorang gadis. Kami hanya tinggal bersama dan...".

"Kalau perasaanmu sendiri?".

Sungmin terdiam sejenak. "Awalnya aku benci pada Kyuhyun...".

"Sekarang kau mulai menyukainya? Begitu?". Ujar Ryeowook menebak.

Dengan takut-takut Sungmin mengangguk pelan. "Begitulah...".

"Meski dia orang yang kusuka?". Tanya Ryeowook sinis menohok hati Sungmin.

"Mianhae Wookie...aku...".

"Menyebalkan". Kata Ryeowok. Wajahnya nampak kecewa. "Tapi kita sudah berjanji kan? Jika kita memiliki orang yang disukai, salah satu dari kita akan ikut bahagia?". Lanjutnya.

Sungmin mengangguk membenarkan ucapan Ryeowook.

"Aku selalu menepatinya!".

"Maafkan aku...".

Ryeowook terdiam sejenak lalu melanjutkan kalimatnya. "Mulai sekarang jangan menyembunyikan apapun dariku!".

"Ne?".

"Kau tau Kyuhyun kan? Tanpa strategi, kesempatanmu untuk memilikinya nol! ".

"Wookie...tapi...kau kan...".

Ryeowook tersenyum kepada Sungmin. Senyumnya benar-benar tulus. "Senang sekali jika Kyuhyun menjadi kekasihku. Itulah yang selalu ku bayangkan". Ucapnya berangan-angan.

"Tapi sepertinya cintaku bertepuk sebelah tangan, saatnya aku melangkah maju". Kata Ryeowook seraya tersenyum lebar.

Gadis itu memang baik hatinya, Sungmin pikir persahabatannya dengan Ryeowook akan terancam hancur jika ia jujur. Tapi...ketika Sungmin terus merenung dan memikirkan solusi yang terbaik. Akan sangat semakin jahat jika Sungmin terus berbohong kepada Ryeowook dan menutupi semuanya dari sahabatnya. Maka dari itu, Sungmin bertekad untuk berkata jujur mengenai dirinya yang tinggal bersama dengan Kyuhyun. Sekaligus...perasaannya dengan Kyuhyun yang mulai berkembang.

"Sungguh? Kau...tidak membohingi dirimu sendiri kan?". Tanya Sungmin meyakinkan.

"Apa aku pernah berbohong padamu?". Tanya balik Ryeowook kepada Sungmin.

Air mata dipelupuk mata Sungmin pun menggenang. Ia benar-benar merasa beruntung mempunyai sahabat sebaik Ryeowook. Padahal ia sudah memmbohonginya beberapa minggu ini. Sungmin pun lalu memeluk sahabatnya itu erat-erat dan menangis di bahunya.

"Wookie~ aku mencintaimu! Maafkan aku!".

Kini Sungmin merasa lega karena telah berkata jujur kepada Ryeowook, sahabat terbaiknya.

oOoOo

Pulang sekolah kali ini Sungmin tak perlu bersembunyi lagi dari Ryeowook ketika ia dan Kyuhyun berjalan bersama. Sungmin merasa bebannya hilang dan ringan karena kejujuran yang telah diungkapkan olehnya.

Sekarang Sungmin dan Kyuhyun tengah berjalan melewati toko-toko untuk pergi ke supermarket. Bahan makanan dikulkas sudah habis tak bersisa. Saat mereka melewati toko perhiasan, Sungmin tertegun melihat sebuah kalung berbandul bintang sedang dipajang di etalase toko itu. Bentuk bintangnya sederhana dan kecil dengan enam mata pertama di sekeliling bintang.

"Woah~ bagus sekali kalungnya".

Kyuhyun pun ikut menatap ke arah etalase itu dan tersenyum kecil. "Kau mau membelinya?".

"Ti..tidak, aku tidak punya banyak uang".

"Oh begitu".

Kyuhyun pun melanjutkan berjalan dan membiarkan Sungmin menatap lekat kalung itu dari luar etalase.

Setelah mereka sampai di supermarket. Kyuhyun yang bertugas mendorong troli, sedangkan Sungmin mengambil bahan-bahan makanan yang dibutuhkannya. Tadi malam Sungmin sudah menulis rapi, bahan-bahan apa saja yang akan di belinya hari ini.

"Aku mau chocopie dua kotak". Pinta Kyuhyun pada Sungmin.

Sungmin mendelik tajam kearah Kyuhyun. "Ya! Uang patungan kita tidak cukup untuk membeli cemilan itu. Beli saja kue beras biasa".

"Tidak jadi. Dasar pelit".

Selama lebih dari satu jam Sungmin dan Kyuhyun berbelanja. Kalau dilihat-lihat mereka seperti pasangan muda yang baru saja menikah kalau saja mereka tidak memakai seragam sekolah sekarang, mungkin banyak orang yang akan berpikiran begitu.

Empat kantong plastik yang cukup berat merupakan hasil dari mereka berkeliling supermarket hari ini. Perut Kyuhyun sebenarnya sedari tadi sudah meronta karena lelah berkeliling.

"Kau tidak perlu membeli gochujang sebanyak ini kan?". Ujar Kyuhyun menunjukkan bahan makanan di kantong plastik yang ditentengnya.

"Kau tinggal makan saja. Kalau dicampur dengan hidangan lain nanti juga enak". Jawab Sungmin seraya berjalan menaiki tangga menuju kamar sewanya mendahului Kyuhyun.

"Aku akan masak dak galbi untuk makan malam, bagaimana?". Tanya Sungmin memberi usul.

"Sepertinya enak, sudah lama aku tidak makan itu. Terakhir kali aku makan sendirian". Jawab Kyuhyun.

"Jangan memakannya sendirian, biasanya orang-orang memasaknya saat...".

"Victoria?".

Kalimat Sungmin terpotong saat Kyuhyun mengucapkan satu nama yang tentu saja Sungmin mengenal siapa dia.

Victoria dengan wajah cemas berdiri didepan pintu masuk kamar Sungmin seorang diri. Wajahnya menjadi lega ketika melihat Kyuhyun datang.

"Apa benar kau tinggal bersama dia?". Victoria melirik Sungmin dengan sinis ketika ia mengucapkan kata 'dia' diakhir kalimatnya.

"Ya. Ceritanya panjang, mau bagaimana lagi?". Jawab Kyuhyun dingin.

"Kau kan bisa pulang, Kyunnie". Bujuk Victoria.

"Tidak. Aku tidak akan pernah melakukan hal itu". Tolak Kyuhyun mentah-mentah. Victoria makin gusar karena Kyuhyun bersikeras tidak mau pulang kerumah.

"Lagian dia hanya tinggal bersamaku". Lanjut Kyuhyun enteng.

"Tapi Kyu...aku tidak setuju".

"Sudahlah, ini bukan hal yang harus diributkan". Ucap Kyuhyun tak mau mendengar bujukan Victoria lagi. Ia pun bergegas masuk ke kamar untuk menghindari paksaan Victoria.

"Ta..tapi...Kyu..."

Blamm

Pintu kamar Sungmin ditutup oleh Kyuhyun cepat. Sungmin yang sedari tadi hanya terdiam melihat percakapan antara Kyuhyun dan Victoria pun ikut bergegas masuk ke kamarnya. Malas juga harus berurusan dengan wanita itu.

"Kau senang kan?". Sindir Victoria geram.

Sungmin yang merasa dialah orang yang di tuju Victoria dalam pertanyaannya tadi, ia menghentikan langkahnya lalu memandangi Victoria heran.

"Kau senang karena harus tinggal bersama dengan Kyuhyun".

Sungmin menghela nafas mendengar sindiran Victoria. "Bukan seperti itu, mau bagaimana lagi kan? Aku juga harus bertanggung jawab kepada Kyuhyun".

"Kau tau kan? Sia-sia saja meski kau mencintainya".

Victoria mencoba menakuti Sungmin dengan triknya. Ia berbicara begitu berulang kali kepada Sungmin karena ingin mempengaurhi Sungmin, kalau Kyuhyun tidak akan mungkin bisa membalas perasaannya.

Sungmin sejenak terdiam mendengar Victoria yang lagi-lagi memperingatinya seperti itu. "Ngomong-ngomong. Bukan kah kau hanya teman masa kecilnya saja?". Tanya Sungmin.

Victoria tertawa kecil mendengar pertanyaan Sungmin. "Kyuhyun belum menceritakan kepadamu tentang dua tahun yang lalu kan?".

Sungmin mengangguk pelan.

"Hubungan aku dan Kyuhyun tidak bisa dipisahkan. Demi kebahagiaan Kyuhyun aku disini". Jelas Victoria seraya tertawa remeh kearah Sungmin "Bisakah kau menyingkir dari Kyuhyun?"

Setelah mengatakan itu Victoria pun pergi meninggalkan Sungmin dengan sebuah pertanyaan besar dikepalanya.

'Ada apa dengan dua tahun yang lalu antara Kyuhyun dan Victoria?'

-T.B.C-

Woah! Saya gak nyangka lumayan banyak yang suka dengan FF ini. Terima kasih atas reviewnya, kalian semua manis kkkk.

Kemarin saya baca review ada yang bilang Kento Yamazaki mirip Sungmin. Kok pertama kali saya liat film L-DK justru Kento lebih mirip Heechul ya? Cuman pas diperhatiin lagi, iya juga sedikit mirip Sungmin. Bibirnya sih yang bikin jatuh cinta sama Kento, shape M sista! Ha ha ha

Yang belum nonton film L-DK coba deh nonton, seru banget! Kalian pasti langsung jatuh cinta sama karakter Kento Yamazaki di film itu.

Oh ya, menurut kalian, lebih baik update kilat atau nunggu lama buat baca FF sih? Kadang saya mikir, mungkin kalau saya update satu chap sehari kalian akan bosan dan gak ada timbul rasa penasaran gitu. Gimana?