Main Cast :

Cho Kyuhyun (B)

Lee Sungmin (G)

Genre :

Romance

...

Ryeowook menyukai Kyuhyun sang idola sekolah. Namun Kyuhyun menolaknya mentah-mentah. Sungmin sebagai sahabat Ryeowook tidak terima dan melabrak Kyu. Namun suatu kejadian membawa Sungmin dan Kyu tinggal dalam satu kamar sewa. Apa jadinya jika Sungmin perlahan jatuh cinta dengan Kyu? Bagaimana dengan sahabatnya Ryeowook?

Life Together

(Chap 5)

.

.

.

.

Sungmin baru saja keluar dari kelas lebih telat dari biasanya dikarenakan hari ini adalah gilirannya dan Eunhyuk melaksanakan piket kelas.

"Sungmin, aku duluan ya!". Sambil melambai Eunhyuk pergi melesat diatas motor Donghae. Sungmin hanya membalas dengan lambaian juga.

Tin...tin...

Dengan refleks Sungmin menoleh ketika suara klakson mobil seperti memanggilnya. Di samping gerbang sekolah, sebuah mobil hitam Audi R8 terparkir. Tak lama sosok seorang pria tampan keluar dari jendela mobil itu sembari melambaikan tangan. "Hai Sungmin!".

"Siwon oppa?". Sungmin sedikit heran melihat Siwon datang ke sekolahnya tiba-tiba, tak biasanya.

Siwon keluar dari mobilnya lalu menghampiri Sungmin yang masih terdiam di tempat sembari menatapnya heran.

"Kau melihat Kyuhyun?". Tanya Siwon.

"Aku tidak melihatnya". Jawab Sungmin. "Kenapa kau tanya padaku?".

"Soalnya kau tinggal bersamanya kan?". Tanya Siwon dengan suara yang cukup keras hingga beberapa murid yang baru saja keluar dari gerbang sekolah menoleh kepada mereka dengan tatapan ingin tau.

Sungmin meringis sekaligus kaget karena Siwon sudah mengetahui soal dirinya yang tinggal seatap dengan Kyuhyun. Padahal Kyuhyun pernah berkata padanya kalau ia tak pernah memberitahu siapapun tentang mereka yang tinggal bersama tak terkecuali keluarganya sendiri.

"Aku mendengarnya dari Victoria. Sungguh mengejutkan". Jelas Siwon.

Mendengar nama Victoria disebut oleh Siwon membuat Sungmin teringat kembali dengan perkataan wanita itu tempo hari yang masih membuatnya bertanya-tanya.

"Oppa, bo..boleh aku bertanya sesuatu?". Tanya Sungmin ragu-ragu.

Siwon mengangguk. "Tanya saja".

Sungmin menggigit bibirnya merasa ragu sebelum akhirnya gadis itu memutuskan untuk menanyakan rasa penasarannya. "A...apa...hubungan antara...Kyuhyun dan...Victoria?".

Siwon tertawa kecil sembari menutup bibir dengan tangannya. "Kau suka padanya ya?".

Sungmin membulatkan matanya sembari menggeleng kuat. "Ani..aniya!".

Lagi-lagi Siwon tertawa mendengar jawaban Sungmin. Terlihat sekali gadis itu sedikit kaget merasa tertebak. "Memang mudah mengatakan tidak". Ujarnya lalu tertawa tanpa suara.

oOoOo

"Ayah kami bukanlah orang yang penuh kasih sayang...". Ucap Siwon memulai ceritanya. Sekarang mereka berada di dalam mobil mewah lelaki itu setelah Siwon memutuskan akan menceritakan panjang lebar mengenai Kyuhyun pada Sungmin.

"...itulah kenapa aku dan ibuku tidak suka tinggal bersamanya". Sambung Siwon. "Dengan kata lain, kurangnya kasih sayang di keluarga kami".

Sungmin mengangguk mengerti mendengar cerita Siwon.

"Sejak kecil, Victoria sudah mengetahui mengenai keadaan keluarga kami. Dia selalu menghibur Kyuhyun. Meski kondisi keluarga kami buruk, tapi Victoria mengajak Kyuhyun sekolah dan bermain di tempat berbahaya". Jelas Siwon mengalihkan pandangannya kearah Sungmin. "Kau mau tau lebih lanjut?".

Sungmin mengangguk. "Ne..".

"Dengan satu syarat". Kata Siwon seraya menatap lekat mata Sungmin. Gadis itu tertegun mendengar penuturan Siwon.

"Kau tau kenapa aku memanggilmu tadi?". Tanya Siwon dan dibalas gelengan kepala oleh Sungmin.

Srett

Dengan cepat Siwon memajukkan wajahnya lalu menarik tengkuk Sungmin agar mendekat kearahnya.

Cup

Siwon mencium Sungmin tepat di bibir pinkish gadis itu. Sungmin terkejut bukan main lalu mendorong cepat dada Siwon agar menjauh dari nya. Gadis itu hampir menangis karena perlakuan kurang ajar Siwon yang tiba-tiba.

"Apa yang kau lakukan?!".

Siwon tertawa dengan wajah yang kaget. "Ouh.. apa itu ciuman pertamamu?". Lelaki itu tertawa tak menyangka. "Benerkah tebakanku?".

Deru nafas Sungmin memburu cepat. Ia merasa terlecehkan sekarang sebagai seorang perempuan.

"Bagaimana kalau kau pergi kencan denganku?". Tawar Siwon tanpa basi-basi.

Plakkk

"JANGAN MEMPERMAINKANKU!".

Brakk

Sungmin keluar dari mobil Siwon buru-buru lalu membanting pintu mobil mahal itu dengan keras. Ia berlari menjauh dari mobil Siwon dengan air mata yang mengalir deras.

Sedangkan Siwon tertawa melihat Sungmin yang berlari menjauh dari balik kaca mobilnya. "Manis".

oOoOo

Splash...splash...

Kilatan cahaya yang berasal dari blitz flash kamera menyinari seorang model wanita yang tengah bergaya di depan background putih dengan banyak balon warna warni sebagai hiasannya.

"Bagus, pertahankan posisimu, oke...ini yang terakhir".

Dengan posisi duduk wanita itu bergaya seolah sedang meniup balon dengan wajah ceria.

Splash...

"Oke sempurna!".

Tepuk tangan pun riuh terdengar pertanda selesainya proses pemotretan pertama pada hari itu. "Terima kasih semua atas kerja kerasnya!". Teriak model tersebut lalu membungkuk sopan.

"Lihat, hasil fotomu sangat natural. Aku suka senyummu".

"Itu berkat arahan dari seorang fotografer hebat sepertimu, Siwon-ssi". Ucap sang model lalu tertawa genit.

Lelaki yang ternyata Siwon itu ikut tertawa mendengar pujian model cantik dihadapannya. "Semuanya istirahatlah dulu". Teriak Siwon kepada seluruh staff. Ia pun bergegas keluar dari studio foto itu. Namun langkahnya terhenti ketika melihat Kyuhyun sang adik sedang berdiri menyandar di depan pintu studio.

"Oh, Kyuhyun-ah!". Siwon menghampiri Kyuhyun lalu menepuk-nepuk bahunya. "Bagaimana sekolahmu?".

"Kenapa kau ke sekolahku hari ini?". Tanya Kyuhyun dingin.

Siwon berdecak mendengar pertanyaan dingin adiknya. "Hei..kenapa kau bertanya begitu, hyung merasa kesepian". Kata Siwon lalu menarik Kyuhyun agar duduk di sofa didalam studio fotonya.

Siwon meraih tasnya yang berada tak jauh dari sofa dan mengambil sesuatu didalamnya. Sebuah amplop panjang berwarna coklat yang berisi sejumlah uang kini berada di tangan Siwon.

"Ini, mungkin dapat membantumu". Ujar Siwon lalu menjulurkan amplop itu kepada Kyuhyun.

Kyuhyun menatap ampol itu dengan datar. "Aku tidak butuh". Jawabnya sinis.

Siwon mendecak mendengar penolakan Kyuhyun atas kebaikannya. "Kerja itu sulit dan melelahkan kan? Sudah terima saja". Siwon meraih tangan Kyuhyun lalu meletakkan amplop itu ditangannya.

Kyuhyun terdiam tak melawan. Lalu ia menghembuskan nafasnya pelan seraya menaruh kembali benda itu di meja. "Aku kembalikan".

Siwon melirik Kyuhyun jengah. "Dengan tinggal bersama seorang perempuan disisimu, kau akan butuh banyak uang". Kata Siwon menasehati.

"Terserah". Jawab Singkat Kyuhyun lalu berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan kakaknya itu.

"Apa bagusnya untukmu jika kau mendapatkan Sungmin?".

Kyuhyun berhenti melangkah ketika mendengar nama Sungmin diucapkan oleh kakaknya. "Kenapa tiba-tiba melibatkannya?".

Tawa Siwon terdengar ketika melihat mata tajam Kyuhyun tengah menelanjanginya ketika ia menyebut nama Sungmin barusan. "Gadis itu, entah bagaimana mirip Victoria kan?".

"Dari apanya?". Tanya Kyuhyun tak setuju.

"Sejujurnya gadis itu mudah didapatkan". Ucap Siwon memprediksi.

"Kenapa kau bilang begitu?".

"Soalnya ia begitu kuat". Ujar Siwon seraya memegangi sudut bibir kirinya yang lebam karena tamparan keras Sungmin tadi.

Kyuhyun pun baru sadar ketika melihat lebam yang ada di sudut bibir kakaknya itu. "Maksudmu?".

"Aku mencium Sungmin tadi". Ucap Siwon enteng. "Tak kusangka dia ba...".

Duggg

Pukulan keras Kyuhyun melayang cepat kearah wajah Siwon. Kini sudut bibir kanan Siwon ikutan lebam dan mengeluarkan darah.

"Ha ha ha kau seperti ayah". Ujar Siwon lalu tertawa pelan karena bibirnya kembali perih.

"Kau...".

"Hentikan! Apa yang kau lakukan?!".

Baru saja Kyuhyun akan melayangkan pukulan ke wajah Siwon lagi, tapi suara dari para staff Siwon menghentikan kepalan tangan Kyuhyun. Ia pun menurunkan tangannya dari kerah baju Siwon lalu pergi dengan wajah penuh amarah.

"Bukan apa-apa. Ayo bersiap-siap untuk pemotretan sesi dua". Ujar Siwon kepada para staffnya mencoba menenangkan.

oOoOo

Di bukit yang sepi Sungmin menangis tak henti-hentinya sedari tadi. Sudah tiga jam lebih ia duduk diatas rerumputan dan menangis keras-keras. Gadis itu terus-terusan mengelap bibir dengan punggung tangannya dengan kasar. Tapi Sungmin masih tetap bisa merasakan bibir Siwon yang tadi tiba-tiba menciumnya.

"Kau sedang apa disitu?".

Sungmin berhenti menangis dan menoleh ke belakang ketika mendengar sebuah suara sedang bertanya padanya.

Mata gadis itu membulat ketika ia mendapati Kyuhyun tengah berdiri dibelakangnya. Ia bangkit dari duduknya lalu cepat-cepat mengelap air matanya dan kembali menoleh kedepan tak mau menatap Kyuhyun.

"A..aku sedang melihat langit". Jawab Sungmin berbohong.

Kyuhyun mendekat kearah Sungmin yang tengah membelakanginya. "Jangan menangis".

"Aku tidak menangis".

"Aku tau kau menangis".

Air mata Sungmin kembali menetes padahal ia sudah menahannya agar tak ketauan oleh Kyuhyun. Ia pun membalikkan badannya dan menatap Kyuhyun. "Aku bilang tidak menangis!". Bentak Sungmin lalu menundukkan pandangannya dari mata Kyuhyun.

Kyuhyun tertawa kecil dengan sudut bibirnya mendengar Sungmin yang memaksa kalau ia tidak sedang menangis, padahal air mata gadis itu masih mengalir melewati pipinya.

Jprett..

Dengan jail Kyuhyun memotret wajah Sungmin yang tengah menangis dengan ponselnya. "Lihat, wajahmu jelek sekali". Ejek Kyuhyun lalu menunjukkan layar ponselnya kepada Sungmin.

"Jangan mengambil fotoku!". Sungmin mencoba meraih ponsel Kyuhyun namun tangannya ditahan Kyuhyun dengan cepat.

"Jangan mudah dicium oleh orang lain". Ucap Kyuhyun sembari menatap mata Sungmin dalam. "Sudahku bilang kan untuk berhati-hati?". Lanjutnya seraya memegang kedua pundak Sungmin agar gadis itu menatapnya.

Mata Sungmin kembali berair dengan deras mendengar Kyuhyun berkata begitu.

"Apa kau bodoh?".

"Maafkan..aku". Ucap Sungmin lirih.

Cup

Kyuhyun dengan cepat mencium mata Sungmin yang terus mengeluarkan air mata. Sungmin terkejut dengan tindakan Kyuhyun tersebut. Ia berhenti menangis dan terisak pelan.

"Itu sebagai reset-nya". Kata Kyuhyun.

"Apa yang kau...".

"Sudahlah, jangan cerewet". Potong Kyuhyun cepat.

"Tapi...".

"Ciuman bibir tadi tak berarti apa-apa". Ucap Kyuhyun.

Sungmin tersenyum perlahan mendengar ucapan Kyuhyun. Hatinya kembali tenang dan mencoba menghapus kejadian yang tidak diinginkannya tadi siang.

Kyuhyun benar, ciuman tadi tidak ada apa-apanya, ia tidak kehilangan ciuman pertamanya. Karena ciuman itu tidak pernah diinginkan oleh diri Sungmin sendiri. Itu hanya...sebuah kecelakaan. Dan Sungmin akan melupakannya. Lagi-lagi Kyuhyun membuatnya lega disaat keadaannya yang kacau.

Kyuhyun pun ikut tersenyum kecil melihat gadis dihadapannya tidak lagi menangis. Ia pun memutar tubuh Sungmin perlahan agar gadis itu membelakanginya.

"Selamat jalan". Bisik Kyuhyun di telinga Sungmin lalu mendorong cepat tubuh gadis itu kedepan hingga tubuh Sungmin jatuh berguling-guling menuruni bukit berumput yang tidak terlalu tinggi.

"WAAA!". Tubuh Sungmin terguling hingga ke bawah bukit dan berhenti di ujung bawah bukit dengan keadaan tengkurap.

Sretttttt...

Kyuhyun berlarian menyusul Sungmin yang sudah 'tiba' di bawah bukit dengan tawa yang keras. "Ha ha ha agak menakutkan ya?". Ucapnya dengan tawa yang tak berhenti.

"Ya! Kupikir aku sudah mati!". Bentak Sungmin kesal karena Kyuhyun hampir saja membuatnya tewas terguling.

"Ha ha ha ha".

"Jangan tertawa bodoh!".

Untung saja bukit itu berumput tebal dan tidak ada batu, bisa-bisa Sungmin benar akan mati diatas bukit kalau sampai terdapat batu berserakan di bukit itu.

Kyuhyun masih saja tertawa melihat wajah ketakutan Sungmin dan juga rambut berantakannya yang penuh dengan rumput kering disana-sini. Ia pun menidurkan tubuhnya diatas rumput karena lelah menertawai Sungmin.

"Aku pikir kau akan tertawa jika aku melakukan hal itu". Ujar Kyuhyun.

"Menggulingkanku dari atas kau pikir lelucon? Hah! Mati saja kau". Ucap Sungmin dengan nada kesal. Ia melirik ke arah Kyuhyun yang tengah berbaring di rerumputan dengan merentangankan tangannya. Sungmin sebenarnya tidak kesal, tidak juga marah. Ia...malah tersenyum lebar melihat Kyuhyun disampingnya yang masih saja tertawa.

"Aku kan mau membuatmu tertawa". Kata Kyuhyun seraya menoleh ke arah Sungmin yang terduduk disampingnya.

'Aku juga...ingin tertawa...bersamamu...'.

oOoOo

Setiap saat kita bersama...

...persis seperti yang kuharapkan.

Aku hanya...

...bermain-main dengan perasaanku sendiri...

Aku harap ini akan terus berlanjut...

Dan perlahan menjadi normal.

Tapi dari dalam hatiku, aku merasa tidak enak...

Ada suara yang tak bisa ku dengar...

Itulah kenapa, aku tidak apa-apa seperti ini.

...Mulai sekarang akan kuhargai waktu kebersamaan kita.

Aku suka dengan hubungan ini, hubungan yang tak terucap oleh kata-kata.

"Ya! Kyuhyun-ah! Jungmo oppa hampir saja mengetahui rahasia kita! Dia merasa aneh kenapa kau membawa barang belanjaan pribadiku". Bentak Sungmin ketika ia baru saja pulang sehabis bermain ke rumah Ryeowook.

Saat Sungmin sedang berjalan menuju rumah sewanya, ia tak sengaja berpapasan dengan Jungmo yang baru saja keluar dari cafenya. Lelaki itu bertanya kenapa tadi siang Kyuhyun membawa belanjaan berisi keperluan pribadi miliknya. Sungmin dengan gelagapan berbohong kalau tadi dia menitipkan belanjaannya kepada Kyuhyun karena ia harus ke rumah Ryeowook buru-buru. Untung saja Jungmo percaya dan tak bertanya lebih.

"Apa itu masalah?". Tanya Kyuhyun tanpa mengalihkan matanya dari ponsel yang digenggamnya.

"Tentu saja masalah!".

"Aku tidak peduli jika rahasia kita terbongkar". Ujar Kyuhyun lalu menurunkan ponselnya. Ia menatap Sungmin yang masih berdiri di depan pintu masuk dengan lekat.

"Tinggal bersamamu tidaklah buruk". Sambungnya lalu kembali meneruskan bermain game yang ada di ponselnya.

Sungmin mengulum senyumnya senang mendengar perkataan Kyuhyun. Jantungnya kembali berdebar cepat.

...Sekarang, dalam keadaan seperti ini...

...meski sedikit lebih lama...

Aku berharap waktu ini tak pernah berhenti...

Selamanya…

oOoOo

Hari ini, sepulang sekolah Sungmin berencana akan membeli sebuah dress sederhana yang akan dipakainya saat malam Festival Kembang Api di pantai Gwangalli. Dua minggu lagi festival besar tersebut akan diselenggarakan. Jadi, Sungmin mencoba bersiap jauh-jauh hari untuk menghadari festival itu untuk pertama kalinya bersama Kyuhyun.

Butik pakaian wanita bernama D&E menarik perhatian Sungmin untuk melihat-lihat koleksi dress disana.

"Selamat datang...ada yang bisa kami bantu?".

"Aku...sedang mencari sebuah dress".

"Ouh...kemarilah, akan ku tunjukkan koleksi dress di butik kami".

Sungmin pun diajak ke sisi kanan dari butik tersebut. Gadis itu berdecak kagum melihat dress dengan berbagai macam model tergantung diruangan itu. "Silahkan kau pilih yang menurutmu menarik".

Sungmin pun berkeliling mencari dress yang menurutnya cocok untuk ia pakai. Semua dress disana cantik dan menarik. Sangat bingung untuk menentukan dress mana yang bagus jika dikenakan olehnya.

"Ah!". Sungmin menghampiri sebuah dress sepaha sederhana berwarna baby green dengan belt hitam berpita yang melingkar di pinggang. "Bagus sekali...".

"Kurasa ini sangat manis jika kau memakainya. Mau kau coba?".

Sungmin pun mengangguk dan membawa dress itu menuju ruang ganti. Ketika ia memakai dress tersebut dan menatap cermin yang ada dihadapannya, Sungmin pun tersenyum lebar. Ia memutar-mutarkan tubuhnya di depan cermin berulang kali.

"Aku...pilih ini!". Ucapnya mantap lalu bergegas menuju kasir dan membayarnya.

"Terima kasih telah berkunjung. Semoga hari mu menyenangkan".

"Ne...annyeong!". Sungmin pun membungkuk sedikit lalu keluar butik tersebut dengan membawa paper bag berisi dress pilihannya. Ia sangat tak sabar menunggu hari festival itu tiba dan membayangkan betapa akan menyenangkan dan mendebarkan nanti bisa pergi berdua bersama Kyuhyun.

Di samping butik D&E tadi, poster Festival Kembang Api Gwangalli itu tertempel di temboknya. Sungmin memperhatikan kembali poster itu dengan senyum lebar.

"Pasti bisa pergi kan?". Tanyanya pelan mencoba meyakinkan diri.

Tak jauh dari tempat Sungmin. Kyuhyun yang baru saja pulang dari tugas piketnya disekolah, melihat Sungmin yang sedang memperhatikan poster Festival Kembang Api yang sama dengan poster yang ada di Lotter World kemarin.

Ia tersenyum dengan sudut bibirnya lalu berjalan melewati Sungmin yang tak sadar akan kehadirannya.

oOoOo

"Jadi...x = 6y = 6000 - 2 liter, itu kenapa kau perlu mengurangi 2 liter disini, mengerti?".

Sungmin menggeleng pelan. "A..ani".

"Apa kau bodoh?". Tanya Kyuhyung jengkel karena Sungmin tak kunjung mengerti dengan soal matematika yang sederhana seperti itu.

"Kau terlalu cepat mengajarkannya, tak bisakah pelan sedikit?". Tawar Sungmin seraya tersenyum kaku menunjukkan giginya.

Kyuhyun memutarkan bola matanya mendengar alasan Sungmin. "Akan ku ulangi, jadi perhatikan baik-baik".

Gadis itu mengangguk lalu berkonsentrasi memperhatikan buku tulis yang ada dihadapannya dan Kyuhyun.

Drrrtt...drrrt...drrrtt...

Ponsel Kyuhyun bergetar diatas meja yang menjadi tempatnya belajar dengan Sungmin. Buru-buru Kyuhyun mengangkat telponnya ketika nama Victoria tertera dilayar ponselnya.

Kyuhyun menjauh dari Sungmin dan pergi ke balkon untuk menerima telpon dari Victoria itu.

"Ya? Ada apa Vic?".

Sungmin paham siapa yang menelpon Kyuhyun sekarang. Selalu begitu...ketika Kyuhyun hendak menerima telpon dari Victoria, lelaki itu akan menjauh darinya. Apa serahasia itu pembicaraannya dengan Victoria, hingga Sungmin tak boleh mendengarnya?

Sungmin menggeleng kuat. "Aku harus belajar!". Ia tak mau berfikir aneh-aneh sekarang. Besok ada ujian harian matematika, ia tak boleh gagal!

"Ne...aku paham. Tak apa, aku akan ke sana sekarang. Kau tetap di rumah".

Sungmin mengalihkan pandangannya dari buku matematika yang tadi dibacanya. Ia melihat raut wajah Kyuhyun yang sangat khawatir dan cemas. Lelaki itu buru-buru mengambil jaket dan tas kecilnya lalu pergi begitu saja.

"Tunggu...". Cegah Sungmin cepat.

Kyuhyun menghentikan langkahnya di ambang pintu tanpa membalikkan badannya kearah Sungmin.

"Ada apa dengan...Victoria?". Tanya Sungmin hati-hati.

"Aku pergi dulu". Ujar Kyuhyun tanpa menjawab pertanyaan Sungmin. Ia pun buru-buru mengambil kunci kamar yang tergantung di samping pintu masuk lalu pergi dengan cepat meninggalkan Sungmin dengan tumpukkan buku matematikanya.

Sungmin menatap kepergian Kyuhyun dengan gamang. Ia merasa terhalang oleh keberadaan Victoria di kehidupan Kyuhyun. Sungmin juga takut, jika…perasaannya hanya perasaan sepihak saja. Tapi, perlakuan Kyuhyun kepadanya, terkadang membuatnya berharap lebih. Namun Sungmin sadar, kalau dia terus berharap terlalu tinggi akan perasaan Kyuhyun padanya, justru itu akan membuatnya sakit lebih dalam kan?

Hingga pukul sebelas malam, Sungmin belum juga tertidur dan memutuskan untuk terus menunggu Kyuhyun hingga pulang. Padahal sedari tadi kepalanya terantung-antung di meja menahan rasa kantuknya.

Drap..drap..

Suara derap langkah Kyuhyun diluar kamarnya menyandarkan Sungmin dari rasa kantuknya yang luar biasa besar.

"Tunggu sebentar, biar aku buka". Teriaknya pelan lalu membukakan pintu menyambut Kyuhyun. "Selamat datang".

Kyuhyun menatap Sungmin datar lalu bergegas masuk tanpa bicara. Lelaki itu menghampiri kulkas dan mengambil sebotol air mineral dan meminumnya dengan buru-buru.

"Apa…Victoria baik-baik saja?".

"Hm".

"Syukurlah". Jawab Sungmin lega.

"Kenapa kau belum tidur?". Tanya Kyuhyun seraya membuka jaketnya.

"Kau tiba-tiba pergi, aku jadi sedikit khawatir". Jawab jujur Sungmin.

"Maaf". Ujar Kyuhyun sedikit merasa bersalah. "Itu bukan apa-apa. Lupakan saja".

Sungmin menaruh curiga pada gelagat Kyuhyun. Lelaki itu seperti menyembunyikan sesuatu darinya. Sungmin bisa meresakannya, tidak salah lagi. Ia menebak pasti kepergian tiba-tiba Kyuhyun tadi ada sangkut pautnya dengan kejadian dua tahun yang lalu yang belum ia ketahui sampai detik ini.

Sungmin berfikir, mungkin ini saat yang tepat untuk bertanya kepada Kyuhyun langsung tentang kejadian itu.

"Sebenarnya…apa yang terjadi dua tahun yang lalu?". Tanya Sungmin hati-hati.

Kyuhyun menatap geram kearah Sungmin.

"Tidak ada hubungannya denganmu". Jawab Kyuhyun ketus. "Kau menyebalkan". Ujar Kyuhyun lalu pergi tidur dan menarik selimutnya sampai menutupi seluruh tubuh.

-T.B.C-

Sudah adakah sedikit fakta yang kalian temukan di chap ini? Pasti masih penasaran soal 'dua tahun yang lalu' ya? Kalau gitu…kalian harus nunggu next chap kalo mau tau, he he he.

Karena kebanyakan dari kalian pengen saya untuk update kilat, saya akan berusaha untuk mewujudkan itu. Tapi…mungkin untuk next chap saya akan telat update. Soalnya saya berencana akan bikin ending untuk chapter 6 nanti. Kalau memungkin ending di chap 6 maaf ya, saya akan telat sehari soalnya pasti saya kebingungan buat nyatuin semua scene di filmnya menjadi tulisan dalam satu chap. Nanggung juga sih kalau harus di belah jadi dua chap. Pokonya kita liat nanti aja ya next chap bakal gimana.

Terima kasih banyak untuk reviewnya, saya merasa sangat di hargai oleh kalian :*

Maaf ya kalo ada typo(s) atau kesalahan lainnya yang membingungkan kalian. Semoga terhibur. See you next chap sista!