Harry Potter adalah kepunyaan Bunda Rowling, saya hanya meminjamnya.

Cerita murni dari leppi saya, saya ketik dengan susah payah*ok ini lebeh

OOT - Banyak yang beda

gak suka gak usah dibaca, kritik saran I need it!

Chapter 3

You leave Me alone…..

London, 6 Februari 2001

Lord GreenSnake POV

"Akh, Bodoh.. kenapa tidak langsung membunuh si Cedric bangsat itu" murkaku

"maaf, Lord. Kami dipergoki oleh Auror Weasley dan Entwhistle" ucap gadis bertopeng emas

"Akh, kesabaranku sudah habis. Aku tak bisa melihat Harry terlalu berbahagia! Aku ingin dia menderita! Kalian tahu itu!" sergahku

"Apa? kenapa lord?" selidik pemuda bertopeng hitam kelam

"karena aku menginginkannya mati bodoh!" kataku

"baiklah Lord, secepatnya Cedric akan mati! Beri kami waktu 5 hari" ucap pemuda bertopeng silver mengkilat.

"ok, aku menunggu berita baik! Aku pergi dulu ke Kementrian aku tak mau identitasku terbongkar!" ucapku berlalu meninggalkan mereka.

Well, ya akulah Lord GreenSnake yang meneror keluarga Diggory, Hogwarts dan kementrian Sihir. Aku ingin Harry Potter sang Choosen One itu mati dengan perlahan, dimulai dari orang-orang tersayangnya. Harry Potter si Boy-Who-lived apakah dia akan setegar saat melawan You-Know-Who? Aku pikir dia begitu lemah! Dia tak ubahnya seorang gadis lugu yang berlindung dibawah ketek suaminya! Hahahaha, ya benar itulah Harry Potter, pemuda yang dikejar masalah. Aku benci! Aku tidak menyukainya!


London, 8 Februari 2001

Cedric POV

Hari ini aku dan istriku Harry akan liburan ke Irlandia Utara, kau tahu kandungannya sudah membesar tapi belum kursakan tendangan Diggory Jr disana, kata Harry itu bisa terdengar jika usianya menginjak 5-7 bulan. Aku sudah tidak sabar apa kau tahu aku sangat ingin menimang Diggory Jr.

"Harry, C'mon baby! Aku sudah menunggu 45 menit!" teriakku dari dalam mobil

"Tunggu, aku baru saja selesaai mengemas barang-barang sayang!" katamu

Kau membuka pintu dengan begitu sulit, tangan dipenuhi tas dan entah apa itu dengan perut buncit kau terlihat lucu,

"Diggory, bantu aku! Apa kau mau Diggory Jr, terbentur haa?" hardikmu

"iya, aku sedang ke situ sayang" balasku

Aku berlari dan mengambil barang bawaanmu, kita beriringan menuju mobil. Sedikit omelanmu sungguh sangat manis Harry, kau sekarang sangat cerewet! mungkin pengaruh kehamilanmu.

Kulajukan mobil dengan kecepatan yang normal,sesekali dengan kecepatan diatas rata-rata. Kudengar omelan,komat-kamit bibir merahmu yang begitu kecil oh, menggoda Harry. Dan tak lupa Cubitan yang seakan mengirim listrik tegangan tinggi. Jangan sampai aku melakukannya dipinggir jalan didalam Mobil Harry.


London, 9 February 2001

Author's POV

"aduh, Cedric. Bangunlah! Atau aku akan menyirammu dengan air !" teriak Harry

Sia-sia Harry berteriak Cedric sudah dari tadi bangun dan sedang tidak ada kamar, dia berjalan-jalan di sekitar vila tempat mereka berlibur. Cedric adalah tipe pria petualang,loyal,pekerja keras,dan setia (sungguh Hufflepuff sejati) mungkin ya cocok dengan Harry yang berani,keras kepala dan suka melanggar aturan (Gryffindor indikasi Slytherin), perpaduan yang unik dan menarik jika dilihat.

"Cedric! Bangun! Tunggu aku akan ku siram kau…" teriak Harry lagi

Belum sempat ia keluar dari dapur Cedric sudah berdiri dihadapannya dengan keadaan shirtless,dan apa yang terjadi OMG! Cedric melorotkan celananya dan menunjukkan keperkasaannya ke Harry. Harry bersemu merah ketika Cedric meraih tangannya dan menuntunya mengurut dan meraba keperkasaan itu. Lama hening tatapan Cedric begitu menggoda erangannya juga tak kalah menggairahkan, Cedric mendekat lebih dekat dengan Harry meraih bibirnya dan menciumnya dengan bringas, menekannnnya sampai terpisah karena kebutuhan oksigen. Cedric menurunkan kepala Harry sampai Harry benar-benar ada dihadapan keperkasaannya, Harry memegangnya dan mulai memasukkannya kedalam mulutnya, memainkannya dengan lidah. Harry menekan kuluman itu salivanya berjatuhan dimana-mana dan yang terdengar hanya erangan Cedric yang sangat menggairahkan. Harry yang sudah sajak tadi terangsang akhirnya melepas semua pakaian tidurnya hingga keduanya Dia,dan Cedric dalam keadaan topless (Full Naked) Cedric mengelus betang keperkasaannya yang sudah siap untuk menusuk lubang kenikmatan Harry, Cedric mengolesi lubang itu dengan gell yang mungkin dibelinya di ST,Mungo. Kemudian Cedric memasukkan keperkasaannya kepada Harry, erangan Harry begitu menggoda saat Cedric memaju mundurkan batangnya, Oh sunggu bergairah. Hentakan Cedric semakin cepat dia mengerang keras ia klimaks terasa hangat di lubang Harry dan oh sempatnya Cedric mengeluarkan batang keperkasaanya dan meminumkannya kepada Harry, sangat romantis.

Pagi sudah kembali menyapa keduanya, kicauan merdu burung gereja yang sesekali hinggap di teras villa mereka, Harry telah bangun sejak subuh tadi. Dia terduduk dalam diam disebuah kursi goyang di perapian villa itu, dia berpikir sesuatu begitu rumit menurutku sampai kerutan yang ada di dahinya begitu tercetak jelas disitu. Lama hening tak bersuara Harry berdiri sambil menghela nafasnya, dia beranjak menuju ke teras namun sebelum dia membuka pintu tanganya digenggam oleh tangan lain yang tak lain adalah suaminya Cedric Diggory. Harry berbalik dan memandang suaminya, begitu lama tak ada suara, hanya helaan nafas yang terdengar. Cedric yang sejak tadi terdiam mulai membuka suara,

" Sweetheart, kenapa?apa yang mengganjalmu?"

"no problem, love. Mungkin aku hanya capek bawaan bayi sepertinya"

"baiklah kalau begitu, akan kutemani kau istirahat,"

Belum lama mereka berbalik menuju kamar suara gemuruh tiba-tiba terdengar didepan villa mereka disertai bunyi lemparan mantera. Harry berbalik dan melihat Cedric mengeluarkan tongkatnya, Cedric berjaalan perlahan menuju pintu villa mereka, sesekali Cedric memberi instruksi untuk diam. Harry yang panik hanya bisa bersiap dengan tongkat ditangan siaga kalau ada yang menyerang.

Cedric perlahan medekati pintu, ia mengintip melalu celah kunci yang ada tepat digagang pintu. Dia terdiam dan kemudian berbalik menuju ke arah Harry, belum sampai sepuluh detik Cedric berbalik pintu itu hancur. Dari balik asap yang mengepul setelah ledakan tadi muncul tiga orang berjubah dan bertopeng, salah satunya adalah seorang wanita,

"Selamat pagi Mr and Mrs Diggory maaf telah mengganggu pagimu" Wanita bertopeng emas membuka suara.

"Ah, tidak usah berbasa-basi sayang. Kami datang kesini untuk menyampaikan sesuatu kepada kalian" rekannya yang bersuara parau dengan topeng hitam mengkilat ikut menimpalinya

"Apa yang kalian inginkan dari kami?" Cedric mengacungkan tongkatnya kepada ketiga tamu itu

"Tidak usah galak, Mr. Diggory kami hanya menyampaikan salam dari Lord GreenSnake untukmu Diggory, Avada Kedavra!" teriak seorang bertudung yang hanya memakai setengah topeng

Cedric tak dapat menghindar, dia terkena rapalan mantera itu. Cedric tersungkur dan jatuh tepat di hadapan Harry, dia pucat dan tak lagi bernyawa. Harry marah dan Ingin membalas tapi, ketika Harry mengacungkan tongkatnya mereka sudah berapparate. Harry mengenali siapa yang membunuh suaminya, !.


*TBC*

thanks udah baca, mau bikin nge-gantung hihihi*ala kunti

penasarankan siapa sih yang nge-hancurin hidu Harry? Stay tune ya :)

Don't forget for Riview Ok ;)