Harry Potter adalah kepunyaan Bunda Rowling, saya hanya meminjamnya.
Cerita murni dari leppi saya, saya ketik dengan susah payah*ok ini lebeh
OOT - Banyak yang berbeda dari aslinya
gak suka gak usah dibaca, kritik saran I need it!
Typo detected bertebaran XD, Happy Reading
Chapter 6
Terulang Lagi...
London, 15 Agustus 2001
Author's POV
Setelah melahirkan kini Harry begitu sibuk dengan malaikat kecilnya, Rene. Harry menjadi single parents diusia yang relative muda,dan dengan bayi yang baru berusia sekitar dua minggu, hanya Mrs. Molly atau Mrs. Malfoy yang kadang datang membantu atau sekedar menengok Rene, hari ini Harry akan kedatangan Mrs. Malfoy. Harry selalu menjadi yang teristimewa di keluarga Malfoy setelah perang berakhir,dan bahkan dia sudah dianggap sebagai anak oleh keluarga Malfoy seperti Harry dianggap sebagai anak oleh keluarga Weasley, apalagi setelah Draco menceritakan kedekatan mereka, bukan kepalang bahagia Mr dan Mrs. Malfoy. Harry sudah memandikan Rene, mengangkatnya dari bak mandi dan menghandukinya,
"Oh, My Sweethert! Rene! I Love You" kata Harry sambil mengusap seluruh tubuh Rene dengan minyak kayu putih pemberian sepupunya Dudley.
Ditengah-tengah asyiknya Harry mengurusi Rene, kilatan api hijau menyambar dan muncullah wanita paruh baya dengan anggunnya berpakaian gaun panjang hijau zamrud dengan rambut disanggul rapi. Dia adalah Mrs. Malfoy : Narcissa Malfoy sepupu Ayah Baptis Harry, serta Ibu Draco, wanita itu melangkah anggun menuju Harry dan menepuk pundak Harry,
"Son, biar Aunt yang memakaian Rene pakaian, kau bersiaplah kita akan berangkat" kata Mrs. Malfoy
"Berangkat? Kita akan kemana Aunt?" Tanya Harry
"Apa Darco tidak memberitahumu,son?"
"tidak sama sekali, "
"Baiklah mungkin dia lupa, kita akan ke Manor, memperkenalkan Rene dengan rumahnya"
"maksud Aunt? rumah Rene?"
"Astaga Son, kau akan menjadi istri Draco. Dan sudah sepantasnya kau dan Rene mengenal tempat yang akan kalian tinggali."
"Oh, tapi _"
"Sudah Son, bersiap dan kita berangkat"
"Baiklah Aunt, Draco memang seenaknya!"
Harry naik ke kamarnya untuk bersiap menuju Manor, dia sangat kesal dengan rencana seenak dan sepihak Draco, Harry berpikir Draco melakukannya karena kalau dia di beritahu tentu akan dia akan menolak, harry begitu kesal tapi harus ia jalani tidak mungkin ia menyuruh Aunty Cissie pulang dengan muka sedih? Oh Harry tak tega.
Harry berangkat dengan Aunty Cissie ke Malfoy manor tentunya bersama Renata, mereka sampai ketika uncle Lucius sedang menyeruput kopi panasnya di sofa samping perapian. Ketika kilatan api hijau menyambar, dua orang bersama bayi muncul di perapian. Uncle Lucius berdiri dan menyambut kedatangan mereka,
"Harry son, kemarilah. Selamat datang di Malfoy Manor"
"Terimaksih -"
"sstt, panggil Uncle Lucius. Dan anggap saja seperti rumah sendiri. Draco sebentar lagi pulang" senyum Uncle Lucius
"Oh, lihat Harry Lucius begitu bahagia. Jarang sekali bahkan tidak pernah aku melihatnya tersenyum, hahahaha" canda Aunt Cissie
"Baiklah, Aunty, Uncle. Terima kasih semuanya."
"oh , kamu sudah kami anggap anak sendiri, jadi tidak usah sungkan, Son" kata Uncle Lucius
"Renata, ucapkan salam kepada Uncle Lucius. " kata Harry
"Ohh,, Little Angel. Say hi to your grandDad"mencoba menggendong Renata
"Uncle bisa saja, dia begitu rewel loh uncle"
"Hahaha, ya unclemu sudah begitu mahir mungkin menangani bayi, biarlah Unclemu bermain dengan Renata. Sebaiknya kita memasak untu makan siang, Draco sebentar lagi akan datang"
"Baiklah Aunty, Rene jangan nakal dan jangan merepotkan GrandDad, ok!" kata Harry mengangkat jempolnya pada Rene.
Harry dan Aunty Cissie bergegas untuk memasak makanan favorit Draco, Sup Abalone. Mereka sudah pas untuk menjadi keluarga bahagia, tapi ini tidak cukup untuk membuat Harry gampang membuat keputusan dia malah bimbang antara Draco dan Percy, Harry hanya menggedikkan pundaknya dan kembali memasak.
Semua sudah terhidang di meja makan, mulai dari Sup Abalone, Kimchie, Rendang, dan masih banyak lagi. Harry, Uncle Lucius, Aunty Cissie serta Renata tentunya sudah menunggu Draco di meja makan, setelah menunggu 5 menit kilatan hijau menyambar diperapian, muncul pria dengan jas rapi, membawa bunga dan tas kerja. Draco langsung saja menuju meja makan, dia menyapa Ayah, Ibu, dan tentu saja Harry, dia memberi Harry bunga, Oh Gosh! Harry memerah! Aunty Cissie tersenyum melihat tingkah Harry. Draco kemudian mengambil Renata dari Ayhnya dan menggendongnya dan duduk disamping Harry. Mereka makan siang bersama, terengar canda tawa riuhan obrolan yang mengalir di meja makan. Mereka sudah pas dan Klop!
Lord GreenSnake's POV
Dia bisa disayangi kini, tapi sedikit demi sedikit kau akan menderita Potty! Tunggu awal kehancuranmu! Lihat saja ketika kekasihmu akan meninggalkanmu!
"Hei kamu! Panggilkan si StrongHand ada tugas yang harus kau lakukan"
"apa Lord, perintahmu adalah kewajibanku!"
'bunuh kekasih Potter! Bunuh dia!"
"Siapa tuan? Weasley atau Malfoy?" tanya lelaki itu
"mendekatlah, aku akan membisikmu"
"sstttsttsshshshsststshsh, Paham!"
"baiklah Lord, segera Lord!"
Aku menang Potty kau akan menangis Potty, Aku lah yang menang Sekarang!
London, 17 Agustus 2001
Harry's POV
Aku terbangun lebih pagi, dari tadi Rene menangis terus tidak seperti biasanya. Dia kelihatan lebih pucat dan berkeringat dingin, aku mencoba memberinya ramuan dan syukur wajahnya tidak pucat lagi. Tapi, dia masih menangis entah ada apa dengan Rene. Apakah dia sakit? Aku mengecek popoknya dan masih kering. Aku mencoba menawari Rene susu ditepis oleh Rene. Aku bingung dengan kemauan Rene, aku berpikir mungkin dia kepanasan. Aku coba menggendongnya dan mengayun-ayunkanya di udara, tapi usahaku gagal Rene masih menangis. Aku merasa frustasi, siapa yang akan membantuku di subuh seperti ini? Bayangkan jam 4 kau harus menenangkan bayi yang menangis tiada henti dan tanpa sebab. Akhirnya aku meletakkan Rene di box bayi,aku menangis aku merasa gagal untuk menjadi orang tua. Aku duduk disamping box Rene sambil menangis Aku mencoba bernyanyi "Nina Bobo" untuk Rene, aku terus berusaha bernyanyi meski suaraku bparau. Aku sadar ini adalah tantangan awal menjadi orang tua. Ini baru permulaan masih sederhana, belum yang kompleks. Aku kemudian mencoba mengangkatnya mendekanya dan sedikit mengayunkan tanganku, kucoba sedikit bernyanyi "twinkle-twinkle little star" dan Yes! Aku berhasil Rene tertidur , aku menaruhnya di Box dan merapikan selimutnya tak lupa botol susu yang siap selalu disampingnya.
Aku sungguh capek luar biasa, aku kini benar-benar merasakan menjadi orang tua yang harus repot dan selalu siaga terhadap anak, Fiuh butuh semangat dan kekuatan ekstra. Aku mencoba memperbaiki posisi tidurku, kulihat ke dinding oh jam 5, masih ada sedikit waktu. Aku mencoba memejamkan mataku, tapi tak selang beberapa waktu telepon berdering di sudut kamar. Aku membuka mata, dan berpikir siapa yang menelepon sepagi ini? Kurang kerjaan. Aku melangkah malas menuju telepon yang dari tadi berdering tiada henti,aku mengangkt gagangnya dan seorang pria dengan suara berat berbicara diujung telepon.
"Selamat pagi , maaf mengganggu tidur anda"
"iya selamat pagi, oh tidak masalah. Ini siapa dan apa keperluan anda"
"saya dari pihak kementrian sihir ingin menyampaikan sebuah kabar"
Deg! Mendengar kementerian hanya Draco dan Percy yang muncul dibenaknya, apa yang terjadi di kementerian sampai sepagi ini meneleponku? Apa ada hubungannya dengan Percy dan Malfoy? Harry possitive thinking!
"kabar apa, sir"
"ini tentang _"
Aku menjatuhkan gagang teleponnya aku tak kuasa mendengarnya langitku runtuh sekitika, bumiku bergoncang sekarang, sinarnya padam! Aku berlutut menangis dan menutup kedua mataku yang telah basa dengan airmata, ini tidak mungkin terjadi. Ini tidak bisa, ini bukan April Mop! Tolong katakan ini bohong dan hanya lelucon murah. Tolong katakan itu . Aku masih tersambung dengan pria diujung telepon itu, aku sudah tidak mampu mendengar apa-apa lagi. aku sudah tidak berarti lagi, aku tak bisa !
*TbC*
akhirnya ini fic aku lanjutin mau diselesain soalnya mepet juga, maaf baru update soalnya baru libur maklum wond ndeso,
so tolong review ya...
