Harry Potter adalah kepunyaan Bunda Rowling, saya hanya meminjamnya.

Cerita murni dari leppi saya, saya ketik dengan susah payah*ok ini lebeh

OOT - Banyak yang berbeda dari aslinya

gak suka gak usah dibaca, kritik saran I need it!

Typo detected bertebaran XD, Happy Reading

CHAPTER 7

Lagi dan Lagi

London, 16 Agustus 2001

Harry's POV

Aku menutup gagang telepon, aku melangkah menuju box Rene. Aku berkemas dan membawa Rene ke The tak bisa berkata apa-apa, hanya air mata yang terus berderai membelai pipi ini. Aku tiba di The Burrow

" 'mione, maaf aku titip Rene. Aku ingin ke kementrian sekarang."

"Baik Harry, hati-hati sekarang situasi sangat berbahaya." Nasehat Hermione

"Baiklah, aku pergi"

Aku segera menuju kementrian, aku terus terisak karena berita yang kudapat adalah pukulan telak yang kuterima setelah kematian Cedric. Apa benar aku hanya pembawa masalah, dikejar oleh bahaya dan membuat orang yang kusayangi terancam kehidupannya. Hati bergejolak dan aku tak tahu apa yang harus kulakukan saat ini. Aku kini sampai di kementrian aku melihat banyak auror yang lalu lalang mengamankan tempat penyerangan, aku mencari dua pemuda yang merupakan orang yang akau sayangi tapi aku tak menemukan satupun dari mereka. Aku berkonsentrasi lebih teliti, aku mencoba mengedarkan pandanganku tapi apalah mau dikatakan tak ada yang kutemukan,

"Harry, kau mencari Weasley dan Malfoy?" tanya lelaki tua kepadaku

" Iya, Kingsley! Dimana mereka apakah mereka baik-baik saja?"

"sebaiknya kau ikut denganku ke St. Mungo. Disana kau akan menemukan jawabannya"

Aku berapparate bersama Kingsley menuju ST. Mungo Hospital untuk melihat keadaan Percy dan Draco. Aku memohon dalam hati, merlin tolong selamatkan mereka, aku menyayangi mereka. Aku masih diselimuti rasa takut jika apa yang aku harapkan tidak sesuai dengan harapanku. Bayangan kematian kini kembali menghantuiku, setelah kematian Cedric yang membuat aku hampir gila, sekarang apalagi. Aku paranoid dengan kematian. Kami akhirnya sampai juga di ST. Mungo..

"Perawat, ruangan Mr. Malfoy dan Mr. Weasley dimana?" tanyaku inisiatif duluan

"Blok B3 kamar no 124 dan 126." Jawab perawat itu.

Aku berlari sekuat tenaga yang kumiliki sekarang, entah apa yang akan kutemui setelah sampai pada kamar yang kutuju. Aku masih berlinang airmata menaiki anak tangga dengan sedikit berlari, aku tidak sabar untuk menemui mereka. Aku takut mereka bernasib seperti Cedric., mati karena aku. Aku tiba di koridor Blok B3, aku ragu dan takut menghadapi semuanya. Bisakah aku berteriak sekarang? Aku tak sanggup. Aku melihat keluarga weasley berkumpul di depan ruangan 126 dan Mr. Malfoy di ruangan 124. Aku cemas, aku belum siapa mendengar kabar buruk. Aku mencoba mendekat dengan tangan masih menelengkup wajahku,

"Mr. Weasley bagaimana keadaan Perc?"

"Harry son, Perc masih kritis dia belum sadarkan diri"

"Boleh aku masuk melihatnya?"

"Belum son, healer masih mengobatinya. Tunggulah sebentar" Mrs. Weasley menenangkanku

"Baiklah, aku ingin ke kamar Draco. Permisi"

Aku berusaha untuk berjalan ke kamar sebelahnya, dimana Uncle Lucius duduk dalam diamnya,

"Uncle, bagaimana keadaan drake?"

"Harry Son, dia ada di dalam, lukanya cukup parah. Dia sudah sadar"

"Aku boleh masuk?"

"Masuklah, son. Aunty Cissy ada di dalam."

"Baiklah uncle, aku masuk dulu" aku membuka pintu kamar Draco

Aku masih ragu untuk melihatnya, tanganku belum lepas dari wajahku yang kutelungkupkan menutupi bibirku. Aku memandang masuk dan mendapati Aunt Cissy sedang mengupas apel untuk Draco, sedangkan Draco bersandar dengan balutan perban di kepala dan tangannya. Dia mungkin patah karena penyanggah di tangan dan kakinya terlihat jelas olehku. Aku melangkah dengan pelan melihat keadaan Draco lebih dekat.

"Drake, kau baik-baik saja?" tanyaku dengan sesegukan

"Aku OK! Tenang saja Harry sayang, aku kuat!" Draco masih bisa tertawa

"Aku serius, Drake! Aku takut kamu meninggal"

"Tenang aku selalu kuat, kemarilah dan peluk aku"

Aku mendekatkan tubuhku lebih dekat dengan Draco, dia merangkul pinggulku dengan tangannya yang tidak terluka, aku tertawa melihat tingkah konyolnya. Aunty cissy saja harus menaruh apel yang dia kupas dan tertawa melihat seorang Malfoy menggodaku,

"Kalian begitu serasi, Son. Aku ingin segera melihat sebuah pesta pernikahan" Aunty Cisssy terharu

"Bagaimana dia mau menikahiku Aunty? Dia saja tidak bisa berjalan dan lihatlah dia penuh perban Aunty!" aku tertawa

" Betul, Son. Aku ragu dengan putraku ini!" Aunty menambahkan

"Oh, tunggu saja Mom, selesai ini aku akan menikahi Harry dan langsung memberimu Cucu! " Draco tertawa begitu keras sampai dia terbatuk-batuk

"Lihatlah dia Aunty, pemuda dengan percaya yang sangat tinggi!"

"Kau harus terbiasa, Son. Malfoy selalu begitu!" Aunty Cissy ikut tertawa

"Aunty beristirahatlah, biar aku yang menjaga Drake"

"Baiklah Harry, Aunty akan pulang ke Manor untuk mengambil keperluan Draco di sini"

"Iya Aunty,"

Aunty Cissy keluar ruangan putih ini, kulihat punggungnya menghilang dibalik pintu. Aku kembali menuju ranjang Draco tapi aku melihat...

To Be Continued

sorry der, saya baru update untuk fic ini. saya sibuk sih dengan tugas kuliah dan lagi buntu sih hehehe,

disitu kadang saya merasa sedih, der :v

Bai bakal update secepatnya, maaf ini chap pendek banget, hope you like it.

reviewnya dong ^^ supaya Bai semangat nulisnya, huahaha

salam Bai