remember me?
Minseok kembali bertemu dengan mantan kekasihnya ketika taman kanak kanak. Apakah ia masih mengingat minseok? Atau justru minseok yang sudah melupakan semuanya
Cast:
Kim minseok as jung minseok
Oh sehun as oh sehun
Kim jongin as kai/kim jongin
etc...
.. Nona Baozi ..
(seoul, 2014)
Seorang anak laki-laki dengan kacamata hitamnya berjalan bagaikan model diantara kerumunan banyak orang. Ia menarik kopernya sambil mendengarkan musik dari iphone miliknya. Fashion yang ia gunakan sangat cocok di tubuhnya yang imut namun tidak terlalu terlihat feminim. Orang-orang di sekitar laki-laki itu menengok kearahnya melihat semua barang branded yang ia kenakan. Ia memang mungil tapi bukan berarti dia tidak mengerti fashion yang bagus.
"yak jung minseok! Sebelah sini!"
"eoh! Sehunnie!"
Minseok berjalan cepat menuju sehun yang sudah menunggunya dari setengah jam yang lalu. Setelah berhadapan dengan sehun ia langsung melepas kopernya dan berhambur ke pelukan sehun yang sudah memasang pose memeluk minseok.
"Jadi kau yang dibilang eomma yang akan menjemputku di bandara? Kalau aku tau itu kau aku tidak mau di jemput huh." oh minseok, bertapa bohongnya dirimu. Jelas-jelas kau saja sudah menenggelamkan wajahmu di dada sehun.
"kata-katamu sangat tidak sesuai dengan perilaku yang kau tunjukan baby. aku tau kau juga merindukanku." goda sehun.
"jangan panggil aku baby!" minseok melepaskan pelukannya sambil memasang muka cemberut jung minseok. "Itu hanya boleh disebutkan eomma dan appaku kau tau! Aku marah padamu. Kau menghilang 4 bulan terakhir tanpa memberiku kabar semenjak kau pindah dari sekolah kita disana dan menetap di seoul. Sekarang kau datang seperti tak ada dosa. Huh" oh tidak, pout andalan minseok keluar.
Tolong siapapun tahan sehun untuk tidak mencium bibir merah merekah itu.
Tenang sehun, tarik nafasmu... Buang.. 'Huff. Kau benar benar menguji kesabaranku minseok.'
"mianhae nae minseok. Aku benar-benar tidak bermaksud mengacuhkanmu tapi aku masih kesulitan ketika menyesuaikan diri disini. Kau kan tau kita sama sama meninggalkan korea saat kita kecil jadi banyak sekali hal baru yang harus aku pelajari. Belum lagi sekolahku memiliki jadwal yang sangat padat. Maafkan aku."
"ada syaratnya."
"apa? Kau mau ku cium?"
"yak! Kenapa kau bertambah mesum saja setelah pindah kesini huh? Aku mau kau mentraktirku pizza dan bubble tea selama 2 minggu berturut-turut!"
"mwo? 2 minggu? Kau kira aku mesin uang huh?"
"yasudah kalau tidak mau. Aku pulang naik taksi saja. lagipula mentraktirku selama dua minggu tidak akan membuat oh corp bangkrut kan."
"jangan bertingkah seperti anak gadis minseok-ah. Kau ini mudah sekali marah. Oke, call. 2 minggu pizza dan bubble tea sebagai permohonan maaf. Jadi, apa sekarang aku sudah dimaafkan?"
"aku benci kau dan benci diriku sendiri yang tidak bisa marah lama-lama denganmu tuan Oh"
"aku juga menyayangimu Oh minseok" ucap sehun sambil tertawa jahil. Ia langsung menarik koper minseok dan berlari menghindari our-almighty-minseok yang sebentar lagi akan meledak karna dengan seenaknya mengganti marga ayah minseok.
"OH SEHUUUUUN MATI KAU!"
.. Nona Baozi ..
"Eommaaaa"
"Baby. Akhirnya kau tiba juga sayang. Bagaimana perjalananmu? Melelahkan?"
"ne eomma, aku sangat lelah hingga rasanya tak ingin masuk sekolah besok. Hehe"
"aigooo, jangan begitu jung minseok. Kau kan bisa istirahat sekarang. Sekolah tetap nomor 1. Lalu, sekarang dimana sehun? Kau dijemput sehun kan baby?"
Terlihat sehun dengan susah payah membawakan barang-barang minseok ke dalam rumah. Minseok benar-benar berniat balas dendam sepertinya setelah diacuhkan sehun beberapa waktu lalu. Dia bahkan hanya melihat sehun sambil terkikik dan tidak membantu sama sekali.
"annyeonghaseo eomma. Aku membawakan barang-barang minseok makanya aku baru bisa masuk sekarang. Dimana kamar minseok eomma?" sehun memang terbiasa memanggil baekhyun dengan sebutan eomma seperti minseok memanggil baekhyun.
"minseok kenapa kau membiarkan sehun membawanya sendirian. Kau tega sekali sih sama sehunnie."
"biarkan saja eomma. Jarang-jarang kan penerus perusahaan besar oh corp bisa dijadikan pesuruh. Hihi."
"sehunna kau bisa letakan barang-barang minseok di sini. Biar para maid yang membereskan semuanya. Ayo kita minum teh di halaman belakang."
"anniyeo eomma. Aku langsung pulang saja. Lagipula minseok pasti harus istirahat dan bermanja-manja dengan eomma setelah 2 minggu terpisah."
"hati-hati ya sehunna. Jangan ngebut membawa mobilnya."
"nde eomma. Annyeong."
...
Minseok mengantar sehun sampai ke mobil."siapa yang kau bilang manja ih sehun? ishhh, aku kan gak manja huuun."
"iya baby, kalau yang kau maksud dengan merengek, ngambek dan sebagainya itu bukan hal manja kau bukan anak manja. Tapi bayi. Huh."minseok mempoutkan bibirnya kesal diledek sehun terus menerus.
"aku pulang ne? Besok aku jemput untuk berangkat bersama." sehun mengusap kepala minseok sayang.
"eum, arraseo. Hati-hati sehunnie"
"ne" sehun mengecup kening minseok lalu masuk ke mobilnya dan meninggalkan minseok.
.. Nona Baozi ..
(Seoul High School)
"baby sudah sampai.. Ireonaa" sehun membangunkan minseok yang terlelap di sebelahnya. Minseok berangkat ke sekolah bersama sehun. Sehun yang meminta ibu minseok untuk mengantar jemput minseok kemanapun ia pergi. Sehun beralasan minseok masih sangat buta dengan Korea setelah lama tidak berkunjung.
"euhhhh, aku masih ngantuk hunnie. Tolong biarkan aku tidur 5 menit lagi. Kau juga kenapa menjemputku pagi-pagi sekali eoh?!" erang minseok. Huh, memang susah mengurus bayi besar ini.
" baiklah, kalau kau tidak bangun dalam hitungan kelima, aku akan mengatakan kepada seluruh sekolah kalau kau adalah istri oh sehun. Satu.. Du..."
"YAAAAK AKU BANGUN SEHUN SIALAN! SIAPA JUGA YANG KAU SEBUT ISTRI? KALAU KAU MACAM-MACAM DI HARI PERTAMAKU SEKOLAH LEBIH BAIK KITA TIDAK AKAN BERTEMU SAMPAI AKU TUA DAN KERIPUT!"
"hahahahahaha kau memang sangat mudah dikerjain nae baby." sehun mengusak rambut minseok. "Kajja kita ke ruang guru lalu mencari kelasmu." sehun keluar dari mobilnya lalu membukakan pintu mobil minseok.
"hunnie, kau memang yang terbaik dalam hal merusak pagi indahku. Aku mau di gendong sampai ruang guru."
"kau serius? Aku mau saja menggendongmu, tapi apa kau tak malu dengan teman-teman yang lain baby? Lagipula, biar begini aku termasuk pangeran sekolah, pasti mereka bertanya-tanya siapa dirimu. Kau benci jadi pusat perhatian bukan?" sehun mendekatkan wajahnya tepat di depan minseok. Sekilas minseok terpaku oleh mata sehun. Mata sehun sungguh indah. 'ugh, apa yang aku pikirkan sih? Sehun kan sahabatku.'
"hmm yasudah, tapi aku mau kau menemaniku sampai aku mendapatkan kelasku."
"ne, nae princess"
"aku bukan princess hunieee!"
Yak, begitulah persahabatan sehun dan minseok. Kadang mereka justru terlihat seperti sepasang kekasih. Terlebih minseok yang mengganggap sehun segalanya untuk hidupnya. Teman, sahabat, saudara, ayah. Apa mungkin mereka bisa lebih dari ikatan sahabat? Molla. Hanya hunnie dan seokkie yang akan menjawabnya.
..TBC..
Author's note: aku masukin moment xiuhun nih. Aaa melting sendiri liat sehun sama xiumin. Disini minseok sama sehun emang gak pacaran tapi aku bikin mereka kayak saling membutuhkan gitu huehehe.
Sabar ya buat yang nunggu kai nongol disini. Dia bakal nongol di chapter depan kok.
Oiya kemarin aku lupa menyantumkan nama author AFFnya. Namanya shun-kun ( www . Asianfanfics profile/view/452115)
Dan kayaknya link ffnya jg kepotong ya? Nih yg bener ( www . Asianfanfics story/view/887666/acquaintances-of-a-forever-alone-love-stories-and-other-failed-attempts-exo-xiukai-baekchen-bts-hopemin)
Spasinya nanti di apus aja dibagian linknya
