remember me?
Minseok kembali bertemu dengan mantan kekasihnya ketika taman kanak kanak. Apakah ia masih mengingat minseok? Atau justru minseok yang sudah melupakan semuanya
Cast:
Kim minseok as jung minseok
Oh Sehun as Oh sehun
Kim jongin as kai/ kim jongin
etc...
.. Nona Baozi ..
Tok tok tok...
Pintu kelas terbuka ketika pelajaran pertama hendak dimulai. Semua mata tertuju pada satu orang disana. Banyak mata menampakan wajah terpesona mereka.
"permisi saem, saya murid baru di kelas ini. Boleh saya masuk?"
"ah, kau pasti Jung Minseok pindahan murid luar negri kan? Silahkan masuk minseok-ssi. Sekalian kau perkenalkan dirimu."
"annyeonghaseo, joneun Jung Minseok ibnida. Bangaseupnida."
"waaah dia bisa berbahasa korea juga. Kyaaa imut sekalii" seorang yeoja menyela perkenalan minseok.
"ne, aku bisa berbahasa korea karna ibu dan ayahku asli keturunan korea. Ayahku orang busan tapi aku pindah ke inggris sejak kecil. Jadi mohon maaf bila aku lupa menggunakan bahasa korea."
"tidak apa minseok-ssi. Lagipula saat ini adalah kelas bahasa ingris jadi kamu bisa menggunakan kemampuan bahasamu. Baiklah silahkan duduk di sebelah... Uhm... Luhan-ssi."
"tapi saem, kursi ini milik kim jongin."
"jongin bisa duduk di kursi yang ada dibelakangmu tuan xi luhan."
Minseok berjalan ke arah mejanya yang bersebelahan dengan luhan.
"maafkan aku, aku akan pindah di belakangmu setelah pelajaran ini selesai luhan-ssi."
"ugh.. Maaf minseok-ssi, aku tidak bermaksud mengusirmu. Hanya saja jongin terbiasa sebangku denganku. Tapi kau bisa menempati kursi ini kok. Jongin pasti mengerti kalau aku menjelaskan padanya."
"gamsahabnida luhan-ssi."
"jangan kaku seperti itu. Kau aku izinkan memanggilku luhan dan aku akan memanggilmu minseok. Otte?"
"arraseo luhan"
"tuan xi luhan, saya harap berkenalannya bisa dilanjut setelah pelajaran ini selesai. Tolong jangan berisik."
"baik saem."
...
Istirahat akhirnya tiba. Luhan tidak sabar untuk menanyakan sesuatu pada minseok.
"minseok-ah, apa kau dulu bersekolah di busan?"
"ne luhan. Aku dulu sekolah di busan kindergarten school."
"baby! Ayo ke kantin. Aku sudah sangat lapar."
"ne sehunna. Luhan aku duluan ya. Sehun sudah menunggu. Nanti kita ngobrol lagi." minseok keluar meninggalkan luhan yang terpaku.
'apa-apaan ini?' pikir luhan.'jadi minseok adalah minseok mantan kai ketika tk dulu? Dia teman sekolahku dan jongin? Kenapa dunia sempit sekali. Lalu apa hubungan sehun dengan minseok? Kenapa sehun merangkulnya? Apa mereka sepasang kekasih?' banyak pertanyaan berkecamuk di otak luhan. Tiba-tiba terdengar bunyi kursi yang di tarik.
"yak luhan, ini tas siapa? Kenapa kau duduk dengan orang lain sih? mentang-mentang aku terlambat"
"kai... Dia disini."
"dia? Siapa yang kau maksud? Kenapa kau memanggilku kai? Itu kan nama kecilku."
"apa kau ingat minseok? Bocah yang dulu kau tembak karna ingin mengajarkanku menembak seseorang? Orang yang dulu selalu kau abaikan keberadaannya. Dia pemilik tas ini kai"
"apa?!" kai terkejut mendengar pernyataan luhan namun ia langsung mengontrol ekspresi wajahnya.
"ehem, oh dia. Ya aku ingat. sudah, aku duduk dibelakangmu saja."
Minseok dan sehun muncul dari pintu sambil tertawa dan tak lupa tangan sehun yang betah bertengger di pinggang minseok. Minseok juga terlihat nyaman-nyaman saja disebelah sehun. Suara tawa minseok dan sehun membuat kai menengok kearah mereka berdua.
"ah luhan aku membelikanmu hotdog sebagai tanda perkenalan kita. Uhmm lalu, apa kau yang bernama jongin? Hai aku Jung minseok murid baru disini."
"ne." jawab jongin singkat. Jongin langsung duduk ditempat barunya tanpa memperkenalkan diri kepads minseok. Minseok dan sehun mengernyit karna merasa diabaikan.
"ah, gomawo minseok. Kau sangat baik. Lain kali aku akan mentraktirmu. Oia sehun, kau kenal minseok dari mana?"
"hai lu. Minseok adalah soulmateku sejak kami tinggal di inggris dulu." sehun tersenyum ke arah minseok yang dibalas juga dengan senyuman.
"baby seokkie, nanti pulang sekolah aku tunggu di parkir mobil ne? Aku ada keperluan dulu sebelum pulang."
"ne sehunna. Belajar yang rajin ndee."
"baiklah luhan dan err... Jongin-ssi aku kembali ke kelas dulu. Aku titip minseok ya. Bye."
"bye hun/hmm" jawab luhan dan jongin berbarengan.
.. Nona Baozi ..
Sebenarnya sejak sehun dan minseok masuk ke kelas jongin merasa kurang suka dengan sehun. Entahlah, tapi melihat sehun merangkul pinggang minseok dan berlaku manis pada minseok membuat jongin gerah sendiri. Padahal jongin tau kalau ia tidak memiliki perasaan suka pada minseok.
'ada apa denganku? Kenapa rasanya ada yang mengganjal ketika bertemu minseok lagi. Terlebih sekarang ada orang bernama sehun yang mengaku ngaku sebagai soulmatenya. Cih, apanya yang soulmate.' pikir jongin dalam hati.
...
Minseok dan luhan berjalan menuju parkiran mobil. Jongin tidak ikut pulang bersama karna harus menemui guru konseling untuk menerima hukuman setelah tadi datang terlambat.
"minseok, apa kau merasa pernah melihatku sebelumnya?" tanya luhan sambil berjalan.
"eumm mian lu. Tapi sepertinya tidak. Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"
"bagaimana dengan kai? Ah maksudku jongin. Bagaimana de..."
"kai?lu, siapa yang kau maksud kai? Kenapa kau tau tentang kai? Apa hubunganmu dengannya?" minseok memotong omongan luhan setelah mendengar nama kai. Nama cinta pertamanya. Entahlah apa itu bisa disebut cinta tapi minseok masih mengingat nama dan memori 'orang itu'.
"aku.. Eumm aku adalah luhan, sahabat kai sejak tk hingga sekarang. Dan kai adalah nama kecil jongin. Apa kau ingat kai pernah memintamu menjadi pacarnya?" Minseok hanya mengangguk.
"sebenarnya kai hanya menembakmu karna aku memintanya untuk mencontohkan cara menyatakan cinta. Mianhae minseok-ah, aku memberitahu ini agar kau tidak salah paham dan agar tidak ada rahasia antara kita. Aku ingin berteman denganmu."
Deg!
Minseok terdiam sesaat. Rasanya seperti ada badai di dalam dada kirinya dan membuat itu terasa nyeri. Hampir 6tahun lamanya minseok masih suka menghayalkan bahwa ia akan kembali bersama kai hyung menjadi sepasang kekasih. Hingga akhirnya menginjak sekolah menengah pertama ia sadar kalau ia dan kai sangat jauh dan mungkin memang takdirnya bukan bersama kai hyung. Cinta pertamanya, ternyata hanya khayalan semu milik jung minseok.
"minseok? Gwenchana? Kenapa kau diam? Apa aku salah berbicara?"
"ani lu. Terimakasih sudah menjelaskan semuanya dan mencobs jujur padaku. Aku menghargainya." minseok tersenyum tapi tidak dengan pancaran di matanya. Dalam hati kecil minseok mengatakan ia ingin luhan justru tidak pernah memberi tahu tentang kai yang sebenarnya.
"luhan, itu mobil sehun. aku duluan ya lu."
"ne minseok. Sampai jumpa besok."
...
Dalam perjalanan pulang mobil sehun sepi sekali. Biasanya minseok selalu bercerita apapun pada sehun. Sehun menepikan mobilnya. Minseok terlihat sadar dari lamunannya ketika sehun sudah melepas seat beltnya. Tanpa banyak kata sehun menarik minseok ke dalam pelukannya karna sehun tau minseok akan mengeluarkan keluh kesahnya dalam pelukan sehun.
"sehunna. Dia... Dia... Ternyata hanya memanfaatkan aku. Hiks.. Kai hyung memanfaatkanku tanpa memiliki rasa apapun denganku sehun. Aku.. Hiks.. Aku harus bagaimana?"
Sehun tidak mengerti mengapa tiba-tiba minseok kembali membahas kai hyungnya setelah mereka terakhir membahas orang itu ketika mereka masuk SMP. Sehun hanya diam mendengarkan minseok hingga minseok akhirnya berhenti menangis setelah 1 jam lamanya menangis dalam mobil. Sehun menyuruh minseok tidur setelah keadaannya membaik dan kembali menjalankan mobilnya menuju rumah minseok.
.. Nona Baozi ..
Weekend telah tiba. Luhan berkunjung ke runah jongin. Jongin dan luhan bertaruh main playstation di kamar jongin. Luhan juga berencana menginap dirumah jongin.
"jong.."
"heum"
"minta maaf pada minseok."
"memang kenapa?"
"aku sudah menceritakan semuanya pada minseok bahwa kita hanya memanfaatkannya dulu. Aku hanya ingin tidak ada kebohongan antara kita bertiga dan memulai pertemanan dari awal."
Kai refleks menengokkan kepalanya ke arah luhan. Kai terlihat... marah?
"apa kau bodoh lu? Siapa yang mengizinkanmu mengatakan itu padanya? Kau justru membuatnya berfikir kita adalah bajingan."
"a...apa? Ak..ku aku hanya mencoba jujur jong. Maaf kalau aku.."
BRAK!
terlihat jongin membanting pintu kamarnya dan pergi menuju keluar rumah. Kai merasa luhan benar-benar menghancurkan semuanya. Entah apa yang di hancurkan. Hati minseok? Atau justru kesempatan jongin untuk dekat dengan minseok?
TBC
author's note: Yeaaa sampai juga di chapter 3. Aku punya kabar gembira. Author ff yang aku remake ini merestui aku untuk meneruskan cerita ini :) jadi akan aku usahakan ini sampai end.
Untuk teman-temab yang sudah review, favorite dan follow cerita ini aku ucapkan terimakasih sebesar-besarnya. Aku berusaha terus memperbaiki cerita ini dan membalas review kalian via PM :)
Untuk guess dn: untuk pertanyaan sehun suka sama minseok... Tunggu aja di alur ceritanya ya ;)
