DISCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO
PAIRING : SASUfemNARU, ITAKYUU, KIBAHINA, NEJIfemGAARA
RATE : T
WARNING!
fic ini mengandung fem naru dan fem gaara, you've read this warning. so press back if you doesnt like this kind of stories. YAOI, STRAIGHT, TYPOS, author baru, dll
read and review pleaseeee
LOVE
Uchiha Resident
Sebuah mobil porsche hitam metalik membelah kawasan perumahan Uchiha dengan kecepatan tinggi, Itachi sang pengemudi tidak memperdulikan umpatan-umpatan orang yang nyaris menjadi korban tabrakan mobilnya. Setelah sampai di sebuah rumah gaya tradisional Jepang yang merupakan kediaman utama Uchiha, Itachi langsung turun dari mobil miliknya. Kotetsu yang berjaga di gerbang utama langsung mengambil alih mobil Itachi dan memakirkannya di tempat yang semestinya.
Itachi melangkahkan kakinya lebar-lebar menuju ruang kerja sang Tousan, bahkan sapaan dari sang Kaasan dihiraukan oleh Itachi. Sesampainya di sebuah ruangan Fugaku, tanpa mengetuk pintu Itachi langsung merangsek masuk dengan diiringi gebrakan pintu.
"Apa kau tidak tau cara mengetuk pintu?" Fugaku bertanya santai pada Itachi sambil tetap membaca proposal yang ada di hadapannya.
"Apa kau tau apa arti kata sabar!" bentak Itachi tanpa mengindahkan teguran sang Tousan. "Aku akan membayar hutangku pada keluarga Kurenai! Kau tidak perlu ikut campur dengan berencana menjodohkanku, Fugaku!" teriak Itachi keras. Sudah cukup Itachi bersabar dengan tingkah Tousannya ini, setelah mengusir Sasuke, sekarang Fugaku berencana menekan Itachi? "Cih!" umpat Itachi dalam hati.
"Kurenai berasal dari keluarga baik-baiik Itachi, dan yang terpenting .. dia adalah seorang wanita". Kata Fugaku kalem sambil memberikan penekanan pada kata wanita.
"Demi Tuhan, Fugaku! Aku mencintai Kurama! Dan kau sudah berjanji tidak akan ikut campur dalam hubunganku dengan Kurama." Seru Itachi keras, hell no .. sebenarnya sudah lama Fugaku memiliki rencana akan menjodohkan Itachi dengan Kurenai, tapi Itachi menolak menyerahkan masa depannya hanya karena utang sang Tousan di masa lalu, itu sebenarnya juga merupakan salah satu alasan kenapa Itachi berusaha keras dalam bisnisnya.
"Itu sudah diputuskan Itachi, keluarga Kurenai sudah setuju dengan rencana ini". Fugaku menatap datar Itachi, "Lagipula .. kalau kau tidak mau, aku akan menghancurkan karir adikmu dan teman-temannya".
Tubuh Itachi langsung lemas mendengar perkataan sang Tousan, terbayang diingatannya bagaimana bahagianya Sasuke ketika bersama Share, wajah bahagia Kurama ketika di atas panggung. Itachi menundukkan kepalanya dalam, dia tidak mungkin mengorbankan kebahagiaan adiknya dan Kurama. "Maafkan aku, Kuu ..." batin Itachi lirih.
Itachi's house
Kurama menatap datar TV yang sedang menayangkan berita pemerkosaan yang saat ini sedang marak di Konoha. Sesekali mata rubynya melirik jam dinding di atas TV, "Kemana Keriput itu!" sungut Kurama dalam hati. Kurama sudah menunggu Itachi selama 3 jam, tetapi Itachi belum juga menampakkan batang hidungnya. Menghela nafas frustasi, Kurama mengambil kembali ponsel orangenya dan mencoba menghubungi Itachi kembali. "Shit!" seru Kurama ketika lagi-lagi telfonnya diangkat oleh suara operator. Kurama sudah akan membanting ponselnya ketika pintu rumah Itachi terbuka dan sosok Itachi tampak berjalan lesu ke arah Kurama.
"Kau kenapa, Chi?" tanya Kurama lembut dan segera membimbing Itachi untuk duduk disampingnya. Tangan Kurama sibuk melepaskan dasi dan segala atribut yang dikenakan Itachi.
Itachi tersenyum lembut ke arah Kurama, tanpa berkata apapun Itachi langsung memeluk Kurama erat, Itachi tersenyum lega saat hidungnya mencium wangi lemon dari tubuh Kurama. "Benar-benar cocok menjadi kakak Naruto" batin Itachi. Setelah merasa cukup, Itachi langsung melepaskan pelukannya, dan mencium bibir Kurama lembut. "Kuu ... aku ... " suara Itachi tertahan di kerongkongannya saat melihat tatapan sayu Kurama. "Apa chi?" tanya Kurama lembut. Lanjutan perkataan Itachi yang terputus itupun sontak membuat Kurama meneteskan air mata.
"Kuu .. maaf, aku ingin kita bercerai"
NIU Ent
Kelompok girlband Blue tampak sedang berlatih dance dengan Gaara, walaupun tanpa Hinata mereka tetap berlatih untuk tampil pada saat debut lagu Gaara. Pada saat debut nanti, Blue akan berkolaborasi dengan Gaara dalam lagu Falling In Love. Gaara yang tidak terbiasa menyanyikan lagi berirama agak riang itupun tampak kesulitan mengikuti gerakan yang diajarkan Shizune.
"Yaakk! Bukan begitu Gaa chan .. kau harus tampak lebih riang lagi! Ini bukan lagu kematian tau!" seru Deidara yang sudah gemas daritadi melihat Gaara ngedance sambil berekspresi datar.
"Haah .. Hahh .. baik Dei senpai, aku akan berusaha!" sahut Gaara sambil menarik udara sebanyak-banyaknya, paru-parunya seperti mengkeret. Gaara tidak banyak bergerak dan berekspresi dalam MV Rose miliknya, makanya bergerak lincah seperti ini sangat membuat gaara kewalahan. "Merepotkan!" batin Gaara capek.
"Baiklah ... lebih baik kita istirahat dulu .. sepertinya Gaa chan sudah pada batasnya" kata Shizune sambil duduk di samping Deidara. Mendengar perkataan Shizune, Gaarapun mengangguk setuju, sedangkan Deidara terpaksa mengangguk karena tidak tega melihat wajah pucat Gaara.
"Kau tau dimana Neji senpai dan Sasori senpai?'' tanya Konan sambil berjalan ke arah mereka membawakan handuk dan minuman dingin.
"aku tidak tau .. memangnya kenapa ?" tanya Shizune yang penasaran, karena tumben sekali Konan mencari anggota Share. "Hari ini aku ada rekaman dengan mereka .. tadi Orochimaru san menanyakan mereka padaku". Sahut Konan lemas, Konan baru saja pulang dari sebuah acara reality show, dan sekarang Orochimaru sudah menyuruhnya untuk rekaman.
"Sasori sedang berlatih vocal dengan Tsunade san, kau tau sendiri Sasori sedang bermasalah dengan pita suaranya" kata Deidara sambil meneruskan kegiatannya, yaitu menulis lirik lagu yang akan diajukan sebagai materi album baru mereka.
"Baiklah .. sepertinya aku akan menemui Sasori senpai terlebih dahulu". Konan mulai melangkahkan kakinya keluar ruangan ketika tanpa sengaja matanya menatap seorang pria tampan berambut orange berpierching di pojok ruangan, setelah tersenyum singkat ke arah sang pemuda Konanpun melanjutkan perjalanannya mencari kedua senpainya.
Paris
Naruto menatap penuh antusias ke arah sang kekasih yang sedang berakting dalam MV miliknya, dalam adegan itu tampak Sasuke dan Hinata sedang beradu akting dengan apik, tak jarang Sasuke melakukan skinship dengan merangkul maupun memeluk Hinata. Dalam MV tersebut Hinata tampak serasi dengan Sasuke, memakai baju sejenis jumpsuit warna hitam tanpa lengan yang memeluk tubuhnya erat, selain itu rambut Hinata yang bisanya di urai, kali ini diikat kuda tinggi sehingga memperlihatkan lehernya yang jenjang. Setelah melalui beberapa take, maka syuting hari itupun berakhir.
"Terima kasih atas kerjasamanya .. " seru Hinata pada para kru, tak lupa Hinatapun membungkukkan badannya ke arah Sasuke "Terima kasih atas kerjasamanya Sasu" kata Hinata sambil tersenyum manis.
"Hn, sama-sama .. Hinata" sahut Sasuke sambil tersenyum tipis, wajah Sasuke yang mempesona saat tersenyum itupun sukses membuat wajah Hinata merona merah. "Aku pergi dulu" kata Sasuke singkat, setelah mengelus puncak kepala Hinata singkat Sasukepun langsung berjalan kearah Naruto yang sedang tersenyum manis menyambutnya.
"Aku akan mendapatkanmu .. Sasuke kun" Hinatapun menyeringai sambil terus menatap punggung Sasuke yang semakin menjauh.
Naruto melirik ke arah Sasuke yang sedang serius mengamati lalu lintas di hadapannya. "Nee .. Suke, bagaimana kabar Kuu nii?" tanya Naruto memecah keheningan dalam mobil yang mereka kendarai berdua. "Kuu baik-baik saja Naru .. hanya saja Itachi sedang sibuk. Jadi Itachi agak mengacuhkan Kurama" sahut Sasuke tanpa mengalihkan matanya dari jalan, lalu lintas hari ini agak padat, Sasuke tidak mau terjadi sesuatu saat dirinya sedang bersama Naruto. mendengar jawaban Sasuke, Naruto tampak sedikit lega. Keheningan dalam mobil terus berlanjut sampai akhirnya mereka tiba di hotel tempat Sasuke menginap selama di Paris.
Sasuke dan Naruto langsung turun setelah memarkirkan mobil di basement. Sasuke menggandeng erat tangan Naruto, mereka berdua tampak bersendang gurau dalam perjalanan mereka menuju kamar Sasuke.
"Huaaa ... Capeknyaaaaa" seru Naruto menjatuhkan diri ke atas kasur Sasuke, Sasuke terkekeh kecil melihat kelakuan kekanakan Naruto. Merasakan badan yang terasa lengket, Sasukepun memutuskan untuk mandi terlebih dahulu, sementara Naruto menunggu sambil berguling-guling di atas kasur milik Sasuke. Setelah capek berguling-guling, Naruto memutuskan untuk pergi ke balkon mencari angin. Naruto menatap kagum pemandangan kota Paris yang selalu luar biasa menurutnya.
"Kau sedang memikirkan apa Naru?" bisik Sasuke tepat di telinga Naruto, Naruto yang asik melihat-lihatpun menggembungkan pipinya lucu karena merasa terganggu dengan Sasuke yang langsung memeluk serta berbisik di telinganya. "Aku sedang mengagumi paris Suke ~" jawab Naruto sambil menyamankan dirinya dalam pelukan sang kekasih. Sasukepun semakin mengeratkan pelukannya pada Naruto, dan menghirup dalam-dalam aroma jeruk yang menguar dari tubuh Naruto.
"Nee .. Suke, kau mencintaiku?" tanya Naruto pelan, Sasuke menatap wajah Naruto yang tampak sendu pelukannya itu dengan sayang, memutar tubuh Naruto agar menghadap kearahnya dan menaikkan dagu Naruto, "Aku akan selalu mencintaimu, Naru ..." jawab Sasuke pelan, Sasukepun mengecup bibir Naruto pelan dan lembut, "Aku akan selalu mencintaimu apapun yang terjadi" Setelah mengucapkan janjinya pada Naruto, Sasuke meraup bibir kemerahan sang blonde dengan sayang, mengulum bibir itu layaknya permen konpeito yang selalu dimakan si blonde. Dan malam itupun berlalu dengan bersatunya dua insan yang saling mencintai tanpa tahu masa depan seperti apa yang menanti mereka.
Itachi's house
Kurama menatap nanar bercak kemerahan yang tersebar di tubuh polosnya, air matapun perlahan menuruni pipi Kurama saat mengingat kata-kata perpisahan dari Itachi, hatinya sakit saat memikirkan Itachi pergi dari hidupnya. Bahkan tanpa mengucapkan apapun selain kita bercerai, Itachi langsung menariknya dan menyetubuhi dirinya layaknya binatang. "Apa salahku Chi?" ucap Kurama lirih, tangannya bergerak perlahan ke arah perutnya. "Maafkan Kaasan sayang .." batin Kurama lirih.
