DISCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO
PAIRING : SASUfemNARU, ITAKYUU, KIBAHINA, NEJIfemGAARA
slight Pair : ItaKure, SasuHina, Sasusaku
RATE : T
WARNING!
fic ini mengandung fem naru dan fem gaara, and MPREG. you've read this warning. so press back if you doesnt like this kind of stories. YAOI, STRAIGHT, TYPOS, author baru, dll ..
read and review pleaseeee
huhehehe ... ketemu lagi sama author baru gak tau diri ini ... *deep bow
author bener-bener gak bermaksud ngebash ataupun menumbuhkan rasa benci readers sama tokoh antagonis di cerita ini .. Gomennn *waterfall tears
tapi seperti cerita lain, tokoh antagonis sangat diperlukan dalam suatu cerita .. so i hope you all forgive me .. T.T
dan soal penulisan, author agak bingung nih .. hehehehe .. harap maklum, kebiasaan nulis proposal kantor.
and ... hope you enjoy this story.
Kurama menatap datar bangunan NIU ent yang ada dihadapannya, perlahan dilangkahkan kaki jenjangnya memasuki bangunan yang sudah membesarkan namanya itu. Di tengah perjalanan, langkah Kurama terhenti ketika melihat Neji yang berdiri sambil bersidekap menatap tajam ke arah dirinya.
"Apa yang kau lakukan baka Kitsune?" Neji mendelik kesal ketika sang target yang dinantinya malah berjalan pergi meninggalkannya.
"Aku sedang tidak mood berkelahi rambut shampoo!" desis Kurama saat Neji menghadang jalannya.
Memutar matanya bosan Nejipun menyentuh perlahan perut rata Kurama, "Kau sudah mengatakannya pada Itachi?", dan Neji sudah tau apa jawaban Kurama saat Neji melihat raut getir di wajah Kurama.
"Kita sudah selesai Neji .. " Kurama menyenderkan punggungnya pada tembok di belakangnya, "Kau tau? Bahkan kita sempat bercinta saat itu'. Kurama terkekeh pelan.
Neji menatap Kurama dengan sorot mata sedih, terlebih ketika air mata sang sahabat menetes perlahan. Tangan putih Neji terulur perlahan untuk menghapus airmata Kurama.
"Aku akan membantumu membesarkan anakmu Kuu, kita akan mengundurkan diri dari Share"
Paris
Naruto tersenyum lebar ke arah kamera yang terus memotretnya sejak 2 jam yang lalu, setelah sepuluh kali ganti pakaian untuk pemotretan majalah pakaian dalam, akhirnya pemotretan hari itu selesai.
Sasuke mendeathglare setiap pria di studio yang menatap lapar ke arah Naruto, mendecak kesal, Sasuke langsung berjalan ke arah sang kekasih sambil membawa long coat hitam miliknya. Tanpa mengatakan apapun, Sasuke langsung menutupi tubuh Naruto yang hanya di balut bra dan celana dalam.
"Ada apa Teme?" Naruto memiringkan kepalanya bingung melihat tingkah aneh sang kekasih.
"Hn" guman Sasuke tidak jelas, sambil terus mendeathglare para pria yang berani menatap tubuh indah Naruto, Sasuke cepat-cepat menarik gadisnya agar segera berganti pakaian di ruang ganti.
Sesampainya di ruang ganti, Sasuke mendelik ke arah Naruto, "Semua melihat tubuhmu baka Dobe!"
"Hahahaha ... kau cemburu Teme?" Naruto berseru senang sambil mendekap dadanya sendiri dan mulai berkelejotan ala ulat bulu.
Sasuke menatap jijik Naruto yang tetap melakukan tarian kebanggannya itu, haahh ... kebiasaan bodoh kekasihnya ketika senang memang tidak berubah dari dulu.
"Hentikan tarian bodohmu itu Dobe!" Sasuke memijit kepalanya frustasi, hei .. melihat belahan dada kekasihmu pasti membuat para pria berpikir yang iya-iya bukan?.
"Hahahaha ... baiklah Teme, sekarang kau lebih baik tunggu aku di depan bersama Kiba" ujar Naruto sembari mengobrak-abrik tas miliknya untuk mencari baju ganti.
"Hn" Sasuke mengecup pelan kepala Naruto sebelum akhirnya melangkahkan kakinya keluar.
NIU Ent
Orochimaru menatap puas ke arah Konan, duetnya kali ini sungguh sesuai dengan yang Orochimaru inginkan.
"Bravo Konan, Sasori .. walaupun awalnya aku ingin Neji ikut serta dalam rekaman kalian" Orochimaru tersenyum ke arah dua artis yang berada dalam naungan agencynya.
"Hehehehe ... walaupun awalnya ku pikir kemampuan rap Konan itu payah, ternyata dia sehebat Hinata" Sasori menjulurkan lidahnya ke arah Konan, dan langsung dibalas cubitan oleh Konan.
"Eh, tapi kenapa Neji nii menolak Orochimaru san? Tumben sekali orang senarsis Neji nii menolak kesempatan ini?" tanya Konan, matanya melirik sekilas ke arah Sasori untuk meminta pesertujuan atas pendapatnya.
"Betul sekali ... Lagipula, sudah beberapa hari aku tidak pernah melihat Kurama maupun Neji di rumah maupun kantor" Sasori menatap lurus ke arah CEO NIU Ent itu.
Menghela nafas berat, Orochimaru memijit pelipisnya pelan. "Itulah yang aku ingin bicarakan dengan kalian" setelah memebenahi kacamata yang bertengger di hidungnya, Orochimarupun melanjutnya perkataannya, "Mereka .. mengundurkan diri dari Share".
Konan dan Sasori melotot tak percaya mendengar perkataan Orochimaru.
Konoha Airport
Hinata menatap datar layar smartphone miliknya, tadi begitu turun dari pesawat Hinata langsung mendapatkan telpon dari Konan yang mengabarkan pengunduran diri Neji dan Kurama.
"Sudah kuduga .. dasar Baka!" umpat Hinata pelan, membenahi kacamata Channel miliknya yang melorot, Hinata tersenyum singkat sebelum melangkahkan kakinya keluar dari bandara.
"Sudah kubilangkan Kuu ... kalian tidak akan bisa bersatu kalau menolak perintahku"
.-
Neji menatap prihatin ke arah Kurama yang hanya terdiam di sampingnya, setelah menghela nafas dalam, Nejipun kembali memfokuskan matanya pada jalan yang ada di depannya.
Sementara itu, Kurama yang ada di samping Neji hanya menatap kosong ke arah jendela mobil, mata Kurama menerawang jauh seolah bisa membayangkan masa depannya.
Keheningan dalam mobil Ford milik Neji terputus saat ponsel Kurama berbunyi, Kurama segera merogoh ponsel yang ada di sakunya, dia mendapat 1 pesan baru. Kurama langsung menyesal saat itu juga karena telah membuka pesan diponselnya.
From: Uchiha Itachi
To: Me
Subject: Announcement
Pernikahanku dipercepat, kuharap kau datang.
Paris
Sasuke menata nyalang ponsel yang ada digengamnya, gigi Sasuke bergemelutuk, amarah tampak sangat jelas di kedua mata hitamnya.
"Ada apa Suke?" tanya Naruto lembut, tangannya mengelus perlahan punggung telanjang Sasuke.
Tanpa mengucapkan apapun, Sasuke langsung beranjak memunguti pakaiannya yang tercecer akibat kegiatannya dengan Naruto.
"Suke?" Naruto yang merasa dicueki menggembungkan pipinya sebal.
Sasuke menghela nafas berat sebelum berbalik ke arah sang kekasih, "Ada masalah di Konoha, aku diminta untuk kembali."
"Masalah apa?" tanya Naruto penasaran, setau Naruto tidak ada yang lebih bagi Sasuke selain Naruto.
Sasuke menelan ludah saat menatap mata biru sang kekasih, "Itachi .. akan menikah dengan Kurenai"
"AAPAAAA!"
Uchiha Mansion
Kurenai menatap puas sosok Itachi yang terbaring tanpa busana di sampingnya, walaupun dalam pengaruh obat, setidaknya Kurenai berhasil membuat Itachi menanamkan benih dalam tubuhnya.
"Araa ... tachi kun, kau sangat hebat dalam bercinta" Kurenai membelai rambut panjang Itachi, perlahan senyuman .. ah bukan, seringai tercetak di wajah cantik Kurenai.
"Ergh ... " geraman Itachi membuat Kurenai terkesiap, Kurenai harus berpura-pura menjadi korban, Kurenai tau kalau Itachi adalah sosok yang bertanggung jawab.
Kurenai langsung membaringkan tubuhnya dan pura-pura tertidur saat Itachi mengerjapkan matanya perlahan.
Itachi membuka matanya perlahan, kepalanya sangat pusing. "Aku dimana?" batin Itachi saat menyadari kalau dia berada di ruangan yang asing.
Setelah berhasil mendudukkan dirinya, Itachi langsung mengedarkan pandangannya, sesaat pandangan Itachi terhenti pada pakaian dalam wanita yang ada disana.
"Wanita?" Itachi makin bingung, setau Itachi dirinya itu belok, dan sudah berkali-kali dibuktikan oleh Itachi.
Meneguk ludah kasar, Itachi mengalihkan pandangannya ke arah di sampingnya, mata onyx Itachi terbelalak kaget melihat kurenai tertidur dan dipenuhi bercak merah.
"A .. aaa .. apa? Tidak mungkin!" Itachi meremat kepalanya kencang, mencoba menggali ingatannya.
"EEEuuummm" Kurenai perlahan membuka matanya, dia harus akting disini, tertawa dalam hati saat melihat Itachi yang tampak frustasi.
"APA YANG KAU LAKUKAN ITACHI?" seru Kurenai keras, bahkan air mata tampak mengalir dari kedua bola matanya, sungguh akting yang bagus.
Itachi yang masih bingung menatap penuh penyesalan ke arah kurenai, "Maafkan aku ... .. aku benar-benar tidak sadar dengan apa yang kulakukan."
"Kau harus bertanggung jawab Uchiha!" seru Kurenai sambil mencoba menutupi tubuh polosnya.
"Ba .. Baiklah ... apa yang kau inginkan?" Itachi yang masih nge blank mencoba memaksakan otak pintarnya untuk memikirkan langkah keluar dari situasi ini.
"Nikahi aku"
