DISCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO

PAIRING : SASUfemNARU, ITAKYUU, KIBAHINA, NEJIfemGAARA

slight Pair : ItaKure, SasuHina, Sasusaku

RATE : T

WARNING!

fic ini mengandung fem naru dan fem gaara, and MPREG. you've read this warning. so press back if you doesnt like this kind of stories. YAOI, STRAIGHT, TYPOS, author baru, dll ..

read and review pleaseeee

huhehehe ... ketemu lagi sama author baru gak tau diri ini ... *deep bow

author bener-bener gak bermaksud ngebash ataupun menumbuhkan rasa benci readers sama tokoh antagonis di cerita ini .. Gomennn *waterfall tears

tapi seperti cerita lain, tokoh antagonis sangat diperlukan dalam suatu cerita .. so i hope you all forgive me .. T.T

hehe .. Masalahnya masih banyak kok disini .. jangan bosen yaaa ... nanti juga ada penjelasan kenapa pairnya ItaKyuu bukan ItaKuu. Terus mengenai hubungan Neji ama Kurama terjawab dichap ini .. Soal konfliknya, sebenernya nggak banyak sih .. itu pasti cuma perasaan anda aja .. hehehe (digeplak readers).

Konfliknya ringan lo ini, daripada konflik di dunia nyata (Plak). Terima kasih untuk para reviewer yang author cintai ..

Happy Reading Minna ...

LOVE

Unknown Place

Kurama menatap penuh minat layar tv yang sedang menayangkan seorang juru masak yang menunjukkan cara membuat cheese cake. Sesekali bibir merahnya menyesap air liur yang nyaris menetes membayangkan bagaimana kalau cheese cake itu ada dihadapannya.

"Yaaakkkk! Kau menjijikkan Kuu!" Neji berseru kencang saat air liur Kurama menetes membasahi sofa yang sedang neji duduki.

Mengelap air liur yang sempat menetes, Kurama menatap Neji dengan mata blink-blink penuh semangat (?), "Neji .. aku mau cake!"

"Beli saja sendiri, rubah jelek!" Neji menatap nyalang ke arah Kurama yang tanpa merasa bersalah malah mengelap tangannya ke baju yang Neji pakai.

"Ayolah Neji ... Kau tidak mau anakku ini ngiler kan?" Kurama melakukan puppy eyes maksimum ke arah Neji.

Menghela nafas berat, sang Hyuuga muda mendengus pelan "Baiklah ... kalau saja kau ini bukan mantan pacarku, aku tidak akan mau melakukan ini."

Kurama tersenyum puas saat Neji berjalan keluar dari apartement yang mereka tempati untuk sementara waktu.

===(-_-)===

Neji berjalan menuju toko kue yang ada di pojok jalan dekat apartement tempat tinggalnya dengan Kurama. Sesekali Neji tersenyum saat disapa oleh tetangga di kanan kirinya.

"Bagaimana kabar NIU ya? Apa Sasuke marah? Bagaimana dengan Gaara?" pertanyaan-pertanyaan yang berputar di kepala Neji semakin membuat Neji bingung.

Langkah dan lamunan Neji langsung berhenti saat telinganya menangkap kata-kata tentang NIU, memutar tubuhnya untuk melihat hal yang membuatnya penasaran, Neji langsung terpaku saat melihat berita di tv.

NIU Ent

Orochimaru menatap jengah wartawan yang berkerumun di depan gedung NIU, sungguh ... kalau hari ini Sasuke tidak sedang menunggunya, Orochimaru akan memilih bergulung di balik selimut bersama istrinya. Memilih mengabaikan, Orochimaru berjalan cepat agar segera masuk ke dalam gedung.

"Orochimaru-san, apa benar kalau Kurama mengundurkan diri dari Share?" pertanyaan dari seorang wartawan sukses membuat langkah Orochimaru terhenti.

"NIU akan segera mengadakan konfrensi Press, harap bersabar sampai saat itu tiba" Orochimaru menundukkan kepalanya singkat sebelum kembali berjalan cepat ke arah pintu masuk.

"Bagaimana bisa para wartawan itu tau tentang pengunduran diri Kurama? Apa ada mata-mata dalam NIU?" batin Orochimaru kalut, melangkahkan kakinya makin lebar, Orochimaru langsung menuju tempat rapat dimana seluruh artis agencynya sedang menunggu.

.

.

.

Dalam ruang rapat, Sasuke sesekali menatap layar smartphone miliknya. Sudah bebrapa saat sejak Naruto mengetahui tentang pengunduran diri Kurama, dan saat ini Naruto sedang berusaha mencari petunjuk di kamar Kurama.

"Ah .. Sasuke-kun, apa kau ingin minum sesuatu? Tanya Hinata sambil menepuk pelan pundak Sasuke.

Sedikit terlonjak kaget saat tangan putih Hinata menyentunya, Sasuke mengalihkan pandangannya ke arah Hinata. "Tidak usah, Hinata .. aku sedang tidak ingin melakukan apapun" jawab Sasuke sambil kembali mengalihkan matanya menunggu email dari Naruto.

Merasa Sasuke sedang malas berbicara, Hinata memutuskan untuk duduk kembali di kursi yang terletak disamping Sasuke, sesekali mata violetnya melirik ke arah Uchiha muda yang ada disampingnya.

"Nah ... kau tidak akan mendapat kabar lagi dari kekasihmu, Sasuke~~" batin Hinata sambil tersenyum kecil melihat layar ponsel miliknya.

Share Apartment

Naruto menatap tak percaya melihat test pack yang ada ditanganya, garis positif yang menunjukkan kalau sang kakak sedang hamil membuat Naruto shock berat.

Air mata perlahan menuruni pipi mulus naruto, membayangkan kakaknya yang sedang hamil dicampakkan oleh suaminya sendiri benar-benar membuat hati Naruto sakit.

Belum sempat rasa shock hilang dari diri Naruto, tiba-tiba pintu apartment terbuka, menampakkan lima orang pria yang tidak pernah Naruto lihat sebelumya.

"Apa yang kalian inginkan?!" seru Naruto begitu mendapatkan kesadaran dirinya kembali, tubuhnya bergetar membayangkan apa yang akan dilakukan pria-pria itu kepada dirinya.

"Namikaze Naruto? kami memang tidak punya dendam pada dirimu, tapi maaf kami harus mengambil nyawamu" ujar salah seorang dari pria yang sedang menghadangnya sambil tersenyum miring.

Unknown Place

Kurama mencengkram erat jantungnya, entah kenapa tiba-tiba perasaan Kurama menjadi tidak enak. "Ughhh ... " Kurama meremas sofa yang didudukinya, perutnya sangat perih. Mencoba berdiri, Kurama bergerak perlahan menuju ponsel miliknya yang tergeletak di meja makan.

Sebelum sempat mencapai meja, keseimbangan Kurama goyah, perlahan kesadaran mulai menjauh dari diri Kurama, Kurama terjatuh tidak sadarkan diri.

Uchiha Resident

Itachi menatap datar Fugaku yang sedang berbicara dengan Kurenai. Pernikahan mereka akan segera dilaksanakan karena Kurenai tengah hamil. Sebenarnya hati kecil Itachi merasa aneh, mana mungkin Kurenai bisa langsung hamil padahal baru kemarin mereka melakukan itu.

Itachi menghela nafas berat, beberapa hari ini Itachi tidak pernah bertemu Kurama, sudah berkali-kali Itachi mencoba menelpon ponsel Kurama tapi tidak pernah ada balasan. Mengusap wajahnya kasar, Itachi memutuskan untuk beranjak dari tempat duduknya, baru akan melangkahkan kaki, suara lembut Kurenai menyapa telinga Itachi.

"Kau mau kemana Tachi-kun?" tanya Kurenai sambil ikut berdiri dan bergelayut pada lengan Itachi.

"Lepaskan aku Kurenai, Aku ingin ke kamar" desis Itachi sambil menghempaskan tangan Kurenai kasar. Itachi langsung berjalan menaiki tangga untuk menuju kamarnya tanpa memperdulikan bentakan Fugaku atas perlakuan kasarnya pada Kurenai.

Kurenai memasang wajah sedih saat melihat punggu Itachi menghilang dari hadapannya, Fugaku yang melihat hal itu memutuskan untuk menghampiri sang calon menantu.

"Kalau Itachi sampai tau yang sebenarnya, aku akan membunuhmu!" bisik Fugaku saat berhadapan dengan Kurenai.

Kurenai menghela nafas lega saat Fugaku meninggalkannya di ruang keluarga sendiri, "Dasar orang tua bodoh! Kita lihat saja siapa yang akan tertawa nanti" ujar Kurenai sambil tersenyum bahagia.

NIU Ent

Sasuke meremat ponselnya kasar, sudah beberapa kali Sasuke menghubungi ponsel Naruto, tapi dari tadi hanya operator yang menjawab panggilannya. Sejak selesai rapat, Sasuke terus berusaha menghubungi sang pujaan hati. Entah kenapa perasaan Sasuke sangat tidak enak.

"Dobe ... kau kemana?!" batin Sasuke gusar, sebenarnya Sasuke ingin langsung menuju apartment untu menjemput Dobenya, tapi tadi Orochimaru sudah mengatakan kalau Sasuke tidak boleh pergi dulu dari gedung NIU.

Deidara yang melihat Sasuke frustasi memutuskan untuk mendekati sang senpai, "Ada apa Senpai?" tanya Deidara sambil menepuk pelan pundak Sasuke.

"Aku tidak bisa menghubungi Naruto, Dei .. entah kenapa perasaanku tak enak" jawab Sasuke sambil kembali meremas rambut pantat ayamnya.

"Naru-chan ada dimana? Bagaimana jika aku dan Sasori yang menjemput Naru-chan?" ujar Deidara mencoba memberikan solusi disela kekalutan sang senpai.

"Kau mau melakukannya?" tanya Sasuke menatap Deidara tidak percaya.

"Yaaaah ... aku sudah tidak ada urusan lagi, aku dapat break time tiga hari" jawab Deidara menunjukkan tiga jarinya sambil nyengir lebar.

"Baiklah .. Naruto ada di Apartment Share. Kalau kau bersama Sasori berarti aku tidak usah meminjami kunciku" sahut Sasuke.

"Oke senpai ! serahkan pada SasoDei!" seru Deidara sambil hormat ala tentara.

Sasuke tersenyum kecil melihat tingkah sang kouhai. Setelah membalas lambaian tangan Deidara, Sasuke memutuskan untuk menjernihkan pikirannya dengan berlatih dance sambil menunggu kabar dari Deidara dan Sasori.

SasoDei view

Setelah memparkirkan mobil di basement apartment, Sasori menggandeng tangan Deidara menuju lift untuk mencapai kamar milik Share.

"Ne .. Saso-kun, aku merasa aneh dengan Hina-chan .." ucap Deidara sambil bergelayut manja dilengan sang kekasih.

"Aneh bagaimana?" tanya Sasori kalem, tangan pucat Sasori mengelus pelan rambut blonde sang kekasih.

"Entahlah .. aku merasa Hina-chan memiliki niat jahat" jawab Deidara singkat. Sebelum Sasori sempat bertanya lebih lanjut, pintu lift sudah terbuka.

Deidara berlari riang mendahului Sasori, langkah Deidara berhenti di depan pintu kamar Share yang terbuka. Melongokkan kepalanya untuk mengintip dalam ruangan, mata Deidara sukses terbelalak melihat tubuh terkapar Naruto yang bersimbah darah.