DISCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO

PAIRING : SASUfemNARU, ITAKYUU, KIBAHINA, NEJIfemGAARA

slight Pair : ItaKure, SasuHina, Sasusaku

RATE : M

WARNING!

fic ini mengandung fem naru dan fem gaara, and MPREG. you've read this warning. so press back if you doesnt like this kind of stories. YAOI, STRAIGHT, TYPOS, author baru, dll ..

read and review pleaseeee

Huaaaaa ... Gomen kalau chap kemaren pendek .. kayaknya chap yang ini juga pendek deh .. (Plak), maaf ya, harap makluum .. author ngetik ini disela-sela pameran yang bikin repot .. dan rate untuk fic ini naek jadi M .. Horrraaayyyy (Disambit), nah .. masalah Typos itu gak disengaja kok, suer deh .. hehehe ...

Nah daripada author banyak bacot mending langsung baca ceritanya aja .. enjoy reading Minna ..

LOVE

Sasuke mamacu langkahnya dengan cepat menyusuri koridor rumah sakit, sesekali Sasuke berhenti untuk menghirup nafas, mata onyxnya sibuk melihat nomor-nomor kamar yang berjejer sepanjang perjalanan. Mulutnya berdecih keras saat belum menemukan ruangan yang dia cari.

Sasuke memicingkan matanya saat melihat rambut merah milik seseorang yang sangat dikenalnya. Di depan ruang operasi, Sasuke melihat Deidara yang sedang menangis dipelukan Sasori, sesekali terdengar isakan pelan dari Deidara.

"Bagaimana keadaan Naru?" tanya Sasuke sambil berusaha mengatur nafas, dadanya seperti dihantam palu berkilo-kilo.

"Sekarang mereka sedang berusaha menyelamatkan Naru-san Suke, mereka menyuruh kita berdoa" jawab Sasori, tangan pucat Sasori masih setia mengelus punggung Deidara dipelukannya.

Sasuke menyenderkan punggungnya ke dinding, Sasuke merasa gagal menjadi seorang kekasih. Bagaimana bisa dia membiarkan mataharinya dilukai seperti itu?. "Maafkan aku, Naruu .." batin Sasuke, tatapan matanya lurus menatap lampu operasi yang menyala merah.

"Saa .. Sasuke-senpai .. kumohon maafkan aku" Deidara yang sudah bisa mengontrol dirinya membungkuk 180 derajat ke arah Sasuke, sesekali air mata masih menetes dari mata indahnya.

Menatap Deidara sambil tersenyum kecut, Sasuke menyentuh pundak sang kouhai "Aku yang harus berterimakasih Dei .. ", Sasuke menggerakkan tangannya untuk membawa Deidara kedalam pelukannya. "Terima kasih Dei .. Terimakasih sudah membawa Naruku ke rumah sakit."

Sasori menatap pemandangan di depannya sambil tersenyum kecil, sungguh Sasori tidak merasa cemburu. Sasori malah merasa pemandangan didepannya adalah pemandangan terindah dalam hidupnya.

"Naru .. semoga kau baik-baik saja."

===(-_-)===

Itachi saat ini sedang berada di apartement Share, ditemani oleh Orochimaru dan Gaara. Petugas kepolisian yang dikepalai oleh Shikamaru tampak sedang melakukan olah TKP guna mencari petujuk siapa yang telah menyerang Naruto.

Itachi menatap tajam polisi yang ada didepannya, polisi yang bername tag Nara Shikamaru itu hanya memutar matanya lelah ditatap tajam oleh Itachi.

"Aku akan segera menangkap orang yang melakukan ini pada Naruto Chi .." ujar Shikamaru pada Itachi yang terus menatapnya dengan tajam.

"Aku tidak mau tau Shika, aku mau orang yang sudah menyakiti Naruto harus menderita!" desis Itachi, mata onyxnya menyalang terang, seolah menggambarkan kemarahan yang ada di dalam hati Itachi.

Shikamaru mendesah nafas lelah, sebenarnya tanpa Itachi menekan dirinya, Shikamaru juga akan bekerja keras. Naruto adalah teman yang sangat Shikamaru sayangi, dan Shikamaru sudah berjanji akan menangkap orang yang sudah menyakiti Naruto.

Gaara yang menemani Orochimaru menatap sendu darah Naruto yang tercecer diruangan itu, sampai akhirnya mata jadenya melihat sesuatu yang menyembul dari bawah meja disamping tempat ditemukannya Naruto.

Gaara melangkahkan kakinya menghampiri benda yang ternyata test pack itu, tangan putihnya terulur mengambil test pack tersebut. Gaara sontak membelalakkan mata melihat dua garis merah pada test pack itu, apalagi ketika melihat nama yang ditulis menggunakan spidol pada belakang test pack, Namikaze Kurama.

L'Amour Cafe

Hinata menyeruput minuman yang ada didepannya, sesekali matanya melirik ke arah jam tangan yang melingkari tangan putihnya. Baru saja Hinata hendak mengambil posel untuk menghubungi orang yang ditunggunya, seseorang sudah duduk di kursi di depan Hinata.

Hinata tersenyum miring melihat pria berpenampilan mirip hiu di hadapannya, "Ne .. ne Kisame, pekerjaanmu lumayan juga."

"Hahahahaha ... Serahkan saja kepadaku Hinata-san," sahut Kisame sambil menyeringai senang, Hinata adalah orang yang sudah menyelamatkannya saat Kisame dikejar polisi di masa lalu, dan sekarang Kisame akan membayar jasa Hinata padanya.

"Tapi .. Aku masih punya tugas untukmu Kisame" kata Hinata serius, tangannya mengambil dua buah foto yang ada di dalam tasnya dan menunjukkannya pada Kisame.

Kisame menatap datar dua buah foto yang ada ditangannya, foto seorang pemuda berambut coklat panjang yang sangat mirip dengan Hinata dan seorang pemuda berambut orange. Kisame menyeringai, "Anda ingin aku melakukan apa Hinata-san? Membunuh kakak anda sendiri?" tanya Kisame dengan nada sing a song.

Hinata terkikik kecil mendengar perkataan Kisame, "Kau tau betul kalau Neji itu kakak dari Hyuuga Hinata Kisame, bukan kakakku .."

Seringai dibibir Kisame semakin lebar mendengar penuturan 'Hinata' di depannya itu, "Tentu saja .. anda adalah ratu kami bukan?"

Konoha Hospital

Sasuke menghela nafas berat berkali-kali, sudah 3 jam Naruto berada di ruang operasi. Mata ony Sasuke melirik ke arah Deidara dan Sasori yang bergenggaman tangan erat, senyum kecil terlukis di wajah kusut Sasuke.

"Sas .. lebih baik kau ajak Dei pulang .. dia pasti lelah" kata Sasuke sambil meluruskan punggungnya yang terasa kaku.

Sasori menatap Sasuke dengan pandangan yang tak dapat diartikan, "Kau menyuruhku meninggalkanmu sendiri?" tanya Sasori.

"Aku hanya tidak tega melihat Deidara .." jawab Sasuke mengalihkan pandangannya ke arah Deidara yang tertidur di dekapan Sasori.

"Aku akan memindahkan Dei ke kamar inap, aku tak akan meninggalkanmu Suke .." Sahut Sasori sambil mengangkat Deidara ala bridal style dan berjalan ke arah ruang inap yang sudah dipesan Sasori.

"Terima kasih Sas .. " gumam Sasuke pelan, tangan alabaster Sasuke bergetar pelan. Perlahan air mata kembali menetes dipipi Sasuke. "Maafkan aku .. Naru."

Unknown Place

Neji menatap panik sosok Kurama yang sedang di bawa almbulans untuk ke rumah sakit. Sesekali mulut Neji merutuki kebodohannya yang malah menonton gosip di kedai dan tidak langsung pulang setelah memperoleh kue pesanan Kurama.

"Maafkan aku Kuu .." gumam Neji lirih sambil terus menggenggam tangan dingin Kurama.

Neji terus menundukkan kepalanya sambil berdoa sampai akhirnya neji merasakan pergerakan dari tangan Kurama yang digenggamnya.

"Kau sudah sadar Ku?" tanya Neji lirih sambil menatap wajah sayu Kurama.

Kurama mengerjabkan matanya perlahan, mencoba menyesuaikan dengan cahaya yang mencoba memasuki retina matanya. "N .. Na .. Ru .." gumam Kurama lemah sebelum kegelapan kembali menghampirinya.

Neji mengerjabkan matanya cepat ketika mendengar gumaman Kurama, "Naru? Naruto? Ada apa dengan Naru?" batin neji bingung.

Pikiran Neji terpotong ketika akhirnya ambulans yang membawa Kurama sampai du rumah sakit. Beberapa suster dan dokter yang sudah stand by langsung membawa Kurama ke instalansi gawat darurat.

Neji ikut berlari mengikuti kasur dorong Kurama sampai akhirnya seorang suster meminta neji untuk menunggu di ruang tunggu.

Neji duduk terpekur, setelah membulatkan tekat, Neji mengambil ponselnya dan mulai menyalakannya. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya posel Neji sudah dalam posisi stand by.

Baru saja Neji hendak menghubungi Sasuke, tiba-tiba ponsel Neji bergetar menandakan sebuah pesan baru saja masuk ke ponselnya. Ada dua puluh pesan yang isinya menanyakan keberadaan Neji, Neji hendak mengabaikan pesan yang masuk sampai matanya menatap sebuah pesan masuk dari Hinata.

From: Hinata

To: Hyuuga Neji

Subject: I Can See you

Lihat tautan foto yang kukirim padamu .. lebih baik kau siap-siap untuk menerima hal yang sama, Hyuuga Neji ~

.

.

Mengerutkan kening, nejipun memutuskan untuk membuka tautan yang dikirim oleh Hinata. Mata lavender Neji membelalak lebar melihat tautan foto yang dikirim oleh Hinata. Foto seorang gadis berambut pirang yang dikanalnya sebagai Naruto, dalam posisi bersimbah darah dan tengah disetubuhi oleh seorang pria.

"BANGSAT!" seru Neji keras, untung saja saat itu keadaan rumah sakit masih tergolong sepi sehinggan hanya segelintir orang yang menatap Neji dengan pandangan aneh. "Akan kubunuh kau, penyihir!" desis Neji berbahaya, tangannya meremukkan ponsel yang ada dalam genggamannya.

Neji langsung melenggang pergi setelah sebelumnya menelpon Kakashi untuk menggantikan posisinya menjaga Kurama.

Uchiha Resident

Fugaku menatap tajam orang yang sudah diklaim sebagai menantu aka Kurenai yang sedang duduk di atas meja ruang kerjanya.

"Apa yang kau inginkan?" desis Fugaku berbahaya, mood Fugaku sudah sangat buruk hari ini. Kerjasamanya dengan berbagai pihak berakhir gagal.

Kurenai terkikik kecil sambil semakin berani, rok mini yang dipakainya terbuka saat Kurenai membuka lebar kakinya dihadapan Fugaku.

"Ah ... Fuga-chan, kau ini kaku sekali ... aku ingin bermain denganmu~" desah Kurenai, tangan putihnya membelai perlahan dada Fugaku yang masih dilapisi jas mahal.

"Kau akan menikah dengan Itachi, bukan?" tanya Fugaku datar, membiarkan Kurenai yang semakin berani menjamah tubuhnya.

"Ah ... itu keinginanmu Fuga-kun .. Kau tau benar kalau aku mencintaimu~" kata Kurenai sambil mempoutkan bibirnya sok imut.

Menghela nafas berat, Fugaku langsung menyambar bibir kemerahan Kurenai, tangan Fugaku yang menganggur langsung meremas kasar payudara Kurenai yang masih terhalang tanktop hitam yang dipakai Kurenai.

Kurenai terkekeh kecil disela ciumannya dengan Fugaku, meremat rambut Fugaku kasar Kurenai mendesah sensual tepat ditelinga Fugaku.

Fugaku yang mendengar desahan Kurenai makin bersemangat menjamah tubuh calon menantu yang juga merupakan wanitanya itu.

Kurenai menyeringai lebar ketika merasakan kejantanan Fugaku mengeras di balik celananya.

"I Got You .. Fugaku" batin Kurenai dengan seringai yang bertambah lebar.

Uchiha Corp

Itachi menatap sendu foto Kurama yang ada di meja kerjanya, mata onyxnya menerwang mengingat test pack yang ditemukan Gaara di apartement milik Share.

"Kenapa kau tidak bilang kalau kau sedang hamil Ku?" batin Itachi lirih, tangan putinya menyentuh perlahan foto Kurama dan mengusapnya lembut. "Aku akan menemukanmu Kuu .. " tekad Itachi dalam hati.

Setelah menerima test pack dari Gaara, Itachi langsung meluncur ke Rumah sakit untu menemui Kimmimaro, satu-satunya dokter yang dipercayai Kurama untuk memeriksa dirinya. Setelah menemui Kimmimaro, Itachi memeperoleh kebenaran yang menyakitkan, Kuramanya sedang hamil 3 bulan, dan saat Kurama akan mengatakannya pada Itachi, dengan brengseknya dirinya malah menceraikan Kurama.

"Maafkan aku, Kuu .." batin Itachi nelangsa, harapannya untuk punya anak dari Kurama berjalan sukses, tidak percuma usahanya membayar seorang ilmuwan terkenal agar bisa membuat sang istri hamil. Tapi sekarang harapan Itachi sudah musnah, Itachi sudah kehilangan Kurama dan anaknya.

TBC