DISCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO
PAIRING : SASUfemNARU, ITAKYUU, KIBAHINA, NEJIfemGAARA
slight Pair : ItaKure, SasuHina, Sasusaku, FugaKure, dll
RATE : M
WARNING!
fic ini mengandung fem naru dan fem gaara, and MPREG. you've read this warning. so press back if you doesnt like this kind of stories. YAOI, STRAIGHT, TYPOS, author baru, dll ..
read and review pleaseeee
Wuaaahhh Gomen minna san, author lama update .. maklum, ngurusin perceraian itu lama. Nah ... daripada banyak bacot, silahkan dibaca minna san .. Maaf kalau singkat, author sudah berusaha memanjangkan ini, hehehehe
LOVE
kurama mengerjapkan matanya perlahan, setelah terbiasa dengan cahaya yang menyoroti wajahnya Kurama menatap datar ruangan bercat putih yang ditempati olehnya.
"Rumah sakit, heh?" batin Kurama tersenyum miris, Kurama masih mengingat dengan jelas kejadian sebelum dirinya pingsan. "Naru .. apa kau baik?" gumam Kurama pelan.
Krieet .. pintu ruangan Kurama dirawat terbuka perlahan, seorang pemuda berambut cokelat panjang aka Neji berjalan masuk, ditangannya terdapat semangkuk bubur untuk Kurama.
"Kau sudah bangun? Ada yang sakit?" tanya Neji sambil mendudukkan dirinya di kursi dekat ranjang Kurama. Tangan putihnya mengulurkan bubur bayam yang dibawanya pada Kurama.
Kurama menerima bubur yang diberikan Neji, "Aku sudah baik, kau dapat kabar tentang Naru?" tanya Kurama, nada yang dipakai Kurama memang biasa, tapi Neji bisa menangkap kekhawatiran yang sangat dalam kalimat Kurama.
"Sudah .. " jawab Neji pelan, menghela nafas berat, Nejipun menggenggam tangan Kurama. "Aku akan melaksanakan rencana kita Kuu .. kau pergilah bersembunyi bersama Kakashi" ujar Neji pelan.
Kurama menatap penuh terima kasih ke arah Neji, sahabat sekaligus cinta pertama yang hadir dihidupnya. "Terima kasih, Neji .." sahut Kurama, perlahan Kurama mengeliminasi jarak diantara keduanya dan mengecup bibir Neji lembut.
Konoha Hospital
Sasuke menggenggam erat tangan pucat Naruto, pikirannya begitu penuh memikirkan ucapan dokter yang terus terngiang ditelinganya. Menggelengkan kepalanya cepat, Sasuke menatap sendu ke arah malaikat pirangnya.
"Kau akan baik-baik sajakan Naru?" tanya Sasuke lirih, tangan alabasternya menyibak poni Naruto, perlahan dicondongkan badannya ke arah kening Naruto dan mengecupnya perlahan.
Sasori yang mengamati interaksi Sasuke dan Naruto dari balik kaca yang menghubungkan pengunjung dan pasien. Mengingat Naruto harus dalam keadaan steril, pengunjung yang masuk kedalam ruangan Narutopun hanya dibatasi satu orang saja.
Perlahan airmata menuruni pipi chubby Sasori, hati Sasori sangat sakit melihat Sasuke yang tampak seperti mayat hidup disamping Naruto. Awalnya Sasori memang tidak menyukai Naruto, tapi perlakuan hangat Naruto yang tulus padanya lama-lama membuat Sasori luluh dan berbalik menjadi sangat menyayangi Naruto.
"Sasuke .. aku berjanji akan melindungi kalian" tekad Sasori dalam hati, sudah cukup selama ini Sasori diam saja akan apa yang terjadi di sekitarnya. "Aku tidak akan membiarkan ada sahabatku yang terluka" batin Sasori, tangannya terkepal erat dikedua sisi tubuhnya.
Deidara menatap sendu kolam ikan yang ada di halaman Rumah Sakit, hatinya yang lembut merasa sakit melihat takdir sang senpai favoritnya.
"Apa yang harus aku lakukan?" gumam Deidara pilu, sebagai pemimpin Blue seharusnya Deidara bisa lebih tegas pada Hinata, tapi entah kenapa setiap melihat mata lavender Hinata Deidara merasa takut. "Siapa kau sebenarnya Hinata?" tanya Deidara pada pantulan dirinya di kolam.
Hyuuga Mansion
Hiashi Hyuuga, pemimpin klan Hyuuga yang terkenal itu menatap tajam Yamato yang juga merupakan manajer Blue. "Bagaimana mungkin kau gagal mengetahui siapa Hinata yang sebenarnya?!" bentak Hiashi keras.
"Maafkan saya Hiashi-san .. selama ini Hinata-sama selalu menolak untuk saya dampingi dalam acaranya di luar selain dengan Blue" jawab Yamato sambil menundukkan kepalanya dalam.
"Kalau saja Hinata palsu itu tidak mengancamku, aku pasti sudah menghabisinya!" geram Hiashi, gelas yang ada ditangannya pecah seiring kuatnya tekanan yang diberikan Hiashi.
Yamato terdiam melihat kemarahan Hiashi yang sangat jarang ditunjukkannya itu, dalam hati Yamato sebenarnya mengasihani sang maestro keramik itu. Hinata, anak Hiashi sedang dalam sandera seseorang yang saat ini mengaku sebagai 'Hinata', mengingat 'Hinata' ini sangat gila Hiashi tidak bisa gegabah dalam melawan 'Hinata'. Sekali saja salah langkah, bisa dipastikan nyawa Hinata yang asli akan melayang.
Ponsel Yamato yang berdering memecah kesunyian di ruang keluarga Hyuuga itu. Mata hitam Yamato menatap bingung layar poselnya yang bertulisakan Kakashi. Setelah meminta ijin pada Hiashi dan dijawab dengan dengusan keras, Yamato menekan tombol hijau diponselnya dan mendekatkan ponsel jadulnya ke telinga.
"Moshi-moshi Kakashi-san?"
"..."
"Haik .. wakatta.. "
"..."
"Naniiiiii !"
"..."
"Haik! Akan segera saya laksanakan."
"..."
"Haik"
Yamato memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celananya, sementara Hiashi menatap penuh selidik ke arah Yamato.
"Ada perlu apa Kakashi menelponmu?" tanya Hiashi, kedua alisnya bertaut menandakan kalau sang Hyuuga sedang bingung.
"Kakashi-san mengabarkan kalau Neji-sama akan segera kembali ke Konoha." Jawab Yamato.
"Lalu? Kemana Kakashi sekarang?" tanya Hiashi semakin bingung, seharusnya Kakashi yang bertugas menjaga Neji, kenapa sekarang Kakashi menghubungi Yamato? Batin Hiashi.
"Kakashi-san sedang menjaga Kurama-sama di Rumah Sakit, kehamilan Kurama-sama termasuk kategori lemah, jadi Neji sama memerintahkan Kakashi-san untuk berjaga di samping Kurama-sama" jawab Yamato lancar.
"Haaah ... Kurama-chan yang malang .. " gumam Hiashi pelan, tangannya memijit pelipisnya perlahan.
"Neji-sama akan segera menjalankan rencana kita" ucapan Yamato langsung membuat Hiashi mendongak menatap Yamato lurus, perlahan sebuah seringai terlukis diwajahnya.
Uchiha Resident
"Ahhhh ... lebih ... cepat Fu . ga .."
"Arrrgghh .. kau .. ugh .. sempit .."
Desahan-desahan yang terdengar dari ruangan kerja Fugaku sukses membuat anak buah Fugaku yang menjaga pintu ruang kerjanya nosebleed.
Sementara di slama ruangan, Kurenai nampak sedang menungging membelakangi Fugaku, sementara Fugaku sedang memaju-mundurkan pinggulnya diantara kedua bongkahan pantat kenyal Kurenai.
Keringat, desahan, dan bau sperma yang menguar dari tubuh keduanya semakin meningkatkan libido Kurenai dan Fugaku, "Ahhh ... semua penis Uchiha memang hebat" batin Kurenai saat sekali lagi kejantanan Fugaku mengenai sweet spotnya, air liur Kurenai mengalir seiring bertambahnya kecepatan Fugaku dalam menggenjot lubangnya.
Fugaku yang sedang memeju-mundurkan pinggangnya meremas payudara Kurenai keras, tatapan matanya yang biasanya dingin tertutup kabut nafsu. Fugaku mengerang pelan saat kejantanannya di jepit erat oleh Kurenai. Setelah puas membuat Kurenai bermandikan sperma miliknya, Fugakupun menatap Kurenai yang tengah pingsan dengan datar.
"Anakku ?" desis Fugaku dalam hati, perlahan seringai keji terlukis diwajah kakunya.
Setelah meletakkan Kurenai yang awalnya ada dipangkuannya, Fugaku memakai asal celana dan kemejanya yang sudah kusut.
"Bereskan kantorku" perintah Fugaku datar pada maid yang sudah menunggunya diluar ruang kerjanya.
Fugaku berjalan menuju kamar pribadinya, tubuhnya mengeluarkan bau khas orang bercinta yang jujur saja, Fugaku sangat tidak menyukai aromanya sendiri saat ini.
Tangan pucat Fugaku membuka perlahan pintu kamarnya yang terbuat dari kayu jati, mata onyxnya menatap lembut sosok wanita yang sedang tertidur di atas ranjangnya. Berjalan perlahan, Fugaku menghampiri sosok Mikoto yang sedang tertidur dalam posisi naked.
Tangan Fugaku membuka kancing bajunya, dan tak berapa lama Fugaku sudah kembali dalam posisi naked. Fugaku menyibak selimut yang menutupi tubuh polos sang istri, mata Fugaku menatap lapar tubuh polos Mikoto yang masih sangat indah diusianya saat ini.
Tak berapa lama, kembali terdengar jeritan histeris sang nyonya Uchiha yang kembali diperkosa oleh sang mantan suami.
NIU Ent
Gaara menatap pantulan dirinya dicermin, hari ini dia akan melakukan debut pertamanya. Setelah melalui beberapa perombakan, debut Gaara tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan oleh agency.
Shizuka Nadhesiko (ada di Naruto waktu perjalanan mau ketemu Hachibi) menatap takjub pada Gaara yang tampak sangat mempesona mengenakan dress panjang warna merah tanpa lengan dan memiliki belahan panjang sampai paha Gaara di kedua sisinya.
"Kau sangat seksi Gaa-chan!" seru Shizuka sambil mengacungkan dua jempol kearah Gaara.
"Aku tidak akan senang dipuji sesama wanita, Shizuka" desis Gaara frustasi, hei ... diberi tatapan lapar oleh sesama wanita err atau pria ya? Pokoknya bagi Gaara tatapan Shizuka ituuu ... agak .. errr .. menjijikkan.
Mendengar desisan Gaara yang agak putus asa membuat Shizuka tersenyum senang, bagi Shizuka menggoda Gaara adalah salah satu hal yang mengasyikkan selain berlatih.
"Apa kau tidak ganti baju?" tanya Gaara sembari memberi deathglarenya karna Shizuka sudah mengambil ancang-ancang untuk menggrepe tubuhnya.
Shizuka tertawa kering, "Aku masih tampil nanti" jawab Shizuka sambil kembali duduk di sofa ruang ganti Gaara.
"Aku menggantikan Sasuke-san yang tidak bisa tampil bukan?" tanya Shizuka pada Gaara.
Gaara meletakkan sisir yang dipegangnya dari tadi ke atas nakas. "Yah .. kondisi Naruto-chan masih kritis, Sasuke tidak mungkin meninggalkan Naru" sahut Gaara sambil mengenakan jaket berbulu yang akan dikenakan sebagai lapisan luar bajunya.
"Hehehehehe ... kau siap-siap saja melakukan skinship denganku Gaa-chan .." kata Shizuka sambil terkekeh, kaki jenjangnya berjalan ke arah Gaara dan langsung mencuri ciuman dari Gaara.
Gaara berteriak kesal dan hendak memukul Shizuka ketika sang artis trainee di NIU itu sudah berlari keluar ruangan Gaara sambil tertawa keras.
Paris
Uzumaki Karin, seorang desainer terkenal dengan berbagai rancangan karyanya yang mendunia sedang kesal. Sudah beberapa kali Karin mencoba menghubungi Naruto, sang model yang sedang liburan di Konoha tapi selalu gagal.
"Ahhhhh! Awas kau Naruuuu !" teriakan yang diiringi geraman yang dikeluarkan Karin sukses membuat anak buah Karin ingin melarikan diri dari sang bos yang mirip godzilla.
Naruto sendiri merupakan brand ambassador Taka, brand yang digunakan Karin sebagai identitas karyanya. Menurut Karin, Naruto adalah satu-satunya model yang tampak pantas mengenakan baju rancangannya yang agak aneh.
Karin menatap nanar baju hasil karyanya yang ada dipatung, "Sungguh tidak indah!" gumam Karin sambil mendeathglare patung yang entah kenapa tampak jelek memakai baju rancangannya.
Rancangan Karin kali ini mengambil tema boneka barbie, baju yang ada dipatung dihadapannya sengaja Karin buat untuk Naruto. sebuah baju yang terdiri dari bra sport warna hitam, jaket kulit pendek warna emas yang memperlihatkan bagian perut dan sebuah shortpants pendek warna emas dengan sedikit rumbai warna hitam di pinggirnya.
Ponsel Karin yang bergetar sukses membuat lamunan Karin terpotong. Menggerutu sebal, Karin langsung mengambil ponselnya. Sesaat mata violet Karin mengeluarkan blink-blink bercahaya saat mengetahui bahwa Sasukelah yang mengirimi dirinya pesan.
Membuka pesan dari Sasuke dengan cepat, jantung Karin tiba-tiba berdetak cepat membaca deretan kata di ponselnya. Tanpa basa-basi, Karin langsung membereskan barang-barang miliknya dan berlari keluar dari ruangannya.
"Karin-sama? Anda mau kemana?" tanya seorang anak buah Karin yang bingung melihat sang bos nampak kacau.
"Aku akan ke Konoha. Batalkan semua Fashion Show kita sampai aku kembali" perintah Karin mutlak pada sang asisten.
Sebelum sempat asisten Karin yang bernama Yota menjawab, sudah menghilang dari hadapan Yota.
"Ada apa ya? Kuharap semua baik-baik saja" batin Yota.
