DISCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO

PAIRING : SASUfemNARU, ITAKYUU, KIBAHINA, NEJIfemGAARA

slight Pair : ItaKure, SasuHina, Sasusaku, FugaKure, dll

RATE : M

WARNING!

fic ini mengandung fem naru dan fem gaara, and MPREG. you've read this warning. so press back if you doesnt like this kind of stories. YAOI, STRAIGHT, TYPOS, author baru, dll ..

read and review pleaseeee

Akhirnyaaaa ... You resmi menjanda pemirsa \(^_^)/ ... sedih sih, tapi daripada makan hati ..

Oke ... Langsung aja yeee ... Author lagi Fall in Love ama Akang Levi n Akang Kagami dari fandom sebelah ... Uhuyyyy

Keep support SasuNaru n NaruSasu

LOVE

"I Love You ..."

Seruan Gaara dari atas panggung sukses membuat para penggemarnya berteriak heboh, bahkan Racconers (sebutan untuk fans Gaara) menghujani panggung dengan bunga mawar merah kesukaan Gaara.

Gaara berdiri diatas panggung diapit oleh para personil Blue. Para artis NIU seperti Sasori, Shizuka, bahkan Sakura dan Sai yang ikut ambil bagian dalam konser debut Gaara berdiri berjajar di atas panggung. Para artis NIU itu tampak berjoget mengikuti irama lagu "Fantastic Baby" yang diputar oleh staf, dan disambut pekikan fans yang hadir dalam acara tersebut.

Para artis NIU berbondong-bondong memenuhi backstage yang disediakan, sungguh konser hari ini sangat menguras energi mereka.

"Huaaaahhhh ! Aku capek sekaliiii .. !" seru Shizuka sambil langsung berbaring di atas lantai, tingkah Shizuka yang absurd itu langsung mengundang seruan Guren sang manajer yang takut kulit artisnya terluka.

Deidara tertawa kecil melihat wajah ngambek Shizuka yang sedang dimarahi oleh Guren, tapi senyum diwajahnya langsung menghilang saat menyadari kalau artis yang tampil saat ini sangat berbeda dari rencana mereka pada awalnya.

Hinata yang mengamati perubahan raut wajah Deidarapun menghela nafas kasar, dilangkahkannya kakinya yang jenjang ke arah Deidara.

"Kau baik-baik saja, Dei?" tanya Hinata yang mengambil tempat duduk disamping Deidara.

Deidara langsung tersentak kaget saat mendengar suara Hinata di sampingnya, menolehkan wajahnya singkat, Deidara kembali memusatkan perhatiannya pada Shizuka yang masih bertengkar dengan manajernya, guren.

"Aku hanya memikirkan keadaan Neji-kun dan Kuu-chan .." sahut Deidara singkat. Hinata tersenyum miring mendengar jawaban Deidara.

"Kau tenang saja ~ .. sebentar lagi Neji-nii pasti akan kembali" kata Hinata dengan nada sing a song.

Deidara melirik sekilas ke arah Hinata, perlahan senyuman sinis terlukis dibibir mungilnya. Tanpa mengatakan apapun Deidara langsung berjalan keluar dari ruangan itu diiringi Gaara dan Konan yang sejak tadi melihat interaksi antara Deidara dan Hinata.

Hinata menatap kepergian Deidara dengan tatapan datar, "Jangan buat aku menyakitimu juga, Dei .." batin Hinata.

NIU Ent

Orochimaru duduk tenang di meja panjang yang sudah disediakan, para wartawan yang sudah berbaris rapi menanti dengan sabar kedatangan para personil Share yang akan mengadakan jumpa pers.

Tak lama, pintu di hall NIU terbuka dan para personil Share memasuki tempat konfrensi pers. Sekilas para wartawan bisa melihat raut wajah lelah yang ditunjukkan oleh sang Leader, aka Sasuke. Sasuke hari itu memakai long coat panjang selutut berwarna hijau tua, untuk celananya Sasuke mengenakan celana jeans warna hitam dan kaos v neck warna hitam pula untuk bawahannya Sasuke mengenakan sepatu kets merk Adibas warna merah marun.

Dibelakang Sasuke, tampak Hyuuga Neji berjalan mengikuti sang ketua. Neji memilih mengenakan pakaian formal dalam acara hari itu, kemeja putih dengan dilapisi tuksedo warna abu-abu membalut tubuh kekar sang Hyuuga, untuk celana Neji memilih memakai celana kain yang senada dengan tuksedonya, sementara sebuah sepatu pantofel warna hitam turut menyempurnakan penampilan Neji hari itu.

Sasori berjalan tepat dibelakang Neji, begitu acara debut Gaara selesai, Sasori langsung kembali menuju NIU. Mengingat begitu mepetnya waktu Sasori, Sasori hanya mengenakan kaos hitam yang dilapisi kemeja merah kotak-kotak dan ripped jeans selutut, untuk sepatu Sasori mengenakan sepatu kets berwarna senada dengan kaosnya.

Suasana Hall yang awalnya sunyi langsung menjadi riuh begitu para wartawan menyadari bahwa Kurama tidak muncul hari itu. Bisik-bisik dan beragam spekulasi mulai terdengar dari para wartawan.

Sasuke yang mulai merasa terganggu langsung berdehem keras untuk menarik perhatian para wartawan. Mendengar deheman yang tidak biasanya keluar dari bibir sang Uchiha para wartawanpun langsung diam sambil memfokuskan dirinya kembali pada acara yang berlangsung.

Orochimaru tertawa kering melihat aura kegelapan yang menguar dari tubuh sang Uchiha, mengingat apa yang dialami si Leader, Orochimaru sangat maklum kalau suasana hati Sasuke sangat buruk saat ini.

"Baiklah, mari kita mulai acara hari ini. Bagi yang ingin bertanya harap mengacungkan tangan dan menunggu dipilih oleh Orochimaru-sama" suara dari sang moderator disambut dengan mengacungnya semua tangan yang ada di ruangan itu.

Orochimaru langsung speechless melihat semua wartawan mengacungkan jarinya tinggi-tinggi. "Mereka seperti anak TK .. " batin Orochimaru, menyadari waktu yang terbatas Orochimaru langsung menunjuk salah satu wartawan.

Wartawan wanita yang ditunjuk Orochimaru langsung berdiri dari duduknya. "Perkenalkan, saya You dari KurMae Magazine" kata sang wartawan itu. "Apa kalian bisa menjelaskan apa yang sedang terjadi dengan Kurama-kun? Mengapa Kurama-kun tidak hadir dalam konfrensi pers hari ini? Apa benar kalau Kurama-kun sudah resmi keluar dari Share?" tanya sang wartawan.

Sasuke mendengus kesal mendengar pertanyaan yang diajukan, "Satu aja cukupkan!" batin Sasuke mangkel sendiri.

Orochimaru menatap Neji, sementara yang ditatap langsung menganggukkan kepalanya dan berdehem pelan untuk menarik perhatian sang wartawan.

"Maaf, untuk saat ini Kurama sedang menjalani pengobatan di Luar Negeri, dan memang benar Kurama sudah mengundurkan diri dari Share." Neji menghela nafas berat, perlahan Neji beranjak dari duduknya diikuti oleh kedua rekannya, "Kami minta maaf untuk para penggemar Kurama, tapi kami bisa pastikan kalau Share tidak akan bubar" seru mereka bertiga sambil membungkukkan badannya bersama-sama.

Para wartawan semakin riuh mengetahui kabar yang sudah dikatakan oleh para personil Share. Orochimaru langsung mengkondisikan keadaan sehingga tenang, dan sesi wawancara dimulai kembali.

Pertanyaan-pertanyaan bergulir dan dijawab dengan cakap oleh Neji, sesekali Sasuke dan Sasori ikut menimpali jawaban Neji. Orochimaru yang memang sejak awal menyatakan kalau tidak mau berkomentar, menyerahkan semuanya pada Share.

Sampai sebuah pertanyaan yang menanyakan tentang pengganti Kurama ditanyakan seorang wartawan, personil Share terdiam cukup lama sampai akhirnya Sasuke ambil suara. "Kami sudah memutuskan untuk mengganti posisi Kurama dengan seseorang yang sudah cukup lama berlatih di bawah naungan NIU" jawab Sasuke datar, Sasori yang merasa kalau jawaban Sasuke kurang memuaskan langsung menimpali jawaban sang Senpai. "Ah .. kurasa kalian semua sudah mengenal sosok yang kami maksud," kata Sasori sambil menunjuk ke sosok yang baru memasuki ruangan.

Kamera dan perhatian para wartawan langsung beralih pada seorang pemuda berambut hitam panjang dan bermata onyx yang sedang tersenyum kaku saat menyadari perhatian semua orang sedang berpusat padanya.

"Ieeee ... bukankah Shizuka-chan itu wanita?!" seruan sang wartawan langsung membuat suasana kembali heboh, mendengar perkataan sang wartawan Shizuka nyaris mewek ditempat.

"Aku ini Laki-laki tulen!" seru Shizuka sambil menggembungkan pipinya sok imut, Sasuke langsung memasang pose mual melihat tingkah ababil Shizuka.

Neji dan Sasori terkikik pelan melihat Shizuka yang sedang dilecehkan oleh para wartawan. "Ah .. Shizuka-kun memang seorang pria, tapi dia Bishounen .." kata Orochimaru dihadiahi delikan maut oleh Shizuka.

"Ah, tapi selama ini Shizuka sering mengenakan pakaian wanita dalam beberapa acara" sanggahan dari sang wartawan sukses membuat Shizuka memutih. Orochimaru tertawa pelan mendengar sanggahan yang dikeluarkan oleh sang wartawan. "Ah .. Shizuka memang sengaja aku beri konsep seperti itu, crossdreserr itu sangat jarangkan?" sahut Orochimaru enteng.

Setelah situasi kembali kondusif, dengan sedikit tidak ikhlas, Shizuka melangkahkan kakinya menuju tempat duduk yang sudah disediakan. Bukan mau Shizuka juga untuk berakting menjadi wanita selama ini, salahkan saja Orochimaru dan fetish geje miliknya batin Shizuka kesal setengah mati.

Setelah Shizuka duduk diantara Sasori dan Neji, sesi wawancara kembali dimulai. Pertanyaan yang diajukanpun mulai menjurus kearah pertanyaan pribadi, seperti siapa kekasih para personil Share.

Sasuke menatap datar seorang wartawan pria yang bertanya tentang sosok kekasihnya. Pikiran Sasuke langsung melayang menuju model seksi yang sedang terbaring di Rumah Sakit. Sasuke tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya pada para wartawan, rasa takut kehilangan sosok sang kekasih membuat Sasuke memilih jawaban yang sudah dirancangnya dengan para staff.

"Aku .. saat ini sedang menjalin hubungan dengan Haruno Sakura"

Naruto menatap sendu kearah tv yang sedang menayangkan proses konfrensi pers sang kekasih, Naruto memang sudah tau kalau jawaban itu yang akan dikeluarkan oleh Sasuke, tapi tetap saja rasanya sangat sakit mendengar kekasihmu mengakui orang lain sebagai kekasihnya.

Sakura dan Gaara yang ada di ruangan Naruto menatap sang model dengan tatapan prihatin, sungguh Sakura tidak berniat merebut Sasuke dari tangan Naruto, Sakura masih sangat mencintai Sai rekan duet sekaligus pacarnya.

"Na .. Naruto-chan?" panggil Sakura dengan takut, dia sangat takut kalau Naruto akan membencinya saat ini.

Naruto yang menyadari adanya ketakutan dalam suara Sakura langsung memberikan senyum tulusnya pada gadis bubble gum itu, Naruto tidak marah pada Sakura, malah Naruto ingin minta maaf karena membuat fokus Hinata beralih pada Sakura.

"Sakura-chan, aku minta maaf .. " kata Naruto lirih, seandainya saja saat ini kondisi Naruto sedang prima, Naruto pasti akan turun tangan sendiri untuk membantu rencana Neji.

Sakura tersenyum lembut sambil menggenggam tangan mungil Naruto, "Naruto-chan, kau tidak boleh banyak fikiran ne .. aku akan baik-baik saja" kata Sakura lembut.

Gaara yang melihat interaksi keduanya hanya bisa terdiam, ingatannya berputar kembali mengingat masa lalunya dengan Neji. Hubungan mereka sungguh sangat berlangsung bahagia sampai pada suatu saat wanita yang mengaku Hyuuga itu datang padanya.

Flashback ON

Gaara yang saat itu sedang bingung karena biaya sekolahnya memutuskan untuk berjalan-jalan di taman. Sungguh Gaara sangat galau, selama ini Gaara hanya mengandalkan uang warisan Ayah dan Ibunya yang sudah meninggal untuk hidup. Dan saat uang itu menipis Gaara bingung harus mendapatkan uang dari mana.

Gaara melangkahkan kaki jenjangnya menuju salah satu bangku yang ada di Taman, penampilan Gaara yang layaknya model sukses membuat dirinya menjadi pusat perhatian para pria di Taman. Sore itu, Gaara mengenakan sweeter hitam lengan panjang , dengan short pants sebagai bawahannya, sementara kaki jenjang Gaara dibungkus sepatu boots tanpa hak bewarna merah marun.

Gaara sebenarnya sadar kalau short pants miliknya terlalu pendek, tapi mau bagaimana lagi .. namanyan juga Shortpants. Saat itulah Gaara bertemu dengan Neji, pemuda aneh yang menyanyikan lagu patah hati dengan ekspresi senyum diwajahnya.

Gaara menghampiri pemuda aneh yang terus saja bernyanyi walaupun cuaca semakin mendung, "Hei .. kau baik-baik saja?" tanya Gaara saat pemuda itu terus bernyanyi, menghiraukan petir yang menggelegar.

Mendengus kesal karena tidak diperhatikan, Gaara langsung menarik tangan si pemuda dan menyeretnya ketika hujan mulai membasahi taman. Neji yang ditarik oleh cewek beringas tak tau adat _menurut Neji_ menatap Gaara dengan kesal. "Apa aku tidak boleh galau sendiri, Kami-sama .." batin Neji frustasi.

Gaara menarik Neji menuju sebuah kedai kopi yang terletak tak jauh dari Taman. Gaara langsung melepaskan pegangannya dan menatap Neji sengit begitu mereka sampai di dalam Kedai. "Hei ! kau itu gila ya?! Apa kau tidak tahu kalau obat itu harganya mahal!" bentak Gaara kesal setengah mati.

Neji yang dibentak-bentak siluman cabe (menurut Neji lagi) hanya menautkan alisnya bingung, baru kali ini dia dibentak-bentak orang asing. "Hei .. kenapa kau suka sekali mengurusi urusan orang lain?!" tanya Neji jengkel mendengar ocehan Gaara.

Mendengar pertanyaan Neji alis tipis Gaara menukik tajam, menyadari kebodohannya menyeret pemuda gila tidak tau terima kasih seperti Neji. "Hei! Aku ini menyelamatkanmu dari pengeluaran yang tidak perlu!" sahut Gaara judes.

Neji tersenyum sinis mendengar penuturan Gaara yang menurutnya tidak masuk akal, "Heh .. kau ini salah satu dari kumpulan fansku kan?" tanya Neji pd tingkat dewa.

Gaara menatap tidak percaya ke arah Neji yang sekarang dengan kurang ajarnya menggrepe pantat kenyal miliknya dari samping. "MATI SAJA KAU MESUM!" dan sebuah cap tangan tercetak jelas dipipi sang pemuda galau.

Semenjak kejadian absurd tersebut, Neji menjadi semakin dekat dengan Gaara. Nejipun membantu keuangan Gaara yang mengenaskan dengan membiarkan Gaara kerja part time di cafe miliknya. Kedekatan mereka semakin lama menimbulkan benih-benih cinta di hati keduanya.

"Oe .. cewek gila rambut merah!" seru Neji sambil berlari pelan menghampiri Gaara yang saat itu sedang ganti pakaian untuk pulang.

Siku-siku imajiner bermunculan di dahi Gaara, memang sih, mereka tidak saling tau nama masing-masing, selama ini mereka hanya memanggil berdasarkan apa yang mereka lihat. Kadang Gaara akan memanggil Neji dengan sebutan waria, sedangkan Neji akan memanggil Gaara dengan sebutan pantat racoon.

"Aku punya nama, dasar cowok gila!" seru Gaara kencang, Neji yang mendengar teriakan Gaara hanya tertawa kecil. "Aku juga punya nama, cewek garang!" sahut Neji tidak mau kalah.

Menggeretakkan giginya dengan kesal, Gaarapun menatap tajam ke arah mata lavender Neji. "Namaku Gaara, rambut bau!" kata Gaara.

Neji tersenyum kecil mendengar nama sang pujaan hati, "Namaku Hyuuga Neji, Gaa-chan ~" sahut Neji dengan nada manja yang dibuat-buat.

Gaara langsung membatu mendengar nada bicara Neji, "Yaaakkk ! kau menjijikkan!" dan sekali lagi pipi Neji mendapatkan cap tangan gratis dari Gaara.

Setelah kejadian tersebut, kedekatan mereka berdua menjadi lebih intim dari sebelumnya. Sampai akhirnya Neji menembak Gaara saat mereka berdua berlibur bersama.

"Aku mau kau jadi pacarku" kata Neji dengan tatapan super datar, Gaara yang mendengar pernyataan atau perintah dari Neji itupun langsung sweatdrop.

"Haaah ... dasar tanpa mata sialan!" sahut Gaara sambil menghela nafas berat, tanpa berkata apapun Gaara langsung mencium lembut bibir Neji. Neji yang kaget hanya bisa melongo, sementara Gaara tertawa riang sambil berlalu dari hadapan Neji.

Neji tersenyum kecil sambil menyentuh bibirnya, dan langsung mengejar Gaara yang sudah berjalan terlebih dahulu.

Flashback OFF

Gaara tersenyum miris ketika menyadari bahwa airmatanya keluar tanpa bisa ditahannya. Naruto dan Sakura menatap sendu ke arah Gaara. "Gaa-chan, kemarilah .. " panggil Naruto sambil menepuk sisi ranjangnya yang kosong.

Gaara menoleh cepat ke arah Naruto, air matanya mengalir makin deras saat melihat senyum tulus milik Naruto. Gaara langsung berlari dan memeluk Naruto sambil terisak, tanpa berpikir panjang Sakura langsung bergabung memeluk dua orang wanita yang diam-diam sangat dikaguminya itu.

Hinata meremas botol pocari sweat yang ada dalam genggamannya saat melihat berita pengakuan Sasuke di tv. "Brengsek! Kau mencari lawan yang salah .. Haruno" desis Hinata sambil menatap nyalang ke arah tv.

Hinata langsung melemparkan botol pocari yang sudah penyok ditangannya ke arah seseorang yang terbujur kaki di atas ranjangnya. Hinata berjalan cepat ke arah sosok kaku itu, mata lavendernya menatap tajam tubuh yang sama persis dengannya itu, "Kau merusak segalanya .. Hanabi" kata Hinata datar, seringai keji tercetak diwajahnya saat tangannya menorehkan kembali luka di tubuh Hanabi.

Flashback ON

Hinata menatap penuh minat ke arah kolam renang, hari itu Hinata kembali meminta Hanabi menggantikan dirinya mengikuti klub ikebana yang seharusnya diikuti oleh dirinya. Mata lavender Hinata menatap lapar tubuh topless Sasuke yang sedang melakukan perenggangan di samping kolam.

Selama ini, Hinata berhasil menipu Kagura dengan menjadikan Hanabi sebagai kambing hitam. Mengatakan kalau Hanabi memaksa Hinata untuk bertukar tempat demi menarik perhatian neji. Tapi semakin lama, Kagura semakin tidak mengenali saat mereka bertukar tempat. Jadilah Hinata berhasil membuat Hanabi memerankan Hinata yang baik hati dan ikhlas, sementara Hinata memerankan peran Hanabi yang jahat dan berhati dingin.

Hinata bahkan meminta Hanabi untuk menjadi 'Hinata' saat di rumah, sampai akhirnya Neji menjadi sangat menyayangi 'Hinata' bukan Hinata.

Tak ada yang tau, bahwa selama ini Hinata terobsesi pada si bungsu Uchiha. Bahkan Hinata tidak segan-segan memperburuk citra 'Hanabi' di mata Sasuke. Beruntunglah Hanabi yang menyamar sebagai Hinata mampu merebut hati Sasuke, Sasuke selalu berlaku lembut pada 'Hinata' selayaknya adiknya sendiri.

Hinata semakin bahagia saat ayah Neji terbunuh, rencananya berjalan lancar. Membuat Kyuubi putus dari Neji, membuat Gaara marah dan minta putus dengan cara memaksa Kagura untuk mencium Neji. Ah ... hidup ini sempurna untuk Hinata. Hinata menemui Hiashi dan mengatakan kalau dia menawan 'Hinata', dan sesuai dugaannya, keluarganya percaya mentah-mentah dengan kebohongannya.

Hinata bahkan mengirim mayat 'Hanabi' palsu untuk memuluskan rencananya, dengan 'membunuh' Hanabi maka kecurigaan pada Hinata yang berbohong kepalsuan dirinya akan menghilang. Memberikan harapan bahwa Hinata masih hidup, dan yaaah ... dia masih hidup tapi dia penjahatnya di sini, sehingga keluarganya akan berusaha menjatuhkannya. Ah ... Hinata sungguh tidak sabar melihat ekspresi Neji dan Ayahnya. Terlebih saat mereka tau kalau yang mereka pikir Hinata palsu adalah Hinata asli.

Rencana Hinata hampir berantakan saat Sasuke menjadi artis di bawah naungan NIU, Hinata mengikuti jejak Sasuke dengan tetap berakting sebagi Hinata yang baik hati. Lagi-lagi rencana kacau saat Sasuke berpacaran dengan Namikaze Naruto, adik dari Namikaze Kyuubi yang sudah dia singkirkan. Hinata sempat takut kalau rahasianya akan terbongkar saat Neji masuk ke NIU, tapi rupanya sang Hyuuga sangat takut kehilangan Hinata sehingga tetap diam dan mengamati dirinya.

Hinata menyimpan Hanabi ditangannya untuk dijadikan alibi bagi dirinya kalau suatu saat dia tertangkap basah, sungguh rencana yang sangat sempurna.

Flashback OFF

Hinata menatap sinis Hanabi yang terbujur kaku dihadapannya, sementara mata lavender Hanabi menatap takut ke arah Hinata. "Apa kau takut, Adikku sayang?"

Uchiha Resident

Itachi menatap sedih ke arah Kaasannya yang terbaring kaku di hadapannya, Itachi menangis tanpa suara melihat kondisi Mikoto yang menyedihkan. Perlahan direngkuhnya sang Kaasan dengan lembut, Itachi langsung menggendong sang Kaasan dan berlari keluar dari kediaman Tousannya.

Setelah menyerahkan sang Kaasan pada orang kepercayaannya, Itachi kembali memasuki rumahnya. Kaki panjang Itachi berjalan menuju ruang kerja Tousannya dengan raut wajah yang sangat mengerikan.

Itachi menatap datar ruangan sang Tousan, sesekali telinganya mendengar desahan-desahan dari seorang wanita.

"Aghhh ... Fu ... Fuga ... bagaimana kalau is.. agh istrimu melihat?"

"Agh ... diam Sara!"

Itachi hendak membuka pintu kerja Fugaku, ketika sebuah tangan lain mencengkram tangannya. Itachi langsung mendeathglare Kidoumaru, pelayannya yang sudah lancang menyentuh tangannya.

"Maafkan saya, Itachi-san .. tapi Kurenai-san menunggu anda di bawah" kata Kidoumaru tenang, tidak terpengaruh sama sekali dengan tatapan tajam Itachi.

Itachi mendengus kesal, ketika akhirnya kakinya menuju ruangan Kurenai menantinya. Kidoumaru menatap kepergian Itachi dengan senyum diwajahnya. "Anda akan segera bahagia, Itachi-san" gumam Kidoumaru pelan.

Itachi menemui Kurenai yang sedang duduk di atas sofa ruang keluarga, tatapan Itachi menajam saat melihat Kurenai sedang menunggunya dalam posisi topless. "Apa maksud semua ini, Kurenai?" tanya Itachi datar, sungguh tidak merasa tertarik melihat tubuh montok Kurenai.

"Ah ... Aku ingin bercinta denganmu, Itachi ..." jawab Kurenai, sambil meremas dadanya sendiri dengan sensual, sesekali lidahnya menjilat bibirnya yang kering melihat otot Itachi yang hanya tertutup kaos tipis.

"Maaf, kau cari orang lain saja, aku tidak berminat" sahut Itachi cepat, sungguh mual perut si sulung Uchiha melihat payudara kurenai.

Kurenai mendecak kesal, sampai sebuah seringai terkembang di wajahnya, "Aku akan membatalkan pernikahan ini, Itachi .."

Itachi langsung menoleh cepat ke arah Kurenai untuk memastikan pendengarannya tidak salah. "Apa yang kau rencanakan?" tanya Itachi.

"Aku akan membatalkan pernikahan kita, asal kau membantuku menyingkirkan Sara Uzumaki" jawab Kurenai sambil tersenyum senang.

T

B

C

Guhaaaa ... RnR Plueaseeeeee