DISCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO
PAIRING : SASUfemNARU, ITAKYUU, KIBAHINA, NEJIfemGAARA
slight Pair : ItaKure, SasuHina, Sasusaku, FugaKure, dll
RATE : M
WARNING!
fic ini mengandung fem naru dan fem gaara, and MPREG. you've read this warning. so press back if you doesnt like this kind of stories. YAOI, STRAIGHT, TYPOS, author baru, dll ..
read and review pleaseeee
Kacauuuu ... makin banyak aja ya Typo saya .. hehehehe
Ceritanya udah mau END ini, dan cerita satunya akan diapdet dekat-dekat ini .. Makasih banyak yang sudah mau berkenan mereview cerita saya maupun membacanya .. #DeepBow
LOVE
Hatake Kakashi, pria setengah tua yang sama sekali tidak menyangka kalau merawat orang hamil akan seheboh ini. Namikaze Kurama/Kyuubi yang ada dihadapannya ini sungguh manja, kalau boleh memilih, keturunan ketiga keluarga Hatake itu pasti akan memilih ikut rencana Neji.
"Kakashi ... belikan aku pie apel dicampur strawberry dan lelehan coklat di atasnya!" teriakan melengking dari Kurama nyaris membuat Kakashi bunuh diri ditempat, dapat darimana coba kue absurd macam itu.
"Itachi-san ... cepat jemput Rubah Gilamu ini..." Batin Kakashi sambil memasang pose babu depresi.
NIU Ent
Shizuka Nadeshiko yang sudah secara resmi menjadi anggota ke empat Share melotot tajam melihat kertas panjang yang berisi jadwalnya bersama Share. "A... Apa kalian setiap bulan selalu seperti ini?" tanya Shizuka pada Sasori yang saat itu duduk disampingnya.
"Ini masih belum seberapa Shi-san, nanti pasti ada jadwal tambahan kok .. " jawab Sasori diringi cengiran saju jutanya.
Mata onyx Shizuka makin melotot mendengar jawaban Sasori, "Pantas saja kalau personil Share kurus .. Ah .. aku memang tidak seharusnya ikut grup .." batin Shizuka miris.
Sasori yang melihat tampang depresi Shizuka hanya terkikik kecil, Shizuka yang sudah banyak muncul baik di MV ataupun reality show selalu menolak untuk debut, dan sepertinya keputusan Orochimaru untuk mengganti Kurama dengan Shizuka adalah hal yang bagus.
Sementara itu di dalam ruangan khusus tampak Sasuke sedang berbicara serius dengan Neji, sesekali dahi mulus Sasuke berlipat mendengar rencana-rencana dari sang Hyuuga muda. Pembicaraan alot diantara kedua pria tampan itu akhirnya berhenti ketika Orochimaru muncul.
Orochimaru memberi kode agar Sasuke dan Neji keluar dari ruangan spesial milik Share, sesekali CEO NIU Ent itu memijat lehernya yang kaku akibat terlalu banyak pacaran dengan dokumen di ruangannya.
Sasuke melangkahkan kakinya dengan langkah berdebum sebagai pertanda kalau mood Sasuke sedang sangat buruk, sementara Neji yang merupakan biang perusak mood malah berjalan santai seolah kebal dengan aura hitam yang menguar dari tubuh Sasuke.
Shizuka menaikkan alisnya melihat aura buruk yang menguar dari tubuh Sasuke, hei .. walaupun Shizuka serampangan, setidaknya keturunan Nadhesiko ini bisa membaca apa yang terjadi hayna dengan sekali lihat.
"Sasuke ... tolong hentikan auramu itu, thats disgusting!" tegur Orochimaru, sudah cukup rasanya Orochimaru mengatasi pria-pria yang sangat susah diatur itu.
Sasuke menghela nafas dalam-dalam, mencoba menguatkan hatinya akan informasi yang diberikan Neji. "Baiklah .. silahkan kau mulai apapun itu" sahut Sasuke ketus.
Orochimaru mulai menjelaskan acara reality show yang akan dilaksanakan oleh Share. Neji menyeringai lebar mendengar rencana reality show yang akan melibatkan seluruh personil Share, dalam pikirannya, Neji menyusun berbagai macam rencana untuk mengerjai Hinata.
#####=====#######
Hinata mengelap keringat yang keluar dari pori-pori tubuhnya, single solonya membutuhkan gerakan-gerakan dance yang lumayan aktif sehingga memaksa rapper Blue itu latihan keras.
"Hahhh ... ototku keram semuaaa ... " keluhan itu bukan berasal dari Hinata, melainkan dari Konan yang ikut menemani Hinata berlatih.
"Aku tidak pernah memaksamu untuk berlatih bersamaku Konan .. " kata Hinata sambil melangkahkan kakinya menuju kursi yang tersedia di pojok ruangan.
"Hehehe .. habis aku kasian dengan Hinata-nee kalau berlatih sendiri .. " sahut Konan sambil meringis saat mencoba berpindah tempat.
"Nee .. Konan, menurutmu .. aku dan Sakura itu lebih hebat siapa?" tanya Hinata datar.
Konan mengerutkan keningnya mencoba mengingat siapa si Sakura yang dimaksud oleh Hinata, "Ah ! maksud senpai anak baru itu?" tanya Konan balik, Hinata mengangguk pelan menjawab pertanyaan Konan.
"Tentu saja lebih hebat Hinata-nee!" seru Konan menunjukkan kedua jempol tangannya ke arah Hinata.
Hinata tersenyum kecil melihat tingkah lucu Konan, tanpa sadar tangan putihnya terulur dan membelai lembut rambut biru Konan, "Arigatou na .. Konan .."
Hospital
Naruto menatap datar ke arah Karin yang sedang bersidekap dihadapannya, sesekali mata birunya menatap jengah mata merah karin yang mendelik sejadi-jadi kearahnya.
"Sudah kuduga hal seperti ini akan terjadi .. "gumam Kiba melihat pertarungan mata dua orang wanita didepannya.
"Oke, aku mengaku salah Karin-chan .. Gomen ~" kata naruto dengan nada manja minta digampar.
Karin mendengus, dalam hati sudah menduga kalau dirinya tidak akan pernah bisa marah pada Naruto. "Oke aku maafkan, asal kau mau memakai rancangan yang kau tolak dulu" kata Karin dengan menunjukkan seringai kecil ke arah Naruto.
Naruto menghela nafas berat, sudah dia duga .. Karin pasti akan meminta Naruto mengenakan rancangan gilanya. "Kau harus menungguku sembuh Karin-chan .." sahut Naruto mencoba legowo, toh kalau dia sampai menolak Karin dia akan dicap durhaka.
"itu tentu saja dasar Aho Naru !" seru Karin seraya menghambur memeluk sang model kesayangan. "Jangan membuatku khawatir .. " bisik Karin, perlahan air mata menetes dari mata indahnya.
Kiba yang porsi hadirnya diragukan dalam fic ini menyeka air mata yang mengalir dari matanya .. "Sungguh mengharukan .. " batin Kiba sambil menyusut ingusnya.
Sementara Naruto tersenyum tulus dan balik memeluk Karin dengan erat.
Share Apartment
Sasuke menatap tak percaya ke arah wanita berambut hitam yang ada didepannya, mata onyxnya berkaca-kaca penuh haru saat melihat sosok sang Kaasan berada di depan Apartementnya. Perlahan tapi pasti, Sasuke mendekat dan langsung memeluk sosok wanita yang sangat dicintainya itu.
"Suke kangen Kaasan .. " bisik Sasuke pelan ditelinga Mikoto yang tersenyum lembut sambil mengelus pelan punggung tegap sang anak.
Tak jauh dari tempat itu, seorang pria berambut hitam jabrik dan bermata onyx menatap penuh haru pemandangan di depannya. "Menma-sama, Fugaku –sama sudah menunggu anda" perkataan sang bodyguard langsung membuat Menma menyeka air mata yang sempat lolos dari matanya, tanpa menjawab apapun Menma segara berbalik dan mengenakan kacamata hitam miliknya.
"Pastikan tidak ada yang tau kalau Kaasanku ada disini" kata Menma datar, si bodyguard yang diberi perintah menganggukkan kepalanya dan segera berlalu dari hadapan Menma.
"Maaf karena makan waktu yang lama, Tousan .. kali ini akan kupastikan kau menyesal sudah menyakiti keluargaku"batin Menma sambil menyeringai lebar.
Uchiha Resident
Fugaku menatap datar kamar miliknya yang kosong, sesekali mata onyxnya meneliti kemungkinan jejak yang ditinggalkan oleh penculik Mikoto. Sedikitnya Fugaku agak menyesal karena menurunkan penjagaan disekitar rumahnya, hanya karena fokusnya tersita oleh seseorang yang sangat mirip dengan Kushina.
"Brengsek! Siapa yang sudah berani membawa pergi Mikoto?!" umpat Fugaku dalam hati.
Baru saja Fugaku hendak beranjak untuk membunuh para pengawal tidak berguna miliknya, seseorang yang sudah sangat dikenalnya memasuki kamarnya. "Ah .. kau, Menma .. " sapa Fugaku sambil tersenyum lebar melihat pewarisnya yang selama ini memperoleh 'latihan' khusus darinya sudah pulang.
"Apa kabar, Tousan .. mana Itachi?" tanya Menma pura-pura bodoh.
"Haaah ... anak itu semakin lama semakin memberontak, aku tidak tau dia ada dimana" jawab Fugaku sambil memasang tampang sok frustasi.
Menma menyeringai kecil mendengar jawaban Fugaku, "Ah .. aku ingin mengenalkan Tousan dengan gadisku" kata menma sambil tersenyum lima jari.
"Siapa?" tanya Fugaku yang penasaran dengan orang yang sudah berhasil menarik perhatian Menma.
Menma melambaikan tangannya ke arah luar, tak berapa lama terdengar suara siluetto beradu dengan lantai yang semakin dekat dengan ruangan tempat mereka berada. "Ah, kenalkan ini Sara. Dia ... kekasihku Tousan" kata Menma ringan, senyum diwajahnya semakin lebar melihat sosok pucat Fugaku dihadapannya.
Uchiha Corp
Uchiha Itachi, pemuda tampan yang juga merupakan calon Ayah ini sedang bad mood. Ayolah ~ semua juga tau kalau Itachi itu demennya ama Yaoi, BL, MalexMale, bahkan kalau ada pairing LevixMikasa atau LevixEren Itachi tak akan lagu menjawab RiRen adalah couple favoritnya.
Nah sekarang bayangkan anda yang tidak tertarik pada wanita malah disuguhi pemandangan nyaris telanjang oleh para pegawai anda, apa anda ingin memecat mereka? dan jawaban YA sudah Itachi tulis besar-besar dalam banner yang dia simpan di belakang kursinya.
"Oe ... apa sekarang model baju mini seperti itu sedang musim?" tanya Itachi pada Kurenai yang sedang duduk nyaman di sofa yang memang tersedia di dalam ruangan Itachi.
Kurenai menolehkan kepalanya cepat dari majalah fashion yang dibacanya sambil melotot tak percaya ke arah Itachi, "Selama ini kau kemana saja bocah?" tanya Kurenai sarkatis, sungguh tak menyangka kalau Itachi sangat tak peka dengan sekelilingnya.
"Hei .. selama ini aku terlalu sibuk untuk memperhatikan keuangan perusahaanku daripada melotot lihat body cewek!" seru Itachi yang merasa tersinggung dengan nada bicara Kurenai.
"Ceh! Daripada kau memikirkan para gadis itu, lebih baik kau segera menyingkirkan Fugaku dari hidupmu kan?" kata Kurenai sambil meraih minuman kaleng yang tadi dibelinya dari cafetaria kantor Itachi.
Itachi menatap datar ke arah Kurenai, walaupun tatapan datarnya lah yang ditunjukkan, sebenarnya sulung Uchiha itu sangat bingung dengan keputusan Kurenai yang akan membantu Itachi untuk menyingkirkan Fugaku dari jabatan pemimpin klan.
"Kenapa kau mau membantuku?" tanya Itachi, mata onyxnya menyipit curiga ke arah Kurenai.
Kurenai terkekeh kecil, sejak dua hari lalu saat Kurenai memutuskan membantu Itachi, selalu pertanyaan yang sama diajukan oleh sulung Uchiha itu. "Sudah kubilangkan .. aku ingin menyingkirkan wanita Fugaku yang lain `" kata Kurenai dengan nada sing a song miliknya.
"Tapi kenapa harus dengan melengserkan jabatan Tousanku dari pemimpin Uchiha?" tanya Itachi tak mengerti dengan pola pikir gadis keluarga Yuuhi itu.
"Ck .. kau bodoh sekali ! tentu saja kalau Fugaku tidak menjabat sebagai pemimpin Uchiha lagi, para gadis itu akan pergi dari sisi Fugaku!" seru Kurenai.
Itachi hanya ber OH pelan mendengar jawaban yang keluar dari bibir 'sahabat' barunya itu.
"Lagipula ... kudengar rubah betina itu sedang hamil?" tanya Kurenai sambil nyengir jahil ke arah Itachi.
Mendengar pertanyaan Kurenai mau tak mau membuat wajah Itachi kembali murung, Itachi sama sekali belum menerima kabar tentang keberadaan Kurama.
Menyadari wajah sedih Itachi membuat Kurenai tersenyum kecut. Sebagai seorang wnita yang sedang hamil, tentu Kurenai tau bagaimana perasaan Kurama yang harus terpisah dari suaminya.
"Gomen Chi, kalau saja waktu itu aku tidak menyetujui rencana ini .. " gumam Kurenai pelan sambil mengelus perutnya yang membuncit.
Konoha Hospital
Naruto menatap pantulan wajahnya dicermin, rambut blondenya yang awalnya panjang dia potong menjadi pendek. Tersenyum puas melihat wajahnya yang lebih segar dari yang dulu, Naruto segera memasukkan potongan-potongan rambutnya ke dalam kantung plastik untuk disimpan.
"Waaaahhh ! kau cantik sekali Naru!" seru Karin heboh sehingga membuat naruto nyaris terjungkal ke depan.
"Kau brengsek Karin! Kalau aku terantuk bagaimana?!" seru Naruto tak kalah heboh sambil melotot ke arah Karin.
"Ah ... sudahlah, itu tak penting" kata Karin sambil mengibas-ngibaskan tangannya seolah kalau Naruto terantuk wastafel itu bukan hal besar.
"Baka Karin .. " desis Naruto sembari melemparkan kantong plastik yang berisi rambutnya itu.
Naruto berjalan keluar dari kamar mandi yang ada di kamarnya sambil menggembungkan pipinya_ngambek. Karin yang membuntuti Naruto hanya tersenyum kecil melihat tingkah kekanakan Naruto yang sudah dianggapnya Saudara sendiri itu.
"Kau jadi datang ke acara Reality Show dengan Share?" tanya Karin kepo.
Naruto menghentikan aksi ngambeknya dan menatap Karin dengan pandangan aneh, "Kau tau darimana kalau aku diundang?" tanya Naruto bingung.
Karin tertawa misterius sambil mengeluarkan undangan acara yang sama dari dalam tasnya, "Aku juga diundang loo~~~ Dei-chan kan modelku juga ~~" kata Karin dengan background bunga-bunga waktu menyebutkan nama salah satu orang yang juga menjadi model favoritnya.
Naruto memutar bola matanya bosan, "Lalu kau akan memakai baju apa?" tanya Karin dengan semangat.
"Aku tak tau ... semua pakaianku tertinggal di Paris" jawab Naruto lesu. Oh .. tak taukah Naruto kalau Karin tengah menyeringai seram ?.
NIU Ent
Sasuke menatap serius barisan lirik lagu yang ada dihadapannya, kali ini dia akan menyanyikan lagu Jepang yang menjadi Ost Anime Tokyo Ghoul yang sedang populer. Sasuke berdehem pelan, tak lama lagu milik TK dari Ling Tosite Sigure yang berjudul Unravel itu mengalun indah dari bibirnya.
Lain dengan Sasuke yang sedang berlatih vocal, teman-temannya di Share sedang berlatih koreo mengingat Share memiliki satu anggota baru. Walaupun nanti di acara Reality Show mereka hanya akan menyanyikan 1 lagu, setidaknya mereka harus membuat Shizuka hafal dengan koreo Share.
"Oeeee ... bukannya nanti di acara itu kita diundang untuk main games kan? Dengan anak-anak NIU lainnya?" tanya Shizuka yang tergeletak kelelahan di tengah ruangan.
Neji yang sibuk menyeka keringatnya menatap tanpa minat ke arah Shizuka yang sengaja mengekspos perut six packnya, Pliisss deh, Neji udah tobat tau jadi Yaoi. "Tutup perut ratamu itu Shizuka .. dan ya, kita memang melakukan games." Sahut Neji sambil melemparkan handuk kering ke atas tubuh Shizuka.
"Heeee ... lalu ngapain kita capek-capek latian koreo?!" seru Shizuka tidak terima, selama ini Shizuka Nadhesiko memang terkenal karena sering membantu grup lain saat tampil. Tapi, selama itu dia hanya bertugas menyanyi, dan memberi fan service.
"Shi-san kan menjadi anggota Share, maka dari itu Shi-san harus hafal gerakan dance semuaaa lagu Share ~"sahut Sasori dengan nada sing a song miliknya.
Dan jawaban Sasori sukses memantapkan hati Shizuka untuk keluar saja dari NIU Ent.
.
.
.
Sasuke yang memutuskan untuk istirahat disela-sela latihan vocalnya tersenyum lembut melihat sang Kaasan yang sedang membagikan minuman untuk teman-temannya di Share. Sampai detik ini Sasuke masih sulit untuk percaya kalau wanita yang melahirkannya itu terlepas dari Tousannya.
Flashback ON
Sasuke menatap tak percaya ke arah wanita berambut hitam yang ada didepannya, mata onyxnya berkaca-kaca penuh haru saat melihat sosok sang Kaasan berada di depan Apartementnya. Perlahan tapi pasti, Sasuke mendekat dan langsung memeluk sosok wanita yang sangat dicintainya itu.
"Suke kangen Kaasan .. " bisik Sasuke pelan ditelinga Mikoto yang tersenyum lembut sambil mengelus pelan punggung tegap sang anak.
"Kaasan juga sangat kangen Suke .." kata Mikoto, perlahan air mata bahagia mengalir deras dari kedua mata onyx indahnya.
Sasuke melepaskan pelukannya dan mengecup sayang kening Mikoto, sementara tangan alabasternya mengusap lembut air mata yang mengalir dari mata indah Mikoto. Merasa tidak aman, Sasuke lengsung menarik tangan Mikoto agar memasuki Apartementnya.
Neji dan Shizuka yang sedang berdiskusi soal pakaian langsung terdiam melihat sosok wanita yang ada dibelakang Sasuke. Shizuka tanpa banyak bicara langsung berlari dan memeluk Mikoto yang tanpa berpikir panjang membalas pelukan hangat Shizuka.
"Hikss ... A .. Aku kangen Mikoto-baasan ... " gumam Shizuka disela isak tangis yang meluncur dari bibirnya.
Mikoto yang memang sudah mengenal Shizuka yang merupakan teman dekat Sasuke semasa SMP pun mengeratkan pelukannya, "Aku juga rindu padamu ne .. Shizuka-chan .." bisik Mikoto pelan.
Neji menepuk pundak Sasuke pelan, "Aku ikut senang, Sas .. " bisik Neji.
Semua anggota Share memang sudah mengenal sosok Mikoto, dulu pada saat awal-awal dibentuknya Share Sasuke sering berkomunikasi dengan Mikoto via webcam disela-sela kepadatan jadwal Share. Tak jarang Sasuke membiarkan personil yang lain ngbrol dengan Kaasannya yang sedang terkurung itu, semakin sering mereka 'ngobrol', semakin erat pula ikatan batin antara Mikoto dan personil Share. Sehingga mereka akhirnya memanggil Mikoto dengan sebutan Kaasan.
Setelah ngobrol ngalur ngidul melepas kangen, Sasuke akhirnya mengetahui bahwa kakak keduanya yang selama ini terkurung sudah mulai bertindak. Menma meminta Itachi mengeluarkan Kaasannya dari rumah saat Menma meminta seluruh pengawal kediaman utama berkumpul di tempatnya. Setelah berhasil membawa Mikoto keluar, Menma segera membawa sang Kaasan menjauh dari rumah Fugaku, dan akhirnya Menma memutuskan bahwa tempat teraman untuk sang Kaasan adalah tempat sang adik bungsu.
"Arigatou .. Aniki .. " bisik Sasuke pada foto Menma yang memang terpajang di kamarnya.
Sasuke yang tidak bisa meninggalkan Mikoto sendirian, memutuskan untuk membawa sang Kaasan ketika dia ke Studio. Atas persetujuan Orochimaru, Mikotopun membantu mencukupi kebutuhan para personil Share.
Flashback OFF
Sasuke tersentak dari lamunannya ketika ponsel miliknya bergetar, tangan Sasuke segera mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja.
From : Naruto Namikaze
To: Uchiha Sasuke
Subject: Alohaaa ~~~
Ne ... sampaikan salamku pada Kaasan Teme!
Dan jangan lupa untuk membawakanku bunga ketika kau kemari ~
Ps: Aku menyayangimu ~~
Sasuke tersenyum lembut melihat deretan kata yang ada di ponselnya, Ah ... Naruto memang yang terbaik, dia bisa dengan mudah membuat Sasuke tersenyum. Tanpa membalas pesan dari Naruto, Sasuke merenggangkan badannya yang kaku dan melangkah keluar ruangan.
"Kau mau kemana nak?" tanya Mikoto lembut saat berpapasan dengan Sasuke di lorong.
"Ah ... aku mau ketempat Naru Kaasan .. " jawab Sasuke, rona merah menjalari pipinya ketika melihat Mikoto tersenyum penuh arti ke arahnya.
"Salamkan salam Kaasan untuk Naru ne .." kata Mikoto sambil menepuk pipi Sasuke pelan.
Perkataan Mikoto sukses membuat rona kemerahan semakin menjalari pipi Sasuke. Tak kuat menahan rona pipinya, Sasuke langsung berlalu setelah mengecup pipi Mikoto dan menghiraukan cekikikan kecil yang keluar dari bibir Kaasannya.
===========###############==================================
Sasuke mengendarai mobil Roll Royce Phantom warna hitam miliknya dengan tenang, sesekali bibirnya sibuk menyanyi menirukan suara music yang diputar. Sasuke langsung menuju Rumah Sakit setelah sebelumnya membelikan bunga sesuai pesanan Naruto.
Setelah memakirkan mobilnya di tempat parkir, Sasuke langsung menuju ruang rawat inap Naruto dengan membawa sebuket bunga matahari ditangannya. Sasuke tak perlu merasa takut ketahuan wartawan mengingat saat ini para wartawan sibuk meliput acara amal yang diadakan oleh Blue.
Setelah melewati lorong rumah sakit, Sasuke bergegas naik lift menuju lantai tiga untuk sampai di tempat Naruto. Di dalam lift ada seorang pria berwajah hiu yang tersenyum penuh arti ke arahnya, tanpa memiliki firasat apapun Sasuke menaiki lift itu tanpa membalas senyuman pria hiu itu.
"Uchiha Sasuke ... " batin pemuda hiu aka Kisame sambil menyeringai lebar.
T
B
C
