Sehun menatap Luhan lekat, lebih tepatnya memandang bibirnya, Luhan membulatkan matanya ketika wajah Sehun maju beberapa centimeter kearahnya.
"k-kau mau apa Hun-ah?"
Luhan menghembuskan nafasnya lega ketika Sehun hanya menyeka ice cream yang ada di sudut bibirnya. "gomawo Sehun-ah :) "
"thama-thama Luhannie noona ^^"
Luhan facepalm
.
.
.
.
.
.
.
.
,
Younger than us?
By. raul . sungsoo12
Cast :
Baekhyun . Kyungsoo . Luhan
Chanyeol . Jongin . Sehun
Other..
Pair :
ChanBaek . KaiSoo . HunHan
Genre :
Romance, fluff, Humor(?)
Rate :
Still T(een)
Disclaimer : Mereka bukan punya saya
Warn!
GS! (GANDERSWITCH!)
AU! Typo(s), OOC, absurd(sangat), gak sesuai EYD, etc.
DLDR!
.
.
.
.
.
.
Happy Reading!
"kalian dari sekolah mana? Sudah pulang?"
.
.
.
,
—dugun dugunn..
Baekhyun rasanya ingin mengubur dirinya hidup-hidup. Dilihat lagi si penjaga kasir yang menatapnya ingin tahu, bahkan dua bocah disampingnya memandang Kyungsoo juga Luhan penasaran. Baekhyun mencolek Kyungsoo dan Luhan yang terpaku, bertanya 'bagaimana ini' melalui sorot matanya yang dibalas dengan ekspresi blank mereka.
Baekhyun, Kyungsoo, Luhan hanya bisa bungkam. Hey apakah mereka seperti anak remaja?
"err.."
"—EONNIE!"
Kyungsoo refleks menoleh, dilihatnya gadis remaja berseragam sama seperti kasir dan pelayan dihadapannya ini. Senyuman mengembang lebar di wajahnya.
DIBERKATILAH KAU SOOJUNG!
Ia hampir lupa bahwa Soojung—adiknya—bersekolah disini. Kyungsoo melambai kearahnya dan gadis itu segera mendekati.
"sedang apa disini? Tumben sekali.." Soojong berkata sambil bersedekap di hadapan Kyungsoo—pura-pura ngambek
"kau tidak rindu padaku eo?"
"aku rinduuuu" Soojong langsung memeluk Kyungsoo, yang di hadiahi tatapan bingung dari tiga orang lelaki di depannya dan dua orang wanita berucap syukur karena kedatangan Soojung.
"ehem.."
"eh? Kalian sedang ap—YAK EONNIE-DEUL?!"
Soojung langsung ditarik masuk ke mobil dengan Baekhyun dan Luhan yang menyandera gadis itu di belakang kursi penumpang. Bisa celaka mereka kalau Soojung dan mereka terus berada disana.
.
.
.
Tatapan Soojung menyelidik kearah wanita-wanita yang berada disana, apalagi pada Kyungsoo. "katakan padaku, mau apa kalian ke sekolahku?"
—TUK!
"ack!"
"ya! Sopanlah sedikit aish.." gerutu Baekhyun dengan sengaja mengetuk dahi Soojung keras dengan jari lentiknya—memang kebiasaan sang diva
"diamlah.. nanti aku yang menjelaskan padamu" intruksi Kyungsoo yang mengemudi
"Tap—"
"Baekhyunie.. Luhannie.. bekap mulutnya"
Soojung menatap Kyungsoo horror. Tapi dengan semangat 45 Baekhyun dan Luhan membekap Soojung dengan sapu tangan yang diberikan Kyungsoo, dan seketika gadis itu tidak sadarkan diri.
"ternyata berguna juga.."
"HAHAHAHAHAAA.."
Astaga.. berhati-hatilah pada mereka.
.
.
.
—sedangkan di lain tempat—
Chanyeol, Jongin dan Sehun bertatapan tidak mengerti, mereka masih membatu di gerbang sekolah setelah kepergian mobil wanita-wanita dan Soojung tadi.
Ngomong-ngomong tentang..
"Soojung... GUYS DIA HARTA KARUN KITA!" sorak Jongin kegirangan
"maksudmu?"
"kita bisa menanyakan segala hal tentang mereka!"
"YAK KAU JENIUUS!"
"YEHET!"
.
.
~o(`B. K. L`)o~
.
.
Setelah menceritakan kepada Soojung kemarin, Kyungsoo mendapatkan semua informasi tentang si kasir dan si pelayan dengan se-detail detailnya dari Soojung si ratu gosip sekolah. yang jadi masalah, setelah Kyungsoo menceritakan kepada Baekhyun dan Luhan mereka langsung lemas sama seperti dirinya.
Dan yang mereka butuhkan adalah pakar cinta,
.
.
.
.
Yang pastinya harus anak High School.
.
.
"MY BABY HONEY... KRIS GE~"
Pucuk dicinta Tao pun tiba
Si gadis remaja cantik usia 18 tahun, tubuh tinggi, badan semok, rambut hitam panjang dengan pacar 8 tahun lebih tua darinya, boss mereka. Kris Wu. Yang pastinya dia HIGH SCHOOL!
—Si pakar cinta telah datang..
"Tao-ya!"
"huh?"
Tao segera berbalik dari pintu ruangan pacarnya menuju tempat kerja Baekhyun, Kyungsoo, dan Luhan. "ada apa eonnie?" sapanya riang.
Jangan heran, saking seringnya Tao ke kantor Kris, dia sudah hapal satu persatu pegawai disana. Memang dasarnya dia orangnya easy going, cerewet, childish dan satu-satunya orang yang hanya bisa membuat seorang kris Wu OOC(out of character). Tapi jangan di tanya dengan isi otaknya, ia sangat pintar, atlit pula. Serba guna.
Saking serba gunanya, rencana gila Baekhyun untuk menanyakan solusi cinta mereka kepada sang gadis panda. Seperti sekarang "ehem.. bagaimana kalau kita bicara diluar, di cafè mungkin? Mau yaa Tao~" Luhan membujuk
Tao tampak berpikir. Baekhyun, Kyungsoo dan Luhan sudah menangkupkan kedua tangan mereka dengan tatapan memelas kearah Tao.
Tao yang tak tega—(bahkan matanya sudah berkaca-kaca)—segera mengangguk "tapi Tao izin dulu pada Kris ge ya, tunggu disini okey! *wink!* "
"Okey boss!"
Wanita-wanita itu segera bertepuk tangan heboh.
.
.
.
Tao bersedekap sok intelektual di hadapan ketiga wanita itu, matanya menerawang dan sesekali melirik mereka yang memasang muka (9'-'9) —harap-harap cemas
Tao tersenyum lucu, disampingnya Kris sudah memfoto-nya beberapakali—(mereka terpaksa membawa Kris, karena boss mereka itu sangat overprotectif kepada sang panda)—menurutnya berbagai ekspresi dari Tao itu adalah penyemangat hidupnya.
See, Kris sangat OOC
"eonnie-deul jangan takut, aku juga suka yang lebih tua kok" katanya jenaka sambil memukul pelan lengan Kris
"tapi kau dan kami berbeda, pliss -_-"
"Iya juga sih.. ^^"
"(ㄱ.ㄱ') "—Baekhyun, Kyungsoo, Luhan
"(~^3^)~©©"—Kris
"tapi kalian jangan khawatir, cinta itu tidak memandang usia, tidak memandang fisik dan tidak memandang kekayaan. Eonnie-deul harus percaya diri. Kalian itu sangat innocent seperti dede bayi, cantik seperti dewi Hemaprodit—"
"Aphrodite Tao-ya!" bentak Baekhyun. Wanita itu seketika mengkeret ketika Kris menatapnya tajam sambil mengacungkan garpu. sadis.
"—oh iya Aprodithe! lembut seperti ibu, hangat seperti sahabat dan lain lain—" sambung Tao
"..."
"—Jadi cinta itu harus di perjuangkan, tidak perduli kalian yang menyukai pria di bawah kalian. Itu tidak masalah!"
Baekhyun, Kyungsoo, Luhan hanya bisa menganggukkan kepalanya patuh. Kagum juga pada Tao, pantas saja seorang Kris Wu sangat jatuh hati. Tao itu segalanya, amazing! Daebak! jjang!
"lagipula kisah cinta seperti kalian itu banyak juga dialami oleh orang lain. Contohnya pemilik cafè ini, Kim Jongdae yang menikahi Kim Minseok wanita cantik yang lima tahun di atasnya, Kim Myungsoo temanku, dia berpacaran dengan kakakku Huang Sungyeol, lalu Jung Yunho dengan Kim Jaejoong, Seo Kangjun dengan Hong Soohyun, Raffi Ahmad dengan Yuni Syara—eh tapi mereka sudah putus. Oh iya! Darius Sinatria deng—"
"cukup Taozi, bicara mu semakin ngelantur, tau!" sela Kyungsoo
"Hehehe masa sih, Tao hanya terbawa suasana ^^. Jadi intinya adalah kalian itu harus memperjuangkan cinta kalian, arraseo?"
"ne arraseo princess!"
Mereka sedikitnya ada pencerahan, bahkan Luhan sudah memikirkan rencana bagus kedepannya. Mereka harus memperjuangkan cinta. Harus!
.
.
~o(C. J. S)o~
.
.
"Soojung!"
Jongin berlari kearah sang gadis dengan tergesa-gesa, dilihatnya Soojung yang mengernyit heran pada Jongin yang tidak biasanya datang kepadanya terlebih dahulu.
"wae?"
"aku.. ada perlu denganmu. kajja!"
"YAK!"
..
..
..
"jadi, apa?" Soojung tersenyum lembut
"aku ingin menanyakan sesuatu.. err"
"tentang?" Soojung tetap tersenyum
"tentang... kakak mu?" senyuman Soojung tambah lebar. Malah dengan sedikit cekikikan. assa! Dugaanya benar.
"hahahahaha.." Soojung tertawa sambil memukuli Jongin cukup keras, dia sebenarnya seorang gadis atau bukan?
"hahaha aku sudah tau apa yang akan kau tanyakan. Jadi jangan tegang begitu kkamjong!"
"YA!"
"oke-oke, mau dimulai dari mana tuan Kim? Aku tahu semua tentang eonnie ku."
"..."
"Kalau perlu Baekhyun eonnie dan Luhan eonnie juga aku tau" Soojung bersmirk melihat Jongin yang melongo, bahkan Jongin belum bercerita apa-apa tentang Chanyeol dan Sehun yang menitipkan informasi wanita-wanita itu kepadanya. Dan Soojung dengan mudahnya menebak. Luar biasa si ratu gosip.
Soojung maju lebih dekat kearah Jongin "tapi.. jangan harap kau dengan mudah mendapatkan eonnie ku, karena dia itu limited edition"
" -_- " —Jongin
"Baekhyun eonnie dan Luhan eonnie juga. Katakan pada mereka"
"aku akan mendekatinya.." ucap Jongin yakin
"dengan kau yang anak high school begini? Cih! Jangan berharap terlalu tinggi kkamjong"
Soojung duduk bersedekap dengan tangan yang menunjuk Jongin dia berkata; "kau tau, eonnie ku itu banyak di perebutkan. Kau tau pengusaha kaya Cha Sunwoo? Dia pernah menyatakan cintanya pada eonnie ku dengan membawa tiga truk bunga mawar ke rumah kami. Dan kau tau balasan eonnie ku?"
"menerimanya?" jawab Jongin agak ragu-ragu dan tidak rela juga.
"salah! Dia dengan datarnya menjawab. ehem.. 'aku bukan orang sempurna seperti yang kau inginkan presdir Cha. Jadi, maafkan aku' dan langsung menutup pintu rumah dengan tidak ada rasa bersalah sekalipun"
Jongin melongo.—hell, apa kabar dengan dirinya yang rakyak jelata ini? .-.
"bukan hanya itu, pengarang lagu Son Dongwoon, aktor Jo Insung, koki terkenal Kim Ryeowook, si Hyunsik yang sok keren itu. Dan oh! Kau tau Jungkook? Jeon Jungkook hoobae kita, anak pemilik sekolah ini! lusa kemarin menanyakan tentang eonnie ku" cerita Soojung menepuk dadanya bangga
"jadi kau.." Soojung meneliti Jongin dari atas sampai bawah "anak high school, kulit hitam, pesek, dompet tipis jangan terlalu banyak berharap, arra?"
—crack!
Sakitnya tuh disini :( . Someone call the doctor please.. ㅠ.ㅠ
"..."
"tapi kau sangat pintar kkamjong, jenius, teman temanmu juga. Berjuanglah, fighting! '-')9 " senyum Soojung sambil menepuk punggung Jongin memberi semangat.
Semua beban ucapan setajam silet sang ratu gosip menguap dari diri Jongin, ia tersenyum cerah dan merentangkan tangannya "gomawo Soojungie, saranghaeeee"
Soojung menahan Jongin dengan menaruh jari telunjuknya di dahi temannya itu dan mendorongnya menjauh "yaiks, menyingkir sudah bell. Nanti aku akan menceritakan semuanya tentang noona-noona itu kepada kalian hihihii. Sampai jumpa di istirahat kedua~"
"TERIMAKASIH CALON ADIK IPAR AAAAKK"
"ndasmu kkamjong!"
.
.
.
.
~o(CB. JK. SL)o~
.
.
Jangan tanyakan bagaimana mereka sudah berada disini bersama 'ehem' dengan 'ehem' berondong mereka #uhuk. Dengan bermodalkan modus pertama mereka untuk menjemput Soojung, padahal gadis itu sudah di beri kode dari mereka untuk segera pergi. Untungnya gadis itu mengerti dan segera pergi dengan Minhyuk—pacarnya. Dan alhasil—yang memang tujuan mereka—bertemu dengan lelaki lelaki incaran mereka.
.
Err.. apakah mereka tidak terlihat seperti pedophile?
.
Wajah Baekhyun yang kelihatannya seperti mau banget pergi dengan lelaki yang paling jangkung disana. Wajah Kyungsoo yang blushing padahal Jongin hanya memberikan senyuman. Dan pandangan intens Luhan diberikan kepada si bocah Oh.
Nyebut.. nyebut..
.
.
.
~o(SL)o~
..
Dengan bermusyawarah sebentar antara Baekhyun, Kyungsoo dan Luhan, mereka sepakat untuk pergi dengan berondong masing masing. Baekhyun ke selatan, Kyungsoo ke timur, Luhan ke barat. Semuanya tidak ada yang membawa kendaraan. Bahkan Baekhyun rela menyimpan mobilnya terlebih dulu di super market terdekat.
"ehm, noona.."
—('Uh, Ya? Noona? NOONA? HELLOOO! AKU ITU—eh memang noona sih :('
"Ya?" Luhan menyahut dengan kadar kegembiraan lebih dari 1000 persen.
"noona mau ice cream?"
"Tentu! Kajja Sehun-ah"
.
'Duh.. gak enak ya di panggil berondong terus. Kalau adik kecil gimana? Tapi rada ambigu :3' batin Luhan bergejolak. Supaya tidak di sangka tante yang membawa anak sekolahan, Luhan memberikan Sehun jaket Real Madrid CR7-nya pada Sehun. Untung bawahan seragam Sehun berwarna hitam jadi tidak terlalu mencolok.
Eh? Apanya?
"noona mau ratha apa?"
"oh, vanill—RATHA?" mata Luhan melotot dramatis, tadi dia tidak salah dengar kan?
"hehehe noona mau rasa apa?" jawab Sehun senyum innocent
'mungkin hanya hayalanku saja' batin Luhan "rasa vanilla Hun-ah.."
"Okey.. noona duduk disana oke? Yang paling pojok sana dekat jendela, itu spot favorite Sehun dikedai ini. Biar Sehun yang menunggu disini, liat antriannya masih panjang, nanti noona cape ^^"
LUHAN BISA KALEM GAK?
RASANYA PENGEN GITU NYUBIT SEHUN TERUS KANTONGIN BAWA KE RUMAH QAQ
—ekhem
"Oke, hati-hati ya Hunnie, nanti orang imut kayak kamu takutnya ada yang nyulik"
"Okey noona ^^"
.
.
.
"pethanan dataangg.."
Luhan diam, mungkin itu khayalannya lagi. Sehun datang dengan dua gelas ice cream, ia menaruh di meja yang memisahkan antara dirinya dan Luhan.
"ayo makan noona"
"ne.."
Luhan tidak fokus ke ice cream, fokus utamanya adalah wajah childish Sehun di hadapannya. Kalau dia tak tau malu, Luhan ingin sekali memotret segala pose Sehun. Ternyata efek seorang Kris Wu beralih kepadanya.
'Sehun lucu yaa..'
.
'aakk.. makannya itu kayak marmut, lucuu*3*'
.
'Sehun.. sehun.. sehunn...'
.
Sehun menatap Luhan lekat, lebih tepatnya memandang bibirnya, Luhan membulatkan matanya ketika wajah Sehun maju beberapa centimeter kearahnya.
"k-kau mau apa Hun-ah?"
Luhan menghembuskan nafasnya lega ketika Sehun hanya menyeka ice cream yang ada di sudut bibirnya. "gomawo Sehun-ah :) "
"thama-thama Luhannie noona ^^"
Luhan facepalm.
Dia tidak salah dengar, memang Sehun cadel. cadel 's' lagi. terus kenapa namanya harus Oh Sehun? nantikan jadi Oh Thehun, kan gak enak :( .
Biarlah, kata Tao juga 'cinta tidak memandang fisik' #tssah
.
.
.
~o(JK)o~
..
Kyungsoo dan Jongin ke Timur, karena kasihan takut melihat Kyungsoo kelelahan, jadi mereka sepakat memakai sepeda Jongin untuk pergi ke taman. Padahal modus Jongin supaya di peluk Kyungsoo dari belakang seperti sekarang, dasar!
"Jongin-ah.."
"ne.."
"kau tidak malu?"
"huh? Malu kenapa?"
"membawaku begini.."
"apa yang harus di permalukan noona, seharusnya aku bangga membawa wanita secantik dirimu ke taman ini" Kyungsoo blushing lagi, Jongin memang selalu bisa membuat darah berkumpul di pipinya
"jangan gombal! Dasar anak kecil.."
"hehehee.."
..
..
..
"noona mau membeli sesuatu?" Jongin memakirkan sepedanya di bawah pohon. Tanpa aba-aba Kyungsoo menarik Jongin ke stand gula-gula berwarna merah muda, Jongin yang tidak tahu apa-apa hanya menurut, lucu juga melihat wanitanya terlihat seperti anak kecil begini.
.
.
Lihat siapa yang anak kecil disini?
Dan siapa yang kau panggil 'wanita'mu, Jongin?
.
.
Mereka kembali dengan membawa berbagai makanan, ternyata Kyungsoo suka ngemil. Tapi badannya tetap mungil. Bahkan Jongin bingung, Kyungsoo itu pantas di sebut adik dari pada kakaknya Soojung. Wajah imutan Kyungsoo, Tinggi badan Soojung jelas lebih tinggi. Jadi kesimpulannya Kyungsoo itu lebih pantas jadi adik, menurut Jongin sih.
"Jongin-ah kau melamun!"
"uh-oh.. mianhae noona"
"tidak apa-apa, kau lucu" jawab Kyungsoo dengan senyum yang mengembang, sadar akan perkatannya yang melenceng, Kyungsoo mengalihkan pandangannya pada anak-anak yang berlarian disana. Pipinya blushing lagi. astaga.
"noona juga kok, lucuuu sekali" Jongin mencubit sekilas pipi Kyungsoo
"ish, kkamjong!"
"Yah! Noona tau darimana kata itu?"
"Soojungie" jawab Kyungsoo polos.
'ya.. kakak dan adik sama saja. Awas kau Soojung!'
"noona~ jangan memanggilku begitu.." manja Jongin
"kenapa? Kkamjong itu lucu. Kkamjong, kkamjong, kkamjoonggg.."
Jongin tersenyum, baru sekarang dirinya di sebut kkamjong oleh orang bahagianya sampai kelangit. Karena Kyungsoo yang mengucapkan dari bibir hatinya jadi terasa berbeda, lucu, imut, cute.
Jongin overdosis.
Jongin bisa-bisa terkena penyakit gula karena Kyungsoo itu terlalu manis. "tapi aku suka memanggilmu 'Jonginnie~'. tidak apa-apakan?"
"untukmu panggilan apapun boleh noona :)"
Kyungsoo blushing lagi.., lagi.. dan lagi.
.
.
.
.
~o(CB)o~
..
Baekhyun ke selatan, dengan lelaki jangkung tampan di sampingnya. Ia jadi tidak terlalu malu, karena Chanyeol tidak terlalu memperlakukannya seperti noona-noona, walaupun sikapnya tetap sopan.
Chanyeol itu pintar, dia ceria, periang. Sama sepertinya.
Sepanjang perjalanan, mereka tanpa sadar menautkan tangan mereka. Dengan senyum yang terus mengembang dan candaan-candaan dari keduanya membuat mereka nyaman. Baekhyun sesekali akan membahas segalanya yang ada di diri Chanyeol atau tempat-tempat yang ia lihat. Mereka seperti sepasang kekasih, padahal bukan.—Setidaknya belum.
Mereka rencananya akan berjalan-jalan ke sungai Han, sebelum kejadian sepeda kencang yang melaju kearah mereka, dan dengan kurang ajarnya kubangan air yang sepeda motor itu lewati mengenai pakaian Baekhyun yang memang berada di pinggiran jalan. Dan alhasil, Chanyeol yang panik langsung membawa Baekhyun ke toilet terdekat.
.
Dengan bermodalkan jaket bertuliskan 'BLACK JACK' dibelakangnya, Baekhyun dengan tidak rela memakainya.
'padahalkan aku Sone, bukan Black Jack -3-' rutuk Baekhyun, tapi tidak apa-apa sih. Raut wajah Chanyeol yang khawatir itu sangat tampan, aduh.. chanyeol mau ngapain aja tetap tampan kok.
"noona mianhae.."
"gwaenchana Chanyeol-ah, ini bukan salahmu. Memang dasar pengemudi kurang ajar itu saja, awas kalau nanti bertemu, akan ku pukul dia! Ish!" jawab Baekhyun menggebu-gebu, Chanyeol hanya terkekeh geli. Baekhyun noonanya itu sama seperti dirinya, kalau sudah kesal pasti menendang apapun yang ada di sekitarnya.
"noona kajja kita ke sungai Han!"
"ye, kajja~"
.
.
.
"indah ya.."
"sangat indah.."
"..."
"Chanyeol-ah.."
"ya?"
"umurmu berapa?"
"umurku? umurku 18 tahun yang ke-300 kalinya, noona"
Baekhyun menoleh, mengernyit heran kearah Chanyeol. "maksudmu?"
"Iya, umurku 18 tahun, namun sudah yang ke-300 kalinya."
Baekhyun tambah mengernyit, hey apanya yang ke-300 kali? Jadi umurnya berapa? Tapi memang ada yang aneh dari Chanyeol, atau teman-temannya juga sama?
"perjelaslah bocah, kau membuatku bingung tau!"
"tapi noona jangan takut oke?" Baekhyun mengangguk patuh, penasaran juga. Memangnya apa yang harus di takutkan dari dirinya yang tampan.
"aku werewolf, Jongin dan Sehun juga.."
"..!.."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"HAHAHAHAHAA!"
"..."
"kau lucu noona, HAHAHAHAAA"
"Park.."
"HAHAHAHAA—aduhh.. perutku HAHAHAAHA!"
"Chan—"
"HAHAHAHAHAAHAHAAAA.."
"..."
"HAHAHAHAHAHAHAA.."
"neo—"
"HAHAHAAA..aww.. aww..HAHAHAA"
"..."
"HAHAHAA.."
"..."
"HA. HAA.."
"..."
"HA..ha"
"..."
"ha. hah"
"..."
"..."
"..."
"mian.."
"sudah puas huh?"
"belum. HAHAHAHAHAA—YAK NOONA EODIYAA?"
Baekhyun meninggalkan Chanyeol yang masih saja tertawa. 'Dasar Park idioooottttt! Itu tidak lucu'
"NOONA!"
Baekhyun tidak perduli. Yang jelas sekarang dia fix sangat kesal. Dasar idiot. Yoda idiot!.
"NOONA MIANHAEEE"
"..."
"NOONAAAAA!"
"aishh.. anak itu!" Baekhyun kasihan, lebih tepatnya malu juga. Suara om-om Chanyeol yang berteriak kearahnya itu polusi suara, tidak enak dengan pejalan lain.
Dengan langkah besar-besar Baekhyun berjalan kearah Chanyeol yang masih di seberang jalan. Tubuh tinggi, suara om-om, muka bocah Chanyeol pastinya sangat dominan diantara orang-orang disana. 'aishh.. kenapa aku yang harus mendatanginya sih!"
Baekhyun telah berada di hadapan Chanyeol. Dilihatnya anak itu matanya yang sudah berkaca-kaca. Eh?
"jangan menangissss Chanyeol-ah!"
.
.
~o(CB. JK. SL)o~
..
Baekhyun dan Chanyeol datang paling pertama ke kedai waktu itu karena bocah disampingnya yang merengek minta diantarkan setelah menangis tadi. Disusul dengan Luhan dan Sehun yang datang bersamaan dengan Kyungsoo dan Jongin.
Bibi itu memang benar, malam seperti ini memang pelayannya berbeda. Lihatlah kedai ini benar-benar seperti kedai para namja muda tampan. Wanita-wanita itu benar-benar penasaran dengan pemilik kedai ini.
"sebenarnya boss kalian itu siapa? Pintar sekali memilih pegawai" ucap Luhan bertanya kepada ChanKaiHun.
"boss kami—"
"Haii~ eonnie-deul!"
Tiba-tiba Tao keluar dari kedai itu bersama dengan Kris yang digandengnya. mungkinkah?
"ini boss kami noona!" seru Sehun semangat
Wajah mereka seketika blank. Jadi boss mereka adalah boss para bocah ini juga?! Dunia memang sempit. Dan Kris Wu? Mereka tidak heran. Dikantor mereka juga Kris memilih pegawai terpilih dengan wajah-wajah bak model. Contohnya saja mereka ini. BaekSooHan terlalu narsis.
"sedang apa kalian disini?" tanya Kris menyelidik.
.
.
—glupp
Baekhyun bergeser kearah Kyungsoo dan Luhan,ceritanya mereka itu sedang berbohong pada sang boss untuk mangkir bekerja hari ini tadi pagi. Dan disini... tamatlah mereka!
"e-em a-anu boss.." Kyungsoo bersusah payah menjelaskan
"anu-anu! Jawab yang benar!"
"i-itu a-anu.."
Baekhyun dan Luhan melancarkan aksi mereka pada Tao dengan muka puppy hampir menangis mereka. Tao segera menarik-narik lengan jaket Kris "sudahlah ge~ mereka sedang ada urusan jangan diganggu. Kajja pergi Tao capeee..."
Kris menghela nafas, menatap tajam tiga pegawai wanitanya seolah berkata 'sekarang kalian selamat' dan segera digiring pergi oleh Tao.
"dadah eonnie!"
"bye bye baby panda, gomawoooo"
Lihatlah. Tiga lelaki yang berdiri didekat mereka menahan nafas, para noona melancarkan aksi aegyo pada Tao tapi malah mereka yang mendapat efeknya.
Wanita-wanita itu menghela nafas lega ketika Kris dan Tao sudah pergi. Mereka membalikkan badan dan bingung melihat tiga berondong mereka diam terpaku. Baekhyun menjentik-jentikkan jarinya "hey! hey! kalian ini kenapa?!"
"eoh?"
Tiga lelaki itu malah bengong. Kyungsoo mengetuk kepala mereka satu-satu "cepat masuk sana katanya kalian mau bekerja!" seru Kyungsoo galak, Jongin cemberut.
"aih Soo jangan galak-galak pada my Hunnie~" luhan segera mengelus-elus kepala Sehun. Bocah itu malah ke-enakan.
Chanyeol melirik kearah Baekhyun "apa?!" Baekhyun melotot, Chanyeol tidak takut malah makin gemas. Mau menakut-nakutinya tapi tidak mempan dengan wajah puppy seperti itu.
"sudahlah ayo kita pulang. Kalian cepat bekerja" Baekhyun dan Kyungsoo melambai pada Chanyeol dan Jongin lalu memasuki mobil mereka.
"Hunnie jangan cape-cape ya.. jangan genit-genit!"
.
What the hell..
.
"Ya! Rusa cina cepat masuk!" seru Baekhyun dari dalam mobil.
Kyungsoo keluar lagi lalu menarik Luhan untuk masuk kedalam mobil mereka "Bye bye Hunnie"
"dadah Hannie noona sampai bertemu lagi!"
"Oke~~"
..
..
..
..
..
Baekhyun, Kyungsoo dan Luhan sudah sampai. Mereka membaringkan tubuhnya di ranjang milik Luhan. Sudah harum, dan memakai pakaian tidur masing-masing.
"bagaimana hari kalian?" tanya Kyungsoo, ia memiringkan tubuhnya menghadap Baekhyun dan Luhan, lalu memainkan rambut Luhan yang berada di tengah-tengah diantara dirinya dan Baekhyun.
"Sehun itu lucuuuu, apalagi gaya bicaranya. Walaupun seperti anak kecil, tapi dia tetap perhatian. Oh.. hunnie.." Jawab Luhan sambil mencubit boneka rusanya.
"Ck! Chanyeol itu idiot, Yoda, menyebalkan! Bocah! anak kecil! Ishhh aku kesal padanya. Tapi dia sangat manis, aigoo kalau sedang menangis dia itu seperti bayii lucuuu.."
"Jongin itu romantis. Dia menyebut mataku belo lucu seperti burung hantu, aku menyebutnya si hitam dari gua hantu. Hihihihii."
/Sigh../
Kyungsoo terlalu polos yeorobun..
bagian mana yang disebut romantis dari burung hantu dan si hitam dari gua hantu?
'Abaikan.. abaikan..' batin Luhan dan Baekhyun.
"Tapi.. apakah kita terlihat seperti memperlakukan mereka seperti adik kita? Apalagi kau Luhan!" tuduh Baekhyun. Baekhyun teringat Chanyeol, bocah itu sangat manja dan dia seperti kakak yang selalu menuruti Chanyeol.
"aku pikir juga begitu.." terawang Luhan
"Jadi bagaimana ini.." Kyungsoo memijit dahinya bingung dan lelah
"apakah kita menyukai mereka—"
.
.
.
.
.
.
.
"—sebagai pria atau ..."
.
.
.
.
.
.
.
.
...sebagai adik?"
.
.
.
.
.
.
TBC?
a/n :
HAIIII *ditimpuk*
Sebenernya saya gak berani nge-post karena udah terlalu lamaaaa banget! Tapi.. here i am
Maaf banget ya, iya tau saya telat telat telat banget updatenya. Mianhaeㅠ.ㅠ ampe ada yang PM maaf ya buat yang nunggu *bow
Sebenernya banyak alesan, dimulai dari pas pertama, ada kasus ByunTae, saya jadi ng-drop sendiri. Kayak karma dari ff ini gilaa, baekhyun jadi berondongnyaㅠㅠㅠㅠㅠㅠ rada gak rela, tapi mau gimana lagi, udah terjadi.
Yang kedua, laptop saya yang gede na'uzubillah ngadat dan mati. Tek! Saya potek. Mau ngetik ke warnet males, minjem ke temen gak enak. Dan akhirnya setelah menunggu 2 bulan lamanya di kirimin notebook punya kakak di transfer kesini. Muhehehee jadi baru sempet nulis lagi sekarang.
Ketiga, mohon maklumin yaa kalo ff ini telat updatenya karena saya udah kelas 3 SMA. Ini juga memanfaatkan wifi sekolahan buat nge-post #plakk gak modal banget ya :(
DAN YANG PALING KESEL SAYA GAK BISA BUKA FFN, PADAHAL INI UDAH JADI DARI BEBERAPA BULAN YANG LALU *nangis* jadi maaf bgt readers-nim yang udah pada nunggu #kaloada
MAKASIH BANGET YANG UDAH SUPPORT BUAT FF INI! MAKASSIIHHHH BANGEETTT *peluk atu-atu*
Ini chap dua garing-garing krenyess gitu ya.. pertama memang saya suka mereka yang manja-manjaan dulu sama si tante-tante. Baru nantii... tunggu aja kelanjutannya.
Itu juga kalo mau di lanjut sih hehe
Terakhir. Makasih banget buat readers-deul terutama buat YoonShieun buat udah nagsih tau agasshi itu buat cewe. Gua manggil Sehun di chap kemarin 'anak gadis' masa.. maaf banget yaa ;-; sama maaf banget gak bisa balas satu-satu :(
Sekian, acara curhatnya
.
.
~o( BIG THANKS TO )o
kioko2121 :: Oh AiLu :: tomatocherry :: NaYool :: AQuariisBlue :: Dhea485 :: indaaaaaahhh :: dorekyungsoo93 :: 9394loves :: lee kaisoo :: younlaycious :: DJ 100 :: park min mi :: EXOTICARMYsasha :: BluePink EXO-XOXOX-COUPLE :: ByunnaPark :: Ciachunyoo :: Yoonshieun :: kai4d.o :: kyunginie :: minminim :: lee chan hyun :: Guest[1] :: luhan :: rinzkudo :: princepink :: Little Wolf Prince' Oh Sehun :: KaiSooLovers :: rarayuni . rahmawati :: anunya chanyeol(?) :: baekkiechan :: gigichanyeol :: reru95 :: yodachan :: bella . febrianti 735 :: MrsDoubleV :: nur991fah :: KaiSoo Shipper :: cyscprdnmushroom :: lady soojung :: kyungie22 :: ParkByun :: aqila k :: kimbubbledobi :: sehunpou :: baeksounds :: Josh8812 :: ichikameyora :: baekpearl :: exoel :: cindy :: Ahn Sunyoung :: nada :: dyodomyeon :: Guest[2] :: hunhanexo :: kyle :: WindaWinda :: BabysooVani :: alit dwi astrini :: tah :: hunhanexo ::Oh LuWind ::wlywyf :: parkyou ::fanLu ::alyanabilah :: odult me :: YungiSMY :: karwurmonica :: LeeDiah :: mamik.
.
.
Buat yang kesel, marah, bahkan gak suka sama ff ini tuangin aja di kotak review oke! ^.~ (tapi dengan bahasa yang sopan)
Btw mau di panjangin lagi gak chapternya?
Review, please
Bye bye *dadah-dadah bareng tante bbh, dks, lh*
16– 01 - 2015
