DISCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO
PAIRING : SASUfemNARU, ITAKYUU, KIBAHINA, NEJIfemGAARA
slight Pair : ItaKure, SasuHina, Sasusaku, FugaKure, dll
RATE : M
WARNING!
fic ini mengandung fem naru dan fem gaara, and MPREG. you've read this warning. so press back if you doesnt like this kind of stories. YAOI, STRAIGHT, TYPOS, author baru, dll ..
read and review pleaseeee
Maafkan keterlambatan Author, Minna-san ...
LOVE
Reality Show Begin
NIU ent
Orochimaru terkekeh kecil melihat tampang kesal para personil Share yang sedang menyeret koper masing-masing, CEO Niu Ent itu bertugas untuk memastikan tidak ada satupun personil Share yang bisa kabur pada hari syuting.
"Orochimaru-san, kami tau kita akan syuting .. tapi nggak pagi-pagi buta juga kan! " seru Sasori murka, tampangnya yang biasanya cute itu tampak berantakan, kantung mata tebal tercetak jelas di bawah matanya.
"Sudahlah Sasori, kau jangan cemberut seperti itu, memuakkan!" kata Sasuke sadis, sungguh .. melihat wajah Sasori yang di poutkan imut seperti itu membuat Sasuke agak jijik.
"Ya! Kenapa kau jahat sekali denganku Suke!" seru Sasori tidak terima.
Mendengar seruan Sasori Sasuke hanya mengendikkan bahunya dan langsung memasukkan kopernya ke dalam mobil.
Neji dan Shizuka yang sedang sibuk menata barang di bagasi hanya menggelengkan kepalanya mendengar teriakan Sasori, "Untung saja proses berbenah kami tidak diliput ..." batin mereka berdua kompak.
"Kemana Obito pergi?" tanya Sasuke pada Orochimaru yang sibuk mengawasi mereka.
"Ah, Obito sekarang melihat lokasi syuting kalian. Makanya dia memintaku untuk mengawasi kalian agar tidak terlambat. Kalian kan bintang utama" jawab Orochimaru sambil berlalu pergi.
Selepas kepergian Orochimaru, Sasuke terdiam. Ingatannya berputar pada saat hari dia menemui Naruto sebelum kepulangannya dari rumah sakit. Pertemuannya dengan pemuda berwajah hiu yang memberinya peringatan dan menorehkan luka panjang dipunggungnya.
Flashback On
Sasuke memasuki lift yang akan digunakan untuk menuju kamar kekasihnya, di dalam lift yang dimasuki Sasuke hanya ada seorang pria berwajah mirip hiu yang tersenyum ke arah Sasuke.
Sasuke yang merasa tidak mengenal pria tersebut berusaha menghiraukan keberadaan si pria, walaupun insting Sasuke sibuk meneriakkan kalau Sasuke harus menjauh dari pria itu.
"Uchiha Sasuke .." sebuah suara berat yang memanggil namanya sukses membuat Sasuke menolehkan kepalanya untuk memanggil si pemanggil.
Belum sempat Sasuke menoleh, Sasuke merasakan sakit yang teramat sangat pada punggungnya.
"Lebih baik, Kau dari awal tidak dilahirkan, Uchiha" sebuah kalimat yang sempat ditangkap Sasuke sebelum kegelapan menelannya.
Flashback Off
Earth Ent
Earth Ent adalah sebuah agency yang dikelola oleh seorang pria tua mesum bernama Jiraiya, EE milik Jiraiya kebanyakan menelurkan model-model dan artis-artis berbakat. Artis-artis yang berada di bawah naungan EE antara lain Namikaze Naruto, Moegi, Ayame, dan banyak yang lainnya.
Kiba berjalan menyusuri lorong EE dengan tenang, walaupun ini dini hari dan banyak beredar kabar kalau gedung EE ini berhantu tidak menyurutkan langkah manejer Naruto ini.
Sesampainya di sebuah ruangan dengan simbol pusaran air di pintunya, Kiba langsung mengeluarkan e-card miliknya untuk membuka pintu.
Pemandangan di depannya membuat Kiba prihatin, Sosok murung Naruto yang hanya terdiam di balkon ruangannya adalah hal paling menyedihkan bagi Kiba.
"Naru .. Apa kau sudah menyiapkan barang-barangmu?" tanya Kiba berusaha mengambil perhatian naruto.
"Aku tidak mau pergi, Kiba .." gumam Naruto pelan.
"Apa maksudmu, Naru? Bukankah kau kemarin sudah setuju?" tanya Kiba mencoba menekan amarahnya karena tindakan seenaknya Naruto.
"Aku akan berada satu frame dengan Sasuke, Aku tidak tau harus memasang wajah seperti apa saat bertemu dengannya" sahut Naruto dengan suara yang lirih, perlahan isakan tangis mulai terdengar dari bibir ranumnya.
Kiba terdiam, kejadian penyerangan Sasuke di lift itu sungguh rapi, bahkan cctv rumah sakit tidak bisa menangkap wajah sang pelaku dengan tepat. Kejadian itu juga sempat membuat naruto yang sudah tenang menjadi tertekan.
"Itu bukan salahmu, naru .. " kata Kiba sambil mengusap kepala Naruto lembut.
Tangis Naruto pecah mendapat perlakuan lembut Kiba yang hangat, perlakuan yang mengingatkannya atas kasih sayang orangtuanya yang sedang berada di luar negeri.
Kiba memeluk erat tubuh mungil Naruto, sungguh .. walaupun sebentar lagi menjadi ibu, Naruto tetaplah malaikat kecil Kiba yang cengeng.
NIU Ent
Sebuah van berwarna biru laut terparkir manis di depan pelataran gedung milik NIU Ent. Beberapa pria tampak sibuk memasukkan barang-barang milik para personil Blue ke dalam van.
"Eh? Jadi kita tidak satu frame dengan Share?" tanya Deidara bingung, menurut informasi awal bukannya mereka akan satu frame dan satu lokasi dengan Share?.
"Begitulah .. kalian akan syuting dengan agency lain. Tapi jangan takut, kalian akan tetap satu pulau dengan Share dan diakhir acara kalian akan melawan Share." Sahut Yamato sambil menyerahkan script acara pada Deidara.
Deidara menerima script itu dengan penasaran, baru kali ini dia mengikuti reality show dadakan seperti ini. "Are? Survival Idol?" seruan itu bukan berasal dari Deidara, melainkan dari Konan yang tadi mencuri lihat Script di tangan Deidara.
"Un! Kau tidak sopan Konan-chan!" seru Deidara sambil menonyor pelan kening Konan.
"Hehehehe .. aku penasaran Dei-nee .." rajuk Konan sambil mengelus keningnya yang memerah.
"Konan, lain kali bersikaplah lebih sopan" kata Hinata yang bergabung dengan mereka diikuti oleh Shizune.
"Hehe, maaf Senpai-tachi ~"sahut Konan sambil meleletkan lidahnya.
"Ano .. ngomong-ngomong apa konsep acara kita Dei-nee?" tanya Shizune.
"Hm ... Aku juga belum tau, sepertinya rancangan acara untuk jelasnya akan dijelaskan di lokasi" jawab Deidara sambil memasukkan script ke dalam tasnya.
"Kalau begitu, lebih baik kita segera berangkat" kata Hinata singkat sambil membenahi topi pantai lebar berwarna kuning yang dipakainya.
Tak lama seluruh personil Blue menaiki van mereka dan langsung menuju tempat yang sudah ditentukan.
.
.
.
.
.
.
Uchiha Corp
Ruangan Itachi yang biasanya diliputi hawa murung dan gelap semenjak kepergian Kyuubi berubah menjadi bunga-bunga pink ketika Menma datang berkunjung ke kantornya.
"Aku tau dimana Kyuubi berada" perkataan singkat dari Menma nyaris membuat Itachi mati bahagia di tempatnya.
"Dimana? Aku akan segera menjemputnya!" seru Itachi semangat, saking semangatnya Itachi sampai melupakan berkas-berkas penting miliknya yang terjatuh akibat kegiatannya mencari kunci mobil.
Kurenai yang berada di ruangan Itachi hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah absurd Itachi yang sangat jarang ditunjukkannya itu.
"Easy, Bro ... Dia ada di tempat yang aman" kata Menma sambil duduk di sofa panjang yang ada dalam ruangan Itachi.
"Tapi, Aku kangen dengannya Menma! Dan jangan bertingkah seolah kau adalah kakak tertua dalam keluarga ini!" seru Itachi tidak terima melihat tingkah sok tua Menma.
"Kau memang lebih pantas jadi adik, Chi .. Kau menyedihkan" sahut Kurenai sambil menyeringai senang mendapat deathglare dari Itachi.
"Jangan ikut-ikut, Nenek Sihir" kata Menma tajam, mendengar julukan barunya dari menma membuat Kurenai langsung mengeluarkan pistol dari balik roknya dan mengarahkannya tepat ke kepala Menma.
"Whooaaaa ! jangan Kure!" seru Itachi sambil menahan tubuh Kurenai dari belakang.
"Minggir, Chi! Biar kuhilangkan senyuman itu dari wajah jeleknya!" seru Kurenai, pistol miliknya yang awalnya diarahkan ke kepala Menma teracung ke atas karena kedua tangannya ditahan Itachi.
"Hahahaha .. Kau cukup menari untuk ukuran wanita Fugaku" kata Menma sambil berjalan mendekati Kurenai. "Tapi, aku tidak berminat pada wanita bekas Fugaku" bisik Menma sensual sambil tangannya meremas payudara Kurenai kencang.
"Brengsekkkkkkkkkkkkkk!asdfjkhkahkldlhakdbk!" teriakan melengking Kurenai sukses membuat Menma terbahak-bahak sambil berjalan meninggalkan ruangan Itachi.
.
.
.
.
Itachi duduk terengah-engah setelah berhasil meredakan amarah Kurenai, sementara Kurenai sendiri masih menggerutu tentang mesum dan kurang ajar di dalam kamar mandi.
"Adikmu itu brengsek, Chi!" seru Kurenai begitu keluar kamar mandi.
Itachi menggelengkan kepalanya sok prihatin mendengar komplain dari Kurenai, "Sejujurnya kau dulu juga brengsek, Kure .." kata Itachi dengan nada sing a song dan sukses mendapat lemparan bantal dari Kurenai.
Itachi tertawa kecil sambil membawa bantal yang dilemparkan Kurenai dan duduk disampingnya, "Yah .. setidaknya kau sekarang sudah menjadi adikku" kata Itachi sambil nyengir ke arah Kurenai.
Kurenai tertegun mendengar penuturan Itachi, tanpa terasa airmata menetes perlahan dari kedua matanya. "Maaf, Chi .. " gumam Kurenai pelan tapi masih bisa didengar Itachi.
Itachi hanya nyengir lebar dan menepuk pelan kepala Kurenai dengan sayang.
.
.
.
.
.
Para personil Share sibuk memeriksa menurunkan barang mereka ketika para kru mulai melakukan perekaman.
Sasuke menjinjing tas biru miliknya dengan gaya angkuh seperti biasa, kaos putih berkerah v neck dan celana pendek serta sandal gunung yang dipakainya sama sekali tidak mengurangi ketampanan miliknya.
Neji tersenyum dan membungkukkan tubuhnya, pagi itu sang Hyuuga muda tampak mempesona walaupun masih mengenakan piyama yang memang tidak sempat digantinya. "Ah .. Maafkan karena aku tetap memakai piyama, produser-san tidak memberikanku kesempatan ganti pakaian," kata neji kalem.
Sementara Pain yang berperan sebagai produser hanya bisa berdoa dalam hati agar tidak menjadi sasaran bully penggemar Share yang terkenal sadis.
"Ah, Neji-san hanya bercanda ... Ohayou Minna ! We are here to Share love for you!" seru Sasori dibarengi seluruh anggota Share lainnya.
"Sekarang kami sedang ada di sebuah di dermaga .. dan mulai hari ini, Selamat mengikuti dan menyaksikan Survival Idol yang akan kami laksanakan~" kata Shizuka dengan nada riang.
"Tunggu .. sebenarnya bagaimana konsep acara ini?" tanya Sasuke dengan raut wajah datar, dan sukses membuat seluruh kru bergubrak ria.
Setelah bangkit dari posisi masing-masing, Pain langsung menuju para personil Share yang memasang wajah bodoh, Obito yang baru saja keluar dari toilet menatap bingung kejadian yang ada di depannya.
"Ada apa?" tanya Obito watados pada Pain yang langsung disambut delikan oleh Pain.
Tanpa babibu, pain langsung menarik Obito dan Sasuke menjauh dari tempat itu. Tanpa basa-basi ketiga orang itu langsung mengadakan pertemuan meja bundar mereka.
Neji, Sasori dan Nadeshiko tertawa kering melihat tingkah absurd ketiga orang itu.
"Apa kau masih merekam semua ini?" tanya Neji saat menyadari bahwa kamera masih dalam posisi stand by, dan disambut anggukan sang kamera (?).
"Hahaha, maaf Minna ... Sasuke akhir-akhir ini agak kurang fokus, maaf .. " kata Neji sambil membungkukkan badannya 90 derajat.
"Apakah kalian tahu konsep acara ini?" tanya Asisten sutradara mencoba mencairkan suasana absurd yang ditimbulkan kelemotan Sasuke.
"Tentu saja!" sahut Shizuka semangat, dan disambut anggukan penuh dari Sasori dan Neji.
"Acara ini akan mendatangkan empat orang artis lain yang bukan merupakan seorang penyanyi dan kami harus berkelompok dengan mereka bukan?" tanya Neji.
Baru saja sang asisten hendak menjawab pertanyaan neji, sebuah mobil porsche warna metalik berhenti tepat disamping mereka.
Seorang gadis berambut pirang pucat turun dari mobil itu dengan malu-malu.
"Ahhh! Ino-chan?!" seru Sasori sambil berlari menyongsong sahabat masa kecilnya itu.
"Ohayou .. " sapa Ino lembut sambil membungkukkan badannya.
"Perkenalkan, nama saya Yamanaka Ino. Maaf merepotkan" kata Ino sambil menunduk sopan.
"Salam kenal Ino-chan" sahut Shizuka sambil tersenyum, sementara Neji balas menundukkan kepalanya sopan.
"Berarti kami akan memiliki empat orang tambahan lagi?" tanya Sasuke yang sudah kembali dari acara rapatnya.
"Kau sudah mengerti, Sasu?" tanya Sasori dengan nada mengejek yang sukses membuat Sasuke menggetok kepalanya pelan.
"Benar sekali ... kalian akan hidup bersama personil tambahan kalian selama satu bulan, dalam jangka waktu satu bulan kalian harus berlatih dan bersaing dengan mereka, kalian akan tereliminasi jika gagal dalam evaluasi yang diadakan setiap minggunya." Kata Pain.
"Dan sampai akhirnya hanya akan tersisa dua orang dari kalian yang akan melawan grup lainnya yang berisi personil Blue dan empat orang lainnya." Lanjut Pain.
Semua yang ada di lokasi menatap takjub sebuah mini bus yang mengarah ke arah mereka berdiri, sebuah bus yang memiliki lambang kupu-kupu raksasa disampingnya itu berdiri dengan mulus di samping mobil Ino.
Orang yang turun pertma kali adalah Naruto, dengan rambut pendeknya Naruto terlihat sangat cantik, walau saat itu Naruto hanya mengenakan hotpants pendek dan kaos v neck warna merah.
"Ohayou~~" sapa Naruto ceria sambil menyeret koper orange miliknya.
Sasuke tanpa banyak bicara langsung menyongsong Naruto dan mengambil alih koper milik naruto, "Ah, terima kasih Sasuke-kun" kata Naruto sambil tersenyum manis.
Dan Narutopun langsung sibuk menyalami semua orang, orang kedua yang tak lain adalah Karin turun dari bus dengan senyum nista tercetak diwajahnya.
Dan pada saat itu, para personil Share langsung merasakan firasat buruk melihat senyuman Karin.
"Good Morning ... ~~~~" seru Karin kelewat ceria sambil melompat-lompat kecil.
Dan orang terakhir yang turun dari bus itu sukses membuat personil Share shock, bahkan Sasuke sempat mengucek matanya beberapa kali untuk meyakinkan dirinya bahwa yang dilihatnya benar-benar nyata.
"Me .. Menma-nicchan?!" seru Sasuke syok.
Orang terakhir alias Menma itu tersenyum lebar sambil melambai bak Miss Universe, "Mari kita bersenang-senang, Baby-chan~"
TBC
Huaaaaaaa maafkan author yang terlambat banget updatenya minna-san ... ini semua karena author kesulitan membuka situs ini
Inipun author nebeng di laptop teman, yang anehnya bisa buat buka, apa ada yang tau cara biar author bisa mengakses situs ini lewat laptop sendiri?
Author janji bakal update seminggu sekali ya minna ... (Teman author ini masih sekolah, sehingga ketemunya hanya bisa pas weekend).
Sekali lagi author minta maaf, semoga para reader sekalian masih berminat mengikuti cerita author ..
Salam sayanggg ..
YOu
