Tiga lelaki itu berkerubung di kamar Sehun.

"Kita harus benar-benar dalam menjalankan rencana kita, jangan sampai gagal karena ini menyangkut diri kita masing-masing" ucap Chanyeol

Mereka semua mengangguk kompak, sambil mengapalkan tangan mereka dan bergumam 'hwaiting' dengan penuh semangat.

Membawa ponsel masing-masing, mereka mengetik dengan yakin

..

Aku akan menjadi pria mu untuk malam ini

..

Send..

.

.

.

.

.


Younger than us?

By. raul . sungsoo12

Cast :

Baekhyun . Kyungsoo . Luhan

Chanyeol . Jongin . Sehun

Other..

Pair :

ChanBaek . KaiSoo . HunHan

Genre :

Romance, fluff, Humor(?)

Rate :

T

Disclaimer : Mereka bukan punya saya

Warn!

GS! (GANDERSWITCH!)

AU! Typo(s), OOC, absurd(sangat), gak sesuai EYD, etc.

DLDR!

..

a/n :

Baekhyun, Kyungsoo, Luhan (24)

Chanyeol, Jongin, Sehun (18)

Istilah wanita disini bukan dalam artian mereka udah di 'iyaiya'in, tapi menurut pandangan gue wanita itu yang udah diatas 20 tahunan. Dan kata gadis sama wanita terus lelaki dan pria di ff ini cuma buat pembeda aja. Ngerti kan? ngertiin aja ya, gue juga gatau ini ngomong apaan #plakk

.

[4.975 words]

.

Happy Reading!

..


Memang dasarnya jiwa noona mereka sudah melekat, disuruh untuk menjauhi tiga berondong mereka pun diurungkan.

Luhan yang kekeuh bilang bahwa dirinya tidak bisa menjauhi Sehun—anak asuh barunya. Kyungsoo juga dipikir-pikir kalau tidak melihat senyum Jongin dirinya tidak bisa. Kalau Baekhyun.. entahlah. Chanyeol itu terlalu idiot menurutnya, tingkahnya sangat anak kecil, tapi pasti itu yang akan membuatnya tersenyum. Karena tiga berondong mereka membawa perubahan baru.

Tapi... masa sama yang lebih kecil dari kita?

Itu pasti mengenai umur. Kalau tubuh mereka jangan ditanya, mereka tiga wanita mungil tapi enerjik. Berumur tapi wajah remaja.

.

ekhem

Kalau ditanya mereka pernah berpacaran, pasti jawabannya Iya!

Bukan! bukan seperti berondong mereka sekarang, bahkan mereka berpacaran dengan yang lebih dewasa, Kyungsoo bahkan sudah menolak hampir delapan orang—(yang pastinya kaya, mapan dan lebih dewasa darinya)— yang menyukainya, Baekhyun adalah langganan ibunya dalam urusan menjodohkan anaknya, bahkan dia sudah dilangkahi menikah oleh adik lelakinya. Kalau Luhan—ngomong-ngomong Kris adalah mantannya.

Dan dari semua itu, mereka tidak pernah berpikir akan kesem-sem sama yang namanya daun muda.

brak.. brak.. brak!

Pikiran mereka buyar ketika Seungyoon datang dengan muka panik sambil memukul meja "Perhatian semuanya! Boss Kris akan datang. Yang rapih! Yang rapih!"

Semuanya mengernyit heran, memangnya kenapa kalau boss-nya datang? Memang seharusnya beliau datang, kan?

"masalahnya tadi boss datang dengan muka—"

BRAKK!

Seungyoon langsung ngacir ke mejanya ketika Kris datang dengan muka panik sama seperti dirinya tadi.

"Byun Baekhyun, Do Kyungsoo, Xi Luhan cepat ke ruanganku!"

.

.

.

...mampus

Pasti mereka kena semprot sekarang. Buru-buru mengikuti langkah seribu Kris, Baekhyun Kyungsoo dan Luhan berdo'a dalam hati semoga mereka selamat dari sang boss.

Detik-detik menuju ruangan eksekusi semakin dekat, wajah mereka semakin pucat. Sudah sampai, mereka menutup pintu, menoleh kearah Kris bersamaan dengan wajah suram, melihat Kris sedang mundar-mandir di hadapan mereka. Mereka tidak pernah masuk keruangan boss-nya kecuali kalau mereka disuruh—

"—JEMPUT TAO SEKARANG! Astaga aku sangat khawatir kepadanya, aku ada rapat penting sekarang dan tidak bisa ditunda jadi kalian harus menjemputnya SEKARANGG!"

"..."

"HEY KENAPA MALAH BENGONG HAH?! CEPAT PERGI SEKARANG!"

"a-ah siap boss!"

"dan—aishh jangan memakai baju kantoran seperti itu Tao tidak akan suka! Pakai ini!"

brugh

.

.

... heck...

.

.

"Jangan banyak protes! CEPAT PAKAI DAN SEGERA PERGI! TAO SEBENTAR LAGI PULANG JANGAN BIARKAN DIA MENUNGGU!"

"b-baik—"

"—rambut kalian jangan seperti itu! di gerai semua! CEPAAATT!"

BRAKK!

Kris meninggalkan mereka dengan wajah yang melongo parah. Kadang-kadang mereka benar-benar ingin menjahit bibir Kris saking bawelnya seperti tadi.

Bawel Kris karena dua hal; pertama Tao, kedua Ibunya. Dan sasaran untuk menjadi suruhannya adalah pegawai kantornya sendiri. Miris sekali ya :(

Tapi ngomong-ngomong...

Baekhyun mengambil satu setel baju yang tadi Kris berikan pada mereka. Diikuti Kyungsoo dan Luhan yang mengambil baju itu ogah-ogahan. mereka disuruh memakai seragam...high school.

Iya..

.

.

seragam...

.

.

...High school :(

.

.

.

.

BUNUH MEREKA SEKARANG JUGAAA!

.

.


~o(`B. K. L`)o~


.

"suitt.. suiitt~"

"ehem.. ehem..."

"heey dari sekolah manaa~?"

"sekolah Eunshin yaa... pantas cantik-cantik~"

"sini doong.. di mobil ajaa"

.

.

kurang ajar

.

Mereka memang ada di mobil, tepatnya di luar mobil. Sambil menyender di bodi mobil mirip anak sekolah baru pulang nunggu pacar. Ishh.. mereka bergidik ngeri dengan suara-suara nista yang menggoda mereka dari tadi.

Kyungsoo terus menerus melorotkan rok sekolahnya yang terlalu pendek. Dan—astaga bahkan kemeja sekolah ini terlalu ketat. Para siswa memandang mereka memuja. tapi lihat para siswi memandang mereka iri sekaligus benci.

"roknya kurang panjang mbak..."

"itu baju ade SD-nya ya? Cih"

"make up-nya tebel banget mau manggung ya..heh"

"rambut sok digerai kayak iklan sampo aja."

.

.

masalah buat lo!

Batin mereka meradang, sungguh kemana si pandaaa! Kuping mereka benar-benar sudah panas!

"hey Baekhyun Kyungsoo Luhan! Aku disiniii~"

Mereka menoleh bersamaan. Mata mereka melotot kearah Tao yang tak tau sopan santun memanggil mereka tanpa sebutan eonnie.

"mau mati ya?" ucap Baekhyun ketika Tao sudah berada dihadapan mereka sambil tersenyum cantik.

"jangan gitu dong.. masa di panggil eonnie kalau pakai baju sekolah gini sih.."

Mereka menghela nafas, lupa. Seragam high school masih melekat di tubuh mereka jadi Tao dimaafkan. "ayo pulang.. lihat teman sekolah mu menatap kita dalam!"

"tapi Tao lapaaarr jangan pulang dulu ya? Bbuing bbuing.."

"ck! No."

"Oya" tiba-tiba Tao mengeluarkan ponselnya "Hallo ya, oh Kri—"

"Jangaaaannnn! Oke-oke ayo kita makan baby panda ^^"

"yeayy!"

.

.

.

.

Melihat tidak beda jauh dari sekolah Tao tadi, mereka berada di cafè tempatnya anak sekolahan nongkrong dan mereka benar-benar jadi sasaran remaja-remaja lelaki haus akan gadis sexy lalumenatap mereka lapar. Alih-alih canggung, mereka malah menikmati sehari memakai baju high school pemberian Kris tadi.

Baekhyun menyilangkan kakinya membuat rok super pendeknya makin menyingkap, tangan kanan memegang minuman sambil bersandar di kursi dan tangan kirinya bersedekap di perut—gaya songong.

Luhan diam kalem sambil menyeruput bubble tèa dengan gaya benar-benar seperti gadis polos. Kyungsoo malah menutupi pahanya dengan tas sekolah Tao, bersender melihat Tao yang sedang anteng makan.

Mereka memang sedang menunggu Tao makan. Dan makan Tao benar-benar seperti monster. Satu meja penuh dengan makanan yang dipesan gadis itu.

klining!

Suara bel yang berasal dari pintu masuk cafè mengalihkan perhatian Kyungsoo, matanya langsung membulat ketika melihat tiga remaja lelaki memasuki cafè ini. Kyungsoo mencolek dua temannya dan menunjuk satu tempat, mereka langsung menoleh kearah yang dituju.

Buru-buru mengambil buku di dalam tas Tao, menyembunyikan wajah mereka dari pandangan tiga lelaki yang baru masuk tadi. Tao yang masih asyik makan tidak menghiraukan tiga wanita yang dalam keadaan urgent itu.

Jangan sampai tiga lelaki itu tahu mereka disiniiiii. Bisa gawat dengan memakai seragam high school seperti ini, apalagi seragam ini sangat kekurangan bahan. Gawat!

Baekhyun mengintip, tiga lelaki itu sedang berada di counter pemesanan.

"Hey kalian! siniii~"

'Tao sialaannn'—Baekhyun

'Damn!'—Kyungsoo

'Shit! shit! shit!'—Luhan

Tiga lelaki itu mendekati Tao, masih belum menyadari bahwa tiga siswi yang duduk di meja Tao adalah para noona mereka. Tao masih menampilkan wajah innocent-nya meskipun ketiga wanita dibalik buku sudah memberikan pandangan maut kepada gadis itu.

"tumben sekali kau bersama temanmu biasanya bersama Kris hyung"

...'hyung?'

batin mereka bersamaan. Apakah Kris sedekat itu pada para pegawai di kedai itu? Mereka pun tidak pernah memanggil Kris dengan panggilan 'oppa' meskipun diluar kantor.

"Kris ge sedang sibuk! Dia membawa tiga gadis ini sebagai gantinyaaa—aw! Sakit eonnie!"

Tiga lelaki itu menelisik, dan mereka sudah keringat dingin. Dasar Tao kurang ajar tidak bisa dipercaya. Sehun membuka buku biologi—(tempat persembunyian dadakan)—siswi yang berada di samping Tao "Baekhyun noona?"

Baekhyun nyengir kearah Sehun "thehun annyeong~"

Chanyeol dan Jongin juga mengikuti membuka buku dua orang sisanya "noona?!"

"hehehee haiChanyeol, Jongin.." tawa garing Luhan. Dilihatnya tiga lelaki memandang mereka syok berlebihan. Baekhyun menarik bangku disebelahnya lalu menyeret Chanyeol yang menganga secara tidak elit supaya duduk disampingnya.

Sehun dan Jongin masih berkedip-kedip imut, Luhan hampir mimisan melihat kadar keimutan Sehun dalam jarak dekat begini. Kyungsoo sudah menepuk-nepuk pipi kanan Jongin dan tidak ada respon.

"kalian ini seperti sudah melihat hantu saja" cibir Baekhyun. Chanyeol disampingnya menatap Baekhyun berbinar. Jongin dan Sehun sudah duduk, menatap Kyungsoo dan Luhan juga tak kalah berbinar.

.

.

noona neomu yeppeo~~

.

.

Seketika lagu SHINee terdengar dengan keras di dalam cafè yang membuat tiga wanita itu tambah bergidik ngeri melihat tiga lelaki mereka yang sudah mulai tanda-tanda tidak beres, mereka tidak masalah di tatap dalam oleh remaja-remaja tadi. Tapi, kalau urusan yang menatap mereka adalah brondong-brondong mereka ini, hati mereka bisa porak poranda.

"mau begitu terus hah?" Luhan menyentil dahi Sehun. Meringis ketika sang empunya tidak merasakan sakit atau mengeluh, dia tidak di respon dan malah semakin ditatap memuja oleh anak itu.

Tiga lelaki itu menatap dari ujung kepala sampai ujung kaki, ketika melihat keadaan noona mereka yang sedikit terbuka, mereka mengedarkan pandangan ke penjuru cafè dan terkejut melihat banyak siswa—(bahkan ahjussi yang di pojok)—menatap noona mereka dengan intens, apalagi di bagian atas bagian 'ehem' dan paha.

Jongin yang pertama kali sigap dengan mengeluarkan jaketnya yang berada di ransel dan segera menyuruh Kyungsoo untuk memakainya. Tanpa berpikir panjang, Kyungsoo menurut. Untunglah jaket Jongin sangat membantu karena Kyungsoo yang mungil, jaket Jongin muat sampai menutupi sebagian paha Kyungsoo.

Chanyeol yang gelagapan karena mereka tidak membawa jaket seperti Jongin, memutar otak mereka untuk menutupi sang noona.

"stop looking at me with that face! kau keliatan idiot tau. dan jangan halangi aku dengan apapun, aku suka memakai seragam ini" hardik Baekhyun, Chanyeol mengerucutkan bibirnya

"jangan menangis lagi! dasar bayi besar aish!" rutuk Baekhyun.

Sehun dan Luhan malah saling tatap-tatapan seakan cafè ini beserta isi-isinya adalah milik mereka berdua, bahkan Tao bisa melihat adanya bunga-bunga dengan hati bertebaran disekitar mereka. Iew. dia bergidik.

Eh..

Ngomong-ngomong tentang

Tao

Dia jadi kambing conge, anyway.

Siapa suruh jahil, kan ini balasannya. Tanpa memperdulikan pasangan kasmaran di hadapannya, ia lanjut makan dengan khidmat

.

.

.


~o(`YtU`)o~


.

Ketika ketiga wanita itu datang ke kantor, suasana ricuh mengerubungi satu papan yang tersedia disana. Tanpa pikir panjang tiga wanita itu mendekati kerubunan.

..

-INVITATION-

Valentine's Day Party

Bagi semua pegawai kantor ini wajib mengikuti dengan pasangan masing-masing

Tema pakaian berwarna MERAH MUDA

WAJIB UNTUK SEMUA PEGAWAI!

Tertanda

-Kris Wu-

P.S. kalian bisa membawa kerabat untuk datang ke pesta ini

..

Beberapa pegawai ada yang senang dan ada yang murung. Senang karena mereka mempunyai pasangan, dan murung mereka tidak punya pasangan.

Termasuk BaekSooHan, mereka merenung mau mengajak siapa ke acara valentine seperti ini. boss mereka ini sebenarnya kesambet apa? Tidak biasanya membuat acara kekanakan seperti ini.

Ehm,

Mereka mengerti, acara seperti ini pasti Tao yang meminta. Boss mereka mana tahan untuk mengabaikan permintaan sanga panda. Mereka berjalan ke meja masing-masing, masih merenung mau membawa siapa.

'masa ke pestanya sama papa?' pikir Baekhyun

'Soojung mau tidak ya ku dandani menjadi pria? aiih.. pikiran sesat apa ini' batin Kyungsoo

"Huniee.." Baekhyun dan Kyungsoo mengintip kearah meja Luhan, wanita itu sedang senyum-senyum sendiri sambil memainkan rambutnya.

"hey Luhannie jangan bilang kau akan mengajak Sehun ke pesta ini?" tanya Baekhyun menyelidik

Luhan malah berkedip dan tersenyum cantik "ide ku tidak buruk kan?"

Kyungsoo berpikir keras, memikirkan kemungkinan terburuk kalau membawa Jongin ke pesta, tapi tidak ada. "ku pikir itu ide bagus! Call!" sahut Kyungsoo

"hell! aku tidak mungkin membawa Chanyeoool bisa-bisa anak itu nanti membuat keributan"

"that's your problem baby, iya kan Kyung!" seru Luhan semangat, ia mengajak Kyungsoo ber-high five bersama lalu tertawa.

.

.

.

.

Luhan mengetik-ngetik tombol ponselnya, berpikir bagaimana untuk mengajak Sehun ke pesta nanti.

To: Hunnie

Hunnie ikut noona ke pesta yuk?

Luhan mengernyit, pesannya seperti mengajak anak kecil. Luhan menghapus pesan itu dan mulai mengetik lagi

To : Hunnie

Hunnie mau ikut tidak...

noona mau mengajakmu ke tempat romantis yang hanya kita berd—

tunggu... sebenarnya ini mau mengajak ke pesta atau bulan madu? Delete...

To : Hunnie

Hunnie besok malam noona mau mengajakmu ke pesta orang dewasa—

Astaga! Astaga! Pesan ini ambigu.. Delete..

To : Hunnie

Sehuun... (9'-'9)

Send..

1 detik..

2 menit..

30 menit...

Luhan manyun, Sehun tidak membalasnya. Mengetuk meja milik Kyungsoo, wanita itu menoleh.

"apa?"

"Kyungie.. bagaimana caramu mengajak Jongin ke pesta nanti?" tanya Luhan

Kyungsoo sempat berpikir sejenak, lalu menggeleng "aku belum memberi tahu Jongin, Lu. Mungkin nanti, jam segini Jongin pasti masih sekolah"

Luhan menepuk jidatnya, pantas Sehun tidak membalas, pasti anak itu sedang belajar. Luhan masih sempat mencubit pipi Kyungsoo sebelum kembali lagi anteng dimejanya.

To : Hunnie

Kalau sudah pulang, hubungi noona ya ^^

.

.

.

.

Baekhyun yang uring-uringan sendiri di mejanya, membuat catatan kemungkinan apa saja bila dia membawa Chanyeol ke pesta.

Childish ... ceklis

Idiot... ceklis

Manja... ceklis

Ribut... ceklis

Berisik... ceklis

Merengek... ceklis

Menangis... CEKLIS!

Mengetuk-ngetuk bolpoin ke dahinya yang berkerut, Baekhyun mengerucutkan bibirnya kemungkinan besar ia tidak akan membawa Chanyeol. Tapi kalau tidak membawa Chanyeol dia akan membawa siapa lagi :3

To : yodayeol

Bocah, mau berjanji sesuatu?

Baekhyun melempar ponselnya ke sudut meja, Chanyeol pasti tidak akan membalas jam segini. Menyandarkan punggungya dan memulai pekerjaannya lagi. juga memikirkan lagi rencananya.

.

.

.

Disini sebenarnya yang bermasalah adalah Kyungsoo, meskipun ia yang paling kalem. Dia tidak berani, tepatnya tidak mau karena malu. Dia tidak tahu apa yang akan di utarakan pada Jongin untuk mengajaknya ke pesta.

Otaknya benar-benar blank. Apalagi memikirkan bagaimana kalau Jongin nanti menolak tidak mau ikut. Kalau itu benar terjadi, Kyungsoo benar-benar akan menyeret Soojung sebagai pasangan prianya!

Badannya sedari tadi menengok kearah Baekhyun dan Luhan yang sama bingungnya dengan dia, tapi masalah Baekhyun dan Luhan itu mudah. Mereka cerewet dan tidak tahu malu, kalau Kyungsoo malunya ketulungan.

Otaknya terus berpikir cara mengajak lelaki ke pesta. Bahkan dia sudah mencari di mesin pencarian 'cara mengajak pria berkencan' dan itu tidak membantu sama sekali.

Kyungsoo menghela nafas, mungkin nanti dia akan bertanya pada Baekhyun dan Luhan bagaimana caranya.

.

.

.

.

Ting-tong!

Nada dering line tiga wanita itu berbarengan berbunyi, bahkan mereka bersamaan tegak dalam duduknya sambil mengecek ponsel masing-masing.

From : Hunnie

Aku sudah pulang noona ^^

Waeyo?

..

From : yodayeol

Aku janji!

Eh—tapi tentang apa noona? 0-0?

..

From : Jongiiinn

Noona kenapa tidak mengirimi ku pesan ㅠㅠㅠㅠㅠ

..

Tanpa di komando, mereka tersenyum lebar pada masing-masing ponsel dan segera mengetik balasan.

-HunHan Side-

To : Hunnie

Kau mau ikut tidak?

..

Kemana noona?

..

Pesta?

..

Wahhh.. pesta? Pesta apa noona? Apa akan banyak makanan

..

Jangan banyak tanya dulu, yang penting kau mau ikut tidak? Temani noona hehehe..

..

Tentu!

..

Assa! Nanti kita bicarakan ne :)

Sekarang hunnie bobo siang dulu sana~

..

Okey noona ^^

Tetap semangat kerjanya yaa ^_~

..

Luhan meremas gemas ponselnya, Sehun benar-benar lucuuuu. Ponselnya berdering lagi, Sehun mengiriminya pesan suara.

klik

Noona fighting! mmuah~

..

.

.

.

-ChanBaek Side-

To : yodayeol

Berjanji dulu padaku!

..

Janji apa duluu...?

..

Tidak mau ya? Yasudah!

..

Eiy~ Oke aku janji noona!

..

Janji tidak akan bertingkah idiot?

..

Hah?

..

Janji tidak?!

..

Janji!

..

Janji tidak akan menangis? Tidak akan ribut? Tidak akan bertingkah childish?

..

Eumm.. janji?

..

Harus yakin!

..

JANJI!

..

Oke. Kau harus ikut ke pesta bersama noona besok malam oke! Tidak ada penolakan kau sudah janji!

ppyong~

..

Mwo?!

..

Baekhyun sebenarnya malu, tapi mau bagaiman lagi kalau berurusan dengan Chanyeol harus bertingkah tidak tahu malu seperti ini. Baekhyun tersenyum, tinggal merencanakan bersama sahabatnya.

.

.

.

.

.

-KaiSoo Side-

To : Jongiiinn

Noona malu hehe

..

Kenapa harus malu noona? Apa ada yang mau di bicarakan?

..

Banyak Jongin

..

Tentang apa?

..

Noona maluuuu (/.\)

..

Kyungsoo menyembunyikan wajahnya di balik telapak tangannya, berbicara lewat pesan pun ia sudah malu.

Kyungsoo terlonjak, ponselnya berdering menandakan ada yang menelefon, ketika dilihat matanya langsung membulat antara mau mengankatnya atau tidak.

Jongiiinn's calling...

Kyungsoo menarik nafas sebenatar lalu mengeluarkannya perlahan. Di gesernyanya tombol hijau di layar .

"hallo Jongin.." Kyungsoo beruntung, nadanya tidak seperti orang gugup

"hallo noona, kenapa noona malu"

Kyungsoo berdehem sebentar "noona sebenarnya ingin mengajakmu pergi ke pesta"

"pesta?"

"tidak mau ya?"

"aku mau!"

"benarkah?"

"iya!"

"emm.. bagaimana kalau kita bicarakan langsung nanti? Mungkin Baekhyun dan Luhan juga akan menemui Chanyeol dan Sehun" ucap Kyungsoo ragu

"baiklah noona, aku tunggu~ noona sedang bekerja?"

"ne.. kau sudah pulang?"

"sudah noona, yasudah aku tutup ya nanti pekerjaan noona terganggu. Bye noona, sampai nanti"

"Bye Jongin, sampai nanti juga"

pip

"cieee yang katanya malu sama Jongin.. abis teleponan nih"

Kyungsoo menyentil dahi Luhan "dasar tukang nguping!" sungut Kyungsoo. Luhan malah tertawa tanpa dosa.

Baekhyun menengok dari bilik mejanya kearah Kyungsoo dan Luhan "girls, nanti pulang kerja kita mampir ke kedai ya.."

"Oke!"

Mereka ber-high five bersama.

.

.

~o(`C. J. S`)o~

.

.

Sepulang sekolah sebenarnya tiga lelaki itu tidak lantas pulang ke rumah masing-masing, mereka merencanakan bagimana caranya untuk tidak memalukan di pesta bersama noona mereka nanti.

Sehun bahkan rela meninggalkan jadwal bobo siangnya demi berpenampilan layaknya seorang pria.

Mereka tadi sudah menculik Soojung sepulang sekolah dan menanyainya tentang apa saja kesukaan para noona mereka ketika berkencan dengan seorang pria.

Poin plus untuk Jongin karena segala detail tentang pria bagaimana yang mau dikencani oleh Kyungsoo itu di beritahu oleh Soojung. Yang katanya—sang calon adik ipar

Langkah pertama, mereka pergi bersama kesebuah toko 'all about man' untuk membeli pakaian dan yang lainnya. Sebelumnya noona mereka sudah memberitahukan untuk memakai baju warna merah muda, untuk kemejanya mereka sudah dapat.

Chanyeol dan Jongin memilih warna soft pink, sedangkan Sehun memilih warna merah mudah yang begitu mencolok. Ketiganya lalu berpencar mencari jas dan sepatu sebagai pelengkap.

..

'Baekhyun unni lebih menyukai yang mewah dan elegan'

Chanyeol sedari tadi sudah memilah dan mimilih jas yang terlihat mewah dan elegan menurutnya namun, belum ada yang sreg dengan hatinya. Ibarat membeli cincin kawin harus serba pas.

Matanya langsung berbinar ketika melihat jas berwarna coklat yang terpajang dengan cantiknya di ujung butik itu, tanpa pikir panjang Chanyeol membawa jas itu dan menyampirkan di lengan kirinya. Lelaki itu berkeliling lagi untuk mencari sepatu.

'Baekhyun unni sangat tidak suka lelaki yang memakai sepatu yang mempunyai hak, itu membuatnya terlihat pendek'

Karena tingginya sudah di atas rata-rata, Chanyeol memilih sepatu pentopel yang biasa berwarna senada dengan jasnya.

Cengiran lebar terpatri di wajah tampannya, sebelum membawanya ke kasir, Chanyeol mengirim pesan pada Baekhyun dan tersenyum sesudahnya.

..

Jongin memilih segala sesuatu yang sederhana, ia sudah bisa menebak bagaimana kesukaan Kyungsoo sebelum Soojung mengatakannya.

'Kyungsoo unni paling anti dengan pria yang terlalu berlebihan, dia suka yang sederhana. Yang penting kau nyaman dan sopan'

Jongin sudah memilih jas berwarna hitam dengan corak yang tidak terlalu berlebihan, sepatu mengkilat juga sudah di tangannya.

'jadilah pria yang santun di hadapan Soo unni, be nice to her"

Tersenyum tampan, Jongin mengambil ponselnya dan mengetik pesan untuk noonanya.

..

Sehun tidak dibuat bingung ketika Soojung memberitahukan apa-apa saja kesukaan Luhan, dan tipe Luhan sangat cocok untuk Sehun.

'Luhan unnie suka kesempurnaan Sehun. Ingat itu, Ke-sem-pur-na-an!'

Sehun sudah memilih kemeja merah muda yang sangat ngejreng, dan Sehun memang tidak keberatan untuk memakai warna pakaian seperti ini. ini sangat tipenya

'kau benar-benar harus jadi pusat perhatian untuk mendapatkan hati Luhan unni, pakai sesuatu yang eye-catching'

Perhatiannya juga sedari tadi sudah terpusat pada jas berwarna soft pink yang terpajang di etalase. Tanpa basa-basi, Sehun langsung mengambilnya bersama sepatu berwarna putih gading yang di tentengnya.

.

.

.

Chanyeol dan Jongin dibuat terkejut ketika melihat Sehun menenteng banyak belanjaan di tangannya. Mereka berdua cuma menenteng dua paper bag sedangkan Sehun menenteng lima paper bag. LIMA!

"kau itu sebenarnya mau ke pesta atau mau berlibur?" Setelah sampai di markas mereka—(rumah Sehun)—Chanyeol menggeledah isi paper bag Sehun dan di buat melongo karena barang belian Sehun benar-benar sangat over.

Parfum, topi, bracellet, jam tangan, baju santai panjang, celana, bahkan dia beli tiga boxer bergambar spiderman dan dua gelang couple.

"sekalian, mumpung ada uang hehehehe" Sehun nyengir, Jongin mengambil gelang couple yang berada di tangan Chanyeol.

"ini untuk apa?" tanyanya

"untuk Hannie noona~ bagus, kan?"

Jongin mengangguk, ia juga mengeluarkan sesuatu di balik paper bag-nya "aku juga membelikan Soo noona boneka, bagus tidak?"

Sehun mengangguk antusias, sedangkan Chanyeol merampas gelang dan boneka Sehun dan Jongin "kalian kenapa beli ini semuaaa?! Aku tidak membeli apapun untuk Baekhyun noona!" protesnya.

Jongin dan Sehun mengernyit melihat tingkah Chanyeol, mereka sejak awal kan sudah membuat kesepakatan "ingat rencana kita dude!"

Chanyeol panik, dia lupa untuk memberikan sesuatu setidaknya barang kesukaan Baekhyun untuk rencana mereka, terutama untuk kelancaran rencananya.

"aku harus membeli apa?! Help meeeeee!"

riweuh

Itu pikiran Jongin dan Sehun, sudah biasa menghadapi Chanyeol yang seperti ini, mereka akan membicarakannya baik-baik "ingat saran Soojung, dan beli barang kesukaannya" ucap Sehun

"dan cepat beli sekarang! Kita belum cukur rambut!" suruh Jongin sambil mendorong Chanyeol keluar dari kamar Sehun.

"do'akan aku kawan-kawan!"

Jongin dan Sehun hanya melambai seadanya dan kembali sibuk dengan barang belian mereka.

.

.

.

.

Seperti biasa, mereka bekerja malam di kedai kepunyaan Kris yang secara tidak langsung di kelola oleh Tao. mereka rencananya hanya akan bekerja sampai jam delapan malam, karena noona mereka akan ke kedai ini pada jam itu. Mereka juga sudah meminta izin pada Tao, dan gadis itu tidak keberatan.

Sekarang masih jam tujuh lebih lima belas menit, dan mereka masih mempunyai waktu 45 menit untuk bekerja di kedai. Kedai malam ini terlihat ramai seperti biasanya, karena rata-rata yang datang kesini adalah orang kantoran yang baru pulang bekerja.

Jongin dan Sehun terlihat masih mengelilingi para pelanggan dan Chanyeol sibuk di bagian kasir.

..

Tao memperhatikan di lantai dua kedai ini, kalau sedang tidak ada pekerjaan rumah atau tugas yang harus di kumpulkan, gadis itu akan ke kedai ini dan memperhatikan keadaan kedai dari sini—itung-itung menunggu Kris pulang.

Rumahnya juga dekat dengan kedai ini, jadi dia tidak perlu repot jauh-jauh untuk ke kedai.

Urusan pesta valentine memang dia yang menyarankan, dan karena dia mendapatkan apapun yang dimintanya pada Kris, jadi itu perkara mudah. Ditambah dia juga tidak ingin kantor itu terlihat terus berjalan alot dan kolot tanpa hiburan, mengingat pegawai disana sama menawannya dengan pegawai di kedai ini kalau malam hari.

Ngomong-ngomong tentang pegawai, selera dirinya dan Kris sama. sebenarnya dirinya yang merekrut 'uhuk' pegawai di kedai ini, dia yang merombak kedai ini karena menjelang malam pelanggan banyak dirinya tidak mungkin mempekerjakan bibi dan paman yang bekerja pada pagi hari di kedai.

Jadilah, dirinya mencari anak sekolahan untuk bekerja disini.

Asal kalian tahu, semua anak sekolahan yang bekerja disini bukan anak terlantar atau yang ekonominya di bawah. Mereka adalah anak orang kaya yang mencoba untuk mandiri menghidupi dirinya atau untuk uang jajannya sendiri.

Dan sebagian pegawai malamnya itu kenalannya dan kenyataan bahwa mereka juga adalah sepupu Kris, semuanya.

"hey"

Tao berjengit kaget ketika seseorang menepuk bahunya sambil mencuri ciuman dipipinya "melamun eh?"

"gege? Kapan datang?" tanya Tao linglung. Kris mencubit pelan pipi Tao

"kau tidak dengar ya, tadi ada tiga wanita ribut yang datang bersamaku, dan membuat berisik seisi kedai."

"hah?"

Kris mencubit pipi Tao lagi "lihat kebawah"

Tao melihat Baekhyun Kyungsoo dan Luhan melambai ceria kearah mereka, lalu melihat tiga lelaki mendekati mereka dan membuat gestur bahwa mereka pamit untuk keluar kearah Tao. gadis itu tersenyum lebar dan melambai heboh pada ke enam orang di bawah sana.

"Hati-hati ya!" ucapnya ceria.

Sesudah mereka keluar dari pintu kedai, Tao menoleh kearah Kris "ge.. aku belum membeli gaun untuk pesta"

"kita beli besok, oke?"

"Oke!"

.

.


~o(`CB. JK. SL`)o~


.

Mereka memutuskan untuk ngobrol bersama. di sebuah taman yang masih ramai oleh orang, mereka duduk di dua bangku panjang yang tersedia.

Sehun, Luhan dan Baekhyun duduk di bangku sebelah kanan lalu Kyungsoo, Jongin dan Chanyeol duduk di bangku yang satunya lagi. Baekhyun menolak untuk duduk di dekat Chanyeol, karena takut anak itu akan menangis lagi kalau dekat dengannya.—alibi, padahal dia malu dekat dengan Chanyeol karena chat-annya tadi siang.

"ehem, jadi begini..." Luhan berbicara, hening sejenak. Melihat semua atensi terarah kepadanya, Luhan melanjutkan "pesta besok dimulai jam delapan malam, apakah kalian (ChanKaiHun) tidak keberatan pesta semalam itu?"

Sebenarnya yang paling ditakutkan Luhan adalah Sehun, ia takut Sehun kekurangan tidur dan menyebabkan pertumbuhannya terganggu.

Sehun mengusap lengan Luhan lembut "jangan khawatir noona~ kami tidak apa-apa, lagi pula kami bekerja sampai jam 11 di kedai. Itu sudah biasa, iya kan?" Chanyeol dan Jongin mengangguk setuju.

Baekhyun meringis ketika melihat Sehun dan Jongin begitu perhatian pada Luhan dan Kyungsoo. Dia juga mauu.

Melirik kearah Chanyeol, anak itu sedang menatapnya. Baekhyun memberi kode dengan mata dan kepalanya pada Chanyeol untuk duduk disampingnya, dan langsung di respon dengan cepat oleh Chanyeol yang langsung pindah berjongkok di sebelahnya "anak pintar" katanya, dibalas senyuman lebar Chanyeol.

"kalian tahu tempatnya, kan? pegawai akan berangkat terlebih dahulu, kalian bisa menyusul. Arraseo?" sahut Kyungsoo

Mereka mengangguk patuh. Karena masih setengah sembilan, mereka memutuskan untuk JJS (jalan-jalan malam) sebentar sebelum pulang. Memisahkan diri dengan brondong masing-masing.

'Indahnya malam ini'—batin mereka.

.

.


~o(`YtU`)o~


"girls come on, lihat ini sudah jam tujuh!"

Kyungsoo sudah rapih, dengan dress berwarna merah muda kalem dan rambutnya yang dibuat kepang menyamping, menunggu Baekhyun dan Luhan yang masih kerepotan dengan barang mereka.

"ini punyaku Lu! Yang kau itu pink ngejreng!"

"lalu dimana high heels ku?! Jelas-jelas itu punyakuuu!"

"punyaku!"

"punyaku Byunn!"

"girls, sepatunya—" Kyungsoo bersusah payah melerai mereka

"Yakk Xi Luhan jangan sampai aku mengacak dandanan mu!"

"aku juga akan mengacak dandananmu"

"hey—"

"aishh jam tanganku mana?"—Baekhyun

"antingku! Mana antingkuuu!?"—Luhan

"itu dis—"

"mana jam tangakuu?! Hey Xi Luhannn kau menggunakan jam ku!"

"what?! This is mine!"

"jam mu disana Baek—"

"Xi Luhaaaannn aku acak-acak kauuu!"

"hiyahhhh!"

"hey! hey! jangan—"

"kembalikan atau ku acak-acak?!"

"ini punyaku hey ratu agung Byun!"

"kembalikan!"

"tidaaakk!"

"kembalikan ku bilang rusa cina!"

"ti-dak-ma-u!"

"kembalikaaannnn!"

"nooooo!"

"STOP IT! STOP WITH THIS FUCKING SITUATION GIRLS!"

Baekhyun dan Luhan sontak diam, melihat kearah Kyungsoo yang wajahnya sudah semerah tomat. "sudah bisa menjadi anak baik?" kedua wanita itu mengangguk cepat

"Xi Luhan, antingmu berada tepat di depanmu" Kyungsoo beralih pada Baekhyun

"Byun Baekhyun, jam tanganmu di meja nakas yang satunya lagi. DAN CEPAT KEMBALIKAN HEELSNYA ITU PUNYA LUHAN!"

Baekhyun segera berjengit membuka heels Luhan sedangkan Luhan dengan cengirannya menemukan antingnya, lalu memukul pelan lengan Baekhyun yang memakai heels-nya.

"sudah siap? Ayo pergi!"

.

.

.

.

Suasana pesta sangat ramai, Kris sengaja menyewa gedung hotel bintang lima yang mewah. Dekorasinya semua di dominasi berwarna merah muda.

Tiga wanita itu melihat Kris dan Tao yang sangat serasi, bahkan Tao sangat cantik dengan dress selutunya yang lucu. Mereka sedang diam sambil menyesap minuman dan mengobrol melihat tamu yang lainnya datang.

Kyungsoo juga mengajak Soojung datang—(yang pastinya bukan sebagai pasangan pria-nya)—bersama dengan pacarnya, Minhyuk. Dia mengomentari penampilan Soojung yang sedikit terbuka, padahal dirinya sama terbukanya dengan adiknya itu.

Mereka sebenarnya sedang menunggu pangeran datang. Pangeran-ehem-brondong mereka yang belum datang padahal pesta sudah dimulai sejak lima belas menit yang lalu.

Bagaikan ada angin yang berhembus kencang kearah mereka supaya menoleh kearah pintu yang terbuka lebar, mulut mereka terbuka tak percaya.

Disana—di pintu masuk. Satu orang pria masuk dengan cool-nya, semua tamu manatapnya memuja dan kagum. Pria itu berjalan kearah mereka, tepatnya kearah Baekhyun. Baekhyun menampar pipinya berkali-kali bahwa ini bukanlah mimpi.

benarkah itu Chanyeol?

... Chanyeol, bocah yang kemarin menangis di hadapanku?! Chanyeol yang setahuku mempunyai senyuman dan tingkah idiot?!

... DAN DIA SEKARANG BERJALAN KEARAHKU DENGAN SENYUMAN MENAWAN DAN TINGKAH YANG COOL?!

IS THIS FOR REALLL?!

Baekhyun terharu, Chanyeol sudah berada di hadapannya memegang satu tangannya dan mencium lengan itu lembut.

"aku datang"

"..."

"aku akan menjadi pria untukmu malam ini noona" Baekhyun blushing

Kyungsoo dan Luhan tanpa sadar menahan nafas mereka melihat Chanyeol yang sangat tampan luar biasa lalu terpaan kemesraan Chanyeol dan Baekhyun yang berada tepat di hadapan mereka.

Baekhyun dan Chanyeol sudah memisahkan diri, Luhan melirik Kyungsoo "sekarang siapa?"

Belum sampai lima detik Luhan berucap, mereka berdua di buat menahan nafas untuk kedua kalinya melihat satu lagi tamu pria yang datang. Tak beda jauh dengan Chanyeol, pria itu juga menjadi pusat perhatian.

"Itu Jonginku Lu, Jongin kuuuu"

Jongin datang dengan gagah dan sopan, membungkuk kepada setiap orang yang dilewatinya sambil tersenyum manis-coret-Tampan!. Senyum kesukaan Kyungsoo.

Jongin datang kerah Kyungsoo dan Luhan, membungkuk sopan dan mengulurkan tangannya kearah Kyungsoo "hai nona cantik, pria mu sudah datang"

Kyungsoo menyambut uluran tangan Jongin dengan suka cita, lalu melambai kearah Luhan yang ditinggalnya.

Luhan mendengus, sekarang tinggal dirinya. Ia mulai berfikir, bagaiman penampilan Sehun nanti? Apakah dia akan setampan, segagah dan sesopan Chanyeol dan Jongin?

Serangan jantung untuk Luhan. Melihat Sehun bocah kesayangannya disana berjalan cool, gagah, tampan, senyuman menawan. HE'S PERFECT!

Luhan masih diam ketika Sehun sudah berada tepat di hadapannya "Hannie.. maaf membuatmu menunggu"

cup

"Aku datang"

"OHH PRIA IDAMANKUUUU"

.

.

.

.

.

Semua tamu sedang berdansa, tak terkecuali tiga pasangan yang sedang di mabuk asmara itu. Mereka asik mengalungkan tangannya ke pundak pria masing-masing sambil menikmati lagu dansanya yang mengalun lembut.

Baekhyun tidak menyesal membawa Chanyeol ke pesta ini, semua catatan yang di buatnya tadi tentang Chanyeol sudah membusuk di memorinya. Sekarang hanya ada Chanyeol si bocah yang bertransformasi menjadi pria-luar-biasa-tampannya.

"you'r so damn perfect, Chanyeol"

"you too :)"

.

Kyungsoo dan Jongin saling tatap-tatapan. Tidak ada lagi kata malu untuk Kyungsoo sekarang, Jongin adalah definisi pria sempurna untuknya. Sopan, ramah dan yang paling penting, dia sangat membuat Kyungsoo nyaman di sampingnya. Dia tersenyum sebelum membawa kepalanya ke dada bidang Jongin.

.

Luhan dan Sehun tidak ikut berdansa, mereka berdiri di luar gedung ditemani oleh cahaya bulan dan bintang yang bertebaran menyaksikan mereka yang sedang berpagutan mesra.

Ya.. mereka sedang berciuman.

Sehun sudah mencuri start lebih awal dari kedua sahabatnya. hohohohoo

.

.

.

.

Pesta sudah selesai, ketiga pria itu membawa tiga wanitanya keluar masing-masing. mereka membawa mobil sendiri-sendiri—ingat mereka sangat kaya?

Dan rencana mereka akan berjalan sekarang. Sambil menggandeng wanita masing-masing masuk kedalam mobil, mereka bertatapan dan bergumam sebelum masuk.

"it's show time guys"

Mau tahu rencana mereka?

.. hey! jangan berpikiran mesum terlebih dahulu

.

.

.

Mereka berencana untuk..

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Menyatakan cinta pada sang pujaan hati malam ini.


.

.

.

.

TBC?

..

Hampir 5k gais..

Puaskah?

Tadinya mau update pas hari valentine tapi yah.. ada gangguan teknis hehehe

Makasih banget yang udah nyempetin baca apalagi yang review MAKASIH BANYAK BANYAK BANGET!

Bener-bener gak bisa bales satu-satu, soalnya ngejar target buat publish cepet di tengah kesibukan *cieilah

dan semoga setelah ini masih bisa lanjut tapi gak tau kapan, semoga masih pada mau nunggu(lagi). kayaknya gak ada...

Yah.. segini dulu semoga gak tambah garing kerenyes gitu :(. Do'ain juga ya rencananya mau masuk PTN (Universitas *piip*huahuahua) dan semoga keterima. AAMIIN!

BIG THANKS TO:

arvita kim :: KaiSooLovers :: MrsDoubleV :: chocohazelnut07 :: Cheotsarang :: HeeKyuMin91 :: beng beng max :: lee kaisoo :: younlaycious88 :: Lada SooJung :: 9394loves :: lalat pucing :: lulu-shi :: EXOST Panda :: dianahyorie1 :: indaaaaaahhh :: luhannieka :: nyohssehun :: Athena Park :: kyle :: p :: Yeolsoo :: YungieSMY :: Resha910 :: QiKi :: Namehunhan :: Yumnada1 :: Lovesoo :: Nur991fah :: Claraeka :: Hunhan Selu :: Karwurmonica :: t . a ::

..

So, review?

18 – 02 - 2015