Fiore Half-Blood Camp

.

.

.

Fa Ai Lin

.

.

Fairy Tail © Hiro Mashima

Inspired by Rick Riordan

.

.

.

Chapter 2 : Hosnino Yozora

Manik hazel itu menyusuri tiap inci perkemahan dengan berbinar-binar. Lucy kini tengah berdiri dipuncak bukit dekat gapura dan sebuah pohon raksasa berdaun emas yang diketahui sebagai 'three of lives' yang merupakan segel atau dapat dikatakan sebagai pelindung perkemahan. Natsu bercerita pada Lucy mengenai pohon itu saat di perjalanan, Natsu bilang pohon itu sudah ada sebelum camp didirikan, dulu sekali para dewa menyembunyikan anak-anak demigod mereka di balik three of lives untuk melindungi mereka dari para monster karena saat itu para dewa olympia tengah berperang melawan para Titan. Pada masa itu para dewa berpikir bahwa para demigod lemah tapi setelah Hercules muncul serta Perseus, Theseus, dan demigod lainnya pandangan mereka berubah.

"Kau lihat bangunan-bangunan disana? Itu adalah kabin-kabin kita para demigod dan yang beratap emas itu akan menjadi rumahmu." Jelas Sting menunjuk ke puluhan bangunan dengan atap-atap berwarna warni yang dari atas sini tampak membentuk seperti sebuah lingkaran. Bangunan-bangunan yang membentuk lingkaran itu berada di tengah perkemahan.

"Rumahku?" tanya Lucy dengan memiringkan kepalannya.

"Yep! Yang beratap emas itu kabin Apollo!" jawab Lector dengan antusias membuat Lucy tersenyum manis dan lagi-lagi membuat kedua dragon slayer dan seorang stripper ber-blushing ria (?)

'Tch, si bodoh Stinky mencoba mencuri start rupanya.' Geram Gray dalam hati.

"Lalu bangunan apa itu yang ada di tengahnya?" tanya Lucy menunjuk ke sebuah bangunan yang berada di tengah- tengah kabin. 'ini kesemptanku' batin Gray.

"Itu pavilium tempat kita biasa makan." Jelas Natsu yang membuat Gray lagi-lagi geram.

"Aye! Sakana (ikan) da yoo~."

"Happy kita tidak selalu makan ikan!" protes Charla yang tengah berada dalam pelukan Wendy.

"Dan yang asam-asam.." Guman Wendy yang entah mengapa langsung merinding ketika membayangkan sesuatu.

'Tch Flame head sialan'

"lalu yang disana?" tanya Lucy lagi pada enam buah bangunan yang membentuk huruf U.

"Oh itu guild tempat kita menerima misi dan rumah besar tempat para master tentunya, dan yang disanan itu Amphiteater, sisanya seperti yang dapat kau lihat kebun strawbery, teh, dan lainya juga ada hutan tempat kita bermain perang bendera. Oh! Kau lihat bangunan-bangunan yang disana itu, yang berada di bawah tebing, itu adalah tempat favoritku!" Ungkap Erza sekaligus menjelaskan semua tempat sama sekali tidak memberikan Gray kesempatan.

"Tempat favoritmu? Memangnya tempat apa itu?"

"Oh itu tempat yang menakjubkan Lucy, disana ada gudang senjata, tempat berlatih pedang, panah, sihir, seni, tempat kita berlatih!" jawab gadis berambut scarlet itu dengan antusias. Dan Lucy bingung bagaimana sebuah gudang senjata bisa menjadi tempat favorit.

"Wah! Sugoiii! Tempat ini menakjubkan! Loke, Virgo ayo kita berkeliling! Kalian juga, kalian janji untuk menemaniku berkeliling kan?!" Pinta Lucy dengan antusias dan team Apollo menyanggupinya dengan seruan.

"AYE!"

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Setelah puas berkeliling dan menyimpan barang-barangnya dikamarnya, Lucy dan yang lainya menuju Pavilium untuk makan malam.

"Lihat-lihat apa yang kutemukan disini, Seorang putri manja dan para pecundang?" cemoh seorang gadis yang sepertinya seusia dengan Lucy, hanya saja karena make up yang tebal membuat gadis bercepol dua itu terlihat lebih tua dari usianya yang sebenarnya.

"Siapa yang kau maksud pecundang huh?!" protes Natsu, Gray, dan Sting tidak terima.

"Minerva! Apa yang kau inginkan, huh?" tanya Erza dengan penekanan di setiap katanya serta dengan nada yang membuat beberapa orang yang ada di sekitarnya dan juga para penonton berjengit ngeri.

"Hanya menyapa anggota baru seperti biasa, Saudariku." Jawab gadis bernama Minerva itu dengan seringai menghiasi wajahnya.

dua pengikut dari tiga pengikut Minerva itu ikut menyeringai mendukungnya. Sementara seorang gadis berambut putih pendek yang juga pengikut Minerva tampak tidak senang dengan menundukan kepalanya.

"Kalian tahu kita tidak membutuhkan gadis lemah sepertinya, benarkan Cosmos?" Ucap salah satu pengikut Minerva yang memiliki rambut pink.

"kau benar Ikaruga, Fiore half-blood camp bukan tempat untuk putri jalang!" jawab gadis berambut pink pucat yang dipanggil dengan nama Cosmos yang juga merupakan pengikut Minerva.

"Cosmos-Sama, Ikaruga-Sama, Minerva-sama kumohom berhentilan, Lucy-sama tidak salah apa-apa..." Ujar si gadis berambut putih dengan suara yang sedikit bergertar.

"Eh? Kau mau membantahku Yukino?!" tanya Minerva dan Yukino hanya bisa menggeleng lemah, Lucy yang menyaksikan hal itu mengernyit tidak suka.

"Woah! Aku baru tahu kalau di perkemahan juga ada Jalang! Dan kau nenek sihir, apa kau baru saja mengatai orang-orang yang dipilih ayahku pecundang? What a nonsense, memangnya seberapa kuat dirimu, huh, Jalang?" Balas Lucy dengan seringaiannya, yang mana membuat semua Tim apollo, dan para penonton shock dengan ucapan sang putri Apollo. Sementara Minerva? Jalang itu seperti baru saja ditampar dengan kaaos kaki bau milik Toby.

"Kau gadis manja, siapa yang kau maksud nenek sihir, huh? minta dihajar rupanya!" geram Minerva tidak terima membuat Lucy semakin menyeringai.

"Hoo? Kau mau bertarung? Hmm baiklah, tapi ada satu syarat, jika aku menang gadis beramput putih disana jadi milikku, bagaimana?" Tanggap Lucy sembari mengacungkan dua kunci emas ke arah Minerva, sementara Minerva mulai menyiagakan dirinya.

"Yukino? Hmmph baiklah! Aku bisa mencari gadis pintar yang lain. Dan lagi pula kau tak akan pernah bisa mengalahkanku." Balas Minerva dengan nada angkuh dan sifat aristokatnya.

"Lucy?! apa kau yakin?!" tanya Erza khawatir, Lucy hanya tersenyum dan meminta Tim Apollo untuk mundur sama halnya dengan Minerva yang dengan kasarnya mengusir antek-anteknya.

"Loke, Virgo kembalilah!" seru Lucy membuat kunci ditangannya bersinar dan seketika itu juga Loke dan Virgo menghilang dari samping kanan kiri Lucy.

baik para penonton, maupun Minerva terlihat bingung untuk beberapa saat tidak mengerti dengan apa yang baru saja terjadi.

"Apa yang..." guman Minerva bingung.

"Lu-Lucy kau seorang celestial mage?!" seru Sting membuat beberapa anak Apollo yang lain mulai berbisik satu sama lain, beberapa bahkan terlihat tengah membekap mulutnya tak percaya.

"Celes? Sales? Seles? Apa sih?! Kau ngomong apa sih, Sting?!" tanya Natsu dengan wajah bingung, dan tampaknya bukan hanya Natsu yang bingung namun hampir semua demigod bingung kecuali anak-anak Apollo tentunya.

"Celestial Mage, merupakan berkah Apollo tertinggi. Kekuatan dari 88 konstelasi bintang." Jelas Sting masih shock.

"Mungkinkah...kau..." Guman Minerva yang tampaknya mulai mengerti dengan maksud Sting.

"Ah, kau benar aku yang mereka sebut dengan 'Hoshino Yozora', atau begitulah orang-orang biasa memanggilku. Bagaimana? Masih ingin melanjutkan pertarungan?" Jelas Lucy dengan seringainya yang lagi-lagi membuat para demigod terkejut.

Siapapun kenal dengan nama itu walau hanya mendengar sekilas atau hanya kabar angin. Hoshino Yozora yang artinya langit berbintang di malam yang indah, konon kata mereka yang pernah berhadapan langsung dengan Hoshino Yozora, mereka akan melihat dan merasakan 88 konstelasi bintang menghujani mereka.

"Sebelum aku masuk camp, aku adalah seorang petualang, aku berperualang mencari Celestial Key. Dan ketika aku mengalahkan beberapa penyihir hitam atau bandit mereka memberikan julukan itu, Hoshino Yozora. Nah, Minerva bagaimana masih mau bertarung?" Tanya Lucy lagi dengan seringai terpatri diwajah cantiknya membuat Minerva menggeram.

"Persetan mau kau Hoshino Yozora atau Celestial apalah itu, aku tetap akan mengalahkanmu saat ini juga!" Pekik Minerva dengan keras kepala.

"itu baru namanya semangat! Dan aku suka itu, sangat manis~ dan dari namamu yang artinnya Athena dalam bahasa romawi, kutebak kau salah satu saudari Erza, Putri Athena? well biar adil, aku tidak akan menggunakan roh ku, aku akan menggunakan kaki dan tanganku sama sepertimu. nah kemarilah putri Athena!" Tantang Lucy sambil menyimpan kunci-kuncinya.

(A/N : Minerva adalah nama romawi dari Athena)

Lucy kemudian mengambil sebuah cambuk, gadis itu memukul tanah dibawahnya dengan keras menggunakan cambuknya, membuat cambuk itu mengeluarkan cahaya kuning bercampur biru.

"Perkenalkan, Fleuve des Etoiles, sungai dari para bintang yang akan mencambukmu dengan keras!" Seru Lucy lagi-lagi dengan seringainya membuat beberapa pemuda yang ada disana berblushing ria.

"Tch bukan kau saja yang mendapat berkah dari orangtuamu!" balas Minerva dan segera saja kedua tangannya diselimuti oleh sebuah energi berwarna hitam.

Dengan gerakan cepat Minerva melemparkan dua buah pisau kepada Lucy yang dengan mudahnya ditangkis Lucy menggunakan cambuknya, namun ketika Lucy hendak membalas dengan cambuk, Minerva sudah menghilang dari tempat gadis itu berdiri sebelumnya. Segera saja Lucy menyadari bahwa dua buah pisau tadi hanyalah pengalih perhatian, namun terlambat Minerva kini berdiri tepat dibelakangnya menempelkan ujung pisau di leher jenjang Lucy.

"Kau pikir kau dapat mengalahkanku, huh, sampah?! Kau bahkan tidak bisa menyaingi kecepatanku!" Bisik Minerva dengan percaya diri ditelinga sang Celestial Mage, Namun Lucy hanya tersenyum dan lagi-lagi memamerkan seringainya.

"Akh!" pekik Minerva ketika tubuh Lucy memancarkan cahaya yang amat menyilaukan membuat saudari Erza itu refleks memejamkan matanya.

dan ketika sang putri dari dewi kebijaksanaan (Athena) membuka matanya, gadis itu membelalakan matanya ketika tiba-tiba saja segala sesuatunya berubah 180 derajat. Lucy, gadis kesayangan Apollo itu kini tengah berdiri di belakangnya dengan Fleuve des Etoiles miliknya berjarak hanya setengah centi dari leher Minerva, siap menjerat leher jenjang putri Athena itu kapan saja.

"Kau mungkin bisa ber-Apparate dengan cepat, tapi sayang itu tidak lebih cepat dari kecepatan cahaya." Bisik Lucy membuat Minerva geram.

"Kali ini kau kulepaskan Minerva, tapi untuk lain hari aku mungkin akan benar-benar menghabisimu. Dan seperti perjanjian kita, serahkan gadis itu padaku dan kau berserta dua gadis beramput pink disana minta maaflah pada tim ayahku." Tegas Lucy yang langsung dituruti gadis jalang itu dengan kesal, jelas sekali bahwa gadis bercepol dua itu harga dirinya terluka.

Sementara itu Lucy menghampiri Yukino yang terkejut melihat sang Celestial mage, manik hazelnya memancarkan rasa takut seolah Lucy hendak menggigitnya.

"Lu-Lucy-sama ap-apa yang kau i-inginkan?" tanya Yukino dengan suara bergetar menahan tangis, gadis itu berpikir mungkin Lucy ingin menjadikannya budak juga seperti yang dilakukan Minerva kepadanya.

"Hmm aku ingin kau mulai saat ini... menjadi..." Lucy menggantung kalimatnya membuat tim Apollo dan para penonton menatapnya bertanya-tanya apa yang diinginkan gadis itu, sementara Minerva dan antek-anteknya menyeringai menduga bahwa Lucy akan menjadikan Yukino sebagai budaknya seperti yang Minerva lakukan.

"Teman! Aku ingin kau menjadi temanku!" seru Lucy dengan cengerinnya membuat tim Apollo ikut tersenyum dan memamerkan cengiran mereka, sementara Minerva menatap jijik dan terus menerus mengatai Lucy lemah, sampah, dan sebagainya.

"Eh?!" Hanya itu yang keluar dari mulut gadis berambut silver itu sementara gadis itu sendiri bingung dan senang disaat bersamaan dengan perkataan Lucy, air mata haru pun mulai mengenang di pelupuknya.

"Namaku Lucy Heartfilia putri Apollo sang dewa Matahari,cahaya,musik, dan penyembuhan! Yoroshiku!"

"Yu-Yukino Aguira putri Aphrodite dewi Cinta."

"Souka senang bisa berteman denganmu Yukino-chan!"

"Ha'i Lucy-sama!"

.

.

.

TBC

Tsudzuku daa yoo~

Alin : Well maaf pendek dan belum ada gregetnya. Dan maaf juga Alin ga sempet update 'The moon' karena Alin nunggu sesuatu wkwkwk, karena ff the moon itu rumit dan banyak kepingan puzzle yang belum ketemu haha. Well waktunya bales Review!

Lucy : oke, dari Ama Wataru katanya "Hai :D ! Aku ripiu secara singkat saja ya? Aku SUKAAAAA ceritanya! Harus lanjut! Dan kuharap Gray dengan Juvia! Well, karna Lucy itu punya Natsu #plakk Cepet apdet ya! Akan Ama tunggu! Bye :) ... Ps: Nalu! Gruvia! Nalu! Gruvia!"

Alin : Hai juga wataru-san! Wahh makasih, pasti! Oke satu suara untuk Gruvia satu untu Nalu! Makasih ya dah review.

Dan untuk vote :

Nalu : 1

Rolu : 1

Sticy : 1

Lalu : 0

Gruvia : 1

Oh btw Alin bikin versi Englishnya, buat yang tertarik boleh baca.

Oke semuanya jangan Lupa review, fav, and follownya.

Sting : and please jangan flame, karena itu artinya kau sama dengan si flame head!

Dahh semuanya :D