THE ROLLING DICE
Cast,warning dan disclaimer sudah ada pada chapter sebelumnya
Happy reading,
Don't forget to review ^^
….
"Jadi setelah berbicara dengan pemilik toko bunganya,aku akan memesan mawar putih diselingi baby breath . Bagaimana?..Yak Wu Yifan…FanFan? ",Junmyeon berkata sedikit mengguncangkan lengan namja blonde disampingnya yang masih terpaku mengaduk kopi di hadapannya
"Ah…maafkan aku. Apa yang kau katakan tadi?",namja tersebut tersentak kaget
"Apa kau baik-baik saja? Sepanjang hari ini kau kelihatan melamun. Memangnya apa yang kau lamunkan?"
"Maafkan aku. Aku hanya sedikit lapar saja"
"Kita baru saja makan,Fan"
"Ah, tetapi sepertinya aku lapar lagi. Big boy had a big stomach..so jangan khawatir. Ah apa yang kau bicarakan tadi?",Yifan mencoba menenangkan namja mungil disampingnya yang kelihatan sedikit cemas
"Aku bilang aku akan memesan mawar putih diselingi dengan baby breath. Kedua bunga tersebut melambangkan kesucian dan kekuatan dari cinta sejati. Bagaimana pendapatmu?"
"Ah…bagaimana bila krisan kuning saja?"
"Yah,apa kau pikir ini acara pemakaman?"
"Ah,jjinja? Aku tidak tahu kalau itu bunga kedukaan haha"
"Ya Tuhan, aku tidak percaya kalau adalah anak pemilik salah satu majalah fashion terbesar di Asia. Kau bahkan tidak punya taste dalam hal apapun"
"But I'm taste good. Aku tahu kau menyukai 'taste' ku,babe",Yifan berkata dengan diselingi kedipan matanya ke arah Junmyeon
"Demi Tuhan…."
"Ah tentang bunga …Aku rasa mawar sudah terlalu mainstream. Bagaimana dengan melati? Warna dan bentuknya indah, dan juga sangat harum"
"Pabbo, itu melambangkan pertemanan sejati. Bagaimana bisa kau memakai bunga lambang persahabatan saat pernikahan?"
"Bukankah nanti kau akan menjadi teman hidupku?"
"Kau benar-benar cheesy Wu Yifan. Jeongmal. Nah sekarang beralih ke warna tuxedo saat pemberkatan. Aku rasa tuxedo putih akan sesuai dengan konsep pernikahan kita yang didominasi warna putih. Begitu pure,simple,and beautiful"
"Kau pasti akan terlihat cantik dengan gaun putih menyusuri altar",Yifan berkata tiba-tiba sambil meminum kopi dari cangkir tersebut
" Aku tidak akan crossdressing,idiot"
"Waeyo? Kau kelihatan cantik saat memakai gaun Elsa saat pertunjukkan drama Frozen saat kita masih di universitas. Do you want build a snowman?",Yifan berkata sedikit menirukan suara Olaf dari animasi tersebut
"Nikahi saja wanita kalau begitu",Junmyeon berkata sedikit kesal
"Aigo, kalau cemberut seperti ini kau bahkan lebih manis dari wanita"
"Enyahlah. Avada kedavra",ujar Junmyeon kepada namja dihadapannya
"Junmyeon hyung?"
Terdengar suara dari arah belakang kursi. Junmyeon kemudian berbalik dan sedikit terkejut melihat sosok yang baru saja memanggilnya.
"OMO…Do Kyungsoo…"
"Ah ternyata benar ini dirimu,hyung. Annyeong,"sapa namja dengan sweater berwarna gelap
"Astaga, sudah lama sekali kita tidak bertemu. Kapan kau tiba? Yah, kenapa kau tidak meneleponku?Aku bisa saja menjemputmu"
" Aku baru saja tiba hari ini,hyung. "
"Ah, kau tidak tahu kalau aku begitu merindukanmu. Yah, kenapa kau tidak pernah meneleponku atau mengirimiku pesan? Apa kau sudah melupakanku dan asyik berpesta bersama pria-pria Inggris?"
"Tentu saja tidak,hyung. Aku hanya terlalu fokus pada kuliahku",ucap namja tersebut
"Ahem",terdengar suara batukan dari Yifan
"Yifan,ini Do Kyungsoo. Dia hoobae sekaligus teman baikku semasa sekolah menengah. Kyungsoo,ini Wu Yifan. Dia tunanganku",ucap Junmyeon kepada kedua namja tersebut yang langsung berjabat tangan
"Kau kelihatan lebih tampan aslinya",ucap Kyungsoo yang masih menjabat tangan namja tinggi didepannya
'Hmm?"
"Aku melihat berita kalian di televisi beberapa hari yang lalu. Wah, hyung kau benar-benar pandai memilih suami. Kalian berdua kelihatan begitu serasi",Kyungsoo berkata sambil mengangkat ibu jarinya ke arah
"Akulah yang beruntung mendapat pasangan sesempurna dan semanis Junmyeon. Right,darling?",Yifan berkata sambil mencium pipi putih milik Junmyeon
"Jangan menciumku di depan umum,bodoh. Maafkan kami,Kyungsoo. Tuan tampan disampingku ini terkadang kelakuan seperti bocah saat puber..Ouch".Junmyeon berkata sedikit meringis ketika dahinya dipukul namja blonde disampingnya
"Kalian benar-benar pasangan yang cute sekali. Ah sepertinya aku harus pergi sekarang. Temanku pasti sudah menunggu"
"Temanmu?"
"Dia sedang berada di mobil. Ah, sangat menyenangkan bertemu dirimu lagi,hyung"
"Kita harus bertemu lagi. Berapa lama kau akan berada di Seoul?"
"Mungkin untuk beberapa bulan ke depan"
"Bagaimana kalau kita bertemu ? Kebetulan aku ingin konsultasi denganmu tentang pernikahanku. Mungkin kau bisa sedikit membantuku dengan hal yang menyangkut pakaian"
"Ah tentu saja. Aku akan senang membantu. Nomorku masih yang lama,hyung. Jadi jangan segan-segan menghubungiku,hyung. Aku pasti akan datang paling awal kalau kau membutuhkan bantuanku "
"Ah terima kasih",ucap Junmyeon
Kyungsoo kemudian mohon diri sebelum akhirnya keluar dari pintu restauran tersebut. Dipakai kembali kacamata hitamnya sebelum akhirnya memasuki kembali mobil hitam yang diparkir di depan restauran tersebut.
"Ini pesananmu",ucapnya sambil memberikan plastik putih tersebut kepada namja disampingnya
"Yatta, bulgogi burger"
"Wu Yifan yang dingin?Tanpa ekspresi? Bunuh aku tapi yang kulihat sekarang adalah Wu Yifan yang begitu...erm bagaimana mengatakannya um….romantis dan begitu gentle",ucap Kyungsoo kepada namja disampingnya
"Dia sudah benar-benar berubah..Cih memuakkan. Ah bagaimana pertemuanmu dengan Junmyeon?"
"Well, seperti yang kau perkirakan,kami berjanji akan bertemu lagi dan sepertinya dalam waktu dekat karena Junmyeon hyung akan sedikit akan meminta bantuanku dalam pernikahannya.",ucap Kyungsoo sambil menjalankan mobil tersebut
"Great. Ini berjalan sesuai dengan rencana"
"Kau tidak akan memberiku ciuman terima kasih,Xing?",ucap Kyungsoo
"Aku akan membiarkan dirimu di 'atas' malam ini"
"Cukup adil"
Beep..beep
"Cepat juga",Yixing berkata setengah tersenyum
"Ada apa?"
"Aku menyuruh Jongin mencari semua informasi tentang Kim Junmyeon."
"Bukankah kau ingin balas dendam dengan kakakmu? Mengapa kau mencari info tentang Kim Junmyeon? Seharusnya kau mencari info tentang kakakmu atau apa saja kesalahan kakakmu. Bukannya itu lebih mudah untuk menghancurkan kakakmu?"
"Heol,polos sekali rubah kesayanganku ini. Akan lebih menyakitkan jika kita menggunakan orang yang dicintai untuk menghancurkan seseorang . Bukankah dalam drama di televisi seperti itu?",Yixing berkata dengan tenang
"Daebak. Kau mungkin satu-satunya orang yang merencanakan membunuh orang tetapi dengan wajah yang begitu damai dan tenang"
"Benarkah? Haha",Yixing berkata sambil tertawa
…..
Later that night
"Woah,Yifan hyung,wajahmu kusut sekali",ucap seorang namja tinggi kepada seorang namja blonde yang baru saja duduk di kursi bar tersebut.
"Berikan aku yang sedikit keras,Yeol. Junmyeon membuatku gila seharian penuh. Fitting jas, berbicara mengenai bunga bahkan dekorasi ruangan. Dia bahkan lebih parah dari seorang yeoja. Aku tidak tahu kalau mengurus pernikahan akan sesulit ini",Yifan berkata
"Bukankah kalian bisa menyewa EO untuk mengatur pernikahan kalian?"
"Junmyeon mengambil alih semuanya. Kau tahu betapa keras kepala dirinya"
"Ah….tipikal uke. Ayo semangatlah,hyung. Kau begitu beruntung sudah menemukan cinta sejatimu. Aku saja masih memperjuangkannya" ,ucap Chanyeol sambil memberikan segelas minuman ke namja blonde didepannya
"Dengan namja pemilik kafe yang sering memakai eyeliner tersebut?"
"Yeah, tapi aku selalu saja ditolak. Heol, dia bahkan jauh lebih dingin darimu saat Lu…Aish..mianhae..aku keceplosan",Chanyeol langsung menutup mulut dengan tangannya saat melihat perubahan ekspresi dari namja blonde disampingnya tersebut
"Yixing kembali ke Seoul hari ini",ucap Yifan setelah meneguk habis likuid putih dihadapannya tersebut
"Benarkah?",Chanyeol bertanya. Ada sedikit nada terkejut yang keluar dari perkataannya
"Dia menemuiku di kantor. Wajahnya masih terlihat seperti dulu. Begitu tenang dan begitu teduh. Aku rasa dia tidak menua sama sekali. Dia juga bertemu Junmyeon"
"Dia tidak mengatakan apa-apa kepadamu,hyung?"
"Anak itu masih membenciku. Dan dia meracau tentang ingin merebut Junmyeon dan ingin menghancurkanku."
"Ini sudah hampir 7 tahun tetapi kenapa dia tidak dapat melupakan kejadian itu? Apa dia ingin terus-terusan terjebak dengan masa lalu?"
"Entahlah Yeol…Tapi, aku takut,Yeol. Jujur saja. Bagaimana jika dia serius dengan semua yang dia ucapkan? Aku tidak takut jika dia ingin menghancurkanku. Hell, Aku pantas mendapatkanya atas dosa besar yang kubuat . Bagaimana dengan Junmyeon?Kenapa dia ingin membawa Junmyeon dalam masalah ini?Aku….",perkataan Yifan terpotong ketika Chanyeol menepuk pundaknya
"Hyung…Kejadian tujuh tahun lalu bukanlah kesalahanmu. Semua orang juga tahu itu kecelakaan yang tidak disengaja .Untuk masalah Junmyeon…apa kau sudah memperingatkannya? "
"Ya. Tetapi,kau tahu Junmyeon dengan sikap happy-go-lucky-nya. Aku takut,Yeol. Yixing begitu manipulatif. Aku takut ada apa-apa dengan Junmyeon"
"Pasti ada jalannya hyung..pasti ini ada penyelesaiannya",ucap Chanyeol kepada namja didepannya
…..
Suasana dalam ruangan itu tidak begitu ramai. Hanya ada beberapa orang yang masih sibuk memasukkan bola berwarna warni itu di atas meja billiard tersebut. Terlihat namja berkulit tan dengan jaket kulit berwarna coklat memasuki ruangan tersebut. Wajahnya menampilkan senyuman ketika melihat seorang namja familiar yang sedang menyodok bola tersebut.
"Sudah hampir lima tahun kita tidak pernah bertemu tetapi kau benar-benar tidak berubah. Mengajakku ke tempat kekanak-kanakkan ini,Zhang Yixing ",ujarnya
"Sebenarnya aku sudah lama tidak bermain. Kau ingin sedikit bernostalgia denganku,Kim Jongin?"Yixing kemudian melemparkan stick coklat tersebut kearah namja didepannya
"Ah boleh juga. Anyway,semua informasi tentang Kim Junmyeon sudah ada dalam flash disk ini.",namja berkulit tan itu kemudian melemparkan benda kecil berwarna hitam tersebut ke namja didepannya
"Nice"
"Tanggal lahir,masa kecil,favoritnya sampai tempat-tempat yang sering dikunjunginya seperti yang kau minta",namja berkulit tan tersebut kemudian memasukkan bola bernomor 1tersebut
"Good job. Cash atau transfer?"
"Aku butuh cash sekarang"
"Soo-chan, bisa kau ambil uang yang sudah kusiapkan di belakang bagasi mobilmu? ",Yixing sedikit berbisik kepada namja bermata bulat yang duduk di kursi didekatnya
"Siapa dia?"
"Do Kyungsoo. Dia anak salah satu karyawan ibuku. Cukup berbakat. Ibuku membiayai beasiswanya",Yixing berkata sambil menyodokkan bola bernomor 3 itu ke arah lubang
"Dia cute juga. Dan begitu menggairahkan.",namja berkulit tan itu sedikit menggigit bibirnya saat melihat namja bermata bulat yang baru keluar dari pintu tersebut
" Kau ingin pertukaran? Aku punya beberapa 'mainan' bagus",tambah namja berkulit tan tersebut
"Aku bukan orang brengsek sepertimu,Jongin. Dan aku tidak tertarik dengan mainan murahan milikmu"
Namja berkulit tan itu sedikit berdecih
"Rebut dia dariku. Aku ingin melihat perjuanganmu",Yixing akhirnya berkata setelah memasukkan bola bernomor 7 tersebut ke dalam lubang di meja tersebut.
"Waeyo? Bukankah saat dulu kau sering bertukar denganku tanpa ada basa basi seperti ini?"
"Kyungsoo bukan mainan murahan. Dia itu anak yang baik dan juga pandai. Aku menyukainya. Lagipula dia begitu hebat di ranjang"
Perkataan Yixing terpotong oleh suara tawa yang keras yang datang dari namja disebelahnya
"Wae?",Yixing bertanya heran
"Kau berbicara seakan-akan kau betul-betul mencintainya . Oh Yixing,untung aku mengenalmu dengan baik. Bukankah dia hanya bonekamu saja?"
"Ketahuan yah?" ,Yixing berkata sedikit tersenyum
"Dasar kau benar-benar brengsek,Zhang Yixing"
Pembicaraan kedua namja tersebut berhenti ketika namja bermata bulat kembali memasuki ruangan tersebut
"Ini bayaranmu",Kyungsoo kemudian menyerahkan amplop coklat tersebut kepada namja berkulit tan didepannya
"Namaku Kim Jongin. Aku menyukaimu",ucap namja didepannya tiba-tiba
"Hmm?"
"Lelaki disampingmu ini licik dan bahkan lebih brengsek dariku. Cepat atau lambat dia akan melukai. Well, kalau dia menyakitimu, kau bisa menemuiku di Hotel Black Pearl. Kamarku nomor 14"
"Xing,aku ingin jajangmyeon sekarang" ,ucap Kyungsoo setelahnya, mengabaikan perkataan namja berkulit tan didepannya
"Aku ini mie hitam mu. Kau bisa memakan diriku malam ini",ucap Jongin membuat kedua namja didepannya memandanganya sedikit jijik
"Ah, tapi Soo chan, aku ingin sushi malam ini ",ucap Yixing
"Ayolah, Jajangmyeon saja..nee? ",namja bermata bulat didepan Yixing kemudian mempoutkan bibirnya dengan imut
"Jangan menggodaku dengan aegyomu. Keurae. Kau memang tahu kelemahanku,yah. I love you",Yixing tersenyum sambil sedikit mencubiti pipi namja didepannya
"Yah, big eyes, tidakkah kau lihat betapa palsu namja didepanmu ini?",ucap Jongin.
"Yixing, tempat ini membosankan. Ayo pergi",ucap Kyungsoo sambil menarik lengan Yixing. Memberinya kode untuk cepat keluar dari tempat itu.
"Kami permisi dulu,Jongin",ujar Yixing kepada namja tan disampingnya
"Sampai bertemu lagi,brengsek",ucap Jongin setelahnya
Kedua namja tersebut kemudian keluar dari pintu arena billiard tersebut menuju ke arah parkiran mobil
"Ada apa? Ekspresimu berubah semenjak keluar dari tempat tersebut ",tanya Yixing kepada namja disebelahnya sesaat setelah memasuki mobil hitam tersebut
"Apa aku ini hanya mainanmu saja,Xing?",Kyungsoo bertanya sambil menstater mobil tersebut
"Apa kau masih memikirkan perkataan si brengsek tadi? Aku tidak akan menjawabnya. Jawabannya tergantung hatimu,Kyungsoo. Ah, apa ini... Woah, aku tidak tahu kalau punya 'Narnia' di mobil ",Yixing berkata dan kemudian mengambil buku di jok mobil dan kemudian membacanya
Merasa dihiraukan, Kyungsoo kemudian memacu mobil tersebut dengan kecepatan tinggi.
"Apa kau ingin membunuh kita berdua?",tanya Yixing
Namja bermata bulat di kursi pengemudi tersebut masih terdiam sambil memacu mobil tersebut dengan kecepatan tinggi. Yixing kemudian sedikit menghela nafasnya sambil menutup buku yang dibacanya sedari tadi.
"Baiklah kalau begitu. Ayo mati bersama. Tiga kilometer dari sini ada jembatan. Jembatan itu cukup tua. Aku yakin pagar pembatasnya pasti sudah cukup rapuh . Kau bisa menabrakan diri kita disana. Kemungkinan besar kita akan jatuh ke sungai di bawahnya. Aku tidak bisa berenang. Dan kau pasti tidak bisa bergerak akibat cedera saat menabrak pagar pembatas tersebut. Itu cukup membuat kita untuk menjadi makanan ikan-ikan di sungai untuk beberapa bulan ke depan"
"KAU BRENGSEK",Kyungsoo kembali menaikkan kecepatannya hingga maksimal ketika melihat ekspresi tenang-tenang saja dari namja berwajah teduh disampingnya yang kembali membaca buku tersebut
"Tetapi kau mungkin akan selamat. Aku sudah memberitahu 911 dari beberapa menit yang lalu. Dilihat dari kecepatanmu, kita akan menabrak pagar pembatas tersebut sekitar 10 menit lagi. Rumah sakit terdekat sekitar 20 menit dari arah jembatan. Jadi kemungkinan besar kita akan berada dalam air sekitar 5 menit. Cederaku lebih parah karena tidak ada air balloon yang menahan diriku saat terjadi tabrakan ditambah lagi aku tidak bisa bertahan dalam air lebih dari 3 menit. Jadi saat mereka menyelamatkanmu, aku mungkin sudah mati.",ujar Yixing dengan tenang
Tes.
Air mata perlahan jatuh membasahi pipi Kyungsoo .
Namja bermata bulat tersebut kemudian perlahan menurunkan kecepatan mobil tersebut sebelum akhirnya menepikan mobil tersebut di pinggir jalan tepat sebelum memasuki jembatan tersebut.
"Bodoh..hiks..dasar bodoh…kenapa kau bisa memikirkan hal hingga sejauh itu?Kenapa kau masih memikirkan untuk menyelamatkanku? ",Kyungsoo mulai terisak
Yixing kemudian memeluk namja disampingnya yang tangisnya semakin keras. Disandarkan kepala di pundak namja disampingnya tersebut
"Kau pikir aku main-main ketika aku membela dan memujimu di depan Jongin dan mengatakan bahwa aku menyukaimu,Kyungsoo? Itu semua karena aku menganggapmu berharga",ujar Yixing dengan lembut
"Mianhada,aku terlalu terbawa emosi"
"Tidak apa-apa. Tapi ketahuilah Kyungsoo….",ada jeda di perkataan Yixing. Ditangkupkannya kedua tangannya ke wajah mungil namja disampingnya
"Aku tidak pernah menganggapmu mainan. Aku memang brengsek tetapi aku tidak pernah bermain-main dengan hati",lanjut Yixing
"Otokke…Aku merasa tidak enak. Apa yang harus kulakukan? Aku bahkan sempat berpikiran buruk tentangmu."
Yixing kemudian perlahan menghapus air mata namja tersebut sebelum akhirnya berkata , "Aku benar-benar lapar sekarang. Kajja. Perutku sudah bergrowl dari tadi"
"Kau menyebalkan. Sebagai permintaan maafku,aku akan memberimu makanan pembuka dahulu",Kyungsoo kemudian mendekati wajah Yixing sebelum akhirnya mencium bibir plum namja tersebut
"Lihat,,aku berbohong lagi demi dirimu…..Luhan",batin Yixing sebelum akhirnya membalas ciuman dari bibir lembut namja disampingnya
….
TBC
Huwaa semakin gak jelas..Mian-mian kalau chapter ini aneh plus jelek..
Sorry gak fast update soalnya nulis ini nyuri-nyuri waktu di sela-sela UAS
Akhir kata, Ditunggu selalu kasih sayangnya di kotak review di bawah ini….Ayo jangan malu-malu ^^
Kritik,saran sampai duit pun akan diterima
Peluk cium,
ZF
