The Rolling Dice
.
.
.
Cast,disclaimer&warning sama kayak chapter kemarin
.
.
.
Hey Guys*sok kenal
Comeback lagi dengan lanjutan kisah aneh ini...Mohon maaf atas delaynya chapter ini*bowbow*
Laptopku error parah dan di tempat servis ampir sebulan*yangnanya?*
So enjoy this chapter...And don't forget to review
xoxo
...
Seoul, 7 years ago
"Yeay 3 poin lagi",ucap seorang namja tinggi yang baru saja memasukkan bola oranye itu ke dalam ring di depannya
"Yah, ini benar-benar pertandingan tidak adil. Demi Tuhan, kau adalah atlit nasional. Tidak bisakah kau memberiku poin simpati sedikit pun?"
"Anjing harus dipukuli dulu baru bisa menerima perintah untuk mengambil tongkat. Kalau kau ingin menang,teruslah berusaha,xing-xing"
"Itu seperti kata penyemangat paling buruk sepanjang masa. Heol, Kau benar-benar dingin. Bahkan dengan adikmu yang manis ini",namja yang dipanggil xing-xing itu sedikit mempoutkan bibirnya.
"Simpati hanya untuk orang lemah"
"Ya ya ya. Jika ini billiard aku pasti sudah mengalahkanmu."
"Ah permainan menyodok bola putih tersebut? Apa yang menyenangkan dari permainan memasukkan bola ke dalam lubang seperti itu?"
"Ge, bukankah hidup seperti itu? Menyingkirkan semua yang menghalangi jalan kita untuk menang"
"Wajahmu lembut seperti ibu ,namun kau benar-benar mewarisi sifat ayah"
"Jangan menyamakan diriku dengan kakek tua mesum itu"
Namja yang lebih pendek itu kemudian merebut bola oranye dari tangan namja tinggi disampingnya dan seketika memasukkan bola tersebut dengan gaya slamdunk
"Apa aku sudah mirip Michael Jordan?",ucapnya sambil tersenyum
"Michael Jordan tidak pendek sepertimu,cebol"
"Yak! Ge! Jangan membawa tinggi badan dalam hal ini."
"Tuan Muda Yifan."
"Oh kau mengagetkanku Minseok Ahjussi. Ada apa?",Yifan berkata kepada seorang pria berusia sekitar 30 tahunan yang memakai jas coklat dan kacamata di wajahnya.
"Direktur menyuruh anda untuk menyudahi main-mainnya dan menyuruh anda untuk mempelajari perjanjian mergernya"
"Good luck,Ge. Jangan mengacaukannya lagi "
"Kau juga,Tuan Muda Yixing. Jangan lupa minum obatmu dan kau ada kelas bahasa latin hari ini",ucap pria berkacamata disampingnya
"Shirreo. Aku tidak mau belajar dengan nenek sihir itu,Baozi ahjussi. Aku bahkan tidak bisa mengintip isi roknya"
"Berhenti memanggilku Baozi. Ah, kalau begitu ,aku punya berita baik untukmu,Tuan Muda. Mungkin kau tidak bisa mengintip isi rok nya ,tetapi aku yakin kau akan suka dengan yang satu ini. Oy mata rusa, cepat kesini",panggilnya kepada namja yang berdiri di belakangnya tersebut
Sosok di belakang itu kemudian perlahan mengangkat wajahnya. Wajah mungil dengan hidung mancung kecil dan kulit putih bersih seperti salju. Sedikit pucat. Bibirnya begitu mungil dan berisi berwarna merah merekah. Alis matanya tebal,serta bola matanya bulat berwarna kecoklatan. Dan jangan lupakan rambut coklat tebalnya yang sedikit berantakan tertimpa angin. Jika dipadukan keseluruhan wajahnya benar-benar cantik. Seperti sebuah lukisan mahakarya. Begitu sempurna.
"Apa aku sudah mati,Ge?",ucap Yixing
"Huh?",Yifan melihat adiknya heran
"Gentlemen, perkenalkan ini Luhan. Dia akan menjadi tutor sastra latinmu,Tuan Muda Yixing"
"Kau melakukan pekerjaan baik kali ini,Baozi",ucap Yixing diiringi tatapan pria berkacamata yang sedikit memutar bola matanya melihat tingkah majikannya itu.
"Selamat sore Tuan. Namaku Xi Lu Han",namja tersebut kemudian membungkukkan badannya ke arah dua namja didepannya.
"Panggil aku Yixing. Aku akan melakukan yang terbaik. Ah..mari kita melakukan yang terbaik. Fighting ",ucap namja yang dipanggil Yixing itu kepada namja cantik tersebut
"Selamat sore,Tuan",sapanya kepada namja tinggi berambut pirang disamping Yixing.
Namja tinggi itu menatap dingin tanpa ekspresi ke arah namja cantik yang sedang tersenyum ke arahnya.
"Membuang waktuku saja. Ah Minseok Ahjussi , bilang pada ayah aku akan ke ruangannya 10 menit lagi",ucapnya ketus dan dingin sebelum akhirnya pergi dari tempat tersebut
"Baik Tuan Muda Yifan",ucap pria berkacamata tersebut sebelum akhirnya beranjak dari tempat tersebut
"Uh Oh..Naga kecil kita ternyata sedingin es rupanya. Menarik ",gumam namja cantik tersebut
….
Seoul,Recent time
Hosh..hosh..hosh..Namja berambut pirang itu langsung terbangun dari tempat tidurnya. Keringat bercucuran berjatuhan membasahi wajahnya.
"Aish mimpi sialan",ucapnya sambil mengacak rambutnya frustrasi.
"Mimpi buruk lagi?",ucap seseorang
"Ah ya. Mungkin aku terlalu lelah karena pekerjaan. Umm terima kasih",ucap namja di tempat tidur tersebut sambil menerima gelas berisikan air putih tersebut
Wait, bukankah dia sendirian diruangan ini ?
Diliriknya kembali ke arah samping kamarnya. Seorang pria dengan turtleneck berwarna abu-abu sambil memegang sebuah buku sedang tersenyum kepadanya.
"Yixing?",ucapnya tidak percaya
"Minseok Ahjussi sudah menyiapkan sarapan untuk kita."
"Bagaimana kau bisa masuk kesini?
"Ini rumahku juga. Kenapa memangnya? Tenang saja, aku tidak akan membunuhmu dalam tidurmu. Ah, ini benar-benar foto yang bagus. Kalian berdua tersenyum bahagia sekali. Benar-benar membuatku ingin muntah",ucapnya sedikit sinis sambil memegang bingkai foto di ata meja tersebut.
"Apa yang kau inginkan?"
"Lebih baik kau cepat bersiap-siap untuk sarapan Ge. Aku bisa lebih gila lagi kalau sedang lapar..haha",namja itu tertawa keras sebelum akhirnya keluar dari kamar Yifan
….
"Sudah kubilang aku tidak ingin menemui peramal",Junmyeon berkata
"Dia ini pembaca nasib.",ucap seorang pria tua disampingnya
"Apa bedanya,Ayah? Mereka sama-sama pembohong. Bagaimana mereka dapat mengetahui takdir manusia? Hanya Tuhan yang tahu takdir manusia. Apa mereka Tuhan? Jangan bercanda. Aku tidak akan mendengar apa yang akan mendahului Tuhan"
"Tidak percuma kau kusekolahkan di sekolah katolik, kau benar-benar religious . Sekarang cepat masuk ke ruangan tersebut. Bukankah menuruti perintah orang tua adalah perintah Tuhan juga ? Sekarang cepat masuk "
"Shirreo. Apa ayah pikir aku ini seorang gadis? Aku tidak percaya hal-hal tidak masuk akal seperti itu. Big no..no..no "
Junmyeon baru saja akan pergi dari tempat itu kalau saja dia tidak mendengar perkataan ayahnya selanjutnya.
"Ayah akan membelikanmu sebuah pulau di Yunani kalau kau mau masuk dan mendengar ramalan nasibmu."
"Benarkah?"
"Pulaumu sendiri. Kau bahkan bisa menamainya... Junmyeon's Island . Ah lebih baik lagi jika kau menamainya dengan nama couplemu dengan Yifan seperti yang di berita. Umm…FanMyeon? Bagaimana? "
"Aku ingin didalam pulau tersebut ada sauna dan sebuah café yang menyediakan ice cream 24 jam . Dan aku ingin semua pasir di pulau tersebut di cat ungu. Seperti warna kesukaan Yifan." ,ucap Junmyeon
"Deal"
"Baiklah aku akan masuk"
"Bocah gila. Dia benar-benar mirip ibunya"
Tok tok
Junmyeon mengetuk pintu tersebut.
"Masuklah. Aku sudah menunggumu. Silakan duduk",ucap seorang wanita berusia 40 tahunan
"Ah terima kasih",Junmyeon berkata dan kemudian duduk dibangku berwarna cokelat itu
" Kau benar-benar tampan."
"Humm, aku sering mendengar orang menyebutku seperti itu"
"Maaf, tapi bisa kau memilih salah satu kartu di atas meja ini?"
"Aku hanya tinggal memilih sembarang, bukan?"
"Pilihlah dengan hatimu"
"Ya Tuhan, katamu-katamu seperti dalam cerita Disney saja,Ahjumma. Baiklah kalau begitu..um.,,this",ucap Junmyeon sambil menunjuk kartu yang terletak di sebelah kiri tersebut
"Apa ini?"
"Waeyo? "
"2 gerhana bulan di bawah menara.",ucap wanita tua itu sambil menunjukkan kartu berbentuk persegi panjang tersebut
"Apa maksudnya? Apa itu buruk?"
"Dua hati yang penuh misteri serta kesedihan. Sepertinya kau akan memilih. Siapa yang akan kau selamatkan?"
"Eh?Apa maksudmu?"
"Aku rasa pembacaanku sudah cukup. Aku mohon diri dulu",wanita tersebut kemudian sedikit tersenyum sebelum akhirnya keluar dari ruangan tersebut
"Yak! Ahjumma!Haish Jeongmal.",ucap Junmyeon kesal
….
"Makan pagi yang enak. Aku tidak akan pernah melupakan betapa enaknya pancake Baozi ahjussi.",ucap Yixing sambil tersenyum lebar
"Untuk apa kau datang kesini?"
"Aku baru saja mencium bau ketakutan datang dari dirimu,Ge. Tidak usah tegang begitu. Aku kesini karena aku merindukan rumah. Terlalu banyak kenangan. Dan juga terlalu banyak drama dan air mata"
Keduanya terdiam sejenak sambil memandangi taman bunga yang berada dibawahnya
"Ini sudah hampir 7 tahun dan kau masih memikirkannya?",ucap Yifan memecah keheningan
"Amor animi arbitrio sumitur, non ponitur. Kita memilih untuk mencintai, tapi kita tidak memilih untuk berhenti mencintai. Setiap hari,setiap detik bahkan saat ini pun aku masih memikirkannya. Aku masih bisa merasakan dia tersenyum padaku sekarang ini. Bahkan aroma parfum yang biasa dipakainya. Kau tahu perasaan seakan kita begitu dekat, tetapi tidak bisa menggapainya. Dan itu selalu terasa sesak disini,Ge"
"Yixing…"
"Dan semakin sesak rasa ini, semakin besar aku ingin menghancurkanmu,ge."
"Apa kau sebegitunya membenciku?"
"Aku merindukanmu,tetapi rasa benciku semakin besar. Sangat disayangkan sebenarnya..haha ",ucapnya sambil tertawa kecil
"Kau tahu kejadian di tebing saat itu hanyalah kesalahpahaman saja..."
"Apa yang kulihat adalah apa yang kupercayai,Ge. Bagiku, kau..sudah membunuhnya "
"Kau bahkan belum mendengar keseluruhannya...",Yifan sedikit meninggikan suaranya
"Maaf Tuan. Tapi ada telepon dari kantor.",terdengar suara dari arah belakang
"Ada apa,Minseok Ahjussi?",ucap Yifan kepada seorang pria berkacamata dihadapannya
"Ada yang mengacaukan laporan keuangan perusahaan di Tokyo"
"Siapkan pesawat ke Tokyo hari ini. Aku akan bersiap sekitar 15 menit lagi"
"Baik Tuan."
"Ah dan tolong beritahu Junmyeon bahwa aku tidak bisa menemaninya hari ini"
"Akan saya sampaikan"
Lelaki berkacamata itu kemudian berkata dan mengundurkan diri dari tempat itu
Yifan kemudian sedikit menatap namja didepannya dengan pandangan curiga.
"Jangan menatapku seperti itu. Aku tidak serendah itu,ge. Aku membencimu. Bukan perusahaan dan keluarga ini. Aku mengincar hatimu,ge. Untuk dihancurkan. Ah dan Kim Junmyeon...dia sedikit menarik perhatianku.."
Brakk
Perkataan Yixing terhenti ketika namja didepannya menghempaskan dirinya ke dinding di sebelahnya
"Ooh. Menarik. Akhirnya kau menunjukkan dirimu yang asli. ",ucapnya sambil menampilkan seringai khasnya.
"Kalau kau ingin menghancurkan hatiku,silakan saja .Aku mungkin pantas menerimanya. Tetapi jangan pernah kau menyentuh Junmyeon sedikitpun. Aku peringatkan dirimu",namja tinggi didepannya berkata
"Wah keinginanmu untuk melindungi Junmyeon begitu besar. Is he that worthed ? Ottokajji... kau membuatku semakin bernafsu untuk merebutnya"
"Don't You Dare..."
"Simpan energimu,Ge. Aku masih butuh dirimu dan energi membaramu ini untuk melawanku nanti. Kalau begitu, aku rasa urusanku sudah selesai hari ini denganmu, sampai jumpa lagi,brother ",Yixing kemudian berjalan keluar
"Berhenti hidup dalam dunia delusimu",ucap Yifan yang membuat namja yang sedang berjalan keluar itu menghentikan langkahnya
"Mwo?",tanyanya
"Kau tahu Luhan tidak pernah mencintaimu bukan?"
"Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan"
"Bahkan sampai saat terakhirnya...dia bahkan tidak mempedulikanmu..sama sekali"
"Oh. Kau membuatku benar-benar marah sekarang", terdengar nada kesal terselip di kalimatnya
"Karena itu berhentilah,Yixing. Berhentilah dan ayo hidup seperti dulu. Dimana kau adalah adik manisku yang begitu manja dan menyebalkan yang selalu menggangguku saat bermain basket. Aku tahu kau begitu kehilangan,tetapi tidakkah kau merindukan saat dulu?",nada suara Yifan perlahan mulai turun.
Bagaimanapun juga namja didepannya yang berwajah setenang sungai Han saat musim gugur ini adalah adiknya.
Sebegitu mengerikankah cinta sehingga bisa merubah seseorang yang begitu innocent dan sweet seperti adiknya menjadi sesosok makhluk penuh dendam dan amarah dihadapannya ?
"Kau yang memulai semua ini,Ge",ucap Yixing.. Nada suaranya sedikit bergetar.
"Yi.."
Brakk..terdengar suara pintu itu dibanting
"Ya Tuhan. Apa yang telah kulakukan? Oh shit",Yifan berkata sedikit berteriak dan memukul dinding didepannya
…
Pintu mobil itu dibanting dengan keras
"Kau kelihatan kesal"
Yixing menatap namja bermata bulat di kursi pengemudi itu sebelum akhirnya mencium bibir milik namja tersebut secara kasar. Dilumatnya bibir tersebut seperti tanpa ampunn.
" Ah eunghh...Yi..eungh",namja bermata bulat itu sedikit kaget melihat sikap dari namja yang baru masuk ke dalam mobil tersebut. Tangannya sedikit mencengkram kerah baju namja disampingnya
Plakk...sebuah tamparan di pipi akhirnya membuat namja tersebut melepaskan ciumannya
"Kau sudah sadar sekarang?",ucap namja bermata bulat tersebut. Terlihat darah sedikit mengalir dari sudut bibirnya
"Mian, Kyungsoo. Aku hanya benar-benar kesal",ucapnya sambil membersihkan noda darah dari sudut bibir namja bermata bulat tersebut
"Kau kelihatan benar-benar berbeda setelah keluar dari rumah itu. Apa yang terjadi?"
"Dia betul-betul ingin mencari masalah denganku. Tapi entah kenapa itu membuatku semakin bersemangat"
"Eh? Apa maksudmu?"
"Kyungsoo, bagaimana dengan liburan ke Jepang?",ucap Yixing tiba-tiba kepada namja disampingnya
"Huh? Ya Tuhan apa aku memukulmu terlalu keras tadi? Kepalamu tidak terbentur kan tadi?"
"Kyungsoo...",nada suara Yixing mulai serius
Kyungsoo kemudian menghela nafasnya sebelum berkata,"Ah arasso. Anything for you"
...
"Ah, benarkah? Baiklah. Ah tidak apa-apa. Aku akan melakukannya sendiri",ucap Junmyeon sebelum menutup telepon genggamnya
"Iced Americano untuk dirimu. Kelihatan dirimu akan meledak",ucap namja dengan eyeliner tebal yang membawa nampan berisikan minuman tersebut.
"Lihat..dia bahkan masih sempat bekerja di hari minggu. Dan kau tahu bagian terburuknya..sesibuk itukah dirinya sehingga harus menyuruh sekretarisnya untuk mengabariku?. Aku betul-betul akan mencekikknya. Ah anni, aku betul-betul akan membunuhnya ketika kami bertemu...Damn You, Wu Freaking No Emotion Yifan,"Junmyeon berkata sedikit berteriak sebelum akhirnya meminum kopinya tersebut
"Sebaiknya kau memikirkan lagi pernikahan kalian. Aku rasa waktu kali ini kurang pas. Lihat, Yifan hyung begitu sibuk, dan lihat dirimu kewalahan mengurus semua hal sendirian. Entah kenapa aku merasa pernikahan ini seperti one-sided saja "
"Yah, tidak bisakah kau mengatakan hal yang menyemangatiku,Byun Baekhyun?"
"Aku hanya berkata menurut sudut pandang paling realistis"
"Menurutku kau berkata dari sudut pandang paling sarkastis tentang cinta . Oh aku harap kau cepat cepat dinikahi si telinga Dobi itu agar bisa merasakan arti cinta sesungguhnya"
"Kenapa doamu benar-benar jelek,Jun ah? ...Ah aku dengar kau mengunjungi pembaca nasib hari ini"
" Ah ahjumma sialan itu..bagiku dia benar-benar seorang penipu"
"Memangnya bagaimana hasil ramalannya?"
"Aku disuruhnya mengambil sebuah kartu. Ternyata yang kupilih adalah kartu menara dengan 2 gerhana bulan dibawahnya. Dia bilang sebuah rahasia terpendam akan terkuak. Dua hati yang penuh misteri. Dan aku harus membuat suatu pilihan untuk menyelamatkan di antara keduanya. Ya Tuhan,tipuan macam apa itu? Benar-benar tidak jelas"
"Jun-ah..apakah itu tidak berarti sesuatu?"
"Apanya?"
"Kau tidak sedang two- timing kan? . OMO..jangan bilang kalau kau sebenarnya juga termasuk gerhana itu dan Yifan ge menduakan dirimu?",ucap Baekhyun
"Yak Byun Baekhyun! Bagaimana kau bisa mengatakan hal itu kepada seorang calon pengantin?",ucap Junmyeon setengah berteriak. Sedikit menyesali keputusannya berteman dengan namja eksentrik bermulut pedas ini.
Kriett..terdengar suara pintu kaca itu dibuka
"Ah sepertinya ada pelanggan,Baekkie",ucap Junmyeon kepada namja eyeliner itu
"Ah benar. Enjoy your drink",ucapnya sebelum bergegas menuju meja pemesanan
"Ah selamat siang tuan. Selamat datang di Light's Cafe. Ada yang bisa saya bantu?",ucapnya
"Hot Vanilla Latte. Ah dan tolong tanpa cinnamon. Aku tidak begitu suka aromanya."
"Baiklah. Maaf harap menunggu sebentar"
Namja dengan coat coklat dan turtleneck abu-abu itu kemudian mengedarkan pandangannya ke seluruh cafe yang dicat dengan warna hijau muda tersebut. Pandangan matanya kemudian terhenti di seorang namja dengan sweater maroon yang duduk di dekat jendela tersebut. Sesaat terlihat seringai yang menghampiri wajah tenangnya. "Showtime",gumamnya
"Ah Junmyeon-sshi?",ucapnya kepada seorang namja dengan sweater maroon yang sedang duduk di dekat jendela tersebut
Merasa namanya dipanggil, namja itu kemudian berbalik menatap namja yang memanggilnya.
"Ah…Yixing-sshi. Kebetulan sekali kita bertemu disini",ucap namja bersweater maroon itu sedikit terkejut melihat namja yang sedang tersenyum padanya itu
"Ah, Aku dengar kafe ini punya kopi yang enak"
"The best in town. Yak! Byun Baekhyun. Cepat kesini",teriak Junmyeon
"Ini Yixing. Dia adik Yifan . Jangan terkejut. Aku juga sama kagetnya pada awalnya. Yixing, perkenalkan ini Byun Baekhyun. Dia teman dekatku sekaligus pemilik kafe ini.",ucap Junmyeon kepada kedua namja yang sedang bersalaman tersebut
"Ah..ini kopimu sekalian"
"Humm..aromanya harum..Kau menggunakan kopi yang dibakar tanpa mesin",ucap Yixing
"Ah benar. Darimana kau tahu?"
"Teman-temanku biasa memanggilku kopi maniak. Umm Rasanya benar-benar enak. Aku mungkin akan sering-sering datang kesini,Baekhyun-sshi"
"Ah terima kasih. Kalau begitu aku permisi dulu sepertinya ada pelanggan lagi",ucap namja dengan eyeliner tersebut sebelum mengundurkan diri dari tempat itu
"Kau sendirian saja?",tanya Yixing kepada namja berwajah malaikat didepannya
"Seharusnya hari ini aku ada janji keluar bersama Yifan dan teman lamaku, tetapi mereka tiba-tiba ada urusan mendadak sehinga mereka berdua tidak bisa menemaniku . And here i am... "
"Ah,pasti gege sedang mengurus bisnis. Ah, dasar. Dia benar-benar mengikuti sifat ayahku yang seorang workaholic"
"Kakakmu akan selalu memprioritaskan pekerjaannya. Aku rasa aku harus terbiasa dengan itu. Ah, aku harus pergi sekarang. Kopimu akan sekalian kubayar.",ucap Junmyeon
"Kau ingin kemana?"
"Aku ada janji dengan toko bunga tempat kami akan menyewa untuk bunga pernikahan ,serta aku harus mengurusi beberapa hal menyangkut dekorasi"
"Bagaimana jika aku temani?",tawar Yixing
"Eh? Tidak usah. Aku takut merepotkanmu"
"Ah sungguh tidak apa-apa. Lagipula hari ini, aku tidak ada kegiatan apa-apa. Anggap saja ini bonding time antara calon pengantin dan adik iparnya "
"Um..Kedengarannya bagus .Baiklah kalau begitu. Ah aku bayar dulu",ucap Junmyeon sebelum beranjak ke meja kasir
"Good...Seperti dalam novel,perlahan domba kecil memasuki perangkap sang serigala,tanpa mengetahui akibatnya",gumam Yixing sambil menyeringai
"Ge, maaf sepertinya aku yang akan menang kali ini",lirihnya
….
"In Silentio et spe fortitude mea. Dalam keheningan dan harapan akan muncul kekuatan",ucap namja berambut kecoklatan tersebut
"..."
"Maaf Tuan Muda,tetapi anda harus mengulangi kalimatnya"
"Yixing..Sudah kubilang untuk memanggilku dengan namaku,tanpa embel-embel tuan muda"
"Baiklah Tuan Muda..ah maksudku Yixing. Sekarang bisa kau ulangi perkataanku..In Silen..."
"Shirreo. Kalau aku mengulanginya, maka aku akan aku mengingatnya. Kalau aku mengingatnya, maka aku akan menjadi pandai. Kalau aku menjadi pandai, kau akan berhenti menjadi tutorku..
"Wae?"
"Aku ingin kau selamanya disisiku,malaikatku"
"Eh?"
"Can i keep you,my...Ouch!",namja tersebut mengerang kesakitan memegangi kepalanya
"Berhenti meniru dialog dari drama semalam,Xing",ucap namja pirang yang memukuli kepala Yixing tadi
"Haish Yifan Ge. Kau benar-benar menghancurkan feel-nya. Eh ada apa dengan wajahmu?",ucap namja tersebut setelah melihat memar di wajah namja pirang didepannya
"Aku menghancurkan perjanjian mergernya lagi. Ayah langsung menghajarku di ruangannya"
"Ah. Tapi aku kau tidak apa-apa?"
"Jangan pedulikan aku. Ah, ayah menunggumu di ruangannya. Entah apa yang ingin dibicarakannya"
Yifan melihat adik laki-laki satu-satunya itu keluar dari pintu tersebut. Menyisakan dirinya dan namja mungil berwajah cantik itu di dalamnya.
Sesaat dia merasakan adanya rasa sakit luar biasa. Mungkin akibat pukulan yang diterimanya.
"Ah...",erangnya sambil memegangi bagian perutnya
"Apa anda baik-baik saja,Tuan Muda?",terdengar nada cemas dari namja mungil disampingnya
" Tidak apa-apa. Tidak usah memikirkanku. Sepertinya ayahku akan berbicara lama dengan adikku, lebih baik kau pulang saja",ucapnya dingin
"Ah baiklah,Tuan. Tapi apa anda tidak apa-apa? Haruskah saya memanggil pera... "
"SUDAH KUBILANG AKU TIDAK APA-APA",bentaknya kepada namja mungil didepannya
"Menyebalkan bukan?Melakukan sesuatu dimana kau mengeluarkan seluruh usahamu , tetapi sayangnya tidak dihargai",ucap namja mungil tersebut tiba-tiba.
"MWO?"
"Apa kau tetap akan berakting seperti ini?"
"Kau tidak tahu apapun tentangku"
"Seorang tuan muda serba sempurna dengan kepibadian sedingin es. Cih...Aku mendengar suara kaca yang mulai retak ",bisik namja mungil itu
"Just leave,please...",ucap Yifan. Dia lelah. Sungguh. Atas apa yang terjadi hari ini. Perjanjian merger yang gagal. Ayahnya yang menghajarnya di depan dewan direksi. seperti terlalu banyak untuknya
Namja mungil itu kemudian mengambil sesuatu dari saku bajunya dan meletakkannya di tangan milik namja tinggi tersebut.
"Terkadang kita membutuhkan orang lain. Kau punya hati bukan? Kalau terluka dan tidak bisa kau obati sendiri maka biarkanlah sekitarmu membantumu ",ucap namja mungil tersebut sebelum akhirnya keluar dari ruangan tersebut meninggalkan namja pirang tersebut.
"Apa-apaan dia? Dasar rusa",teriaknya
"Lagipula apa dia tidak punya plester yang lebih manly? Bagaimana aku bisa memakai plester dengan simbol unicorn seperti ini...Xi Luhan, kau sedikit membuatku gila",gumamnya sambil menatap plester tersebut.
...
Namja mungil itu berjalan menuju suatu van berwarna putih yang terparkir di gang kecil tersebut.
"Adegan didalam cukup menyentuh,Hyung. Naga kecil ternyata lebih rapuh dari yang kubayangkan dan bayi unicorn...pheww. betul-betul sudah cinta buta terhadapmu..Aku penasaran tentang apa yang akan kau lakukan selanjutnya? Ah..tragedi macam apa di antara dua bersaudara itu yang akan kau sebabkan?... Huhu menarik..can't wait",ucap seorang namja dengan pakaian serba hitam yang sedang mengamat monitor dengan beberapa cctv tersebut
"Whataver it takes",ucap Luhan datar sambil meminum air dari botol minuman tersebut
"Waeyo? Kau terlihat tidak senang,hyung"
" Ah anni. Aku hanya lelah saja. Ini benar-benar hari yang panjang"
"Mencurigakan. Kau tidak mungkin menyimpan perasaan terhadap salah satu dari mereka kan,hyung?
"Sudah kubilang aku hanya lelah saja."
"Ah baiklah,hyung"
...
As always To be continued xxxxx
Na na na..loh loh pusing kan? hehe Huhuhu...finally..Is it bad? Or Worse?
I feel like this chapter is kinda let you guys down huhu
Mianhae, I should've done better*bowbow*
Akhir kata selalu ditunggu reviewnya,kritik,saran,dan cintanya di kotak dibawah ini
Dan ucapan terimakasih banyak kepada yang udah mau review,ngefave,atau ngefollow cerita aneh ini huhu
Love always,ZF
P. S Happy Valentine Day all huhu
P.S.S I'm kinda having this roller coaster of emotion with KrisHan reunion past this week..like...hell
