Bokutachi no Hibi –a YuuKana drabble collection

Chapter 2: Everything

a fanfiction by Aqua Days

Disclaimer: Kimi to Boku doesn't belong to me and I don't take any profit from this fanfiction

Warning: hints of BL, some OOC

.

Ini rahasia kecil Tsukahara Kaname yang tidak akan pernah ia ceritakan pada siapapun. Rahasia bahwa ia selalu teringat Asaba Yuuki.

Saat makan, saat minum teh, ketika mengambil surat di kotak pos, ketika ibunya menyuruh belanja… Ia ingat Yuuki. Bahkan ketika melihat kucing, melewati toko buku, dan seekor cicak juga mengingatkan Kaname pada cowok itu. Saat melihat Yuuta apalagi! Ya, yang terakhir itu bodoh sih. Yuuta kan kembarannya Yuuki. Jelas saja akan mengingatkannya pada Yuuki.

Mengapa setiap hal bisa membuat Kaname teringat Yuuki bukan tanpa alasan. Sederhana, karena Asaba bungsu itu hadir di hidupnya sejak jaman kanak-kanak sampai sekarang. Plus, jangan lupakan, gangguan-gangguan yang Yuuki berikan sepanjang belasan tahun hidup Kaname.

Saat makan Kaname ingat Yuuki, karena Yuuki pernah memakan habis isi bekalnya pas masih SMP dulu. Saat minum teh, ia ingat Yuuki pernah mengejeknya menyiakan uang hanya untuk sebotol teh –memang apa salahnya beli teh botol? Ketika lewat toko buku, Kaname ingat Yuuki. Di toko buku ada komik, Yuuki suka komik. Benar, kan? Ini semua simple. Dan cicak –Kaname ingat Yuuki pernah tiba-tiba melempar cicak ke arahnya, yang membuatnya menjerit seperti anak cewek. Hell, memang siapa yang tidak kaget kalau ada benda mencurigakan dilempar ke arahmu? Sampai sekarang, Kaname masih berusaha membela diri kalau perihal cicak itu diungkit. Kaname memang takut cicak sih, sebenarnya.

Hawa sore ini benar-benar sumpek dan membuat keringat meleleh. Kaname berusaha mengusirnya dengan duduk santai di ruang keluarga bersama kipas angin menyala ditemani segelas limun dingin. Masih dengan teringat Asaba Yuuki. Kaname heran, sejak kapan ia tidak bisa melepaskan pikir dari makhluk iseng bermuka datar itu.

Acara televisi tidak ada yang bagus. Sedari tadi Kaname hanya memindah-mindah chanel tanpa ada minat untuk berhenti di satu acara kemudian menontonnya. Baru di sebuah adegan drama romantis sore hari Kaname berhenti. Bukan, bukan karena ia suka drama semacam ini. Coba perhatikan adegan yang sedang ditampilkan. Hm… kissing scene.

Kaname tanpa sadar melempar remote dan menenggelamkan wajahnya yang merah padam ke bantal sofa.

Sial. Wajah Yuuki semakin terbayang.

Oh, dan tingkah laku Kaname yang aneh ini juga bukan tanpa alasan. Kenapa? Karena Yuuki pernah menciumnya di bibir, sama seperti adegan ciuman di drama tadi.

-fin-

Yeaaaaahh! BL everywhere~~! *ditiban barbel*

Gimana? Gimana? Hints YuukixKaname makin meruah kan, di chapter ini? \3/ Btw, saya nggak tau Kaname takut sama cicak apa nggak. Tapi anggap saja dia takut :D *ditendang*

Hohoho, terimakasih telah membaca :D

Concrit are welcomed

=OMAKE=

Yuuki memindah-mindah chanel TV dengan malas. Ia sedang tak punya kerjaan. Yuuta pergi belanja mengingat kulkas kosong dan orangtua mereka sedang pergi ke rumah kerabat. Sore ini terlalu panas jadi ia memutuskan untuk tidak ikut belanja dan membiarkan Yuuta sendirian berurusan dengan bahan-bahan makanan. Jahat juga. Semoga saja Yuuta selamat dari kegaharan ibu-ibu di supermarket pada saat jam-jam diskon seperti ini.

Yuuki sudah berniat akan mematikan televisi kalau saja sebuah adegan di drama romantis sore tidak tertangkap matanya. Kissing scene, eh?

Yuuki tersenyum. Terbayang olehnya wajah merona dan betapa salah tingkahnya Kaname setelah ia menciumnya beberapa waktu lalu.

-really fin-