我们的故事

Chapter 2

By V2 Zhang

Typed by Vanny Zhang

Rated: K+

Genres: Romance, Friendship, Hurt/Comfort, Angst, Humor, Parody (lengkap amat)

Warning: All the charas are taken from REAL LIVE

Summary: "kita tidak akan tahu apa yang terjadi pada hari esok" ya, kata-kata tersebut sangat cocok untuk kondisi Xiao Ning dan Xiao Ling sekarang."小玲和源源,他们。。""你帮我吧!"kisah 2 orang penjual es krim yang bertemu gadis Italia dan 3 orang artis. Mind to RnR?our second collab fict. Mind to RnR?

HAPPY READING!

Xiao Ning terus saja beradu argumen dengan lelaki yang baru ia temui pertama kali itu.

"Su-sudahlah Xiao Ning jie jie.. Kita kan masih harus meneruskan jualan kita itu." kata Xiao Ling melerai.

"Huuhh.. Benar juga." kata Xiao Ning mempertimbangkan apa yang dikatakan adiknya.

"Baiklah. Hari ini kuampuni kalian. Tapi.. Lain kali awas saja ya.." kata Xiao Ning dengan nada sebal. Kemudian, ia pergi meninggalkan lelaki yang tadi memarahinya itu.

Xiao Ning kembali mendorong gerobak es krimnya itu dengan Xiao Ling yang dengan setia membantunya. Sedangkan, gadis Italia yang membeli es krim tadi, juga sudah pergi entah kemana.

"Jie, ternyata kau hebat berargumen juga ya!" kata Xiao Ling entah memuji atau mengejek, ketika mereka sedang dalam perjalanan pulang.

"Tentu saja. Jika jie jie mu ini tidak pandai berargumen, dahulu baba dan mama pasti tidak memperbolehkan kita pergi ke China." kata Xiao Ning dengan nada bangganya.

"Iya iya.. Jie jie ku memang paling pandai." kata Xiao Ling sembari tertawa kecil. Kemudian ia melepas pegangan tangan kanannya dari gerobak dan merangkul bahu Xiao Ning sembari tertawa kecil.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Huahhh.. Ketiga perempuan tadi menyebalkan sekali ya." kata salah satu lelaki yang tadi beradu argumen dengan Xiao Ning. —Roy Wang Yuan namanya.

"Um... Tapi... Gadis Italia tadi cantik juga ya.." kata seorang lelaki yang lainnya yang sedang duduk sambil memainkan handphone di tangannya. —Jackson Yi Yang Qian Xi namanya.

"Hahhh.. Cantik darimana-nya sih?" kata Roy setelah mendengus panjang.

"Jangan-jangan kau tidak menganggap gadis Italia itu cantik, karena kau... Gay!?" kata Jackson.

"Hehhh? Apa kau bilang?"

"Sudahlah, kalian berdua! Jackson, Roy itu tidak gay. Dia itu... menyukai gadis yang paling cantas tadi itu." kata lelaki yang sedari tadi tidak berbicara apapun itu —Karry Wang Jun Kai namanya.

"Hehh? Mana mungkin. Justru sepertinya kau yang menyukainya. Sejak tadi, kau diam terus. Pasti kau sedang memikirkannya." kata Roy balik menggoda Karry.

"Ti-tidak kok. Hanya saja... Aku pernah melihat adik gadis itu. Um... Dimana ya? Pokoknya, aku pernah melihat mata itu. Mata yang tidak mirip orang Asia tetapi juga bukan orang Eropa." kata Karry memasang pose berpikirnya.

"Orang seperti itu sangat banyak. Okay?" kata Roy sewot. Kemudian, ia langsung menyabet Tab-nya yang berada di meja dekat tempatnya duduk.

Tepat ketika Roy menekan tombol ON dari Tab-nya tiba-tiba saja Tab tersebut langsung bergetar hebat selama beberapa saat, membuat Roy mendengus sebal. Ia dapat melihat jumlah yang terus bertambah dari laporan notifikasi twitternya, hingga 200++. Tiba-tiba tab milik Roy tersebut berhenti bekerja dan layarnya redup seketika.

"Hahhhh... Ini pasti karena aku lupa mematikan notifikasi twitterku semalam." kata Roy sebal. "Karry, Jackson, sepertinya kalian harus menemaniku ke toko Tab lagi." kata Roy lagi.

Roy pun menyabet blackberry-nya yang juga terletak di meja di sebelah kursinya. Ia mengetikkan kata-kata di keypad HP-nya tersebut, setelah selesai, ia langsung menaruh HP tersebut dengan kasar.

"Ayo pergi! Jadwal kita sangat padat hari ini." kata Roy sambil berjalan meninggalkan kedua sahabatnya. Karry hanya memandangi punggung Roy yang semakin lama semakin menjauh itu dengan tatapan sebal.

"Dia itu... Selalu saja." kata Karry sebal.

.-.-.-.

In this Craziness, Uncertainly Hitori hitori no omoi wo bokura wa dokoka ni nokoseru darou ka In this Craziness, You gave me life Hitotsu no omoi wo bokura wa doko made mamoreru darou ka...

Setelah seorang penyanyi wanita yang dikenal dengan nama Snow itu turun panggung, 3 orang lelaki itu pun naik panggung dan bernyanyi. Yap, mereka adalah penyanyi yang sebenarnya cukup terkenal.

Kuai le ni mai bu dao, xing fu ni ye mai bu dao. Guan diao na xie fan xin de xu yao zi ji yong xin qu chuang zao ba bu xiang guan de shuai diao. Kuai le wei xiao jiu hao, bie zai hu zhong bu zhong yao. Wang diao na xie mei bi yao de yi qi qu zi you de zai ni wo shi jie huan dao.

"TFBOYS! TFBOYS! TFBOYS!" fans mereka langsung berteriak histeris sambil menggerak-gerakkan spanduk bertuliskan "我们爱TF少年".

"Yuan Yuan, aku mencintaimu." teriak seorang wanita histeris. Ia menggunakan pakaian yang ber-sablon-an muka Roy sambil membawa sebuah kertas berukuran 30 cm X 30 cm bertuliskan 王源.

Acara terus berjalan dengan teriakan histeris para fans. TFBOYS yang beranggotakan Karry, Roy, dan Jackson itu menyanyikan total 4 buah lagu. Meskipun keringat mengalir dari pelipis mereka, mereka tetap terus menyanyi sambil melakukan gerakan dance dengan penuh semangat. Senyuman manis juga terpasang di mulut mereka bertiga. Senyuman palsu yang biasa ditunjukan para artis pastinya.

Sedikit penjelasan tentang TFBOYS. TFBOYS adalah sebuah boyband yang sangat terkenal. Saking terkenalnya, fansnya pun mencapai hampir seluruh dunia (termasuk Indonesia dan Italia juga). Fans mereka di China, sampai membuatkan sebuah lagu berjudul 我们一直都在 hanya untuk mereka. (A/N: itu sebenarnya adalah lagu yang dibuat oleh EXO-L untuk EXO *dikeroyok EXO-L*)

.

.

.

.

.

"Haahhh.. Aku capek sekali." kata Karry sambil langsung merebahkan dirinya di sebuah sofa empuk berwarna merah darah.

"Aku juga." kata Roy ikut-ikutan melakukan apa yang Karry lakukan.

Tiba-tiba Jackson yang tadi ngacir entah kemana, datang ke tempat mereka sambil membawa sebuah es krim tumpuk empat (cone nya kuecil, tapi isinya... *krik krik krik*)

"Wah.. Kau mendapat es krim dari mana, Jack?" tanya Roy dengan air liur yang menetes dari mulutnya (*dikeroyok fans Roy*)

"Umm.. Tadi ada seorang fans ku yang memberiku." kata Jackson sambil menjilat es krimnya, membuat Roy meneguk ludah dengan susah payah.

"Hei, aku juga ingin." kata Roy.

"Aku juga." sahut Karry.

"Umm.. Sepertinya penjualnya ada di luar. Mari kuantar!" kata Jackson berbaik hati.

Kemudian, mereka bertiga pun pergi dari ruangan itu menggunakan jubah berwarna hitam panjang yang menutupi mereka dari ujung rambut sampai ujung kaki, agar tidak diserbu fans mereka.

.

.

.

.

.

.

.

"Hei, aku mau membeli es krim rasa coklat tumpuk 2 ya.." kata Roy dengan nada angkuhnya pada Xiao Ning dan Xiao Ling—sang penjual es krim.

"Umm.. Aku mau rasa vanilla 3 tumpuk saja." kata Karry.

Xiao Ning yang merasa tidak asing dengan suara itu pun, memandang ketiga orang misterius tersebut dengan penuh selidik.

"Eh? Kalian bukankah yang tadi siang di jalan!?" kata Xiao Ning kaget bin shock.

"Huweee? Kau gadis yang membuat masalah denganku tadi siang." kata Roy tak kalah kagetnya..

.

.

.

TO BE CONTINUE

Vanny: sampai segini dulu ya. Lanjutannya minta sama author satunya tuh #plak #dibuang

Viona: Hish -" kau itu.. #plak

MIND TO REVIEW?