"Suaramu terus menggema, bisakah kau tenang?"

Disclaimer : Vocaloid punya Yamaha dkk.

Warning!

Abal-abal, udah biyasa, jelek, typo, gaje, kesamaan ide cerita, gak ada EYD,crack pair, alur kecepetan

Harap Dimaklumi

Naa~~

HAPPY READING!

.

.

RESOUND

Kau seperti lukisan. Perpaduan warna, artistik dan segalanya ada padamu. Lengkap. Kau sempurna, beda denganku. Kau segalanya, kau hebat, kau hebat. Satu pertanyaan menggantung, apa aku pantas bersamamu?

Sesaat kau memihakku, lalu memihaknya, lalu sekarang apa maumu?

Kau sempat buat memori indah denganku, bersamaku. Kau klise, yang membedakan hanya kau yang pantas untuk dilirik. Pujaan hati.

Gadis bodoh sepertiku hanya menyusahkanku. Menyusahkan. Menodai. Atau kaulah kebalikannya? Yang menyusahkanku? Yang menodaiku?

Sesaat ku merasa senang. Sesaat ku terbang melayang. Sesaat, hanya sesaat. Kau kejam. Kau jahanam. Kau bersamanya? Sejak kapan? Secepat cahaya kah kau lupakan aku? Kau. Parah. Kau yang mengukir indah bersamaku, kau pula yang mematahkan ukiran indah memori manis kita?

"Kapan kau kembali?"

Pertanyaan memuakkan untuk para lelaki brengsek, dari hati seorang wanita yang sama-sama brengsek. Sayang aku bukan tipe seperti itu. Aku bukan brengsek. Aku tidak rapuh. Aku tak menggelayut padamu. Aku tak lagi membutuhkanmu. Aku. Ingin. Memusnahkanmu.

Memusnahkanmu, ya! Musnah. Musnah dari kepalaku. Musnah dari hidupku. kau yang terindah, sayangnya kau juga yang terburuk.

"Maaf Kaito, kau harus pergi"

"Tapi Miku kena.."

Aku mennusukkan pisau di pusat hidupnya, pusat kehidupannya. Lalu membiarkannya membusuk disana. Sendirian.

"Suaramu terus menggema, bisakah kau tenang"

Di alam sana?"