Aldnoah Zero belong to Gen Urobuchi
Sebagian besar diambil dari scene episode 17
.
.
"Yuki-nee."
"Ah, Nao-kun! Hati-hati, saljunya licin!"
"Aku tahu."
"Maa, maa. Jangan memasang wajah datar begitu. Kalau kau jatuh bagaimana?"
Dia ingat, sejelas air dalam gelas kaca, Inaho tersenyum untuknya.
.
.
"Nao-kun, kenapa kau menaiki kapal ini?"
Inaho, adik kecilnya. Yuki seringkali membetulkan syal yang Inaho pakai asal-asalan saat musim dingin, atau menggandeng tangan kecilnya saat menyeberang jalan, atau mengacak rambut cokelatnya setiap bangun pagi.
"Kenapa apanya?"
Inaho, adik kecilnya. Sekarang ia sudah dewasa. Ia seorang prajurit. Yuki tak bisa lagi membetulkan syal untuknya, atau menggandeng tangannya, atau mengacak rambutnya.
"Seharusnya kau pergi saat lukamu telah sembuh."
"Yuki-nee juga sama."
Yuki tak mau mengakui, tapi Inaho di depannya adalah sosok yang berbeda. Kaizuka bungsu di hadapannya kini… tidak lagi orang yang bisa ia lindungi seperti dulu.
"Kita tidak sama! Aku ini prajurit."
Seharusnya Yuki yang melindungi Inaho, bukan sebaliknya. Salah, salah. Ini salah.
"Prajurit juga tidak punya alasan untuk bertarung pada awalnya, jadi sama saja."
"Tidak sama!"
Yuki menahan napas.
"Aku menyesal… telah menjadikanmu prajurit."
Ini salahnya, semua salahnya. Kalau saja Yuki melarang Inaho untuk terlibat dalam perang—
"Saat aku melihatmu tak sadarkan diri dan berlumuran darah waktu itu, aku berpikir kenapa aku tidak menghentikanmu?"
Aku khawatir, aku takut, aku nyaris gila. Kau satu-satunya yang kupunya, Nao-kun. Jangan pergi seperti ayah dan ibu.
"Aku menjadi prajurit untuk melindungi dunia tempatmu tinggal, tapi…" aku tak bisa. Aku lemah. Aku kakakmu tapi malah kau yang melindungiku. Aku…
"Maaf. Tapi aku tidak bisa berdiam diri saja."
... tak berguna.
"Aku akan menyelamatkan Seylum-san."
Inaho, Nao-kun, adik kecilnya. Ia tumbuh menjadi pemuda yang tangguh, dan Yuki berpikir mungkin dirinya tak lebih dari sebuah beban.
.
.
"Kalau aku jatuh, Yuki-nee yang akan menangkapku."
"Ah, kau benar!"
Yuki tersenyum. Bebas sekali.
"Aku takkan membiarkanmu jatuh, Nao-kun. Takkan pernah."
FIN
A/N.
Saya cinta Yuki-nee ;;;;;
[dan sampai sekarang saya nggak tahan liat openingnya A/Z orz terlalu menyakiti kokoro ;;;;;;;]
