Casts : Tao | Kris | Chanyeol | Minho | Kyuhyun |

Genre(s) : School Life || Romance || 'lil comedy || Supranatural || Fantasy ||

Rated : T

Author : BabyMingA

Summary: Tao awalnya adalah seorang siswa biasa berumur tujuh belas tahun. Suatu hari, dia bertemu dengan dua manusia asing bernama Kris dan Chanyeol. Mereka mengatakan kalau Tao adalah bagian dari EXOST! Bagaimana kehidupan Tao setelahnya? TAORIS/KRISTAO/FANTAO | All EXO Members and Official Couples.

.

BOYS LOVE_YAOI_NO FLAME-NO BASH-NO COPY/PASTE-REVIEWS ALLOWED! ^_^…. HAPPY READING!

.

.

.

.

:BabyMingA:

.

.

.

"Apa dia memiliki lambang seperti yang kita miliki? Apa kekuatannya?"

Kris mengerenyitkan keningnya. Dia memperhatikan dengan teliti sosok manis itu. Matanya menyipit untuk mempertajamkan penglihatannya. Akhirnya dia mendengus dan menyederkan tubuhnya pada headboard kasurnya.

"Tidak ada."

Chanyeol menaruh tangannya di dagu tanda berpikir.

"Apa mungkin tandanya ada di balik bajunya?"

What the— Park Chanyeol!

Kris membelalakan matanya. Ini sebenarnya ide atau sebuah pikiran mesum dari seorang Park Chanyeol sang EXOST pemilik kekuatan Phoenix?

.

.

.

Tao tersadar baru 30% dari pingsannya beberapa waktu lalu. Dia masih enggan bangun karena tubuhnya terasa lemas. Perutnya dingin dan lama-lama dadanya juga dingin. Perlahan namun pasti, semua bagian atasnya dingin.

"Apa aku bilang! Dia memilikinya, Kris!" dia tidak mengenal suara riang itu.

Matanya saja hanya terbuka 0.000001mm dari kapasitas terbuka matanya.

"Dia seorang Chronic." Suara lainnya tertangkap indra pendengaran Tao.

"Tapi, tunggu, tunggu—" dia merasakan jari tangan seseorang mengelus-ngelus bagian dadanya. "—punyanya berwarna emas. Berbeda dengan kita yang berwarna hitam. Apa jangan-jangan…"

Hening beberapa saat.

Mereka bertiga terdiam satu sama lain. Kris memasang wajah datar dan nampak berfikir, sedangkan Chanyeol memandang lambang jam pasir di dada Tao dengan serius. Sementara itu, Tao sudah sadar sepenuhnya.

Matanya melotot, mulutnya terbuka-tertutup layaknya seekor ikan yang mencari oksigen.

Hening masih melanda mereka.

1…

2…

3…

"YA! APA YANG KALIAN LAKUKAN PADAKU?"

.

EXOST

Inspired by : Kamichama Karin

By : Koge Donbo

.

Mereka bilang aku, Huang Zitao, bukanlah manusia biasa. Aku special bahkan melebihi mereka sendiri. Siapa mereka dan siapa aku?

.

Tao menatap orang di depannya tidak percaya dan bingung. Dia menatap Kris yang tengah meringis saat ingin berbicara tapi, sudut bibirnya perih karena pukulan-pukulan Tao. Pandangan pria paling manis di sana beralih pada sosok Chanyeol yang mengaduh-aduh kesakitan sambil mengelus-elus pipinya ang membiru akibat ulah Tao— lagi-lagi.

Tapi, hei! Tao tidak sepenuhnya salah. Dia hanya korban di sini. Tiba-tiba saja monster yang mereka panggil foe's monster itu muncul dan menyerangnya; lalu, dua pria tinggi itu muncul juga dan menyelamatkannya, dan yang terakhir, mereka berdua berbuat mesum pada bocah polos Huang Zitao.

"Aku tidak percaya dengan apa yang kalian katakan. Gila!" Tao menatap kesal pada dua bersaudara itu.

"Terserah saja apa katamu, Bocah!" Kris berbicara pelan namun menindas. Dia bermaksud berteriak, tapi, sudut bibirnya robek.

"Aku yakin, kalian ini melakukan tipuan mata, bukan? Kalian memasang projector besar di sekitar hutan dan membuat gambar monster itu. Ya, 'kan? Lalu kalian berpura-pura datang menolongku. Aku terlalu panik, lalu pingsan, dan kalian membawaku ke tempat ini. Lalu… lalu, kalian ingin… ingin memperkosa ku, 'kan?"

Hening.

Chanyeol dan Kris terdiam karena sweetdrop.

"Cih," Kris mendecih, "bahkan kau sama sekali tidak sexy. Kulit warga kota jauh lebih baik daripada kulitmu! Mereka lebih terawat dan berkilau. Siapa yang bergairah denganmu yang warga desa ini?"

"Oh, ya ampun, Kris! Jaga bicaramu! Kita membutuhkan dia!" Chanyeol menjitak kepala Kris dengan keras.

Kris memelototkan matanya ke arah Chanyeol kemudian dia menatap Tao dengan datar. Kris membelalakan matanya saat melihat ekspresi Tao. Pria manis itu menggigit bibir bawahnya, matanya memerah dan berkaca-kaca. Jangan-jangan…

"Hiks…"

…benar dugaan Kris.

"Yasudah kalau begitu. Kau pergi saja kembali ke kota dan bercintalah dengan orang-orang di sana yang kulitnya halus dan tubuhnya sexy. Aku tidak membutuhkan kalian! Lagipula kenapa topiknya menjadi hal berbau sensifitif seperti ini?"

Tao beranjak dan berjalan cepat menuju pintu kamar. Dia menghentikan kakinya beberapa langkah dan memutar tubuhnya. Dia menatap tajam semua orang di situ. "Jangan berurusan lagi denganku!"

BLAM

Hening.

Nampaknya mereka sangat suka sekali suasana hening hari ini.

Beberapa menit mereka lewati dengan keheningan dan pikiran kosong. Kris merasa menyesal dengan perkataannya. Dia berbohong jika tidak tergoda dengan tubuh Tao. Pria itu memiliki kulit madu yang halus-sangat halus malahan. Kris saja sampai tercengang. Di desa ini memang ada fasilitas perawatan tubuh a.k.a salon? Tapi kenapa rasanya berkata jujur susah?

"Ya! Bahkan kita belum mengetahui namanya, Kris! Bodoh!"

Chanyeol segera berlari menyusul Tao yang entah kemana. Benar juga, kata Chanyeol. Bahkan mereka belum mengetahui nama pemuda manis itu. Manis, eh?

.

.

.

Semuanya gelap. Hanya ada obor yang menjadi penerang untuk menunjukan sebuah jalan. Warna hitam lebih mendominasi bangunan itu daripada warna lainnya. Makhluk-makhluk mitos yang sampai sekarang menjadi misteri bagi dunia manusia (normal) tampak berlalu-lalang.

Seorang pria tampan dengan jubah hitam yang menjuntai berjalan santai. Dia sama sekali tidak merasa takut dengan adanya makhluk-makhluk menyeramkan di sekitarnya.

"Ah," dia mendesah lega saat langkah kaki jenjangnya terhenti pada sebuah pintu besar. Pintu yang menyeramkan. Banyak sekali ornament tengkorak yang menjadi motif di pintu itu.

Dia membuka pintu itu dengan perlahan.

"Kau sudah datang, Kyuhyun?"

Pria berjubah itu masuk dan menunduk hormat pada sosok manusia bertopeng yang duduk di atas sebuah singgasana raksasa.

"Ya, Master."

Pria berjubah itu membuka tudung jubahnya dan menampilkan wajahnya yang tampan, mata yang tajam, bibir yang menarik, dan hidungnya yang mancung. Sangat mendukung karakternya menjadi peran antagonis.

"Bagaimana perkembangannya?"

"Dia baik-baik saja. Aku dan Minho menjaganya dengan sangat baik sesuai kata Anda."

Sosok di singgasana terkekeh. "Baguslah, aku tidak sia-sia mengirim mu dan Minho untuk menjaganya."

"Master, bolehkah Saya bertanya?"

"Tentu saja Cho Kyuhyun."

"Kenapa Master menyuruh kami untuk membawanya keluar dari sini? Bukankah di sini lebih aman?"

"Kau tidak akan mengerti. Ngomong-ngomong, aku punya orang baru untuk kalian."

Orang besar yang duduk di singgasananya menepuk tangannya dan memunculkan dua pria dari keda sisi singgasananya.

"Yes, Master?" sahut mereka berbarengan.

Orang yang dipanggil master tersenyum licik. "Perkenalkan, dia Byun Baekhyun dan Kim Jongin. Anggota Exost."

Kyuhyun membelalakan matanya tak percaya. "E…Exost? Kenapa bisa Master?"

"Yah, apapun bisa ku lakukan. Sekarang, kau bawa Baekhyun dan Kai bersamamu. Aku sudah memerintahkan Baekhyun dan Kai untuk melakukan sebuah misi. Kau hanya perlu membantunya dan mendengarkannya. Mengerti?"

.

.

.

Hujan turun dengan derasnya malam ini. Dingin semakin menjadi-jadi saat dirinya berlari untuk segera sampai ke tempat tujuannya. Tao tau sebuah kesalahan besar telah dia lakukan malam ini.

"Hosh… hosh…" dia memungkukan badannya dan tangannya digunakan untuk bertumpu pada lututnya.

"Mati aku!"

Dia kembali melanjutkan langkahnya.

Saat dirinya sampai di depan pintu, kakinya terhenti saat dtilihatnya seekor kucing dengan bulu yang basah tengah meringkuk di bawah kursi.

"Shi?"

Dia berjalan mendekati kucing berburu oranye-putih tersebut.

"Shi?"

Tangannya terulur untuk menarik kucing itu dari bawah kursi dan memeluknya. Tubuhnya dingin dan sama sekali tidak terganggu dengan perlakuan Tao.

"Shi? Aku pulang…"

Tao berulang kali menggoyangkan tubuh kucing kesayanganny, tapi nihil. Tak ada sedikitpun gerakan.

Cklek

"Kau sudah pulang Tao?"

Wanita yang paling Tao benci di dunia ini keluar dengan masker putih yang menutupi wajah keriputnya. Tao menoleh dan nyaris saja berteriak, kalau dia tidak bisa mengontrol dirinya.

"Bi, kenapa Shi bisa di luar seperti ini? Shi kedinginan, Bi."

Wanita parubaya itu mendecih dan berkacak pinggang.

"Salahkan kucingmu yang merepotkan itu. Aku mengusirnya."

Tao mengepal tangannya kuat-kuat.

"Ngomong-ngomong, kau kemana saja? Tuan Lim menelpon kalau kue-nya belum sampai hingga sekarang. Jangan bilang kalau kau…"

"Aku menjatuhkannya." Sambar Tao cepat.

Mata bibi Sung melebar seiring keterkejutannya. Kedua tangan keriputnya mengepal erat dan giginya yang mulai meghilang satu-persatu saling bertautan.

"Kau!"

"Bibi tidak perlu merawatku lagi. Aku akan pergi sendiri!"

Tao menerobos masuk ke dalam rumah mungil itu dan beberapa saat kemudian dia kembali lagi dengan sebuah tas dan beberapa bungkusan barang. Dia hendak pergi meninggalkan rumah wanita mengerikan itu.

"Kau benar-benar tidak tau terima kasih!" dengan entenganya bibi Sung menampar pipi mulus Tao yang baru kemarin dia tampar.

"Terima kasih"

.

.

.

Hujan belum juga reda dan malam semakin larut. Tao berjongkok di bawah pohon yang daun-daunnya mulai habis. Dia menatap sendu gundukan tanah yang berisi kucing kesayangannya yang sudah terbujur kaku.

"Padahal aku ingin cerita banyak padamu Shi." Air matanya tersamarkan dengan tetesan air huan yang mengenai wajahnya. "Aku bertemu dengan monster, aku bertemu dengan dua manusia tinggi yang aneh dan mesum. Ah, Shi~"

Isakan tangis terdengar

Tao tidak menyadari kalau semua di sekitarnya berhenti. Hujan yang tadinya turun lebat kini berhenti.

.

Kris dan Chanyeol menemukan Tao yang tengah menatap gundukan tanah di depannya dengan sendu. Mereka bisa membaca pasti orang itu tengah menghadapi keadaan berduka.

"Kris…" Chanyeol bergumam saat dirasakan hujan di sekitarnya berhenti.

Bukan. Bukan berhenti karena persediaan air di awan habis. Lebih tepatnya, hujan berhenti karena mengikuti waktu yang berhenti.

"Dia hampir out of control, Chanyeol!"

Masa bodoh dengan aksi memata-matai mereka. Seorang Exost melakukan Out of control bukanlah sesuatu yang bagus. Apalagi jika seorang Chronic yang memiliki kendali penuh atas waktu di dunia ini.

"Kau!"

Kris berteriak di antara kesunyian malam.

"Ka… kalian…" mata Tao terbelalak kaget. "Kenapa mengikutiku?"

"Kau bodoh! Kenapa kabur begitu saja? Kau tidak lihat apa yang kau lakukan?"

"Apa? Apa yang ku lakukan?"

Chanyeol menghela nafasnya kasar. Sepertinya mulai sekarang dia harus banyak-banyak bersabar mendengar ocehan dua manusia di depannya ini.

"Lihatlah sekelilingmu," ucap Chanyeol pelan.

Tao mengikuti perintah Chanyeol. Alangkah terkejutnya dia ketika mendapati hujan yang ingin jatuh berhenti.

"A… apa yang…"

"Ulahmu, Bocah!"

"Apa?"

Chanyeol mendekat dan menggenggam tangan Tao erat. Dia memperlakukan Tao dengan sopan. Berbeda dengan Kris yang selalu saja bernada tinggi pada Tao.

"Tutup matamu dan bayangkan yang indah-indah."

Tao mengerjapkan matanya berkali-kali. Membuat ekspresi lucu bak anak polos. Bisa dilihat pipi Kris yang memerah dan mengalihkan pandangan matanya.

"Baiklah~"

Tao menutup matanya.

"Bayangkan yang indah-indah~" serunya lagi.

Chanyeol tersenyum lembut penuh arti. Kris ingin muntah melihat ekspresi Chanyeol yang menurutnya sok seperti caleg yang sedang mencari suara agar mencoblos kumisnya.

Perlahan-lahan hujan kembali turun dengan deras dan membasahi tubuh mereka bertiga.

Tao membuka matanya dan tersenyum lebar.

"Kau berhasil, emhh…" Chanyeol menggaruk tengkuknya bingung.

"Tao. Huang Zitao."

"Ya, kau berhasil Taozi~" Chanyeol tersenyam renyah ke arah si manis Huang.

"Cah, Chanyeol, kita pulang!" ajak Kris sambil menutup setengah wajahnya.

Air hujan yang membasahi wajahnya membuat luka di sudut bibirnya perih.

"Ta… tapi, Kris…"

Kris berbalik tajam menatap Chanyeol. Chanyeol meneguk ludahnya gugup dan mengikuti langkah Kris yang sudah berjalan beberapa terdahulu.

"Eh?"

Tao mengerjapkan matanya melihat dua pria tinggi itu menjauh dan menjauh darinya. "Aku ditinggal?"

Tao bergedik ngeri.

"Tu… tunggu!" dia membawa barang-barangnya yang sudah basah kuyup karena hujan. Langkah-langkah kakinya menyusul Chanyeol dan Kris yang sudah berada di depan sana.

.

.

.

"Sudah ku duga kau akan ikut." Kris tersenyum sinis, di sela-sela Tao mengobati sudut bibirnya.

Tao mencibir. "Aku tidak membutuhkan kalian! Kalian yang membutuhkan ku!" Tao menekan-nekan luka di sudut bibir yang kembali basah.

Kris meringis kesakitan, tapi Tao sama sekali tidak memperdulikannya. Oh, ya, jangan lupakan dia yang sudah berganti baju dengan kaos kebesaran milik Chanyeol. Jangan lupakan juga barang-barangnya yang basah.

"Sudah selesai~" suara Tao terdengar girang.

Chanyeol datang dengan membawa tiga cangkir coklat panas untuk mereka. Dia duduk di antara Kris dan Tao yang sudah membuat jarak sejauh satu meter. Chanyeol mendecakan lidahnya berkali-kali melihat merka berdua yang tak pernah akur.

"Terima kasih sudah mau ikut, Taozi."

Lagi-lagi Kris ingin muntah mendengar nada suara Chanyeol yang selalu dibuat-buat lembut, ketika berhadapan dengan Tao.

"Sebenarnya aku tidak ingin ikut kalian. Hanya saja, aku kasihan dengan kalian yang sepertinya sangat membutuhkan ku. Yah, aku ikut saja dengan kalian." Tak ada beban yang terlihat dari bibir mungil Tao saat melakukan kebohongan. Tangannya dilipat di depan dada, matanya terpejam sambil kepalanya memanggut-manggut.

"Kenapa kau tidak bilang saja kalau kau diusir?" Kris mendesis.

Tao menatap Kris mendecak dan menggelengkan kepalanya masih dengan gaya angkuh. "Ckck, Tuan Wu, kau salah besar! Lebih tepatnya aku yang pergi dari rumah itu."

"Lalu, karena tidak ada tempat bernaung lagi, kau memanfaatkan kami, 'kan?" Kris menyeringai.

Tao masih terlihat santai. "Tidak. Aku pikir kalian membutuhkan ku dan aku ikut kalian."

Ingin sekali Chanyeol yang berada di tengah-tengah mereka tertawa. Bisa-bisanya Kris dikerjai oleh anak kecil seperti Tao. Dia tersenyum kecil. Tidak ada salahnya ada Tao di antara mereka. Lihatlah, baru beberapa jam mereka bertemu dan berkenalan, anak itu sudah bisa merubah dan memberikan banyak ekspresi pada Kris.

"Ngomong-ngomong Tao," Chanyeol mengintrupsi. "Tadi, saat aku bilang bayangkan yang indah-indah, kau membayangkan apa?"

Tao mengerjapkan matanya berkali-kali. Tangan kanannya mengelus dagu. Memasang ekspresi bak ilmuwan yang sedang meneliti anaconda raksasa.

"Eum… aku membayangkan pria-pria seksi bertelanjang dada berjemur di pantai."

Chanyeol menggigit bibir bawahnya menahan tawa, sedangkan Kris mengangakan mulutnya lebar-lebar. Oh, astaga. Anak di depannya ini benar-benar membuat seorang Kris Wu memasang ekspresi seperti orang bodoh.

"Chanyeol Gege, memangnya kenapa hujan berhenti? Kenapa si pirang bodoh itu bilang aku yang melakukannya?"

Chanyeol mengatur nafasnya.

"Kau itu salah satu dari kami—"

"— aku memang salah satu dari kalian karena aku pria." Sela Tao.

Kris memelototkan matanya. "Kau itu benar-benar…"

"Jangan menyela oke, Tao?"

Tao mengangguk patuh.

"Bagian dari kami maksudnya adalah Exost. Aku memegang kendali atas burung api atau phoenix, Kris memegang kendali atas naga api atau dragon singkatnya. Dan kau…" jari telujuk Chanyeol menunjuk wajah Tao. "Kau paling special."

Tao memiringkan kepalanya. Special? Pakai telor dan pakai daging?— pikirnya.

"Spesial…?"

"Eum. Kau adalah titisan dari Khronic, sang dewa waktu. Dewa waktu tentu saja kau tau maskdunya, 'kan? Dewa yang mengatur waktu jalannya dunia ini. Jadi, kalau kau sampai out of control, maka semuanya akan berantakan."

"Out of control? Berantakan?"

"Eumh. Kau belum bisa mengendalikan kekuatanmu—"

"Bahkan dia tau punya kekuatan saja tidak," Kris mencibir.

Tao mengerlingkan matanya malas. "Lalu?"

"Kau tadi sedang dalam keadaan yang benar-benar buruk. Iya, 'kan?"

Tao mengangguk.

"Secara tidak sadar, kondisi dirimu tidak stabil dan kekuatanmu tiba-tiba saja muncul. Jika dibiarkan seperti itu terus-menerus, kau bisa dinamakan out of control; dan jika kau out of control, waktu bisa menjadi berantakan."

Tao mengangguk sedikit paham. Penjelasan yang berbelit-belit dari Chanyeol susah sekali untuk dipahami oleh otaknya yang pas-pas an.

"Apa… kalian pernah out of control?"

"Kris yang pernah. Aku tidak."

"Oh, kalau dia tidak heran." Tao berdesis. "Lalu, jika Kris out of control, apa dia akan membakar semua babi menjadi babi panggang?"

Chanyeol menutup mulutnya menahan tawanya. Hell, yes! Kekuatan Kris itu termasuk kuat. Apa gunanya kekuatan besar hanya untuk memanggang babi? Harga diri Kris jatuh seketika.

"Percuma kau buang-buang tenaga untuknya. Cepatlah semuanya tidur dan besok kita akan pergi dari desa ini!" Kris berdiri.

"Eh, besok? Bukankah kita berencana seminggu di sini?" Chanyeol mengintrupsi.

"Kau ingin mulutmu berbusa menjelaskan hal-hal yang tidak akan pernah dia pahami? Aku akan memberikannya buku-buku itu padanya agar dia membacanya sendiri." Setelahnya Kris pergi dari kamarnya. Menuju kamar Chanyeol yang menjadi tempatya untuk tidur.

Chanyeol menghela nafasnya panjang dan dia melirik Tao yang menundukan kepalanya.

"Dia benar-benar tidak menyukai ku, yah?" lirih Tao.

Chanyeol mengusap surai hitam Tao yang terasa lembut di permukaan kulitnya. "Eum, dia menyukaimu, kok. Hanya saja, dia tidak bisa mengekspresikannya. Dia pasti sangat bahagia karena bertemu dengan anggota Exost yang lain."

Tao mengangguk mengerti.

.

Namaku Huang Zitao dan aku adalah seorang Chronic. Penjaga waktu dan pengendali waktu. Aku salah satu dari Exost.

Exost? bahkan aku tidak tau apa itu.

Semuanya terjadi tiba-tiba. Dua pria tinggi dari kota datang dan menyelamatkanku. Terasa aneh dan terdengar mustahil. Tapi, ini semuanya kenyataan.

Dunia ku berubah mulai saat ini. Penuh dengan kejutan dan hal-hal yang berbahaya dan tak disangka.

Tao sudah berbicara 'wah' selama puluhan kali ketika dirinya tiba di rumah besar Kris dan Chanyeol. Bagaimana tidak? Rumah dengan gaya klasik eropa itu, merupakan rumah yang paling besar dan paling mencolok di lingkungan sekitar.

Kedatangan mereka disambut oleh seorang pria yang menjabat sebagai pelayan berjas hitam rapih. Tao memperhatikannya dengan seksama. Pria itutua, rambutnya mulai beruban, tapi, kenapa kelihatannya dia satu-satunya pelayan di rumah ini?

"Tuan Kang, apa semuanya sudah disiapkan?" tanya Chanyeol.

"Sudah. Kamarnya berada di sebelah kamar Anda."

Chanyeol mengangguk mengerti.

Mereka berempat melanjutkan langkahnya. Tao sama sekali tidak berkedip melihat kemewahan yang ada di rumah itu. Walaupun mewah, tapi Tao sedikit bergedik ngeri. Aura suram dan sepi sangat kental terasa.

"Aku permisi," Kris membedakan langkah kakinya dari yang lain. Dia masuk ke dalam sebuah ruangan berwarna emas dan tubuhnya menghilang begitu saja.

"Dia mau kemana?" tanya Tao hati-hati.

Chanyeol berdecak, "Kris itu bukan orang yang suka membuang waktu. Yah, dia menjalankan tugas."

Tao hanya ber 'oh' ria danmengangguk mengerti.

"Tapi Tao, jangan sekali-kali kau masuk ke ruangan itu." Chanyeol memasang wajah horror ala Voldermort(?).

"Eh? Banyak hantunya?"

Chanyeol menggeleng pelan. "Kris akan marah jika kau masuk."

"…baiklah."

.

.

.

Tao membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk dan luas yang sekarang menjadi miliknya. Tubuhnya dibiarkan telentang begitu saja dan tatapannya mengarah pada langit-langit kamar bergambar awan. Seni yang cukup bagus— pikir Tao.

Dia mendudukan dirinya dan menatap sekeliling. Kamarnya lebih luas dari yang dulu; ada kamar mandi pribadi, meja rias, meja belajar, sofa bed, tivi plasma, lemari pakaian, dan jangan lupakan jendela lebar yang langsung mengarah ke kebun milik— entahlah milik Kris atau Chanyeol.

Dirinya beranjak dari tempat tidur dan berjalan menghampiri jendela besar yang tirainya terbuka sempurna.

"Aku tidak yakin kalau itu punya Kris," gumamnya.

Tao terpukau pada pemandangan dari kamarnya. Terlalu bagus dengan bunga mawar yang masih menguncup menunggu datangnya musim semi. "…siapapun yang merawat bunga-bunga itu, pasti orang yang romantic dan hangat. Chanyeol gege?" ada jeda beberapa detik. "Ah iya, pasti dia. Tidak mungkin si Kris gila itu!"

"Siapa yang gila, Bocah?"

Tao memutar tubuhnya dan terlonjak kaget. Maanya terbelalak saat objek yang barusan dihinanya muncul dengan tangan yang membawa beberapa tumpuk buku tebal dan sedikit lusuh.

"Kenapa tidak ketuk pintu dulu?"

Kris tak menjawab. Dia berjalan ke arah meja belajar Tao dan meletakan buku-buku itu di atasnya. Dapat terdengar Kris menghela nafas berat.

"Untuk apa aku permisi pada rumah ku sendiri?"

Tao memutar bola matanya malas. Tatapannya tertuju pada dua atau lima tumpukan buku tebal di atas meja belajar.

"Apa itu?"

Kris mengambil salah satu buku yang paling atas dan berjalan mendekat ke arah Tao.

Puk

Dia menepuk kepala Tao pelan dengan buku tebal bersampul coklat tersebut.

"Chanyeol atau aku tidak perlu bersusah-susah untuk menjelaskan semuanya. Kau hanya harus membaca buku-buku itu dan memahaminya. Mengerti?"

Tao bergedik ngeri. Membaca semuanya? Hell no! Dia bisa menghabiskan ratusan tahun untuk membaca itu semua. Membaca novel dengan tiga ratus halaman saja butuh waktu enam bulan untuknya.

"Semuanya? Kau yakin?"

Kris menarik tangan Tao dan menyerahkan buku itu. "Jika kau tak ingin menyusahkan kami, berusahalah."

Demi apapun! Tao melihat Kris tersenyum sepanjang 0,00005mm. Sangat tipis hingga dia tidak yakin dengan penglihatannya.

Kris berjalan meninggalkan Tao yang mematung di tempat. Matanya berkedip-kedip dan tubuhnya kaku. 'Kris kalau tersenyum tampan, yah?'. Tao buru-buru memukul kepalanya dengan buku di tangannya. "Kau berpikiran apa Huang Zitao?" dia mendengus.

"Oh, yah, Tao." Tao menolehkan kepalanya ke arah pintu, dimana Kris masih berada di sana. "Ngomong-ngomong, kebun mawar itu milik ku. Terima kasih untuk pujiannya."

Blam

Pintu ditutup meninggalkan Tao yang tubuhnya melemas.

Exost adalah orang-orang yang terpilih oleh dewa-dewa Yunani kuno. Mereka memilih dua belas orang yang akan selalu bereinkarnasi seiring berjalannya waktu. Para dewa mengutus kedua belas orang itu agar mereka semua membasmi titisan Kronos di bumi. Kronos sendiri adalah Titan yang kejam.

Dewa-dewa yang menitiskan kekuatan mereka adalah :

· Khronos : Dewa Waktu

Khronos merupakan saudara dari Kronos. Mereka merupakan saudara kembar tapi benar-benar memiliki sifat bertolak belakang. Khoronos memiliki kekuatan yang sangat besar. Dia bisa menjelajahi waktu dan memainkan waktu sesuka hatinya.

· Heafaistos : Dewa Api

Hefaistos adalah dewa api, penempa besi, dan pengrajin senjata. Posisinya sangatlah penting, karena dia membuat senjata untuk para dewa lainnya.

· Poseidon : Dewa Laut

Poseidon merupakan penguasa air. Dia memiliki trisula sebagai senjatanya.

· Apollo : Dewa Cahaya

Senjata Apollo yang terkenal adalah busur yang terbuat dari emas.

· Gaia : Dewa Bumi

· Zeus : Dewa Langit dan Petir

· Ares : Dewa Perang dan Pembantaian

· Anemoi : Dewa Angin

· Aether : Dewa Atmosfer

· Homonia : Dewa kerukunan, kebulatan suara, dan kesatuan pikiran

· Asklepios : Dewa penyembuhan

· Filotes : Dewa persahabatan, kasih sayang, dan hubungan seksual

Elpis menurunkan tiga dewa suci dan menyuruh mereka untuk menjadi permata. Ada Ra, Osiris, dan Obeliks. Mereka bertiga adalah dewa berbeda dunia. Elpis memberi perintah untuk tiga dewa itu, siapa yang memegang mereka, maka harus menuruti perintah sang Tuan.

Tao menutup buku tebal itu dan menelungkupkan wajahnya di atas buku. Dia menggerutu. "Aku sama sekali tidak mengerti," gumamnya. Dia mengangkat kepalanya. Dia mengambil buku yang sudah berisi puluhan kalimat rangkumannya tentang buku pertama yang di abaca.

'Khronos : Dewa Waktu

Khronos merupakan saudara dari Kronos. Mereka merupakan saudara kembar tapi benar-benar memiliki sifat bertolak belakang. Khoronos memiliki kekuatan yang sangat besar. Dia bisa menjelajahi waktu dan memainkan waktu sesuka hatinya.'

Kemudian dia mengambil stabilo berwarna oranye dan menggaris di kalimat, Khronos merupakan saudara dari Kronos.

"Hah, untuk menghapal rumus keliling lingkaran saja aku butuh seminggu. Apalagi ini? Membuat mual saja!" dia kembali menggerutu dan menelungkupkan kepalanya di meja.

"Aku… rindu Shi."

Perlahan-lahan dia memulai petualangannya di dunia mimpi.

.

Kris memasuki kamar Tao tanpa mengetuk atau permisi. Persis seperti tadi siang. Dia menatap datar ke arah Tao yang dia yakini sudah tertidur dengan posisi tertidur di atas meja belajar.

"Hah~ sudah ku duga kalau kau—" kalimatnya tergantung. Dia tersenyum benar-benar tipis ketika melihat buku tulis yang sudah ada puluhan kalimat rangkuman hasil coretan tangan Tao. "Ternyata kau memang belajar."

Dia meletakan setumpuk pakaian seragam baru untuk Tao di atas meja rias dan kembali menghampiri Tao yang sama sekali tidak terganggu dengan kehadirannya.

Tangannya terulur untuk menggedong Tao ala bridal style. Memposisikan pemuda itu dengan nyaman di atas tempat tidur berwarna biru muda. Kris menaikan selimut hingga sebatas dada Tao.

"Selamat malam."

.

.

.

Tao merasa asing pagi ini. Ini pertama kalinya dia bngun dengan kasur senyaman ini dan selimut yang benar-benar hangat membungkus dirinya. Dia tau ini bukan hari minggu dan Chanyeol sudah bilang kalau dirinya akan mulai bersekolah hari ini. Hah~ benar-benar dua orang itu mempersiapkannya dengan matang.

Tao menyibakan selimutnya dan menguap sebentar. Matanya masih menyipit dan enggan untuk terbuka. Hell yes! Dia benar-benar masing mengantuk sekarang. Bayangkan saja dia baru tidur jam satu malam dan harus bangun jam lima pagi. Bisa dipastikan dia akan tertidur di kelas.

Ngomong-ngomong tidur tadi malam, bukankah dia meja belajar?

"Aish, aku sering berjalan sendiri ketika tidur." Dia mencoba meyakinkan dirinya untuk berpikir positif.

Tok… tok…

"Tao, apa kau sudah bangun?" suara Chanyeol menginstruksikan dirinya untuk sadar sepenuhnya.

"Aku sudah bangun, Gege…" jawabny sedikit lesu.

"Mandilah dan kami semua menunggumu di ruang makan."

"Ya~"

Tak ada lagi suara Chanyeol setelahnya. Dengan malas, Tao menginjakan kakinya di atas lantai yang dingin. dia mengambil handuk di lemari dan kemudian berjalan ke kamar mandi yang ada di kamarnya.

.

.

.

Tao sudah siap dan datang ke ruang makan saat semua orang sudah berkumpul; lebit tepatnya Chanyeol dan Kris. Dia duduk di depan Chanyeol dan Kris yang duduk bersebelahan. Lama-lama dia terasa asing di rumah ini.

"Semuanya, ini makanannya," ucap seorang gadis cantik.

Tao yang saat itu meminum susunya nyaris tersedak ketika melihat seorang gadis cantik memakai hanbok datang membawa beberapa makanan.

'Ada wanita juga?'— batin pemuda manis itu.

"Terima kasih, Miyoung."

Demi Tuhan! Tao melihat Kris tersenyum lebih panjang dari kemarin. Kali ini senyumnya terlihat jelas. Apa jangan-jangan gadis itu pacar Kris? Saudara Kris? Astaga!

Miyoung tersenyum dan kembali menuju dapur. Tao masih memperhatikannya dengan serius punggung gadis yang mengenakan hanbok berwarna biru tua. Heol! Gadis itu begitu mencintai Korea Selatan.

.

.

.

Tao tidak akan menyangka jika dirinya bisa bersekolah di sekolah yang begitu luar biasanya baginya. Dirinya harus terdiam di depan gerbang dan membaca tulisan besar di gerbang sekolah, Hannyoung High School. Apa benar dia akan naik kelas di sekolah ini dengan otaknya yang pas-pasan?

"Kau ingin berdiam diri saja disitu?" suara Kris mengintrupsi.

Tao tersadar dan berlari kecil menghampiri mereka yang sudah beberapa meter di depannya.

.

"KYYYAAA! KRIS!"

"PARK CHANYEOL! KYAAA"

"KYAAA!"

"KYYAA! ASTAGA TAMPAN SEKALI KALIAN PAGI INI!"

Tao tidak menyangka kalau dua orang yang berdiri di hadapannya adalah pangeran sekolah. Yah, tidak heran juga, sih. Mereka berdua tampan, tinggi, dan bergelimang harta. Hah~ dia merasa dirinya sangat kecil di antara teriakan para gadis yang menjadi fans dua manusia tiang itu.

Mereka berpapasan dengan sosok pria berambut caramel dan berbadan tinggi. Tao memperhatikannya tanpa berkedip. 'Tampan sekali~'— bathinnya. Pipinya merona kala pria berambut caramel itu tersenyum manis ke arahnya.

Tidak… dia nyaris sesak nafas melihatnya.

"Tao!"

"Tao!"

Chanyeol mengibaskan tangannya di depan wajah Tao yang bersemu merah muda. "Tao, hei!"

Tao tersentak dan menatap Chanyeol kikuk. "Eh, iya?"

Chanyeol dan Kris mengikuti arah pandang Tao, lalu mereka berdua saling bertatapan dengan wajah datar.

"Jangan mendekatinya, Tao. Percayalah."

Tao bisa mendengar suara Chanyeol yang terdengar waspada.

"Apa?"

"Dia berbahaya."

"Eh? Kenapa?"

Chanyeol menghela nafasnya kasar. "Pokoknya jangan di dekati. Sudahlah, masuk ke kelasmu!" Chanyeol mendorong Tao masuk ke ruangan di sebelah mereka. Ruang kelas Tao yang baru.

.

.

.

TBC~


#Yuhu~ udah fast update. Haha~ ketawa nista. Hello, Ming boleh curhat? Entah kenapa FF ini berbeda dari FF biasanya. Ini lebih membawa keceriaan bagi kita semua dan bangsa Indonesia *ala kampanye* Ini FF juga yang paling ngabisin kuota. Why? Nyari nama-nama dewa itu susah, yah -_- *Reader : Maksa sih lu, Ming!*

Di sini yang jadi Himeka Tao aja, dah *maksa Ya Allah, Ming/.\* Hah, otak buntu. Dewa inspirasi kemarin menceraikan diriku~ doa'kan FF ini agar lancar dan sehat walafiat. Ming di sini gak bermaksud ngubah sejarah Yunani karena ini cuma fic. No bash, yah^^

Balasan review :

Chikari : Udah dilanjut, Dear ^^ pertanyaannya terjawab disini. Hehe ^^ Keep RnR and Thank's for review ^^

Dark Shine : Makasih. Udah dilanjut, kok. Hehe~ Keep RnR and Thank's for review ^^

ArinaCronics : Sudah, Uwooo~ Keep RnR and Thank's for review ^^

: *kepeluk* Aku juga penggemar Kamichama Karin :3 Akhirannya juga happy ending, kan Chingu anime-nya? Hiks~ Keep RnR and Thank's for review ^^

Xyln: Udah dilanjut ini. Mwah~ Keep RnR and Thank's for review ^^

RinZiTao: Iya fic baru dan aura baru ^^ Thank's, yo! Jawaban manusia atau bukan ada di chap ini. Kedepannya liat aja, yah. JKeep RnR and Thank's for review ^^

WifeLeeteuk: Ming juga cengok yang bikin -_- BLP di hiatus, kan dulu, yo~Keep RnR and Thank's for review ^^

NS Yoonji: Udah, yah :D Keep RnR and Thank's for review ^^

ochaken: Iya, kasihan, yah T^T Hikseu~ jawabannya di part ini. Hoho…Keep RnR and Thank's for review ^^

KT in the house: Udah diupdate. Hihi…Keep RnR and Thank's for review ^^

91: Iya, bakal ada perang, kok *Wisyuu, ciaat* Pengennya bikin tandanya di bokong. Tapi, inget rated FF ini*sigh* -_- Semua jawaban ada di sini~Keep RnR and Thank's for review ^^

Imel jewels: Udah, yah Keep RnR and Thank's for review ^^

junghyema: FF lain entar aja, ah diupdate *dibacok* Ofcourse, KT hard shipper. Haha… Keep RnR and Thank's for review ^^

peachpetals: Udah sembuh, dumbs :3 itu typo dari FFN-nya pas publish. Aku juga kaget pas liat di hape, eh, typonya parah. Aku cek di word kagak ada typo begitu. Heol! Keep RnR and Thank's for review ^^

krispandataozi: Kris mau pergi jadi gila, hhuk! T^TKeep RnR and Thank's for review ^^

KRISme: Sudah dilanjut, yah ^^ Keep RnR and Thank's for review ^^

jettaome: Udah dilanjut. Hihi! Keep RnR and Thank's for review ^^

Couphie: Ini juga manga favorit. Hoho~ Iya, sampe Chu~ Chanyeol lebih aku buat ke Michiru kali, yah ._. buat Jin entar juga ada charanya, kok. Hoho~ Keep RnR and Thank's for review ^^

Zirae demon: Sebenernya mau bikin Kamichama Karin versi KrisMing *plak* Kakak yang jahat entar muncul kok, Dear. Hoho~ himeka aku kurang suka karena lemot -_-Keep RnR and Thank's for review ^^

Kirei Thelittlethieves: Udah, yahKeep RnR and Thank's for review ^^

DahsyatNyaff: Udah, yah. Hehe~Keep RnR and Thank's for review ^^

:Wo ai nimen:

*Maaf kalau ada review yang gak kejawab. Hehe~*