Casts : Tao | Kris | Chanyeol | Minho | Kyuhyun | Sehun |
Genre(s) : School Life || Romance || 'lil comedy || Supranatural || Fantasy || Mystery
Rated : T
Author : BabyMingA
Summary: Tao hanyalah seorang siswa SMA biasa berumur tujuh belas tahun yang bodoh, dan ceroboh. Suatu hari, dia bertemu dengan Kris dan Chanyeol yang d
.
BOYS LOVE_YAOI_NO FLAME-NO BASH-NO COPY/PASTE-REVIEWS ALLOWED! ^_^…. HAPPY READING!
.
.
.
.
:BabyMingA:
.
.
.
"Jangan mendekatinya, Tao. Percayalah."
Tao bisa mendengar suara Chanyeol yang terdengar waspada.
"Apa?"
"Dia berbahaya."
"Eh? Kenapa?"
Chanyeol menghela nafasnya kasar. "Pokoknya jangan di dekati. Sudahlah, masuk ke kelasmu!" Chanyeol mendorong Tao masuk ke ruangan di sebelah mereka. Ruang kelas Tao yang baru.
.
EXOST
Inspired by : Kamichama Karin
By : Koge Donbo
.
Tao meletakan tasnya di atas meja, kemudian mendaratkan pantatnya ke atas kursi kosong yang menjadi daerah kekausannya mulai saat ini. Posisinya benar-benar strategis. Pojok-kanan-belakang. Sangat stragtegis untuk tidur, bukan? Mengingat dia baru tidur selama beberapa jam akibat buku-buku sialan yang diberikan Kris.
"Heoh," dia mendesah bosan.
Ingin tidur tapi tak enak; ingin berjalan-jalan tapi dia mengantuk; ingin menghampiri Kris dan Chanyeol di kelasnya… dia yakin Kris akan menendangnya dari lantai tiga, tempat anak-anak kelas tiga berada.
Dia menelungkupkan kepalanya ke atas meja. Tatapannya mengarah pada pintu kelas yang terbuka. Sangat berharap sesuatu yang menarik lewat dan membuang rasa kantuknya.
BINGO!
Dewi fortuna sedang berada dipihaknya!
Dia ingin memekik saat itu juga. Saat pemuda berambut caramel lewat sedang tertawa bersama laki-laki tinggi lainnya. Andai dia tidak tau malu, pasti dia akan langsung keluar kelas dan mencegat jalannya hanya untuk menanyai namanya atau lebih parah… meminta nomor telpon? Hell! Ponsel saja dia tidak punya.
.
.
.
Sampai jam istirahat berbunyipun, bangku di sebelahnya kosong. Tao penasaran orang seperti apa yang menjadi teman sebangkunya. Apakah cabul? Kejam? Berkumis? Berotot besar dan memiliki bulu dada yang banyak? Atau malah… ingusan?
Membayangkannya membuat dia bergedik ngeri.
Tao berdiri dari bangkunya. Dia berjalan menuju keluar setelah menoleh ke kanan ke kiri. Kemana kaki hendak melangkah? Entahlah. Ikuti saja naluri dan angin yang berhembus.
Bruk
Tao menabrak seseorang hingga pantatnya mencium lantai koridor sekolah dengan mesra. Dia meringis. Ingin sekali dia memarahi orang yang menabraknya kalau bukan… pria berambut caramel dengan senyum maut!
"Kau tidak apa-apa?"
Astaga! Suaranya merdu sekali. Seperti nyanyian surga. Oke, terlalu berlebihan. Tapi bolehkah dia berkata demikian karena cinta pada pandangan pertama?
"Hei?"
"Ah, i… iya…"
Pria berambut caramel itu mengulurkan tangannya pada Tao. Tao berkedip berkali-kali tak percaya. Dengan senang hati dia menerimanya. Menggenggamnya terlalu kuat saking bahagianya.
"Kau tidak apa-apa?" tanya pemuda berambut caramel itu lagi.
Tao mengangguk. Dia yakin ekspresinya seperti orang bodoh.
"Hah, maafkan aku. Aku sedang terburu-buru. Jika ada bagian tubuhmu yang patah, kau hanya perlu mencari nama Cho Kyuhyun di ruang OSIS. Mengerti, 'kan?"
Tao mengangguk.
Pria itu tersenyum lagi dan setelahnya berlalu pergi.
Tao tak menyesali dirinya ditabrak oleh… Cho Kyuhyun. Bahkan dia rela ditabrak sampai ribuan kali jika Kyuhyun yang menabraknya. Jatuh cinta itu indah~.
"Hah, maafkan aku. Aku sedang terburu-buru. Jika ada bagian tubuhmu yang patah, kau hanya perlu mencari nama Cho Kyuhyun di ruang OSIS. Mengerti, 'kan?"
"Namanya Cho Kyuhyun. Ya ampun, bagus sekali namanya! Astaga… Tuhan, hambamu sedang jatuh cinta. Ciptaanmu Tuhan…" sebuah kalimat yang berlebihan keluar dari bibir kucing Tao.
Puk
Seseorang menepuk kepalanya.
Tao menghentikan tingkah gilanya. Dia ingin memarahi siapapun yang menganggu dirinya. Dia berbalik dan… lagi-lagi dia harus menahan amarahnya. Kris berada di belakangnya dengan wajah horror.
Kris datang tidak sendiri. Bukan bersama Chanyeol. Bersama para fans fanatic Kris yang berdiri di belakang Kris sejauh lima meter.
"K… Kris…"
"Apa yang kau lakukan, Bodoh?" tanya Kris dingin.
Tao menyingkirkan tangan Kris dari kepalanya kemudian mundur satu langkah. "Apa-apaan kau datang-datang mengataiku bodoh?" dia mengerucutkan bibirnya imut.
Kris memalingkan wajahnya yang bersemu merah. Selalu seperti ini ketika Tao melakukan aegyo secara tidak sadar.
"Dimana Chanyeol gege?" suara Tao terdengar pelan.
"YAK! Apa-apaan dia memanggil Chanyeol sunbaenim dengan embel-embel 'gege'? Lalu kenapa dia bersikap seperti itu pada our prince?" kepala pasukan dari fans Kris memekik nyaring di sana.
Tao memutar bola matanya malas. "Jangan dekat-dekat denganku kalau kau membawa pasukanmu, Wu!"
"Apa-apaan dia memanggil marga our prince dengan sembarangan? Lancang sekali dia!" kali ini gadis berwarna orange gelap yang memekik.
Tao lagi-lagi memutar bola matanya malas. Dia ingin sekali melempari gadis-gadis kecentilan itu dengan tomat agar berhenti mengoceh.
"Kris—"
"YAK! Apa-apaan lagi dia memanggil our prince tanpa embel-embel sunbaenim?" kali ini gadis berambut hitam pendek yang berbicara.
Bantulah Tao untuk mengingat wajah penggemar Kris yang centil-centil itu.
"Berbicaralah menggunakan Bahasa Mandarin saja Tao." Kris kelihatannya juga mulai jengah.
Tao menghela nafasnya kasar. "Wo—"
"Kami mengerti Mandarin hanya untuk our prince~"
Ingin sekali Tao ke kamar mandi dan muntah-muntah. Terdengar menjijikan nada suara yang sok imut itu.
Tao berbalik hendak meninggalkan Kris karena dia sudah jengah. Dia berjalan entah ingin kemana, yang penting dirinya bisa jauh-jauh dari Kris dan penggemar gilanya. Heol!
Kris mengikuti Tao di belakang dalam diam. Dia tau lebih baik berbicara di tempat yang sepi mengingat 'penggemarnya' yang bertebaran dimana-mana. Well, dia sebenarnya mulai jengah juga dengan para gadis-gadis itu.
Tap
Tao menghentikan langkahnya lagi dan memutar bola matanya malas lagi-lagi. Dari arah yang berlawanan, dia bisa melihat pasukan gadis lain yang mengikuti pria yang menggendong tas di punggungnya. Sepertinya pria itu baru saja datang.
"Hah, Kris kedua," gumamnya.
"SAYANG KU!"
Pria itu tiba-tiba saja berlari cepat ke arahnya dan berteriak kencang sekali. Sedetik kemudian tubuh Tao sudah di dekap benar-benar erat oleh pemuda berambut coklat terang itu. Astaga! Dia punya firasat buruk ke depannya.
Kris di belakang Tao membelalakan matanya tak percaya.
"Sayang ku~" pria berambut coklat terang itu mengusap punggung Tao lembut dan penuh sayang.
Tao mengerjapkan matanya beberapa kali; terlalu shock.
"APA? SIAPA YANG DIPELUK OLEH SEHUN?" pasukan gadis di belakang laki-laki berambut coklat terang itu memekik kompak. Cocok sekali menjadi tim paduan suara tinggat kelurahan.
"Sayang ku, sudah lama aku tidak bertemu dengamu. Aku merindukanmu. Astaga, kau sampai pindah ke Korea hanya ingin bertemu dengan ku, yah? Kenapa tidak menetap saja di China, My Panda?~"
Kris menatap tajam ke arah Sehun yang masih bermesra-mesraan dengan Tao yang menjadi batu secara tiba-tiba.
Sehun mendekatkan telinganya ke telinga Tao dan berbisik pelan. "Aku butuh bantuanmu. Jangan berbicara apapun, okay?"
Sehun melepaskan dekapannya dan berbalik menatap pasukan fansnya yang beberapa dari mereka sudah menangis patah hati. Gadis paling depan maju dan masih kelihatan tegar, meskipun wajah gadis itu sudah memerah dan matanya berkaca-kaca.
"Sehunnie, apa dia benar-benar kekasihmu?" tanya gadis itu dengan suara bergetar.
Tao menolehkan kepalanya ke belakang dan menatap Kris dengan tatapan memelas. Bibirnya berbicara tanpa mengeluarkan suara. 'Apa yang terjadi? Tolong aku!'
Kris menggelengkan kepalanya tanpa suara. Terlalu terkejut.
"Iya, dia memang kekasih ku dari China. Manis, bukan? Seperti panda~"
Gadis itu menggelengkan kepalanya. "Benarkah? Kalau dia kekasihmu…" gadis itu menyeringai. "cium di bibirnya."
Terlalu to the point.
Terlalu frontal.
Terlalu mustahil untuk dilakukan.
"AP—hmmpfh!" Tao ingin sekali protes. Apa daya? Tanpa isyarat apapun Tao mendapati sesuatu yang kenyal dan basah menempel di bibirnya. Secara tiba-tiba. Astaga, ciuman keduanya— ciuman pertamanya diambil oleh kucingnya, Shi. Jadi, dia selalu mengaku kalau dia sudah berciuman meskipun dengan seekor kucing. Baginya, yang terpenting adalah di BIBIR. B-I-B-I-R.
"KYYYAAA! HIKSS!" lagi-lagi mereka kompakan untuk berteriak dan menangis.
Sehun menjauhkan wajahnya saat tak ada lagi suara-suara centil yang menganggu indra pendengarannya.
"Ap…pa… yang kau… lakukan…?" Tao terbata-bata.
Sehun mencubit pipi tembam Tao dengan gemas dan menyentil hidung Tao. "Terima kasih bantuannya, Panda. Senang berbisnis denganmu~" setelahnya dia pergi dengan langkah enteng.
Semua mata tertuju pada mereka. Tao masih mematung di tempatnya. Laki-laki itu dengan seenak jidatnya pergi begitu saja? Oh, astaga!
"Tao? Hei! Hei!" Kris sudah menggantikan posisi Sehun di hadapannya.
"Tao? Kau tidak apa-apa?" Kris mengibaskan tangannya di depan wajah Tao yang memerah dengan ekspresi bodohnya.
"Kris…" akhirnya Tao merespond. "Ada yang menciumku di bibir."
Kris mendengus. "… jangan lupakan kalau kalian berciuman di koridor utama sekolah."
Tao menelan salivanya gugup. Pandangannya beredar kemana-mana. Semua orang menatapnya dan beberapa ada yang sibuk dengan ponselnya. Jangan lupakan beberapa gadis ada yang menggigit pensil atau benda yang berada di tangan mereka.
"Kris, Tolong aku!"
.
.
.
Mereka bertiga berjalan beriringan dengan kompak. Seperti tadi pagi, Tao memisahkan dirinya di belakang. Mereka sudah pulang sekolah dan sekarang dalam perjalanan pulang dengan berjalan kaki. Wajahnya pucat dan tatapannya kosong ketika menatap ke depan.
Hari pertama di sekolah diisi dengan sesuatu yang gila!
Laki-laki berambut coklat terang, Oh Sehun, benar-benar pria yang unik dan aneh. Datang terlambat pada istirahat pertama dan kemudian mengakui Tao sebagai kekasihnya. Jangan lupakan hal yang paling penting. Laki-laki sinting itu menciumnya di koridor utama sekolah. Dia yakin hidupnya tidak akan pernah tenang ke depan.
Ah, dia mendapat penderitaan baru lagi. Bangku kosong di sebelahnya adalah milik… OH SEHUN! Tao kembali ke kelas dengan wajah yang memucat dan mendapati Sehun yang sedang membaca sebuah komik dengan santai. Lebih parah lagi, dia dikeluarkan dari kelas gara-gara Oh Sehun— lagi.
oOo
Tao mencoba fokus pada pelajaran Mr. Park yang sedang menuliskan tentang limit fungsi di papan tulis. Pelajaran matematika di tengah pikirannya yang sedang kacau?! Dia dengar-dengar kalau Mr. Park itu sosok yang kejam. Yah, tidak heran dengan standar sekolah yang W-O-W.
Sret
Sebuah robekan kertas ada di hadapannya. Tao melirik ke arah Sehun yang senyum-senyum tidak jelas. Bolehkah Tao meninju wajahnya itu?
Dia membaca tulisan yang ada di kertas dengan mata yang melotot. 'Bibirmu manis. Boleh tidak aku mencicipinya lagi, Sayangku, My Baby Panda?-Sehun'
"YA! APA YANG KAU MAKSUD, BYUNTAE?"
Kelas yang sudah hening semakin hening. Mr. Park menghentikan kicauan 'indahnya' dan menatap ke arah meja Tao dan Sehun yang berada di pojok-kanan-belakang.
Laki-laki tua itu berdeham. Meletakan spidol papan tulisnya di atas meja kebesarannya. Berjalan dengan perlahan untuk mencapai titik biang onar di kelasnya.
Tuk
Tuk
Tuk
"Apa yang terjadi Tuan Huang?" tanya Mr. Park saat kakinya sudah mendarat dengan mulus di meja Sehun dan Tao. Suara tua yang terdengar dingin itu begitu menyeramkan.
Tao meremas surat Sehun di tangannya. "I… itu…"
Mr. Park menangkap pergerakan tangan Tao. Dengan cepat dia mengambil surat itu dan membacanya dengan ekspresi tidak percaya. Sehun yang duduk di sebelah Tao memasang wajah datar walaupun hatinya panik.
"Apa-apaan kau ini Oh Sehun? Bicaramu terlalu vulgar."
Tao tersenyum kemenangan ketika Mr. Park menegur Sehun dengan nada suara yang dingin.
"Kalian berdua berdiri di luar kelas dan jangan mengikuti pelajaranku selama tiga minggu."
"A… apa? Aku juga?" tanya Tao hati-hati.
"Ada masalah?"
"Tapi, Sehun yang memulainya, Mister."
"Aku tidak suka jika kelas ku ada keributan, Huang Zitao…"
oOo
"Heoh!" Tao menghela nafasnya kasar.
Chanyeol dan Kris yang mendengar di depan menghentikan langkah kaki mereka dan membalikan tubuh mereka secara kompak. Mereka menatap prihatin ke orang yang paling muda di antara mereka.
"Kau masih memikirkannya?" tanya Chanyeol pelan.
Tao menganggukan kepalanya pelan.
"Sudahlah, itu sudah berlalu." Kris keliatan tak peduli dengan masalah Tao hari inin.
Tao mengangkat wajahnya dan menatap sengit ke arah Kris. "Kau kenapa tidak menolong ku? Kenapa kau hanya diam saja ketika dia memeluk ku dan mencium bibirku?"
"Memangnya aku siapamu?" suara Kris terdengar datar. "Kalau aku menolongmu waktu itu, bisa-bisa menimbulkan gossip baru lagi. Seperti aku yang cemburu atau apalah itu."
Tao ingin sekali memukul Kris sebelum suara geraman mengintrupsi mereka.
"Grrrr…"
Kris dan Chanyeol bersiaga melindungi Tao di belakang mereka. Tao di belakang sana terharu. Respond mereka terlalu cepat untuk melindunginya. Bahkan dia yang tadinya ingin memerahi Kris tertahan untuk kedua kalinya.
Wusssh… brak…
Sebuah anak panah emas melewati mereka dan menancap di tembok belakang mereka begitu saja. Syukurlah tidak mengarah pada Tao yang malah terdiam di tempat seperti orang bodoh yang sama-sekali tidak melakukan pergerakan apapun.
"Kau bodoh!" umpat Kris.
Tao menggelengkan kepalanya. "I… itu! Orang itu yang melakukannya! Yang berjubah hitam di atas pohon!" Tao menunjuk ke satu arah. Chanyeol dan Kris mengikuti arah telunjuk Tao.
Benar saja. Ada seseorang yang berdiri di atas pohon tanpa kesulitan sama sekali. Orang itu memegang sebuah busur panah emas di tangannya. Tak lama, seseorang berjubah hitam lagi datang dan berdiri di samping si pemegang panah. Tubuh mereka seperti kapas, karena ranting pohon yang kecil tak patah.
"Sial!" umpat Chanyeol.
"ROOOAAAR!"
Tak hanya dua orang itu saja yang menjadi musuh. Ada empat foe yang muncul di hadapan dua orang itu.
"Kita hanya butuh yang paling bodoh itu saja, 'kan?" kata yang membawa busur panah.
Yang menjadi lawan bicaranya mengangkat tangannya dan munculah sebuah pedang di tangan kanannya. "Iya. Aku urus yang berambut pirang dan kau yang berambut coklat gelap."
Sedetik kemudian si pemegang pedang sudah berada di depan Chanyeol.
"Kris, mereka mengincar Tao. Bagaimana?"
Kris menggeram marah. "Lakukan apa yang bisa kita— AH!"
Si pemegang pedang mulai mengayunkan pedangnya ke arah mereka berdua. Tao bergerak mundur dan takut. Dia merasa benar-benar tidak berguna. Apanya yang paling special dari yang lain kalau tak bisa membantu?
"Bola de fuego!" suara Chanyeol begitu lantang.
Tangan kanan Chanyeol memunculkan sebuah bola api ddengan ukuran sedang. Dia berlari ke arah Tao dan sebisa mungkin bertarung dan melindungi Tao sekaligus.
"Chanyeol Gege…"
"Jangan jauh-jauh dari ku, Tao."
Tao mengepal tangannya kuat. 'Benar-benar merepotkan aku ini'.
"Eliminar la luz!" si pemegang panah meloncat dari pohon.
Seketika semuanya gelap total. Chanyeol benar-benar tidak bisa melihat apapun untuk saat ini. Hanya terdengar suara pertarungan antara Kris dan laki-laki berpedang dan…
"ROOAAAAR"
"AKH, CHANYEOL GEGE!"
… dan suara geraman monster dan teriakan Tao yang seketika menghilang. Chanyeol mencoba mundur dan meraba-raba Tao, tapi dia sama sekali tidak mendapatkan Tao, bahkan suaranya tidak ada.
"Luz de fondo"
Semuanya kembali normal dan terang. Chanyeol tidak mendapati Tao di belakangnya. "Shit! Dimana Tao?" bentak Chanyeol.
Sosok itu tidak menjawab. Dia mengarahkan panahnya pada Chanyeol.
SEET
Bersyukurlah gerakan Chanyeol yang cepat. Chanyeol mengeluarkan bola api dari tangannya dan menembakannya pada musuhnya. Musuhnya sama sekali tidak bergerak.
"Protector de luz" suaranya begitu tenang.
Seketika sebuah tameng cahaya melindungi sosok itu.
"Damn it!"
.
.
.
"Círculo de fuego!"
Kris mundur beberapa langkah dan membiarkan lawannya berada di antara lingkaran api ciptaannya. Dia tersenyum menang. "Látigo de fuego!" kini sebuah cambuk api berada di genggaman tangannya.
Dia tersenyum penuh kemenangan tapi—
SET
Musuhnya berada di luar lingkaran apinya. Kris memasang wajah tidak percaya. Sama sekali tidak ada celah untuk keluar dari lingkaran api ciptaannya. "Ba… bagaimana— ARGH!"
Sebuah goresan panjang dia dapatkan di pipinya.
Tak terlalu memusingkan, dia mengarahkan cambuk di tangannya untuk mengenai sang target. Musuhnya terlalu cepat utuk bergerak. Kris tak pernah dapat memastikan dimana musuhnya bisa muncul.
"Kris, Tao hilang!"
Kris menggenggam cambuknya semakin erat. "Sialan!"
.
.
.
"AW!"
Tubuh Tao dihempaskan begitu saja ke pohon sehingga punggungnya menabrak pohon dengan kekuatan yang tidak bisa dibilang kecil. Dia yakin pasti akan membiru yang cukup lama.
"Grrr…"
Ah, iya dia melupakan empat makhluk menyeramkan yang telah menculiknya.
"Ingin memakanku, yah?" suara Tao terdengar pelan dan dia sedikit meringis. "Jangan. Aku masih terlalu kurus." Alasan yang terlalu kuno.
"Grrrr… ROOOAAAR!"
Akhirnya dia benar-benar takut sekarang. Percuma bernegosiasi pada makhluk yang sama sekali tidak mengerti bahasanya.
Tao merangkak mundur dengan perlahan-lahan. Lalu, setelah mundur dia mau apa? Melawan? Mengggunakan apa? Cara menggunakan kekuatannya saja dia tidak tau apa-apa.
"Chanyeol gege… Kris… tolong aku. Hiks…"
"Palas eólicas!"
SYYYUUT
Entah apa yang membuat tangan salah satu dari foe itu terputus, Tao benar-benar bersyukur. Dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan mendengus kesal sekaligus lega.
"Jangan menangis, My Baby Panda~"
"OH SEHUN!"
.
.
.
TBC
#Sudah diupdate kilat, 'kan? Sangat cepet malah. Hoho~ Btw, Ming mengangakan mulut ketika Tao upload foto IG dengan capt, 'My Vertu' Hasimeleh -_- di Blok M ada kagak sih begituan?-_- Review yo, review ^^
*Balasan Review
Zirae demon : Nah, iya itu! -_- Keknya Tao bakal naksir, Ming ._.
91 : Kenapa KaiBaek bisa sama Foe? Kenapa, yah? ._. Cowok yang di sekolah keknya Ming, deh -_-
junghyema : Rada ngakak, yah review-nya. Wkwkwk. Keknya Tao liat Ming, deh *.*/\ makanya kek liat Bidadari -_- Kyuhyun keknya jadi pelindung Ming *hasimeleh
beauty : Lucu, yah, Ming? Makasih *salah fokus* sudah diupdate, Dear ^^
YasKhun : Aku juga gak tau kenapa kamu baru tao /.\ gpp, kok. Hehe ^^ Iya, susah. Setengah jam sendiri mencarinya. Hikseu~ Ofcourse, main pairnya KrisTao ^^ intinya, balas riview panjang begini, Cuma mau bilang sudah di update. Haha
mirarose86 : Kamichama Karin by : Koge Donbo^^
Prince Changsa : Oke, terimakasih. Hehe ^^
Maple fujoshi2309 : Iya, mati, hikseu~ Tao naksir Ming keknya._. Kai/Baek keknya mencintai Ming *salah* pasti bersatu*mungkin* hoho~
KrisTaoTao : Hah, di chap ini keknya kurang moment KTnya._. Oke, terimakasih. Haha~
RinZiTao : update kilat karna ini ide masih anget. Coba udah tiga bulan -_- yang bikin melongok keknya Ming._.
FanFan Panda : sebenernya pengen jadi soulmate-nya Ming-_- Yang diliat Tao keknya Ming-_-
AngsaPark : Iya, campuran. Ada Mesir danYunani. Sebenernya pengen pake dewa olimpus. Tapi, kok gak cocok, yah? -_-
: Pria berkacamata mungkin SooMan. Dia berkacamata, 'kan? *ganti genre horror* Kazune main ke rumah Ming dulu soalnya.
Fen-galaxygogreen*namanya ngakak kakak _* : Dikira bakal inget sama Ming -_-Thank's ^^
Couphie : Hai, masih ingat aku yang di PM nungguin jeruk? ._.)/
Xlyn : Ming keknya yang terakhir. Senyum manis ke Tao? mungkin Ming -_- udah diupdate, yah. Hehe ^^
URuRuBaek : udah di update, yo^^ Ada di pihak mana, yah? Saksikan saja, terus. Hoho~
WifeLeeteuk : Hai, istri Leeteu'-')/ aku anaknya Leeteuk. Mamskie~ kamu pengertian, yah, hikseu~ T^T emang ini tema susah dan ini nekat -_- semoga aku rujukan dengan dewa inspirasi, yah T..T
*Maaf kalo ada salah kata, salah nama gelar dan alamat dari review nyeleneh ini-_- Ming sayang kalian semua^^ Wo ai nimen dan terima kasih reviewnya. Ditunggu review kalian yang lain ^^)/
