Casts : Tao | Kris | Chanyeol | Sehun | Xiumin | Luhan | Kyungsoo | Kyuhyun | Suho | Lay | Kai | Baekhyun | Taemin |
Genre(s) : School Life || Romance || 'lil comedy || Supranatural || Fantasy || Mystery
Rated : T
Author : BabyMingA
Summary: Kehidupan Tao (17) berubah total saat bertemu dengan Kris dan Chanyeol. || EXOST? Bagian dari Tao? Chronos dan Cronos? Lalu… apa itu Permata Ra, Obelisk dan Osiris? || "Tao benar-benar sudah merubahmu Kris."— Chanyeol. || "Aku Wu Yizi. Anak Kalian di masa depan." || "Hiks… bagaimana bisa aku tidak menangis kalau kau akan mati di masa depan, Kris?"— Tao. ||
.
BOYS LOVE_YAOI_NO FLAME-NO BASH-NO COPY/PASTE-REVIEWS ALLOWED! ^_^…. HAPPY READING!
.
.
.
.
:BabyMingA:
.
"Handuk sudah siap?"
"Sudah."
"Baju tidur? Jacket? Baju hangat? Syal?"
"Sudah, sudah, sudah dan sudah."
"Celana dalam?"
"Su— EH?"
Tao menatap horror ke arah jendela kamarnya; tepat pada sosok pria pirang yang tengah berdiri dengan angkuh. Kris tersenyum miring dan berjalan ke arah Tao yang tengah sibuk dengan persiapannya besok untuk pergi ke pemandian air panas.
"Celana dalam?" tanya Kris lagi. Dia berjengit untuk melihat isi tas Tao.
Tao buru-buru memeluk tas ranselnya dan menggelengkan kepalanya. "Kenapa kau menanyakan itu?"
"Tentu saja aku bertanya. Kau itu, kan bodoh. Mungkin kau bisa lupa celana dalam."
"KRIS!"
.
EXOST
Inspired by : Kamichama Karin
By : Koge Donbo
.
:Chapter 9:
.
.
.
Tao sama sekali tak berkedip ketika Kyuhyun di depan sana membacakan pembagian roommate mereka nanti di Jjimjilbang. Dia tak peduli ketika para siswa/i mengeluh ingin cepat-cepat masuk ke bus daripada harus mendengar ocehan Kyuhyun dan Minho. Well, wajar saja jika mereka 'durhaka' kepada ketua OSIS mereka. Kyuhyun membiarkan mereka semua berdiri di lapangan sekolah, dengan cuaca yang dingin dan dengan tas-tas berat mereka.
"YA! KENAPA AKU TIDAK DENGAN TAO?"
Tao mengerjapkan matanya berkali-kali saat seseorang merangkulnya dan mengguncang tubuhnya. "Sehun?"
"Oh Sehun, kau sekamar dengan Lee SungJong. Itu sudah menjadi keputusan kami," ucap Minho tenang. "Kalian silahkan masuk ke dalam bus."
Sehun meremas pundak Tao dan menatap mata panda milik Tao dalam. Tao masih memasang wajah bingung. Sebenarnya apa yang terjadi dan yang dia lewatkan? Bukankah tadi hanya pembagian kamar? Kenapa Sehun jadi seperti ini?
"Kalau Kyuhyun melakukan sesuatu yang 'iya-iya', kau bisa langsung memanggilku dan berteriak, okay?" tatapan Sehun beralih pada sosok Kyuhyun yang tengah membenahi barang-barangnya bersama Minho.
Dia tau Kyuhyun berbahaya. Dia masih mengingat dengan jelas bagaiamana Kyuhyun menyerang Kris tempo hari. Awalnya dia tercengang. Ketua OSIS mereka seorang Foe? Selama ini dia hidup dengan Foe?
"Aku?" Tao menunjuk dirinya sendiri.
"Ya, kau sekamar dengan Kyuhyun," jawab Sehun malas.
"Sehun, cepat naik!" suara SungJong terdengar drai arah bus berwarna merah itu.
Sehun mengangguk dan kembali menatap Tao yakin. "Jaga dirimu baik-baik."
CUP
Sehun memberikan ciuman singkat di pipinya. Sehun langsung berlari kecil ke dalam bus, meninggalkan Tao yang tercengang dengan apa yag didengarnya. Biasanya dia akan marah dengan perlakuan Sehun yang seenak jidatnya menciumnya. Hanya saja, mendengar dirinya sekamar dengan seorang Cho Kyuhyun, membuatnya merasa tidak memiliki amarah pada Sehun.
Huang Zitao sekamar dengan Cho Kyuhyun?
Tao merogoh saku jaketnya. Dia mengenggam sesuatu dalam sakunya dan menggelengkan kepalanya. Dengan langkah pelan dia menghampiri Kyuhyun yang sudah sendirian karena Minho sudah duluan masuk ke dalam bus satu. Anak-anak lain yang bukan kelas dua sudah masuk ke dalam kelas. Jadilah sekarang dia hanya berdua dengan Kyuhyun di lapangan.
"S— Sunbae," panggilnya gugup.
Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke arah Tao yang berdiri setengah meter darinya. Kyuhyun tersenyum lembut. "Ada yang bisa ku bantu?"
Tao menahan nafas dan mengeluarkan barang 'itu' dari saku jaketnya. Dengan tangan gemetar, Tao memberikan— yang ternyata adalah sebuah gelang pada Kyuhyun. Gelang yang dibuat sendiri— sama dengan milik Kris, hanya saja berbeda warna.
"Aku membuatnya. Tolong diterima." Tao mmbungkukan badannya sambil mengulurkan gelang itu pada Kyuhyun.
Andai Tao melihat senyum licik Kyuhyun, pasti Tao akan merasa ngeri. Kyuhyun menerima gelang katun buatan Tao dan Tao menegakan kembali tubuhnya dengan wajah yang sudah memerah sempurna. Kyuhyun langsung memakainya di tangan kanan dan menunjukannya pada Tao.
"Terima kasih. Ini manis, sama sepertimu."
"A—aaa, iya. Iya."
Kyuhyun menghampiri Tao dan merangkulnya. "Kau ingin berlama-lama di luar? Ini dingin dan ayo, cepat ke masuk!"
.
.
.
Chanyeol dan Kris menaikan kacamata hitam mereka. Chanyeol dengan jaket kulit hitam dan sepatu berwarna merah Nike Roshe miliknya. Sedangkan Kris, dia mengenakan jaket berwarna coklat dari Givenchy dan sepatu Nike Air Max Series Jordan. Mereka terlalu mencolok hanya untuk menginap di Jjimjilbang.
"Kris, Kris, itu mereka!" Chanyeol menunjuk arah pintu masuk. Di sana ada rombongan adik kelas mereka.
Minho memberikan instruksi melalui toa pada adik kelasnya. Kris mencari sosok Tao yang ternyata dia berada di dekat Sehun— lebih tepatnya Sehun yang dekat dengan Tao.
"Kalian boleh pergi ke kamar kalian bersama teman kamar kalian," suara Minho terdengar jelas. "Kalian harus mengganti baju kalian dengan baju khas tempat ini(Kaos warna pink sama celana pendek putih plus handuk—bayangin yang kyk DraKor-_-/) dan setelahnya, silahkan lakukan sesuka kalian. Kita berkumpul di ruang makan saat jam makan siang," lanjut Minho.
Kris meihat Sehun ditarik SungJong dan Kyuhyun-menghampiri-Tao.
Kyuhyun mnghampiri Tao dan merangkulnya— lebih tepatnya.
Kris masih setia mengawasi moment itu, bahkan sampai Kyuhyun mengajak Tao mengobrol dan mereka menghilang di balik tembok yang menjadi pembatas ruang tunggu dan kamar-kamar penginapan.
"Chanyeol, mereka memesan kamar di— Chanyeol?" Kris mengikuti arah pandang Chanyeol yang bisa membuat seorang Park Chanyeol terpaku dan mengabaikannya.
Chanyeol fokus ke arah resepsionis yang ada tiga orang pria. Apanya yang menarik dari tiga orang itu?
"Aku baru tau, jika laki-laki bisa terlihat manis ketika memakai eyeliner," gumam Chanyeol
"Eh?"
Chanyeol terkekeh dan menepuk pundak Kris. "Sudahlah. Ayo kita menjadi mata-mata."
.
Tao mematung di depan pintu. Dia tidak bermimpikan bisa sekamar dengan Kyuhyun? Oke, dia tidak bisa berpikir negative karena, ini terlalu ganjil— menurut anak-anak lainnya. Tapi untuk Tao, ini adalah sebuah anugrah dari Tuhan yang patut disyukuri.
"Apa kau ingin berdiri di depan pintu terus Huang Zitao?"
Tao tersadar dari lamunannya dan berlagak kikuk. Kyuhyun selesai membereskan barang-barangnya dan malah Tao terdiam di depan pintu masih lengkap dengan ransel yang masih bergantung pada pundaknya.
"Ti— tidak, Sunbae." Tao berjalan ke tempat tidurnya dan meletakan ranselnya. Sesekali dia melirik Kyuhyun yang tampak santai di atas kasur dengan headet yang tersemat di telinganya.
"Sunbae," panggil Tao pelan.
Anehnya, meskipun suara Tao sepelan suara tikus kejepit, Kyuhyun dapat mendengarnya baik. Dengan santai dia menolehkan kepalanya ke arah Tao yang wajahnya daritadi memerah.
"Ya?"
"Aku— aku ingin bertanya."
"Silahkan." Kyuhyun mengubah posisi duduknya menjadi menghadap Tao. Tao melirik ke sembarang arah dan matanya menangkap gelang merah yang dibuatnya untuk Kyuhyun. Cocok sekali untuk kulit Kyuhyun yang putih.
"Kenapa aku malah sekamar dengan Sunbae? Bukankah seharusnya Sunbae dengan Minho Sunbae?"
Kyuhyun terkekeh. "Jumlah murid kelas dua itu ganjil. Mau tidak mau, aku yang harus menamnimu."
Tao sedikit kecewa. Terpaksa, yah?
"Bukannya aku bisa bertiga? Memangnya kenapa kalau aku sendiri?"
Kyuhyun tersenyum geli. "…Kenapa kau bertanya seperti itu? Kau tidak ingin sekamar denganku, hum?"
Tao buru-buru menggelengkan kepalanya. "Ti—tidak! Bukan begitu. Hanya saja, bukankah terasa aneh?"
Kyuhyun beranjak dari duduk santainya dan mengambil baju khas jjimjilbang. Dia menghampiri Tao dan memberikan satu pasang untuknya. "Tidak ada yang aneh, kok. Sudahlah, cepat bereskan semuanya. Sebentar lagi, waktu makan siang."
Tao menggigit bibir bawahnya dan mengangguk polos. Ah, lagi-lagi dia tidak melihat senyum licik di wajah tampan Ketua OSIS kesayangannya.
.
Sehun menatap sinis Lee SungJong— teman sekamarnya, yang sedang berganti pakaian. Kenapa dia harus sekamar dengan anak mami ini? Kenapa juga Tao harus sekamar dengan Ketua OSIS yang jahat itu?
"Apa kau cemburu Tao tidak sekamar denganmu?"
(Semua penghuni sekolah tau, Tao dikenal sebagai kekasih Sehun. Bahkan, Tao sudah mencoba menjelaskannya agar tak terjadi salah paham, tapi Sehun malah meyakinkan semua siswa kalau Tao adalah pacarnya).
"Kyuhyun itu berbahaya. Bagaimana kalau Tao di 'iya-iya', 'kan?"
SungJong terkekeh kecil. "Kau tidak tau, yah? Kyuhyun sunbae sudah punya kekasih. Beberapa bulan yang lalu, kekasihnya pernah datang dan langsung menjadi topik heboh sekolah selama seminggu. Kau tau kenapa?"
Sehun menggelengkan kepalanya. Dia tertarik dengan topik yang dibuat SungJong.
"Kyuhyun sunbae itu seseorang yang dingin— yah, aku akui cukup tampan. Dia itu orang yang terlalu cuek dan diperkirakan oleh seluruh warga dunia kalau dia tidak akan mempunyai kekasih. Eh, tapi ternyata dia memiliki kekasih yangs angat cantik dan terlalu ramah."
"Wanita?"
SungJong menggelengkan kepalanya. "Pria cantik pencinta warna pink. Dia sudah kuliah dan aku tidak tau kenapa Kyuhyun sunbae bisa mendapatkan orang seperti itu. Kau harus melihat ekspresi Kyuhyun sunbae saat mendapatkan bekal makanan berkotak merah muda."
Sehun ber-ooh ria.
"…seharusnya kau tidak terlalu sibuk memikirkan pekerjaanmu. Kau harus bergosip dan jangan digosipkan terus. Nikmatilah masa muda mu dengan indah Oh Sehun,"
SungJong melenggang keluar kamar. Sehun terdiam di atas tempat tidurnya dengan tangan yang menjadi alas kepalanya. Pikirannya melayang jauh.
Kyuhyun seorang foe dan Kyuhyun sudah memiliki kekasih.
Bagaimana kabar Tao nantinya saat mengetahui itu semua?
.
Kris berjalan dengan santai mengelilingi jjimjilbang yang cukup elite itu. Chanyeol lebih memilih menghabiskan waktunya dengan berendam air panas di kolam pribadi. Dia menyewa untuk dirinya sendiri dengan Kris untuk dua hari satu malam. Tssk, dasar orang kelebihan duit.
Langkah kaki Kris terhenti ketika melihat sosok orang yang menjadi penganggu pikirannya belakangan ini, berdiri dengan linglung beberapa meter darinya. Dia mendecak. Tidak heran jika menebak pria panda itu tersesat.
Dengan santai, dia menghampiri pria manis itu dan memasang wajah datar— yang lama-lama mirip om-om pedohile menurut Tao.
"Hey, kau!" Kris menepuk pundak Tao hingga pemuda panda itu menoleh ke arahnya.
"Kris?"
Kris melirik sekelilingnya dan menarik tangan Tao mencari tempat yang lebih sepi dan sedikit lebih privasi. Tao menurut saja dan dia tidak ingin bertengkar dengan Kris di hari menyenangkannya ini.
"Kita mau kemana?" Tao merasa heran karena dia hanya melihat jejeran kamar yang tampak sepi. Hanya ada beberapa orang yang lewat dan akhirnya Kris mengajaknya masuk ke dalam kamar bernomor 20.
"Kekamar ku dan Chanyeol," jawab Kris santai.
Tao memberengut. "Ya! Kenapa kau malah mengajak ku ke sini? Aku harus berkumpul dengan yang lainnya di ruang makan."
Kris melirik malas. "Kau pasti tersesat. Dasar bodoh!"
Tao mengerucutkan bibirnya. "Aku tidak ingin bertengkar denganmu, Kris. Tak ada yang ingin kau katakan, 'kan? Yasudah, aku—"
"Kyuhyun sudah melakukan apa saja padamu?" potong Kris.
"Eh?"
Kris mundur beberapa ke belakang dan memperhatikan penampilan Tao dari atas hingga ke bawah. Dia yang mengenakan pakaian yang sama dengannya. Kaos polos berwarna pink, dan celana pendek berwarna putih. Penampilan Tao terlalu biasa memang; sama seperti para pengunjung jjimjilbang ini. Hanya saja bagi Kris, penampilan Tao tidak biasa.
Kris menggelengkan kepalanya dan mendecak.
"Tidak, tidak."
Dia mendekatkan wajahnya ke wajah Tao dan memperhatikan dengan seksama wajah manis itu. Tao mengerucutkan bibirnya sambil menatap heran tingkah aneh Kris.
CHUP
Kris mencium kilat bibir Tao dan memasang wajah datarnya kembali.
Tao mengerjapkan matanya. Dia merasa, tiba-tiba saja roh dalam tubuhnya pergi entah kemana.
"Jangan mempoutkan bibirmu seperti itu, selain di depanku Huang Zitao."
Kis berjalan ke arah tasnya dan mengeluarkan sebuah syal berwarna hitam dan sebuah handuk berwarna putih. Dia kembali mendekati Tao yang masih tak bergerak dari posisinya.
Hell! Siapapun pasti terkejut dengan hal yang dilakukan tadi Kris.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Tao pelan.
Dia masih shock dengan apa yang dilakukan Kris. Bahkan seketika kakinya lemas.
Kris memasangkan syal itu di leher Tao dan Tao menahan tangan Kris.
"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau tampak aneh?"
Kris tersenyum kecil. "Kau tidak boleh melepasnya, okay? Demi keselamatan keperjakaanmu, Huang Zitao."
Tao mengerucutkan bibirnya—lagi, saat Kris melilitkan handuk putih di pinggangnya.
Kris menyeringai dan kembali menempelkan bibirnya kilat. Tao membelalakan matanya dan mendorong tubuh Kris menjauh. Dia mengelap bibirnya dengan punggung tangan dan menatap horror Kris. Ah, akhirnya Tao mempunyai respond penolakan juga.
"Kau itu kenapa, Kris? Apa kau kerasukan setan penghuni jjimjilbang ini?"
Kris mendekat ke arah Tao dengan santai. "Kau belum memasang handukmu dengan benar, Tao."
Tao mendengus marah. Dia melepas paksa syalnya dan berjalan ke arah pintu. Sebelum tangannya berhasil menggapai knop pintu, Kris menarik tangan Tao dan mendorongnya ke tembok.
"Ah, apa yang kau lakukan? Sakit bo—" Tao menggantung kalimatnya saat wajah Kris begitu dekat dengan wajahnya.
"Kau nakal juga yah, Tao. Tssk!"
Tao memutar bola matanya— jengah. "Katakan padaku; Demi Tuhan! Kau kenapa, Kris? Bukankah kesepakatannya adalah, kau dan Chanyeol gege hanya mengawasi ku dan tak menganggu hari ku?"
Kris menyeringai. "Itu rencana awalnya, Tao. Tapi melihatmu sekamar dengan Kyuhyun, melihatmu berkeliaran dengan pakain seperti itu—"
"Tunggu," Tao memotong ucapan Kris. "Memangnya ada yang salah dengan pakaianku? Bukankah itu sama denganmu punyamu dan yang laian?"
Kris mendecak. "Kalau kau yang memakainya beda Tao. Di sini ada Sehun dan kau sekamar dengan Kyuhyun. Itu berbahaya Tao."
Tao mendengus. "Heh, Kris—" Tao menghela nafasnya kasar. "Kau pikir, aku ini model Victoria Secret yang berjalan-jalan hanya dengan bikini macan tutul? Kau bodoh! Lagipula, apa hubungannya denganmu?"
"Hubungannya denganku? Kau itu adalah Chronos. Kau harus dijaga dengan baik, Tao."
Tao menepuk-nepuk dada Kris. "Kau cemburu, yah? Lalu kau menggunakan alasan Exost, Exost dan Exost untuk menutupi rasa cemburu mu, yah?"
Kris terdiam sebentar dan kemudian dia menggelengkan kepalanya. Beruntunglah pada ekspresi wajahnya yang selalu datar, sehingga dia bisa menutupi rasa kagetnya.
"Kenapa aku harus cemburu? Aku hanya tau mana yang baik untukmu atau yang buruk, lebih dari kau sendiri Hu-ang-Zi-Tao!"
Tao terdiam sebentar dan sedetik kemudian dia menyeringai. Tao menatap intens mata Kris dengan mata sayu. Tao menggigit bibir bawahnya dan dia meremas ujung-ujung kaos yang dikenakan Kris. Tao menarik Kris ke dalam pelukannya.
"Krissh~"
Tahan Kris
Tahan
Tahan
Istighfar, Kris Wu
"K… kau kenapa Tao?"
Pelukan Tao mengerat. "Aku sudah tidak tahan, Kriissh~"
"Eh?"
Tao melepaskan pelukannya dan menatap mata Kris dengan mata berbinar. Kris tercengang dengan mulut yang terbuka sedikit. Tao terkikik geli dengan wajah tanpa dosanya.
"Apakah aku terlihat bagus jika seperti itu, Kris?"
Kris mengerjapkan matanya. "Ke—kenapa kau melakukan i— itu?"
"Ku kira, aku akan melakukan hal yang sama pada Kyuhyun sunbae. Bagaimana menurutmu? Apa itu cukup sexy?" Tao menaruh telunjuknya didagunya dan memasang wajah berpikir imut.
"Kyu— Kyuhyun?"
Tao menatap Kris dan tersenyum. Dia mengangguk mantap. "Apa itu cukup bagus, Kris?"
Kris memincing tajam. "Darimana kau belajar hal seperti itu?"
"Aku melihatnya di ponsel Sehun. Waktu itu aku meminjam ponselnya dan melihat-lihat isinya. Aku penasaran dengan sebuah video yang menampilkan dua pria telanjang. Lalu aku melihat salah satu dari mereka memasang gaya seperti itu untuk menggoda pria satunya—" Tao mengambil nafas panjang-panjang. "Tak lama, mereka sudah ada di atas kasur dan orang di bawah bilang fasterrhhh… ukkh, aa— hmmppfh!"
Kris dengan cepat menutup mulut Tao yang ucapannya semakin 'dewasa'. Dengan tatapan horronya, dia memelototi Tao. "Jangan lakukan itu!"
Tao memukul-mukul tangan Kris yang menutup mulutnya dan menggerutu dengan suara dengungan. Kris melepaskan tangannya dan mengatur nafasnya.
"Hah~ kau yakin tidak ingin mendengar lanjutannya Kris?"
"Tao, dengarkan aku. Dengarkan sugestiku. Lupakan apa yang kau lihat waktu itu. Anggap saja iu adalah halusinasimu dan—"
"Aku berkhalusinasi dengan Kyuhyun sunbae," jawabnya cepat dan polos.
Rasanya Kris ingin sekali langsung menggendong Tao ke atas kasur dan membuatnya tidak bisa jalan selama semingu.
"Hahaha~"
Kris melirik Tao yang tertawa dengan bebas.
"Apa ada yang lucu?"
Tao masih tertawa dan mengangguk. "Kau—" Tao menutup mulutnya untuk menahan tawa. "—kau harus melihat wajahmu tadi. Tadi itu aku hanya mengetesmu, kok."
TEST?
"Hahaha, sudahlah, Kris. Aku harus bergabung dengan yang lainnya. aku sudah terlalu terlambat. Byebye!"
Tao mengedipkan matanya dan melakukan kissbye pada sosok Kris yang mematung di tempat. Tao melenggang pergi dengan tawa yang masih keluar. Kris menatap pintu yang baru tertutup beberapa detik setelah Tao keluar.
Tao bersikap nakal tadi apa juga belajar dari video yang dia tonton?
.
..
…
Tao berjalan menuju ruang makan dengan tidak bisa menghentikan tawanya. Wajah idiot Kris masih saja membayangi pikirannya. Beberapa orang yang melewatinya hanya memandangnya heran dan berpikir, 'pasti pemuda itu gila atau kersukan'.
"Wajah bodoh Kris—"
TAP
"Permisi~"
"Eh?"
Tao menghentikan tawanya seketika dan menatap pemuda cantik di hadapannya. Pemuda itu lebih pendek darinya beberapa centi. Hening beberapa saat sampai Tao tersenyum lebar.
"Ya?"
Pemuda cantik itu memasang wajah malu-malu. "Aku tersesat. Apa kau tau dimana Kyuhyun hyeong dan Minho hyeong?"
Tao mengerjapkan matanya. "Apa?"
"Aku—" pria cantik itu mengulurkan tangannya, "—Lee Taemin."
Tao mengangguk dan membalas uluran tangan itu. "Huang Zitao."
.
.
.
Pada akhirnya, satu bagian yang terpisah akan bertemu dan bersatu.
.
.
.
TBC_
#Sebenernya ini udah dari dua bulan lalu selesai. Tapi Cuma gak yakin aja dan harus remake sana-sini. Well, chapter di pemandian air panas harus terbagi karena ini aja udah sampe 13pg._. Sesuai janji, kan update soon? Hahaha~
Makasih semua readers and reviewers yang setia nungguin dan sampe kirim PM dan chat langsung T^T aku sayang kalian ('3')/\
wo ai nimen~
Last, mind to review?
