Let's Get Married

.EXOolfeu Present.

Cast : Chanyeol, Kris, Baekhyun

Rating : T to M

Genre : Romace, Brothership

Disclaimer : Member EXO punya Tuhan YME, keluarga, serta fansnya. Alur cerita dan Chanyeol(?) mutlak milik author.

Summary : Perjodohan yang dilakukan sepihak oleh sang 'Ibu' membuat Wu Bersaudara terpaksa menerima hadirnya laki-laki mungil ditengah Mansion /IT'S YAOI! BOY X BOY! BL! SHONEN AI!

Info:

Kris : 19 tahun.

Chanyeol : 19 tahun.

Luhan : 19 tahun.

Baekhyun : 17 tahun.

Sehun : 17 tahun.

Kyungsoo : 17 tahun.

Kai : 17 tahun.

RE-MAKE - LET'S GET MARRIED BY WATARU MIZUKAMI

.

.

IF YOU DON'T LIKE

.

.

PLEASE DON'T READ!

.

.

DON'T BE PLAGIARISM!

EXOolfeu Present

.xxx.

Chanyeol menelan ludahnya gugup. Ia berani bersumpah—meskipun semua orang tidak percaya—bahwa ia baru kali ini melihat adegan ciuman secara langsung. Ia lebih sering menonton video porno dari Kris atau sepupunya, Cho Kyuhyun.

"A-aku melupakan kunci mobil. A-aku— Mobilnya— Eh maksudku kunci mobilnya mana?" Chanyeol membuang muka kemana saja asal tidak bertemu pandang dengan Kris. Ia jadi mengingat saat pertama masuk Senior High School dimana dia tidak sengaja menemukan kaset dibawah kasur Kyuhyun saat berlibur kerumahnya di China. Saat itu ia membawanya ke Korea dan menontonnya dikamar. Ia ingat bagaimana ia menikmati kerja tangannya sendiri dan Kris masuk menyaksikan semuanya. Menyaksikan bagaimana adik satu-satunya berjuang memuaskan dirinya sendiri. Berpeluh dengan wajah merah padam dan celana yang sudah melorot sampai lu—

"Chanyeol? kenapa kau diam saja? Kau baik-baik saja?"

Chanyeol terhenyak. Ia merebut kunci mobil ditangan Kris dan berlari secepatnya sebelum orang itu menyadari ada sesuatu yang menggembung disela kakinya.

.

Kris menggaruk tengkuknya lagi. Ini seperti dejavu. Ia merutuki dirinya yang terlalu ceroboh karena tidak memberikan kunci mobil pada Chanyeol. Kris mengerutkan dahinya melihat Baekhyun yang memejamkan matanya dan sibuk mengendus udara sekitar. Ia berani bersumpah bahwa ia tidak buang ang—

"Kris-ge, apa didapur ada yang membuat strawberry cake?"

Kris gelapagan melihat Baekhyun memandangnya dengan mata berbinar. Terlihat seperti anak kucing yang dulu sempat dirawat oleh ayahnya. Kris bangkit dan berjalan ke arah dapur diikuti Baekhyun. ia tertegun ketika melihat Ryeowook—Chef kesayangan Ibunya—sibuk membuat cupcakes dengan banyak buah strawberry. Sebenarnya Baekhyun itu makhluk apa? Jarak sejauh itu dan dia bisa mencium aroma cake.

Baekhyun menatap buah merah itu dengan semangat. Berkali-kali ia mengulum senyum atau mengigit ujung jarinya melihat tangan terampil Ryeowook menata beberapa irisan buah kesukaannya itu. ugh— ia jadi ingin minum jus strawberry.

"Kris-gege~ Baekki boleh tidak minta jus strawberry?" Baekhyun menundukkan kepalanya sedangkan jemarinya bertaut saling menggesekkan kuku. Badannya bergoyang pelan kekanan dan kekiri. Kris bersumpah, demi iblis apapun yang menyerupai Ibunya, ia ingin membenturkan kepalanya ke tembok hingga Baekhyun tidak lagi terlihat.

Setelah berhasil menguasai dirinya, Kris menghela napas pelan, "Hyung, buat jus strawberry untuk Baekhyun dan vanila Latte untukku. Ah, jangan lupa susu pisang untuk Chan Lie."

Baekhyun memekik pelan dan berlari menyusul Kris yang hanya terlihat punggungnya.

.

"Kau lihat dimana pria tua itu?"

"Siapa? Mom?"

"Yeah— kau pikir siapa lagi pria tua di tempat ini?"

"Kau."

"Sialan kau Wu Chan L—"

Kris menghentikan tangannya diudara—yang seharusnya mendarat di kepala Chanyeol—saat ponselnya berdering. Ia memutar bola matanya malas saat nama Luhan yang terpampang dilayarnya. Untuk apa anak satu itu menelpon. Mengganggu acaranya makan Tteokbeokki saja.

"Ya, Halo."

"..."

"Apa?! Kau serius?!"

"..."

"Kenapa aku? Tidak-tidak!"

"..."

"Sialan kau Luhan. berani menyentuhnya kubunuh kau! Lagipula kenapa dia bisa ada denganmu! Kau ini pencuri kecil."

"..."

"Ya ya. Aku mengerti. Besok setelah pulang sekolah. Aku akan memberitahu Chanyeol."

Kris menutup ponselnya kesal. Chanyeol menodongnya dengan banyak pertanyaan mengenai percakapannya dengan Luhan tadi. Kris dengan malas menjawab bahwa Luhan menelepon karena ia mendapat pesan dari Sehun yang mengajaknya nonton film. Luhan belum siap 'kencan' dan rencananya mengajak Kris, Chanyeol dan Baekhyun. Kris sangat ingin menolak, hanya saja setan kecil itu mengancam akan membuang Ace—boneka Kris—kalau ia menolak. Kris bahkan tidak tahu sejak kapan bonekanya itu ada di tangan Luhan.

Ah, hampir saja terlupa. Ingatkan Chanyeol untuk meminta jatah traktir lebih banyak karena ialah yang berperan serta. Kemarin, saat Chanyeol mengerjai Luhan, ia mempromosikan Luhan dengan se-apiknya agar Sehun mau dengan temannya yang sok manly itu. Buktinya ia berhasilkan? Chanyeol mungkin harus beralih menjadi cupid cinta.

Chanyeol terdiam dengan sumpit di udara ketika ia kembali mengingat apa yang saudara kembarnya itu lakukan beberapa saat yang lalu. Chanyeol meremas sesuatu dibagian dadanya. Perasaan aneh yang mencekik aliran napasnya kini terasa semakin kuat. Jemari itu meletakkan sumpit kembali ketempatnya. Membiarkan tteokbeokki itu kembali kepiringnya.

"Kri—"

"Aku tidak bisa ikut menemani Luhan. Aku ada urusan penting. Datanglah dengan Baekhyun, aku tidak mau Ace dibuang oleh makhluk kerdil sialan itu."

Chanyeol mengangkat sebelah alisnya. Ia dan Baekhyun? hanya berdua? Kenapa ini seperti—

Kencan.

Laki-laki dengan julukan Yoda itu kembali menikmati makanannya setelah menggumam baiklah. Ia tentu saja tidak akan menyia-nyiakan kesempatan berduaan dengan makhluk manis seperti Baekki-nya.

.

.

.

Chanyeol bersumpah akan mematahkan leher Luhan kalau bocah itu sudah datang. Bukan masalah ia tidak punya uang atau tidak suka kalau berdua saja dengan Baekhyun. Hanya saja—

"Maaf, apa kalian menunggu lama?"

"Bersyukurlah aku tidak mencekikmu dihari pertama kau kencan, Xiao Lu."

Luhan mendengus kesal. Baru menunggu satu setengah jam (mungkin lebih) Chanyeol sudah bertingkah seperti gadis PMS. Ia hanya ingin berpenampilan super mengesankan didepan Sehun, itu wajar jika memakan waktu yang lama, pikirnya. Ia harus memilih pakaian mana yang cocok dengan warna rambutnya. Celana mana yang akan membuat bokongnya terlihat seksi atau berisi. Lalu sepatunya yang— eh, tunggu, kenapa ia malah memikirkan ini?

"Lagipula ini bukan kencanku. Kami hanya pergi berdua."

"Apapun itu aku tidak perduli. Sekarang cepat berikan tiket filmnya dan kalian berdua harus mentraktir aku dan Baekhyun setelah nonton." Kalau bukan disaat seperti ini, ia akan menghajar wajah idiot Chanyeol. Luhan mengeluarkan dua lembar tiket yang baru beberapa saat yang lalu ia beli bersama Sehun.

"Masuklah bersama Chanyeol-sunbae lebih dulu. Aku akan beli popcorn untuk kita berempat." Sehun mengecup kilat pipi Luhan dan berlalu. Luhan hampir saja kehilangan akal sehatnya.

"Akan kupastikan nanti malam kau kehilangan keperjakaanmu oleh Sehun." Lagi, Luhan rasanya ingin menghajar wajah Chanyeol. Ia menatap malas tiang idiot itu lalu beralih pada sosok yang mengenakan hoodie abu-abu dengan cuping diatasnya. Ia lebih terlihat mirip tikus daripada manusia.

"Baekhyun-ah." Baekhyun mendengung 'ung?' lalu menoleh ke arah Luhan yang menatapnya dengan mata memicing. Ia rasa tidak ada yang salah. Ia hanya mengenakan hoodie abu-abu dengan cuping, lalu celana jeans hitam, lalu sepatu sneakers, lalu eskrim strawberry yang tadi dibelikan oleh Chanyeol, lalu—

"Kau cantik. Mirip tikus. Aww!" Luhan mengadu kesal dan hampir menghantam kepala Chanyeol dengan bangku kalau saja Sehun tidak datang dan menanyakan kenapa belum masuk. Seenaknya saja ia menjitak.

"Baekki-ku itu cantik. Kau yang mirip tikus."

Sehun mengerutkan keningnya. Kenapa mereka malah membahas tikus dan bukannya masuk menikmati film yang sudah diputar beberapa menit yang lalu.

Lagi, Chanyeol dan Luhan bertengkar hanya karena tidak ingin duduk dipojok. Sehun dan Baekhyun hampir saja menggelinding kebawah karena ulah mereka berdua. Dan pertandingan 'rebut bangku' berhasil dimenangkan oleh Chanyeol. Tentu saja karena ancaman akan mempengaruhi Sehun agar tidak jadi mengencani Luhan. Well, Chanyeol memang tipe yang omongannya sedikit berpengaruh. Hanya sedikit, selebihnya Luhan akan menganggap Chanyeol radio rusak.

Baekhyun merasa amat senang. Sebelumnya ia tidak bisa melakukan hal ini (menonton bioskop sembari memakan popcorn. Apalagi dengan Channie-nya) karena ia memang terlalu sibuk. Ia sempat mengeluh kenapa Kris tidak bisa ikut tapi karena sosok itu berkata sibuk, Baekhyun tahu ia tidak punya hak untuk memaksa walau ingin.

Baekhyun gelagapan saat ketahuan mencuri pandang ke arah Chanyeol.

.

Sialan. Luhan terus saja memaki bagaimana Chanyeol menghabiskan isi dompetnya hanya dalam kurun waktu kurang dari tiga jam. Persetan dengan istilah sahabat. Ia akan benar-benar menghantam muka Chanyeol dengan sepuluh tumpuk buku milik Kris. Chanyeol benar-benar keturunan iblis kecil. Eh, tunggu, Chanyeol tidak kecil!

Sehun tersenyum kecil melihat Luhan sibuk dengan pemikirannya. Terkadang alisnya bertaut, lalu menunjukkan gestur marah, beberapa detik kemudian mengerucutkan bibirnya. Sehun menggerakkan telapak tangannya menggenggam jemari yang kini menegang. Sehun tersenyum memaklumi. Mungkin butuh sedikit waktu.

"Jangan dipikirkan. Biarkan saja mereka pergi. Aku akan membawamu ke suatu tempat." Luhan mengerti sekarang kenapa ia benar-benar jatuh sangat dalam pada pesona Sehun. Bocah dua tahun lebih muda darinya ini benar-benar diciptakan sebagai perayu ulung. Lihat bagaimana mata teduh itu menatapnya. Bagaimana bibir itu melantunkan kalimat lembut.

Ia tidak peduli lagi dengan Chanyeol yang menguras habis dompetnya dan memilih pulang lebih dulu dengan alasan yang benar-benar idiot— aku tidak ingin Baekki-ku melihat adegan ciuman atau yang lebih parah— hell, memangnya siapa yang mau melakukan itu ditempat umum!

Mereka bedua masuk ke dalam bis yang akan mengantarkan sampai ke— eh, tunggu, ia akan dibawah kemana oleh sehun?

Luhan menoleh ke arah Sehun dan hampir saja meneteskan air liur melihat bagaimana sosok itu terlihat mempesona. Sehun memakai topi hitam dengan earphone ditelinganya dan menatap keluar jendela. Ini seperti di drama telenovela yang sering ibunya tonton dirumah.

.

"Kenapa kita kemari?" Luhan menghentikan langkahnya tepat didepan pagar besi berwarna hitam. Sehun tersenyum lalu melepas topinya.

"Ayah Ibuku sedang pergi. Tidak ada orang didalam, tenanglah."

Luhan merasa Sehun benar-benar bodoh. Itu sama sekali tidak menjawab pertanyaannya. Lagipula— karena hanya berdua, makanya ia takut. Sehun tertawa kencang membuat matanya semakin hilang.

"Ah, aku tahu aku tahu. Ini tidak seperti yang kau pikirkan. Aku bersumpah tidak akan macam-macam. Aku hanya ingin mengajakmu mengunjungi rumahku. Tidak ku sangka kau ini cukup mesum juga."

HELL.

Ia sudah kehilangan muka didepan Oh Sehun. Di awal kencan mereka. Eh tidak, ini bukan kencan. Ia belum jadian. Kesempatannya mendapatkan adik-kelas-incaran-semua-siswi pupus sudah.

.

Baekhyun menatap Chanyeol bosan. Untuk apa ia dibawa ketempat seperti ini? Ia bukan wanita. Dan lagi, ia pikir penampilannya masih cukup lumayan. Ya, lumayanlah setidaknya ia masih terlihat manis.

"Kau harus ubah penampilanmu lebih cantik lagi, Baekki. Ikuti saranku." Lagi-lagi Chanyeol menyemangati. Baekhyun tetap memasang wajah kau-ini-sinting pada Chanyeol. alih-alih, ia tidak bisa menolak sama sekali permintaan Chanyeol.

Baekhyun duduk disalah satu kursi salon itu. Chanyeol menunggu di bangku biru setelah memberikan arahan seperti apa yang ia mau pada petugas salon, lalu jemarinya meraih dan matanya fokus pada sebuah majalah.

Mata sipit itu hampir saja terpejam kalau saja benda bernama hairdryer sialan itu tidak bunyi tepat didepan telinganya. Sudah satu jam lebih dan kegiatan ini tidak berhenti juga. Ia menahan kantuk yang amat sangat. Chanyeol bodoh itu juga sudah tertidur di bangku tunggu dengan majalah menutupi wajahnya.

Satu jam lebih limapuluh menit, kegiatan mari-menata-Baekhyun usai sudah. Baekhyun menatap bayangannya di cermin. Jujur saja, ia merasa sangat berbeda. Baekhyun melangkah membangunkan Chanyeol. Mata bulat besar itu mengerjap menyesuaikan cahaya, lalu melotot seperti orang gila. Chanyeol menepuk pipinya pelan. Ia tidak mati, kan? Ia bukan disurga, kan? Eh— orang sepertinya mana bisa masuk surga.

"Channie? Ada yang salah denganku?" Baekhyun menunduk memperhatikan penampilannya. Chanyeol bersumpah bahwa ini diluar prediksinya. Ia hanya membayangkan bagaimana Baekhyun dengan rambut hitam dan— oh tuhan! Kris harus melihat hasil karyanya!

.

Chanyeol tanpa berkata langsung menarik Baekhyun ke pusat perbelanjaan modis di korea. Mereka sudah berada disebuah toko dengan Baekhyun yang dipaksa mencoba beberapa pakaian. Mereka masih memiliki waktu sekitar satu jam setengah sebelum matahari terbenam. Chanyeol berjalan ke arah kemeja sembari menunggu Baekhyun mencoba pakaian yang ia pilih. Chanyeol meraih kemeja gradasi hitam putih. Ini terlihat cocok untuk Kris. Setidaknya ia harus membawa oleh-oleh untuk kakak tersayangnya.

Baekhyun keluar dengan sweater abu-abu lengan panjang, celana jeans yang sobek dibeberapa bagian, kacamata bening ber-frame hitam, serta topi putih. Chanyeol bertepuk tangan heboh memuji selera fashion yang ia pilih. Dasar orang gila, pikir Baekhyun.

.

Luhan bertepuk tangan heboh menatap puding percobaannya barusan. Yah setidaknya gagal dua kali lumayan membuatnya putus asa juga. Apalagi Sehun yang bukannya membantu malah mengerecokinya. Bocah satu itu terus-terusan mengganggu acara memasak Luhan.

"Bagaimana? Apa rasanya enak?" Luhan menatap penuh harap pada Sehun yang kini menyendok puding buatannya. Sehun mengunyah sebentar, lalu menelannya. Ditatapnya Luhan dengan serius.

"Enak, kok. Coba saja."

Luhan hampir memekik dan memuntahkan puding yang baru saja disendoknya. Rasanya benar-benar buruk. Tidak manis. Tidak hambar juga. Benar-benar membuatnya ingin muntah. Dan menangis. lagi-lagi ia gagal. Padahal membuat pudding adalah hal termudah bagi pemula.

"Kenapa kau berkata enak!" Luhan mengerucutkan bibirnya yang basah akibat ia basuh barusan. Sehun tertawa pelan. Tawa itu luntur tatkala matanya menangkap raut sedih di mata Luhan. ia menghela napas pelan lalu tersenyum lagi.

"Tidak, tak apa. Apapun yang kau buat bagiku itu enak. Kau tidak gagal, Lu." Telapak tangannya menepuk-nepuk pelan kepala Luhan.

Lagi-lagi Luhan dibuat bertekuk lutut oleh Sehun. Kenapa bocah ini berubah seratusdelapanpuluh derajat dari apa yang ia lihat di sekolah. Sehun yang ia tahu adalah siswa dingin, usil (apalagi jika sudah berdekatan dengan teman dancernya itu), dan amat menyebalkan. Tapi yang ia lihat kini hanya Sehun yang hangat, mempesona, penyayang— ah, ia benar-benar ingin memiliki pemuda ini.

.

.

.

Kris memijat pelipisnya lelah. Kemana perginya dua orang itu hingga sudah jam tujuh malam mereka belum pulang. Ia bukannya berlebihan, ia hanya tidak ingin sesuatu terjadi pada Baekhyun. Apalagi adiknya, Chanyeol. ia sadar Chanyeol sudah terlalu besar untuk terus berlindung pada punggungnya. Ia tahu Chanyeol dapat menjaga dirinya sendiri. Hanya saja, Chanyeol benar-benar berarti untuknya. Harusnya ia memberikan mobilnya untuk dibawa Chanyeol (mengingat mobil Chanyeol sendiri disita Ibunya).

Desahan lega terhembus dari hidung bangir Kris saat matanya menangkap dua sosok didepan pagar. Chanyeol berlari kecil ke arah Kris dan memberikan bingkisan yang tadi ia beli. Kemeja. Kris tersenyum, adiknya ini benar-benar—

"Kris-ge, kau tidak ingin memberikan komentar untuk Baekhyun?"

Kris menoleh ke arah Baekhyun yang menunduk malu. Jemarinya memainkan ujung kaus. Chanyeol yang gemas, menarik dagu Baekhyun agar ia menatap Kris. Ia juga ingin dipuji oleh Kris yang memang nyatanya seorang fashionista.

Waktu seolah berhenti bergerak. Begitu besar pesona Baekhyun yang menyita segala yang ia miliki. Bagaimana rambut hitam berponi itu tertutupi topi, bagaimana mata kecil itu berbingkai kacamata. Oh tuhan! Lihat bagaimana celana itu membungkus kaki jenjangnya yang— ugh kenapa bagian sobek itu berada di paha! Kenapa semulus itu!

Kris gelagapan sendiri. "B-bagus. Seleramu lumayan, yeol."

Chanyeol tersenyum puas lalu tertawa dan menyeret Baekhyun masuk ke dalam mansion. Eh, tunggu— "Kris-ge, kau menunggu kami didepan rumah sejak kapan?"

"mungkin dua jam yang lalu, atau, entah."

.

Kris bangun dari pembaringannya saat sebuah ketukan pintu terdengar. Sosok kepala menyembul dari balik pintu.

"Kris-ge, aku ingin tidur denganmu boleh?"

Kris memutar bola matanya malas, "Masuklah."

Keduanya terdiam menatapi langit-langit kamar. Baik Kris maupun Chanyeol bingung dengan topik apa yang ingin mereka bahas.

"Tunggu, Kris-ge, siapa yang nantinya akan mendampingi Baekhyun di altar?" seolah terpukul dengan telak, Kris menahan napas. Ia ingin— tentu saja amat sangat ingin. Siapa yang tidak tertarik untuk menjadi tumpuan dan pendamping hidup pemuda semanis Baekhyun?

"Kau menyukai Baekhyun?" Bukannya menjawab, Kris balik bertanya. Cukup lama keduanya terdiam hingga ponsel Kris berdering. Kris berdehem sebentar melihat siapa peneleponnya.

"Halo? Ada apa?"

"Kris-ge, apa aku ganggu? Ung, aku tidak bisa tidur."

Kris tersenyum. Mengabaikan Chanyeol yang menatapnya aneh. "Tidak, kau tidak mengganggu. Kenapa tidak bisa?"

"Aku tidak tahu. Aku bosan di kamar sendirian."

"Kalau begitu kemarilah, disini ada Chanyeol juga."

Chanyeol memicing setelah Kris mematikan telponnya. "Baekki?"

.

Tawa tak henti-hentinya terdengar dari ruangan persegi itu. Apalagi saat salah satu dari mereka kalah bermain kartu (dalam kasus ini Kris-lah yang paling banyak mendapat coretan diwajah). Chanyeol kembali tertawa kencang saat Kris lagi-lagi kalah. Sembilanbelas tahun hidup dengan Kris, ia baru tahu jika kakaknya itu payah dalam bermain kartu.

"Baekhyun kau kalah!" Kris mencium karpet lantai sembagai ucapan syukur karena ia kali ini tidak kalah. Kris mencoret wajah Baekhyun dengan garis melintang yang panjang. Dari satu pipi ke pipi satunya lagi. Melewati dahi. Baekhyun merengut karena Kris curang.

"Aku akan membuat garis yang lebih panjang dari ini." Baekhyun mendengus lucu.

Beberapa jam berlalu. Skor akhir dipegang oleh Chanyeol, lalu Baekhyun, setelah itu baru Kris. Wajah Kris penuh dengan tepung yang diberi air. Ugh, menjijikkan. Wajah tampannya ternoda.

Chanyeol kembali kekamar dengan segelas coffee latte, segelas susu pisang, lalu segelas lagi susu strawberry. Mereka akan tidur bertiga malam ini. Benar-benar menyenangkan.

.

Tiga gelas kosong itu terabaikan diatas nakas. Tiga pemuda yang sejak tadi tertawa ramai mulai beralih pada dunia mimpinya masing-masing. Baekhyun merasa amat hangat berada ditengah-tengah dua pemuda tinggi ini. Lengannya memeluk perut kris, lalu lengan Chanyeol melingkari pinggangnya dari belakang. Benar-benar posisi yang nyaman.

I

Who has fallen in love with no other place to go back.

Even though I lose my everlasting life, the reason to my happiness

You're my eternity eternally love.

.

.

.

Kris merutuki otaknya yang sudah kacau dipagi hari karena menemukan Baekhyun yang memeluk perutnya dengan erat dan wajahnya yang hanya berjarak beberapa senti darinya. Belum lagi Chanyeol yang memeluk Baekhyun erat dan mendesak selangkangannya ke bokong Baekhyun. oh astaga, ia mengerti bagaimana persoalan pria dewasa jika pagi hari tiba. Dan tidak menutup kemungkinan bahwa Chanyeol 'bangun' (seperti dirinya sendiri). Bagaimana bisa ia berpikir melakukan hal tidak senonoh bersama Chanyeol terhadap Baekhyun. Threesome. Tolong siapapun pukul kepalanya.

Kris bangkit dengan malas. Ia juga membangunkan Chanyeol. ia harus menyelesaikan urusannya dengan ereksinya dan ia benar-benar tidak ingin Chanyeol dengan tidak sadar menyetubuhi Baekhyun. Walaupun kemungkinannya kecil, sih.

.

Chanyeol berjalan dengan malas-malasan ke kelasnya. Hari ini semuanya terasa buruk. Masih pagi hari dan ia sudah diharuskan menemukan Kyungsoo berduaan dengan Kai dikelas saat ia dan Kris mengantar Baekhyun barusan.

Sebenarnya tidak apa, sih. Ia jujur saja masih menyukai sosok bermata bulat itu. Apa kurangnya ia hingga ditolak demi bocah ingusan berkulit hitam itu. Baiklah, bocah bernama Kai itu memang seksi. Setidaknya itu menjadi nilai plus. Apalagi Kai jago menari. Tapi ia juga tidak kalah keren, kok. Ia jago berbagai alat musik. Ia juga bisa rapp. Menari itu bukan gayanya.

"Kau seperti ditolak untuk kedua kalinya."

Chanyeol mengapit leher kris dengan lengannya mendengar sindirannya barusan. Kris berusaha melepaskan diri sebisanya. Hal ini membuat perhatian seluruhnya teralihkan.

DUK!

"Aw! Apa yang kau lakukan, Luhan?!" Chanyeol yang sempat oleng memegangi kepalanya. Luhan mengelus buku tebal yang sempat menyambangi kepala Chanyeol. Kris tertawa puas.

"Aku hanya melaksanakan sumpahku kemarin sore. Setidaknya berterimakasihlah karena aku tidak benar-benar melemparmu dengan sepuluh tumpuk buku biologi yang tebalnya melebihi kamus."

Chanyeol melotot horror.

.

Pintu itu berderit ditengah heningnya suasana kelas. Semua mata terarah pada sosok yang kini menundukkan kepalanya memberi salam pada guru yang kini terdiam didepan papan tulis.

"Permisi, Seongsaengnim. Aku diperintahkan Kepala Sekolah untuk memanggil Ketu Kedisiplinan agar menghadap beliau."

"Baiklah, Tuan Wu, silahkan temui Kepala Sekolah."

Kris menunduk memberi hormat. Dalam hati ia mendesah malas. Ada apalagi, sih. Ia bangkit dan mengikuti sosok tadi ke ruang Kepala Sekolah. Ia yakin ada salah satu murid yang membuat onar hingga ia dipanggil seperti ini.

Pintu coklat besar dihadapannya terbuka menampakkan ruangan yang cukup luas. Meja kerja di ujung ruangan terlihat penuh dengan berkas. Sofa abu-abu ditengah ruangan itu terisi satu orang yang menunduk penuh sesal. Kris yakin ia-lah biang onarnya.

Kris membungkuk hormat saat sosok tua berkacamata itu bangkit dari duduknya.

"Akhirnya kau datang juga, Kris."

Kris tersenyum, "Aku sedang dalam mata pelajaran Han Sonsaengnim. Apa yang membuat Anda memanggilku?"

"Kau benar-benar tidak suka basa-basi. Baiklah, akan aku katakan dengan singkat. Kau harus mengurus satu siswa bermasalah. Ia ketahuan memukul teman sekelasnya hingga hidungnya patah."

Kris menatap malas. Benar-benar sialan.

"Dia— Huang Zi Tao."

.

.

.

TBC!

HALO HALO ADA YANG NUNGGU FF INI?

Aku mau jelasin sesuatu. Ini tentang kenapa aku lama update FF.

Pertama, aku lagi sibuk magang dari bulan Januari sampe akhir April. Kedua, laptop aku rusak beberapa bulan. Ketiga, SELAMA BEBERAPA HARI FFN TIDAK BISA DIBUKA DAN AKU DAPAT KABAR DARI TEMANKU KALAU FFN DI BLOKIR SAMA 3 (salah satu jenis sim card).

Tiga hal itu bener-bener menghambat pembuatan FF aku sampai gabisa update.

Buat diatas, aku awalnya gak ada niatan mau munculin Tao. tapi gatau kenapa sekarang jadi pengen-_- tapi tetep fokus ChanBaeKris. Dan lagi, disini aku emang selipin momen Hunhan. Ini buat yang ngaku susah dapetin fanfic HunHan sekarang. aku jadi berfikir buat muasin hasrat kalian.

Harusnya aku post tiga FF sekaligus (Let's Get Married, EXtra Ordinary, dan Triangle Trouble) tapi berhubung aku gak enak karena sudah lama gak update, akhirnya aku post ini duluan karena dua FF lainnya dalam proses.

Kemungkinan besar aku akan post EXO dulu baru Triangle Trouble :) terima kasih untuk yang menunggu FF aku.

REVIEW YA!

Balasan Review:

ByunnieKou: Review sebenarnya gampang kok, Dear. Kalau gabisa kasih kritik dan saran gapapa. Kutip aja kalimat atau adegan yang kamu suka terus ekspresiin sesuka apa kamu. Itu sudah lebih dari cukup. Setidaknya bukan review yang seperti—hanya—bilang 'lanjut thor' karena jujur, aku paling malas sama review yang kayak gitu, hehe.

Srdkj414: Aku emang sengaja bikin sifat Baekhyun yang berputar seratusdelapanpuluh derajat. Karena jujur aja, bagi aku Baekhyun lebih cocok dengan sifat 'cute'-nya.

Anonymous: woah ada yang tau jalan ceritanya wkwk disini beda jauh sama aslinya ya? Haha, yang bagian itu gak ada kok tenang aja. Disini cuma mainin garis besarnya aja.

BLUEFIRE0805: Belom tentu dear, hehe. Untuk ending aku masih mikirin mau official atau crack pair. Jadi belum tau mau Kris atau Yeol.

ShinersBaek: Serius? Apa judulnya?

Big Thanks To:

Chika love baby baekhyun, ByunnieKou, Keepbeef Chiken Chubu, teehun12, baekhyunniewife, exindra, kyu7, kyukyu, sabil, Srdkj414, marchy, Inggit, nadya d andini, Anonymous, BLUEFIRE0805, Guest, Majey Jannah 97, baekggu, bellasung21, hatakehanahungry, byyun, Yo Yong, Mrs Wu Yi Fan, Kim Seonna, BumbleBee Earth-Shine, ShinersBaek, ChanBaekLuv, yunjows, Baekicot, Dugundugun, Oh SeRa Land, zakzakiya, Minny Kpopers Fujoshi.