THE BUTLER CHAPTER 3

Annyeong! Sekarang Ai bawa FF request dari chingu Ai di kost… ceritanyanya sendiri sih terinspirasi dari dorama jepang yang judulnya MEI-CHAN NO SHIJUTSI.. tapi semoga bagus dan gk kecewa sih.. soalnya ceritanya juga beda..Cuma mirip kok… Ai minta RCL ma review ya.. don't be silent reader.. okay… dari pada kelamaan cincong..langsung baca aja..

OH iya lupa…. Maaf ya..untuk chapter ini, sedikit.. n kurang panjang… maaf banget deh… tapi buat chapter selanjutnya bakal ai bikin yang banyak… mian..

EXO milik Tuhan, keluarga dan SM, tapi cerita tentu dari kerja otak Ai…

Let's read!

Title : The Butler

Author : Ai a.k.a Kang Yongeun

Cast : Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Other Cast : Temukan sendiri

Genre : Romance

Rating : T

Length : Chapter

Warning : Gaje, typo dimana-mana, alur berantakan, don't like don't read. And don't copy..

.

*****…THE BUTLER…*****

.

"Mi-Mianhae…" tak kurasa air mata menetes di pipiku. Segera kutundukkan kepalaku. Tak mau aku jika pria berkulit gelap itu tahu jika aku menangis. Maafkan aku Jongin, aku tak berpikir panjang jika kau akan sangat-sangat mengkhawatirkanku. Jeongmal mianhaeyo.

Sret. Dua telapak tangan menghapus air mata yang menganak sungai di pipiku. Kudongakkan kepalaku. Kulihat mata Jongin menatap lembut mataku. Ya Tuhan, kenapa matanya terlihat sendu? Padahal aku yang menangis. Jeongmal mianhae Jonginnie. "Uljima agashi… jangan menangis karena perkataanku. Aku yang salah agashi. Mianhae…"

Kata-kata Jongin benar-benar menyejukkan hatiku. Tapi kenapa Chanyeol tak sepertimu Jongin-ah? Andai dia sepertimu, mungkin aku tak akan mudah menangis seperti sekarang. Astaga, kenapa di saat seperti ini aku malah memikirkan Chanyeol bodoh itu?

.

*****…THE BUTLER…*****

.

Baekhyun Pov

Aish jinja, Jonghyun benar-benar babo. Kenapa ia masih bersembunyi di balik pohon mapple itu? Huh, kenapa ia tak segera menghampiri Kibum dan namja itu? Dasar namja keras kepala. Aish! Appo, gara-gara mengamati ketiga orang itu aku harus bersembunyi di balik semak-semak sehingga digigit nyamuk. Ah, tangan dan badanku gatal. Aku ingin pergi, tapi bagaimana dengan misi penyatuan cinta Kibum-Jonghyun? Aigoo. Okay Byun Baekhyun, Fighting! Ini adalah kesempatanmu juga, lihat Chanyeol masih setia ada di sampingmu. Setidaknya misi ini membuatmu bisa berduaan dengan seorang Park Chanyeol.

Normal Pov

Seorang pemuda yang diketahui bernama Mibho tengah berlutut di depan seorang gadis bernama Kim Kibum. Terlihat dari kejauhan ada tiga orang manusia yang tengah memperhatikan kedua orang itu.

"Kibum-ah, bagaimana keputusanmu? Apa jawabanmu untukku?" Nampak pemuda itu bicara hati-hati. Sedangkan yang diajak berkomunikasi masih terdiam dalam bingung.

Minho menatap manik mata gadis bersurai hitam itu dengan dalam, "Kibum-ah, kau tahu aku menyukaimu. Jadi, maukah kau menjadi kekasihku?

Grep. Seorang pemuda bersuara merdu tiba-tiba menginterupsi kegiatan yang telah dilakukan Minho. Pemuda itu menarik secara kasar tangan milik Kim Kibum. Kontan gadis itu terkejut. Jangankan gadis itu yang terkejut, Minho saja juga terkejut dengan kedatangan pengganggu tak diundang itu.

"Jangan menyatakan cinta pada seseorang yang sudah memiliki pacar." Ucap Jonghyun ketus pada Minho. Sedangkan tangannnya masih menggenggam erat tangan gadis disampingnya. Untuk Kibum? dia hanya melongo tak percaya? Pacar? Bagaimana mungkin dia sudah punya pacar? Cintanya saja bertepuk sebelah tangan. Bagaimana mungkin butlernya saat ini mengatakan bahwa ia sudah punya pacar? Omo! Apa mungkin yang dimaksud pacar adalah pemuda itu sendiri?

"Mwo?" Minho mengerjab bingung. "Ini tidak mungkin. Setahuku Kibum tak punya hubungan dengan siapapun."

Jonghyun menampilkan smirknya. "Kau ingin bukti?" Belum sempat Minho menjawab pertanyaan Jonghyun, ia sudah melihat hal mengejutkan. Dengan ganas Jonghyun melumat bibir manis Kibum. Awalnya yang dicumbu hanya diam tak membalas saking terkejutnya. Tapi lama kelamaan gadis tersebut terbuai dengan perlakuan orang yang tengah menciumnya. Rasanya ada yang membakar dirinya saat itu. Benar-benar memabukkan. Sedangkan orang di samping mereka hanya bisa menatap Speechless.

Dua orang lain yang tengah melihat peristiwa aneh tersebut hanya menghela nafas dengan lega. Hah, akhirnya misi mereka berhasil. Untung saja kedua orang itu sebelumnya berhasil mengompor-ngompori Jonghyun agar bisa mendapatkan ladynya sendiri.

.

*****…THE BUTLER…*****

.

Hening. Suasana itu sudah hening sejak sepuluh menit yang lalu. Sejak kedua orang itu duduk di sebuah bangku taman sepuluh menit yang lalu, sampai sekarang belum ada suara yang muncul dari mulut mereka masing-masing. Entahlah, tiba-tiba suasana bagi mereka menjadi canggung. Mereka tak lagi punya hubungan sebagai seorang lady dan butler lagi. Kini mereka duduk bersama hanya karena baru saja membantu sahabat mereka masing-masing untuk mendapatkan cinta.

Tak mau lagi diselimuti keheningan, si gadis membuka suara. "Gomawoyo."

Si pria mengernyitkan dahi, "Untuk?"

Gadis itu mencoba menatap mata pemuda disampingnya. Ah sial, itu membuatnya merona. Sekarang pipinya dihiasi blush-on merah alami. Segera ia menundukkan kepalanya. Ia tak ingin salah tingkah. "Gumawoyo sudah memabantuku untuk menyatukan cinta mereka, Chanyeol-ssi."

"Eoh." Namja itu mengangguk. "Jonghyun juga temanku. Jadi aku harus membantu."

Hening lagi.

"Baekhyun-ssi…" Yeoja itu menoleh mendengar panggilan dari orang yang disukainya.

"Bagaimana kabarmu selama ini? Bahagia?" Tanya Chanyeol. Yang ditanya hanya mengangguk lemah. "Jongin baik padaku. Jadi aku baik-baik saja." Ada senyum getir muncul dari wajah Park Chanyeol mendengar penuturan mantan ladynya.

"Kau menyukai pemuda itu sebagai pria?" Tanya Chanyeol yang mebuat Baekhyun sedikit bingung. Sebenarnya apa maksud pertanyaan dari namja bertelinga lebar itu?

"Aniyo." Yeoja itu menggeleng polos. "Dia sangat baik padaku. Seperti seorang kakak yang menyayangi adiknya. Jadi tidak mungkin aku melihatnya sebagai pria."

Chanyeol menghela nafas lega. Entah apa yang ada dipikirannya saat ini. Tapi saat ini seperti ada kupu-kupu yang menggelitik perutnya. "Apa kau menyukai seseorang saat ini?" Tanya namja itu lagi. 'Kau yang kusukai Yeollie.' "Kenapa diam?"

"Humzt.. aku…" Baekhyun bingung harus menjawab apa hingga pertanyaan yang keluar dari mulutnya sendiri membuat luka dihatinya. "Apa kau bahagia bersama Luna-ssi?"

"Aku…"

"Pasti kau bahagia bersamanya." Yeoja bermarga Byun itu memaksakan senyum hambarnya yang jelas menyedihkan sekali. "Chukkae Chanyeol-ssi, akhirnya kau bisa bahagia bersama orang yang kusukai."

"Byun Baekhyun-ssi aku…" Terlihat ada keraguan di mata Chanyeol saat pemuda itu ingin mengeluarkan suaranya. "Sebenarnya sekarang ini aku tidak…" Belum sempat Chanyeol menyelesaikan kalimatnya, Baekhyun sudah memotong ucapanya terlebih dahulu. Yeoja itu tak memotong ucapan Chanyeol dengan ucapan ataupun perkataan, tapi yeoja itu memotong ucapan Chanyeol dengan bibirnya. Ya, dengan berani gadis itu mencium pemuda yang disukainya itu. Entahlah, sepertinya kesadaran gadis itu sudah menghilang. Dengan beraninya dia mencium mantan butlernya sendiri. Memang hanya sebatas menempel saja. Tapi sepertinya yeoja itu merasakan candu manis yang memenuhi bibirnya. Ia dapat merasakan bibir tebal pemuda itu. Begitu nyaman hingga membuat jantungnya ingin melompat entah kemana. Park Chanyeol? Pemuda itu masih diam ditempatnya. Ia merasakan manis yang luar biasa pada bibirnya. Rasanya lebih manis dari yang dulu ketika ia mencium gadis bernama Baekhyun itu. Ia menginginkan lebih dari ini. Bukan hanya sebatas bibir yang menempel saja tapi ia ingin melumat bibir itu bergantian dari bibir atas dan bawah secara bergantian. Ia ingin lebih. Pemuda itu menginginkan Cherry segar itu sekarang.

Sudah bulat dengan nafsu yang mengelilingi tubuhnya, Chanyeol harus merasa kecewa ketika tautan itu terlepas. Seperti ada yang hilang dari dirinya. Saat ini ia hanya menginginkan Cherry itu menyatu dengan Cherry miliknya.

"Mian. Aku hanya ingin mengucapkan terimakasih karena sebelumnya kau sudah menjagaku Chanyeol-ssi." Baekhyun menunduk setelah sadar apa yang barus saja dilakukannya. "Ah, aku harus pergi Chanyeol-ssi, aku harap kau bisa selalu bahagia dengan Luna." Dengan terburu-buru Baekhyun berdiri untuk meninggalkan pemuda itu sendiri. Ia hanya tak mau teringat bahwa cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.

Sret. Dengan cepat Chanyeol menarik pergelangan tangan Baekhyun agar kembali duduk di bangku taman. Tanpa aba-aba segera diraihnya tengkuk yeoja itu dengan cepat. Segera dilumatnya bibir cherry itu dengan brutal saking tidak sabarnya. Manis, ya, itu yang dirasakan Chanyeol saat ini. Segera dihisapnya kuat-kuat bibir atas dan bawah itu pertanda ia meminta balasan. Sayang, hingga 20 detik berlalu belum ada balasan dari lady pemilik butler seorang Kim Jongin itu. Yeoja itu terlalu terkejut untuk membalas ciuman panas yang diberikan pemuda bersurai hitam legam itu. Dada yeoja itu terasa bergemuruh hebat. Perut yeoja itu terasa dililit ribuan kupu-kupu. Nafas yeoja itu semakin memburu. Dia benar-benar melayang saat ini.

Tak ada balasan, dengan sengaja Chanyeol mengginggit bibir bawah mantan ladynya itu. Dihisapnya kuat-kuat darah yang sedikit mengalir di bibir bawah itu. Oh Shit, sepertinya Baekhyun sudah terbuai dengan ciuman panas yang diberikan oleh Chanyeol pada cherry pinknya. Tanpa sadar yeoja itu membalas ciuman namja bermata besar itu. Ia hanya mencoba mengimbangi permainan indah yang diberikan Chanyeolnya. Ya, walaupun ia hanya bisa sesekali memabalas ciuman panas itu. Baginya ciuman Chanyeol untuknya saat ini begitu panas dan menggairahkan sehingga tubuhnya terasa sangat panas. Sebenarnya sejak tadi lututnya sudah lemas, jika saja Chanyeol tak menahan tengkuknya, mungkin ia sudah terjatuh dalam dada bidang pemuda kekar itu. Ya Tuhan Park Chanyeol, kau sudah membuat bibir yeoja bernama Byun Baekhyun itu membengkak.

Nafas seorang Byun Baekhyun semakin memendek. Ciuman Chanyeol memang memabukkannya. Tapi sekarang ia butuh udara. Dengan tenaga kecilnya ia mencoba mendorong bahu pemuda itu agar melepaskan tautan mereka. Tapi sungguh Chanyeol benar-benar bodoh. Ia tak menggubris sama sekali tindakan yeoja yang sudah kehabisan udara itu. Frustasi. Gadis itu butuh udara sekarang juga. Segera dipukulnya dada bidang milik Chanyeol dengan kuat berkali-kali. Benar saja pemuda itu menyadari bahwa gadis yang tengah dicumbunya sudah butuh pasokan oksigen yang banyak. Dengan sangat tidak rela Park Chanyeol melepaskan tautan bibir diantara mereka. Sebagai ganti ia persatukan kening mereka. Dapat dilihatnya dengan jelas bahwa gadis yang baru saja diciumnya secara brutal itu meraup oksigen sebanyak-banyaknya. Wajah gadis itu juga terlihat semerah tomat. Itu pemandangan yang sangat indah bagi Chanyeol. Ingin diraupnya kembali bibir gadis itu. Tapi ia sadar bahwa gadis itu masih membutuhkan oksigen sebanyak-banyaknya. Oh Tuan Park kau harus bersabar kali ini!

Bugh. Seorang pemuda bersurai hitam legam dengan mata sarat emosi memukul pipi kiri Park Chanyeol. Kontan seorang gadis yang baru saja dicium Chanyeol dengan ganas terkesiap. Apalagi saat tahu siapa yang baru saja memukul orang yang disukainya adalah Kim Jongin, butlernya sendiri.

Darah segar mengucur di sudut bibir Chanyeol. "Jangan pernah kau berbuat kurang ajar pada Baekhyun lagi!" Bentak Jongin penuh penekanan. Segera diambilnya pergelangan tangan milik Baekhyun agar gadis itu tak bisa menolong pemuda yang baru saja dipukulnya.

"Aku ingatkan kau sekali lagi Tuan Park, jangan pernah sekalipun kau menyentuh Byun Baekhyun lagi. Kau tak pantas menyentuhnya sama sekali. Kau hanya seorang butler yang bukan lagi milik ladyku!"

Chanyeol hanya mendecih. Ia masih ingin merasakan cherry manis milik Baekhyun tapi dengan seenaknya pemuda dengan nama panggilan Kai itu mengganggu kegiatannya untuk melakukannya.

"Jongin-ah…" Sebut Baekhyun lirih. Sungguh sekarang ia sangat merasa bersalah pada butlernya itu. Tapi untuk sejenak tadi ia terbuai dalam sentuhan seorang Park Chanyeol.

"Dengar Baekhyun agashi, jangan pernah kau berhubungan dengan pemuda tak tahu diri itu. Kau tak pantas bersamanya." Jongin mengeratkan genggamannya pada jemari mungil Byun Baekhyun.

"Jongin-ah…"

"Yak apa yang kau lakukan Kim Jongin? Jangan pernah menyuruh Byun Baekhyun. Lagi pula dia juga ladymu sendiri. Kau hanya seorang butler dari Byun Baekhyun." Chanyeol mencibir.

Jongin mengeluarkan smirknya. "Butler?" Kini pemuda maskulin itu tersenyum remeh. "Kau pikir aku seorang butler, Park Chanyeol-ssi? Aku tak yakin kau adalah seorang butler dengan rangking S."

Baekhyun menatap Jongin bingung. Ia hanya mengerjapkan matanya. Untuk Chanyeol sebenarnya ia sudah merasa curiga sejak awal. Tapi mengingat selama ini pemuda berkulit sedikit gelap itu tak pernah berbuat macam-macam, jadilah ia hanya mendiamkannya saja. Toh lagi pula dia bukan butler untuk Byun Baekhyun lagi.

Chanyeol menatap Jongin penuh selidik. "Siapa kau sebenarnya?"

"Aku?" lagi-lagi Jongin mengeluarkan smirknya. "Kau bisa menyebutku sebagai tunangan dari mantan ladymu ini."

"MWO?" dua orang yang mendengar ucapan Jongin kali ini merasa tak lagi menginjak tanah.

.

*****…THE BUTLER…*****

.

Dengan tatapan sendu yeoja itu menatap butlernya sendiri. Ada banyak pertanyaan yang bergelayut di otaknya tapi tak ada satu pun yang bisa keluar dari mulutnya. Ia masih terlalu terkejut dengan peristiwa beberapa jam lalu yang dialaminya. Oh Tuhan, hampir saja kepalanya pecah memikirkan kejadian yang sudah dialaminya sejak orangtuanya meninggal. Dari ia ternyata cucu seorang pemilik Emperor Fishery Group kemudian cinta bertepuk sebelah tangannya pada Chanyeol, dan sekarang Jongin yang mengaku sebagai tunangannya. Oh God, sebenarnya apa yang akan terjadi pada yeoja malang itu lagi? Kenapa semuanya semakin rumit dan membingungkan?

"Jongin-ah…" Baekhyun menundukkan kepalanya tak berani menatap namja yang duduk di samping ranjang kamarnya.

Setelah menghela nafas Jongin menatap Baekhyun dengan pandangan rasa bersalah. Tapi tetap saja ada ketegasan di dalam matanya yang bulat. "Panggil aku Kai. Waktu itu sudah kubilang kan?"

"Huh?" Sedikit yeoja yang merupakan cucu orang terkaya Asia itu mengingat kejadian ketika Jongin menyuruhnya memanggilnya Kai.

"Mianhae." Namja yang masih memakai balutan seragam butler itu menatap Baekhyun dengan lembut kali ini. "Mianhae, aku baru jujur. Selama ini aku tak bermaksud berbohong dengan menjadi butlermu. Tapi, mengingat bagaimana apa yang dilakukan namja bernama Chanyeol itu padamu, aku ingin melindungimu. Meskipun aku hanya menjadi butler untukmu sekalipun."

Jeda.

"Mungkin kakekmu belum memberitahumu bahwa aku adalah tunanganmu. Tapi aku harap kau setuju dengan pertunangan ini."

Baekhyun termangu mendengar penjelasan dari butlernya. Ah bukan, tunangannya. Mungkin sekarang kita bisa menyebut Kim Jongin adalah tunangan dari seorang Byun Baekhyun. Ah, sekarang yeoja itu bingung. Haruskah ia marah pada namja yang telah menyembunyikan hal yang penting darinya itu? Tapi selama ini namja itu sudah sangat baik padanya dan memperlakukannya dengan lembut.

"Kenapa kau melakukan ini?" Akhirnya yeoja itu mendongak untuk menatap manik mata Jongin, yang baru saja diketahui sebagai tunangannya.

Hening lima detik.

"Karena aku menyukaimu." Ucap Jongin tegas. Tak ada keragu-raguan dimatanya.

Baekhyun hanya terdiam. Ia tak menyangka bahwa Jongin menyukainya. Ia tak menyangka bahwa Jongin melihatnya sebagai seorang wanita. Ya Tuhan apa yang harus dilakukan yeoja ini? Sudah jelas ia menyukai Park Chanyeol kenapa sekarang Jongin malah menyatakan perasaan padanya.

"T-t tapi, aku m-men-nyuka-i orang lain." Jawaban terbata terucap dari bibir yeoja bermarga Byun.

"Aku tahu." Lagi-lagi Jongin berkata dengan tegas. "Kau menyukai Park Chanyeol kan?"

Mata Baekhyun membulat dengan sempurna. Oh God, bagimana Jongin bisa tahu? Selama ini ia tak pernah memberitahukan pada siapapun bahwa ia menyukai mantan pelayan setianya itu. Apa selama ini semua tingkahnya yang menyukai Park Chanyeol terlihat jelas dimata seorang namja bermarga Kim tersebut? Oh Shit.

"Dari awal aku tahu kau menyukai Chanyeol. Aku tahu hanya dengan melihat tatapanmu yang berbeda saat memandang namja itu. Matamu bersinar dan penuh harapan saat melihatnya."

"Kai…" Baekhyun tentu merasa bersalah dengan hanya mendengar pernyataan dari butler sekaligus tunangannya. Dengan jelas yeoja itu melihat banyak luka di manik mata seorang Kim Jongin. Tapi tetap saja hingga saat ini jantungnya hanya akan berderap lebih kencang jika hanya bersama dengan Park Chanyeol. Ah, mungkin benar pepatah yang mengatakan bahwa jika cinta itu buta.

"Tapi aku benar-benar menyukaimu. Jadi aku akan menunggumu untuk membalas perasaanku. Dan tentu saja aku akan membuatmu melupakan namja yang sudah menyakiti hatimu itu."

Deg. Yeoja bernama Baekhyun itu semakin merasakan perasaan bersalah yang bersemayam di hatinya saat ini.

.

*****…THE BUTLER…*****

.

Sejak Jongin mengungkapkan identitas yang sebenarnya, pemuda itu membawa tunangannya meninggalkan asrama The Moon Light. Lagi pula sebentar lagi tahun pertama bagi tunangannya yang bersekolah di Saint Lucia Academy juga akan berakhir. Dengan keputusan sepihaknya, ia membawa tunangan yang sangat dicintainya itu ke rumah kakeknya sendiri. Dia pun juga akan tinggal di atap yang sama dengan tunangannya Byun Baekhyun.

.

*****…THE BUTLER…*****

.

Baekhyun pov

Ruangan ini besar sekali. Sangat berbeda dengan kamarku yang ada di asrama the moon light. Mewah? Tentu saja saat ini kamar yang kuhuni begitu mewah. Heol, sekarang aku tinggal di kediaman kakekku yang begitu kaya raya. Dan yang pasti Kai juga tinggal disini. Dia tunanganku, ah ya benar. Rasanya aku masih tak percaya bahwa dia adalah tunanganku. Baru kemarin dia hanya seorang butler yang menggantikan Chanyeol, tiba-tiba dia berkata bahwa dia adalah tunanganku. Oh God, bahkan sampai sekarang hatiku masih untuk Chanyeol.

Masih terekam jelas di ingatanku, tentang ciuman waktu itu. Ciuman dengan Chanyeol yang begitu memabukkan dan manis. Oh God, sejak kapan aku jadi sepervert ini? Sejak mengenal Chanyeolkah? Ah biar saja! Yang penting aku menyukai namja dengan telinga lebar itu. Aku benar-benar merindukanmu Yeollie… apa kau juga merindukanku? Aish! Aku rasa tidak, kau punya Luna di sampingmu. Huh, hanya aku yang merindukanmu. Menyebalkan sekali bahwa pada kenyataannya cintaku hanya bertepuk sebelah tangan. Tapi sekarang aku benar-benar merindukan Chanyeol. Aku butuh dia ada dalam pandanganku secara langsung. Ah, andai saja Kai dan kakek tak mengurungku di kamar yang terlalu luas ini. Aku pasti bisa menemui Chanyeol!

.

*****…THE BUTLER…*****

.

Normal pov

Dengan tatapan tegas pemuda dengan tinggi 185 cm itu menatap ladynya, "Maafkan aku agashi. Aku harap kau bisa menemukan butler yang lebih baik dariku." Di manik mata pemuda penyuka pisang itu tak ada keraguan sama sekali. Sedang yeoja yang saat ini tengah berbicara empat mata dengannnya kelihatan menahan amarah.

"Apa ini karena gadis yang pernah menjadi ladymu itu?" Tanya Luna sakartis.

Chanyeol menghela nafasnya sejenak. "Tentu kau tahu itu agashi. Maafkan aku. Aku yang plin-plan ini sudah membuatmu kecewa. Tetapi aku menyadari satu hal bahwa aku lebih mengecewakan Hain agashi."

"Kau berbuat seperti ini padaku apa karena kau menyukai gadis itu?" Bentak gadis itu tak terima dengan perlakuan Chanyeol padanya.

Pemuda bermarga Park itu terdiam. Ah ya, setelah insiden pengakuan Jongin yang merupakan tunangan dari mantan ladynya Byun Baekhyun, pemuda itu menyadari bahwa ia memang menyukai seorang Byun Baekhyun. Tapi terlambat. Baekhyun sudah menjadi milik orang lain. Hanya saja ia tak terlalu peduli akan keadaan itu. Yang penting sekarang adalah bagaimana ia bisa terlepas dari segala urusan tentang yeoja bernama Luna dan selanjutnya adalah bagaimana caranya bisa mendapatkan seorang gadis yang sudah membuat jantungnya berderap lebih kencang.

.

*****…THE BUTLER…*****

.

TaoBaekCiuman

Gimana? Gaje ya? Mian.. soalnya agak dikit ceritanya… biasa ada banyak perubahan cerita.. tapi tetep Review ya…