THE BUTLER CHAPTER 4

Annyeong! Sekarang Ai bawa FF request dari chingu Ai di kost… ceritanyanya sendiri sih terinspirasi dari dorama jepang yang judulnya MEI-CHAN NO SHIJUTSI.. tapi semoga bagus dan gk kecewa sih.. soalnya ceritanya juga beda..Cuma mirip kok… Ai minta RCL ma review ya.. don't be silent reader.. okay… dari pada kelamaan cincong..langsung baca aja..

EXO milik keluarga dan SM, tapi cerita tentu dari kerja otak Ai…

Let's read!

Title : The Butler

Author : Ai a.k.a Kang Yongeun

Cast : Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Other Cast : Temukan sendiri

Genre : Romance

Rating : T

Length : Chapter

Warning : Gaje, typo dimana-mana, alur berantakan, don't like don't read. And don't copy..

THE BUTLER CHAPTER 4

Tahun kedua bagi Baekhyun sebagai murid di Saint Lucia Academy. Kim Jongin masih setia menjadi butlernya. Tak ada niatan sedikit pun pemuda itu melepaskan pekerjaannya meskipun ladynya sudah tahu bahwa ia adalah tunangannya sendiri. Mungkin ia melakukan hal tersebut karena tak ingin tunangan mungilnya bertemu secara bebas dengan mantan butlernya. Ya, ini adalah bentuk kecemburuannya mengingat belum lama ini ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa tunangannya itu berciuman cukup panas bersama mantan butlernya.

Sejak dua jam lalu Jongin meninggalkan ladynya untuk menemui Byun Kangin di kantor pusat Emperor Fishery Group. Seminggu yang lalu kakek tua itu meminta bertemu dengan Jongin untuk membicarakan perkembangan hubungan antara Baekhyun dan Jongin. Kangin berharap bahwa perjodohan yang ia buat dapat berjalan lancar. Tentu jika perjodohan tersebut lancar maka perusahaannya akan mendapatkan untung yang besar dan ia akan tetap menjadi orang terkaya di Asia. Perlu diingat bahwa keluarga dari Kim Jongin juga merupakan salah satu orang terkaya di Asia. Selain ingin perusahaannya itu semakin kuat, lelaki yang sudah berumur enam puluh tahun itu ingin cucunya juga mendapatkan pria yang jelas mapan.

Kangin memandang Jongin dengan senyum terkembang di wajahnya. Ia tak sabar untuk menikahkan cucunya dengan pemuda tampan itu. "Tentu kau tahu kenapa aku ingin bicara empat mata denganmu disini bukan di rumah Jongin-ah…"

"Ye Presdir." Jawab Jongin singkat setelah duduk di sofa yang nyaman di ruangan Presdir Byun Kangin.

"Bagaimana perkembangan hubungan kalian?"

Jongin tersenyum tipis. "Kami menjadi semakin lebih akrab. Mengingat aku adalah butlernya Presdir."

Hening.

"Berhentilah menjadi butler untuk cucuku." Ujar Kangin dengan wajah masih memasang senyum.

Hening lagi.

"Kau adalah tunangan cucuku. Aku ingin Baekhyun menganggapmu sebagai seorang pria untuk artian yang sebenarnya."

Jongin menghela nafas lega. Awalnya ia pikir bahwa Kangin akan memisahkannya dari gadis yang disukainya.

"Kau tahu bukan jika aturan di Saint Lucia Academy melarang seorang butler menjalin hubungan dengan ladynya sendiri. Ingat kau adalah tunangan dari cucuku. Jadi kau tak bisa menjadi butler untuk cucuku. Aku tak ingin Baekhyun dikeluarkan dari sekolahnya." Ujar Kangin panjang lebar.

"Tapi siapa yang akan menjadi butler untuk Baekhyun, Presdir?"

Lelaki tua di hadapan Jongin memejamkan mataya sejenak kemudian membuka matanya lagi. "Jadikan pemuda bermarga Park itu sebagai butler cucuku lagi. Dia cukup berkualifikasi mengingat dia adalah butler dengan rangking S."

"Tidak Presdir." Tolak Jongin tegas. Ia teringat bagaimana pemuda bermarga Park itu sempat menyakiti orang yang disukainya. "Orang itu pernah meninggalkan dan menyakiti Baekhyun, Presdir! Aku tak ingin pemuda itu menjadi butler untuk tunanganku."

"Tenanglah Jongin. Dia tak akan menyakiti cucuku lagi. Aku ingin memberikannya kesempatan. Aku tahu dia pernah melakukan kesalahan dengan meninggalkan cucuku untuk seorang lady yang lain. Tapi aku yakin dia tak akan mengulangi kesalahan yang sama." Kangin memberi pengertian pada Jongin secara panjang lebar.

Jongin tak bisa membiarkan ini terjadi. Ia tak ingin orang yang disukainya terluka untuk yang ke sekian kalinya. "Aku mohon Presdir. Jangan lakukan ini. Bukankah saat ini Park Chanyeol adalah butler untuk seorang lady bernama Luna?"

Kakek kandung dari Byun Baekhyun tersenyum penuh arti. "Tenanglah Jongin. Setahuku, pemuda itu tak lagi melayani anak dari kepala sekolah dari Saint Lucia Academy.

Kim Jongin terdiam. Ia tak bisa lagi menolak permintaan dari kakek gadis yang disukainya. Jujur saja hal ini membuatnya khawatir. Ia tak ingin gadis yang disukainya, Byun Baekhyun kembali menyukai seorang pemuda bernama Park Chanyeol. Tentu ia tak akan rela mengingat betapa ia sangat menyukai gadis tersebut. Masih terekam jelas diingatannya bagaimana tunangannya sendiri bercumbu dengan pria lain belum lama ini. Ingin ia menghapus hal itu dari ingatannya agar ia tak terluka. Tapi ia belum bisa. Yang saat ini bisa dilakukannya hanya mencoba mengambil hati dari gadis bermata sipit yakni Byun Baekhyun.

.

*****…THE BUTLER…*****

.

.

Dengan malas seorang gadis dengan tinggi badan tak seberapa itu duduk di bangku taman sekolahnya. Nampak sekolahnya sudah sepi. Sejak tiga puluh menit yang lalu ia menunggu butlernya yang tiba-tiba menghilang. Ia sudah mencoba mengirim pesan pada butlernya lewat ponsel. Tapi sejak tadi tak ada balasan sama sekali dari butlernya.

"Kai menyebalkan. Sudah tahu aku tak suka menunggu tapi ia membuatku menunggu." Baekhyun berguman lirih. Ia sungguh kesal saat ini. Ia hanya ingin cepat pulang. Gadis itu sudah terlalu lelah dengan urusan sekolah yang menyebalkan.

"Mau kutemani?"

Baekhyun mendongak. Mencari tahu siapa yang sudah duduk di sampingnya. Matanya yang sipit terbuka lebar. Mulutnya menganga tak bisa ditahan. Oh God, ia benar-benar terkejut. Bagaimana bisa seorang pemuda yang sudah mengambil ciuman pertamanya bisa duduk di sampingnya? Oh tidak, sejak kapan? "Park Chanyeol?"

Pemuda yang ditatap tersenyum tipis. "Kenapa terkejut?"

Baekhyun hanya terdiam. Tubuhnya terasa kaku. Ini adalah pertama kali ia melihat Chanyeol setelah pemuda dengan tinggi 185 cm itu dengan lancang menciumnya dengan ganas. Oh Shit, kenapa di saat seperti ini ia malah tak bisa melakukan apa-apa. Oh, ia terlalu senang melihat pria yang disukainya ada tepat di sebelahnya. Duduk di bangku yang sama dengannya. "Sepertinya kau terpana setelah sekian lama tak melihatku nona." Lagi. Pemuda bermarga Park itu tersenyum. Sial! Senyuman tipisnya itu sekali lagi membuat hati seorang gadis bernama Han Byun Baekhyun meleleh. Bahkan sekarang persendian gadis itu terasa lemas.

"Bagaimana bisa kau di sini?" Tanya Baekhyun lirih. Ia masih belum percaya bahwa Chanyeol ada di sampingnya. Seingatnya yeoja cantik bernama Luna sudah lulus dari Saint Lucia Academy belum lama ini. Seharusnya Chanyeol juga tak berada di sini. Oh sial, gadis bermarga Byun itu penasaran setengah mati kenapa Chanyeol ada di sekolahnya.

Damn it! Sekilas bayangan bagaimana Chanyeol menciumnya secara ganas, membuat gadis penyuka makanan manis itu malu setengah mati. Sekarang mukanya sudah semerah tomat. Mirip buah kesukaan tokoh anime di Naruto yakni Sasuke. "Kenapa wajahmu memerah? Apa kau teringat bagaimana aku merasakan bibirmu waktu itu?" Sial! Pertanyaan Chanyeol begitu frontal dan tepat. Sekarang wajah Baekhyun makin merah tak karuan. Bahkan telinganya pun ikut memerah.

.

*****…THE BUTLER…*****

.

.

Chanyeol memandangi mantan ladynya dengan sedih. Ia menyesal. Sangat menyesal. Ya Tuhan, kenapa dulu ia bisa menyakiti dan meniggalkan yeoja yang begitu imut ini hanya karea perasaan cemburu yang tak jelas. Sialan! Ini semua berawal dari Jongin yang memeluk mantan ladynya dengan penuh cinta. Jelas saja pemuda berteliga lebar itu cemburu berat. Dan menyesalnya ia kenapa dulu ia tak mengerti apa yang sebenarnya dirasakan hatinya. Seharusnya sejak dulu lelaki yang berprofesi sebagai butler itu tak membohongi perasaannya sendiri jika dulu ia menyukai mantan ladynya yakni Byun Baekhyun. Tapi penyesalan tinggalah penyesalan. Yang sekarang bisa ia lakukan adalah mendapatkan hati gadis itu.

Pemuda bersurai hitam itu paham jika gadis yang ingin diperjuangkannya saat ini sudah menjadi milik orang lain. Tapi ia tak peduli toh dulu saat ia mencium gadis di sampingnya ini secara brutal, gadis tersebut tidaklah menolak bahkan membalas ciumannya sebisa mungkin. Jadi ia yakin bahwa sebenarnya Byun Baekhyun juga memiliki perasaan yang sama dengannnya. Mungkin Chanyeol cukup percaya diri namun hal itu mungkin ada benarnya. Oh God kalau begini Jongin akan mendapatkan saingan yang menyebalkan.

"Bagaimana perasaanmu?" Tanya Chanyeol pada gadis di sampingnya. Jika tadi ia mencoba menggoda gadis itu maka sekarang ia ingin mencoba serius. Lagi pula ia tak ingin merusak image coolnya lagi. Baru sekali ini ia mencoba untuk menggoda seorang gadis dan itu sungguh membuatnya malu.

"A-apa m-maksudmu?" Tanya Baekhyun dengan terbata. Jujur ia tak mengerti dengan pertanyaan pria yang disukainya.

Chanyeol menghela nafas berat. Ia sedikit sedih ketika tadi ia mendengar gumanan gumanan saat menunggu butlernya. Sebelum ia menyapa Baekhyun tadi, gadis itu berguman menunggu Jongin butlernya. 'Oh shit! Baru begini saja aku sudah cemburu, bagaimana kedepannya aku mendapatkanmu Baekhyun-ah?' Guman Chanyeol dalam hati. "Bagaimana perasaanmu pada Kim Jongin setelah tahu bahwa ia adalah tunanganmu sendiri?"

'huh? Kenapa Chanyeol menanyakan ini? Apa dia cemburu? Ah, tidak mungkin! Dia kan sudah punya Luna yang cantik.' Monolog Baekhyun dalam hati. "Awalnya sedikit aneh mengingat dia adalah butler sekaligus tunanganku tapi lama kelamaan aku jadi terbiasa. Lagi pula dia memperlakukanku tidak berbeda dari sebelum aku tahu bahwa dia adalah tunanganku. Mungkin dia menjadi sedikit lebih perhatian." Baekhyun tersenyum tipis. 'ah, apa yang kukatakan? Padahal sebenarnya aku ingin bilang bahwa aku menyukaimu Chanyeol-ah. Huft! Kalau begini aku akan terlihat bahwa aku menyukai Jongin. Ah tidak! Yang kusukai adalah kau Chanyeol-ah!'

Chanyeol terdiam sejenak.

"Jadi apa kau menyukai Kim Jongin, Byun Baekhyun-ssi?"

"TIDAAAK." Jawab Baekhyun cepat dan sedikit berteriak. Hadeuh! Sepertinya gadis ini sedikit berlebihan. "Aku tak menyukai Jongin!"

'Kena kau nona Byun! Huft! Awalnya aku kira kau menyukai butlermu itu. Okay, kalau begini aku masih punya kesempatan.' Chanyeol terkekeh pelan. Ia melihat rona salah tingkah di wajah seorang Byun Baekhyun.

Pemuda dengan kulit sedikit gelap mulai menjalankan mobilnya. Sejak tadi ia khawatir dengan tunangannya setelah membaca pesan dari tunangannya itu melalui ponselnya. Oh sial. Dia sudah meninggalkan tunangannya selama tiga jam tanpa kabar. Sebenarnya tidak tiga jam juga. Karena kelas Baekhyun baru keluar tiga puluh menit yang lalu. Tapi pasti Baekhyun akan marah padanya. Ia tahu bahwa gadis itu tak suka menunggu. Kau payah Kim Jongin! Bagaimana bisa kau membiarkan tuananganmu sendiri menunggu selama tiga jam? Kau benar-benar keterlaluan!

.

*****…THE BUTLER…*****

.

.

"Semalam Presdir Byun Kangin menghubungiku." Jeda. "Ia ingin aku menjadi butlermu lagi." Baekhyun yang sedari tadi menunduk tiba-tiba menoleh. Ia terdiam. Ia menunggu kalimat Chanyeol selanjutnya. Ia bertanya-tanya apakah Chanyeol akan menjadi butlernya lagi. Ia sangat berharap Chanyeol kembali padanya. Ia igin selalu berada di dekat orang yang disukainya itu. "Aku terima saja tawarannya." Mendadak hati Baekhyun terasa berbunga-bunga. Oh God! "Tapi sebenarnya aku tak mau menjadi butlermu lagi." Shit! Damn it! Hati Baekhyun kali ini mencelos. 'sialan kau Park Chanyeol! Kau sudah membuatku berharap terlalu tinggi dan dengan kilatnya kau menjatuhkan harapanku.'

Wajah Byun Baekhyun tampah memerah. Kali ini bukan karena merona tapi karena saat ini emosinya sedang memuncak. Sialan! Ini semua karena Park Chanyeol. Ia bangkit dari duduknya. "Jika kau tak berniat jadi butlerku sebaiknya kau tolak saja Park Chanyeol-ssi. Jangan membuat orang lain bingung!" Ucap Baekhyun sarat dengan emosi. Suaranya pun meninggi.

"Aku pun ingin menolak tapi aku tak bisa." Suara Chanyeol juga ikut meninggi. Sedangkan Baekhyun? Rasanya ia ingin menampar wajah tampan pemuda di hadapannya ini. Sungguh pemuda tersebut sudah membuat hatinya terombang-ambing dengan perasaan yang tak jelas ujungya.

"Ya sudah tolak saja kalau kau memang tak mau menjadi butlerku. Jangan memaksakan diri. Bukankah kau sudah bahagia menjadi butler untuk Luna, gadis yang kau cintai?" Teriak Baekhyun tak dapat mengendalikan dirinya. Segera ia melangkah untuk meninggalkan pria yang sudah membuat emosinya memuncak. Sayang, pergelangan tangannya sudah dicekal oleh seseorang. Tentu saja orang itu adalah Park Chanyeol.

Dengan cepat pemuda itu itu menyatukan bibirnya dengan bibir tipis gadis dihadapannya. Diraihnya tengkuk gadis itu agar tak menolak. Segera disesapnya bibir atas gadis mungil itu seperti permen. Manis. Rasa manis itu yang dikecap Chanyeol. Rasa manis yang menjadi candu bagi Chanyeol. Baekhyun? Ia masih terpaku menerima perlakuan memabukkan ini. Matanya yang awalnya terbuka perlahan-lahan menutup karena tak kuat menerima tindakan berani Chanyeol. Tak merasa ada penolakan dari Baekhyun, pemuda itu menyeringai dan secepat mungkin memasukkan lidahnya pada mulut gadis yang baru punya poni itu. Dieksplornya mulut dengan rasa manis strawberry itu dengan tidak sabar. Digelitikinya langit mulut gadis itu juga. Shit! Gadis itu merasa geli tapi juga nikmat. Bahkan semua persendiannya sudah melemas. Untung saja Chanyeol memeluk pinggangnya. Jika tidak mungkin gadis berparas manis itu akan jatuh karena kenikmatan yang dirasakannya. Si pemuda bermarga Park mulai lebih berani lagi. Dililitkannya lidahnya pada lidah bermarga Byun. Sepertinya ia mengajak bertarung lidah. Sayang gadis yang diajak bercumbu tak mengerti cara berciuman yang maksud oleh Chanyeol. Hain hanya menerima semua perlakuan Chanyeol tanpa membalas. Sebagai pelampiasan rasa nikmat yang berlebihan dicengkramnya ujung kemeja milik Chanyeol. Perlakuan Chanyeol kali ini benar-benar liar dan memabukkan baginya. Ini terlalu nikmat. "eungh…" Baekhyun melenguh dalam pagutan panas itu. Shit. Semakin lama gadis penyuka eyeliner itu kehabisan nafas. Nafasnya mulai memendek. Gila. Ciuman Chanyeol membuat ia kekurangan oksigen. Dengan terburu-buru Hain memukul dada Chanyeol. Ia tak ingin mati hanya karena sebuah ciuman dari orang yang disukainya. Ouch jika itu terjadi akan sangat tidak elit bagi cucu dari Byun Kangin tersebut.

Memahami gadis yang dicumbunya kekurangan oksigen, dengan sangat tidak rela Chanyeol melepas pagutan yang membuatnya kecanduan. Ouch. Terciptalah benang saliva antara kedua orang yang habis bercumbu panas itu. Segera Chanyeol melepas benang saliva itu dan menyesap bekas saliva di sudut bibir Hain. Kemudian utuk mengakhiri kegiatannya pemuda itu menempelkan keningnya pada kening gadis mungil bermarga Byun, ya walaupun kenig mereka masih dibatasi oleh poni yang bertengger manis di kening Byun Baekhyun.

Nafas Baekhyun masih terengah-engah, nafasnya kembang kempis. Mukanya sudah sangat-sangat merah. Pikirannya benar-benar blank. Oh Chanyeol begitu hebat mengguncang jiwanya.

"Aku benar-benar tak ingin menjadi butlermu." Ujar Chanyeol. Sebelum Baekhyun kembali tersulut emosi lagi, Chanyeol mengecup bibirnya sekilas. "Karena itu artinya aku tak dapat memilikimu."

Huh?

Baekhyun mengernyit bingung. Dilepaskannya keningnya dari kening Chanyeol. Sekarang ia memasang tampang berpikir. Ouch, ini benar-benar imut menurut Chanyeol. Dengan kilat disatukannya keningnya pada kening gadis mungil di depannya. "Aku menyukaimu."

Rasanya Hain merasakan ada jutaan kupu-kupu yang beterbangan di perutnya ketika mendengar apa yang diucapkan Chanyeol. "M-mwo?"

"Aku tak ingin menjadi butlermu karena aturan di sekolah ini melarang seorang lady memiliki hubungan cinta dengan butlernya. Tapi aku tak ingin jauh darimu!" Chanyeol menjelaskan dengan tegas. "Mengingat kau sudah punya tunangan dan aku yakin tunanganmu itu akan menjauhkanmu dariku jadi aku terima saja tawaran untuk menjadi butlermu lagi."

Jeda. Baekhyun membelalakkan matanya.

"M-mwo?"

"Nan jeohahae. Nan jeohahandago." Tanpa menunggu balasan dari Baekhyun, lagi, pemuda itu mengecup bibir mungil gadis itu.

Ouch. Kali ini rasanya Baekhyun sudah terbang ke langit biru. Benarkah Chanyeol menyukainya? Ya Tuhan ini terlalu indah. Bukankah Chanyeol menyukai Luna? Kenapa sekarang pemuda itu malah mengatakan jika ia menyukai seorang cucu dari Byun Kangin? Sepertinya Baekhyun harus mencubit pipinya sendiri jika ia ingin membuktikan bahwa hal ini bukanlah mimpi. "Geotjimal." Seru gadis itu lirih. Ia tak mau menerbangkan harapan tinggi lagi. Ia benar-benar takut jatuh kali ini.

"Saranghae Byunnie… nan jinjong sarangharira." Ucap Chanyeol kali ini tegas. Ia tak mau Byun Baekhyun meragukannya. Kini ia hanya ingin mendapatkan gadis mungil tersebut.

"J-jongmalyo?" Baekhyun masih ingin memastikan. Ia takut semuanya hanyalah ilusi semu. 'Byunnie? Tapi nama panggilan itu lucu sekali.'

Chanyeol menangkupkan kedua tangannya pada tengkuk gadis yang sudah memiliki tunangan itu. "Ne, Saranghae…Saranghandago… jeongmal saranghae Byunnie."

Kini Baekhyun benar-benar merasa bahagia. Akhirnya cintanya berbalas. Tak ada lagi istilah bertepuk sebelah tangan. "N-nado s-saranghae." Baekhyun tersenyum bahagia sekarang.

.

.

.

TaoBaekCiuman

Hadeuh… makin gaje ya… but tetep review ya… buat yang sudah baca sekaligus review makasih ya… ai jadi semangat nulis…

Oh ya maaf .. story kali ini agak dikit… biasa bingung mau bikin storynya kayak apa.. lama-lama gk rela juga klo Jongin tersakiti… jujur aja walaupun ai bukan bias Jongin, tapi klo bikin dia tersakiti rasanya hati ai juga ikut sedih…

.