Title : First Boyfriend
Genre : Romance (?)
Cast : Huang Zi Tao
Kris / Wu Yi Fan
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Xi Luhan
Oh Sehoon
D.O Kyungsoo
Kai / Kim Joongin
Rating : T (untuk saat ini)
Summary : Di peron kereta pada pagi hari, Tao mendapatkan pernyataan cinta dari Kris. Antara Tao yang polos dengan Kris yang dingin dan kaku, bagaimanakah jadinya hubungan mereka? Dan bagaimana kisah cinta mereka apabila teman TK yang dulu pernah menjadi bagian dari Tao datang kembali?
Warning : Typo dimana-mana dan bahasa tidak sesuai EYD
Terinspirasi dari komik Jepang dengan judul yang sama "First Boyfriend"
Happy Reading
Saat ini Kris, Tao, Baekhyun, Kyungsoo, Luhan, Kai dan Sehun sedang berada di Lucky café. Tampak Kyungsoo dan Luhan yang sedang tersipu malu. Kedua pipinya bertabur bubuk-bubuk merah. Siapa yang tidak malu jika sedari tadi di tatap oleh lelaki tampan di hadapan mereka?"Jadi kalian sudah saling kenal?" tanya Kai memecah keheningan.
"Tentu saja kkamjoong. Aku pernah ke sekolah mereka. Dan aku juga pernah bertemu mereka di MD."
"Hah? Hyung datang sendirian ke XOXO High School?" giliran Sehun yang bertanya.
"Berisik! " jawab Kris singkat sambil memutar kedua bola matanya malas.
'Untung ada bahan pembicaraan, kalau ada mereka aku jadi tidak gugup. FanFan gege nampak senang. Tapi dari tadi dia sama sekali tidak melihat ke arahku. Aku pun tidak bisa menatapnya. Ahhh akan aku tanyakan kenapa waktu itu FanFan gege harus pergi pagi. Ok.' batin Tao.
"Fan.."
"Maaf menunggu lama. Pesanan anda datang. Silahkan di nikmati." ucapan Tao terpotong karena pelayan café datang.
'Kenapa tidak pernah mendapat waktu yang tepat.' batin Tao nelangsa.
"Wahh tidak ku sangka. Ternyata pesanan kalian banyak juga." ucap Kai yang hanya dibalas cekikikan dari Tao, Baekhyun, Luhan dan Kyungsoo.
Deg
Tiba-tiba Tao dan Kris bertemu pandang. Tao yang merasa malu akhirnya memutuskan kontak mata diantara mereka, dan Tao hanya bisa menunduk setelahnya. Dan parahnya arah pandang Tao justru tertuju pada makanan milik Kris.
"Peach, kau mau ini? Belum gege makan. Makanlah." seru Kris setelah memergoki Tao yang terus menatap makanannya.
"Eh? Tidak tidak. Tidak usah." tolak Tao.
'Apa FanFan gege mengira aku rakus ya? Ahh ayo Tao alihkan pembicaraan.' batin Tao.
"Kenapa waktu itu FanFan gege harus pergi pagi-pagi sekali?" tanya Tao.
"Oh.. Itu tak perlu diceritakan." ucap Kris dingin.
Deg
'Kagetnya. Kenapa saat denganku FanFan gege menjawab dengan nada dingin.' batin Tao. Tao hanya bisa menunduk. Menutupi sakit yang ada pada dadanya.
"Jangan disembunyikan hyung. Kris hyung ikut ulangan susulan. Dia bodoh, nilai di lembar jawabannya 20 semua." ucap Kai yang membuat perempatan di dahi Kris nampak. Dan tawa Sehun menggelegar.
*KT*
Hari sudah mulai sore. Sudah saatnya mereka pulang ke rumah masing-masing. Ada rasa tak rela dalam diri Kai untuk berpisah dengan Kyungsoo, begitu pula Sehun yang tidak rela berpisah dari Luhan.
Tao dan kawan-kawan pulang ke arah kiri sedangkan Kris dan kawan-kawan ke arah kanan. Saat mereka mulai berjalan, Tao menoleh ke belakang, begitu juga dengan Kris. Mereka pun bertemu pandang. Tiba-tiba Kris berpamitan dengan teman-temannya. Melihat Kris yang berjalan ke arahnya, Tao pun juga menyuruh teman-temannya pulang terlebih dahulu.
"Ke…kenapa gege?"
"Sepertinya kau ingin berbicara sesuatu."
"Eh? Memangnya FanFan gege tidak ingin bicara sesuatu?" giliran Tao bertanya. Kris yang ditanya justru diam.
"Aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang gege pikirkan. Menelepon pun cuma sebentar, tadi juga cara bicara gege terdengar sangat dingin. Aku ingin tahu banyak tentang gege. Tapi, sepertinya gege sama sekali tak peduli. Kalau ingin mengenal lebih banyak bukannya harus sering-sering berkomunikasi. Tapi gege tidak begitu." jelas Tao panjang lebar. Kris kaget akan ucapan Tao. Kris hanya bisa mengusak rambutnya dan menjambak rambutnya dengan kasar.
"Maaf, aku hanya bingung.." hanya itu yang di ucap Kris. Lalu Kris berlari meninggalkan Tao sendiri.
*KT*
Tadi malam Tao sama sekali tidak bisa tidur. Di pikirannya hanya ada Kris. Penampilan Tao hari ini juga sangat buruk. Rambut acak-acakkan dan mata sembab. Mata Tao sudah benar-benar mirip dengan panda.
'Mungkin aku sudah membuatnya bimbang, walau gege jarang bicara, namun perasaannya selalu tersampaikan.' batin Tao. Kini Tao datang pagi-pagi ke stasiun, dia ingin lebih lama bertemu dengan Kris. Saat melihat punggung tegap Kris, Tao mendekatinya, dia langsung menggenggam tangan kanan Kris. Kris terkejut karena ada yang memegang tangannya sembarangan. Namun keterkejutannya hilang setelah mendengar suara lembut orang yang sangat dia cintai.
"Jika bersama gege, aku suka canggung, jadi tidak bisa bilang maksudku. Tapi aku ingin bercerita banyak pada gege. Apa boleh aku menelepon gege setiap hari? Walau hanya 10 detik atau 20 detik." tanya Tao. Tangan yang menggenggam tangan Kris bergetar hebat. Dia gugup.
'Akhirnya kukatakan juga.' batin Tao. Perlahan Kris membalikan badannya, ia langsung menatap lurus tepat ke mata Tao.
"Aku selalu ingin mengatakannya, aku yang akan meneleponmu. Aku ingin melakukannya." jawab Kris dengan senyum lebar. Yang membuat pipi Tao memerah. Kakinya seperti jelly, benar-benar seperti melayang. Hingga akhirnya Tao benar-benar tidak bisa menopang tubuhnya sendirinya.
Gubraaakkk
Akhirnya Tao jatuh terduduk. Kris kaget bukan main. Ia pun segera berjongkok, memposisikan dirinya tepat di hadapan Tao.
"Peach, kau tak apa?" tanya Kris khawatir.
"Tidak apa, hanya lemas. FanFan gege tampan sekali jika tersenyum seperti itu." jawab Tao dengan polosnya. Dan langsung membuat Kris tertawa terbahak-bahak. Tao pun juga ikut tertawa.
*KT*
Menunggu waktu yang dijanjikan itu terasa sangat lama
Kini Tao sedang duduk menekuk kedua kakinya di dalam kamar yang penuh dengan berbagai macam hiasan panda. Di depan Tao terdapat ponsel putih yang diam seperti batu.
"Huft lamanya. FanFan gege berjanji akan menelepon, namun hingga saat ini masih belum juga meneleponku. Apa sebaiknya aku yang menelepon ya? Tapi, aku tidak mau dia berpikir kalau aku ini tidak sabaran. Seperti mendesaknya." tanya Tao entah pada siapa. Dan tanpa sadar Tao beranjak dari duduknya dan menuju ke jendela kamarnya. Lalu ia membuka jendelanya lebar-lebar.
"Mungkin tidak ada sinyal." ucap Tao lagi. Untuk itu Tao membuka jendela dengan harapan sinyal datang dan membuat ponselnya bergetar. Tapi sama sekali tidak ada perubahan. Tao pun akhirnya kembali duduk.
Piiipppp Piiiipppp Piiiipppp
Suara ponsel Tao mengagetkannya.
"Waaaaaaa." tanpa sadar Tao menjerit karena kaget. Dengan segera dia mengangkat teleponnya.
"Hallo." ucap Tao. Saat ini jantungnya tidak bisa dikendalikan.
"Hallo."
"FanFan gege sekarang sedang apa?" tanya Tao tanpa basa basi.
"Eh, baru pulang dari rumah Kai."
"Kai yang berkulit tan itu? Kalian dekat sekali sepertinya."
"Biasa saja. Peach, hari ini kau melakukan apa saja?" tanya Kris balik. Namun belum sempat Tao menjawab Kris sudah memotongnya lagi.
"Ahh, pastinya pergi sekolah ya, kalau begitu sekarang sedang apa?" tanya Kris.
"Aku menunggu telepon gege." ucap Tao jujur.
"Eh? Maafkan gege. Gege lama ya?"
"Tidak kok. Eh ge, kau tau? Tadi aku pergi jalan-jalan bersama Baekhyun hyung, membeli makanan yang rasanya seperti karet. Aku jadi menyesal membelinya. Hueekkk rasanya tidak enak sekali." curhat Tao.
"Eh benarkah? Makanan apa itu?" tanya Kris yang mulai tertarik dengan cerita Tao. Dan akhirnya mereka menceritakan hal-hal yang mereka lakukan hari ini. Malam ini Kris dan Tao bertelepon ria hingga satu jam lamanya.
'Jarakku dan dia semakin dekat.'
*KT*
"Pagi peach." ucap Kris yang mengagetkan Tao yang sedang duduk di kursi panjang dalam stasiun.
"Pagi ge." jawab Tao singkat. Tak lupa dengan senyum indah yang menghiasi wajahnya.
"Tao-ah. Besok lusa ada waktu?" tanya Kris lembut.
"Setiap Sabtu dan Minggu aku punya banyak waktu luang kok."
"Kalau begitu. Mau jalan? Nanti akan gege telepon untuk memastikan waktunya." tanya Kris lagi. Ekspresinya tetap datar.
"MAUUUU." teriak Tao yang membuat kekehan kecil keluar dari mulut Kris. Kris sungguh bersyukur mempunyai Tao yang selalu membuatnya tersenyum dengan semua tingkah polosnya.
"Kau haus? Gege beli minum dulu ya." ucap Kris yang dibalas anggukan kepala oleh Tao.
Karena Kris tak kunjung kembali, Tao pun membuka ponselnya untuk mencari-cari tas Gucci keluaran baru. Namun tiba-tiba matanya tertuju pada gelang cartier (tulisannya bener ga tuh -.-").
"Wahhh gelangnya bagus. Aku jadi ingin." ucap Tao entah pada siapa. Tao sama sekali tidak menyadari jika Kris sudah ada di belakangnya dan mendengar semua ucapan Tao. Tao pun dikejutkan dengan uluran kaleng jus dari Kris. Tao tersenyum menerimanya.
"Kau ingin gelang itu?" tanya Kris sambil meneguk jusnya.
"Eh? Tidak ge. Ini harganya sangat mahal." ucap Tao sambil mempoutkan bibirnya.
"Jika kau ingin bilang saja pada gege."
"Tidak ge, aku sama sekali tidak ingin."
"Ah. Keretamu sudah datang. Hati-hati ya." ucap Kris sambil membantu Tao berdiri dan segera mendorong-dorong Tao memasuki keretanya.
*KT*
Hari ini hari Minggu yang cerah. Tapi tidak secerah hati Tao. Hari Jum'at malam tiba-tiba Kris mengabari lewat telepon jika dia tidak jadi mengajak Tao untuk pergi jalan-jalan. Bahkan semenjak hari Jum'at malam sampai hari Minggu pagi ini, Kris tidak menghubunginya lagi. Ada rasa rindu dalam hati Tao. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk berjalan-jalan sendiri. Dia bersenandung kecil sepanjang perjalanan. Bahkan dia tidak sadar semanjak tadi dia menjadi pusat perhatian orang-orang yang lewat. Siapa yang tidak memperhatikan lelaki manis nan imut ini.
Namun tiba-tiba langkahnya berhenti saat melihat punggung seseorang yang sangat ia kenal. Ia. FanFan gegenya. Dia sedang memindahkan pot-pot bunga besar dari dalam toko bunga Kim menuju ke luar toko. Akhirnya Tao memutuskan untuk bersembunyi di balik tembok besar, ia mengintip Kris dari sana. Dan Tao hanya bisa meringis saat tiba-tiba Kris tersandung. Untung saja pot tadi tidak jatuh. Diam-diam Tao sangat mengagumi sosok Kris yang kuat.
"Kris hyung." panggil seseorang. Kris pun menoleh ke arah orang itu. Tao kenal siapa dia. Dia Kai, teman FanFan gegenya.
"Ini gaji hyung." ucap Kai sambil memberi amplop kepada Kris.
"Terimakasih Kkamjoong."
"Haah. Aku heran denganmu hyung. Jika kau membutuhkan uang, kau kan tinggal minta ayahmu saja. Kau ini kan pewaris tunggal Wu Corp. Kenapa justru berkerja sambilan di toko bunga ku?" ucap Kai. Kini keduanya sedang duduk di bangku panjang depan toko bunga yang ternyata milik keluarga Kai.
"Aku tidak ingin memberikan sesuatu untuknya dengan uang orang tuaku Kkamjoong. Aku ingin memberikan barang untuknya dengan hasil keringatku sendiri." ucap Kris bijaksana. Dan Kai hanya bisa menganga.
"Hah sepertinya aku harus berterimakasih pada Tao. Dia banyak merubahmu menjadi orang yang lebih baik hyung. Aku jadi ingat Tuan muda Wu yang dulu. Dulu seorang Wu Yi Fan atau Kris itu merupakan lelaki tersombong yang pernah aku kenal. Selalu bersifat semena-mena, suka berbuat onar, berkelahi, bolos sekolah, dan selalu menghamburkan-hamburkan uang. Dan sepertinya aku juga harus berterimakasih dengan ayahmu. Untung saja waktu itu dia menghukummu dengan mengambil seluruh fasilitas yang kau pegang. Mobil, uang dan apartemen mewah mu disita dan kau juga di asingkan ke apartemen kecil yang kau tempati sekarang. Hingga akhirnya setiap hari saat akan berangkat ke sekolah kau harus menaiki kereta. Dan bertemu dengan Tao." ucap Kai panjang lebar sambil mengingat-ingat Kris beberapa bulan yang lalu sebelum bertemu Tao. Dan Kris hanya dapat tersenyum lembut mengingat seberapa besar pengaruh Tao dalam hidupnya. Tao yang berada di balik tembok hanya dapat menutup mulutnya. Tao menangis haru.
"Hey Kris hyung, hukumanmu bukannya sudah selesai? Kenapa kau tak memakai mobil mewahmu lagi? Dan kenapa kau tak kembali ke apartemen mewahmu juga?" tanya Kai penasaran.
"Aku masih ingin naik kereta agar aku bisa terus bersama Tao. Dan aku juga tidak ingin kembali ke apartemen yang dulu. Jaraknya terlalu jauh dari stasiun." jawab Kris.
"Kenapa hyung tidak antarkan Tao saja dengan mobil?"
"Aku belum memiliki SIM. Aku tidak ingin mencelakai Tao."
"Woooaaahhh seorang Wu Yi Fan mematuhi peraturan lalu lintas? Bukannya dulu hobimu kebut-kebutan hyung? Dan setiap ada polisi menilang, kau pasti akan bicara begini "Kalian berani menilang satu-satunya pewaris Wu corp?"." ucap Kai sambil menirukan suara Kris. Kris hanya tersenyum mendengarkannya. Tao yang masih ada di balik tembok sudah tidak kuat lagi mendengar ucapan Kai. Dia pun berlari pulang ke rumahnya.
*KT*
Tao datang ke stasiun lebih pagi dari biasanya, karena semalam Kris meneleponnya bahwa ia ingin memberikan sesuatu untuknya.
"Ulurkan tanganmu peach." suruh Kris yang kini sudah ada di hadapan Tao. Tao pun mengulurkan tangannya. Kris menaruh kalung salib dalam tangan Tao. Tao hanya dapat menatap kalung itu dengan pandangan kosong.
"Itu memang bukan barang mahal. Maaf gege tidak bisa membelikan gelang yang kau inginkan. Uang gege masih belum cukup. Tapi gege berjanji, suatu saat nanti gege pasti membelikannya untukmu. Lain kali saat bertemu berdua, gege ingin melihatmu memakai kalung ini." ucap Kris tulus. Namun Tao tetap diam.
'FanFan gege bilang pertemuan selanjutnya? Yang dia inginkan adalah pertemuan selanjutnya.' batin Tao.
"Emmm. Peach, kau tidak menyukainya?" tanya Kris serba salah.
"Eh? Tidak gege. Ini bagus. Aku suka. Aku akan memakainya terus. Waahhh senangnya. Gege bisa membantuku memakainya?" ucap Tao malu-malu. Dan Kris tersenyum lembut padanya. Dengan sigap dia membantu Tao memakaikan kalung salib tersebut.
*KT*
Dia mengatakan kalau setiap hari ia selalu melihatku di stasiun
Dan dari awal dia sudah penasaran denganku
Kemudian dia ingin menjadikanku sebagai kekasih
Tapi, yang namanya seme itu berada di luar jangkauan
Itulah yang selalu aku kenang
Sejak TK
"Pagi peach."
"Ahhh pagi gege." jawab Tao. Tao yang gugup sama sekali tidak berani menatap Kris.
"Ahh, kau juga mulai memakai seragam musim panas ya. Terlihat semakin manis." ucap Kris sedikit menggoda. Sekali-sekali menggoda kekasihnya tidak masalah kan?
"Iya ge. Aiiisshhh aku ini tampan ge. Dengar ya. TAMPAN." ucap Tao penuh penekanan. Tao mempoutkan bibirnya. Sedangkan Kris hanya terkekeh melihatnya.
"Ng.. Hari Minggu nanti, mau jalan bersama teman-temanku? Mereka meminta supaya mengajakmu dan teman-temanmu juga. Bagaimana kalau jam 1 di tempat bowling." tanya Kris sambil melihat jam yang berada di pergelangan tangan kekarnya.
"Hah ternyata jamku mati. Baterainya habis, harus diganti kalau begini." ucap Kris kesal. Dan Tao hanya bisa tertawa melihat wajah kesal Kris.
"Hihihi gege lucu bila sedang kesal. Lihat alis tebal gege itu. Hampir menyatu begitu. Seperti angry bird." ucap Tao masih dengan cekikikannya dan menunjuk-nunjuk alis tebal Kris.
"Ya ya yak! Kau ini, kebiasaan. Kemarin-kemarin kau bilang kalau gege mirip naga, sekarang angry bird, besok apa lagi?" tanya Kris sedikit kesal.
"Maaf maaf gege." ucap Tao yang masih menahan tawanya agar tidak pecah. Takut dapat amukan si kekasih tercinta.
*KT*
Sesuai yang di janjikan, kini Tao dan teman-teman serta Kris yang juga dengan teman-temannya sudah berada di tempat bowling. Permainan bowling kali ini sangat menyenangkan. Kesempatan seperti ini tidak di sia-siakan oleh Kai dan Sehun untuk berdekatan dengan Kyungsoo dan Luhan. Segala macam pose bermain bowling mereka keluarkan untuk membuat Kyungsoo dan Luhan kagum serta tertawa karena tingkah mereka.
"Ahhhh aku haus." rengek Kai.
"Kalian juga haus? Mau beli apa? Biar aku yang membeli. Aku juga ingin membeli madu." tawar Tao.
"Cola."
"Fanta."
"Jus jeruk."
"Air putih dingin saja."
"Aishh kenapa beda-beda semua. Tao-ie, aku saja yang pergi membeli, kau tunggulah disini." ucap Kris yang langsung berlari menuju supermarket terdekat.
"Tao." panggil Kai.
"Ya ada apa?" tanya Tao sambil memiringkan kepalanya. Dia merasa heran karena tidak biasa Kai mengajaknya bicara.
"Ehem. Semuanyaa.. Ada hal yang ingin aku tanyakan." ucapan Kai membuat semua yang ada disana menoleh ke arah Kai.
"Kalian sudah punya pacar?" tanya Kai to the point yang membuat orang-orang disana kaget.
"Eh.. Kalau sekarang sih tidak." jawab Kyungsoo dan itu membuat Kai tersenyum dalam hati.
"Apakah kalian mempunyai mantan kekasih?" kini giliran Sehun yang bertanya.
"Ten..tentu saja kami punya. Bahkan sekarang pun banyak yang meminta di jadikan pacar oleh kami." ucap Baekhyun berbohong. Dia hanya takut bahwa Kai dan Sehun mengejek mereka yang sampai detik ini belum pernah berpacaran.
"Nah baby panda, ayo ceritakan tentang 'dia'." ucap Baekhyun.
"Eh, tapi itu kan waktu T ummmhhh." ucapan Tao segera terputus karena Baekhyun menutup mulut Tao dengan tangannya erat.
"Ada yang mau dengar kisah cinta Tao dan 'dia'?" tanya Baekhyun yang segera mendapatkan anggukan pasti dari Kai dan Sehun.
"Ada seorang anak lelaki, Tao mencoba mendekatinya, tapi sayangnya Tao di acuhkan, dan akhirnya Tao di juluki 'si jelek' oleh lelaki itu. Tao benar-benar sakit hati, namun Tao masih saja mengejarnya. Hingga akhirnya mereka berpacaran." ucap Baekhyun melebih-lebihan fakta yang ada. Dan tanpa mereka ketahui, Kris ternyata sudah ada di belakang mereka. Dia mendengar semuanya.
"Hebat sekali dia. Apa dia sangat tampan Tao? Wah, Tao ternyata sudah pernah berpacaran ya. Oh iya, jangan sampai pembicaraan ini di ketahui Kris hyung." ucap Kai. Dan Tao yang baru saja terlepas dari tangan Baaekhyun hanya dapat menggerak-gerakkan bibirnya, sepertinya Tao sedang menyumpah serapahkan Baekhyun.
"Sudah kubeli. Ini pesanan kalian." ucap Kris sambil menaruh kaleng-kaleng minuman di meja. Kris bersikap seolah-olah dia baru saja tiba.
"Aku pocari." ucap Kris.
"Aku madu. Ini minuman kesukaanku." ucap Tao.
Saat Tao dan Kris bersebelahan, dengan segera Kris menjauhi Tao. Dan setelahnya mereka melanjutkan acara bermain bowlingnya lagi. Tapi yang aneh, sedari tadi Kris menjauhinya, setiap Tao bertanya, Kris tidak pernah menjawab, justru mengalihkan pembicaraan pada Kai atau Sehun. Seperti saat mereka akan pulang, biasanya Kris akan menunggu Tao untuk berjalan bersebelahan dengannya, namun kini Kris justru meninggalkannya, langkahnya sangat cepat. Kini mereka sudah benar-benar berpisah. Tao sudah tidak dapat melihat keberadaan Kris dan teman-temannya lagi.
"Tao, kau mau ikut ke karaoke?" ajak Baekhyun.
"Maaf hari ini aku pulang saja." jawab Tao menolak ajakkan Baekhyun.
"Mau kami antar sampai halte?" giliran Luhan menawari.
"Tidak usah hyung. Ya sudah aku pergi ya." ucap Tao yang segera berlari menuju halte. Setelah sampai, Tao langsung mendudukan pantat semoknya pada bangku panjang yang sudah di sediakan disana.
'Apa yang salah ya? Kenapa di tengah permainan tadi rasanya gege menghindariku. Apa cuma perasaanku saja? Apa gege jadi membenciku? Tidak tidak, Tao jangan berpikir yang negative.'
Brakkkk
Lamunan Tao terputus setelah mendengar bunyi kencang disebelahnya, Tao pun menoleh ke sumber suara dan saat itu Tao kaget bukan main, di depannya sudah ada Kris dengan keringat membanjiri wajahnya.
"Maafkan aku. Hari ini aku bertingkah aneh. Karena sampai sekarang tidak ada seorang pun…" ucap Kris menggantung. Tao yang bingung hanya menatapnya sambil berkedip beberapa kali.
"Apanya ge?" tanya Tao akhirnya.
"Tidak ada seorang pun orang yang aku sukai selain dirimu." ucap Kris dengan wajah memerah. Sedangkan Tao hanya bisa diam. Mungkin masih belum mengerti ucapan Kris.
"Ahhh busnya datang. Cepat masuk." ucap Kris sambil mendorong Tao masuk kedalam bis. Saat Tao berada di pintu masuk bis, Kris memanggilnya dan membuat Tao berbalik.
"Waktu itu terus berjalan, sekarang kau sedang bersamaku, bukan lelaki itu lagi. Hahahaha sudah sana masuk. Hati-hati." ucap Kris. Dan saat itu juga pintu bis tertutup.
'Jangan-jangan gege mendengar pembicaraan itu ya? Karena itu dia kesal. Jadi karena itu ya? Begitu ya? Gege cemburu?' tanya Tao dalam hati.
*KT*
Bangun pagi = sudah
Perawatan mata = sudah
Perawatan rambut dengan sedikit memberi gel = sudah
Pagi di musim panas sangatlah menyibukkan..
Walau musim panas, aku ingin tetap terlihat tampan di depan gege
"Paaa haahh giii haaah." sapa Kris sambil meletakkan tangannya di lututnya, mencoba menetralkan deru nafasnya yang satu dua akibat berlari dari apartemen kecilnya menuju stasiun. Penampilan Kris kali ini berbeda sekali dengan Kris yang biasanya. Baju yang ia kenakan berantakan, rambut tak tertata dan keringan membanjiri tubuhnya. Dan coba kita lihat ke arah Tao. Ohhhhh. Semua orang pasti akan kagum dengan baby panda kita ini. Penampilannya memang tetap sama, hanya lebih rapi dari biasanya, dan lebih tam ehhh lebih cantik lebih tepatnya. Rambutnya kini telah ditata sedemikian rupa, wangi parfumnya semerbak, dan wajahnya terlihat lebih blink-blink.
"Maaf gege terlambat, semalam tidur cukup larut jadi bangun lebih siang dan harus berlari. Hah jadi berkeringat." ucap Kris sambil mencoba membersihkan keringat dengan seragamnya. Dan saat Tao akan membantu membersihkan keringat di dahi Kris dengan sapu tangan miliknya tiba-tiba….
"LOH?! HEY! KAU SI JELEK KAN?" teriak seseorang sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah Tao.
Tao pun langsung membalik badannya untuk melihat siapa yang berteriak. Dan dia kaget melihat orang yang tidak ia kenali sedang menujuk dirinya dan itu artinya yang di bilang si jelek oleh orang itu adalah dirinya kan? Sedangkan si Kris hanya memberikan tatapan membunuh kepada orang yang seenaknya saja mengatai kekasihnya si jelek.
"Gege.. Tao jelek ya?" tanya Tao dengan mata berkaca-kaca.
"Tidak Tao." balas Kris singkat. Kris pun menghampiri orang itu dan menarik tangan Tao untuk berada di belakangnya.
"Siapa kau?" tanya Kris dengan nada dingin dan tatapan setajam silet. (palah acara gossip -.-).
"Hey si jelek. Kau tak ingat aku?" orang tersebut justru bertanya pada Tao tanpa sedikitpun mau menjawab pertanyaan Kris. Dan yang di tanya hanya dapat menggelengkan kepalanya imut.
TBC
Nah… Udah mulai kaya orang pacaran kan si Kris sama Tao? SIAPA TUH YANG MANGGIL TAO SI JELEK? SINI YIYI LEMPAR MOTOR ! Hubungan Kris dan Tao di setiap chapternya bakal semakin panas loh. Soalnya udah Yiyi kasih bumbu-bumbu pedas dan air panas di dalamnya *abaikan. Penasaran? Pantengin aja terus FF abal ini.
Huuuwwaaaa senangnya… Cerita Yiyi dapat tanggapan positif dari kalian #ketjupsatusatu #tebarbunga. Cerita ini emang sengaja di buat dengan bahasa yang ringan, karena sesungguhnya Yiyi bukan orang yang romantis dan pintar berkata-kata #ganyambung. Maaf jika chapter ini kurang memuaskan T^T . Jadi maaf jika kalian merasa bosan juga T^T. Dan satu lagi, sepertinya Yiyi salah menuliskan genre. Disini tertulis romance, tapi ga ada romantis-romantisnya sama sekali #gulingguling. Ganti jadi humor aja kali ya -.-a . Oke cukup cuap-cuap dari Yiyi. Terimakasih. Mohon review nya, semakin banyak semakin cepat Yiyi update.
Roxanne Jung: Samaaaaa.. Yiyi juga suka Zi Tao . #Eh . Setelah Yiyi baca ulang, ternyata… bener juga ya -.- . Tao cewe banget, uke-uke lain juga, mereka jadi uke banget. Kalau ini masih terlalu kecewean kah? Terimakasih reviewnya *bow.
krispandataozi : Iya yang di facebook belum Yiyi lanjut, mau lanjut tapi takut banyak yang lupa gegara kelamaan hiatus -.- . Pastiii, ini bakal Yiyi rampungin kok. Terimakasih buat reviewnya *bow.
fallforhaehyuk : Terimakasih. Iyaaaa, Yiyi emang sengaja bikin yang simple tapi ngena konfliknya XD . Terimakasih reviewnya *bow.
Eclaire Oh : #kedipkedipimut #kucekkucekmata . KYAAAAAA YIYI GA SALAH BACA NAMA KAN? KYAAAA SENENG BANGET CERITA INI DI REVIEW SAMA KAKAK . . YIYI FAN KAKAK LOH #capslockkedudukanpaanda. Ehem ehem maaf kelepasan. Yiyi juga pengen makan itu pala Kris, kesel banget ihhhh. Ini udah lanjut. Semoga suka _ . Terimakasih reviewnya *bow.
LVenge : wkwkwk maafkan Kris yaa, Kris emang suka gitu, malu-malu kucing #toyorKris. Ini udah lanjut, semoga suka. Terimakasih reviewnya *bow.
DahsyatNyaff : Emang tuh si Kris, Tao kita rebut aja, biar tau rasa! Ini udah lanjut, semoga suka. Terimakasih reviewnya *bow
unique fire : karungin ajaaaa, lempar sumur, terus Tao buat Yiyi #disembur. Iyakah? Maaf maaf bakal Yiyi edit-edit lagi nanti. Terimakasih reviewnya *bow
ShinJiWoo920202 : Lucu kaya Yiyi yahh #dibakar XD . Chanyeolnya masih saya titipkan di rumah tetangga. Sabar yaa nunggu Chanyeolnya. Ini udah lanjut, semoga suka. Terimakasih reviewnya *bow.
KrisTaoTao : HIDUP KRISTAO ! HIDUP FANTAO ! #kibarbenderaKT . Ini udah laanjut, semoga suka. Terimakasih reviewnya *bow.
n13zelf : Yiyi juga ga tega liat Baek #pelukBaek. Chanyeolnya masih disimpen. Sabar ya nunggu Chanyeolnya. Ini udah lanjut, semoga suka. Terimakasih reviewnya *bow.
Xyln : Tau tuh sih Kris. Bikin malu luh #jitakgigikris #ditendang. Ini udah lanjut, semoga suka. Terimakasih reviewnya *bow.
Mr. Panda Chu : Ini udah lanjut, semoga suka. Terimakasih reviewnya *bow.
Panpan894 : Ini udah lanjut, semoga suka. Terimakasih reviewnya *bow.
Guest : Terimakasiiihhhh . . Zi Tao emang selalu bikin gemes. Ini sudah lanjut, semoga suka. Terimakasih reviewnya *bow.
Junghyema : Ahhhh terimakasih .
Princess huang : Ini sudah lanjut, semoga reviewnya *bow
Peachpetals : Selamaatt ! Anda adalah orang yang mengisi kotak review terpanjang disini. Sebagai ucapan terimakasih, Yiyi kasih ketjup nih #muach #digeplak. Nah ituuuu, sebenernya Yiyi juga ga tega gabung-gabungin Tao sama geng cabe, otak polos Tao bisa ternoda .. Chanyeol? Emmm munculin ga ya? Pasti di munculin kok. Mungkin di munculin di chapter 97 nyehehehe #kidding. Di munculin secepatnya kok. KrisTao kiss? Masih jauhhhh, masih banyak tahapan dan rintangannya. Sementara Yiyi dulu yang dapetin kiss dari Kris #diwushu. Terimakasih reviewnya *bow. Ciee yang ga kebagian banner Tao tapi akhirnya dapet gegara dapet hadih :p. Selamaatttt
ang always : Mereka udah pacaran kok, tapi karena dua dua nya baru pernah pacaran makannya gtu deh. Untuk itu Yiyi kasih judul First Boyfriend hehe XD. Ini udah lanjut, semoga suka. Makasih reviewnya *bow.
