Title : First Boyfriend
Genre : Romance (?)
Cast : Huang Zi Tao
Kris / Wu Yi Fan
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Xi Luhan
Oh Sehoon
D.O Kyungsoo
Kai / Kim Joongin
Rating : T (untuk saat ini)
Summary : Di peron kereta pada pagi hari, Tao mendapatkan pernyataan cinta dari Kris. Antara Tao yang polos dengan Kris yang dingin dan kaku, bagaimanakah jadinya hubungan mereka? Dan bagaimana kisah cinta mereka apabila teman TK yang dulu pernah menjadi bagian dari Tao datang kembali?
Warning : Typo dimana-mana dan bahasa tidak sesuai EYD
Terinspirasi dari komik Jepang dengan judul yang sama "First Boyfriend"
Happy Reading
"Hey jelek. Kau benar-benar tak ingat aku?" tanya orang asing itu sekali lagi. Kris sebenarnya sudah sangat jengah dengan ucapan lelaki asing tersebut. Ingin rasanya Kris memberikan sambutan manis pada pipi lelaki itu, namun ia urungkan begitu ia melirik pergelangan tangannya yang di cengkram kuat oleh Tao.
"Ini aku. Chanyeol. Park Chanyeol. Kau benar-benar tak ingat aku?" ucap lelaki itu lagi sambil menatap Tao yang kini sedang mengintip takut-takut dari pundak Kris. Lain dengan Chanyeol dan Tao, lain lagi dengan Kris. Kris justru tengah memperhatikan seragam yang di kenakan orang asing itu.
'Seragam EXO High School.' batin Kris.
*KT*
"KAU BERTEMU CHANYEOL? CHANYEOL YANG ITU?" teriak Baekhyun.
"Ssstttt jangan keras-keras. Iya Chanyeol yang itu. Setelah lulus TK dia pindah dan sepertinya dia baru saja kembali ke Qingdao. Dia pindah ke EXO High School, sama dengan FanFan gege." jelas Tao.
"Bersama dengan Kris? Gawaatt. Padahal aku sudah cerita tentang Chanyeol. Kalau mereka saling kenal, kebohongan kita bisa terbongkar." ucap Baekhyun takut-takut.
"Hyung kan tidak memberitahu namanya ke mereka. Hyung tenang saja." ucap Tao menenangkan.
"Tao benar hyung. Oh iya, Chanyeol itu seperti apa?" kini giliran Kyungsoo yang sedari tadi diam mulai bertanya.
"Mungkin dia agak sedikit aneh. Senyumnya lebar sekali, tingginya hampir menyamai FanFan gege, lalu telinganya panjang seperti siluman." celoteh Tao sambil mengingat-ingat wajah Chanyeol.
*KT*
"Pagi peach." sapa Kris dengan senyum lembutnya yang akhir-akhir ini sering ia tunjukkan untuk Tao. Tapi bukannya di jawab, si Tao justru senyum-senyum sendiri dengan muka memerah seperti orang bodoh. Tao tersenyum untuk menutupi keadaan jantungnya yang ingin lari dari tempatnya. Walau kini Kris sering menunjukkan senyumnya, namun tetap saja membuat dada Tao berdetak kencang seperti pertama kali melihat senyum Kris.
"Ngg.. Ini tentang orang itu…"
PUK
"Pagi Kris! Hari ini kau berangkat jam segini juga? Baiklah mulai sekarang kau adalah teman seperjalanku ke sekolah." ucapan Kris terpotong oleh orang yang dengan seenak jidatnya merangkul Kris dan memotong ucapannya.
"CHANYEOL MINGGIR." teriak Kris sambil melepaskan rangkulan Chanyeol dengan kasar.
"Oh iya, ini yang ingin gege bicarakan tadi. Orang ini jadi sekelas dengan gege." jelas Kris dengan dingin dan kentara rasa kesal dari nadanya. Si Tao hanya bisa mempertahankan senyum manisnya.
"Dia siapa Kris?" tanya Chanyeol sambil menunjuk Tao. Dan saat itu juga senyum manis Tao hilang dan di gantikan dengan raut yang tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata.
Hening
Hening
Hingga akhirnya ibu jari Kris menekan pipi kanan Chanyeol dan keempat jari lainnya menekan pipi kiri Chanyeol hingga bibir Chanyeol maju beberapa centimeter.
"BUKANNYA KEMARIN KAU YANG MENGATAI DIA JELEK? BAGAIMANA BISA KINI KAU LUPA?" bentak Kris. Wajahnya merah padam karena kesal.
"Aah aah jaan aah ong (maaf maaf jangan marah dong)." ucap Chanyeol tak jelas. Kris pun dengan segera melepaskan tangannya dari pipi Chanyeol dan mendorong Chanyeol dengan kasar agar menjauh darinya.
"Sana pergi dari sini! Lebih baik kau naik kereta yang lain saja!" suruh Kris dingin.
"Hiks hiks." isak Chanyeol sambil meneteskan air mata.
"Tidak usah pura-pura menangis Chanyeol." balas Kris lebih dingin.
"Hah ketauan ya. Kalau tak mau aku ganggu kenapa kau tak mengantarnya dengan mobil?" tanya Chanyeol sambil mengelap air matanya.
"Aku tidak memiliki SIM. Aku tidak mungkin mencelakai Tao. Nanti 5 tahun lagi setelah aku punya SIM dan mobilku sendiri baru aku berani." ucap Kris yakin. Dan Tao hanya dapat tersipu mendengarnya. Lalu entah bagaimana ceritanya, Kris dan Tao kini sudah saling bertatap-tatapan.
'5 tahun lagi? Dia mengatakan seolah-olah itu sesuatu yang pasti. Mendengar itu aku jadi sangat bahagia.' batin Tao.
"Hiaaaattttt."
Duuuaaaakkkkkk
Tiba-tiba saja Chanyeol menabrakkan badannya sendiri kearah Tao dan Kris karena dia merasa di abaikan. Dan dengan segera Kris membalikkan badan Chanyeol dan menguncinya dengan tangannya.
" . . .CHANYEOL. KAU CARI MAT HAH?" ucap Kris penuh penekanan dengan suara rendah.
"Huaaaa serangan balasan yang cepat. Hawanya jadi aneh, aku tidak suka. Sebenarnya kalian ini apa? Kalian berpacaran? Kalau begitu aku ingin bertanya padamu si jelek. Coba kau katakana apa yang kau suka dari Kris hingga mau berpacaran dengannya?" tanya Chanyeol yang masih dalam jerat tangan Kris.
DEG
'Kalau di beri pertanyaan tiba-tiba begini, apa yang harus aku jawab?' ucap Tao dalam hati. Tao sama sekali tidak bisa bicara apa pun, tubuhnya mematung.
"Tuh kan, tidak bisa di jawab." ucap Chanyeol dengan senyum lebarnya karena sudah bebas dari jerat Kris.
"Tak di jawab juga tak apa, aku tak terlalu memikirkannya." jawab Kris. Kris hanya mampu menundukkan kepalanya, jujur dia sangat sakit sebenarnya. Kenapa Kris sama sekali tidak menyadarinya. Pikiran-pikiran negative pun menghampiri Kris, pikiran jika hanya Kris lah yang mencintai Tao terbayang-bayang di otaknya.
*KT*
'Bagaimana menyapanya ya? Nanti saja kalau sudah dekat baru aku sapa.' batin Tao saat melihat Kris dari kejauhan.
'Ahhh gege melihatku. Bagaimana ini? Kenapa aku gugup?' tanya Tao dalam hati.
'Ehhh, gege tidak menatap ku lagi.' ucap Tao lagi saat melihat Kris tiba-tiba memalingkan wajahnya.
"Haaachiiii." Kris bersin.
"Gege flu?" tanya Tao setelah sampai di hadapan Kris. Tao memiringkan kepalanya imut.
"Tidak, hidung gege hanya sedikit gatal. Mungkin debu." ucap Kris meyakinkan.
"Syukurlah kalau gege tidak sakit."
Seeetttt
Entah bagaimana kejadiannya, tiba-tiba dari belakang Kris, Chanyeol muncul dengan senyum lebar di wajahnya.
"Bim sala bim bara bere bara bere…. Clingg.. Park Chanyeol muncul." ucap Chanyeol yang seketika merubah ekspresi wajahnya menjadi datar, mungkin ia baru saja mengcopynya dari Kris.
"Aku kan sudah bilang Chanyeol bodoh, datanglah dengan cara yang lebih normal." balas Kris dingin, lagi-lagi Kris harus bersabar menghadapi Chanyeol. Sungguh, jika bukan karena Tao, Kris mana sudi terus-terusan bersikap baik pada Chanyeol.
"Ahhh Chanyeol sudah datang. Selamat pagi." sapa Tao ramah dengan senyum manisnya.
"Huh." balas Chanyeol sambil memalingkan wajah, sebenarnya sih untuk menyembunyikan rona merah pada pipinya karena malu mendapat senyum manis dari Tao.
"Tidak apa kan kalau untuk sementara kita jadi pergi bersamanya?" tanya Kris.
"Iyaa tidak apa ge. Oh keretaku datang." balas Tao sambil tersenyum manis lalu segera berjalan kearah keretanya.
'Padahal cuma bisa bertemu saat berangkat sekolah, tidak bisa hanya berdua ya?' batin Tao.
"Woyy jelek!" panggil Chanyeol. Tao pun langsung berbalik masih dengan senyumnya.
"Sebenarnya kau tidak senang kalau ada aku kan? Dalam hatimu pasti kau ingin aku menghilang saja kan? Sebenarnya kalian tidak suka aku ada bersama kalian kan? Tidak usah pura-pura tersenyum!" tanya Chanyeol.
"Eh?! Tidak, bukan begitu Chanyeol. Aku sama sekali tidak berpikir begitu." jawab Tao. Kenapa tiba-tiba Chanyeol bertanya begitu, itulah yang Tao pikirkan.
"Senyummu…" ucap Chanyeol lirih, namun masih bisa Kris yang dengar. Kris pun langsung menatap Chanyeol tajam.
'Senyummu berbeda, tidak seperti senyum yang kau berikan padaku dulu.' tanya Chanyeol dalam hati.
"Kau bicara sesuatu?" tanya Tao yang merasa tadi Chanyeol berkata sesuatu.
"Tidak. Masuklah ke keretamu. Hati-hati." mendengar seruan Chanyeol pun akhirnya Tao masuk ke dalam kereta tanpa menyadari ekspresi geram Kris saat menatap Chanyeol saat ini.
*KT*
Pagi ini gelap. Hujan membasahi kota Qingdao dari semalam, namun tidak membuat kesibukan di kota ini berkurang, masih tetap sama. Tao datang ke stasiun sedikit siang karena ia bangun sangat siang. Wajar saja, di luar sangat gelap, baby panda ini pun mengira hari masih malam dan bergelung lagi di balik selimut tebalnya, untung saja sang ibu membangunkannya.
"Pagi." sapa Tao kepada kedua orang yang sedang bersender pada tembok di bawah jam besar yang ada di stasiun.
"APANYA YANG PAGI? 1 MENIT LAGI KERETAMU DATANG." semprot Chanyeol sambil mengibas-ngibaskan payung yang masih basah kearah Tao dan membuat wajah Tao sedikit basah.
"Maaf." ucap Tao dengan mata berkaca-kaca.
"Kau tahu jelek? Padahal si Kris mu itu sudah menyempatkan diri datang 30 menit lebih cepat." ungkap Chanyeol yang membuat Kris serta Tao kaget.
"Cih, tahu dari mana kau Chanyeol?" tanya Kris.
"Sudahlah, tak perlu kau sembunyikan. Jangan remehkan kemampuan pengamatan Park Chanyeol. MINUMAN ITU!" seru Chanyeol sambil menunjuk keleng yang di pegang Kris. Kris pun hanya dapat menautkan alisnya.
"Suhu kaleng itu begitu keluar dari mesin penjual otomatis seharusnya 5 derajat, tapi tadi ketika aku sentuh suhunya 20 derajat dan itu memerlukan waktu 30 menit untuk menjadi hangat." jelas Chanyeol dengan cengiran lebarnya.
"Wahhh hebat." puji Tao. Dan Kris hanya bisa diam karena apa yang di ucap Chanyeol benar.
"Wakakaka kalian bodoh, begitu saja tidak tahu." tawa heboh Chanyeol.
'Apa FanFan gege sengaja datang lebih awal agar kita bisa berduaan ya?' batin Tao.
"Maafkan aku ge." ucap Tao sambil menundukkan kepalanya.
"Tidak apa. Ini karena kemauanku sendiri kok. Hatchii." balas Kris yang di akhiri bersin.
'Ahhh senangnya. Baiklah, aku juga harus membuat kejutan.' batin Tao.
*KT*
Setelah bel pulang sekolah berbunyi pun sepertinya hujan masih betah mengguyur kota Qindao. Tao yang biasanya sepulang sekolah langsung pulang, kini tidak. Dia menunggu seseorang di sana.
'Aku juga akan meluangkan waktu, akan aku perpendek jarak antara kita. Kalau tiba-tiba bertemu, gege kaget tidak ya?' batin Tao sambil senyum-senyum seperti anak gadis.
Hingga akhirnya orang yang di tunggu tiba. Namun ia tidak sendiri, lagi-lagi Chanyeol ada dengannya.
"Peach? Kenapa kau masih ada di sini?" tanya Kris yang sudah ada di hadapan Tao.
"Ahhh, begini gege, apa gege mau pergi jalan denganku sekarang?" ucapnya malu-malu.
"Dasar si jelek bodoh. Dia.."
"Baiklah." jawab Kris memotong ucapan Chanyeol.
"Asyik, ayo ge." seru Tao riang.
"Ini pertama kalinya kau menunggu tanpa membuat janji terlebih dahulu. Aku senang." ungkap Kris dengan senyum lembutnya. Dan pipi Tao pun memerah. Tapi tiba-tiba Tao sadar ada yang aneh dengan senyum Kris. Ahhhh Tao tau, bibir Kris yang biasanya merah kini nampak pucat. Mungkin karena hujan dan dingin jadi seperti itu, pikir Tao.
"Bodoh. Kau tidak tau jika dia…" ucap Chanyeol.
Dug
Grebb
Tiba-tiba saja Kris terhuyung kebelakang, untung saja Chanyeol ada tepat di belakang Kris sehingga Chanyeol dengan cekatan memegang pundak Kris agar tak jatuh ke belakang. Tao kaget dan segera mendekati Kris.
"Gege baik-baik saja?" tanya Tao.
"Ahh gege tidak apa-apa. Gempa ya? Kok goyang." ucap Kris setengah sadar.
'Kagetnya. Kaget sekali.' batin Tao. Tao benar-benar khawatir akan keadaan Kris, Chanyeol yang melihatnya langsung menarik tangan Tao menuju kening Kris. Walau kaget namun Tao pasrah saja tangannya di tarik begitu. Dan betapa kagetnya Tao setelah menyentuh kening Kris.
"Panas. De..demam ya?" tanya Tao khawatir.
'Tao bodoh, kenapa sama sekali tidak menyadarinya, padahal sudah jelas, dari tadi FanFan gege bersin-bersin, wajahnya juga pucat.' runtuknya dalam hati.
Greebbbb
Tiba-tiba Chanyeol memapah Kris dan dengan seenak jidat lebar Chanyeol, dia melempar Kris ke kursi panjang yang ada di dekat mereka. Tao pun mengikuti dan ikut duduk di tempat duduk itu.
"Aku pergi." pamit Chanyeol dan segera berlari.
"Chanyeol jangan hujan-hujanan! Nanti kau sakit!" teriak Tao.
"Kalau aku sakit pun, itu semua salahmu." balas Chanyeol. Ucapan Chanyeol membuat Tao kaget. Namun hanya sementara karena ia merasa pundaknya sedikit berat. Ternyata Kris menyenderkan kepalanya pada pundak Tao.
'Tidak ada yang lebih sakit dari hati ini.' batin Chanyeol yang segera berlari setelah melihat Kris bersandar pada pundak Tao.
"Biarkan aku seperti ini sebentar saja." Ucap Kris seraya memejamkan matanya. Lalu hening menyelimuti keduanya selama beberapa saat.
"Kita mau kemana?" tanya Kris begitu membuka matanya.
"Tidak usah, kita batalkan saja." ucap Tao memelas.
"Tapi.."
"Tidak ada tapi-tapian." bentak Tao.
"Kita jalan sebentar saja. Ayolah." rengek Kris.
"Tidak boleh ge."
"Ayolah. Gege kan sayang padamu."
Bluusshhh
Seketika wajah Tao memerah.
'Gara-gara demam ucapan FanFan gege jadi melantur.' batin Tao.
Setelah perdebatan sengit akhirnya dengan terpaksa Tao pun mengikuti kemauan Kris.
"Hachi hachi."
"Gege tak apa? Gege jangan memaksakan diri. Lebih baik kita pulang saja."
"Tidak, gege tidak apa-apa. Padahal sudah bisa bertemu. Aku ingin bersamamu." ucap Kris yang membuat Tao melayang ke langit ke 7.
'Hanya efek demam, Tao. Jangan di pikirkan. Seharusnya memang gege segera pulang.' batin Tao.
"Bagaimana kalau aku antar gege pulang saja." aju Tao dan itu membuat muka Kris memerah, Tao pun bingung kenapa tiba-tiba wajah Kris memerah. Apa demamnya tambah parah?
"Di apartemen sedang tidak ada orang emmppp." ucapan Kris terpotong karena dengan segera dia membungkam mulutnya. Sedangkan Tao hanya memiringkan wajahnya imut tidak mengerti kenapa Kris bertingkah begitu.
"Tidak ada maksud aneh kok, sudah sudah tidak usah antar aku." ucap Kris malu. Dan sepertinya uri panda masih tidak mengerti maksud Kris. Dan kemudian hening melanda keduanya.
"Dulu, kau satu TK dengan Chanyeol? Kalian pasti berteman baik."
"Tidak juga, justru dulu aku dimusuhi olehnya. Aku dilarang masuk ke markas rahasianya." adu Tao sambil mengingat-ingat masa TK.
"Padahal setelah lulus TK kalian tidak pernah bertemu, tapi begitu melihatmu, dia bisa langsung mengenalimu." ucap Kris dingin dengan rahang yang mengeras.
"Mungkin karena wajahku tidak berubah." ucap Tao sambil menundukkan kepalanya.
"Wajahmu masih imut seperti anak TK. Begitu maksudmu?" goda Kris dan di balas Tao dengan pukulan keras di lengannya. Kris pun hanya bisa terkekeh dibuatnya.
"Oh iya, lain kali mau main ke apartemen gege?" tanya Kris.
"Eh?"
"Tidak ada maksud apa-apa, hanya ingin memperkenalkanmu ke mama, dia pasti senang. Jika memperlihatkan apartemen kepada orang lain rasanya seperti memperlihatkan tentang diri kita sendiri kan? Untuk itu gege ingin Tao datang sendiri." ucapnya panjang lebar.
*KT*
Saat Tao sampai ke stasiun, keadaan ramai seperti biasa. Namun bagi Tao ada yang tidak biasa, karena tidak adanya Kris. Kris tidak berangkat sekolah karena demam.
"KRISSSS.. PADAHAL DIA ORANG YANG BAIK. BODOH KAU KRIS, KENAPA KAU HARUS PERGI SECEPAT INI." teriak Chanyeol tidak jelas sambil membawa foto Kris yang entah dari mana dia dapat.
'Huft FanFan gege tidak ada. Jadi berduaan saja dengan Chanyeol. Kalau mengucapkan selamat pagi padanya boleh tidak ya? Tapi kenapa jadi seperti selingkuh. Pura-pura sibuk saja.' batin Tao polos. Lalu Tao merogoh celananya dan mengambil ponsel pintarnya.
'Mungkin gege sedang tidur. Lebih baik sms saja.' batin Tao.
To : FanFan gege
Bagaimana kondisi gege? Cepat sembuh ya.
'Ya cukup begini.' batin Tao, Tao sama sekali tidak menyadari bahwa Chanyeol sudah berada di sebelahnya dan sedari tadi ia mengintip ponselnya. Sebelum Tao mengklik tanda kirim pada sms yang akan ia kirim untuk Kris, Chanyeol dengan segera merebut ponsel Tao dan mengetik pesan untuk Kris tanpa mempedulikan teriakan Tao yang memintanya untuk mengembalikannya. Setelah selesai mengetik dan mengirimnya, Chanyeol segera mengelap keringat yang ada di dahinya. Setelahnya, ia menyerahkan ponsel Tao. Tao terkejut dengan apa yang Chanyeol kirim kepada Kris. Sementara Chanyeol, ia langsung lari kabur menuju ke keretanya.
To : FanFan gege
Bagaimana kondisi gege? Hari ini sepulang sekolah, Tao akan kesana menjengukmu, tunggu ya!
Status : Terkirim
*KT*
Saat istirahat Tao di kagetkan dengan dering ponselnya.
FanFan gege calling
"Hallo."
"Hallo peach, apartemenku ada di dekat supermarket Mamuro, belok saja ke kanan, cukup jalan kaki 5 menit langsung sampai." tanpa ba bi bu Kris langsung menjelaskan letak apartemennya.
"Apa tak apa ge kalau aku kesana?" tanya Tao.
"Eh? Jadi smsmu yang tadi hanya bercanda?"
"Itu Chanyeol yang kirim."
"Oh." balas Kris singkat. Lalu hening di antara keduanya.
'Apa Fan gege kepikiran tentang Chanyeol ya?'
"Tapi aku memang ingin kesana ge, tidak boleh ya?" ucap Tao menghilangkan kehening.
"Kutunggu!"
Tuuuttt tuuutttt
Telepon langsung di putus secara sepihak oleh Kris.
*KT*
"Baby Tao, hari ini jalan-jalan yuk." ajak Baekhyun begitu bel tanda pulang berbunyi.
"Maaf hyung, hari ini aku…."
Graaaakkkkkk
Ucapan Tao terpotong karena bunyi pintu yang terbuka kencang. Dan Tao sangat terkejut begitu melihat sang pelaku pembukaan (?) pintu. Orang yang ada di hadapannya kini… Diaaa… CHANYEOL.
"Yakk jelek! Cepat keluar bodoh." seru Chanyeol dengan senyum lebarnya. Setelah itu Chanyeol keluar dari kelas dan di susul oleh Tao dan Baekhyun.
"Dia Chanyeol?" bisik Baekhyun dengan wajah memerah yang hanya di jawab dengan anggukan kepala oleh Tao.
"Chanyeol, apa kau juga akan menjenguk FanFan gege?" tanya Tao takut-takut. Dan hanya dibalas anggukan semangat oleh Chanyeol.
'Pergi berdua dengan Chanyeol? Kalau FanFan gege tahu pasti ia akan berfikir yang tidak-tidak.' batin Tao gelisah. Namun saat melihat Baekhyun, tiba-tiba lampu bohlam keluar dari otaknya.
"Baekhyun hyung. Ayo ikut aku!" suruh Tao.
"Apa boleh? Oke. Kalau begitu ayo cepat lari! Kau tak mau kepala sekolah memergoki ada murid dari luar sekolah datang kan?" seru Baekhyun yang langsung menyeret Tao, tapi setelah mereka sedikit jauh dari sekolah, mereka menyadari bahwa Chanyeol tidak ikut berlari bersama mereka, mereka justru melihat Chanyeol berjalan dengan santainya. Akhirnya Tao dan Baekhyun menghampiri dan segera menggandeng tangan Chanyeol. Chanyeol kaget melihat Tao menggandeng tangannya, dengan segera Chanyeol melepaskan tangan Tao dan Baekhyun. Lalu Chanyeol mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi.
"Jangan sentuh aku dasar 2 orang jelek." ucap Chanyeol dingin.
"Cih!" decak Baekhyun dan ia segera berlari, diikuti oleh Tao. Melihat Tao dan Baekhyun berlari, Chanyeol pun akhirnya ikut berlari. Mereka berlari bersama melewati jalanan besar dan gang-gang sempit. Namun saat sampai di depan supermarket Mamuro, tiba-tiba Chanyeol berhenti.
"Ahh kenapa harus berlari? Kaki ku sakit." ucap Chanyeol dan dia langsung duduk di pinggir jalan. Namun Baekhyun terus saja berjalan.
"Baekhyun hyung, Chanyeol ketinggalan." teriak Tao.
"Biarkan saja Tao. Aku tak peduli." balas Baekhyun.
"Tapi.."
"Kau dengar sendiri kan tadi dia bilang 2 orang jelek. Apa apaan dia." jerit Baekhyun.
"Jangan di ambil hati hyung, Chanyeol memang begitu. Karena itu.."
"Aku benci lelaki seperti itu Tao." ucap Baekhyun marah. Tao pun sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Akhirnya Tao hanya diam 4 langkah di depan Chanyeol sementara Baekhyun terus berjalan.
"Hey 2 orang jelek! Bawakan tasku! Aku lelah." suruh Chanyeol. Baekhyun yang sudah sedikit jauh dari mereka segera menghentikan langkahnya, lalu dia berbalik menghampiri Chanyeol.
"Mana tasmu? Sini ku bawakan. Cepat berdiri dan ayo jalan lagi! Nanti keburu malam" ucap Baekhyun sambil menarik-narik tas punggung Chanyeol yang masih di kenakannya.
"Oii jangan tarik-tarik tasku ! Yak jangan seret ! Jangan di putar !" teriak Chanyeol.
Sedangkan Tao hanya melihat mereka dari jauh. Setelah mendapatkan tas Chanyeol, Baekhyun segera menghampiri Tao. Tao menatap Baekhyun dengan wajah yang sulit di artikan. Baekhyun pun merasa ada yang tidak beres dengan tatapan Tao.
"Apa?" tanya Baekhyun dengan wajah datar dan hanya dibalas senyum manis dari Tao.
"Uuuhhh tasnya berat." eluh Baekhyun.
"Suruh siapa mau menuruti keinginan Chanyeol."
"Eh? Itu karena dia kelelahan, makannya aku bantu bawakan." elak Baekhyun.
"Dia tidak akan mengucapkan terimakasih loh."
"Tidak mungkin. Dia pasti akan mengucapkan itu." jawab Baekhyun dan langsung membuat Tao tersenyum. Senyum Tao membuat Baekhyun merinding.
"Hyung membelanya terus. Atau jangan-jangan…"
Plaaaakkk
Ucapan Tao terpotong oleh geplakan manis dari Chanyeol pada kepalanya.
"Dasar jelek. Bisanya membicarakan orang." ucap Chanyeol.
"Kami tidak membicarakanmu." sela Tao.
"Jangan bohong! Kedengaran boodoh." seru Chanyeol dan langsung pergi mendahului Tao dan Baekhyun. Sepanjang perjalanan selalu di dominasi pertengkaran-pertengkaran dari Chanyeol dan Baekhyun. Tao hanya tersenyum melihat ulah kedua orang ini.
*KT*
Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di depan pintu apartemen milik Kris.
"Ah." tiba-tiba Tao berteriak. Kata-kata Kris kemarin berkeliaran di otaknya. "Jika memperlihatkan apartemen kepada orang lain rasanya seperti memperlihatkan tentang diri kita sendiri kan? Untuk itu gege hanya ingin Tao datang sendiri." Tao benar-benar lupa.
"Ahh aku lupa. Emmm sebenarnya, aku berjanji mau datang sendirian ke apartemennya. Aku jadi merasa menghianatinya." ucap Tao lirih dengan muka memerah. Bagai terkena badai, Chanyeol kaget akan ucapan Tao barusan.
"Benarkah? Kenapa kau tak bilang? Kalau tahu begini kan aku tidak usah ikut tadi." balas Baekhyun.
"TIDAK BISA." bentak Canyeol dingin dan membuat Tao dan Baekhyun terhenyak.
Tiiinnnggg tooonnnggggg tiiiinnnngggg toooonnngggg tiiiinnnggg tooonnnggg
Dengan brutal, Chanyeol memencet bel apartemen Kris. Wajahnya merah padam karena marah namun wajahnya datar tanpa ekspresi.
"Chanyeol hentikan." teriak Baekhyun dan Tao bergiliran. Setelah beberapa waktu akhirnya pintu apartemen Kris terbuka.
"Ada apa ini?" ucap Kris dingin setelah membukakan pintu. Setelah melihat siapa yang datang dengan segera Kris mempersilahkan semuanya masuk.
"Maaf ya, aku jadi membawa banyak orang." ucap Tao lirih dengan wajah menunduk.
"Tak apa peach. Bukannya lebih menyenangkan jika banyak orang."
"Wooiii Kris, mana minumannya." seru Chanyeol dengan senyum lima jarinya. Dan dengan segera Kris membawakan minuman ke hadapan mereka. Setelah itu Kris ikut duduk bersama mereka.
"Bagaimana kondisi gege?" tanya Tao
"Sudah sembuh setelah tidur semalaman kok." balas Kris dengan senyum menenangkan.
"Aku dan Chanyeol pulang duluan ya biar kalian bisa berduaan." bisik Baekhyun dan Tao hanya bisa mengangguk dengan senyum aneh menghiasi wajahnya.
Greekkk (suara kursi mundur (?))
"Emm Kris, kami pulang dulu ya." ucap Baekhyun.
"Kalian kan baru datang." balas Kris.
"Tenang saja, hanya aku dan Chanyeol yang pulang, Tao masih belum ingin pulang kok." sambung Baekhyun. Kris dan Tao hanya bisa merona dibuatnya.
"Tidak mau. Aku belum minum dan makan apa pun." tolak Chanyeol.
"Maaf maaf, aku akan membeli sesuatu di supermarket, persediaan makanan sudah habis." ucap Kris.
"Tidak perlu repot-repot ge."
"Tidak apa."
"Tapi gege kan masih flu."
"Tidak apa-apa, hanya membeli minuman ringan dan snack di supermarket dekat sini kok." ucap Kris menenangkan.
"Tapi aku mau madu! Aku suka itu." seru Chanyeol.
Deg
'Madu? Kenapa?' batin Kris.
"Tao, ayo ikut aku!" perintah Kris sambil menggandeng kasar tangan Tao dan segera keluar dari apartemen milik Kris. Kini hanya menyisakan Baekhyun dan Chanyeol di dalam apartemen Kris. Suasana terasa amat aneh. Wajah Baekhyun memerah karena malu, namun wajah Chanyeol justru murung dan Baekhyun dapat melihat raut terluka di dalamnya.
Kini Kris masih menggenggam tangan Tao erat saat mereka menelusuri koridor-koridor gedung apartemen. Tiba-tiba Tao melepas tautan tangan itu dan membuat Kris kaget. Kris pun berbalik menghadap Tao.
"Apa tak apa meninggalkan mereka berdua? Mereka bisa bertengkar. Tadi heboh loh, tiba-tiba Chanyeol masuk ke kelas. Ah iya maaf ya tadi pagi Chanyeol seenaknya mengirim pesan, tapi karena itu kami jadi bisa menjengukmu kan." jelas Tao panjang lebar.
Dug
Kris memukul tembok yang ada di sebelah Tao dengan kuat.
"Dari tadi kau membicarakan Chanyeol terus." ucap Kris dingin. Tao terkejut atas ucapan dan kelakuan Kris, Tao yang takut pun hanya bisa menunduk.
Grebbbb
Tiba-tiba Kris memeluk Tao dan membuat mata Tao membulat. 2 detik kemudian Kris melepas pelukan itu.
"Maaf." ucap Kris. Sedangkan Tao masih diam tak ada reaksi, masih meresapi apa yang terjadi tadi. 2 detik kemudian wajah Tao berubah menjadi merah, dia segera mendongak menatap wajah Kris.
'Tadi itu… Yang tadi itu… Tunggu! Bisakah diulang lagi? Sekali lagi?' batin Tao.
Kris yang di tatap Tao segera memalingkan wajahnya, tangannya terkepal kuat hingga berubah menjadi putih pucat.
"Kenapa aku terlihat seperti orang bodoh? Kenapa kau tak datang sendiri? Sejak kapan kau akrab dengan Chanyeol? KENAPA DIA JUGA MAU MADU?" bentak Kris. Tao kaget, ini pertama kalinya Kris membentaknya. Ternyata memang Kris kepikiran tentang Chanyeol.
"Sudahlah." ucap Kris dan segera pergi meninggalkan Tao. Tao masih diam di tempat, setelah Kris cukup jauh Tao segera sadar dan berlari kencang ke arah Kris.
Grebbbb
Tao memeluk Kris dari belakang, untung saja reflek Kris bagus, sehingga mereka tidak terjatuh.
"Maaf, maafkan aku. Aku tidak menyadarinya sama sekali. Jangan katakana itu lagi. Jangan membentakku lagi. Maafkan aku." ucap Tao sambil terisak dalam punggung Kris.
"Aku lah yang seharusnya meminta maaf. Aku sungguh sangat mencintaimu Tao. Aku hanya tak ingin kehilanganmu." balas Kris lirih sambil mengusap tangan Tao yang melingkar indah di perutnya.
TBC
Halloooo.. Lohaaaa.. Ada yang nunggu Yiyi? Dan serentak semua bilang TIDAK. Ok ok #pundung. Ketebak banget ya kalo pelakunya Chanyeol? Huks #lapingus. Gimana chapter ini? Maaf kalau masih kurang memuaskan T^T . Udah mulai ada kemajuan kan buat hubungan KT? Tapi semakin mesra bukannya semakin banyak cobaan ya? Kira-kira cobaannya apa aja ya? Penasaran? Pantengin aja terus cerita abal-abal ini. Makasih buat reviewnya #salim #bow.
Oh ya, udah baca cerita Yiyi yang "YOUR VOICE" kan? Yang minta sequel tahan dulu ya, Yiyi pikir-pikir dulu. Soalnya kalau Yiyi bikin sequel PASTI bakal ada NCnya, daaaaaannnn Yiyi belum pernah bikin begituan . . Atau ada yang mau bikini tapi pake ide cerita dari Yiyi? #ngarep.
: Nyahahaha iyaa nih. Si siluman imut kesayangan Yiyi udah muncul :* . Udah lanjut, semoga suka. Terimakasih reviewnya *bow.
Roxanne Jung : Aura cowok imut khas uke itu yang kaya gimana? Ajarin Yiyi buat karakter Tao jadi bisa begitu dong .. Kadar kenakalan Kris masih ada kok. Buktinya nilai Kris 20 semua -.-. Ini kan masih berpusat pada Tao. Yiyi juga belum nyeritain Kris di sekolah itu seperti apa. Kris keliatan baik banget kalau di depan Tao, tapi di belakang Tao kan belum tau . . Yiyi bakal bikin chapter special khusus dari sudut pandang Kris nanti. Kris yang brandal, kena hukuman, liat Tao untuk pertama kali, ngungkapin perasaan ke Tao, sampai setelah pacaran sama Tao nanti Yiyi buat di chapter khusus itu, bahkan alasan Kris sakit disini pun bakal Yiyi terangin nanti. Tunggu aja yaa #kedipimut. Tuh kan Yiyi jadi bongkar-bongkar T_T . Terimakasih sarannya. Benar-benar membantu. Terimakasih juga reviewnya *bow.
Beechanbaek : Persahabatan mereka unik :v. Semuanya sahabatan, tapi ya gitu deh -.-. Geng uke rempong. Kalau member dari BB lain mungkin nanti buat ortu mereka aja kali ya, kalau engga buat bumbu penyedap di salah satu couple nyehehe #devilmodeon. ChanChan udah muncul kok. Terimakasih reviewnya *bow.
AmeChan95 : Ini udah lanjut, semoga suka. Terimakasih reviewnya *bow.
ang always : Karena hukumanlah yang membuat Kris keliatan kere #plakk. Ada kalanya Kris muncul dengan kaya nya (?) kok. Tunggu aja yaaa #naikturuninalis. Iyaa ini si Dobi yang nakal. Ini udah lanjut, semoga suka. Terimakasih reviewnya *bow.
unique fire : YANG MANGGIL SI TELINGA PANJANG NAN TAMPAN. MARI KITA TIMPUK PAKE PIPI (?) . OH YA? SAMPAI FOLLOW FAVORITE JUGA? YIYI GA TAU .. GIMANA CARA LIATNYA? MASIH BARU DI FFN SOALNYA. KYAAAAAAA SENENG . *capslockganyante. Terimakasih reviewnya *bow.
peachpetals : Yiyi tau amuh, amuh tau Yiyi, kita sama-sama tau #bahasaalay. Si Kai abis minum mastin jadi gitu -.-. Itu makanan semacam Yuppi #iklan, panjang kenyel-kenyel gitu. Namanya lupa. Itu aja di kasih. Tapi beneran kaya karet. Sono bakar aja si cenyolnya, paling nanti di bales sama Baekhyun. Oh ya, terimakasih reviewnya *bow.
fallforhaehyuk : Sebenernya tanpa Kris kasih tau pun, si Tao tau kok kalau Kris orang kaya. Sekolah Kris memang sekolah khusus orang-orang berada. Yang manggil Tao gitu si Dobi. Monggoh silahkan jewer telinga dobi biar tambah panjang nyahaha. Terimakasih reviewnya *bow.
n13zelf : Itu si Cenyol, mata Cenyol lagi rada-rada kabur gegara sering liat kilau giginya sendiri #plakkk. Terimakasih reviewnya *bow.
Ko Cheng Teung : Itu Chanyeol. Cubit aja Chanyeolnya. Cubit cubit. Tao mah kagak pernah jelek. Gak apa, yang penting udah review aja bikin Yiyi seneng. Terimakasih reviewnya *bow.
junghyema : Itu tuh Chanyeol yang ngatain. Pites aja pites. Noh anaknya lagi ngumpet di atas pohon cabe #eh . Terimakasih reviewnya *bow.
fanoy5 : Tao nya sabar kok. Kan Tao anak baik #apadah. Ini udah lanjut, semoga suka. Terimakasih reviewnya *bow.
Juniel Is A Vampire Hybrid : Lempar pake Yiyi? MAU BANGET. AYO LEMPAR YIYI KEPELUKAN CANYOL .. Sayangnya ada . Maaf yaaa. Terimakasih reviewnya *bow.
Couphie : Iya ini si Cenyol. Ketebak banget ya? #pundung. Chanyeolnya telah tergeletak dengan baju robek-robek, rambut jabrik, muka hitam dan asap mengepul di atas badannya kok. Ini udah lanjut, semoga suka. Terimakasih reviewnya *bow.
SimbaRella : Yiyi lagi bungkusin Tao nih buat amuh yang bener banget nebaknya. Terimakasih reviewnya *bow.
ShinJiWoo920202 : Si Kris udah ke dukun jadi hubungan mereka tambah mesra :3. Itu tuh si Dobi yang ganggu! Ini udah lanjut, semoga suka. Terimakasih reviewnya *bow.
Kirei Thelittlethieves : Ini sudah lanjut, semoga suka. Terimakasih reviewnya *bow.
Pandabacon : Ini ga lama kan updatenya? Iya kan? Iya dong? Ini udah lanjut, semoga suka. Terimakasih reviewnya *bow.
princess huang : Itu Chanyeol . . Rasain tuh Yeol, bakal kena barbell. Ganggu ga ya? Liat aja nanti #wink. Ini udah lanjut, semoga suka. Terimakasih reviewnya *bow.
guest aja : Krisnya cimit-cimit waktu cemburu # loh Chanyeol, ati-ati banyak yang bakal bunuh lo. Ini udah lanjut, semoga suka. Terimakasih reviewnya *bow.
BangMinki : Ini udah lanjut, semoga suka. Terimakasih reviewnya *bow.
Pandakris88 : Iya itu ChanChan. Marahin aja dia ! Terimakasih reviewnya *bow.
Guest : I LOVE TAORIS TOO #lemparlopelope. Ini udah lanjut, semoga suka. Terimakasih reviewnya *bow
