Title : First Boyfriend

Genre : Romance (?)

Cast : Huang Zi Tao

Kris / Wu Yi Fan

Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Xi Luhan

Oh Sehoon

D.O Kyungsoo

Kai / Kim Joongin

Rating : T (untuk saat ini)

Summary : Di peron kereta pada pagi hari, Tao mendapatkan pernyataan cinta dari Kris. Antara Tao yang polos dengan Kris yang dingin dan kaku, bagaimanakah jadinya hubungan mereka? Dan bagaimana kisah cinta mereka apabila teman TK yang dulu pernah menjadi bagian dari Tao datang kembali?

Warning : Typo dimana-mana dan bahasa tidak sesuai EYD

Terinspirasi dari komik Jepang dengan judul yang sama "First Boyfriend"

Happy Reading

"KRIS." teriak Baekhyun. Tao yang terkejut pun ikut membulatkan kedua matanya saat matanya menagkap sosok Kris yang kini terlihat akan memasuki resto The Star. Kris tersentak begitu mendengar suara Baekhyun. Ia membalikan badannya agar bisa melihat sosok yang memanggilnya, hanya untuk memastikan apakah benar itu suara Baekhyun. Namun, Kris lagi-lagi terkejut saat melihat sosok di sebelah Baekhyun. Mungkin Kris tidak ingin mereka berdua mengetahui keterkejutannya, untuk itu ia segera menutupinya dengan memasang wajah dingin khas miliknya.

"Gege.. Ada apa? Kenapa kesini sendirian?" tanya Tao.

"Gege ada sedikit urusan dengan Chanyeol. Ayo lebih baik kita masuk dulu." jawabnya dan segera masuk ke dalam, sedangkan Baekhyun dan Tao hanya mengikuti.

"Chanyeol? Apa maksudnya Tao?" bisik Baekhyun. Namun sebelum Tao menjawab, suara seseorang mengagetkan mereka. Ternyata itu Chanyeol. Chanyeol baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai boxer bergambar rilakuma, bagian atas tubuhnya tak mengenakan sehelai benang pun, sehingga menampakkan bagian atas tubuh Chanyeol yang terlihat sangat errr sexy. Dengan perut absnya, serta tetesan air dari rambutnya yang basah juga membuatnya terlihat sangat sangat sangat sangat menggoda, ini menurut Baekhyun

"DASAR GILAAA." pekik Tao dan Baekhyun bersamaan setelah mereka melihat badan bagian atas Chanyeol, keduanya pun serempak membalikkan badan dan menutupi wajah masing-masing yang kini sudah semerah tomat.

Plaaakkkk

Tiba-tiba Ibu Chanyeol datang dan langsung memukul kepala Chanyeol dengan penuh kasih.

"Hei Park, jangan berkeliaran di resto dalam keadaan seperti ini. Kau bisa membuat tamu kita kabur." omelnya.

"Oh hey Tao, kau datang juga. Chees Strawberry kan? Akan bibi bawakan. Duduklah dulu." sambung Ibu Chanyeol setelah menyadari kehadiran Tao. Setelahnya ia langsung pergi dari sana sambil menyeret Chanyeol yang masih belum bisa menyadari akan apa yang telah terjadi.

Beberapa saat kemudian, Ibu Chanyeol dan Chanyeol datang membawakan pesanan mereka. Tentu setelah Chanyeol memakai baju. Lalu, Chanyeol pamit untuk pergi ke toilet. Beberapa saat kemudian, Kris pun ikut ijin pergi ke toilet.

Chanyeol yang sedang membersihkan mukanya terkejut dengan bunyi derit pintu. Pintu terbuka dan menampakkan sosok tinggi berambut pirang.

"Ada apa kau kemari? Kau mencariku?" tanya Chanyeol sambil menatap cermin di hadapannya yang menampakan wajah tidak bersahabat dari lawan bicaranya.

"Kau benar. Aku kesini untuk mengatakan 2 hal padamu." ucap Kris seraya melangkahkan kakinya mendekati Chanyeol. Langkangnya sungguh sangat pelan, ketukan sepatu Kris pada lantai kamar mandi menggema keseluruh penjuru. Setelah dirasa dekat dengan Chanyeol, Kris menepuk pundak kanan Chanyeol dengan sedikit keras.

"Aku hanya mengatakan ini sekali. Pertama, mengalahlah. Yang Tao suka cuma AKU dan yang dia cinta juga hanya AKU." ucap Kris dengan senyum meremehkan dan tanpa Kris sadari, ia telah meremas pundak Chanyeol dengan cukup keras. Membuat Chanyeol meringis.

"Ap..apa maksudmu Kris?" tanya Chanyeol terbata. Tidak. Chanyeol tidak takut pada Kris. Dia hanya tidak mengerti kenapa Kris tiba-tiba bicara seperti ini.

"Aku tahu dan aku cukup paham Chanyeol. Aku tidak akan segan-segan membunuhmu jika kau berani mengganggunya." ancam Kris. Kris pun melepaskan remasannya pada pundak Chanyeol. Lalu membenarkan baju bagian pundak Chanyeol yang kusut akibat remasannya. Setelahnya, Kris pun segera keluar dari toilet, namun sebelum itu, Kris mengatakan hal yang kedua, yang membuat Chanyeol terkejut.

"Oh ya, foto yang kau simpan ada padaku. Tapi….. Aku tidak akan pernah mengembalikannya kepadamu."

Blaammm

*KT*

Setelah itu, nampak Chanyeol, Kris, Tao, dan Baekhyun saling bercanda dalam satu meja. Kris dan Chanyeol menganggap semua yang terjadi di toilet tadi tidak pernah ada, mereka takut jika Tao mengetahuinya. Takut Tao sedih nantinya.

Saat semua saling tertawa bersama, tiba-tiba Ibu Chanyeol datang dengan wajah panik .

"Chaniieeee." panggil sang ibu dengan wajah dibuat seimut mungkin, dan itu justru membuat Chanyeol bergidik ngeri, dia paham jika sang ibu bertingkah demikian pasti ada yang di inginkan sang ibu.

"Chanie, penyanyi restoran kita tidak bisa datang. Kamu mau ya sayang mengisi panggung. Ya ya ya." mohon sang ibu. Dan mau tidak mau Chanyeol menurut, dia tidak akan sanggup untuk menolak segala keinginan sang ibu tercinta.

"Dan Kris, kau juga mau ya mengisi panggung menemani Chanyeol. Baekhyun dan Tao juga boleh jika ingin. Bibi mohon ya ya ya." kini Ibu Chanyeol memohon kepada tiga orang teman anaknya. Tangannya mengatup di depan dada, bibirnya ia lengkungkang. Siapa yang akan menolak?

"Aiiissshhhh Ibu ! Berhenti melakukan aegyo. Aku dan Kris yang akan mengisi pannggung. Ibu puas kan?"

"Benarkah? Asiiikkkkk. Ibu sayang kamu Chanie." ungkap Ibu Chanyeol gembira dan segera memeluk anaknya erat, namun sang anak justru berusaha untuk melepaskan pelukan sang ibu. Sementara Kris hanya bisa mengangakan mulutnya, tidak menyangka Chanyeol akan menyuruhnya ikut mengisi panggung di restorannya, belum sempat untuk menolak, Ibu Chanyeol segera menarik tangan Kris menuju ke atas panggung.

Dan disinilah kedua pria tampan itu berada. Chanyeol duduk manis dengan gitar di pangkuannya, Kris pun duduk manis dengan mike di tangannya. Petikan gitar dan suara merdu Kris menarik seluruh pengunjung yang ada. Dan kita bisa langsung mendengar suara teriakan para gadis-gadis memenuhi resto. Siapa sih yang tidak tertarik dan terpukau dengan dua pria tampan itu? Sepertinya tidak ada.

Dan selagi kedua orang tampil di atas panggung, mata keduanya hanya terfokus pada sosok indah dengan mata pandanya yang kini juga sedang terpaku pada salah satu dari mereka berdua. Iya. Kris bernyanyi sambil terus menatap Tao dan tersenyum lembut kepada Tao yang ternyata sedari tadi juga menatapnya dengan wajah memerah dan mata berkaca-kaca. Chanyeol pun sama, sambil memetik gitarnya, dia menatap lembut ke arah Tao, seakan-akan seluruh nada yang dia hasilkan hanya teruntuk Tao. Namun, di satu sisi, Baekhyun yang sedari tadi menatap Chanyeol, kini mengikuti arah pandang Chanyeol, dan akhirnya Baekhyun mengetahui satu hal. Sesuatu yang mampu membuat hatinya teriris nyeri.

'Jadi memang benar ya? Ternyata kecurigaanku benar.' batin Baekhyun dan tersenyum getir setelahnya.

*KT*

Setelah menyanyi belasan lagu, akhirnya Kris dan Chanyeol mengakhiri penampilannya dengan banyak tepuk tangan dan pujian yang mereka terima. Hari pun sudah mulai malam, saatnya mereka untuk kembali ke rumah masing-masing. Kini keempatnya sedang berjalan ke arah halte. Kenapa berempat? Tentu saja Chanyeol ikut mengantar karena permintaan sang ibu tercinta. Tao berjalan berdampingan dengan Baekhyun, Chanyeol dan Kris berjalan sedikit jauh di belakang mereka berdua.

"Uwaaa sudah jam 10. Aduuhhh mama marah tidak ya?" tanya Tao pada Baekhyun.

"Loh? Apa kau belum menghubungi rumah?" tanya balik Baekhyun.

"Sudah hyung, hanya takut saja mama marah."

"Tidak akan, percaya pada hyung. Oh ya Tao, waktu hyung akan menerima ponselmu, hyung benar-benar terkejut karena bukan Chanyeol yang datang menyerahkannya." ucap Baekhyun lirih, takut dua orang di belakang mereka mendengar.

"Karena Chanyeol orang baik hyung."

"Iya, kau benar baby panda. Karena dia tipe orang yang rela melepaskan kesempatan baik demi hal yang paling penting untuknya." ucap Baekhyun dengan senyum getir. Namun sepertinya baby Tao kita ini belum begitu mengerti arah pembicaraan Baekhyun. Lalu hening menyelimuti keduanya. Fokus dengan pikiran masing-masing. Hingga Tao memulai kembali pembicaraan.

"Emm hyung, apa aku bisa mengatakan 'kenapa' pada FanFan gege sepuasku? Aku ingin tahu apa pun tentangnya."

"Eh? Kenapa? Tapi kalau menurut hyung, tidak mengetahui apa pun juga tidak masalah kan? Dari pada mengetahui sesuatu yang justru membuatmu sakit."

"Em benar juga. Oh ya hyung, jika aku bertanya 'kenapa', hyung akan marah tidak?" tanya Tao takut-takut.

"Kenapa si? Kenapa jadi sungkan begitu? Tanyakan saja!"

"Kenapa hyung sedikit lebih pendiam jika di depan Chanyeol? Apa hyung sudah mengatakan cinta padanya?"

"Yak kau apa-apaan sih? Tentu tidak." jawab Baekhyun dengan wajah memerah karena malu, namun Tao yang polos justru menganggapnya marah.

"Maaf."

"Kau tidak salah Tao, tidak mungkin hyung begitu. Chanyeol itu sudah memiliki orang yang dia cintai." ucap Baekhyun sambil tersenyum selembut mungkin, walau terlihat raut sedih di kedua matanya namun Tao sama sekali tidak menyadarinya.

Setelahnya, kedua sahabat itu hanya saling bercanda dan tertawa, seperti melupakan dua pria di belakang yang memandang keduanya, emm lebih tepatnya ke arah salah satu dari lelaki menis itu.

"Kris." panggil Chanyeol lirih dan hanya di balas gumaman oleh Kris.

"Aku ingin selalu berhubungan dengannya. Aku tidak peduli dalam bentuk seperti apa. Aku tidak akan mengalah." ucap Chanyeol tegas dan Kris pun langsung menoleh ke arah Chanyeol dengan wajah mengeras dan tatapan tajam, namun tatapannya kembali datar setelah melihat tatapan Chanyeol ke arah Tao yang membelakangi mereka. Tatapan Chanyeol sangat lembut dan terkesan memuja, sama seperti dirinya dulu, disaat ia mulai mencintai Tao, namun belum berani untuk menyapa Tao terlebih dahulu.

*KT*

Hari Minggu telah tiba. Akhirnya waktu yang di janjikan pun datang. Kini Tao sudah berada di depan stasiun menunggu kedatangan Kris. Dia sengaja datang 10 menit sebelum jam yang sudah di janjikan, ia tak ingin terlambat lagi seperti kencan pertama mereka. Namun, sepertinya dewi fortuna masih tidak berpihak kepada dua sejoli ini, karena sekarang justru Kris lah yang terlambat. Tao sudah menunggu selama setengah jam, namun Kris masih belum juga muncul.

Drap

Drap

Drap

"Hosh… hosh.. Maaf gege terlembat." ucap Kris saat sampai di hadapan Tao.

"Emm, tidak apa ge."

"Aku meneleponmu. Kenapa tidak di angkat?"

"Eh?" Tao pun segera merogoh saku celananya untuk melihat ponselnya, dan ternyata benar, banyak panggilan tak terjawab dari Kris.

"Tiba-tiba mama harus pulang, dan terpaksa gege mengantarnya. Jadi gege terlambat. Maaf ya. Oh ya kita mau kemana?"

"Loh? Bukannya kita mau ke apartemen gege?"

"Ahh iya gege lupa. Tapi saat ini di apartemen gege sedang tidak ada orang. Eh…" dengan cepat Kris membekap mulutnya sendiri agar tak ada lagi ucapan yang tidak-tidak keluar dari mulutnya. Dan kali ini sepertinya otak Tao berjalan dengan benar. Ia mengerti atas apa yang dimaksud oleh Kris, terbukti dengan kedua pipinya yang merah merona.

"Ya sudah. Tak apa. Kemana saja boleh. Tapi, suatu saat aku benar-benar ingin pergi ke apartemen gege. Aku sangat mengharapkannya." ucapan polos Tao pun membuat Kris tersenyum-senyum seperti orang gila dengan wajah yang memerah.

"Emm gege. Tao mau berjalan bergandengan tangan dengan gege. Boleh?" tanya Tao sambil menatap polos Kris. Matanya berkedip lucu beberapa kali sehingga bulu mata lentiknya bergerak indah. Dan tanpa di suruh untuk kedua kalinya, Kris pun segera meraih tangan Tao dan menggenggamnya dengan sangat erat. Lalu mereka berdua berjalan bersama dengan diiringi tawa bahagia keduanya.

"Emm maaf." sela seorang gadis berambut coklat dari 3 gadis di belakang keduanya, membuat mereka berdua serempak berbalik. Dan itu tentu saja membuat Kris jengkel, baru saja 20 menit berjalan dengan Tao, ada saja yang mengganggunya. Kini di hadapan Tao dan Kris, nampak 3 orang gadis cantik, namun genit, menurut Kris.

"Apa kau penyanyi di resto The Star kemarin?" tanya seorang gadis berambut hitam.

"Ahhh ternyata betul. Ini orangnya." belum sempat Kris dan Tao menjawab, sudah ada yang menjawabnya, si gadis berambut coklat yang pertama kali memanggil mereka lah yang menjawab.

"Boleh minta foto bersama?" pertanyaan gadis berambut pirang yang tiba-tiba ini membuat Kris dan Tao membelakakan mata mereka.

"Apa ini pacarmu?" tanya gadis berambut hitam lagi.

"Iya, ini pacaarku." jawab Kris datar.

"Kalau begitu, pacarmu juga boleh ikut foto. Ayo ayo." seru gadis berambut pirang dengan semangat.

"Ahhh.. Tidak, tidak usah." tolak Tao sambil tersenyum ramah, namun Kris tidak bodoh, dia melihat keanehan di wajah Tao. Ini bukan senyum Tao.

"Ayolah tidak apa." paksa ketiga gadis itu.

Grepp

Tiba-tiba Kris merangkul pundak Tao dan sedikit mengusapnya.

"Ahh maaf. Kami sedang ada urusan." ucap Kris dan segera membawa Tao pergi dari sana. Keheningan pun menyelimut keduanya setelah itu. Lalu Kris memutuskan untuk pergi ke taman.

Sesampainya di taman, Kris segera menyeret Tao untuk duduk di ayunan yang sudah ada di dalamnya. Mendudukan Tao di ayunan berwarna biru, sedangkan dirinya duduk di ayunan berwarna kuning. Keheningan masih menyelimuti keduanya. Hingga akhirnya Kris berinisiatif memulai perbincangan.

"Kenapa cembuerut?"

"Tidak. Aku tidak cemberut." jawab Tao sembari membenarkan rambutnya yang terkena angin.

Lalu tiba-tiba Kris bangkit, ia melangkah menuju belakang Tao. Menaikan kaki kirinya ke atas ayunan, lalu menaikan kaki kanannya juga. Kedua kaki Kris sudah berada di atas ayunan. Lalu segera menggerakan ayunan tersebut hingga badan keduanya terasa terbang.

"Huaaaaaaa." Tao yang terkejut hanya dapat berteriak. Lalu ia membalikan wajahnya kebelakang dan langsung berhadapan dengan kaki panjang Kris. Tao menatap horror ke arah Kris.

"APA YANG GEGE LAKUKAN?" teriak Tao. Sedangkan Kris hanya dapat tersenyum melihat tingkah Tao.

"Ini hukumanmu karena sudah memberikan ekspresi cemberut pada gege. Nikmatilah!" balas Kris.

Kris terus saja mendorong ayunan itu dengan tangan dan kakinya sehingga Tao dan dirinya terus terayun. Tao pun kini sudah dapat tertawa lebar. Dia benar-benar sangat bahagia. Tanpa sadar Tao melepaskan kedua tangannya dari tali ayunan. Dan itu mengakibatkan dia harus…

Brukkkkk

"Aww."

Terjatuh dari ayunan dan membuat pantatnya berciuman dengan kerasnya tanah. Kris yang kaget segera menghentikan ayunannya dan turun dari ayunan. Mendekati Tao dan membantunya berdiri.

"Tak apa-apakan? Maafkan gege. Terlalu kencang ya?" tanya Kris dengan wajah luar biasa khawatir.

"Bukan salah gege. Aku saja yang terlalu senang." mendengar jawaban Tao, mau tidak mau Kris pun tertawa.

*KT*

Hari ini Tao sama sekali tidak bertemu Kris di stasiun, padahal ini adalah jadwal wajib keduanya bertemu sebelum berangkat ke sekolah. Dan saat Tao sudah di kelas pun, Tao masih terlihat uring-uringan. Kyungsoo, Baekhyun, dan Luhan pun menjadi kesal melihat Tao yang gelisah.

"Jika khawatir telepon saja." suruh Baekhyun. Dan Tao pun dengan segera menelepon Kris.

Tuuuttt tuuutttt

"Hallo."

Deg

'Suara perempuan?' batin Tao.

"A…"

"Yak Kris, kali ini bukan perempuan lagi yang menelepon." teriak perempuan yang mengangkat telepon Kris.

'Bukan perempuan lagi yang menelepon?' batin Tao lagi.

"Kenapa seenaknya menganggkat teleponku, cepat kembalikan ponselku." teriak Kris dari seberang telepon.

"Hallo. Maaf Tao, jangan di masukkan ke hati ucapannya. Emm ada apa peach?" tanya Kris yang kini sudah menguasai ponselnya. Namun tanpa sadar, Tao justru mematikan sambungan teleponnya.

"Tao? Kau kenapa?" tanya Baekhyun yang melihat perubahan di raut wajah Tao.

"Ahahaaha tidak apa-apa hyung. Emm sepertinya gege sedang sibuk. Aku tidak akan mengganggunya. Ahh iya bagaimana kalau sepulang sekolah nanti kita ke resto The Star lagi?"

*KT*

"Kenapa ramai sekali? Prempuan semuanya." keluh Tao setibanya di resto.

"Ohh hay Tao, hay Baekkii. Kalian lihat? Sekarang ramai sekali. Gara-gara 2 orang tampan yang kemarin tampil, jadi banyak perempuan datang untuk melihatnya lagi, padahal kita tidak tahu kapan mereka mau tampil lagi." ucap Ibu Chanyeol panjang lebar.

"Jadi semuanya mengincar Kris gege dan Chanyeol ya?" tanya Tao lirih dan tidak ada yang bisa mendengarnya.

"Bibi. Boleh kami membantu?" tanya Baekhyun.

"Apa tidak apa?"

"Iya tidak apa bi." jawab Tao mengiyakan dengan semangat.

"Baiklah. Cepatlah ganti pakaian kalian, tidak pantas kalian membantu bibi dengan pakaian sekolah seperti itu. Cepat naiklah. Tao kau bisa ambil baju Chanyeol di kamarnya, sepertinya akan muat, sedangkan Baekki, ambil saja di kamar bibi, dekat kamar Chanyeol. Ukuran kita sama. Setelah itu pakai apron kalian. Mengerti?"

"Siapp ! Mengerti bos." jawab keduanya kompak dan segera berlari ke lantai atas. Ibu Chanyeol hanya geleng-geleng melihat tingkah mereka. Setelahnya mereka mulai membantu Ibu Chanyeol untuk mengantar pesanan atau menanyakan pesanan kepada para tamu. Dan tanpa Tao sadari, ponsel yang ada di dalam tasnya terus menerus berbunyi.

*KT*

Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, resto pun sudah mulai sepi, hanya tinggal beberapa orang saja yang masih betah mengobrol di dalamnya.

Klontang

Bunyi bel tanda ada yang masuk ke dalam resto mengalihkan pekerjaan Tao, Baekhyun dan Ibu Chanyeol untuk sekedar menyapa tamu yang baru datang.

"Selamat datang." sapa Baekhyun dan Tao kompak. Lalu kedua nya menjadi kaget, karena yang datang bukan tamu, melainkan anak dari pemilik resto yang kini wajahnya memerah menahan amarah.

"Kenapa dua jelek bisa bekerja disini? Aku tidak mempekerjakan mereka." bentak Chanyeol marah.

Plaaakkk

Pukulan manis lagi-lagi di dapat Chanyeol dari ibunya.

"Hey Park bodoh. Kenapa bicara seperti itu terhadap mereka yang telah membantu Ibu? Harusnya kau berterimakasih pada mereka. Oh ya, mulai sekarang kalian mau kan bekerja sambilan di sini? Lagian kalian juga suka makanan manis kan? Akan bibi ajarkan cara membuatnya. Tapi jika kalian tidak sibuk."

"KAMI MAU !" teriak Tao dan Baekhyun berbarengan.

"Ck dasar." decah Chanyeol.

"Bibi, ini sudah malam, kami pamit ya." ucap Baekhyun sambil membongkar tasnya untuk mengambil seragam sekolahnya, tidak mungkin kan dia pulang masih memakai baju Ibu Chanyeol.

"Eh." kaget Tao yang sedang memegang ponselnya mengalihkan seluruh orang disana.

Panggilan tidak terjawab 136

FanFan gege

Pesan singkat 74

FanFan gege

Tao segera berlari keluar resto tanpa memperdulikan teriakan Baekhyun, Chanyeol dan Ibu Chanyeol setelah menerima pesan dari Kris yang Kris kirim dari pukul 3 sore tadi. Satu tujuannya. Stasiun kereta.

From : FanFan gege

15.00

Kenapa tidak diangkat? Kenapa tidak balas? Gege tunggu di stasiun sampai kau datang.

*KT*

Tao terus berlari tanpa lelah, padahal jarak resto hingga stasiun cukup jauh. Sesampainya di stasiun, dapat Tao lihat. Di sana, ada Kris yang terduduk dengan menyembunyikan kepalanya di antara kedua kakinya.

"FanFan gege." panggil Tao lirih. Kris pun segera mendongak setelah mendengar suara Tao.

"KENAPA LAMA SEKALI?" bentak Kris yang membuat Tao kaget.

"Ugghhh.. Kau tahu? Gege sudah menunggu sangat lama." ucap Kris lembut setelah mengontrol amarahnya yang tadi sempat meluap.

"Maaf gege."

"Apa kau ingin kita putus?" pertanyaan dari Kris membuat Tao melebarkan matanya.

"Tentu saja tidak." jawaban dari Tao membuat senyum terukir indah di bibir Kris.

"Ge.." panggil Tao lirih.

"Hm.."

"Siapa yang tadi menganggkat telepon?"

"Itu sepupu Kai. Tadi gege tidak datang ke sekolah, karena tiba-tiba Sehun datang ke apartemen gege dan menyeret gege ke apartemen Kai. Kai sakit dan hanya di rawat sepupunya itu, tapi sepupu Kai akan pergi, makannya dia meminta tolong pada Sehun dan pada akhirnya gege jadi ikut kena." jelas Kris panjang lebar.

"Lalu apa benar banyak perempuan yang menelepon gege?"

"Kenapa? Kau kepikiran? Memang benar, banyak sekali perempuan yang menelepon gege, tapi tidak gege pedulikan. Dan yah, sejak gege menyanyi di resto The Star jadi semakin banyak perempuan yang menelepon."

"Oh begitu. Oh ya, maaf sedari tadi Tao sama sekali tidak melihat ponsel. Pulang sekolah, Tao dan Baekhyun hyung langsung ke resto The Star. Kami bekerja sambilan di sana."

"The Star? Gege jadi khawatir."

"Kenapa khawatir? Tidak ada yang mengganggu Tao kok."

"Tapi dia ada kan? Chanyeol?" tanya Kris serius.

"I..Iyaa.. Gege marah?"

"Tidak. Kalau kau senang gege pasti senang." ucapnya sambil membelai rambut halus Tao.

*KT*

"Pagiiii gege." sapa Tao begitu sampai di hadapan Kris.

"Pagi juga peach."

"Pagi 2 orang bodoh. Lihatlah, kepala kalian kini penuh dengan pelangi." sapa Chanyeol yang tiba-tiba ada di antara Tao dan Kris dengan senyum lima jarinya.

"Chanyeol ! Kenapa ada di sini? Bukannya kau seharusnya naik kereta berikutnya?" seru Tao dan Kris berbarengan.

"Kenapa?" tanyanya datar.

"Tidak apa, hanya kaget, bukankah kau yang meminta supaya kita berangkat sendiri-sendiri?" tanya Kris.

"Ck. Aku hanya ingin menyampaikan satu hal pada si jelek ini. Apa kau yakin akan bekerja sambilan di restoku? Kau akan sering pulang larut. Apa tak apa?"

"Tidak apa Chanyeol. Tidak masalah."

"Ya sudah kalau begitu, sepulang sekolah langsung datang. Jangan mampir kemana-mana. Mengerti? Sekian." setelah mengucapkan hal itu, Chanyeol segera pergi dari hadapan kedua sejoli tadi.

*KT*

"Apa seperti ini bi?" tanya Tao yang sedang membuat telur gulung, dan dengan telaten Ibu Chanyeol mengajarinnya.

"Iya seperti itu, wahhhhh ayo cepat angkat, sudah matang." seru Ibu Chanyeol. Dan Tao pun segera mengangkatnya dan menaruhnya di atas piring.

"Wahhh warnanya bagus Baby Tao. Sepertinya enak." ucap Baekhyun.

Brakkkk

Pintu dapur terbuka keras.

"Bau apa ini? Membuat hidungku sakit." teriak Chanyeol, pelaku pendobrakan pintu.

"Ahh Chanyeol sudah pulang?" tanya Baekhyun.

"Jadi ini penyebabnya. Sini aku makan." bukannya menjawab ucapan Baekhyun, Chanyeol justru memakan satu buah telur gulung buatan Tao dan memakannya.

"Bagaimana rasanya?" tanya Tao penasaran karena melihat ekspresi Chanyeol yang susah di tebak.

"Le..le.."

"Le apa Chanyeol? Lezat?" tanya Tao berharap.

Grepppp

Dengan tiba-tiba, Chanyeol merebut piring berisi puluhan potong telur gulung yang di buat oleh Tao.

"Makanan tidak enak seperti ini lebih baik di buang saja." ucap Chanyeol. Dan semua merasa terkejut, bukan karena ucapan Chanyeol. Namun, karena setelah mengatakan itu, Chanyeol justru memasukkan seluruh masakan Tao ke dalam mulutnya dan memakannya dengan cepat. Setelah habis, Chanyeol langsung menyerahkan piring kosong tersebut kepada Tao.

"Ke..keterlaluan. Padahal kita semua belum makan satu pun." ucap Tao sedih sambil membelai piring yang sudah kosong.

"Ishhh dasar Chanyeol menyebalkan." seru Baekhyun.

"Gagaga hemuahnya kumakan (Hahaha semuanya kumakan)."

"Kau menyebalkan Chanyeol !" bentak Tao.

Deg

'Jangan.. jangan membentakku seperti itu.' batin Chanyeol. Setelahnya Tao melangkah menuju wastafel untuk mencuci piring dan Chanyeol hanya bisa melihat punggung Tao dengan raut sedih, Baekhyun pun melihatnya. Akhirnya Chanyeol pergi menuju ke kamarnya di lantai atas.

"Chanyeol." panggil Baekhyun, membuat Chanyeol menghentikan langkahnya.

"Apa kau mau mengajariku bermain gitar?" tanya Baekhyun hati-hati.

"Suka-suka kau." jawab Chanyeol dan langsung meneruskan langkahnya.

"Susul saja dia hyung." saran Tao.

"Tidak mau, mungkin moodnya sedang tidak baik. Aku terlalu bodoh untuk menghawatirkannya terus."

"Hyung, sebaiknya katakan saja padanya tentang perasaan hyung. Katakan padanya jika Chanyeol terus menerus marah, hyung akan sedih."

"Begitu ya?"

"Hei jelek, aku sudah mensetel gitarnya dan aku sudah menemukan buku-buku untuk kau belajar. Cepat kemari !" teriak Chanyeol dari atas tangga.

"Ayo cepat kesana hyung !" suruh Tao. Dan Baekhyun pun langsung berlari ke kamar Chanyeol.

"Huft syukurlah, oh iya aku harus buang sampah." ucap Tao sambil menepok jidatnya.

Saat sedang membuang sampah di luar, Tao di kejutkan oleh suara yang menyapanya.

"Pagi… Eh malam." ternyata Krislah yang menyapanya.

"Malam. Loh gege kenapa ada disini?"

"Ada sedikit urusan dengan Chanyeol. Dimana dia?"

"Sedang di lantai 2."

"Oh begitu ya, gege kesana dulu ya." ucapnya. Namun langkahnya terhenti karena Tao menarik tangannya.

"Tu..tunggu ! Jangan sekarang ! Ada Baekhyun hyung, ehh tidak, maksud Tao, Tao ingin mengobrol dengan gege sebentar." ucap Tao terbata dan dibalas anggukan oleh Kris.

Dan disinilah mereka berada, duduk berdua di pinggir jalan.

"Hari ini Tao membuat telur gulung."

"Oh ya?"

"Iyaa, warnanya bagus sekali."

"Wah."

"Tapi kata Chanyeol rasanya tidak enak."

"Eh?"

"Tapi justru Chanyeol yang memakan semuanya sampai habis."

"Apa?"

"Padahal kita semua juga belum mencicipinya."

"Tunggu dulu !" potong Kris dengan wajah dingin

"Eh, apanya?"

"Dimakan semua oleh Chanyeol?"

"Eh.. i.. iya ge."

"Begitu ya." mendadak aura di sekitar Kris berubah.

"Kalau begitu, bolehkah sekarang Tao buatkan untuk gege?"

"Boleh?"

"Tentu. Ayo kita ke dapur." ajak Tao girang sambil menarik-narik Kris.

Kini keduanya sedang berada di dapur. Di hadapan Tao sudah ada telur, tepung, dan bahan-bahan lainnya. Tao dengan semangat meracik bahan-bahan yang ada dan sama sekali tidak menyadari 2 hal. Pertama, pipinya yang kini kotor karena bahan-bahan untuk membuatan telur gulung dan yang ke 2, Kris yang sedari tadi melihat ke arahnya. Emm lebih tepatnya, kea rah pipi Tao yang kotor. Dan tanpa Kris sadari, wajahnya semakin dekat dengan Tao. Dan…

Cup

Slurpp

Tiba-tiba Kris mencium dan sedikit menyapu pipi Tao yang kotor tadi dengan lidahnya. Dan gerakan Tao terhenti begitu merasakan benda kenyal dan basah di pipinya. Selang beberapa detik, akhirnya Kris melepas ciuman pipi itu dengan cepat. Ya, Kris terkejut akan aksinya sendiri, ia benar-benar lepas kontrol.

"Maaf." Hanya satu kata itu yang dapat di ucapkan oleh Kris dan dia langsung berlari menuju kamar Chanyeol, meninggalkan Tao yang masih mematung.

TBC

Halloooooo.. Maaf maaf Yiyi telat banget buat update. Yiyi super duper sibuk belakangan ini. Ini aja Yiyi sempet-sempetin update. Maaf banget kalau chapter ini ancur. Ini NO EDIT. Untuk The hope in front of you, Yiyi udah bikin 1 chapter dalam 2 versi. Jadi Yiyi minta saran ya, Yiyi harus update yang mana. Mau 1 sampe 2 chapter nerangin tentang hubungan YunJae yang berantakan dan cerita tentang KrisTao saat kecil dulu terus di chapter ke 3 baru deh isinya full setelah 15 tahun atau mau langsung 15 tahun kemudian tapi nanti di selingin flashback flashback yang memusingkan?

Oh iya terimakasih buat yang udah review. Maaf Yiyi ga bisa balas satu per satu. Yiyi lagi buru-buru, mau ada urusan kampus di kota sebrang. Kereta sebentar lagi berangkat tapi Yiyi belum ke stasiun. Sempet-sempetin update karena beberapa minggu ke dapan bakal sibuk. Sebelum UAS, Yiyi sempetin update lagi deh. Yiyi juga baru buka PM, dan ada beberapa yang kirim PM, tapi Yiyi belum sempat baca, setelah sampai di kota sebrang Yiyi pasti baca. Mohon reviewnya lagi untuk chapter ini ya. Semakin banyak yang review semakin cepat Yiyi update. Terimakasih