Title : First Boyfriend
Genre : Romance (?)
Cast : Huang Zi Tao
Kris / Wu Yi Fan
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Xi Luhan
Oh Sehoon
D.O Kyungsoo
Kai / Kim Joongin
Rating : T (untuk saat ini)
Summary : Di peron kereta pada pagi hari, Tao mendapatkan pernyataan cinta dari Kris. Antara Tao yang polos dengan Kris yang dingin dan kaku, bagaimanakah jadinya hubungan mereka? Dan bagaimana kisah cinta mereka apabila teman TK yang dulu pernah menjadi bagian dari Tao datang kembali?
Warning : Typo dimana-mana dan bahasa tidak sesuai EYD
Terinspirasi dari komik Jepang dengan judul yang sama "First Boyfriend"
.
.
Ini chapter terpanjang yang saya buat. Harap menyediakan cemilan agar tidak bosan
.
.
Happy Reading
.
.
Sudah cukup lama Kris beranjak, namun Tao masih saja mematung di tempatnya. Baekhyun yang entah sejak kapan sudah berada di samping Tao pun mengkerutkan dahinya saat melihat keanehan pada diri Tao.
"Tao.." panggil Baekhyun lirih, namun Tao sama sekali tidak merespon. Bakhyun pun menjadi geram karenanya. Dengan segera, Baekhyun menjambak rambut Tao, membuat Tao berteriak kesakitan.
"YAK YAK YAK! APA YANG KAU LAKUKAN HYUNG?" teriak Tao sambil mencoba menyingkirkan tangan nakal Baekhyun.
"Kau tidak sopan! Kau sama sekali tidak menyahut panggilanku." kesal Baekhyun.
"Ini sakit sekali hyung." rengek Tao sembari mengusap kepalanya yang sakit akibat jambakan Baekhyun tadi.
"Ada apa hyung memanggilku? Loh kemana FanFan gege?" tanya Tao. Tao menggerakan kepalanya ke kanan dan kiri untuk mencari keberadaan Kris.
"Seharusnya hyung yang bertanya begitu? Ada apa denganmu, Tao? Kris sudah pergi sedari tadi."
"I..itu hyung. Ta..tadi FanFan gege tiba-tiba mencium pipiku. Terasa sangat hangat di pipi." Tao bercerita dengan mata membulat, Baekhyun yang mendengarkan cerita Tao pun juga membulatkan matanya.
"Eh tunggu... Apa masih ada sisa air liur di pipiku hyung?" tanya Tao dengan mata berkedip lucu. Seketika mata Baekhyun melotot lebih lebar lagi. Ingatkan Baekhyun untuk memotong gigi Kris setelah ini.
*KT*
Sekarang Tao, Kris, Baekhyun, dan Chanyeol sudah berkumpul kembali. Baekhyun terlihat sibuk dengan gelas dan piring di meja bar. Chanyeol tampak sibuk membenarkan meja dan kursi resto. Sedangkan Kris hanya duduk-duduk di pojok ruangan sambil memperhatikan para pejalan kaki yang melewati resto. Namun, resto yang tadi tenang, kini menjadi gaduh oleh suara kursi terjatuh dan pekikan keras dari Tao. Spontan seluruh pasang mata melihat ke arah Tao. Mata semua orang membulat begitu melihat Tao dalam posisi yang bisa di bilang cukup bahaya. Tangan Tao tampak berpegangan kuat pada lemari setinggi 4 meter, kaki Tao tak menginjak tanah -bergelantung. Sedangkan kursi yang tadi Tao gunakan telah tergeletak di atas lantai dalam keadaan patah di bagian kaki. Mereka bertiga pun spontan berlari menuju ke arah Tao.
"Astaga Tao. Apa yang kau lakukan?" teriak Baekhyun nyaring.
"Hyung, tolong aku. Ini tinggi sekali." pekik Tao dengan air mata yang sudah mengalir indah dari mata cantiknya.
"Peach, tenanglah. Ayo turun saja. Biar gege tangkap. Ayo." ucap Kris menenangkan. Kris merentangkan kedua tangannya. Tao pun melirik Kris sekilas, namun masih tampak ragu.
"Tao berat." rengek Tao.
"Tidak apa peach." Kris meyakinkan sekali lagi. Tao melirik lagi ke arah Kris, dia melihat Kris tersenyum lembut kepadanya, meyakinkan dirinya. Tao pun mulai melepaskan tangannya dari lemari.
Bughhh
"Ahhh"
Tao mendarat diatas badan Chanyeol. Wajah keduanya begitu dekat. Waktu seakan berhenti bagi Chanyeol. Ini pertama kalinya Chanyeol melihat wajah Tao sedekat ini. Indah. Hanya kata itu yang dapat menyimpulkan wajah Tao bagi Chanyeol.
"Ahhh maafkan aku Chanyeol." Tao lah yang sadar terlebih dahulu. Ia segera beranjak dari badan Chanyeol. Tao seperti salah tingkah. Ia ingin menghampiri Kris, namun ia sedikit takut melihat wajah masam Kris dan ia juga masih merasa malu akibat kejadian di dapur tadi. Akhirnya Tao hanya berdiri diam sambil menundukkan kepalanya. Chanyeol pun sudah berdiri lalu ia cepat-cepat berlari menuju ke kamarnya.
Brakkk
Pintu kamar Chanyeol tertutup rapat. Chanyeol berdiri membelakangi pintu sambil memegangi dadanya yang bergerumuh.
"Oh, ya Tuhan." gumam Chanyeol seraya mengusak wajahnya.
*KT*
Di salah satu bangku panjang yang telah di sediakan di dalam stasiun, tampak 2 lelaki tampan yang terlihat serius mengobrol. Alis keduanya berkerut, mereka berdua sedang berfikir keras.
"Arrggghhh.. Kenapa aku harus sekelompok denganmu?" jerit Kris kepada Chanyeol.
"Mana aku tahu? Sudahlah, yang harus kita fikirkan saat ini adalah dimana tempat yang akan kita kunjungi untuk objek penelitian kita." jawab Chanyeol dengan santainya.
Plaakkk
Satu pukulan telak mengenai dahi Chanyeol. Krislah pelakunya. Dan Chanyeol hanya bisa mengelus-elus dahinya.
"Kau fikir sedari tadi aku tidak berfikir hah?" bentak Kris.
"Ck.. Ini sakit asal kau tahu. Bagaimana kalau kita ke Chibi Land?" usul Chanyeol.
"Chibi Land?" tiba-tiba ada yang menyahut. Ini bukan suara Kris dan bukan suara Chanyeol. Suara itu berasal dari arah belakang mereka. Mereka yang sadar pun langsung mengalihkan pandangan mereka ke belakang. Setelah mengetahui siapa yang bicara, Chanyeol pun kembali menghadap ke depan, menghindar untuk melihat wajah orang tersebut.
"Sepertinya menyenangkan." sambung orang itu.
"Peach. Sejak kapan kau di situ?" tanya Kris.
"Sejak kalian berdiskusi kemana kalian akan pergi untuk tugas penelitian. Aku hanya berfikir, sepertinya itu menyenangkan. Ahahaha padahal kalian pergi bukan untuk jalan-jalan ya."
"Jika kau ingin, kau boleh ikut." ucap Chanyeol yang membuat Tao mengalihkan pandangannya dari Kris dan menatap ke arah Chanyeol yang membelakanginya.
"Tapi ingat! Kau tidak boleh mengganggu! Bantu kami juga!" suruh Chanyeol. Tao pun melirik ke arah Kris, meminta persetujuan darinya, dan hanya dibalas senyum hangat oleh Kris yang menandakan bahwa Kris menyetujui usul Chanyeol. Dan Tao pun tersenyum lebar.
"Apa aku boleh mengajak Baekhyun hyung?" tanya Tao lagi kepada Chanyeol.
"Terserah kau saja. Ada 2 orang jelek pun sama saja kan." jawab Chanyeol yang masih membelakangi Tao.
"Benarkah? Baiklah aku akan ajak Baekhyun hyung. Kita akan pergi berempat. Terimakasih Chanyeol. Yesss." teriak Tao dan diakhiri dengan Tao yang melompat-lompat dengan senyum lebar menghiasi wajahnya. Kris hanya terkekeh melihatnya.
"Oh ya, jam berapa kita pergi?" tanya Tao.
"Tanyakan saja pada Chanyeol."
"Sekarang." jawab Chanyeol singkat seraya membalikan tubuhnya sehingga Tao dan Chanyeol kini berhadapan.
"HAH?" koor Kris dan Tao.
"Sekarang aku akan memberikan nomor teleponku, jadi simpanlah di ponselmu!" suruh Chanyeol kepada Tao. Kris melebarkan matanya mendengar ucapan Chanyeol.
"Oh iya ya? Cepat katakana berapa nomor mu!" seru Tao yang sudah mengambil ponselnya dari saku seragam.
"Kalau hanya aku yang tahu, sudah cukup kan? Tao tidak perlu tahu nomormu." ucap Kris dengan wajah dingin. Tao dan Chanyeol pun segera menatap Kris. Kris yang merasa di tatap pun hanya bisa membuang nafasnya berat.
"Aku hanya bercanda." ucap Kris sembari tersenyum.
"Cepat katakana berapa nomormu. Bisa gawat kalau tidak punya nomormu, bagaimana jika tersesat nanti." lanjut Kris.
"Ck. Kau bilang bercanda itu bohong kan?" decak Chanyeol.
"Kereta menuju XOXO High School yang berada di jalur 2 akan terlambat dari jadwal karena sedang mengalami masalah." suara dari speaker di stasiun mengalihkan ke tiganya.
"Huft pantas saja aku merasa sudah menunggu sangat lama." ucap Tao pelan, namun Chanyeol dapat mendengarnya.
"Ahhh. Itu kereta kalian! Cepat masuk!" suruh Tao ketika kereta Chanyeo dan Kris tiba. Keduanya pun menuju ke kereta mereka. Tao mengikuti hingga di depan pintu masuk kereta. Kris dan Chanyeol tidak langsung masuk ke dalam, mereka tetap berada di dekat pintu. Hingga pintu akan tertutup….
Sreettt
Chanyeol keluar dari kereta sepersekian detik sebelum pintu kereta tertutup. Meninggalkan Kris yang ada di dalamnya.
"Sial." ucap Kris sembaari memukuli kaca kereta. Lalu kereta mulai melaju, saat hampir jauh, Chanyeol menjulurkan lidah kearah Kris dan tersenyum miring kearahnya.
"Chanyeol, kenapa kau turun?" tanya Tao.
"Aku belum memberikan nomor ku padamu, tapi jika kau tidak mau juga tidak apa."
"Cepat katakan Chanyeol." jawab Tao. Chanyeol pun segera menyebutkan nomornya.
"Nah sudah aku simpan, aku telepon ya." ucap Tao dan langsung menelepon Chanyeol.
Panda imut…
Panda lucu…
Panda cantik…
Aku suka panda…
Tao mengernyit begitu mendengar bunyi ponsel Chanyeol dan Chanyeol yang kaget pun segera mematikan ponselnya.
"Hahahaha apa-apaan nada dering ponselmu itu?"
"Diam kau!" teriak Chanyeol sambil menutupi telinganya yang memerah dan berkedut-kedut. Tao pun segera menghentikan tawanya. Dia ingat, jika telinga Chanyeol berwarna merah dan berkedut-kedut, itu artinya Chanyeol sedang marah. Namun ternyata dugaan Tao salah besar. Chanyeol seperti itu karena dia malu.
"Apa tidak apa-apa menyimpan nomorku? Bagaimana dengan Kris? Aku tidak akan tanggung jawab jika Kris marah." tanya Chanyeol yang sudah berhasil mengatasi malunya.
"Tidak apa. Ini kan hanya untuk urusan darurat. Lagipula kalau tidak ada apa-apa, aku tidak akan meneleponmu. Eh keretaku sudah datang. Aku duluan ya. Sampai jumpa Chanyeol." teriak Tao yang sudah berlari menuju keretanya meninggalkan Chanyeol yang terdiam merasakan sakit pada dadanya.
*KT*
Sepulang sekolah, Tao mendapatkan telepon dari mama nya. Mama Tao menyuruh Tao untuk membeli bahan-bahan untuk membuat kue. Mama Tao ini memang hobi sekali membuat kue. Mau tidak mau Tao menurut, dia tidak tahan akan aegyo attack milik mama nya yang sama dengan aegyo milik dirinya. Dan kini, Tao sedang berjalan seorang diri menuju ke supermarket. Namun, di tengah perjalanan, ia mendapati Kris, Sehun dan Kai sedang bersama 3 orang gadis sexy.
'Apa yang gege lakukan? Aku harus bagaimana? Apa aku balik saja.' batin Tao. Tao pun berbalik, berniat untuk pergi dari tempat itu. Namun, langkahnya terhenti begitu ia mendengar namanya di panggil oleh suara yang tak asing untuknya. Tao pun berbalik. Ia dapat melihat wajah kaget Kris serta teman-temannya.
"Oh hai Tao. Apa kabar? Kau jangan salah paham ya. Merekalah yang mendekati kami." sapa Kai menutupi kekikukan. Dia menggerak-gerakkan tangannya ke arah 3 perempuan tadi. Seperti kode agar mereka pergi. Ketiga perempuan tadi pun pergi sambil menggerutu.
"Tao-ah, jangan katakan apa pun kepada Soo dan Lulu ya. Nanti mereka salah paham." pinta Kai. Namun, Tao tak menyahut, Tao masih saja menatap Kris yang juga tengah menatapnya. Tak ingin memperkeruh suasana, Kai dan Sehun pun beranjak meninggalkan Kris dan Tao.
"Kau mau kemana? Ku harap kau tak salah paham akan kejadian tadi. Yang di katakan Kai itu benar, merekalah yang mendekati kami. Itu bukan apa-apa. Jangan di pikirkan ya."
"Ah iya ge, tidak apa-apa. Gege memang tampan, wajar jika banyak orang yang mendekati gege. Gege tinggi. Hidung gege mancung. Mata gege tajam..."
"Hey.."
"Rambut gege pun terlihat sangat lembut. Bibir gege juga bagus. Kulit gege putih..."
"Tao.."
"Badan gege sangat tegap. Gege sangat mempesona. Ge..."
"Tao berhenti!" bentak Kris yang kini telah mencengkram pundak Tao.
"Tenanglah. Tidak ada apa-apa, ok. Tenanglah. Kau harus percaya pada gege." Kris berucap sembari menatap mata Tao. Berangsung-angsur, Tao pun mulai tenang. Kris tersenyum dan dibalas senyum indah Tao juga.
*KT*
Kris mengantar Tao ke supermarket setelah Tao bercerita bahwa mama Tao menyuruhnya membeli telur. Tadinya Kris ingin menemani, namun Tao menolaknya dengan halus, dengan alasan bahwa hari sudah beranjak sore, mama Kris pasti sudah menunggunya. Kini Tao sudah berada di dalam supermarket. Tangan kirinya memegang keranjang yang sudah penuh akan bahan-bahan. Sedangkan tangan kanannya sedang membolak-balikkan 2 telur yang berbeda warna.
"Huft.. Telurnya yang warna coklat atau yang warna putih ya?" tanya Tao entah pada siapa.
"Sebaiknya aku telepon mama saja." ucapnya lagi. Dia pun segera merogoh saku mantelnya dan mengambil ponsel pintarnya. Di bukanya daftar panggilan keluar. Karna biasanya hanya nomor mama saja disana. Karena memang setiap hari Tao pasti menelepon mamanya. Tanpa melihat nama, Tao langsung memencet tombol hijau pada ponselnya dan menempelkan ponselnya ke telinga.
*KT*
Chanyeol merasa sangat bosan hari ini, dia tidak ingin pulang ke rumah dan mendengarkan ceramah-ceramah dari ibu nya yang bawel itu, maka Chanyeol memutuskan untuk pergi berjalan-jalan. Dan ia pun memutuskan untuk ke toko alat musik untuk sekedar melihat-lihat gitar.
"Permisi, ada yang bisa saya bantu nak?" tanya salah satu pelayan paruh baya begitu melihat Chanyeol masuk ke dalam toko.
"Saya hanya ingin melihat-lihat gitar." jawabnya ramah dengan senyum lima jarinya.
"Ahh.. mari saya antar."
Pelayan itu pun menunjukkan tempat gitar-gitar berada, setelahnya pelayan paruh baya itu meninggalkan Chanyeol untuk melihat-lihat terlebih dahulu. Saat sedang asyik melihat-lihat gitar, Chanyeol di kejutkan oleh bunyi ponselnya.
Panda imut…
Panda lucu…
Panda cantik…
Aku suka panda…
Chanyeol berdecak pelan dan segera merogoh kantong celananya guna mengambil ponsel pintarnya.
'Si Jelek calling'
Chanyeol membulatkan matanya begitu melihat nama orang yang meneleponnya. Dia pun segera mengangkatnya.
"Mama, sekarang Tao sudah ada di supermarket. Tao bingung harus membeli telur yang warna coklat atau yang warna putih. Menurut mama yang mana?" sahut Tao segera setelah Chanyeol mengangkat telepon tanpa ucapan salam sama sekali. Ayo kita lihat wajah Chanyeol. Ternyata wajah Chanyeol sudah memerah.
"Hallo.. Mama? Mama mendengar suara Tao kan?" ucap Tao lagi karena merasa tidak ada sahutan dari mama nya.
"DASAR SI JELEK!?" teriak Chanyeol membahana dan membuat beberapa orang di dalam toko melihat ke arahnya. Tao yang di sana pun kaget setengah mati mendengar teriakan Chanyeol. Tao pun segera melihat ke layar ponselnya, dan ia lebih terkejut lagi begitu melihat nama orang yang di teleponnya. Ternyata bukan mama nya, melainkan Chanyeol.
"Lho?! Ahhh aduh maafkan aku Chanyeol. Tadi aku asal menelepon orang yang ada di daftar panggilan keluar, karena biasanya hanya ada nama mama di sana. Aku lupa tadi pagi aku juga menelepon Chanyeol untuk memastikan nomor Chanyeol. Maafkan aku."jelas Tao panjang lebar.
"Ck dasar. Makannya cek dulu."
"Iyaa iyaa. Maafkan aku sekali lagi."
Tuuut tuuttt tuuttt
Sambungan telepon di putus secara sepihak oleh Tao. Chanyeol pun menatap nanar ponselnya. Dia perhatikan nomor Tao, dia pun mengedit nama Tao di sana. Dia mengganti nama Tao yang tadinya 'Si Jelek' menjadi 'Panda Zi Tao'. Lalu mensave nya.
"Aku suka kamu. Huft maafkan aku. Apa aku harus mengatakannya." ucap Chanyeol lirih sambil mendekap ponselnya.
*KT*
"Hyung.. Sebenarnya aku sudah memasak makanan banyak sekali." ucap Tao.
"Hy..Hyung juga. Hyung sudah membuat banyak sekali sandwich." balas Baekhyun dengan wajah serius namun justru membuatnya terlihat sangat imut.
Kini Tao dan Baekhyun sudah berada di stasiun dengan barang-barang berserakan di sekitar mereka. Mereka datang lebih awal dari janji mereka dengan Chanyeol dan Kris.
"Tapi sepertinya memang terlalu banyak. Mungkin kita terlalu bersemangat ya? Lagipula aku pikir hyung tidak akan membuat sandwich sebanyak ini. Emm hyung.. Kalau boleh jujur, tadi aku bangun jam 5 pagi untuk membuat semua ini."
"Kalau mau jujur juga, hyung justru tidak tidur sama sekali." ucap Baekhyun calm.
"HAAAAAA?! Apa hyung baik-baik saja? Bagaimana jika nanti sakit?" jerit Tao sambil memeriksa kening Baekhyun.
"Ihhh hyung tidak apa-apa. Hyung sangat berdebar-debar karena acara ini, jadi hyung tidak bisa tidur. Sudah lah, semua makanan ini pasti akan habis." Baekhyun mencoba menenagkan Tao dengan membelai rambut halus Tao.
"Pagi." sapa seseorang di belakang Tao dan Baekhyun. Mereka refleks membalikkan badan. Ternyata Chanyeol dan Kris sudah datang. Baekhyun dan Tao yang kaget pun refleks membereskan dan memasukkan barang-barang yang berserekan ke dalam tas.
"Hey si jelek nomor 2. Kamu pikir kita sedang membuka pasar jajanan?" tanya Chanyeol sambil menunjuk-nunjuk Baekhyun. Baekhyun yang tidak terima pun berdiri dan langsung berhadapan dengan Chanyeol.
"Kau ini bodoh ya? Cuma segini mana bisa membuka pasar jajajan." balas Baekhyun.
"Justru kau yang bodoh. Itu hanya perumpamaan. Kenapa kau membawa banyak sekali makanan sih?"
"Yak! Harusnya kau berterimakasih tuan Park Chanyeol yang terhormat. Kami sudah capek-capek membuatnya, tapi kau sama sekali tidak menghargainya." bentak Baekhyun. Selagi Chanyeol dan Baekhyun sibuk berdebat, Tao dan Kris hanya geleng-geleng kepala saja melihatnya. Karena jengah melihat Chanyeol dan Baekhyun bertengkar, akhirnya Tao menengahi mereka.
"Chanyeol. Jika tidak mau di makan juga tidak apa-apa. Biar aku yang memakannya sendiri." ucapan Tao baruan membuat Chanyeol memalingkan wajahnya kearah lain, yang pasti tidak kearah mereka bertiga.
"Ck. Aku jadi tidak ingin pergi." bisik Baekhyun kepada Tao.
"Jangan begitu hyung."
"Ayo kita masuk, tiketnya sudah ada." ucap Kris.
Tiba-tiba mata Chanyeol terpaut pada tas jinjing milik Tao yang berada di sebelah sang pemiliknya. Entah angin dari mana, Chanyeol berjalan perlahan mendekati Tao hendak mengambil dan membawakan tas jinjingnya. Namun, tiba-tiba langkahnya terhenti begitu melihat ada tangan lain yang sudah mengambilnya. Mata Chanyeol pun menelusuri pemilik tangan itu. Setelah menyadari siapa pemilik tangan itu, Chanyeol hanya bisa tersenyum getir.
"FanFan gege. Biar aku bawa sendiri tas itu. Tidak perlu repot-repot untuk membawanya." keluh Tao.
"Tidak apa. Biar gege bawakan." jawab Kris dengan senyumnya. Namun, matanya melirik sedikit kearah Chanyeol, Chanyeol yang menyadari Kris melihatnya pun hanya bisa memalingkan wajah dan tanpa sadar, Chanyeol justru merebut tas yang di bawa Baekhyun.
"Yak! Apa-apaan kau?" teriak Baekhyun yang kaget atas ulah Chanyeol yang tiba-tiba.
"Cerewet! Ini biar aku saja yang bawa." ucap Chanyeol lirih.
"Terimakasih Chanyeol." Baekhyun berucap sembari menutupi pipinya yang merona.
*KT*
"Huaaaaaa… Rasanya sudah lama sekali aku tidak kesini. Kenapa pengunjungnya banyak sekali. Waahhh lihat itu hyung! Indah sekali. Disana juga hyung! Besar sekali." celoteh Tao begitu mereka sampai di Chibi Land sambil menunjuk kesana kemari.
"Yak! Yak! Jangan berisik panda." tegur Baekhyun yang merasa terganggu dengan kecerewetan Tao.
"Aisshhh hyung!" Tao mempoutkan bibirnya karena sebal. Sedangkan Kris hanya terkekeh melihat aksi Tao sedari tadi. Dan Baekhyun pun dapat melihat Chanyeol yang tengah sibuk menutupi muka dan telinganya yang merah dengan topinya karena tadi Chanyeol sempat melihat Tao yang mengerucutkan bibir tipisnya.
"Zi Tao." panggil Baekhyun lirih.
"Ya?"
"Hyung ingin naik itu." tunjuk Baekhyun ke arah kereta gantung di atas sana. Tao pun mengikuti arah telunjuk Baekhyun.
"Hyung ingin berbicara sebentar dengan Chanyeol. Jadi kita sendiri-sendiri ya. Tidak apa kan?" tanya Baekhyun dengan senyum tipis. Dan hanya di angguki oleh Tao. Setelahnya, Tao berjalan kearah Kris dan menariknya pergi ke tempat lain.
Baekhyun pun mendekati Chanyeol. Setelah cukup dekat, Baekhyun menepuk pundak Chanyeol pelan.
"Chanyeol, aku ingin bicara sesuatu dengan mu. Kumohon ikuti aku." Baekhyun berujar sangat lirih dan langsung melangkah terlebih dahulu menuju ke kereta gantung, sedangkan Chanyeol mengikuti di belakang dengan alis menyatu tanda bingung.
Keheningan menyapa keduanya saat sudah berada di dalam kereta gantung. Kini kereta gantung tersebut sudah mulai melaju keatas, menampakkan keindahan Chibi Land dari atas. Mereka berdua duduk saling berhadapan.
"Chanyeol." panggil Baekhyun lirih yang membuat Chanyeol yang sedang menatap pemandangan di bawah kini memusatkan perhatiannya pada Baekhyun.
"Aku merasa sangat sedih saat melihatmu merasa kecewa. Tapi daripada merasa kecewa sendirian, lebih baik melibatkan orang-orang disekitarmu kan?" tanya Baekhyun, namun Chanyeol tidak merespon apa pun juga.
"Aku selalu ingin Chanyeol mau berbagi apa pun denganku. Aku sangat suka bila di libatkan dalam semua rasamu." jelas Baekhyun yang tersenyum begitu lembut dan menatap Chanyeol tepat di mata. Namun lagi-lagi Chanyeol diam. Baekhyun pun menunduk, berusaha menutupi matanya yang merah menahan tangis.
"Maaf." Baekhyun segera mengangkat kepalanya begitu mendengar suara bass Chanyeol. Bukan karena apa-apa, hanya saja ini adalah ucapan maaf pertama yang di keluarkan dari bibir Chanyeol sejak mereka bertemu.
"Apakah aku harus mengatakan semuanya padamu?" Baekhyun pun hanya tersenyum lemah mendengar pertanyaan Chanyeol. Walau sebenarnya Baekhyun sudah ingin mencekik Chanyeol karena pertanyaan bodohnya itu.
"Tapi, ada orang lain yang aku sukai." seketika senyum pada wajah Baekhyun menghilang. Chanyeol yang tidak sanggup melihat wajah Baekhyun pun langsung menunduk.
"Aku sudah tahu." Baekhyun menjawab dengan wajah tanpa ekspresi. Chanyeol sesegera mungkin mengangkat kepalanya guna melihat raut wajah Baekhyun.
"Tapi, aku sama sekali tidak bisa berhenti menyukaimu. Lagipula, aku pun juga tidak tahu bagaimana cara menghentikannya. AKU MENYUKAIMU PARK CHANYEOL." jelas Baekhyun yang diakhiri dengan teriakan. Chanyeol hanya diam seribu bahasa, tubuhnya kaku, seperti robot.
"Terimakasih Chanyeol, kau sudah mau mendengarkanku. Tapi aku tidak perlu permintaan maafmu." tepat setelah mengucapkan hal itu, pintu kereta gantung terbuka, menandakan permainan kereta gantung telah usai. Baekhyun pun segera berlari keluar dari sana.
*KT*
"Zi Tao!" teriakan seseorang yang sudah tak asing lagi untuk Tao mengintrupsi candaan Tao dan Kris.
"Baekhyun hyung."
"Zi Tao, ayo kita beli minuman dingin." ajak Bakhyun yang langsung menarik tangan Tao untuk berlari bersamanya. Setelah merasa jauh dari Kris, Tao segera melepaskan pegangan Baekhyun pada tangannya. Ia merasa ada yang tidak beres dengan sahabatnya ini.
"Ada apa?" tanya Tao yang kini mengusap rambut hitam Baekhyun.
"Hyung sudah mengatakannya Tao. Hyung sudah hiks…." tanpa bisa di cegah, air mata Baekhyun mulai keluar dengan derasnya, isakan-isakan kecil pun keluar dari bibir Baekhyun.
"Bisakah kata-kata di tarik kembali? Padahal aku tahu kalau sudah ada orang yang dia sukai. Kenapa kata-kata itu keluar begitu cepat dari mulutku? Aku takut pada hal yang akan terjadi nanti. Maafkan aku Tao." gumam Baekhyun. Tao tersenyum lembut kearah Baekhyun, tangannya terulur guna menghapus sungai kecil yang terbentuk di kedua pipi Baekhyun.
"Tidak apa. Hyung, mari kita hilangkan satu per satu hal yang menakutimu. Aku akan mencairkan suasananya. Jika hyung takut bertemu dengan Chanyeol, aku yang akan selalu menemani hyung." ucap Tao dengan senyum yang begitu indah. Dan mau tidak mau, Baekhyun pun ikut tersenyum.
*KT*
"Kau dari mana saja?" tanya Kris begitu Chanyeol datang dan langsung duduk di sebelahnya. Kris mengernyit kala ia melihat penampilan Chanyeol yang berantakan. Rambutnya acak-acaknya dan jaket yang di kenakannya pun terlihat kusut di beberapa bagian. Chanyeol hanya berdecak tidak ingin menjawab pertanyaan dari Kris. Ia justru menyamankan punggungnya pada sandaran kursi dan memejamkan matanya, meresapi udara yang membelai wajah tanpannya.
"Chanyeol ! Kris ! Kami sudah membelikan kalian minuman dingin!" teriak Tao dari jauh. Dalam sekejap, Chanyeol membuka kedua matanya. Di liriknya Tao yang sedang berlari kearah mereka dan Baekhyun yang mengikutinya dari belakang. Chanyeol bisa melihat wajah Baekhyun yang kesal. Mungkin karena tingkah kekanakan Tao. Tao langsung meletakkan beberapa kaleng minuman dingin di sebelah Kris.
"Baekhyun, tolong ambilkan minumannya."
Deg
Baekhyun terdiam untuk beberapa saat, bukan, bukan karena Chanyeol menyuruhnya, namun karena ini pertama kalinya Chanyeol memanggilnya dengan nama, tidak memanggilnya si jelek lagi. Bahkan sampai sekarang, Chanyeol masih memanggil Tao dengan panggilan si jelek, tapi kini Chanyeol memanggilnya dengan namanya. Kelegaan luar biasa di rasakan oleh Baekhyun. Tidak apa jika perasaannya tak terbalas, hal yang terpenting adalah Chanyeol tak menjauhinya sedikit pun. Baekhyun pun dengan segera memberikan minuman dingin itu kepada Chanyeol sambil sedikit mengumpat. Tao yang melihatnya nampak tersenyum lega juga.
"Ayo kita coba segala permainan yang ada disini." seru Chanyeol tiba-tiba dengan senyum lima jarinya. Dan yang lain pun mengiyakan.
Setelah mengatakan hal itu, mereka pun segera bermain segala permainan yang ada. Tapi naasnya, semua kacau karena ulah Tao. Saat bermain cangkir putar, karena terlalu bersemangat, Tao justru merusak setirnya dan berakhir dengan Kris serta Chanyeol yang memperbaikinya. Lalu saat bermain komedi putar, Tao terjatuh dengan tidak elit saat gagal menaiki kudanya. Setelah itu, saat mereka bermain ayunan berputar, sepatu yang di kenakan Tao terlepas dan terbang mengenai kepala orang lain dan itu membuat Baekhyun, Kris serta Chanyeol harus merelakan telinga mereka untuk mendengar omelan dari orang itu dan merelakan punggungnya sakit karena terus membungkuk meminta maaf dan yang paling menyusahkan adalah saat bermain kora-kora, tas Tao terbang dan tersangkut di pohon, untungnya Kris bisa memanjat pohon dan berhasil menyelamatkan tasnya.
"Maafkan aku." ucap Tao lirih sambil menunduk.
"Kau kenapa? Dari tadi tampak memaksakan diri. Ada apa?" tanya Kris lembut.
"Tidak apa ge. Oh ya, ayo kita ke tempat oleh-oleh!" seru Tao tiba-tiba dan segera menarik Baekhyun menjauhi kedua lelaki tanpan itu.
"Tao, jangan memaksakan diri untuk hyung. Hyung tahu, sedari tadi kau berusaha agar kita berempat tidak canggung, tapi bisakah berhenti memaksakan diri seperti itu? Hyung tidak apa, Chanyeol pun bersikap biasa dengan hyung." jelas Baekhyun panjang lebar.
*KT*
Toko oleh-oleh yang berada di Chibi Land tidak begitu besar, barang-barang di sana pun sudah mulai berdebu dan tampak kotor. Tidak begitu banyak barang-barang yang di jual disini. Kini Baekhyun dan Tao nampak asik bermain di deretan boneka sedangkan Kris dan Chanyeol di bagian mainan pesawat remote control.
"Eh yang di sana lucu." seru Baekhyun. Baekhyun pun segera mengambil boneka beef yang di anggapnya lucu itu. Lalu, Baekhyun tak sengaja melihat sebuah tombol pada dada boneka tersebut, Baekhyun pun memencetnya. Dan munculah suara piaono yang mengalun dengan indahnya.
"WAAAAHHHHH, bonekanya bisa berbunyi." pekik Baekhyun. Tao pun segera mendekati Baekhyun.
"Benarkah? Waahhh yang panda ini lucu sekali." setelah mengambil boneka panda, Tao pun mengikuti Baekhyun untuk memencet tombol pada dada boneka dan lagi-lagi suara piano muncul.
"Eh? Kenapa tidak menyala lagi? Apa ini rusak?" tanya Baekhyun panik begitu ia mengetahui kalau bonek itu tidak berbunyi lagi saat dia menekan tombolnya.
"HUUUAAAA AKU MERUSAKNYA!" teriak Baekhyun.
"Hyung, tenang dulu. Sudahlah, kita ganti saja tapi tidak kita beli, mana mungkin kita bisa memperbaikinya kan?" usul Tao. Chanyeol yang kebetulan ada di dekat mereka pun ikut bersuara.
"Itu bukan masalah besar, mungkin saja dari awal sudah rusak kan?" ucap Chanyeol.
"Ahh sudahlah." setelah berkata begitu, Chanyeol segera meninggalkan keduanya.
"Tao." panggil Kris dari kejauhan.
"Apa belanjanya masih belum selesai? Tokonya hampir tutup, ayo kita keluar." lanjut Kris.
"Baik tunggu sebentar." teriak Tao dan Baekhyun. Lalu mereka menuju ke kasir guna mengganti boneka beef yang rusak. Namun, mereka tidak membawa pulang kedua bonekanya.
*KT*
Saat ini mereka berempat sudah berada di pintu gerbang Chibi Land, mereka hendak pulang namun langkah mereka terhenti karena pertanyaan Chanyeol.
"Bisakah kalian tunjukkan arah menuju ke toko oleh-oleh yang tadi? Aku lupa." lalu Kris pun menunjukkan arah-arahnya pada Chanyeol.
"Kalian pulang saja duluan." suruh Chanyeol.
"Ada apa? Apa ada yang ketinggalan?"
"Tidak, aku hanya ada sedikit urusan." setelahnya, Chanyeol segera berlari menjauhi ketiganya.
"YAK! CHANYEOL, KEMBALILAH! TEMPAT INI SUDAH HAMPIR DI TUTUP." teriak Kris namun dianggap angin lalu bagi Chanyeol.
"Sejak kemarin dia aneh."
"Sejak kemarin?" tanya Baekhyun dan Tao berbarengan.
"Iya, semenjak dia berdua saja dengan Tao di stasiun. Begitu sampai sekolah, wajahnya tampak kacau." jawab Kris.
"Apa kau berkata sesuatu padanya peach?" tanya Kris.
"Tidak ge. Hanya memberinya nomor ponsel saja."
"Kita tunggu Chanyeol ya." tiba-tiba Baekhyun berucap untuk mengganti topik yang membuatnya tidak suka dan hanya anggukan tanda setuju yang diterimanya. Lama mereka menunggu hingga mereka melihat Chanyeol sedang berjalan lemas dengan kepala yang menunduk dan wajah yang terlihat sangat suram.
"CHANYEOL." teriak Baekhyun yang membuat Chanyeol terkejut.
"KENAPA KALIAN MASIH DISINI?" bentak Chanyeol.
"Mana mungkin kami meninggalkanmu, bodoh. Jangan bertingkah seenaknya sendiri! Apa yang kau lakukan disana tadi?" ucap Baekhyun. Chanyeol pun segera membuka bungkusan yang ia bawa lalu mengeluarkan boneka beef.
"Ini. Ini barang yang kau rusak kan? Yang namanya mesin, jika di biarkan terlalu lama pasti akan berkarat, dan mungkin saat tadi kau tekan tidak berbunyi bukan karena kau yang merusaknya. Dasar bodoh. Ini biar aku yang memperbaikinya. Setelah jadi aku akan memberikannya kepadamu." Baekhyun terpaku di tempat, wajahnya memanas mendengarkan ucapan Chanyeol. Baekhyun yang salah tingkah segera menarik lengan Tao untuk menjauh dari Chanyeol dan Kris. Kini tinggalah Kris dan Chanyeol disana. Dan tanpa sengaja, mata Kris menangkap benda lain di dalam kantong plastik tempat boneka beef berada.
"Eh, ada boneka 1 lagi." ucap Kris.
"Oh itu, itu untuk Tao."
Greb
Setelah mengatakan itu Chanyeol segera membekap mulutnya sendiri. Kris melebarkan matanya begitu mendengar ucapan Chanyeol.
'Dasar Chanyeol bodoh, kenapa harus bilang itu untuk Tao. Bodoh bodoh bodoh.' umpat Chanyeol dalam hati.
TBC
Bocoran chapter depan : 1. Ada adegan pukul-pukulan
2. Sedikit flashback masa TK ChanTao
3. KrisTao moment bertebaran (?)
Hallo semua. Ini panjang pake banget kan? Maaf jika membosankan. Yiyi udah buatin ChanBaeknya tuh. Semoga suka. Makasih bgt buat yg udh neror Yiyi di fb twitt Ig weibo bbm, nyuruh Yiyi cepet-cepet update, ini udah update yg sayang-sayangku :* . Maaf lama updatenya. Yiyi janjinya sblmnya UAS, tp ini justru tepat saat UAS hari pertama br bs update. Sbnrnya sih mau update dr seminggu yg lalu, tp ada suatu hal yg bkin mood hilang seketika. Untung ada tmn2 sesama author yg udh senior serta tmn-tmn HL, Fanqin, dan KTs yg sdh brbaik hati menyemangati Yiyi. Love you all. Oh iya, entah mengapa cerita ini semakin lama semakin membosankan. Yiyi berharap kalian tetap setia membacanya. Chapter depan FULL KRISTAO yaaa. Jadi tetep pantengin cerita ini ok.
taotaozzi : Ini pertama kalinya anda review setelah 5 chapter saya keluarkan kan? Wah saya mengucapkan trimakasih krna anda mau meluangkan waktu untk mengklik kolom review dan menuliskan kalimat seperti itu. Namun, saya akan lbh bertrimakasih jika anda menggunakan kata2 yg lbih sopan. Saya memang menerima berbagai macam kritik dan saran, tpi tdk dngn cara MENYUMPAH SERAPAHKAN seperti ini. Saya memang pernah mempublish ff ini disalah satu FP di FB, tp bkn berarti saya bs lngsng copy paste seenaknya, jika anda cermati, ada bnyk sekali perbedaan antara yg saya publish di FB dengan di FFN, saya merubah dialog, karakter, alur, dll atas saran dr orang2 yg telah membacanya. Di chapter ini jga bnyak sekali adegan-adeegan baru. Untuk mengedit itu semua tidaklah mudah. Terimakasih sekali atas reviewnya. Saya tunggu review selanjutnya, namun dngn bahasa yg lbh enak lg ya *bow
MimiTao : Hallo. Wah, jd kita berteman di fb dan twitter ya? Maaf ya jika saya memenuhi beranda dan TL anda. Anda bisa kok remove dan unfollow saya jika anda merasa terganggu dengan postingan saya. Bukan sok sibuk. Tapi beneran sibuk. Setiap hari saya menghabiskan waktu di kampus, yang saya pegang hanya handphone, sedangkan laptop saya tinggal di rumah. Setiap ada jadwal kuliah yang kosong otomatis saya akan memegang handphone untuk sekedar mencari info terbaru ttg Tao atau Kris. Itu pun cuma sebentar, hanya update, abis itu pacaran lg sama buku. Saya tdk cari pun psti ada saja orang yg mengirimi saya updatean2an trbaru ttg mereka. Knp saya posting di fb dan twitter? Itu krna permintaan. Prnh saya mncoba untk tdk update di sana. Tp saya jstru d tuduh anti KT. Lalu setiap malam saya buka laptop untuk menyelesaikan laporan KKL, proposal PKL, dan yang bikin saya pusing itu TA, saya sudah semester akhir, sibuk dngn urusan perlulusan (?). Jika saya lelah dengan tetek bengek kuliah, baru deh saya coba meneruskan ff saya #jdicurhat . Oh iya, menulis adalah hobi saya, jd saya tdk peduli dngn banyak atau sdktnya yg mereview ff saya. Walau pun tdk ada yg mereview, saya akan ttp lanjutkan sampai tamat, krn saya sdh brjanji pd slah satu pembaca disini. But, trimakasih reviewnya *bow
Dijamin Masih Perawan : Halloooo :* . Wah maafkan dakuuuuuu. Ini chapter msh bnyk ChanTaonya. Tuntutan cerita beb :* . Tp chap bsok bakal full KrisTao kok. Harap sabar menanti. Ini sudah panjang loh ya! Jangan bosan. Kamu yg minta di panjangin kan? #tiba2salahfokusdikataPanjang. Ini udah update, semoga suka. Terimakasih reviewnya *bow
kumikoverdose : PLEASE JANGAN BUNUH GUE KRNA DISINI MSH BNYK CHANTAONYA. SABAR SABAR OK. LEGOWO. CAPSLOCK IKUTAN JEBOL NIH. Sudah lanjut, semoga suka. Terimakasih reviewnya ya *bow
fallforhaehyuk : bakal Yiyi buat dia cembukur terus fufufufu *ketawasetan. Ini udh lanjut, semoga suka. Terimakasih reviewnya *bow
Juniel Is A Vampire : Jangan kabor loh, sini gue jitak! Itu bukan satu kata neng, itu satu kalimat -.- . Sabar yaah, dedek Chanyeolnya msh khilaf. Eh beb, btw thanks ya. Udh bkn gue semangat lg #ketjup.
kim : Emang Leeteuk sadis ya? Wkwkwk Yiyi sengaja ga ksh nama buat ortu mereka, biar pembaca ngira-ngira sendiri aja :3 . Naga kebakar apinya sendiri. Terimakasih reviewnya *bow
peachpetals : Kris said "Ah lu mah bisanya nakut2in gue doang." #pundung. Liat pipi Tao plus tepung jd kaya oreo, disamber dah ama Kris. Makasih reviewnya ya *bow
KrisTaoTao : Ini udah next, semoga suka. Makasih reviewnya *bow
ariviavina6 : Sini tos dulu #toss.. Baekhyunnya nanti kebagian cintanya Cenyol kok. Sabar ya. Terimakasih reviewnya *bow
ShinJiWoo920202 : Sabar sabar. Peletnya Baekhyun blm bkrja. Trimakasih reviewnya *bow
Aiko Michishige : Aduh pename km ngingetin Yiyi sama bias (Shigeaki) yg hilang entah kmna T_T #gananya . Chan suka Tao, tp nantinya dia sadar kok. Ini udh lnjut, smoga suka. Mksh reviewnya *bow
YasKhun : Wah, maaf sblmnya, tp sprtinya ff yg itu saya cancel, ada sdkt msalah yg tdk bs d jlskan. Maaf *bow. Nahhhhhh, Kris emang aslinya badung, mesum, tp di tahan2 wkwk. Mksh reviewnya *bow
aldifirdaus : Annyeong. Ini sudah lanjut, semoga suka. Ahhh terimakasih reviewnya *bow
Xyln : Kris menang banyak dah pokoknya. Maapkan dakuh. Si Baek bakal bahagia bgt kok nantinya. Ini sdh lnjut, smoga suka. Mksh reviewnya *bow
sycarp : Sebenernya jg ga tega. Tp nanti dia bakal bahagia kok, sabar ya. Kita senasip T_T . Aku jg prnh ada di posisi Baek #toss. Mksh reviewnya *bow
Safitri676 : Reaksi Tao seperti itu -.- . Aneh tak? Ini udh lnjt, smoga suka. Mksh reviewnya *bow
junghyema : chap bsk si Kris selangkah lbh maju lg loh. Tunggu aja ya #wink. Ahh mksh udh suka sama cerita aneh ini :* . Mksh reviewnya *bow
Ko Chen Teung : Chap dpn ratingnya naik 0,1 % (?) . Harap menunggu #wink. Mksh buat reviewnya *bow
: *ikutnendangKris . Ini sudah lanjut ya, semoga suka. Konfliknya msh yg ringan-ringan dlu aja. Mksh reviewnya *bow
sukha1312 : Ini sudah update, smoga suka. Konfliknya yg ringan-ringan dulu aja ya. Mksh reviewnya *bow
icegreentealatte : Ini sudah lnjt, smoga suka. Full Kristao momentnya di chapter depan ya. Pantengin aja terus. Mksh reviewnya *bow
Sudah Yiyi balas semua kan? Maaf bila ada penulisan nama yang salah. Maaf jg atas ketidaknyamanannya atas semua balasan review di atas. Terimakasih semua. Kalianlah penyemangat Yiyi. Terimakasih sekali lg untuk reviewnya.
