Take Me!
Sequel dari "I'll take you"
Warn : Shounen-ai, ooc.
Disclaimer : not me
:::Chapter 1:::
Kuroko POV
Saat aku terbangun… aku merasa nyaman, itu saja. Entahlah, aku tidak merasakan hal menyakitkan yang biasanya terjadi di pagi hari, seperti ayah yang tiba-tiba menyuntikan benda asing ke dalam nadiku, atau ibu yang menyuruhku memakan eksperimen aneh buatannya. Damai…
Aku juga merasakan hal aneh, karena saat ini aku tidak berada di kamarku, melainkan di tempat yang tidak kukenali, ruangan ini cukup nyaman dengan kasur yang empuk, selimut yang hangat dan bantal yang lembut. Semuanya terlihat berkilauan karena tertimpa cahaya matahari yang menerobos jendela kamar ini.
Dan lagi…
Kucing hitam ini sedang tidur dengan lelap di atas pangkuanku, walaupun aku cukup bingung dengan situasi ini, rasanya aku tidak ingin membangunkannya… aku membelai kepalanya dan merasakan bulunya yang lembut.
"Ah – kamu sudah bangun?" tanya seseorang yang berada di pintu. Aku kaget dan langsung melihat sosok tersebut. Berpakaian seragam pelayan, wajahnya juga tampan, dan–
Warnanya seperti pisang… bukan pisang yang hijau.
Dia menghampiriku dan memberikanku secangkir teh hangat… um, tehnya berwarna oranye, sehingga aku sempat bingung apakah ini jus jeruk atau teh. Aku menatapnya ragu dan akhirnya kucoba untuk meminumnya… sontak aku langsung tersedak karena merasakan rasa teh ini… asam jeruk bercampur mint... sangat aneh.
"OH! Maaf, apa rasanya bukan seleramu? Sebenarnya itu buatanku, sih… tapi aku tidak mengerti cara memasak," ucapnya sambil mengelap mulutku dengan sapu tangan. Bukannya membuat teh tidak ada hubungannya dengan memasak? Mungkin yang dimaksudnya memanaskan air?
"Ngg… maaf, tapi kamu siapa?" tanyaku. Ia menepuk kepalanya, "Benar juga, maafkan aku, aku lancang begini, namaku Ryouta. Kise Ryouta."
Aku menganggukan kepalaku, "Terimakasih untuk tehnya, Kise-kun," lalu kuminum teh itu sampai habis –walaupun harus bersabar dengan rasanya– dan menyerahkan cangkir kosong itu padanya.
Pelayan itu terlihat terharu dan berkata, "Terimakasih, baru kali ini ada yang menghabiskan teh buatanku." Aku tersenyum kaku dan merasakan getaran dari kucing yang sempat terlupakan ini, matanya terbuka setengah dan ia menguap sambil mengucek matanya. Terlihat lucu sekali.
Aku kembali membelai dari kepala sampai badannya dengan sayang, dan tersenyum senang, ternyata saat kualihkan pandanganku dari bulunya yang lembut, ia sedang memperhatikanku, "Ada apa?" tanyaku. Ia menoleh dari arahku dan berjalan kearah pintu untuk keluar meninggalkan aku berdua dengan Kise-kun.
"Hmm, sepertinya tuanku hanya sedang malu," kata Kise-kun, "tuan"? Maksudnya kucing hitam itu…
Kise memperhatikanku, dia duduk di kasur, dan berkata, "Semalam, tuan muda membawamu di pelukannya, saat itu aku tahu, kalau ia sedang memegang kontrak dengan dirimu," dia memberi jeda sejenak dan kembali bercerita, "Saat itu kondisimu sangat kritis, bahkan saking banyaknya racun yang ada di dalam tubuhmu, detak jantungmu sempat berhenti beberapa kali, tapi akhirnya tuan muda menolongmu dengan kekuatannya."
Aku terkejut, jadi kejadian itu terjadi sebelumnya?
"Aku dan kucing itu memegang kontrak?" tanyaku, dan kise-kun mengangguk. "Tenang saja, sekali tuan muda berjanji, dia tidak akan ingkar," kise-kun tersenyum padaku, dan melanjutkan, "Oh, iya, nama kucing itu adalah Akashi Seijuro, dia menjadi kucing sementara karena kekuatannya habis setelah menyembuhkanmu."
Aku tertegun, kenapa dia mau melakukan ini padaku? Aku selalu dibenci dan tidak pernah dicintai oleh siapapun…
Aku melihat kucing yang berada dibalik pintu tersebut dan ia juga melihat kearahku dengan matanya yang aneh namun unik itu. Aku dapat merasakan dan mendengarnya, seperti suara telepati yang menggema didalam hatiku.
"Aku akan melindungimu"
– End Of Chapter 1 –
Disini aku ingin memberi pilihan bagi pembaca~ :3 Apakah ingin:
A. Update cerita panjang, tetapi dengan waktu yang lama
Atau
B. Update cerita pendek, tetapi dengan waktu yang singkat
Silakan dipilih~ ^w^
