Take me!

Sequel dari "I'll take you"

Warn: Shounen-ai, ooc.

Disclaimer: not me


Kuroko POV

Sudah seminggu aku berada di tempat ini, namun, jujur saja aku belum begitu terbiasa, kata kise-kun tempat ini adalah tempat yang berbeda dari dunia manusia, secara keseluruhan memang mirip, tetapi berbeda. Aku tidak keberatan tinggal disini, apalagi mereka baik kepadaku… tapi entah kenapa rasanya…

Mungkin aku perlu menanyakan hal ini pada Akashi-kun dulu…

"Ah, tuan kuroko mau kemana?" aku menoleh dan mendapati kise-kun yang sedang mengelap vas bunga yang terbuat dari perak itu. Hah~ semua yang ada disini terlihat berkilauan seperti itu. Kadang membuat mataku sedikit sakit.

"Aku mencari Akashi-kun, tadi aku ke halaman, tapi enggak ada…" kataku sambil menunjuk arah halaman yang berada di bagian belakang rumah. Disana tempat favorit Akashi-kun, karena dia suka bermain dengan kupu-kupu atau lebah disana. Tentu saja aku melarangnya untuk memakan serangga karena tidak bagus untuk kucing.

Kise-kun terlihat berpikir-pikir, lalu berkata, "Hmm, biasanya kalau tuan muda sudah tidak bermain di halaman, itu artinya dia sudah kembali ke sosok manusianya." Ia lalu memberitahuku dimana kamar Akashi-kun.

"Biasanya tidak ada yang boleh masuk ruangan ini, tapi kalau tuan kuroko, rasanya tuan muda akan menerima," setelah itu kise-kun membuka pintu yang berlapiskan warna merah tersebut dan terlihat tangga panjang menuju kamar Akashi-kun. Aku pun menuruni tangga tersebut –yang cukup membuatku berkeringat– dan sampailah aku kembali di depan pintu yang berlapis cat warna merah. Dan digantung papan bertuliskan Seijuro.

Sedikit ragu, namun akhirnya kuketuk pintu tersebut, tetapi setelah beberapa saat tidak ada yang menjawab akhirnya aku mencoba memanggilnya, "Akashi-kun, kau ada didalam?" tanyaku sedikit berteriak. Lagi-lagi tidak ada jawaban. Kalau begini sia-sia aku menuruni tangga yang panjang itu dan kini aku harus kembali dengan menaiki tangga ini lagi.

Saat aku mulai menaiki tangga, aku merasakan seseorang menarik tanganku, aku menoleh berpikir kalau mungkin itu Akashi-kun. Namun, betapa terkejutnya aku ketika melihat orang lain. Tetapi karena gelap aku hanya bisa melihatnya secara samar…

"Kamu siapa?" tanyaku. "Harusnya aku yang bertanya begitu, kamu siapa?"

aku menatapnya kebingungan. Aku belum pernah melihat orang ini sebelumnya, dan sepertinya juga bukan Akashi-kun… karena tinggi badannya.

"Shintarou, apa yang kau lakukan disitu?" tanya seseorang yang aku yakin itu adalah Akashi-kun. Kemudian, ruangan menjadi lebih terang dari sebelumnya karena lampu telah dinyalakan. Kini aku dapat melihat orang yang masih memegang tanganku ini. Err, wortel?

Karena dia sekarang memakai baju berwarna oranye, dan lagi rambutnya yang hijau itu… membuatnya terlihat sangat mirip wortel. Dia juga memegang aquarium berisi ikan mas, untuk apa benda seperti itu…

"Ah, tetsuya, kenapa kau disini?" tanya Akashi-kun yang membuatku kembali sadar. Aku juga dapat melihat sosok Akashi-kun yang waktu itu aku temui, tapi kali ini ia tidak bersayap, juga tidak ada ekor dan telinga kucing.

"aku ingin bertemu akashi-kun, tapi ada orang ini," jawabku sambil menunjuk wortel yang masih memegang tanganku. Ia langsung menarik tangannya dariku. "Siapa yang "orang ini"? harusnya aku yang bilang begitu, aku belum pernah melihatmu sebelumnya," kata orang itu dengan ada yang menyebalkan.

"Lebih baik kita masuk dulu dan membicarakan hal ini sambil minum teh," tawar Akashi-kun yang akhirnya kami setujui.


Akhirnya aku tahu kalau wortel ini bernama Midorima Shintarou, dia adalah sepupu jauh Akashi-kun. Dia datang kesini untuk meminta aquarium yang sejak tadi dibawanya itu, katanya sih "lucky item" tapi aku tidak begitu peduli dengan hal itu.

"Jadi ini anak yang kau ambil dari dunia manusia?" tanya midorima-kun dengan sedikit terkejut, lalu ia melanjutkan, "Ternyata tidak ada bedanya dengan kita."

"Aku juga berpikir begitu, tapi anak ini memang sedikit berbeda dari umumnya," kata Akashi-kun, aku mengerti apa yang ia maksud, kekuatan "penyembuh" yang kumiliki ini. Aku juga tidak tahu kenapa bisa memilikinya.

Midorima-kun terlihat bingung namun memutuskan tidak menanyakan lebih lanjut, mungkin inilah yang kusukai darinya, karena ia tidak suka ikut campur urusan orang lain.

"Tetsuya tadi kamu mau membicarakan apa?" aku teringat kembali tujuan awal kenapa aku ke kamar ini. Aku menatap Akashi-kun ragu tapi akhirnya kuputuskan untuk mengatakannya.

"Begini Akashi-kun…"

Aku memberi jeda sejenak.

"Aku ingin bertemu orangtuaku."

– end of chapter 2 –

Yey, akhirnya selesai juga chapter duanya! :3 sebenernya aku cukup kebingungan menentukan sepupu Akashi-kun, tadinya aku pikir aomine lebih cocok tapi akhirnya kuganti dengan midorima nwn… karena aomine-kun entar ada tugas lainnya :3

Lalu maaf kalo chapter ini sangat membosankan ;A; chapter berikutnya enggak deh u_u…

Hasil kemaren sepertinya di dominasi dengan pendek dengan waktu singkat, tapi karena ada juga jawaban yang aku tidak mengerti jadi aku batalken poll itu deh n huwaa maaf….

Terimakasih untuk yang sudah membaca, favorite, dan follow fanfic ini ^w^!

Reply untuk guest:

akakuro : ini sudah update :D terimakasih sudah membaca ^w^

kufufufu-chan : iyaa, ini udah update, maaf kalo masih pendek ;A; terimakasih sudah membaca *3*