Mine is Yours

Title : Mine is Yours (Chapt4)

Writer : MrsDoubleV

Genre : Drama, Hurt/Comfort, Family

Rated : T+

Main Cast : Kim Taehyung, Jeon Jungkook, Kim Seokjin

Other Casts : Bangtan's members

Semua cast milik Tuhan, para orang tua dan diri mereka masing-masing serta Big Hit ent. Saya hanya meminjam mereka disini.

Warning : GS (Gender Switch), OC (Original Character), typo(s), bahasa non baku dan ada sedikit dirty talk, NC inside

Ide, alur cerita semua milik saya so DON'T BE A PLAGIATOR! Lihat rated! M 18+ untuk -18, lebih baik out dari sini ya *pyong*

.

.

MrsDoubleV

.

.

Sudah hampir 6 bulan lamanya Taehyung tak mendapat kabar dari Jungkook. Dan selama 6 bulan itu Taehyung terus uring-uringan dan memikirkan Jungkook. Ia sudah mencoba mencarinya kemanapun namun ia tidak pernah menemukan Jungkook. Taehyung hampir gila dibuatnya.

PUK

Sebuah tangan menepuk bahu Taehyung perlahan. Taehyung menolehkan kepalanya dan mendapati Jin tersenyum ke arahnya. Jin mendudukan dirinya di bangku taman universitas tepat di samping Taehyung.

"Aku tahu bagaimana frustasinya dirimu karena tidak bisa menemukan Jungkook." Ujar Jin dan Taehyung hanya diam mendengarkan.

"Tapi, hei hidupmu masih panjang. Aku yakin jika Jungkook tahu keadaanmu jadi kacau begini, ia pasti akan sedih. Kau seperti bukan Taehyung yang aku kenal. Kemana Taehyung yang selama ini selalu bersikap aneh, hmm?" Ujar Jin mencoba menghibur Taehyung.

"Nah seperti itu lebih baik, bukan?" Ujar Jin saat melihat senyum terkembang di wajah Taehyung.

"Chagiya!" Panggil seseorang membuat Jin menolehkan kepalanya diikuti oleh Taehyung.

"Namjamu sepertinya akan cemburu melihat kedekatan kita ini, Jin." Ujar Taehyung setengah bercanda.

"Hai, Tae." Sapa namja berkulit putih dan berambut cokelat itu pada Taehyung.

"Hmm.. Hai, Yoongi. Jin, sepertinya Yoongi kesini karena ingin menagih janjimu." Ujar Taehyung yang hanya dibalas senyuman oleh Yoongi.

"Aku tahu, aku tahu. Karena itu jangan mengingatkanku! Apa kau mau ikut kami? Yoongi mengajak makan siang bersama. Mau?" Tawar Jin.

"Ani, aku tidak mau menggangu acara kencan kalian. Sudah sana kalian pergilah."

"Siapa yang kencan? Hanya makan siang biasa. Ayolah... Daripada kau sendirian disini? Kau mau mati kelaparan?"

"Astaga Yoongi coba ajarkan yeojamu ini agar jangan sembarangan bicara ckckck"

"Benar kata Jinnie. Ayolah ikut saja. Aku sama sekali tidak keberatan jika kau ikut." Kini giliran Yoongi yang berbicara.

"Nah kajja!" Jin menarik sebelah tangan Taehyung namun Taehyung tetap pada posisinya.

"Yoongi sebaiknya cepat bawa yeojamu pergi! Aigoo tanganku sakit nih!" Keluh Taehyung.

"Ishh dasar! Padahal niat kami kan baik! Yasudah kalau kau tidak mau ikut! Kajja kita pergi! Biarkan saja dia kelaparan disini!" Ujar Jin acuh sambil berjalan mendahului Yoongi yang hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sikap yeojachingunya itu.

"Yoongi! Aku harap kau bisa menjaga Jin si cerewet itu. Jangan pernah buat dia menangis. Bahagiakan dia, arra?" Ujar Taehyung setengah berteriak yang dibalas acungan jempol dari Yoongi.

-Yoongi namja yang sangat pantas untuk yeoja sebaikmu, Jin. Aku yakin Yoongi akan selalu membawa kebahagiaan untukmu.- batin Taehyung.

SKIP

Ballroom hotel itu tampak ramai dikunjungi para tamu. Bisa dilihat beberapa tamu dengan berbagai macam pakaian formal mereka terlihat mondar mandir di sana. Senyum dan tawa selalu terlihat di wajah mereka berbeda dengan seorang namja yang terlihat merenung di sudut ruangan sambil memegang segelas minuman. Sesekali temannya yang lain mengajaknya mengobrol namun sepertinya namja itu merasa tak tertarik. Ia hanya sesekali membalas dengan anggukan atau gelengan kepala saja setiap diajak bicara.

"Hei, Taehyung. Sampai kapan kau akan minum? Ini sudah gelas yang ketiga. Jika kau mabuk, siapa yang akan membawamu pulang?" Ujar seorang namja lain.

"Hanya minuman seperti ini tidak akan membuatku mabuk, Namjoon. Tenang saja." Ujar Taehyung santai dan meminum minumannya kembali dalam sekali teguk.

"Ada apa denganmu? Apa kau masih belum mengikhlaskan Jin bertunangan dengan Yoongi sampai kau minum sebanyak ini?" Tanya namja berambut blonde yang bernama Namjoon itu.

"Hei, Tae, Joon. Terima kasih sudah datang di acara pertunangan kami." Ujar Yoongi yang baru saja menghampiri Taehyung dan juga Namjoon bersama Jin.

"Tae, kau kenapa?" Tanya Jin sedikit khawatir pada Taehyung yang terlihat berbeda. Taehyung terlihat sempoyongan dan wajahnya sudah memerah.

"Sepertinya ia sudah mulai mabuk. Aishh memang menyusahkan dia ini. Biar aku yang urus Taehyung dan kalian bisa melanjutkan pesta kalian." Ujar Namjoon sambil membawa Taehyung keluar dari ballroom.

"Ada apa dengannya?" Tanya Yoongi pada Jin.

"Entahlah mungkin ia masih memikirkan... Eh? Sepertinya aku mengenalnya." Ujar Jin saat ia melihat seorang yeoja berjalan keluar dari ballroom. Yoongi mengikuti arah pandang Jin namun ia tidak menemukan siapapun.

"Ahh mungkin hanya halusinasimu. Tidak ada orang disana. Kajja kita lanjutkan pesta kita." Ujar Yoongi sambil merangkul pinggang Jin mesra.

SKIP

"Kau ini menyusahkan sekali, Tae. Gara-gara kau aku jadi kehilangan kesempatan untuk berkenalan dengan para yeoja cantik disana. Astagaaa..." keluh Namjoon.

"Salahmu sendiri kenapa membawaku keluar. Sudah sana kau kembali saja. Aku baik-baik saja kok. Aku tidak mabuk seperti yang kau pikirkan." Ujar Taehyung.

"Jeongmal? Baiklah aku akan kembali ke dalam. Tapi aku harap kau jangan membuat ulah ya." Namjoon pun melangkahkan kakinya kembali masuk ke dalam ballroom meninggalkan Taehyung yang berdiri di depan pintu ballroom itu.

Taehyung berjalan tak tentu arah. Ia berjalan mengikuti kemana kakinya membawanya hingga ia sampai di sebuah taman yang letaknya tidak begitu jauh dari ballroom. Taman itu sangat sepi namun terkesan sangat indah dengan adanya air mancur tepat di tengah taman itu. Taehyung mendudukan dirinya pada sebuah bangku di dekat air mancur itu. Ia mendongakkan kepalanya dan memandang langit.

"Iya, eomma. Hanya sebentar saja kok."

"Eomma aku bukan anak kecil lagi..."

"Iya aku baik-baik saja. Sudah ya..."

Yeoja itu segera menutup teleponnya. Ia mendudukan dirinya di bangku di dekat air mancur itu. Sesekali ia melihat ponselnya dan menggerutu kesal. Ia kesal karena eommanya yang selalu menghubunginya tanpa tahu tempat dan waktu. Ia merasa seperti anak kecil yang selalu di khawatirkan oleh orang tuanya.

"Haahhh nyaman sekali disini..." ujar yeoja itu sambil memejamkan matanya dan menikmati angin malam yang menerpa wajahnya.

Taehyung merasa ia tidak sendiri disini. Ia menolehkan kepalanya ke samping kanan dan mendapatkan ada seorang yeoja yang duduk tak jauh darinya. Ia memperhatikan yeoja itu dan membulatkan matanya.

-Aku rasa mungkin aku benar-benar mabuk sekarang.- batin Taehyung.

"Je-Jeon Jungkook?" Panggil Taehyung dan yeoja yang duduk tak jauh darinya itu menolehkan kepalanya, menatap Taehyung dengan pandangan bingung.

"Kau benar-benar Jeon Jungkook? Aku rasa aku mungkin sudah sedikit mabuk sekarang." Ujar Taehyung sambil mengucek matanya.

"Kau siapa ya?" Ujar yeoja itu sambil menatap Taehyung dengan pandangan bingung.

"Kau tidak ingat padaku? Aku Tae-"

"Yeobosaeyo? Eomma? Ne, ne aku akan kembali sekarang... Ne, ne..." ujar yeoja itu sambil berjalan meninggalkan taman, meninggalkan Taehyung yang masih diam mematung melihat kepergiannya.

SKIP

Taehyung masih memikirkan kejadian di taman itu. Ia yakin saat itu ia sedang tidak mabuk dan ia benar melihat sosok Jungkook disana. Tapi ada yang berbeda dari yeoja itu. Rambutnya yang dulu hitam sebahu kini jadi berwarna cokelat panjang dan bergelombang. Cara berpakaiannya pun berubah. Jungkook yang biasanya selalu terlihat cuek dan terlihat lebih sering mengenakan t-shirt ataupun celana panjang dan hotpants serta sneakers berubah menjadi sosok yeoja yang anggun dengan sebuah gaun cantik dan heels tinggi yang dikenakannya. Dan jangan lupakan bentuk tubuhnya yang terlihat menjadi sangat langsing seperti seorang model. Taehyung tentu saja terkesima dengan penampilan baru Jungkook itu.

"Hei!" Seseorang menepuk bahu Taehyung membuat Taehyung sedikit terkejut.

"Melamun saja! Memang apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Namjoon.

"Ani, aku tidak sedang memikirkan apa-apa." Elak Taehyung.

"Oh ya aku ingin cerita. Kemarin malam aku berkenalan loh dengan seorang yeoja. Ia sangat cantik dan..." Namjoon terus bercerita dengan riang sementara Taehyung kembali sibuk dengan pikirannya. Ia tidak menghiraukan semua yang diucapkan Namjoon.

"Menurutmu, sebaiknya aku harus bagaimana?" Tanya Namjoon pada Taehyung.

"Hei! Kau mendengarkan aku tidak sih? Hei Kim Taehyung!" Panggil Namjoon.

"Ne? Kau bilang apa tadi?"

"Astaga Tae... Kau ini! Aku tidak akan mengulanginya! Sudahlah aku ingin ke kantin! Kau menyebalkan!" Ujar Namjoon sambil berlalu ke kantin.

"Ada apa dengannya?" Tanya Taehyung entah pada siapa lalu kembali melamun.

SKIP

Seorang yeoja kini sedang berada di dalam dapur apartmentnya. Baru saja ia pulang dari universitasnya. Ia berencana akan memasak sesuatu yang spesial untuk namjanya yang kini sedang duduk sambil menonton TV di ruang tengah. Yeoja itu, Jin sedang menyiapkan bahan-bahan sebelum ia mulai memasak.

"Astaga aku lupa belanja! Bahan makananku habis semua... Aigoo..." keluhnya karena hanya mendapati kulkasnya yang kosong.

"Chagiya mianhae... Aku tidak bisa masak. Bahan makananku habis. Eotteokhae?" Ujar Jin pada Yoongi yang sedang asik menonton TV.

"Kalau begitu aku temani belanja saja. Kau mau?" Tawar Yoongi yang dibalas anggukan antusias oleh Jin.

Jin dan Yoongi kini sudah berada di dalam sebuah supermarket. Jin membawa sebuah list belanja sementara Yoongi setia membawa troli dan berjalan di belakang Jin.

"Spagetti, Daging, Keju, Telur, Yoghurt, Susu, Orange Juice, apalagi ya?" Jin kembali bermonolog ria sementara Yoongi hanya diam sambil mengikuti kemana Jin pergi.

"Aku akan membeli beberapa buah dan sayur dulu ya. Kau tunggu disini saja tidak apa kan?" Tanya Jin yang diangguki oleh Yoongi.

Yoongi kini berdiri di dekat tempat penjualan ikan. Yoongi melihat beberapa ikan segar yang dipajang di etalase serta ikan hidup yang ada di dalam akuarium. Ia melihat beberapa yeoja yang sudah lanjut usia sedang memilih-milih ikan serta makanan laut lainnya.

"Oppa!" Panggil seseorang membuat Yoongi menolehkan kepalanya.

"Hai, Jungie! Sedang belanja juga? Tumben sekali..." tanya Yoongi pada seorang yeoja cantik yang membawa sebuah keranjang belanja.

"Ne, sedang bosan saja dirumah makanya aku pergi kesini. Oppa sendiri?" Ujar yeoja itu pada Yoongi.

"Aku hanya menemani Jinnie belanja saja. Kau sendirian saja?"

"Ani, tadi aku pergi dengan maidku juga mungkin ia sedang berkeliling membeli bahan keperluan selama sebulan. Lalu dimana tunanganmu, oppa?" Tanya yeoja itu karena ia hanya melihat Yoongi sendiri disana.

"Sedang belanja buah dan sayuran. Nah itu dia!" Yoongi menunjuk Jin yang datang membawa beberapa plastik buah-buahan dan sayuran segar yang baru saja di pilihnya.

"Oh ya Jinnie kenalkan ini sepupuku yang baru saja kembali dari..."

"Jeon Jungkook?" Ujar Jin sambil membulatkan matanya terkejut melihat yeoja yang tersenyum kearahnya.

"Ne? Apa kau mengenalku?"

SKIP

Jin, Yoongi dan Jungkook kini sedang duduk di dalam sebuah cafe yang letaknya tidak begitu jauh dari super market tempat mereka belanja. Jin terus menatap Jungkook membuat Jungkook salah tingkah karena di tatap oleh Jin, tunangan sepupunya itu.

"Jadi kau sudah mengenal sepupuku ini, Jinnie? Padahal aku saja belum sempat mengenalkan kalian. Di pesta kemarin saja Jungkook sudah menghilang saat aku ingin mengenalkannya padamu." Ujar Yoongi.

"Apa eonnie benar mengenalku? Mian aku sama sekali tidak ingat. Ini pasti karena kecelakaan itu..." ujar Jungkook sedih.

"Kecelakaan? Maksudmu?" Jin bertanya pada Jungkook.

"Ne, sekitar 6 bulan yang lalu aku pernah mengalami kecelakaan saat aku tinggal di Paris. Eomma pernah bercerita kalau saat itu taksi yang aku naiki menabrak sebuah truk pembawa bahan bakar. Eomma tidak menceritakannya secara rinci yang aku tahu saat aku sadar aku sudah berada di rumah sakit setelah 3 hari mengalami koma." Jelas Jungkook.

"Koma? Lalu bagaimana keadaan ae-"

"Ehem apa kita mau pesan makanan dulu? Aku lapar..." sela Yoongi.

"Geurae..." balas Jin meski ia sedikit bingung karena Yoongi yang tiba-tiba memotong ucapannya.

Jin dan Yoongi masih berada di dalam cafe itu meski Jungkook sudah pamit pulang sekitar setengah jam yang lalu. Jin masih menatap Yoongi dengan tatapan dingin membuat Yoongi berkali-kali menghela nafasnya.

"Wae? Kenapa menatapku seperti itu?" Tanya Yoongi pada Jin yang menolehkan kepalanya ke arah lain.

"Wae? Kau marah padaku?" Yoongi merubah posisi duduknya agar bisa memandang wajah Jin.

"Ani, hanya kesal saja!" Balas Jin acuh.

"Wae? Kesal? Memang aku salah apa?" Tanya Yoongi dengan polosnya namun Jin masih tetap acuh.

"Ahh aku ingat... Apa kau kesal karena aku yang tadi menyela pertanyaanmu untuk Jungie?" Tanya Yoongi yang di balas anggukan dari Jin.

"Aigoo... Mau aku jelaskan kenapa tadi aku menyela pertanyaanmu itu, hmm?" Jin pun membalasnya dengan sebuah anggukan antusias.

"Jadi begini. Imo dan Samcheon Jeon melarangku untuk membahas masalah tentang aegi di hadapan Jungie."

"Wae? Memang kenapa? Apa terjadi sesuatu dengan aeginya?"

"Hmm... Kecelakaan itu membuat Jungie harus kehilangan aegi yang dikandungnya." Jelas Yoongi membuat Jin membulatkan matanya tidak percaya.

"Awalnya aku juga sama terkejutnya denganmu. Aku saja tidak menyangka jika Jungie sedang mengandung. Ia mengalami keguguran karena perutnya mengalami benturan yang cukup keras hingga akhirnya yahh kau tahulah akan jadi apa..." jelas Yoongi sementara Jin hanya bisa menutup mulutnya yang menganga karena terkejut.

"Imo dan Samcheon Jeon memanfaatkan keadaan Jungie sekarang untuk membuat Jungie melupakan aeginya. Jungie juga mengalami amnesia permanent akibat dari kecelakaan itu. Jadi kau jangan berpikiran ia hanya melupakanmu tapi semua yang ia alami selama ini menguap begitu saja dari ingatannya. Bahkan ia saja sempat tidak tahu siapa dirinya saat ia sadar dari komanya." Jelas Yoongi dengan nada sendu mengingat kejadian yang menimpa adik sepupunya itu.

"Aigoo... Kasian sekali Kookie... Kenapa yeoja sebaik Kookie harus mengalami semua kejadian seperti itu?"

"Sudah tenanglah... Yang penting Jungie baik-baik saja sekarang. Jinnie, aku mohon kau jangan membahas masalah aeginya ya dihadapannya. Ini semua demi kebaikan Jungie... Kasihan jika ia harus mengetahui semua di saat keadaannya sudah membaik seperti ini. Apalagi usianya masih sangat muda jadi..."

"Ne, aku dan Tae tidak akan membahas masalah itu di depan Kookie." Balas Jin membuat Yoongi bingung.

"Tae? Taehyung? Ada ap- Apa Taehyung juga mengetahui masalah Jungie yang..."

"Taehyung adalah ayah kandung dari aegi Kookie."

"Mwo? Taehyung? Ayah? Kau tidak bercanda kan, Jin?"

"Apa karena masalah itu kau dan Taehyung harus..."

"Ani. Bukan karena itu. Sungguh. Alasan aku dan Tae berpisah bukan karena masalah itu tapi karena..."

"Lalu apa sampai sekarang kau masih mencintai Taehyung?" Tanya Yoongi.

"Apa mak-"

"Apa selama ini kau masih memiliki perasaan pada Taehyung? Kau masih mencintainya?"

"Aniya! Sungguh aku tidak memiliki perasaan apapun lagi pada Tae. Sungguh." Ujar Jin dengan tegas.

"Hahahaha kau lucu sekali sih hahaha aku hanya bercanda kok hahaha kenapa kau anggap serius sih? Hahaha" Yoongi memegangi perutnya yang terasa sakit akibat tertawa keras membuat Jin mempoutkan bibirnya.

CUP

"Jangan cemberut begitu. Mian aku hanya bercanda kok. Kau tampak jelek saat cemberut begitu." Ujar Yoongi setelah mengecup pipi kanan Jin membuat pipi Jin memerah karena malu.

"Yak! Min Yoongi!" Jin memukul lengan Yoongi bertubi-tubi yang hanya di balas tawa dan keluhan dari Yoongi.

SKIP

Seorang namja sedang berjogging di sore hari di dekat Sungai Han. Namja itu adalah Taehyung. Entah kenapa belakangan ini ia sering menghabiskan waktu untuk berjogging. Earphone merah pun selalu menjadi temannya di kala ia melakukan hobby barunya itu. Ia tidak memperdulikan berapa banyak keringat yang dihasilkan ia terus berjogging sampai hari menjelang senja.

DUK

Tanpa sengaja Taehyung menabrak seseorang yang sedang berjongkok membuat orang itu nyaris saja terjatuh kalau saja Taehyung tidak menahan tubuhnya. Orang itu yang ternyata adalah seorang yeoja membungkukkan badannya sebagai tanda terima kasih sekaligus tanda permintaan maafnya pada Taehyung.

"Joseonghamnida... Joseonghamnida saya berjongkok sembarangan sampai tidak melihat anda... Maaf..." ujar yeoja itu pada Taehyung.

"Ani, ani... Saya yang salah saya tidak lihat-lihat saat berjalan. Maaf..." Kini Taehyung yang mencoba meminta maaf pada yeoja yang ditabraknya tadi.

"Ani, saya yang salah, maaf..." ujar yeoja itu masih sambil menundukkan kepalanya. Taehyung mengikuti arah pandang yeoja itu dan melihat sepatu heels yang di kenakannya rusak. Salah satu heelsnya patah membuat sepasang heelsnya jadi tidak seimbang.

Taehyung membuka isi tas ransel yang dibawanya seperti akan mengambil sesuatu. Taehyung mengambil sebuah kantung plastik bewarna putih dari dalam tasnya dan memberikannya pada yeoja itu.

"Ini, pakai saja sandalku. Daripada kau harus pulang dengan keadaan begitu lebih baik pakai ini." Ujar Taehyung.

"Ani, tidak perlu. Aku tidak mau mere-"

"Sama sekali tidak merepotkan kok. Pakailah." Taehyung sedikit memaksa yeoja itu untuk menerimanya.

"Kamsahamnida... Terima kasih banyak..." balas yeoja itu sambil mendongakkan kepalanya, menatap Taehyung.

"Je-jeon Jungkook?" Ujar Taehyung saat ia bisa melihat dengan jelas wajah yeoja di hadapannya itu.

"Ne?"

"Kau benar-benar Jungkook? Ya Tuhan... Gomawo..." Taehyung segera memeluk tubuh Jungkook tiba-tiba membuat Jungkook terkejut.

"Ap-apa yang kau lakukan? Dan siapa kau?" Jungkook melepaskan pelukan Taehyung dengan susah payah.

"Kook? Kau... Tidak ingat pada-ku?"

"Ani. Kau... siapa?"

"Aku... Taehyung. Kim Taehyung? Apa kau benar-benar tidak mengingatku?" Tanya Taehyung dengan ragu-ragu.

"Ani. Aku sama sekali tidak mengingatmu. Apa sebelumnya kita saling mengenal?" Tanya Jungkook membuat Taehyung mengangakan mulutnya tidak percaya dengan pertanyaan yang di utarakan Jungkook.

"Ahh mian aku harus pulang sekarang. Dan terima kasih untuk sandal yang kau pinjamkan padaku. Aku akan mengembalikannya jika kita bertemu lagi... Bye.." ujar Jungkook sambil berlalu dari hadapan Taehyung yang terdiam.

-Jeon Jungkook. Benarkah itu kau?- batin Taehyung.

SKIP

Drrrtttt Drttttt Drrrtttt

Suara getaran itu sedikit mengganggu tidur seorang namja. Namja itu sama sekali tidak berniat untuk bangun tapi menutupi kedua telinganya dengan bantal untuk meredam suara getaran dari ponselnya.

Drrrrtttt Drrttt Drrrtttt

-KIM TAEHYUNG!- teriak seseorang di ujung telepon membuat Taehyung terkejut.

"Nuguseyo?"

-Aigoo Tae ini aku, Jin! Tae apa kau ada di rumah sekarang?- tanya suara dari ujung telepon itu.

"Ne. Waeyo, Jin?"

-Geurae kalau begitu aku dan Yoongi akan ke rumahmu sekarang. Ada yang ingin kami bicarakan dan kau jangan kemana-mana saat kami datang.- putus Jin begitu saja sebelum Taehyung membalasnya.

"Yak! Yak! Aishh aigoo kenapa sih dengan dia?" Keluh Taehyung.

Taehyung segera bangkit dari tidurnya dan berniat untuk mandi. Tadi ia belum sempat mandi setelah pulang dari aktifitas barunya jogging di sore hari. Ia segera melesat ke dalam kamar mandi dan membersihkan dirinya yang bau dengan keringat.

Ting Tong Ting Tong

Baru saja Taehyung selesai berpakaian tepat saat bell rumahnya berbunyi. Taehyung tahu pasti Jin dan Yoongi sudah datang. Taehyung berjalan santai ke lantai bawah karena Bibi Goo, maidnya di rumah pasti sudah membukakan pintu untuk mereka.

"Ada apa? Tumben sekali kalian datang ke rumahku." Ujar Taehyung sambil turun dari tangga.

"Bukannya menyambut kami dulu sebagai tamu kau malah langsung bertanya seperti itu ckckck" ujar Jin yang hanya di balas helaan nafas dari Taehyung.

"Mian aku hanya penasaran saja dengan apa yang mau kalian bicarakan. Sepenting apa sampai kalian datang ke rumahku." Taehyung mendudukkan dirinya di sofa di hadapan Jin dan Yoongi.

"Hmm tapi kau jangan terkejut ya. Ini hmm tentang..."

"Jungkook. Ia ada disini, Tae."

"Aku tahu. Aku sempat beberapa kali bertemu dengannya. Tapi ada yang membuatku bingung. Kenapa ia tidak mengenaliku?" Tanya Taehyung pada Jin dan Yoongi

"Bukan hanya kau, tapi kami juga. Ia sama sekali tidak dapat mengingat masa lalunya."

"Maksudmu, Jongkook mengalami amne-"

"Ne, kau benar. Jungkook mengalami amnesia karena kecelakaan 6 bulan yang lalu."

"Kau bercanda kan, Yoongi? Jin?"

"Untuk apa aku bercanda mengenai keadaan sepupuku sendiri?"

"Sepupu? Jadi Jungkook itu sepupumu?"

"Ne. Bukankah aku sempat menceritakan sedikit tentang sepupuku? Dan Jungkooklah sepupuku."

"Jadi sepupu yang pernah kau bilang akan pindah ke Paris itu adalah Jungkook? Jeon Jungkook? Astaga kenapa dunia sempit sekali..." ujar Taehyung sambil menggelengkan kepalanya.

"Oh ya lalu bagaimana dengan keadaan hmm aegi?" Tanya Taehyung dengan suara pelan. Jin menghela nafasnya sebentar sebelum melanjutkan bercerita pada Taehyung.

"Aegi kalian... Sudah tidak ada, Tae." Balas Jin dengan nada sendu.

"Mak-maksud-mu ap-apa? Aegi sud-"

"Selain membuat Jungkook hilang ingatan, kecelakaan itu juga membuatnya harus kehilangan aegi, anak kalian." Jelas Yoongi membuat Taehyung menegang.

"Aku tahu kau pasti sangat terkejut dengan semua ini. Begitupun aku. Tapi ada hal yang harus kamu tau, Tae."

"Apa?"

"Tolong jangan pernah membahas masalah soal aegi itu di hadapan Jungkook."

"Waeyo? Kenapa aku tidak boleh membahasnya?"

"Ini demi Jungkook, Tae. Apa kau tidak lihat? Jungkook sudah terlihat lebih bahagia dengan kehidupannya yang sekarang. Jangan membuatnya kembali mengingat masa lalunya yang haahhh suram, maaf. Apa kau tidak pernah berpikir untuk membuat Jungkook hidup lebih baik di kehidupan sekarang ini? Meski ya aku tahu kau juga pasti terpukul atas aegi kalian tapi... Jungkook juga..."

"Ne, aku mengerti. Aku akan mengenal Jeon Jungkook yang sekarang. Aku tidak akan membuatnya mengingat masa lalu itu. Aku akan mencobanya."

"Gomawo atas pengertianmu, Tae. Aku hanya tidak ingin Jungkook sepupuku itu menjadi terpuruk seperti dulu. Aku ingin melihat kebahagiaannya." Ujar Yoongi.

-Aku pun juga. Sudah terlalu banyak kesalahan yang aku perbuat padanya. Sudah banyak penderitaan yang aku buat padanya. Mungkin sekarang ini aku bisa membalas semua kesalahanku padanya. Aku akan mencoba untuk mengenalkannya pada kebahagiaan yang harusnya sudah ia dapat dari dulu. Ya, kebahagiaan.- batin Taehyung.

SKIP

Jungkook melangkahkan kakinya di depan sebuah gerbang universitas yang cukup terkenal di Seoul, Bangtan University. Jungkook terkesima melihat betapa luas dan megah universitas itu. Ia bisa melihat gedung-gedung fakultas yang tinggi dan di kelilingi oleh taman yang sangat indah di lihat di musim semi ini. Sejauh matanya memandang, ia bisa melihat warna warni bunga yang bermekaran di taman itu. Jungkook mendudukan dirinya di salah satu bangku taman yang kosong untuk menikmati keindahan taman itu.

"Disini nyaman sekali..." ujarnya sambil memejamkan mata menikmati angin sepoi-sepoi yang menerpa wajah cantiknya. Rambut cokelat panjangnya pun tak lepas di manjakan sang angin meniup-niup rambut halus nan indah itu.

Duk Duk Duk

"Lempar bolanya kesini!"

"Yak! Yak! Sini!"

Pritttt

Jungkook menangkap suara-suara asing di telinganya. Ia mendengar suara bola yang memantul-mantul, teriakan orang-orang dan juga suara pluit. Dan ia yakin semua suara itu berasal dari lapangan yang letaknya tidak begitu jauh dari tempatnya duduk sekarang.

Jungkook melangkahkan kakinya menyusuri jalan setapak yang ada di pinggir lapangan basket. Jungkook dapat melihat beberapa namja dengan pakaian berbeda asik memperebutkan sebuah bola berwarna orange itu. Jungkook juga dapat melihat ada beberapa mahasiswa ataupun mahasiswi yang menonton pertandingan basket itu di bangku penonton yang tersedia di lapangan outdoor itu.

Jungkook pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia mendudukkan dirinya di salah satu kursi kosong yang letaknya tepat di pinggir lapangan. Ia terlihat serius mengamati jalannya pertandingan itu. Meski ia tidak terlalu paham soal basket, namun ia sangat menyukai bagaimana para namja itu mendrible dan mengecoh lawan. Berulang kali ia ikut bersorak dengan penonton lainnya saat kedua tim mencoba memasukkan bola ke dalam ring lawan. Ia sangat menikmatinya.

"Wahhh keren! Wahhh yeyyy masuk!" Sorak Jungkook gembira saat salah seorang pemain berhasil memasukkan bola ke dalam ring lawan. Sangkin senangnya, Jungkook sampai tidak sadar ia di tatapi oleh penonton lainnya karena ia yang terus bertepuk tangan, berteriak-teriak dan melompat-lompat.

"Ahh joseonghamnida... Joseonghamnida..." balas Jungkook lalu kembali ke posisinya semula.

Jungkook kembali serius menonton pertandingan yang sudah berjalan sekitar 30 menit itu. Ia sama sekali tidak merasa bosan melihat kedua tim yang terus memperebutkan bola.

Duk

Tanpa Jungkook sadari, bola berwarna orange itu melambung dan jatuh tepat di depannya. Jungkook mengambil bola berwarna orange itu sebelum salah seorang pemain menghampirinya.

"Bisa kau berikan bola itu padaku?" Ujar pemain itu membuat Jungkook menatap wajah sang pemain.

"Ne, in-ini..." Jungkook memberikan bola orange itu pada seorang namja di hadapannya yang menatap dirinya tanpa berkedip.

"Yak! Cepat kembali! Jangan mencuri kesempatan berkenalan dengan seorang yeoja di saat pertandingan begini!" Teriak namja lainnya membuat namja itu berlari kembali ke lapangan.

Jungkook merasa pipinya memanas saat mendengar teriakan salah seorang pemain tadi. Ia kembali menatap namja yang mengambil bola tadi kembali bermain dan berebut bola dengan pemain lainnya. Entah mengapa Jungkook merasa jantungnya berdetak lebih cepat saat ia melihat wajah namja itu. Namja yang mengenakan baju tim berwarna putih dengan nomor punggung 30 yang begitu menarik perhatiannya.

-Jeon Jungkook, ada apa denganmu?- batin Jungkook.

SKIP

Jungkook baru ingat jika ia memiliki janji dengan Jin untuk bertemu di kantin. Jungkook segera pergi dari pinggir lapangan itu dan bergegas pergi mencari tempat yang bernama kantin sesaat setelah pertandingan basket yang ditontonnya selesai.

Jungkook berjalan tak tentu arah karena ia sama sekali tidak mengetahui letak kantin yang dimaksud oleh Jin. Jungkook berjalan di dalam lorong-lorong berharap ia menemukan tempat bernama kantin itu segera sebelum ia semakin tersesat.

"Aishh kenapa aku kembali ke sini lagi? Aigoo dimana sih letak kantin itu?" Ujar Jungkook frustasi karena ia sadar sedaritadi ia hanya memutari lorong itu beberapa kali.

Jungkook melihat ada seseorang yang baru saja keluar dari sebuah ruangan. Jungkook berniat bertanya pada orang itu sebelum seseorang menepuk bahu kirinya.

"Hai, sedang apa disini?" Tanya namja itu pada Jungkook.

"Hmm maaf sepertinya aku tersesat. Apa kau bisa memberitahuku dimana letak kantin?" Jungkook mencoba bertanya kepada seorang namja yang well terlihat sedikit menyeramkan karena namja itu memiliki banyak tindik di kedua telinganya.

"Oh itu mudah saja. Ayo aku antarkan." Namja itu menggenggam tangan Jungkook dan mengajaknya pergi dari sana. Jungkook pun hanya menurut karena ia berpikir jika namja itu benar akan mengantarnya ke kantin.

"Sebenarnya kita akan kemana?" Tanya Jungkook saat ia sadar jika namja itu membawanya ke lorong yang semakin dalam dan sepi. Jungkook merasa sedikit takut.

"Tenang saja. Aku sama sekali tidak berniat untuk menyakitimu." Ujar namja itu di barengi sebuau seringaian jahat di wajahnya.

"Lepaskan! Tolong lepaskan!" Jungkook mencoba memberontak agar namja itu mau melepaskan tangannya dari Jungkook.

"Tenanglah. Jangan bergerak-gerak seperti itu." Ujar namja itu sedikit kesulitan karena Jungkook yang terus memberontak.

Brakk

Namja itu mendorong tubuh Jungkook hingga membentur dinding dengan cukup keras membuat Jungkook kesakitan. Namja itu kembali mendekatkan dirinya pada Jungkook dan membawa Jungkook semakin ke sudut membuat Jungkook susah untuk lari.

"Hiks apa yang hiks mau kau lakukan ? Hiks hiks" ujar Jungkook saat namja itu mulai mendekatkam wajahnya pada wajah Jungkook.

"Tenang saja. Aku tidak akan menyakitimu. Aku hanya ingin mencicipi tubuhmu ini, cantik..." ujar namja itu membuat Jungkook semakin ketakutan.

"Pergi! Jangan dekati aku! Tolong! Tolong!" Jungkook mencoba berteriak sekuat tenaga berharap ada seseorang yang mendengar dan menolongnya.

"Stt percuma kau berteriak sekuat apapun, tidak akan ada yang menolongmu. Tidak ada siapapun di gedung lama ini selain kau dan aku, manis..." namja itu dengan tidak sabarnya segera membuka cardigan yang di kenakan Jungkook dan melemparkannya ke segala arah.

Bughh

Jungkook segera menendang perut namja itu sekuat-kuatnya membuat namja itu meringis kesakitan karena perutnya baru saja terkena tendangan heels yang dilakukan oleh Jungkook. Jungkook tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk lari.

"Yak! Jangan lari!" Namja itu mencoba bangkit dan berlari mengejar Jungkook.

Jungkook berusaha lari sekencang-kencangnya. Ia berharap ia menemukam seseorang agar bisa menolongnya dari kejaran namja yang hampir memperkosanya. Namun saat Jungkook menolehkan kepalanya ke belakang, Jungkook bisa melihat namja itu berusaha mengejarnya jarak mereka pun terlampau dekat membuat Jungkook putus asa.

Dukk

Tanpa sengaja Jungkook terjatuh di lantai saat heelnya tersandung sesuatu. Jungkook kesulitan untuk berdiri. Ia merasa kaki kirinya terkilir. Namja yang mengejarnya tadi berlari semakin mendekat ke arahnya membuat Jungkook benar-benar ketakutan.

"Hahhh hahhh hahhh akhirnya aku berhasil menangkapmu, yeoja sialan!" Namja itu menjambak rambut Jungkook membuat Jungkook berteriak kesakitan.

"Lepaskan! Akhhh sakit!" Keluh Jungkook saat namja itu semakin menjambak rambutnya.

"Sekarang kau bisa apa, hah? Mencoba kabur dariku lagi? Tidak bisa! Jadi biarkan aku mencicipi tubuhmu ini, cantik..." ujar namja itu dan kembali mencoba menjamah tubuh Jungkook.

"Lepaskan! Tolong! Tolong aku!" Jungkook terus mencoba memberontak dan berteriak untuk meminta tolong.

"Yak! Jauhkan tangan busukmu darinya!" Teriak seseorang membuat Jungkook merasa lega. Setidaknya ada yang berniat menolongnya.

"Hei siapa kau! Berani-beraninya mengganggu kegiatanku! Kau mau cari mati, hah?"

"Lihat yeoja itu saja menolakmu! Sudah lebih baik kau lepaskan yeoja itu!"

"Sialan kau!"

Bughh

Bughh

Bughh

Jungkook bisa mendengar dengan jelas kedua namja itu berkelahi dan saling memghajar satu sama lain. Jungkook merapatkan dirinya ke dinding untuk menghindari perkelahian dua namja di hadapannya. Jungkook memejamkan matanya tidak ingin melihat perkelahian itu.

"Sudah tidak apa-apa. Kau sudah aman..." ujar seorang namja membuat Jungkook kembali membuka matanya.

"Hiks hiks hiks aku takut... Hiks hiks" Jungkook langsung memeluk tubuh namja yang menolongnya itu dan menangis di dalam pelukan namja itu.

"Sudah tidak apa-apa. Kau sudah aman sekarang..." namja itu mencoba menenangkan Jungkook yang masih menangis.

"Tae! Aigoo ada apa?" Teriak seorang namja lainnya yang baru saja datang.

"Ada namja yang membuat kriminalitas disini. Bisa kau bantu aku bawa namja itu menghadap lektor?" Tanya Taehyung pada Namjoon yang datang.

"Ne, ne... Akan aku bawa dia menghadap lektor." Balas Namjoon.

"Sudah tenanglah. Kau sudah aman sekarang. Kajja kita pergi dari sini." Taehyung mencoba membantu Jungkook berdiri.

"Akhh appo..." keluh Jungkook saat mencoba berdiri.

"Kakimu terkilir? Aigoo naik ke punggungku."

"Ne?"

"Naik saja ke punggungku." Jungkook pun mengikuti kata-kata Taehyung.

Taehyung menggendong Jungkook di punggungnya dan berjalan keluar dari gedung tua itu sesegera mungkin. Hari sudah semakin gelap dan sudah hampir petang membuat gedung itu semakin gelap. Namjoon membopoh tubuh tak berdaya namja jahat yang berniat memperkosa Jungkook tadi ikut keluar dari gedung tua itu.

"Gomawo sudah menolongku..." ujar Jungkook sambil menatap Taehyung yang duduk di sampingnya.

Taehyung dan Jungkook kini sudah berada di ruang UGD rumah sakit. Taehyung tadi mengantar Jungkook agar kaki Jungkook yang terkilir segera ditangani agar tidak semakin parah.

"Ne, cheonma. Dan maaf aku datang sedikit terlambat tadi." Balas Taehyung.

"Gwenchana tapi... Darah..." Jungkook menyentuh sudut bibir Taehyung yang mengeluarkan darah.

"Gwenchana. Tidak separah yang kau kira kok. Ini sudah biasa..." balas Taehyung.

"Mian, karena menolongku kau jadi sampai terluka seperti itu." Ujar Jungkook sendu.

"Gwenchana. Lalu bagaimana kakimu? Apa sudah lebih baik sekarang?"

"Hmm sudah lebih baik. Gomawo sudah mengantarku ke rumah sakit. Aku jadi banyak merepotkanmu seperti ini."

"Tidak merepotkan sama sekali kok. Mau aku antar pulang sekarang? Sudah malam..." tawar Taehyung.

"Ani, tidak perlu. Aku sudah menelpon supirku untuk menjemputku disini. Aku tidak mau tambah merepotkanmu lagi. Oh ya aku Jungkook. Jeon Jungkook. Siapa namamu?" Jungkook mengulurkan tangannya mengajak Taehyung berkenalan.

"Aku Taehyung. Kim Taehyung." Taehyung membalas jabatan tangan Jungkook sambil tersenyum.

-Semoga pertemuan kita kali ini dapat memberikan kebahagian untukmu, Kook.- batin Taehyung.

SKIP

Jungkook berjalan sedikit pincang dengan menenteng heels di tangannya. Kaki kirinya yang terkilir kini sudah di perban. Jungkook berjalan perlahan menaiki tangga di bantu oleh Jimin dan Hoseok, maid dan buttlernya.

"Aigoo nona apa yang terjadi? Kenapa kaki nona jadi seperti ini?" Ujar Jimin khawatir melihat kondisi Jungkook sekarang.

"Apa terjadi sesuatu yang buruk pada nona?" Kini Hoseok yang bertanya.

"Awalnya sih iya tapi kalian tenang saja. Aku tidak apa-apa. Lihat kan aku baik-baik saja?" Ujar Jungkook sambil tersenyum.

"Tidak baik-baik saja kalau kaki nona jadi seperti ini." Ujar Jimin yang hanya di balas tawaan dari Jungkook.

"Gomawo Jimin, Hoseok sudah membantuku naik. Kalian kembalilah. Aku sudah bisa berjalan sendiri ke dalam kamarku."

"Apa nona yakin?"

"Ne, Hoseok. Aku yeoja yang kuat. Aku baik-baik saja. Sudah kalian kembalilah. Selamat malam..." balas Jungkook lalu berjalan masuk ke dalam kamarnya.

"Haaa aku harap nona benar baik-baik saja." Ujar Hoseok yang diangguki Jimin.

Jungkook merebahkan dirinya di temapt tidur king size nya yang nyaman. Ia mengambil sebuah boneka kelinci besar yang selalu menemaninya tidur. Ia memeluk boneka itu erat-erat.

"Haaa akhirnya sampai juga di rumah. Hmm Kim Taehyung. Kim Taehyung. Tampan dan baik hati." Ujar Jungkook sambil menatap langit-langit kamarnya.

"Aigoo bukankah mereka namja yang sama? Aigoo pabbo Kook! Kenapa kau sampai lupa? Aigoo..." keluh Jungkook sambil memukul kepalanya.

"Namja di Sungai Han itu, namja yang main basket itu, dia Kim Taehyung! Aigoo" keluh Jungkook sambil berteriak.

CKLEK

"Nona? Gwenchana? Apa nona baik-baik saja? Apa kaki nona sakit? Atau no-"

"Aku baik-baik saja Jimin, Hoseok. Kalian tidak perlu khawatir." Ujar Jungkook sambil menahan tawa melihat kepanikan maid dan buttler nya itu.

"Haaa nona benar-benar membuat kami khawatir. Kami kira nona kenapa-kenapa saat kami dengar teriakan nona." Ujar Hoseok lega.

"Aku baik-baik saja. Sudah kembali lah. Aku ingin istirahat." Ujar Jungkook yang diangguki oleh Jimin dan Hoseok.

-Kim Taehyung. Semoga kita bertemu lagi.- batin Jungkook.

SKIP

Taehyung merebahkan dirinya di temlat tidurnya. Ia merasa tubuhnya sangat lelah sekarang karena habis bermain basket dan juga berkelahi. Taehyung langsung mendudukkan dirinya kala ia teringat Jungkook.

"Apa keadaannya benar-benar baik-baik saja ya?" Ujar Taehyung sendiri.

Tok Tok Tok

"Maaf tuan... Di luar ada tamu yang mencari tuan."

"Katakan padanya untuk menunggu sebentar ya, bi." Balas Taehyung.

"Siapa ya yang datang?"

Taehyung baru saja keluar dari dalam kamarnya dan disambut oleh kedatangan Jin dan juga Yoongi yang berdiri di depan pintu kamarnya membuat Taehyung terkejut.

"Aigoo kalian mengagetkanku saja."

"Salah kau sendiri kenapa tidak turun juga saat tahu kami datang."

"Ck jika tahu kalian yang akan datang, aku akan menyuruh Bibi Go mengusir kalian."

"Mwo? Dasar menyebalkan kau Kim Taehyung!" Ujar Jin kesal.

"Sudahlah chagiya... Jangan marah-marah begitu..."

"Tunanganmu belakangan ini kenapa? Sensitif sekali. Mudah marah-marah ckckck" tanya Taehyung yang dibalas gelengan kepala oleh Yoongi.

"Ada apa kalian datang? Masalah Jungkook lagi? Tenang saja aku tidak pernah membahas masalah aegi lagi saat kami kete-"

"Tadi benar kau yang menolong Kookie?" Tanya Jin.

"Ne. Wae?"

"Ani. Ternyata feelingku benar. Siapa lagi yang mau menolong jika bukan kau, namja yang selalu uring-uringan saat dia meninggalkanmu."

"Mwo?"

"Ne. Itu semua rencana kami. Bagaimana? Sukses bukan?"

"Gila! Rencana kalian ini benar-benar gila! Sangat membahayakan tau! Apa kalian tidak memikirkan Jungkook?" Teriak Taehyung kesal.

"Aigoo... Sudahlah yang penting sekarang Kookie tidak kenapa-kenapa bukan? Dan terima kasih juga pada Namjoom yang ikut membantu kami." Ujar Yoongi.

"Mwo? Namjoon juga ikut terlibat?"

"Ne. Sudahlah... Yang penting kau punya nilai plus dimata Kookie sekarang." Ujar Jin sambil menepuk bahu kanan Taehyung.

"Kalian! Kalau saja tadi terjadi sesuatu yang buruk pada Jungkook, kalian orang yang paling aku salahkan, kalian tahu?" Ujar Taehyung geram.

"Apa sekarang kau benar-benar mencintainya, Tae?" Tanya Jin membuat Taehyung terdiam.

"Ap-apa mak-maksudmu?"

"Apa sekarang kau memiliki perasaan padanya, Tae? Aku tahu dari cara bicaramu saat kita membahas dirinya. Apa kau sungguh mencintainya?" Tanya Jin lagi tanpa mendapat jawaban dari Taehyung.

"Aku tidak tahu, Jin. Aku tidak tahu apa aku benar mencintainya atau..."

.

.

.

.

Hahhh akhirnya chapt 4 selesai... Fast update kan? Hehehe gimana readersdul? Ceritanya makin tambah aneh bin gaje ya? Mian ya karena ide aku hanya begitu-begitu aja :( dan lagi-lagi chapt ini bukan chapt akhir hahhh makin lama ya? Makin buat readersdul penasaran akan endingnya ya? Tenang aja semua bakal Happy End kok apalagi Jin udah nemuin jodohnya yang lain hehe mian ya utk shipper VJin / TaeJin karena untuk aku Tae itu cocoknya sama Kook sih hehe Mereka (TaeKook) cute banget kalo lg bareng huehehe pliss dont bash me, okay? Oh ya memang Official Couple BTS udh keluar ya? Aku gatau loh Officialnya siapa aku juga baru-baru ini suka sama Bangtan hehehe and TaeKook always be my Biases huehehe

Balasan Reviews :

*melizwufan

Aku juga gasabar tp mian harus nunggu lebih lama krn ending nya msh blm rampung nih u.u gomawo ya udh review :)

*WhieKyu88

Duh mian ya udah buat kamu sedih u.u ini udah di lanjut kan? Udah di coba fast ini update nya hehe smoga suka ya :) gomawo udh review :)

Kookie memang ksian banget tp tenang semua akan terbalas kok pngorbanan besar Kook :) happy end pastinya buat Kook :) ne gak akan di end in buru-buru kok chap ini aja bukan end nya hehehe duh apaan ya yg mau di tngkep dr fict ini? Aku rasa alur cerita aj bnyak gak nyambungnya loh duhh but gomawo ya udh review :)

*Dragonius Meidi Lee

Kyaaa Taetae jangan di tindas dong ksian dia T^T sabar chingu semua jawabnnya ada di chapt ini kok hehe dan loh aku dpt ancaman ohh nooo mereka ketemu kok ketemu tenang aja hehe ini udh di lanjut secepatnya kok hehe apa masih kurang cepat? Well gomawo ya udh review :) saranghae dari TaeKook :)

*LKCTJ94

Ini udah di lanjut kok chingu :) fast kan? Hehe ohh TaeKook itu crack pair? Aigoo mian chingu aku baru suka sama Bangtan sih jd gabegitu tau soal Official Pairing nya T^T dan kebetulan TaeKook ini my bias di Bangtan dan aku liat mereka itu lucuuuu banget kalo lagi bareng ahhh my TaeKook.. Andai TaeKook Official Pair huhuhu

*CookingCookies

Chingu Kookie tabah kok dan kuat jalanin semuanya.. Well aku sih disini ksian jg sm Tae. Kenapa? Soalnya dia yg paling susah krn harus milih antara Jin org yg dia cinta atau mau milih Kook sekaligus anak di kndungannya tp well Tae udh memutuskan hal yg terbaik mlepaskan Jin buat namja lain yaitu Yoongi uhuyyy akhirnya Yoongi si Sugasuga ada juga huehehe aku sengaja gamau bahas terlalu banyak ttg orang tua" mreka disini krn aku lbh ngutamain Kook Tae Jin pkknya mreka nya sendiri lah tnp embel" cmpur tngn org tua mereka kalo gk critanya nnti mlh mkin berbelit" heheh dan tadahhhh ini udh di update secepatnya kan hehe smoga suka ya sm chap ini :) gomawo udh review :)

Oh ya Special for nugu, Lulu Auren mian krn aku gabisa balas review kalian ya :) tp akan aku usahakan balas review kalian lg di chapt" depan :)

Ok readersdul tetap dukung aku yaaaa dan jgn lupa kritik saran dan masukan dari kalian untuk aku hehe dan yang penting review plis review karena aku sangat butuh review dari kalian jeballll *puppyeyes*

Well bye readersdul sampai ketemu di chapt depan :) see you :) SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA :) salam, TaeKook ^^