Mine is Yours
Title : Mine is Yours (Chapt5)
Writer : MrsDoubleV
Genre : Drama, Hurt/Comfort, Family
Rated : T+
Main Cast : Kim Taehyung, Jeon Jungkook, Kim Seokjin
Other Casts : Bangtan's members
Semua cast milik Tuhan, para orang tua dan diri mereka masing-masing serta Big Hit ent. Saya hanya meminjam mereka disini.
Warning : GS (Gender Switch), OC (Original Character), typo(s), bahasa non baku dan ada sedikit dirty talk, NC inside
Ide, alur cerita semua milik saya so DON'T BE A PLAGIATOR! Lihat rated! M 18+ untuk -18, lebih baik out dari sini ya *pyong*
.
.
MrsDoubleV
.
.
Taehyung baru saja keluar dari dalam kamarnya dan disambut oleh kedatangan Jin dan juga Yoongi yang berdiri di depan pintu kamarnya membuat Taehyung terkejut.
"Aigoo kalian mengagetkanku saja."
"Salah kau sendiri kenapa tidak turun juga saat tahu kami datang."
"Ck jika tahu kalian yang akan datang, aku akan menyuruh Bibi Go mengusir kalian."
"Mwo? Dasar menyebalkan kau Kim Taehyung!" Ujar Jin kesal.
"Sudahlah chagiya... Jangan marah-marah begitu..."
"Tunanganmu belakangan ini kenapa? Sensitif sekali. Mudah marah-marah ckckck" tanya Taehyung yang dibalas gelengan kepala oleh Yoongi.
"Ada apa kalian datang? Masalah Jungkook lagi? Tenang saja aku tidak pernah membahas masalah aegi lagi saat kami kete-"
"Tadi benar kau yang menolong Kookie?" Tanya Jin.
"Ne. Wae?"
"Ani. Ternyata feelingku benar. Siapa lagi yang mau menolong jika bukan kau, namja yang selalu uring-uringan saat dia meninggalkanmu."
"Mwo?"
"Ne. Itu semua rencana kami. Bagaimana? Sukses bukan?"
"Gila! Rencana kalian ini benar-benar gila! Sangat membahayakan tau! Apa kalian tidak memikirkan Jungkook?" Teriak Taehyung kesal.
"Aigoo... Sudahlah yang penting sekarang Kookie tidak kenapa-kenapa bukan? Dan terima kasih juga pada Namjoom yang ikut membantu kami." Ujar Yoongi.
"Mwo? Namjoon juga ikut terlibat?"
"Ne. Sudahlah... Yang penting kau punya nilai plus dimata Kookie sekarang." Ujar Jin sambil menepuk bahu kanan Taehyung.
"Kalian! Kalau saja tadi terjadi sesuatu yang buruk pada Jungkook, kalian orang yang paling aku salahkan, kalian tahu?" Ujar Taehyung geram.
"Apa sekarang kau benar-benar mencintainya, Tae?" Tanya Jin membuat Taehyung terdiam.
"Ap-apa mak-maksudmu?"
"Apa sekarang kau memiliki perasaan padanya, Tae? Aku tahu dari cara bicaramu saat kita membahas dirinya. Apa kau sungguh mencintainya?" Tanya Jin lagi tanpa mendapat jawaban dari Taehyung.
"Aku tidak tahu, Jin. Aku tidak tahu apa aku benar mencintainya atau..."
"Aku menghargai bagaimanapun perasaanmu padanya. Tapi aku hanya minta padamu. Jangan buat dia kecewa ataupun menangis karenamu. Kau tahu kan maksudku?" Ujar Yoongi yang diangguki oleh Taehyung.
"Apapun hubungan kalian nantinya, buatlah Kookie bahagia." Sambung Jin yang di balas sebuah anggukan lagi dari Taehyung.
-Aku akan berusaha sebisaku membuatnya bahagia. Aku janji.- batin Taehyung.
SKIP
Seminggu sudah berlalu. Keadaan kaki Jungkook pun sudah lebih membaik. Ia sudah bisa berjalan normal seperti biasa. Pagi ini berbeda dari pagi-pagi sebelumnya. Biasanya ia akan bangun jam 7 pagi namun sejak jam setengah 6 ia sudah membuka matanya dan enggan untuk terpejam lagi. Itulah yang membuatnya memutuskan untuk berjogging mengelilingi kompleks rumahnya. Lagipula udara pagi juga masih segar dan sehat.
Jungkook mengenakan t-shirt putih dan celana hotpants nya dengan warna senada. Tidak lupa ia juga mengenakan jaket varsity warna merah favoritnya. Rambut cokelat panjangnya ia kuncir satu agar tidak menghalangi jarak pandang matanya nanti. Ia mengambil sebuah tas ransel kecil miliknya dan memasukkan earphone merah dan juga handuk kecilnya.
Merasa tidak ada yang tertinggal, Jungkook kemudian mengenakan sepatu kets putihnya dan beranjak dari dalam kamarnya. Sebelum pergi, ia mencari Jimin ataupun Hoseok dulu untuk berpamitan. Ia tidak ingin maid dan buttler nya itu khawatir saat tidak mendapati dirinya di kamar saat mereka mencarinya.
"Ehem... Pagi-pagi kalian sudah mesra saja." Ujar Jungkook saat menemukan kedua maid dan buttlernya saling mengobrol dan menautkan tangan di dalam dapur.
"Ahh No-nona Jeon.. A-ada apa Nona?" Tanya Jimin gugup. Jungkook hanya terkekeh melihat raut kegugupan di wajah maidnya itu.
"Ani. Hanya ingin pamit dengan kalian. Aku ingin pergi jogging dulu. Tapi sepertinya aku mengganggu kalian ya? Mian..." ujar Jungkook dengan polosnya sambil menahan tawa di hatinya.
"Oh begitu. Oh ya apa Nona sudah membawa air minum?" Tanya Hoseok mencoba mencairkan suasanya. Wajahnya tampak biasa saja berbeda dengan Jimin yang hanya bisa menunduk sambil menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah.
"Belum."
"Kalau begitu ini. Nona bawa saja..." Hoseok menyerahkan 2 botol air mineral yang masih di segel kepada Jungkook.
"Gomawo. Kalau begitu aku pergi dulu ya. Selamat bermesraan..." pamit Jungkook meninggalkan dua pasangan yang saling memandang itu.
Mungkin sudah sekitar 20 menit Jungkook berjogging mengelilingi kompleks perumahannya. Nafasnya mulai terengah-engah. Ia menolehkan kepalanya ke segala arah untuk mencari tempat agar ia bisa beristirahat sejenak.
Jungkook duduk di pinggir lapangan basket. Ia menyelonjorkan kakinya dan mengatur nafasnya kembali. Ia mengambil satu botol air minum yang tadi di berikan Hoseok karena ia sedang butuh air sekarang. Ia menegak air itu hingga tersisa separuhnya.
"Haaaa melelahkan tapi mengasyikan juga..." ujar Jungkook sambil memandang ke arah depan.
Ia baru menyadari jika ia sedang tidak sendiri disana. Di lapangan itu ternyata ada seseorang yang sedang asik memantulkan bola berwarna orange yang biasa di sebut bola basket. Sesekali orang itu melemparkan dan memasukkan bola itu ke dalam ring.
Jungkook memperhatikan gerak-gerik seorang namja yang mengenakan t-shirt putih dan celana selutut berwarna hitam serta sepatu kets khusus bermain basket itu tanpa berkedip. Entah kenapa namja itu seolah menghipnotis dirinya hingga membuatnya terlihat seperti orang bodoh terus mengikuti kemana arah namja itu berlari.
"Hahhhhh" Jungkook bisa mendengar suara teriakan namja itu. Sepertinya namja itu sudah terlihat kelelahan. Namja itu memegangi kedua lututnya. Punggungnya bergerak naik turun seperti sedang mengatur nafas. Jungkook juga bisa melihat bulir bulir keringat menetes dari setiap ujung rambutnya.
"Ini..."
Entah mendapat keberanian darimana, Jungkook menghampiri namja itu dan menyodorkan botol air mineralnya yang lain. Seketika namja itu pun mendongakkan kepalanya menatap botol air serta Jungkook secara bergantian.
"Annyeong... Ini untukmu..." Ujar Jungkook lagi sambil kembali menyodorkan botol air itu karena namja itu masih tetap diam memandanginya.
"Ahh gomawo..." Namja itu kemudian menerima botol pemberian dari Jungkook dan meminumnya.
"Suka main basket ya?" Jungkook mulai membuka obrolan.
"Ne. Bermain basket merupakan salah satu hobbyku." Balas namja itu.
"Ahhh hmm aku lupa namamu. Siapa? Tae-"
"Taehyung. Kim Taehyung." Balas Taehyung sambil tersenyum.
"Ahh Taehyung-ssi. Aku mau mengucapkan terima kasih lagi padamu karena kau telah menolongku saat itu..." ujar Jungkook sedikit gugup.
"Cheonma. Dan terima kasih juga untuk minumnya." Taehyung menggoyangkan botol air minum yang sudah kosong di hadapan Jungkook.
"Ahhh air minum tidak sebanding dengan pertolonganmu waktu itu, Taehyung-ssi."
"Hei kau terlalu berlebihan dan hmm jangan seformal itu. Panggil saja aku Taehyung."
"Taehyung? Ahh aku sama sekali tidak berlebihan kok. Sungguh aku jadi merasa berhutang budi padamu." Jungkook menundukkan kepalanya mengalihkan tatapan Taehyung yang terus menatapnya.
"Ahh sudahlah jangan membahasnya. Apa kau suka main basket?" Ujar Taehyung tiba-tiba.
"Hah? Basket?" Jungkook kembali mendongakkan kepalanya dan menatap Taehyung dengan tatapan -Apa kau bercanda?-
"Ne. Aku bosan karena daritadi aku hanya bermain sendiri." Taehyung kembali mendrible bola basketnya di hadapan Jungkook.
"Tapi aku tidak bisa ma-" Jungkook langsung menangkap bola orange itu saat Taehyung tiba-tiba melemparnya ke arahnya.
"Hanya memasukan bola ini saja ke dalam ring. Mudah kan?"
Jungkook dan Taehyung terus mencoba saling berebut bola. Taehyung dengan mudahnya mengambil bola itu dari Jungkook membuat Jungkook kesal karena ia seperti tidak di beri kesempatan sama sekali oleh Taehyung untuk memegang bola. Setiap kali mendapat bola, Taehyung langsung melemparkan bola itu dan memasukkannya ke ring. Setiap shootannya selalu masuk membuat Jungkook semakin kesal.
"Hahhh sudah! Aku capek!" Teriak Jungkook frustasi karena ia sama sekali tidak berhasil merebut bola dari Taehyung apalagi memasukkan bola ke dalam ring.
"Masa begitu saja menyerah?" Ujar Taehyung sedikit meremehkan membuat Jungkook berdecih.
"Namja melawan yeoja itu sama sekali tidak adil! Apalagi aku yang tidak bisa bermain ini harus melawan kau yang sudah jago. Sangat tidak adil!" Keluh Jungkook yang hanya mendapat kekehan dari Taehyung.
"Yasudah aku beri kau kesempatan. Lempar bola ini ke dalam ring." Taehyung kembali melemparkan bola orange itu ke arah Jungkook yang di tangkap dengan sigap oleh Jungkook.
Jungkook pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia menatap ring basket yang berdiri tegak di hadapannya. Ia sudah mengarahkan bola berwarna orange itu ke ring dan siap melemparkan bola itu. Sementara Taehyung hanya memperhatikan Jungkook yang tampak sangat lucu saat memegang bola membuatnya tertawa.
Dughh
"Akhhhh" rintih Taehyung kesakitan saat kepalanya tepat terkena bola. Bola yang di lempar Jungkook memantul di bibir ring dan tepat mengenai kepala Taehyung.
"Astaga! Mianhae... Jeongmal mianhae... Apa sakit sekali?" Tanya Jungkook saat menghampiri Taehyung yang terus merintih dan memegangi kepalanya yang baru saja terkena bola basket.
"Gwen-gwenchana..." balas Taehyung sambil mencoba tersenyum pada Jungkook.
"Kau bohong! Tidak mungkin baik-baik saja. Mianhae... Jeongmal mianhae..." Jungkook terus menerus meminta maaf pada Taehyung karena kesalahannya.
"Sungguh. Tidak apa-apa kok." Balas Taehyung masih sambil menahan rasa pusing di kepalanya.
"Coba aku lihat..." Jungkook semakin mendekatkan dirinya pada Taehyung karena ia ingin melihat kepala Taehyung yang terkena lemparan bola darinya.
Namun pergerakkan Jungkook jadi terhenti saat matanya dan mata Taehyung saling bertemu. Mereka sama-sama terdiam dan saling memandang satu sama lain. Jungkook merasakan jika jantungnya serasa akan copot karena terus berdetak dengan cepat. Begitu pula Taehyung apalagi saat ia sadar jarak antara wajahnya dan wajah Jungkook sangat dekat bahkan Taehyung bisa merasakan helaan nafas hangat Jungkook di wajahnya. Taehyung mengalihkan perhatiannya dari mata Jungkook dan beralih ke arah bibir pink Jungkook. Taehyung menelan salivanya melihat bibir pink dan menggoda milik Jungkook. Entah jiwa iblis atau apa Taehyung jadi ingin merasakan bibir pink itu menyentuh bibirnya.
"Eomma! Ada yang pacaran disin- hmphh asdfghjkl" teriak seorang anak kecil dan mulutnya langsung di bekap oleh seorang yeoja yang di panggil eomma itu.
"Ahh mian atas kelancangan anak saya. Dan maaf juga mengganggu. Saya permisi..." ujar seorang ibu muda itu sambil menyeret anaknya pergi dari lapangan itu.
"Ahh mianhae..." Jungkook segera menjauhkan dirinya dari Taehyung. Ia membalikkan tubuhnya untuk menghindari Taehyung melihat wajahnya yang ia yakin kini sudah sangat memerah. Jungkook memegangi dada bagian kirinya dan bisa merasakan jika jantungnya semakin menggila. Jungkook hanya bisa menunduk menyadarinya.
-Padahal tinggal sedikit la- aishh apa yang kau pikirkan bodoh! Kim Taehyung pabbo!- batin Taehyung.
SKIP
Jungkook dan Taehyung kini jalan beriringan. Setelah lelah bermain basket dan hari sudah semakin siang, mereka memutuskan untuk pulang. Sepanjang perjalanan pulang, Jungkook dan Taehyung di hinggapi keheningan. Tak ada seorangpun dari mereka yang mau memulai membuka obrolan. Mereka hanya saling diam dan melirik sesekali.
"Ehem... Kau sepertinya tidak kuliah disini ya?" Tanya Taehyung memecah keheningan.
"N-ne... Aku kuliah di Paris-Sorbonne University jurusan Art and Archaeology." Jawab Jungkook dan di balas anggukan kepala dari Taehyung.
"Lalu kau kesini untuk mengisi waktu liburan?" Tanya Taehyung.
"Ne. Lagipula aku bosan disana. Eomma dan appa sibuk kerja dan hanya ada aku sendiri di rumah. Lebih baik aku liburan disini sekaligus datang ke pesta pertunangan sepupuku." Ujar Jungkook menjelaskan kenapa ia bisa berada di Seoul.
"Oh ya apa kau kenal dengan sepupuku dan tunangan sepupuku? Nama sepupuku Min Yoongi dan tunangannya Kim Seokjin. Kalian kan satu un-"
"Yoongi dan Jin? Tentu saja aku kenal. Mereka teman-teman satu jurusan denganku." Jawab Taehyung membuat Jungkook mengerjapkan matanya.
"Ternyata dunia sempit sekali ya... Aku tidak tahu jika Yoon oppa teman ka- ehh? Berarti harusnya aku memanggilmu oppa dong? Aigoo mianhae..." Jungkook terlihat merasa bersalah.
"Ahh tidak apa. Aku lebih senang kau memanggilku Taehyung tanpa embel-embel oppa. Aku jadi merasa tua jika dipanggil dengan embel-embel oppa." Taehyung sedikit terkekeh.
"Tapi kan tidak sopan jika aku hanya memanggil dengan nama..."
"Ahh sudah jangan terlalu di pikirkan. Panggil aku Taehyung saja, oke?" Ujar Taehyung yang dibalas sebuah anggukan dari Jungkook.
Tanpa mereka sadari mereka sudah tiba di depan rumah Jungkook. Terlihat sedikit raut yang berbeda dari keduanya saat kaki mereka berdua berhenti di depan sebuah rumah besar bercat putih itu. Keduanya kembali saling diam dan berpandangan.
"Apa mau mampir dulu?" Tawar Jungkook.
"Aniya. Tidak usah. Aku langsung pulang saja ya. Bye Kookie.." Pamit Taehyung lalu melanjutkan perjalanan pulangnya.
-Oh Tuhan... Kenapa jantungku jadi berdetak seperti ini saat dia memanggilku 'Kookie' padahal kan itu memang namaku... Ahhh Jimin! Hoseok! Aku kenapa ya?- batin Jungkook dan segera masuk ke dalam rumahnya.
"Oh? Nona sudah pulang?" Ujar Jimin yang baru saja keluar dari dapur bersama Hoseok.
"N-ne... Ahhh Jimin... Hoseok... Eotteoke?" Tanya Jungkook ambigu membuat Jimin dan Hoseok saling berpandangan. Mereka bingung dengan tingkah nona majikannya itu yang terus berteriak 'Eotteoke? Eotteoke?'. Jimin dan Hoseok pun mendekat ke arah Jungkook. Mereka khawatir takut terjadi sesuatu yang buruk kepada nona majikannya itu.
"Nona... Sebenarnya ada apa? Apa nona mengalami masalah?" Tanya Jimin yang dibalas gelengan kepala oleh Jungkook.
"Kaki nona sakit lagi?" Tanya Hoseok yang juga mendapat gelengan dari Jungkook.
"Atau ada yang berbuat jahat pada nona?" Tanya Jimin lagi dan Jungkook tetap menggeleng.
"Atau..."
"Aku bingung. Aku kenapa? Wae? Wae?" Tanya Jungkook ambigu membuat Jimin dan Hoseok semakin bingung.
"Nona, sebenarnya ada apa?" Kini Hoseok kembali bertanya. Jimin yang berdiri di sampingnya ikut mendengarkan. Ia begitu penasaran dengan apa yang terjadi dengan nona majikannya itu.
"Jimin. Hoseok. Apa kalian pernah merasakan ini sebelumnya?" Jungkook kembali bertanya pertanyaan yang semakin membingungkan Jimin dan Hoseok.
"Merasakan? Merasakan apa?" Tanya Jimin semakin penasaran. Ia melirik ke arah Hoseok yang hanya bisa menaikkan bahu tanda tidak tahu.
"Pernah tidak kalian merasa jantung kalian berdetak lebih cepat saat dia memanggil nama kalian? Atau saat kalian saling bertatapan?" Tanya Jungkook yang diangguki oleh Jimin dan Hoseok.
"Lalu jika kalian pernah mengalami hal seperti itu, tandanya kalian kenapa?" Tanya Jungkook dengan polosnya yang dibalas kekehan dari Jimin dan juga Hoseok.
"Itu mudah saja, nona. Tandanya nona menyukai orang itu." Balas Hoseok diselingi tawa.
"Jeongmal? Tapi kami baru beberapa kali ketemu. Mengobrol pun hanya sebentar. Masa aku menyukainya?" Ujar Jungkook polos dan kembali dibalas kekehan oleh Jimin dan Hoseok.
"Rasa suka ataupun rasa cinta, tidak pernah memandang waktu, nona. Mereka bisa datang kapan saja tanpa pernah kita duga. Bisa saja terjadi di awal pertemuan kalian ataupun di saat kalian jadi semakin saling mengenal." Jelas Hoseok yang diangguki oleh Jimin.
"Betul nona. Lalu siapa nama namja yang nona sukai ini, hmm? Seperti apa dia? Tampankah?" Tanya Jimin bermaksud menggoda Jungkook yang wajahnya sudah memerah.
"Ihhh bu-bukan begitu. Aku hanya tanya saja. Aku tidak menyukainya. Aku hanya..."
"Baiklah kami mengerti. Nona tidak menyukai namja itu ehh maksudnya belum. Tapi yang aku lihat mungkin sebentar lagi nona pasti akan mengakui jika nona menyukai namja itu." Goda Hoseok membuat wajah Jungkook jadi semakin memerah.
"Sudahlah Hoseok.. Jangan menggoda Nona Jeon terus... Lihat wajahnya jadi tambah memerah hahaha..."
"Yak! Jimin! Hoseok! Kalian menyebalkan!"
SKIP
Taehyung kini sudah tiba di rumahnya. Ia mendudukkan dirinya di atas sofa di ruang tamu. Ia ingin mengistirahatkan dulu tubuhnya setelah lelah bermain basket dan berjalan pulang ke rumahnya. Keringat juga kini sudah kembali membasahi tubuhnya. Rambut orange nya pun sudah terlihat sangat basah seperti ia baru saja mandi dan membasahkan rambutnya.
Meski lelah, namun senyun tak pernah lepas di wajah Taehyung. Taehyung memejamkan matanya dan kembali mengingat kejadian yang baru saja ia lewati bersama Jungkook. Taehyung merasa sangat senang menghabiskan waktu bersama Jungkook yang menurutnya semakin terlihat lucu dan menggemaskan. Ia menyukai semua yang ada di diri Jungkook. Mata besarnya, hidung mancungnya, rambut cokelatnya, pipi chubbynya, dan bibir pinknya yang seolah menggodanya untuk mencicipi rasa bibir itu.
-Yak! Pabbo! Tae pabbo! Apa yang pikirkan, eoh? Aigoo..." keluh Taehyung karena pikirannya yang aneh itu.
"Mungkin aku memang harus segera mandi untuk menormalkan pikiranku ini. Aigoo..." Taehyung pun langsung melesat masuk ke dalam kamarnya untuk segera mandi.
Taehyung kini sudah keluar dari kamar mandinya dengan pakaian lengkap. Sebuah t-shirt hitam dan celana boxer hitam miliknya. Ia sudah biasa berpenampilan itu jika di dalam rumah. Rambut orangenya masih sedikit basah yang terus dia keringkan dengan handuk miliknya.
Tok Tok Tok
"Maaf, tuan... Ada tuan Namjoon di bawah.." ujar Bibi Go dari luar pintu kamar Taehyung.
"Ohh bilang padanya langsung naik ke kamarku saja, bi." Balas Taehyung dan kembali pada aktifitasnya mengeringkan rambutnya.
CKLEK
"Hei, man! Baru mandi, eoh?" Sapa Namjoon dan segera mendudukan dirinya di samping Taehyung.
"Ne. Aku baru pulang habis latihan basket pagi di lapangan." Jelas Taehyung.
"Lalu tumben kau kemari? Ada apa?"
"Hanya ingin main saja. Memang tidak boleh?" Balas Namjoon singkat.
"Bukan begitu. Hanya tumben saja. Biasanya juga kau jarang datang kecuali sedang ada tugas kelompok padahal rumah kita bersebelahan. Pasti kau punya maksud tertentu datang kemari." Tebak Taehyung dan hanya mendapat balasan cengiran dari Namjoon.
"Hehe kau tahu saja. Ehem jadi begini, aku boleh pinjam motormu tidak?" Tanya Namjoon membuat Taehyung menaikkan alisnya bingung.
"Motorku? Memang kenapa dengan motormu? Mobilmu?" Kini Taehyung yang balik bertanya.
"Motorku rusak dan sedang ada di bengkel. Mobil? Apa kau lupa? Mobilku baru seminggu yang lalu ada di bengkel juga karena ditabrakkan oleh hyungku ke rumah orang lain." Jelas Namjoon.
"Ada-ada saja. Tapi kenapa harus pinjam motorku?"
"Tolonglah... Aku pinjam ya? Bagaimana caraku pergi jika tidak ada kendaraan?"
"Kan bisa naik transportasi umum." Balas Taehyung acuh.
"Aish kau ini menyebalkan sekali!"
"Hahhh baiklah... Baiklah... Berapa lama kau akan meminjamnya?"
"Hmm seminggu?"
"Mwo? Kau gila!"
"Motorku selesai diperbaiki minggu depan. Tolonglah..." mohon Namjoon.
"Hahh yasudah pakai saja. Tapi uang bensin kau yang tanggung ya?"
"Itu soal mudah! Gomawo, Tae! Kau memang yang terbaik!" Ujar Namjoon sambil memberikan 2 jempol pada Taehyung.
"Astaga kau jadi menjijikan begini, Namjoon ckckck" balas Taehyung sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah aneh temannya itu.
SKIP
Taehyung membuka pintu garasinya dan terlihatlah sebuah mobil sport hitam miliknya yang sudah sangat lama tidak pernah ia gunakan. Ia memasukkan kunci mobil itu dan mencoba menyalakan mesinnya. Dan beruntung mesin mobil itu masih bagus. Taehyung berencana akan pergi kuliah sekarang. Berhubung motornya di pinjam oleh Namjoon, Taehyung mau tidak mau memakai kembali mobil sport miliknya itu.
Sebenarnya Taehyung sangat malas mengendarai mobil karena sering terjebak macet. Ia lebih memilih motor karena pertama selain lebih cepat sampai, motor bisa menyalip kendaraan lain saat terjebak macet. Itulah sebabnya kenapa belakangan ini ia lebih memilih menggunakan motornya daripada mobilnya.
Taehyung memarkirkan mobilnya di parkiran yang tersedia di universitasnya. Beruntung jalanan Seoul hari itu tidak macet hingga ia bisa sampai di universitasnya tepat waktu. Baru saja ia melangkah turun dari mobilnya namun segerombolan yeoja mulai berdatangan dan mengerubunginya. Taehyung hanya bisa menghela nafasnya berat.
"Wah Tae, mobilmu keren sekali... Aku tidak pernah tahu jika kau punya mobil sekeren ini..." Ujar seorang yeoja berambut merah.
"Jadi motor hitammu itu sekarang di ganti oleh mobil sport kerenmu ini? Ohh sungguh kabar baik!" Ujar yeoja lainnya yang berambut blonde.
"Ehem lalu sebenarnya apa tujuan kalian mendatangiku? Jika hanya ingin mengagumi mobilku, maaf aku tidak punya banyak waktu. Aku ada kelas sekarang. Permisi." Balas Taehyung acuh dan segera meninggalkan kerumunan yeoja yang masih terus berteriak memanggil namanya.
Semenjak Taehyung mengendarai mobilnya itu, banyak yeoja yang jadi sering mendatanginya membuat Taehyung sakit kepala setiap mendengar perkataan para yeoja-yeoja itu yang selalu memuji mobil yang dikendarainya kini. Ia lebih muak saat yeoja itu sengaja mencoba menarik perhatiannya dengan berbagai cara mulai dari pura-pura jatuh dan menabrak dirinya bahkan sampai ada yang agresif menyatakan cinta pada Taehyung.
"Aishh cukup! Kalian menjijikan! Kalian jadi nampak seperti yeoja matre dan murahan, kalian tahu? Jadi cukup mengikutiku, cukup mencari perhatianku karena aku sama sekali tidak akan pernah tertarik pada kalian. Mengerti?" Ujar Taehyung tegas dan secara tidak langsung mengusir yeoja-yeoja itu.
"Sombong sekali! Dasar menyebalkan!"
"Lihat saja aku akan mendapatkan namja yang lebih keren darimu!"
"Payah!"
Taehyung dapat mendengar umpatan-umpatan dari gerombolan yeoja tadi. Taehyung hanya cuek dan kembali sibuk menyantap makanannya di kantin setelah jam kelasnya berakhir.
"Hei! Sepertinya kau jadi semakin populer sekarang. Dimana yeoja-yeoja penggila dirimu itu?" Ujar Namjoon yang duduk di hadapan Taehyung sambil membawa nampan berisi makan siangnya.
"Ini semua gara-gara kau, tahu?" Ujar Taehyung kesal.
"Wae? Kenapa jadi menyalahkan aku?"
"Gara-gara kau meminjam motorku, semua yeoja itu jadi berusaha mendekatiku."
"Hah? Apa hubungannya?"
"Ya karena mobilku! Karena motorku di pinjam olehmu, aku terpaksa pergi kemana-mana dengan mobil dan mobil yang membuat mereka tertarik. Hahh dasar yeoja murahan! Matre!" Decih Taehyung kesal.
"Hahaha karena itu? Ckck yasudahlah.. Lagipula bukannya itu bagus? Kau jadi bisa memilih salah satu dari mereka untuk jadi pacarmu. Kau sudah terlalu lama sendiri sejak putus dari Jin." Ujar Namjoon sambil memakan makanannya.
"Aku tidak akan tertarik pada seorangpun dari mereka." Jawab Taehyung tegas.
"Wae? Bukankah mereka itu cantik? Dan seksi juga. Kurang apalagi? Apa kau masih belum bisa melupakan Jin?"
"Kenapa jadi membahas masalah ini?"
"Benarkan? Kau masih belum bisa melupakan Jin, mantanmu?" Tanya Namjoon namun tidak mendapat jawaban apapun dari Taehyung.
Taehyung tidak menghiraukan pertanyaan Namjoon itu. Ia sedang malas membahas masalah itu. Ia hanya ingin cepat menghabiskan makan siangnya dan kembali ke rumah karena dirinya yang sudah tidak memiliki kelas setelah ini.
"Loh? Kookie?" Ujar Taehyung saat menyadari kehadiran Jungkook di sekitarnya.
Jungkook yang baru saja berniat pergi jadi membalikkan tubuhnya untuk menghadap Taehyung. Jungkook berusaha tersenyum dan menyapa Taehyung.
"Annyeong..." sapa Jungkook singkat.
"Ne, sedang apa disini?" Tanya Taehyung sedikit bingung karena Jungkook yang berada di kantin itu.
"Hmm itu... Aku sedang mencari Jin eonnie. Eonnie mengajakku bertemu disini tapi sejak tadi aku tidak melihatnya hahaha" Jungkook tertawa hambar.
"Tadi aku lihat dia keluar kelas dengan Yoongi tapi aku tidak tahu mereka kemana." Ujar Namjoon.
"Ohh terima kasih..."
"Namjoon. Namaku Namjoon."
"Terima kasih Namjoon-ssi. Kalau begitu aku permisi dulu ya. Aku mau cari Jin eonnie lagi." Pamit Jungkook.
"Ahh tunggu! Biar aku temani. Kau kan tidak tahu kampus ini. Namjoon aku duluan ya!" Pamit Taehyung dan berjalan bersamaan dengan Jungkook.
Taehyung dan Jungkook berjalan berdampingan. Banyak mahasiswa dan mahasiswi yang memperhatikan mereka termasuk yeoja-yeoja yang tadi berusaha mendekati Taehyung. Mereka memandang tidak suka ke arah Jungkook. Sementara yang di tatap hanya diam dan tidak menyadarinya.
"Ada keperluan apa dengan Jin?" Tanya Taehyung di sela-sela keheningan.
"Entahlah. Aku tidak tahu. Eonnie yang menyuruhku kesini. Tapi selalu tidak ketemu. Untung saja aku tidak kesasar seperti waktu itu." Ujar Jungkook.
-Hahh pasti ini rencana Jin dan Yoongi. Sebenarnya mereka ini ingin apalagi sih? Ck- batin Taehyung.
"Hmm sepertinya kalian sangat dekat ya." Ujar Jungkook tiba-tiba.
"Siapa?" Tanya Taehyung bingung.
"Kau dan Jin eonnie." Balas Jungkook.
"Ne, begitulah. Kami sudah lama saling mengenal. Mungkin sejak semester pertama sampai sekarang." Jawab Taehyung santai.
"Ohh begitu." Balas Jungkook singkat.
"Jin orang yang baik dan ramah. Makanya banyak orang yang mengenalnya dan menyukainya. Ia juga pandai memasak. Semua masakan yang dibuatnya pasti sangat enak." Tanpa sadar Taehyung memuji Jin.
"Ohh begitu." Balas Jungkook lagi.
"Kau harus sekali-kali mencoba masakannya. Aku jamin kau pasti akan ketagihan." Ujar Taehyung penuh semangat.
"Lalu selama kalian saling kenal, apa kalian pernah saling... mencintai? Ahh ani maksudku apa kalian..."
"Hmm ya dulu memang pernah. Dulu. Jauh sebelum Jin dan Yoongi bertunangan." Ujar Taehyung sambil tersenyum simpul.
"Ahh begitu. Aku mengerti." Balas Jungkook dan mencoba tersenyum.
-Sepertinya Jin eonnie benar mantan pacar Taehyung seperti yang aku dengar tadi dari namja bernama Namjoon itu. Tapi... Kenapa hatiku jadi terasa sesak begini? Dan mataku ahh panas sekali... Ada apa denganku?- batin Jungkook.
"Kook?"
"Ne?"
"Kau... Menangis?" Taehyung sedikit terkejut saat melihat mata Jungkook memerah dan terlihat Jungkook menahan air matanya.
"Aniyo... Mataku sakit makanya jadi begini. Aku baik-baik saja, kok." Jawab Jungkook dan kembali menunjukkan senyumnya.
"Kau yakin baik-baik saja?" Tanya Taehyung sedikit ragu.
"Ne, aku baik-baik saja. Jangan khawatir begitu. Haahhh Jin eonnie dimana sih?" Jungkook kembali berjalan mendahului Taehyung.
Sudah hampir 1 jam lamanya Taehyung dan Jungkook berkeliling untuk mencari Jin namun mereka sama sekali tidak menemukannya. Jungkook juga sudah beberapa kali mencoba menghubungi Jin namun ponsel Jin sepertinya tidak aktif dan selalu masuk ke mail box.
"Jin sepertinya memang sudah tidak ada disini." Ujar Taehyung.
"Ne. Hahh kalau begitu aku pulang saja. Besok mungkin aku akan kesini lagi." Ujar Jungkook pasrah.
"Mau aku antar? Kebetulan aku juga mau pulang. Lagipula rumah kita kan juga searah." Tawar Taehyung. Jungkook nampak berpikir apa ia harus menerima atau menolak tawaran dari Taehyung.
"Sudah tidak usah banyak berpikir. Kajja!" Taehyung segera menggandeng tangan Jungkook dan berjalan menuju mobilnya yang terparkir.
Suasana di dalam mobil itu hening. Tak ada suara yang dihasilkan Taehyung maupun Jungkook yang ada hanya suara musik yang di play oleh Taehyung. Jungkook hanya diam sambil memandang jalanan kota Seoul dari balik kaca mobil. Sementara Taehyung masih berkonsentrasi mengendarai mobilnya.
Drrttt Drrrtttt Drrtttt
Jungkook merasakan ponselnya bergetar. Jungkook langsung mengambil ponselnya dari dalam tasnya untuk melihat siapa yang menelponnya. Wajah Jungkook langsung berubah ceria saat melihat nama di layar sentuh ponselnya.
"Yeobosaeyo?"
"..."
"Ne, aku sudah pulang."
"..."
"Gwenchana..."
"..."
"Ani, aku diantar Tae-"
"..."
"Ne, kebetulan rumah kami memang searah ja-"
"..."
"Mwo? Untuk apa?" Jungkook sedikit melirik ke arah Taehyung.
"..."
"Mentraktir? Hmm nanti akan aku tanyakan dulu. Bye, eonnie..." Jungkook segera menutup teleponnya. Ia melirik ke arah Taehyung yang masih serius mengendarai mobilnya.
"Wae?" Tanya Taehyung saat sadar jika dirinya di tatap oleh Jungkook.
"Hmm itu... Eonnie mengajak kita pergi ke taman bermain. Katanya ingin mentraktir kita untuk merayakan anniversary mereka." Jelas Jungkook.
"Boleh saja. Tapi bagaimana denganmu? Kau mau?" Taehyung balik bertanya pada Jungkook.
"Apa aku bisa menolak dan membuat eonnie kecewa?" Balas Jungkook tanda jika ia setuju. Taehyung hanya tersenyum dan kembali serius mengendarai mobilnya.
SKIP
Taehyung dan Jungkook kini sudah berada di depan pintu masuk sebuah taman bermain. Taman bermai itu terlihat ramai meski bukan weekend. Mereka berdua berdiri di depan pintu masuk untuk menunggu kedatangan Jin dan Yoongi. Mereka bisa melihat banyak pasangan yang keluar masuk taman bermain itu. Mereka terlihat bahagia dan mesra membuat Taehyung dan Jungkook hanya menghela nafas mereka. Bukan karena mereka iri tapu hanya.. Entahlah mungkin mereka sedikit sensitif melihat kemesraan orang lain hehehe
"Kookie! Tae!" Teriak Jin sambil melambaikan tangannya ke arah Jungkook dan juga Taehyung.
"Eonnie!" Balas Jungkook ceria.
"Apa sudah lama menunggu? Mianhae..." balas Jin dengan wajah menyesal.
"Dimana Yoongi?" Tanya Taehyung pada Jin.
"Sedang membeli tiket untuk kita. Nah itu dia!" Jin melambaikan tangannya pada Yoongi yang berjalan sambil membawa 4 lembar tiket masuk.
"Mian lama. Kajja kita masuk!" Ujar Yoongi dan menyerahkan tiket yang dibelinya kepada petugas yang menjaga pintu masuk.
Jin dan Yoongi berjalan bergandengan sementara Taehyung dan Jungkook berjalan di belakang mereka. Jungkook berjalan sambil menggenggam tasnya dengan kedua tangan sementara Taehyung berjalan sambil memasukkan kedua tangannya pada saku jaket yang dikenakannya. Mereka juga terlihat sedikit agak menjauh karena jarak yang ada di antara mereka.
"Wahh ramai sekali ya... Aku kira hari biasa seperti ini akan lebih sepi ternyata tidak." Ujar Jin yang disetujui oleh Yoongi.
Dugghh
"Ahh mainhae, jeongmal mianhae..." ujar seseorang karena tidak sengaja menabrak bahu kanan Jungkook.
"Ne, gwenchana..." balas Jungkook.
"Wae? Ada apa?" Tanya Jin dan menolehkan kepalanya ke belakang memghadap Jungkook.
"Tidak apa-apa, eon." Balas Jungkook.
"Jangan jauh-jauh dari kami. Nanti jika terpisah akan sulit mencari karena taman bermain ini kan luas dan ramai." Ujar Yoongi dan diangguki oleh Jungkook.
"Ne, oppa. Aku tahu." Balas Jungkook.
"Kookie kau ingin naik wahana apa?" Tanya Jin pada Jungkook.
"Hmm terserah eonnie saja." Balas Jungkook.
"Kau, Tae?" Tanya Jin pada Taehyung.
"Terserah kalian." Balas Taehyung singkat.
"Kalau begitu kita naik rollercoaster saja ya?" Ujar Jin yang diangguki semuanya.
Dughh
Dughh
Dughh
Berulang kali Jungkook tanpa sengaja terus tertabrak orang yang berlalu lalang membuat tubuhnya terus terhuyung. Taehyung yang melihatnya pun jadi kasihan. Ia mendekatkan dirinya pada Jungkook dan menggenggam tangannya.
"Jangan dilepas. Kau bisa terpisah nanti." Ujar Taehyung yang hanya dibalas anggukan kepala dari Jungkook. Jungkook dapag merasakan pipinya yang memanas dan ia yakin pasti pipinya sudah memerah.
Mereka sudah sampai di wahana rollercoaster. Antrian panjang menyambut kedatangan mereka. Awalnya mereka malas harus mengantri sepanjang itu kalau saja mereka punya pilihan wahana lain. Sayangnya mereka tidak punya pilihan lain. Jin dan Yoongi tetap mengantri di depan Taehyung dan Jungkook. Mereka sesekali saling berbisik dan tertawa berbeda dengan Taehyung dan Jungkook yang saling diam dan memilih memandang ke arah lain.
Setelah mengantri selama 15 menit akhirnya sampai giliran mereka berempat. Jin dan Yoongi duduk pada barisan pertama sementara Taehyung dan Jungkook berada di barisan kedua. Mereka sudah siap di posisi mereka dengan sabuk pengaman yang sudah terpasang sempurna di tubuh mereka.
"Owww" teriak Jungkook saat rollercoaster itu mulai berjalan. Taehyung hanya mengamati Jungkook dan sesekali terkekeh melihat setiap ekspresi ketakutan Jungkook yang dinilainya sangat lucu.
"Ahhhhhhh" teriak Jungkook lagi saat Rollercoaster itu berjalan menurun. Jungkook memejamkan matanya dan berteriak sekencang-kencangnya bersamaan dengan Jin.
"Eommaaaaaaa" teriak Jungkook lagi saat Rollercoaster itu melewati jalan berputar. Taehyung tidak bisa menahan tawanya di kala melihat ekpresi Jungkook yang benar-benar lucu saat berteriak.
"Hahhhh akhirnya... Hahhhh jebal... Hahhhh" ujar Jungkook saat Rollercoaster itu berhenti.
"Mau sekali lagi?" Tawar Jin yang langsung di balas gelengan kepala oleh Jungkook.
"Hahaha yasudah kajja kita pergi ke wahana lainnya."
Jin dan Yoongi berjalan beriringan dengan tangan mereka yang saling bertautan. Taehyung dan Jungkook juga sama. Taehyung terus menggenggam tangan Jungkook dengan erat seolah takut Jungkook akan terpisah darinya. Taehyung melirik ke arah Jungkook dan melihat wajah Jungkook yang terlihat pucat dan nafasnya pun masih sedikit tersenggal mungkin karena efek ketakutannya.
"Rollercoasternya sudah selesai kok. Lain kali jangan memaksakan diri naik wahana itu kalau kau takut." Ujar Taehyung sambil menatap Jungkook khawatir.
"A-aku tidak takut... Han-hanya speechless aja... Iya hanya speechless hehehe" elak Jungkook.
"Ne, ne, ne terserah padamu saja. Tapi kalau kau kenapa-kenapa aku tidak tanggung ya." Balas Taehyung.
"Ne. Tenang saja. Aku akan baik-baik saja. Eonnie... Kita akan kemana?" Tanya Jungkook pada Jin.
"Ke sana. Kajja!" Jin menunjuk ke arah wahana yang akan mereka naiki membuat mata Jungkook terbelalak.
-Astaga sampai kapan penderitaanku ini berakhir.- batin Jungkook.
Hari sudah menjelang malam namun pengunjung taman bermain itu malah semakin bertambah ramai. Jin, Yoongi, Taehyung dan Jungkook kini berada di sebuah restaurant. Mereka merasa lapar setelah puas berkeliling dan menaiki setiap wahana yang tersedia di taman bermain itu.
"Bagaimana, Kookie? Apa kau senang hari ini?" Tanya Jin pada Jungkook yang duduk di hadapannya.
"Ne, eonnie."
"Apa wahana yang paling membuatmu takut? Kalau aku, jujur saja aku takut saat masuk ke Ghost's House." Ujar Jin.
"Hmm ti-tidak ada, eon." Balas Jungkook sedikit berbohong.
"Bahkan kau sampai menangis saat di dalam Ghost's House kau masih bilang tidak ada yang menakutkan? Eomma! Eomma! Eomma! Kau saja sampai teriak seperti itu kau bilang tidak takut?"
"Oppa!" Jungkook terlihat kesal karena ia merasa tersindir.
"Jinnie, kau tidak lihat sih bagaimana ketakutannya Jungkook di dalam Ghost's House. Ia sampai memeluk Taehyung dengan sangat erat bahkan sampai menangis. Hahaha lucu sekali dia hahaha" tawa Yoongi meledak saat mengingat kejadian di dalam Ghost's House.
"Oppa menyebalkan!" Jungkook mengerucutkan bibirnya karena kesal terus di goda oleh Yoongi.
"Hahaha kalau seperti ini, kita jadi terlihat double date ya hahaha" ujar Jin sambil menatap Taehyung dan Jungkook bergantian.
"Uhuk uhuk" Taehyung tersedak minumannya begitu ia mendengar perkataan Jin barusan.
"Hahaha reaksimu berlebihan sekali, Tae. Aku hanya bercanda. Tapi jika pun memang sungguhan malah bagus, bukan? Bagaimana menurutmu, Kookie?" Kini Jin kembali mengalihkan perhatiannya pada Jungkook.
"Hah? Maksud eonnie?" Jungkook bingung dengan pertanyaan Jin yang diberikan untuknya.
"Menurutmu, Taehyung bagaimana? Cocok tidak untuk jadi namjachingumu?" Tanya Jin pada Jungkook. Yoongi pun menatap Jungkook penasaran akan jawaban dari sepupunya itu.
"Ahh i-itu hmm a-aku..." balas Jungkook malu sambil menundukkan wajahnya menyembunyikan rona merah di kedua pipinya.
"Tae, seperti kau sudah mendapat lampu hijau dari Jungkook hahaha" ujar Yoongi semakin membuat wajah Jungkook memanas.
SKIP
Hari sudah semakin gelap dan sudah waktunya bagi mereka untuk pulang. Jin dan Yoongi sudah lebih dulu pamit pada Taehyung dan juga Jungkook. Kini giliran Taehyung dan Jungkook juga untuk pulang dan beristirahat setelah lelah bermain di taman bermain.
"Kau mengantuk?" Tanya Taehyung saat mendapati Jungkook yang sudah terlihat sangat mengantuk.
"Ani." Bantah Jungkook sambil menggelengkan kepalanya.
"Jika kau mengantuk, tidurlah. Akan aku bangunkan jika sudah sampai di rumahmu." Ujar Taehyung sambil menghidupkan mesin mobilnya dan segera melesat pulang.
Di sepanjang perjalanan hanya keheningan yang ada di antara Jungkook dan Taehyung. Taehyung sesekali melirik ke arah Jungkook dan melihat jika yeoja itu sedang berusaha keras melawan kantuknya. Taehyung hanya menghela nafasnya dan tersenyum melihat berbagai ekspresi lucu yang dihasilkan Jungkook saat mencoba agar tetap terjaga.
Ckitttt
"Kook? Jungkook?" Taehyung sedikit menggoyangkan bahu Jungkook untuk membangunkan Jungkook yang akhirnya sudah tertidur.
"Kook? Kita sudah sampai.." Taehyung terus mencoba membangunkan Jungkook namun nampaknya Jungkook masih juga terlelap.
"Haaahhh mau bagaimana lagi..."
Taehyung pun turun dari mobilnya. Ia berjalan ke arah pintu penumpang dan membukanya. Taehyung melepaskan seatbeltnya dari tubuh Jungkook dan bersiap menggendong Jungkook. Ia lingkarkan kedua tangan Jungkook pada lehernya dan menggendongnya secara bridal style. Taehyung berjalan perlahan karena ia takut membangunkan Jungkook yang tertidur lelap di gendongannya.
Beruntung saat Taehyung berusaha ingin memencet bel, pintu rumah itu sudah terbuka dan menampilkan seorang maid yang terlihat panik melihat Jungkook yang di gendong oleh Taehyung.
"Dia kelelahan." Ujar Taehyung sebelum maid itu -Jimin- bertanya padanya.
"Tolong antarkan nona ke kamarnya di atas." Ujar Jimin dan dibalas anggukan oleh Taehyung.
Setelah susah payah menaiki satu persatu anak tangga, akhirnya Taehyung berhasil membawa Jungkook ke kamarnya. Taehyung merebahkan tubuh Jungkook perlahan di atas tempat tidur King Size itu. Taehyung tersenyum saat Jungkook terlihat sedikit bergerak untuk menyamankan tidurnya. Taehyung menyelimuti tubuh Jungkook hingga sebatas dada. Taehyung sedikit memperhatikan kamar itu.
-Tak ada yang berubah. Semua masih tetap sama.- batin Taehyung saat mengingat terakhir ia masuk ke dalam kamar itu.
"Selamat tidur, Kook. Aku pulang ya.. Mimpi indah..." Bisik Taehyung tepat di telinga Jungkook dan CUP~ Taehyung mengecup bibir Jungkook singkat. Hanya sebuah ciuman singkat tanpa lumatan. Taehyung tersenyum dan berjalan keluar dari kamar itu.
Taehyung merebahkan dirinya di tempat tidurnya. Matanya menerawang pada kejadian yang dialaminya hari ini. Dimana ia bisa merasa semakin dekat dengan Jungkook. Dari awal saat mereka di taman bermain sampai Taehyung mengantar Jungkook pulang dan dimana ia bisa mengecup bibir Jungkook.
Taehyung memegangi bibirnya dan tangan lainnya memegangi dada kirinya. Ia dapat merasakan jantungnya yang berdetak semakin kencang. Taehyung tersenyum simpul saat membayangkan kembali dirinya dengan berani mencuri ciuman saat Jungkook tertidur. Namun ia tidak terlalu perduli. Yang ia tahu ia sudah benar jatuh ke dalam pesona seorang Jeon Jungkook dimana dulu ia selalu mengganggapnya sebagai pengganggu hidupnya. Dan sekarang ia sudah benar-benar yakin dengan perasaannya.
SKIP
Jungkook sudah membuka matanya saat sinar matahari mulai masuk dan menerangi kamar tidurnya di pagi hari itu. Jungkook merasa tidurnya malam itu sangat lelap bahkan ia mendapat sebuah mimpi yang... Wajah Jungkook langsung memerah saat ia mengingat mimpinya semalam. Jungkook menutup wajahnya dengan kedua tangannya namun senyum tidak terlepas dari dirinya. Ia terlihat sangat senang saat mengingat mimpi itu.
"Kookie, waeyo? Kenapa kau jadi begini? Aigoo hanya karena mimpi saja kau senang sekali." Ujar Jungkook sambil menepuk-nepuk kedua pipinya.
"Tapi... Mimpi itu terlihat nyata dan... ciuman itu... ahh aku saja bisa merasakannya sampai sekarang di bibirku." Jungkook memegangi bibirnya dan wajahnya kembali memerah.
"Eommaaaaaa"
.
.
.
Chap 5 end fiuhhh tapi mian lagi-lagi chap 5 ini bukan ending nya hahhh mian readersdul yang jadi merasa di PHPin sama aku :( dan mian juga chap ini di update nya lama gak fast update kayak chap sebelumnya :(
Balesan Reviews:
*melizwufan
Jin sama Yoongi ini couple kurang kerjaan makanya bisa ngerjain Tae sm Kook wkwk ne ini udh di update :) gomawo ya udh review :)
*nam mingyu
Iya mereka jd bs memulai smuanya dr awal. Mian ya jd ngulang emosi chingu lg dr awal. Abis kalo mau dipnjutin ksian Kook nya mnderita terus"an. Jd lbh baik gini deh hehe gomawo atas pujiannya dan gomawo juga ya udh review :)
*Dragonius Meidi Lee
Ahh iya Kookie kn kcelakaan jdnya dia hrs hilang ingatan plus baby deh huhh ksian Kookie T^T Tae pst bisa kok dpetin hati Kookie hehe meski ingatan hilang tp prsaan kn blm tntu jg hilang *sotoy* wkwk duh kenapa aku jd buat gregetan? Krn alur critanya yg aneh(?) Haha gomawo ya udh review :) nado saranghae chingu :)
*LKCTJ94
JinTae? Tae uke? Astagaaa gk kebayang Tae si alien jd uke o.o mian ya krn aku jg bru" ini suka bgt sm bangtan dn suka bgt sm TaeKook ahh mereka itu too cute together :) magnae couple kesayangan wkwk baby nya TaeKook udh gak ada T^T ksian ya tp sdh tkdir nya *loh gomawo ya udh review :)
*CookingCookies
YoonJin ya memang langka banget hehe tapi gak apa" kn kalo aku buat couple baru? Kadang aku liat mreka lucu aja kalo bareng haha kalo Namjoon sm Suga it udh trlalu biasa maunya aku yg sdikit beda dr yg lain huehehe ahh mian ya gabisa fast update krn lnjutin chap 5 ini sdkit susah. Udh bbrp kali cb ngetik ulang krn hsil yg krg memuaskan T^T dn kykny smpe skrg pun emg gak pernah memuaskan T^T gomawo ya udh review :)
*ajid yunjae
Iya ingatan dan aegy Kookie menghilang ahhhh Ne Tae pst bisa buat Kookie bhgia! TaeKook jjang! Wkwk gomawo ya udh review :)
*JSBTS
Iya skali" gt Yoongi jd seme hehe Aku mau beda dr yg lain mkny buat couple yang hmm mngkn bs diblg sdkt aneh(?) Tp cocok" ajalah mereka *maksa* wkwk tenang TaeKook pasti happy end wkwk gomawo udh disemangatin :) gomawo jg ya udh review :)
*Lulu Auren
Ehh jangan di geplak pke panci ksian Kookie :( wkwk haha mereka mmg couple kurang kerjaan dn terlalu hehh wkwk biar wjahnya secantik apapun, dia kn ttep cwok wkwk lgipula kasian dia kalo jd uke mulu skali" kn hrs jd seme biar sesuai sm suaranya yang hehh ngebass huehehe iya Jungkook amnesia permanen jd gbisa nginget apapun hrs mengenal dr awal lagi dia :( ya pkkny klnjutannya ad di chap ini deh ya wkwk gomawo ya udh review :)
*000
Ahh gak kok Tae gk ksian cm dia msh sdkit bingung sm prsaannya hehe gomawo ya udh review :)
*3012
Ini udh di lanjut kok :) mian ya gak bs fast :( gomawo udh review :)
*LionBunnyBoys
Hehehe ini udh di lanjut kok msh pnsrn? Haha gomawo ya udh review :)
*Jun Se Jung
Dia msh bingung sm prsaannya nih chingu :( gapapa biar Tae tau rasa hahaha *evillaugh* ini udh dilanjut kok :) gomawo ya udh review :)
*Zahee
Biar Tae dpet ganjaran krn udh nyia"in Kook huehehe *evillaugh* hmm Kook jd stalker? Pkkny jwbnny ad di chap ini :) gomawo ya udh review :)
*Guest
Kookie pst akan kembalu lah gk mngkn dia mau ninggalin Tae sndrian dg pnuh pnyesalan *apa banget ini* wkwk mreka msih terlalu muda utk pny anak biarkan aegy mreka tenang disana drpd hrs diurus 2 bocah *loh* wkwk yeyy YoonJin mreka tunangan haha smoga cpet nikah ya *ehh* wkwk gomawo udah review :)
*OrangeVKim
Thanks a lot if you like this fict hehe success made you looked like a fool? But I dont think so hehe sorry.. And tadahhh here is it! Read this again :) and review again :) thanks for your review before :)
*Yawn
Hehehe yes here is it! I updated it, right? Hehe I hope you'll like this chapter :) thanks for your review :)
*Kim-Jeon
Hahhaa ne finally I updated this :) hope you'll like it :) thanks for your review before :)
*Such
Hahah I prefer TaeKook too hahhh they both are my biases hehe I hope like it too yes I updated it again I hope you'll like it :) thanks for review before :)
Sorry for late reviews in Chapt 3
ajid yunjae | KyuraCho | Lulu Auren | park in | JSBTS | Guest | 000 | none | nugu | JKTHungg | VTae | bebebbwi
Gomawo untuk para readersdul yang udah menyampatkan diri membaca FF abal-abal ini. Gomawo juga untuk para readersdul yang review dan kasih kritik saran ataupun masukan untuk aku. Gomawo juga untuk para readersdul yang belum sempat ngereview FF ini. Aku sadar FF ini memang masih banyak kekurangan. Tapi berkat semangat dan juga respon positif dari readersdul semua aku jadi semangat untuk lanjutin FF ini :) aku belum bisa kasih bocoran kapan FF ini berakhir karena takut seperti kemarin-kemarin yang batal end terus :( mian ya readersdul :(
Oh ya aku juga ada project FF baru dan ini TAEKOOK lagi hehe mian karena aku lagi sukaaaaa banget sama couple ini. Tapi ada sedikit masalah berkaitan dengan Rated nya. Rencana nya sih Rated nya sama, M. Tapi ini kan lagi Bulan Puasa, jadi kan gak mungkin ngepost FF yang Rated M. Takut menyesatkan readersdul yang lagi puasa nih. Jadi mau tanya baiknya gimana? Apa mau dipending dulu sampai Bulan Puasa selesai atau buat FF baru tapi Rated T aja? Ahh aku butuh pendapat kalian...
See you next time^^ bye^^
